Tag: rasulullah saw

  • Doa Buka Puasa Muharram Arab-Latin Sesuai Sunnah Nabi


    Jakarta

    Umat Islam sedang memasuki Muharram, bulan terbaik untuk puasa setelah Ramadan. Muslim yang menjalankan ibadah ini bisa membaca doa buka puasa Muharram ketika tiba waktu berbuka.

    Membaca doa buka puasa Muharram–termasuk puasa lainnya–merupakan sunnah dalam berpuasa. Menurut sebuah hadits, doanya orang yang berbuka puasa tidak akan tertolak. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al Ashr RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ لِلصَّابِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ


    Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka: doa yang tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah dalam kitab Ash-Shiyam. Al-Bushiri mengatakan sanadnya shahih dan Ibnu Asakir menyatakan hadits ini hasan)

    Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Baihaqi turut mengeluarkan hadits serupa dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani. Imam Ahmad mengeluarkan dengan redaksi lebih panjang sebagai berikut,

    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزْنِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

    Artinya: “Ada tiga orang yang tidak ditolak doanya: imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa orang dizalimi, Allah akan mengangkatnya di atas awan, dan membukakan untuknya pintu-pintu langit dan berkata, ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu walaupun setelah saat ini’.”

    Doa Buka Puasa Muharram

    Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha memaparkan sejumlah dosa buka puasa yang dibaca Rasulullah SAW. Berikut di antaranya.

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud)

    Dalam riwayat lain dalam Sunan Abu Dawud dari Muadz bin Zuhrah, Rasulullah SAW membaca doa buka puasa berikut ketika telah berbuka,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Allahumma laka shumtu a ‘alaa rezekika afthartu

    Artinya: “Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”

    Rasulullah SAW juga pernah membaca doa buka puasa berikut,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Doa buka puasa Rasulullah SAW tersebut terdapat dalam kitab Ibnu Sunni dari riwayat Ibnu Abbas RA.

    Sunnah Buka Puasa

    Ada sejumlah sunnah dalam buka puasa yang bisa dikerjakan umat Islam. Berikut di antaranya.

    1. Menyegerakan Berbuka

    Sunnah berpuasa yang pertama adalah menyegerakan berbuka. Dalilnya mengacu pada hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

    Artinya: “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

    Dijelaskan dalam kitab Taisirul-Alam Syarh Umdatul-Ahkam (Kitab Syarah Hadits Bukhari dan Muslim) karya Abdullah bin Abdurrahman Alu Basam yang diterjemahkan Kathur Suhardi, sunnah menyegerakan berbuka dalam hadits tersebut dilakukan ketika matahari sudah terbenam.

    2. Membaca Doa Buka Puasa

    Sunnah berpuasa lainnya adalah membaca doa buka puasa. Kesunnahan ini mengacu pada sejumlah hadits yang berisi doa-doa yang dibaca Rasulullah SAW begitu masuk waktu berbuka. Di antaranya hadits dalam kitab Sunan Abu Dawud dan Ibnu Sunni.

    3. Berbuka dengan Kurma dan Air Putih

    Berbuka dengan kurma juga termasuk sunnah nabi. Apabila tidak ada kurma maka bisa berbuka dengan sedikit air putih. Kesunnahan ini bersandar pada riwayat Anas bin Malik RA, ia berkata, “Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah sebelum salat, bila tidak ada (beliau berbuka) dengan kurma kering dan bila tidak ada beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR Abu Dawud, Hakim, dan Daruquthni. Daruquthni menyatakan hadits ini sanadnya shahih dan At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan gharib.)

    Menurut penjelasan dalam kitab Fikih Ibadah karya Hasan Ayyub dan diterjemahkan Abdurrahim, sunnahnya berbuka dengan kurma basa, kurma kering atau air dengan bilangan ganjil: satu, tiga, lima dan seterusnya.

    Jadwal Buka Puasa Muharram

    Berikut jadwal buka puasa Muharram hari ke-1 sampai 10 untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

    • 1 Muharram/Minggu 7 Juli 2024: 17.54 WIB
    • 2 Muharram/Senin, 8 Juli 2024: 17.55 WIB
    • 3 Muharram/Selasa, 9 Juli 2024: 17.55 WIB
    • 4 Muharram/Rabu, 10 Juli 2024: 17.55 WIB
    • 5 Muharram/Kamis, 11 Juli 2024: 17.55 WIB
    • 6 Muharram/Jumat, 12 Juli 2024: 17.55 WIB
    • 7 Muharram/Sabtu, 13 Juli 2024: 17.55 WIB
    • 8 Muharram/Minggu, 14 Juli 2024: 17.56 WIB
    • 9 Muharram/Senin, 15 Juli 2024: 17.56 WIB
    • 10 Muharram/Selasa, 16 Juli 2024: 17.45 WIB

    detikers juga bisa melihat jadwal buka puasa Muharram di wilayah Indonesia lainnya di sini.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa saat Hujan, Bisa Dibaca agar Membawa Keberkahan


    Jakarta

    Hujan menjadi rahmat yang didatangkan oleh Allah SWT untuk manusia dan makhluk hidup bumi. Ketika hujan, Muslim disarankan untuk membaca doa ini.

