Tag: rawan

  • Awas! Jangan Simpan 9 Benda Ini Dekat Kompor Kalau Nggak Mau Nyesel


    Jakarta

    Kompor merupakan benda yang wajib ada di dalam dapur. Selain kompor, ada berbagai macam barang yang disimpan di dapur, seperti alat masak dan bahan makanan.

    Benda-benda di dapur tidak boleh ditaruh sembarangan, apalagi sampai berdekatan dengan kompor. Pasalnya, kompor sebagai sumber api berisiko membakar benda di dekatnya.

    Nah, ada beberapa benda yang rawan terbakar atau rusak kalau berada dekat kompor. Simak benda apa saja yang tidak boleh diletakkan dekat kompor di sini.


    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    Inilah deretan benda yang sebaiknya ditempatkan jauh dari kompor, dikutip dari Real Simple.

    1. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Benda ini bisa saja ditaruh di berbagai tempat, tetapi sebaiknya hindari area kompor.

    2. Benda Elektronik

    Jauhkan benda elektronik seperti pemanggang roti, laptop, dan ponsel dari kompor. Benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    3. Rempah-rempah

    Sebaiknya rempah-rempah tidak disimpan dekat kompor. Panas dari kompor bisa mengeringkan minyak esensial di dalam rempah-rempah. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    4. Makanan Cepat Busuk

    Makanan yang cepat busuk seperti kentang, sayuran, dan bawang perlu dijauhkan dari kompor. Makanan seperti itu membutuhkan lingkungan dengan suhu ruangan yang dingin atau sejuk. Kalau diletakkan dekat kompor, makanan tersebut akan cepat lunak dan membusuk.

    5. Produk Pembersih

    Kemudian, jangan simpan produk pembersih seperti sabun cuci piring dekat kompor. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    6. Minyak Goreng

    Biasanya minyak goreng berada dekat kompor agar mudah diambil. Namun, sebenarnya minyak goreng sensitif terhadap suhu tinggi. Kualitas minyak bisa menurun kalau disimpan dekat kompor.

    7. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    8. Benda Plastik

    Berbagai peralatan dapur ada yang terbuat dari plastik. Pastikan untuk menaruh peralatan tersebut jauh dari kompor agar tidak meleleh, melengkung, mengering, bahkan terbakar kalau terlalu dekat api.

    9. Kain

    Terakhir, jauhkan bahan-bahan kain seperti sarung tangan oven dari kompor. Bahan kain sangat rawan terbakar dekat kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mudah Bikin Rumah Bebas Nyamuk biar Nggak Digigitin Terus



    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga yang kerap ditemukan di dalam rumah. Serangga penghisap darah ini sangat mengganggu penghuni rumah karena gigitannya gatal dan suaranya bising ketika mendekat.

    Biasanya nyamuk masuk rumah karena mendeteksi karbondioksida dan panas dari tubuh manusia. Mereka juga akan berkumpul dan berkembang biak kalau menemukan genangan air di sekitar rumah.

    Jika tak ingin ada nyamuk yang mengganggu, pemilik rumah perlu bikin rumah yang tidak nyaman buat mereka tinggali. Berikut ini cara membuat rumah bebas nyamuk, dikutip dari arsip berita detikProperti.


    Cara Bikin Rumah Bebas Nyamuk

    Inilah beberapa cara membuat penghuni rumah tidak diganggu nyamuk.

    1. Ganti Warna Cat Dinding

    Pemilik bisa bikin suasana rumah tidak menarik bagi nyamuk dengan mengecat dinding dengan warna tertentu. Coba gunakan cat berwarna hijau, biru, putih, atau ungu. Warna tersebut menghasilkan cahaya yang terang dan memudarkan karbondioksida yang dikeluarkan manusia.

    2. Pasang Kasa Jendela

    Penghuni dapat mencegah nyamuk masuk rumah dengan menutup akses masuknya pada jendela. Caranya dengan memasang kasa jendela. Lapisan itu menutup akses binatang masuk rumah, tetapi masih bisa dilalui udara.

    3. Pakai Kelambu Tempat Tidur

    Jika merasa tidurnya terganggu gegara suara dan gigitan nyamuk, penghuni dapat menggunakan kelambu untuk tempat tidur. Sama seperti kasa jendela, kelambu mencegah nyamuk dekati penghuni tetapi udara masih dapat mengalir.

    4. Hilangkan Genangan Air

    Nyamuk suka berkembang biak di genangan air. Penghuni perlu menghilangkan genangan air seperti di kamar mandi, dapur, dan pekarangan. Tak hanya itu, tempat seperti vas bunga dan dekat pot bunga juga rawan jadi sarang nyamuk.

    5. Pelihara Tanaman Anti Nyamuk

    Selain itu, penghuni dapat memelihara tanaman yang tidak disukai nyamuk. Tanaman seperti serai, bawang putih, lavender, dan seledri mengeluarkan aroma yang bikin tanaman nggak betah di rumah.

    6. Bersihkan Area yang Jarang Dipakai

    Terakhir, bersihkan dan organisir area yang jarang digunakan di rumah. Sebab, nyamuk suka bersembunyi di tempat lembap dan gelap seperti lemari atau laci.

    Itulah beberapa cara untuk membuat nyamuk nggak betah masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah yang Aman dan Strategis? Begini Cara Pilih Lokasinya


    Jakarta

    Memilih lokasi rumah tidak boleh asal-asalan. Sebab, lokasi rumah adalah aspek penting yang bisa mempengaruhi nilai rumah.

    Pencari rumah perlu memilih lokasi yang strategis buat menunjang kehidupan penghuninya. Selain itu, rumah perlu berada di tempat yang aman dan nyaman serta memenuhi kebutuhan penghuni.

    Oleh karena itu, calon pembeli perlu meriset dan mempertimbangkan lokasi rumah yang terbaik. Ada beberapa ciri rumah yang menandakan rumah yang strategis.


    “Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti Steve Sudijanto kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Tips Pilih Lokasi Rumah yang Aman dan Strategis

    Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasi rumah.

    1. Dekat Transportasi Umum

    Steve mengatakan rumah yang berada dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Penghuni rumah memiliki akses transportasi yang memudahkan untuk bepergian. Apalagi tarif transportasi umum terjangkau, sehingga dapat menghemat biaya.

    2. Sarana Penunjang Lengkap

    Selain itu, rumah sebaiknya berada dekat dengan sarana penunjang, misalnya rumah sakit, kantor, pusat perbelanjaan, dan sekolah. Sarana penunjang yang lengkap akan memudahkan penghuni rumah karena tidak perlu bepergian jauh buat kebutuhan sehari-hari.

    3. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Keamanan lingkungan rumah juga perlu dipertimbangkan. Pastikan untuk membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Steve menyarankan untuk membeli hunian di klaster atau komplek dengan petugas keamanan.

    “Untuk faktor keamanan, hunian atau rumah cluster lebih baik,” katanya.

    4. Lingkungan Aman

    Terakhir, jangan pilih lokasi yang rawan terjadi bencana, misalnya banjir. Calon pembeli perlu memastikan sendiri dengan melakukan survei perumahan. Coba tanya atau diskusi dengan lurah atau ketua RT setempat soal frekuensi banjir di kawasan itu.

    “Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tuturnya.

    Itulah cara memilih lokasi rumah yang strategis. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



    Jakarta

    Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

    Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

    Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


    Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

    Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

    1. Identifikasi Kebocoran

    Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

    2. Segera Perbaiki Kebocoran

    Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

    Tips Mencegah Plafon Bocor

    Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

    1. Bersihkan Talang Air

    Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

    Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan

    Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

    4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

    Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menanam Tanaman Anti Tikus di Sudut Rumah



    Jakarta

    Tikus sering kali jadi tamu tak diundang yang bikin resah di rumah. Selain menjijikkan, hewan pengerat ini juga bisa menularkan berbagai penyakit serius. Nah, salah satu cara alami untuk mengusirnya adalah dengan menanam tanaman hias tertentu di sudut rumah.

    Tanaman-tanaman ini dikenal memiliki aroma yang menyengat dan tak disukai tikus. Dikutip dari Country Living dan Triangle Pest, berikut beberapa tanaman yang bisa kamu tanam di rumah sebagai pengusir tikus alami:

    1. Rosemary

    Rosemary bukan cuma bumbu dapur, tapi juga bisa jadi “pengawal” rumah dari serangan tikus. Aroma kuat dari daun rosemary tidak disukai tikus dan bisa mengusir mereka dari sudut rumah.