    Masriyah Amva dalam buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku menjelaskan, hujan menjadi salah satu dari tanda kebesaran Allah SWT. Air menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman.

    Menurut studi yang dilakukan oleh Muhammad Rizky Septian Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam buku Hukum Islam Agroteknologi: Studi Takhrij dan Syarah Hadis menuliskan penjelasan hadits Nabi tentang manfaat hujan terhadap tanaman:


    Nabi SAW ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’, (Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat). (HR Bukhari No. 1032)

    Meskipun begitu, hujan juga bisa mendatangkan banjir. Sehingga kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang bermanfaat.

    Hal yang perlu dilakukan saat turun hujan lebat adalah berdoa, bukan dengan mengeluh atau marah-marah. Ingatlah bahwa yang menurunkan hujan adalah Allah SWT. Dan yang memberi rahmat hingga menimpakan bencana dengan hujan adalah Allah SWT. Jadi, mohonlah kebaikan hujan dan mintalah perlindungan kepada Allah SWT.

    Doa-doa ketika Hujan

    Ada beberapa doa yang bisa Muslim baca ketika hujan mengguyur wilayah tempat tinggal kita. Berikut bacaannya:

    1. Doa saat Hujan Turun

    Saat hujan turun, Rasulullah SAW membaca doa ini. Muslim dapat membacanya agar diberikan keberkahan saat turun hujan. Berikut doa saat turun hujan yang dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H Hamdan Hamedan:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa saat Hujan Lebat

    Atau bisa juga membaca doa berikut ketika hujan turun lebat:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    3. Doa saat Hujan Disertai Petir

    Ketika hujan lebat disertai dengan petir, Muslim bisa membaca doa berikut sebanyak tiga kali:

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    4. Doa saat Hujan Disertai Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    5. Doa setelah Turun Hujan

    Dalam kitab Al-Adzkar yang ditulis Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, disebutkan doa setelah turun hujan:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Adzan Maghrib: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Adzan Maghrib yang berkumandang menandakan datangnya waktu sholat Maghrib. Umat Islam disunnahkan membaca doa setelah adzan Maghrib rampung.

    Beberapa amalan sunnah yang dapat kita lakukan saat adzan berkumandang antara lain adalah diam dan mendengarkan adzan, membaca sholawat setelah adzan selesai, serta membaca doa setelah adzan.

    Doa setelah Adzan

    Membaca doa setelah adzan adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Setelah muazin selesai mengumandangkan adzan, muslim dianjurkan untuk membaca doa ini sebagai bentuk penghormatan dan permohonan kepada Allah SWT.


    Dikutip dari buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi, berikut bacaan doa setelah adzan:

    اللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَـامُحَمـَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا المَحْمُودًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

    Allahumma Rabba hadzihid-da’watit-tammati, wash-shalatil-qaimati, ati sayyidana Muhammadan washilah wal fadiilah, wad-darajatar rafi’ah wab’atshu maqaman mahmudalladzi wa’adtah, innaka la tukhliful-mî’aad.

    Artinya: “Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan sholat yang tetap didirikan, kurniailah Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi dan tempatkanlah dia pada kependudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan, sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji, wahai Dzat Yang Paling Penyayang.”

    Doa setelah Adzan Maghrib

    Setelah adzan Maghrib, terdapat doa khusus yang bisa dibacakan untuk memohon berkah dan kebaikan. Doa ini dikenal sebagai doa setelah adzan Maghrib dan memiliki keutamaan tersendiri.

    Dikutip dari buku Doa-Doa Rasulullah oleh Ibnu Taimiyah yang diterbitkan oleh Pustaka Azzan, berikut adalah doa setelah adzan maghrib:

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya malam-Mu, dan perginya siang-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”

    Dalil Membaca Doa setelah Adzan

    Membaca doa setelah adzan merupakan amalan sunnah yang didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW. Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa Nabi menganjurkan umatnya untuk berdoa setelah mendengar adzan sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda,

    إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

    Artinya: “Jika kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazin. Kemudian bersholawatlah untukku. Karena siapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafaatku.” (HR Muslim)

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mengusir Cicak dan Hukum Membunuhnya dalam Islam


    Jakarta

    Keberadaan cicak mungkin dianggap mengganggu oleh sebagian orang. Dalam Islam, ada doa mengusir cicak yang bisa dipanjatkan.