    Tanaman ini bisa kamu tanam di pot kecil dan diletakkan di area rawan tikus seperti dekat lemari dapur, bawah tangga, atau dekat saluran pipa.

    Menurut Igor Podyablonskiy, pakar tanaman dari My Flowers, rosemary tumbuh subur di tempat yang terkena sinar matahari langsung dan memiliki drainase tanah yang baik.

    “Rosemary bisa dipangkas agar terlihat lebih menarik dan rapi saat ditaruh di dalam ruangan,” ujarnya.

    2. Mint

    Tanaman mint punya aroma segar yang kita suka, tapi justru dibenci oleh tikus. Tanaman ini bisa tumbuh cepat, bahkan di tempat yang teduh sekalipun. Cocok untuk diletakkan di sudut dapur atau dekat tempat sampah.

    “Tanaman mint bisa ditanam di halaman atau pot kecil, dan daunnya bisa digunakan juga untuk teh atau garnish makanan,” jelas Igor.

    Selain anti-tikus, mint juga memberikan kesan segar dan bersih di dalam rumah.

    3. Lavender

    Lavender dikenal memiliki aroma menenangkan bagi manusia, tapi tidak bagi tikus. Minyak alami yang terkandung dalam bunga lavender bisa mengganggu penciuman tikus, sehingga mereka cenderung menghindarinya.

    Tanaman ini cantik untuk ditaruh di dalam rumah, terutama di dekat jendela, lemari penyimpanan, atau kamar mandi.

    “Setelah berbunga, pangkas tanaman untuk mempertahankan bentuk dan memicu pertumbuhan baru,” saran Igor.

    4. Daffodil

    Bunga daffodil atau bunga Narcissus juga bisa jadi solusi anti-tikus. Tanaman ini mengandung alkaloid yang bersifat racun bagi hama, termasuk tikus.

    Kamu bisa menanamnya langsung di tanah atau di pot, namun pastikan pot tersebut dilapisi kawat kasa tipis agar tikus tidak menggali masuk.

    Tips Menempatkan Tanaman Anti Tikus

    Agar manfaatnya maksimal, kamu bisa menaruh tanaman-tanaman ini di:

    • Sudut dapur yang lembap
    • Dekat lubang saluran air
    • Bawah tangga atau sudut ruangan gelap
    • Lemari penyimpanan atau rak makanan

    Dengan cara ini, rumah tak hanya jadi lebih hijau dan cantik, tapi juga lebih aman dari serangan tikus. Yuk, mulai tanam tanaman anti tikus di rumah sekarang!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 9 Tips Bangun Rumah Anti Gempa Biar Nggak Waswas


    Jakarta

    Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang paling ditakuti karena bisa merobohkan rumah dalam hitungan detik. Meski tak bisa diprediksi kapan datangnya, masyarakat bisa meminimalisir risiko dengan membangun rumah yang tahan gempa.

    CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, menegaskan pentingnya memperhitungkan kekuatan struktur bangunan sejak awal. Fondasi, kolom, hingga balok beton bertulang harus dihitung secara matang agar mampu menahan guncangan.

    “Ketahanan strukturnya itu harus kuat. Mulai dari kualitas beton, besi sebagai tulangan rangka, hingga perhitungan zona gempa di lokasi rumah,” kata Taufiq kepada detikProperti.


    Tips Bangun Rumah Tahan Gempa

    1. Hitung Kekuatan Struktur dengan Ahli

    Jangan asal bangun! Pastikan ahli struktur menghitung fondasi, kolom, dan rangka beton sesuai standar.

    2. Perkuat Sambungan Kolom dan Balok

    Banyak rumah roboh karena sambungan kolom dan balok lemah. Pastikan penulangan dibuat overlap, bukan asal tempel.

    3. Amankan Genteng Rumah

    Atap adalah bagian paling rawan saat gempa. Gunakan genteng ringan seperti spandek, seng, PVC, atau ikat genteng dengan baut agar tidak mudah runtuh.

    4. Pilih Jendela Kecil

    Jendela kaca besar mudah pecah. Lebih aman gunakan jendela modular kecil agar rangkanya kuat menahan getaran.

    5. Kuatkan Struktur Dinding

    Tambahkan pembesian pada dinding, misalnya dengan bata interlock yang diberi tulangan besi vertikal dan horizontal.

    6. Ikuti Panduan Resmi PUPR

    Kontraktor Panggah Nuzhul Rizki mengingatkan bahwa Kementerian PUPR sudah membuat panduan teknis bangunan tahan gempa, seperti rumah contoh RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).

    7. Konsultasi dengan Konsultan

    Konsultasi dengan arsitek dan konsultan struktur akan membantu memilih desain, fondasi, hingga dimensi bangunan yang paling aman.

    8. Gunakan Material Ringan & Berstandar SNI

    Pilih material ringan, seperti genteng metal atau beton ringan. Pastikan semua bahan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

    9. Pastikan Pelaksanaan Sesuai Rencana

    Jangan sampai pembangunan berbeda dengan rencana awal. Pemilik rumah bisa memakai jasa konsultan profesional untuk mengawasi kualitas bangunan.

    Membangun rumah tahan gempa memang membutuhkan perencanaan yang matang. Namun, investasi ini sangat penting demi keselamatan penghuni.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Air Suka Ditumbuhi Lumut, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Setiap rumah harus punya cadangan air bersih, caranya dengan menampungnya di toren air. Namun, kondisi tangki yang lembap karena berisi air rawan ditumbuhi lumut.

    Selain lembap, paparan sinar matahari mendukung pertumbuhan lumut. Meski tidak berbahaya, lumut tersebut dapat mempengaruhi kebersihan air.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga kondisi toren air agar senantiasa bersih dan tidak ditumbuhi lumut. Simak caranya dalam artikel ini.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah beberapa langkah untuk merawat toren air agar tidak ditumbuhi lumut, dikutip dari arsip berita detikProperti.

    1. Rutin Kuras Air Toren

    Penghuni rumah bisa mencegah pertumbuhan lumut dengan menguras airnya secara rutin. Sebaiknya kuras air tangki minimal 6 bulan sekali. Jika lumut cepat tumbuh, penghuni perlu lebih sering menguras air sekitar 3-4 bulan sekali.

    2. Cat Tangki dengan Warna Gelap

    Paparan sinar matahari yang menembus lapisan toren air memicu pertumbuhan lumut. Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam.

    Penghuni dapat menghalangi paparan cahaya tersebut dengan mengecat tangki berbahan plastik dengan warna gelap. Pastikan lapisan cat tebal dan merata agar tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    3. Pastikan Tangki Tertutup Rapat

    Selain itu, sinar matahari bisa menembus tutup tangki yang tidak tertutup rapat. Tutup tangki dengan benar agar tidak ada cahaya yang masuk.

    4. Pasang Pelindung di Atas Toren Air

    Terakhir, penghuni rumah bisa memberi perlindungan tambahan pada toren air dengan memasang atap. Pasang pelindung di atas tangki untuk menghindari paparan matahari.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut di toren air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Kunci Rumah di Bawah Pot Bunga, Bahaya!


    Jakarta

    Menyimpan kunci rumah saat bepergian perlu dilakukan agar hunian tidak dibobol maling. Maka dari itu, sangat penting menemukan tempat yang aman untuk menyimpan kunci rumah.

    Salah satu tempat menyimpan kunci rumah paling umum digunakan adalah di bawah pot bunga. Posisi itu kerap dipilih karena letaknya dekat dengan pintu masuk. Padahal lokasi itu kadang sudah jadi ‘rahasia umum’ yang rentan mengundang pencuri ke rumah.

    “Siapa pun yang familier dengan kebiasaan umum pemilik rumah pasti tahu cara mengangkat pot bunga, patung taman, atau lampu di dekat pintu depan untuk memeriksa kunci tersembunyi,” kata chief product officer di SimpliSafe, Hooman Shahidi, dikutip dari situs Martha Stewart, Sabtu (23/8/2025).


    Selain pot bunga, masih ada beberapa tempat yang sebaiknya tidak dipakai sebagai tempat penyimpanan kunci rumah. Berikut ini informasinya.

    Lokasi yang Sebaiknya Tidak Dipakai untuk Menyimpan Kunci Rumah

    Di Bawah Keset

    Tempat yang umum digunakan untuk menyimpan kunci pintu adalah di bawah keset. Lokasi ini juga rawan memudahkan maling masuk ke dalam rumah dengan mudah.