    Cicak merupakan salah satu hewan melata yang merayap di dinding. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sa’id bin Abi Waqqash RA, Rasulullah SAW menyebut cicak sebagai penjahat kecil dan beliau menganjurkan untuk membunuhnya.

    أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا.


    Artinya: “Nabi Muhammad SAW menyuruh untuk membunuh cicak, dan beliau menamainya si penjahat kecil.” (HR Muslim)

    Selain itu, Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu Anha menceritakan dari Rasulullah SAW bahwa ketika Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud, tidak ada seekor hewan pun yang tidak berusaha memadamkan api kecuali cicak.

    Doa Mengusir Cicak

    Kesunnahan membunuh cicak telah dijelaskan dalam banyak riwayat. Bahkan pahala sebagai ganjarannya bila melakukan beberapa pukulan pada cicak.

    Selain dengan membunuh, tahukah jika ada amalan doa yang bisa dibaca untuk menghalau cicak masuk ke dalam rumah. Berikut adalah amalan doa tersebut, dirangkum dari berbagai sumber:

    1. Surat Al-Isra Ayat 44

    Muhammad Asy-Syafrowi dalam buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-Doa Harian mengungkapkan, bahwa surat Al-Isra ayat 44 dapat menjadi alternatif untuk memohon perlindungan dari Allah. Baik perlindungan dari kejahatan ataupun dari hewan-hewan seperti cicak:

    تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

    Arab latin: tusabbihu lahus-samawatus-sab’u wal-ardlu wa man fîhinn, wa im min syai’in illa yusabbiḫu bihamdihi wa lakil la tafqahuna tasbihahum, innahu kana ḫaliman ghafura

    Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.”

    2. Doa Berlindung dari Ancaman

    Terdapat doa yang dapat diamalkan dan diajarkan kepada anak-anak agar terlindung dari hewan melata salah satunya cicak. Amalan doa ini merujuk pada buku Kitab Doa-Doa Bagi Keluarga karya Siti Nur Aidah:

    أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ

    Arab latin: U’îdzuka bikalimatillahit tammati min kulli syaithanin, wa hammatin, wa min kulii ‘ainin lammah. Allahumma barik fîhi, wa la tadhurrah.

    Artinya, “Saya menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”

    Hukum Membunuh Cicak

    Dibanyak hadits disebutkan hukumnya sunnah membunuh cicak. Namun yang jadi pertanyaan adalah masih relevankah membunuh cicak pada masa sekarang jika merujuk dari hadts-hadits terdahulu.

    Menukil buku Kajian Islam Profesi Peternakan karya Retno Widyani, keutamaan dan pahala yang kita dapatkan ketika membunuh cicak adalah sebagaimana yang disebutkan Rasulullah SAW sebagai berikut:

    مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

    Artinya: Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka ia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka ia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika ia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka ia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang kedua. (HR Muslim)

    Penafsiran lengkap mengenai hadits di atas telah diterjemahkan oleh Syaikh Al-‘Izz bin Abdus Salam As-Sulmi dalam buku Jawaban Pertanyaan Rumit dalam Islam. Imam Nawawi mengatakan:

    “Yang dimaksudkan dari dibanyakkannya pahala dalam pukulan pertama sewaktu membunuh cicak yaitu anjuran untuk berinisiatif atau bergegas membunuhnya dan anjuran untuk membunuhnya dalam sekali pukulan. Jika ingin memukulnya beberapa kali, bisa jadi cicak justru kabur dan usahanya menjadi gagal (karena kehilangan fokus lantaran asal pukul saja). Wallahu a’lam,” terang Imam Nawawi.

    Selanjutnya, harus dipastikan, kata `al-auzagh` dalam hadis tersebut apakah untuk menunjukkan kata cicak seperti cicak-cicak di rumah kita atau tidak. Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim-nya menjelaskan bahwa auzagh yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah yang sejenis saamul abrash, yakni cicak yang dapat mendatangkan penyakit.

    Selain itu, dalam salah satu hadits diriwayatkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, cicak dianggap dapat menularkan penyakit kusta, sebagaimana disebutkan oleh Badruddin Al-Aini dalam Umdatul Qari:

    ويصير ذلك مادة لتولد البرص

    Artinya: “Cicak mengandung zat yang dapat menimbulkan penyakit kusta.”

    Saat memahami hadits tersebut, perlu diketahui bahwa inti pembahasannya adalah karena cicak dianggap dapat menularkan penyakit, bukan hanya sebagai bentuk dendam terhadap tindakan cicak terhadap Nabi Ibrahim AS. Selain itu, kata ‘auzagh’ tidak boleh diartikan sebagai cicak yang biasa ada di dalam rumah karena maksudnya berbeda.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Bulan Muharram dan Larangannya


    Jakarta

    Di antara bulan-bulan yang terdapat dalam kalender Hijriah terdapat empat bulan haram, yakni Zul Qa’dah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Masing-masing bulan tersebut mempunyai keistimewaan yang disebut dalam hadits. Berikut ini hadits tentang bulan Muharram.

    Mengutip buku Buku Harian Orang Islam karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, Muharram atau nama lainnya al-Mu’tamar merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah, dan Muharram mempunyai arti larangan atau yang diharamkan.

    Keharaman (kesucian) bulan Muharram ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah At Taubah ayat 36. Allah SWT berfirman,


    اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ٣٦

    Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

    Penjelasan empat bulan haram dalam firman Allah SWT di atas dijelaskan lebih lanjut melalui hadits.

    Hadits tentang Bulan Muharram

    Merangkum kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq, dan Tafsir Ibnu Katsir, berikut sejumlah hadits tentang bulan Muharram dan amalan-amalan di dalamnya.

    1. Hadits Muharram Adalah Bulan Haram

    Hadits mengatakan Muharram adalah salah satu bulan haram. Rasulullah SAW bersabda,

    الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

    Artinya: “Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari Muslim)

    2. Hadits Muharram Adalah Sebaik-baiknya Bulan untuk Puasa setelah Ramadan

    Puasa bulan Muharram adalah sebaik-baiknya puasa setelah Ramadan. Rasulullah SAW bersabda,

    أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ.

    Artinya: “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

    3. Hadits Muharram Terdapat Hari Asyura

    Dalam bulan Muharram terdapat satu hari yang mulia. Hari tersebut jatuh pada tanggal 10 Muharram, dikenal dengan hari Asyura.

    وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

    Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu.” (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nya)

    4. Hadits Puasa Asyura pada 10 Muharram Melebur Dosa Setahun Lalu

    Puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharram disebut dapat menghapus doa setahun yang lalu. Berikut bunyi haditsnya,

    وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Artinya: “Dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, ‘Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu’.” (HR Muslim)

    5. Hadits Anjuran Puasa pada 9 dan 10 Muharram

    Selain memerintahkan puasa pada 10 Muharram (Asyura), Rasulullah SAW menganjurkan puasa pada 9 Muharram (Tasua). Hal ini dilakukan untuk membedakan dengan puasanya orang-orang Yahudi.

    عَنِ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَا صَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَوْمَ عَاشُرَاء وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولُ اللهِ ﷺ إِنَّهُ يَوْمُ تَعْظِمْهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ إِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعُ قَالَ الله وَلَمْ يَأْتِي الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوَفَّيْرَسُولُ اللَّهِ ﷺ رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَأَبُودَ أَوْد

    Artinya: Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, “Tatkala Rasulullah SAW melaksanakan puasa Asyura dan menyuruh para sahabat melakukannya. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah SAW sesungguhnya hari ini adalah hari orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadikannya hari besar.’ Beliau menjawab. ‘Bila usia kita sampai tahun depan insyaallah kita puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua)’.” Ia (Ibnu Abbas) berkata, “Dan sebelum sampai datang tahun berikutnya Rasulullah SAW telah wafat.” (HR Muslim)

    Dalam riwayat lain dikatakan,

    عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

    Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dengan status marfu (Rasulullah bersabda): ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’.” (HR Ahmad)

    Larangan di Bulan Muharram

    Ada beberapa larangan bulan Muharram sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Berikut tiga di antaranya.

    1. Dilarang Berbuat Aniaya

    Pada bulan Muharram, Allah SWT melarang untuk berbuat aniaya pada diri sendiri. Larangan ini termaktub dalam surah At Taubah ayat 36,

    اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ٣٦

    Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

    Dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, melalui ayat tersebut, umat Islam dilarang berbuat aniaya terhadap diri sendiri. Sebab, sanksi berbuat dosa pada bulan haram lebih berat daripada bulan-bulan lainnya.

    2. Dilarang Maksiat

    Larangan bulan Muharram dan bulan-bulan haram lainnya adalah berbuat maksiat. Maksiat ini termasuk perbuatan zalim yang tidak disukai Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surah Asy Syura ayat 40,

    وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ ٤٠

    Artinya: “Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim.”