    Menurut Shahidi, lokasi itu menjadi hal pertama yang dicek oleh pencuri. Maka dari itu, sangat tidak aman untuk menyimpan kunci cadangan maupun kunci rumah di bawah keset saat pemilik pergi.

    Di Atas Kusen Pintu

    Selanjutnya jangan simpan kunci di atas kusen pintu karena cukup mudah dijangkau. Kadang-kadang pemilik rumah juga menaruh kunci dengan cara merekatkannya ke ambang jendela atau di bawah furniture yang ada di luar ruangan. Hal ini juga dianggap tidak aman.

    “Selotipnya akan aus dan titik-titik ini terlalu mudah dikenali,” ujar Denida Grow, spesialis keamanan dan intelijen perlindungan sekaligus pendiri LeMareschal.

    Alternatif Tempat Menyimpan Kunci Rumah

    Ada beberapa cara untuk menyimpan kunci rumah dengan aman ketika pemilik pergi ke luar.

    Di Stopkontak Palsu

    Ada lho stopkontak palsu yang bisa menjadi tempat menyimpan kunci rumah saat pemiliknya pergi ke luar. Menurut Grow, stopkontak palsu ini jauh lebih tersembunyi dibandingkan dengan menyimpan kunci di bawah batu atau keset. Pencuri juga cenderung tidak akan mencari kunci cadangan di dalam stopkontak.

    Kotak Penyimpanan

    Pilih kotak penyimpanan yang aman, tahan cuaca, dan sulit dirusak. Kotak penyimpanan sebaiknya dipasang tidak di depan pintu masuk karena bisa mengundang pencuri.

    Pakar keamanan rumah, Rob Gabriele, menyarankan untuk memilih brankas kunci dengan kombinasi tiga digit, karena brankas seperti ini terlalu mudah dibobol.

    “Brankas kunci terbaik adalah yang dilengkapi keypad. Selain memecahkan kode, siapa pun yang mencoba membobolnya harus menebak berapa digit kode tersebut,” katanya.

    Titipkan ke Tetangga atau Teman Terpercaya

    Cara lainnya adalah menitipkan kunci rumah cadangan ke tetangga terpercaya. Hal ini apabila pemilik rumah harus pergi lama dan terdapat tanaman atau bagian lainnya yang perlu dirawat maupun diawasi.

    Jika memang tidak ada hal-hal yang harus dijaga, kunci rumah bisa dibawa oleh pemilik hunian ketika pergi agar lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Tidak Dingin? Bisa Jadi Salah Pasang Outdoor Unit!



    Jakarta

    Pernah merasa AC di rumah tidak dingin meski sudah disetel ke suhu rendah? Jangan buru-buru menyalahkan perawatan atau usia AC. Bisa jadi masalahnya ada pada posisi outdoor unit yang keliru.

    Seperti diketahui, AC terdiri dari dua bagian: unit dalam (indoor) yang menghembuskan udara sejuk ke ruangan, dan unit luar (outdoor) berupa kipas besar berbentuk kotak yang dipasang di luar rumah. Keduanya harus terhubung agar AC bisa bekerja optimal.

    Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang hanya fokus memasang unit dalam, tanpa memerhatikan posisi unit luar. Padahal, peletakan outdoor unit sangat berpengaruh terhadap kinerja pendinginan.


    Berikut panduan posisi yang tepat untuk memasang outdoor AC, dikutip dari All Purpose Air Conditioning:

    1. Pilih Lokasi Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    Pasang outdoor AC di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lokasi terbaik biasanya di tembok yang menghadap utara atau selatan. Hindari sisi timur atau barat karena rentan terkena panas matahari pagi dan sore, yang membuat AC harus bekerja lebih keras.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Outdoor unit sebaiknya ditempatkan di area datar, kering, dan punya ventilasi udara yang baik. Hindari memasangnya di lokasi sempit atau tertutup tembok, karena bisa menghambat sirkulasi udara dan membuat AC boros listrik.