    3. Dilarang Balas Dendam

    Pada bulan Muharram umat Islam juga dilarang balas dendam. Dijelaskan dalam Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka, larangan ini bertujuan agar umat Islam bisa fokus beribadah haji dan umrah pada bulan-bulan haram.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk Masjid Versi Pendek-Panjang dan Adabnya


    Jakarta

    Doa masuk masjid bisa dibaca muslim dan termasuk adab yang perlu diperhatikan. Terlebih, masjid merupakan rumah Allah SWT sekaligus tempat ibadah umat Islam.

    Membaca doa juga dilakukan ketika keluar masjid. Hal tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Allah SWT.

    Mengutip buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz, anjuran membaca doa masuk masjid tercantum dalam hadits Nabi SAW.


    “Jika salah satu di antara kalian itu masuk masjid, salamlah kepada Nabi SAW (bersholawat), kemudian berdoalah, Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.’ Ketua keluar, berdoalah (sebagaimana lafalnya), Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu.” (HR Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dan lainnya)

    Doa Masuk Masjid: Arab, Latin dan Artinya

    • Doa Masuk Masjid Versi Pendek

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لي أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Arab latin: Allahummaftha lii abwaaba rahmatika.

    Artinya: “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

    • Doa Masuk Masjid Versi Panjang

    Berikut doa masuk masjid yang dapat diamalkan muslim seperti dinukil dari Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Masturi Irham dan Muhammad Aniq.

    أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ؛ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Arab latin: A’uudzu billaahil ‘adzhiimi wa biwajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim, alhamdulillah, allahumma shalli wa sallim ‘ala muhaammadin wa ‘ala aali muhammadin, allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatik.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada Zat-Nya Yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari setan yang terkutuk. Segala puji bagi Allah. Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.”

    Adab Masuk Masjid bagi Muslim

    Selain doa masuk masjid, ada beberapa adab lainnya yang bisa diamalkan muslim. Apa saja? Berikut bahasannya yang dikutip dari buku Berguru Adab kepada Imam oleh Malik Masykur.

    1. Berniat yang Benar

    Setelah membaca doa masuk masjid, pastikan muslim berniat yang benar. Pastikan muslim berniat untuk mencari rida Allah SWT dalam beribadah di masjid.

    2. Dahulukan Kaki Kanan

    Saat memasuki masjid, dahulukan kaki kanan. Sebab, Rasulullah SAW dalam haditsnya mengatakan untuk mendahulukan tubuh bagian kanan dalam segala sesuatu yang baik.

    Dari Aisyah RA berkata, “Dahulu Nabi SAW amat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam urusannya yang penting semuanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

    3. Berzikir dan Sholawat

    Ketika masuk masjid, hendaknya muslim membaca zikir dan sholawat. Ini juga diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW,

    “Jika salah seorang di antara kalian masuk ke dalam masjid, hendaklah ia mengucapkan salam atas Nabi dan mengatakan, ‘Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu bagiku.’ Apabila ia hendak keluar, maka ucapkanlah salam atas Nabi dan mengatakan, ‘Ya Allah, lindungilah aku dari gangguan setan’.” (HR Ibnu Majah)

    4. Salat Tahiyatul Masjid

    Muslim yang baru masuk masjid dan sudah berwudhu bisa melaksanakan salat tahiyatul masjid. Amalan sunnah ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana bunyi sabdanya,

    “Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, maka janganlah dia duduk sampai dia mengerjakan salat sunnah dua rakaat (salat sunnah tahiyatul masjid).” (HR Bukhari dan Muslim)

    Itulah doa masuk masjid dan adabnya yang dapat dipraktikkan muslim. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Mohon Kesembuhan yang Bisa Dibaca ketika Sakit


    Jakarta

    Ketika seorang muslim ditimpa musibah berupa sakit, selain berobat ke dokter ikhtiar yang dilakukan ialah memanjatkan doa kepada Allah SWT. Karena ikhtiar dan doa ini harus dikerjakan berbarengan.

    Allah SWT memerintahkan hambanya untuk berdoa agar segala keinginan kita bisa dikabulkan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surah Ghafir Ayat 60:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Sakit adalah salah satu ujian yang diberikan Allah kepada manusia sebagai bagian dari kehidupan. Bahkan Allah juga banyak menceritakan kisah-kisah Nabi dan para Sahabat yang berjuang dan tetap berdoa kepada Allah meskipun sedang merasakan sakit yang diderita.

    Dalam Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib yang ditulis Syaikh Muhammad nashiruddin al-Albani, disebutkan hadits dari Ibnu Abbas ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “(Tidaklah) seseorang menjenguk orang sakit yang ajalnya belum datang lalu dia membacakan sebanyak tujuh kali doa, memohon kepada Allah yanng Mahaagung, Rabb ‘Arasy Yang Agung, menyembuhkanmu, kecuali Allah akan sembuhkan dia dari penyakit itu.”

    Doa Memohon Kesembuhan

    1. Doa untuk Kesembuhan Keluarga

    Dikutip dalam laman Muhammadiyah, berikut doa untuk kesembuhan anggota keluarga kita yang sakit:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab-latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit” (HR. Bukhari).

    2. Doa Memohon Kesembuhan untuk Diri Sendiri

    Ust. Enjang Burhanudin Yusuf, M.Pd, dalam buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat ini lah doa memohon sakit bagi muslim yang ingin mengobati dirinya sendiri.

    اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّرًا فَاشْفِنِي وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِرْنِي

    Arab-latin: Alloohumma in kaana ajalii qod hadhoro fa arihnii. wa in kaana muta’akhkhiron fasyfinii. wa in kana balaa-an fashobbirnii.

    Artinya: “Ya Allah, jika ajalku sudah dekat maka wafatkanlah aku dengan tenang, jika ajalku masih lama maka sembuhkanlah penyakitku, dan jika sakitku ini adalah ujian dari-Mu maka anugerahkanlah kesabaran untukku.”

    Kemudian dilanjutkan dengan membaca ini:

    أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Arab-latin: A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.

    Artinya: “Aku berlindung dengan kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang aku derita dan aku khawatirkan.”

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا وَإِنْ أَمَتَهَا فَاغْفِرْلَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

    3. Doa Memohon Perlindungan ketika Sakit

    Mengutip buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim, beberapa doa khusus yang bisa dibaca muslim ketika sakit.

    بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَ أَحَاذِرُ.

    Arab-latin: Bismillah (3 kali), a’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7 kali).

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.”

    بِسْمِ اللَّهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ مِنْ وَجَعِي هَذَا.

    Arab-latin: Bismillaahi a’uudzu bi izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu min waj’ii haadza.

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan penyakit yang aku derita ini.”

    4. Doa Memohon Kesembuhan dari Rasa Sakit

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، بِسْمِ اللهِ الْكَبِيرِ وَأَعُوْذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَارٍ، وَ مِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ.

    Arab-latin: Bismillaahil kabiir wa a’uudzu billaahil ‘azhiim min syarri kulli ‘irqin na’-aarin wa min syarri kulli harrin naar.

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, dengan nama Allah Yang Maha Besar, aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari sakitnya darah mengalir (luka) dan dari buruknya panas api.”

    5. Doa Kesembuhan yang Dibaca oleh Orang yang Menjenguk

    Dikutip dari kitab Al-Adzkar oleh Al-Imam An-Nawawi, Rasulullah SAW telah mengajarkan beberapa doa kesembuhan orang sakit yang dibaca oleh orang yang menjenguk. Beberapa di antaranya yaitu:

    Doa Pertama
    Membaca ta’awudz pada sebagian keluarga, sambil mengusap dengan tangan kanan, lalu berucap,

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
    Bacaan latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’an laa yughadiru saqaman
    Artinya: “Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”

    Doa Kedua
    Meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sedang sakit, sambil membaca,

    بِسْمِ اللّهِ

    Bacaan latin: Bismillah (3x)

    Artinya: “Dengan Nama Allah”

    Kemudian membaca doa ini sebanyak tujuh kali,

    أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Bacaan latin: A’udzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir

    Artinya: “Aku berlindung dengan keperkasaan dan kuasa Allah dari keburukan apa yang aku rasakan dan apa yang aku khawatirkan.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Daud, Salah Satunya untuk Meluluhkan Hati yang Keras


    Jakarta

    Ada beberapa doa para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an, termasuk doa Nabi Daud AS. Semasa hidupnya, Nabi Daud AS memiliki doa yang mustajab untuk meluluhkan hati seseorang.

    Setiap muslim diperintahkan untuk berdoa. Melalui firman-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an surah Gafir ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa setiap muslim yang mengharap kepada-Nya.

    Dari Ubbadah bin Ash-Shamit dalam Sunan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada seorang muslim pun di dunia ini yang berdoa kepada Allah dengan suatu permohonan, kecuali Allah akan memberikan permohonan itu atau menggantinya dengan perlindungan dari sesuatu yang tidak diinginkan, selama dia tidak berdoa dengan dosa atau memutuskan hubungan silaturahmi.” Seorang pria bertanya, ‘Apakah artinya kita harus semakin banyak berdoa?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Allah justru lebih banyak memberi.’ (HR Tirmidzi)

    Doa Nabi Daud AS

    Semasa hidupnya, Nabi Daud AS pernah memanjatkan doa yang kemudian dikabulkan Allah SWT. Doa Nabi Daud AS ini kemudian dikenal sebagai doa untuk meluluhkan hati seseorang.