    3. Mudah Dijangkau untuk Perawatan

    Pastikan posisi outdoor AC mudah dijangkau agar proses pengecekan dan pembersihan lebih praktis. Unit yang terpasang terlalu tinggi atau sulit diakses justru menyulitkan saat perawatan rutin, yang idealnya dilakukan setiap 2-3 bulan sekali.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi dan Genangan Air

    Meski butuh tempat sejuk, hindari memasang outdoor unit di bawah pohon. Daun, debu, dan kotoran bisa tersedot ke dalam mesin dan mempercepat kerusakan. Jangan juga menaruhnya di dekat tanah atau area rawan banjir. Lebih aman dipasang agak tinggi agar terhindar dari air hujan.

    Dengan memperhatikan posisi outdoor unit, AC di rumah bisa bekerja lebih efisien, awet, dan tentu saja lebih hemat listrik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Area Paling Rawan di Dapur, Hindari Simpan 5 Barang Ini di Bawah Bak Cuci Piring


    Jakarta

    Saat ini sebagian besar rumah sudah menggunakan kitchen set sebagai ruang penyimpanan yang efisien. Bentuknya seperti lemari dan rak sering dipasang di bawah dan di atasnya kompor.

    Lemari bagian atas biasanya diisi oleh peralatan masak, minyak, hingga piring dan cangkir yang jarang dipakai. Lalu, di bawah kompor biasanya bumbu-bumbu dapur dan peralatan makan yang sering dipakai. Sementara di bawah bak cuci piring atau wastafel dapur barang yang disimpan jauh lebih beragam karena biasanya ruang di bawahnya jauh lebih luas dari lemari lainnya.

    Meskipun begitu, ternyata area bawah bak cuci piring ini tidak bisa menyimpan sembarangan benda karena rentan sekali lembap mengingat lokasinya dekat dengan pipa.


    Dilansir Ideal Home, berikut 5 barang yang tidak boleh disimpan di bawah bak cuci piring.

    1. Cairan Pembersih Kimia

    Siapa di sini yang menyimpan bahan pembersih lantai, pembersih toilet, atau pembersih kaca di bawah bak cuci piring? Lily Cameron dari Fantastic Services mengatakan lokasi tersebut tidak cocok untuk menyimpan cairan-cairan pembersih tersebut. Alasannya ternyata bukan karena lokasinya yang lembap, melainkan tempatnya mudah sekali dijangkau oleh anak-anak dan anabul.

    “Tempat ini mudah diakses. Jika tertelan, bahan kimia ini bisa berbahaya. Hindari simpan pembersih kimia di sana. Lebih baik simpan di tempat yang lebih tinggi di dapur, kamar mandi, atau lemari serbaguna yang jauh dari jangkauan,” kata Lily.

    2. Makanan Hewan Peliharaan

    Beberapa makanan hewan peliharaan dijual dalam ukuran besar. Untuk rumah yang kecil sulit untuk meletakkan di lemari. Apabila diletakkan sembarangan, khawatir mudah dijangkau oleh hewan tersebut. Area di bawah wastafel terkadang jadi pilihan karena luas dan mudah dijangkau.

    Namun, area ini sebenarnya tidak cocok karena mudah terkena air sehingga menjadi lembab dan berjamur. Lokasi yang tepat adalah area yang agak tinggi dari hewan, kering, dan sejuk.

    3. Tekstil

    Bagian bawah bak cuci piring juga nggak cocok untuk meletakkan barang yang terbuat dari kain, contohnya kain lap, keset, hingga handuk. Area ini cukup lembap sehingga dapat membuat bahan kain rusak karena jamur mudah sekali tumbuh. Lebih baik simpan barang kain di wadah tertutup di tempat yang kering dan jauh dari dapur.

    4. Peralatan Elektronik Dapur

    Bagi yang ingin membuat rak khusus barang elektronik di bawah wastafel sebaiknya konsultasikan dahulu ke ahlinya. Area ini berpotensi mengalami kebocoran dan cukup lembap sehingga membutuhkan ruang yang cukup agar terjadi pertukaran udara. Terlalu banyak rak dapat mempersempit jalur udara di bawah. Selain itu, lembap juga bisa memicu muncul karat pada peralatan elektronik.

    5. Bumbu dapur

    Bumbu dapur sebaiknya diletakkan di area bawah kompor karena lebih aman dan mudah dijangkau. Area bawah bak cuci piring terlalu lembap, bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat bahan dapur busuk.

    Itulah 5 barang yang tak boleh disimpan di bawah rak cuci piring, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com