    Doa ini tercatat dalam Al-Qur’an Surah Saba’ ayat 10, yang berbunyi:

    وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضْلًاۗ يٰجِبَالُ اَوِّبِيْ مَعَهٗ وَالطَّيْرَۚ وَاَلَنَّا لَهُ الْحَدِيْدَۙ

    wa laqad âtainâ dâwûda minnâ fadllâ, yâ jibâlu awwibî ma’ahû wath-thaîr, wa alannâ lahul-ḫadîd.

    Artinya: Sungguh, benar-benar telah Kami anugerahkan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Wahai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang kali bersama Daud!” Kami telah melunakkan besi untuknya.

    Merujuk buku Setiap Doa Pasti Allah Kabulkan karya Abu Ezza, berikut doa Nabi Daud untuk meluluhkan hati seseorang.

    اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاوُدَالْحَدِيْد

    Arab latin: Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid

    Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan Daud (akan) besi.”

    Selanjutnya bisa juga membaca doa Nabi Daud AS berikut,

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Arab latin: Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii … (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadiKka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan keculi karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah… (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir’aun pada Musa AS. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud AD. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubu-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang.”

    Terdapat juga doa Nabi Daud AS yang memohon kesabaran. Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 250 sebagai berikut:

    وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَالُوْا رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ۗ

    Artinya: “Ketika mereka maju melawan Jalut dan bala tentaranya, mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”

    Bacaan doanya secara terpisah adalah:

    رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Rabbanā afrig ‘alainā ṣabraw-wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

    Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”

    Demikian beberapa doa yang dipanjatkan Nabi Daud AS dan dapat diamalkan sebagai doa untuk meluluhkan hati seseorang.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal: Versi Panjang dan Pendek


    Jakarta

    Sebagai anak yang berbakti, sudah sepantasnya kita mendoakan orang tua. Doa ini dipanjatkan tidak hanya bagi orang tua yang masih hidup, namun juga yang wafat sekalipun.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bahkan menyebut doa dari anak yang saleh termasuk ke dalam amal jariyah. Artinya, amalan tersebut tidak akan terputus meski seseorang telah meninggal dunia.

    “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh.” (HR Muslim)


    Mengutip buku Tuntunan Akhlak dalam Al-Quran dan Sunnah karya Hardisman, mendoakan menjadi kewajiban terutama jika orang tua sudah meninggal dunia. Terkait hal ini turut disebutkan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya,

    “Jika orang tua yang sudah meninggal masih ada cara berbakti yang harus dilakukan seorang anak, yakni dengan mendoakan mereka untuk keselamatan dan pengampunan, memenuhi janji, membayar utang-utang mereka, dan menjalin silaturahmi dengan kerabat dan sahabatnya.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

    Berikut bacaan doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal bagi umat Islam seperti dinukil dari buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-amalan Dahsyat untuk Orangtua yang Sudah Meninggal oleh Muhammad Abdul Hadi.

    1. Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal Versi Pendek

    رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Arab latin: Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil.”

    2. Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal Versi Panjang

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

    Arab latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

    Setelahnya dilanjut dengan membaca doa berikut,

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

    Arab latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

    Lalu, sebagai penutup muslim bisa membaca doa sapu jagat, sholawat nabi dan membaca surah al-Fatihah.

    Adab Berdoa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal

    Mengutip dari buku Ringkasan Ihya Ulumuddin oleh Imam Al Ghazali yang diterjemahkan Abdul Rosyad Siddiq, berikut ada berdoa yang perlu diperhatikan muslim.

    1. Memilih waktu-waktu yang mulia dan diutamakan untuk berdoa
    2. Berada dalam kondisi suci
    3. Menghadap ke arah kiblat
    4. Bersuara santun
    5. Merendahkan diri
    6. Meyakini doanya akan dikabulkan dengan perasaan harap
    7. Memulai doa dengan mengagungkan nama Allah SWT

    Itulah dua versi doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa dan Dzikir Sesudah Sholat Subuh, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Setelah mengerjakan sholat Subuh, dianjurkan untuk membaca dzikir dan memanjatkan doa. Sebab, waktu Subuh merupakan waktu terbaik untuk meminta ampunan kepada Allah SWT.

    Dengan berdoa, umat muslim dapat memohon ampunan kepada Allah SWT, mengampuni dosa-dosa yang telah diperbuat, dipermudah urusannya di dunia, dan diberikan rezeki yang lancar.

    Ada sejumlah doa yang umum dibaca sesudah sholat Subuh. Seperti apa bacaan doanya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Bacaan Doa Sesudah Sholat Subuh

    Mengutip buku Shalat Subuh dan Shalat Dhuha oleh Muhammad Khalid, terdapat doa yang selalu dibaca Rasulullah SAW setelah menunaikan sholat Subuh. Ummu Salamah RA meriwayatkan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW sebagai berikut,

    اللهم إلى اسئلك رزقا طيبا وعلما نافعا وعملاً متقبلاً

    Latin: Allaahumma inni as-aluka rizqan thayyiban wa’lman naa fi’aan wa’amalan mutaqabbalaa.

    Artinya: “Ya Allah, hamba mohon rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, dan usaha yang sukses.” (HR Thabrani)

    Selain doa di atas, terdapat sejumlah doa lainnya yang bisa dipanjatkan setelah melaksanakan sholat Subuh. Doa tersebut di antaranya:

    1. Doa agar Diampuni Dosa-dosanya

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Latin: Allahumma inni ashbathu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu la ilaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka.

    Artinya: “Ya Allah, di pagi hari kami bersaksi kepada-Mu, para penghuni Singgasana-Mu, para malaikat-Mu, dan seluruh makhluk-Mu bahwa Engkaulah Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Engkau Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu,”

    Mengutip laman Sunnah.com, diriwayatkan dari Anas Ibn Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Jika seseorang mengucapkan di pagi hari, ‘Ya Allah, di pagi hari kami bersaksi kepada-Mu, para penghuni singgasana-Mu, para malaikat-Mu, dan seluruh makhluk-Mu bahwa Engkaulah Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Engkau Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu’ maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang ia perbuat pada hari itu, dan jika ia mengulangi perbuatan itu pada sore harinya. Allah akan mengampuni dosa-dosa yang dilakukannya pada malam itu. (HR Abu Dawud dari Kitab Sunan Abi Dawud 5078)

    2. Doa Agar Diberikan Rezeki yang Lancar

    Menukil buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki oleh Nasrudin, terdapat doa yang bisa dibaca agar memperoleh rezeki yang lancar di dunia. Doa ini dianjurkan dibaca sesudah menunaikan sholat Subuh.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ رَزَقَنِيْ هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَاقُوَّةٍ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ

    Latin: Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin, Alloohumma baarik fiihi.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezeki kepunyaanku.”

    Bacaan Dzikir Setelah Sholat Subuh

    Selain memanjatkan doa, dianjurkan juga berdzikir setelah menunaikan sholat Subuh. Dalam buku Panduan Salat Doa & Dzikir oleh Abdurrahman Adiib, berikut bacaan dzikir sesudah sholat Subuh yang dapat dibaca.

    1. Membaca Istighfar

    أستغفر الله

    Bacaan latin: Astaghfirullah (3x)

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah”

    2. Membaca Pujian

    اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

    Bacaan latin: Allahumma ‘antas-salaamu waminkas-salaamu tabaarakta ya dzal-jalaali wal-‘ikraami.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang sejahtera dan dari-Mu datangnya kesejahteraan. Mahamulia Engkau, wahai Tuhan yang memiliki kemegahan dan kemuliaan.”

    Kemudian dilanjutkan dengan membaca,

    اَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

    Arab-Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    3. Membaca Tasbih 33x

    سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣

    Bacaan latin: Subhanallah (33x)

    Artinya: “Mahasuci Allah”

    4. Membaca Tahmid 33x

    اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣

    Bacaan latin: Alhamdulillah (33x)

    Artinya: “Segala puji bagi Allah”

    5. Membaca Takbir 33x

    اَللهُ اَكْبَرْ ×٣٣

    Bacaan latin: Allahuakbar (33x)

    Artinya: “Allah Mahabesar”

    6. Membaca surat Al-Ikhlas

    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    Bacaan latin: Qul huwallahu ahad. Allahu samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

    Artinya: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”

    7. Membaca surat Al-Falaq

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Bacaan latin: Qul a’uudzu birob-bil falaq, min syarri ma khalaq, wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarri n-naffaasaati fil ‘uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan penyihir-penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”

    8. Membaca surat An-Naas

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

    Bacaan latin: Qul a’uudzu birab-bin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Ilah manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.”

    Demikian bacaan doa sesudah sholat Subuh beserta bacaan dzikirnya agar dibukakan pintu rezeki dan memperoleh pahala besar. Semoga bermanfaat.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com