Tag: rawit

  • Ampuh! 5 Bahan Dapur Ini Bisa Usir Semut Secara Alami di Rumah


    Jakarta

    Keberadaan semut terkadang bisa mengganggu, apalagi kalau jumlahnya banyak. Meski tidak berbahaya, serangga satu ini suka mengerubungi makanan di rumah.

    Semut menggunakan indra penciumannya untuk mencari makanan. Kalau kamu ingin mengusir semut, kamu bisa coba membuat mereka tidak nyaman lewat aroma, lho.

    Ada berbagai bahan dapur dengan aroma yang khas yang dapat kamu gunakan untuk mengusir semut secara alami. Yuk, cek apa saja bahan dapurnya berikut ini.


    Bahan Dapur yang Bisa Usir Semut

    1. Lada Hitam

    Bahan dapur pertama yang mengganggu penciuman semut adalah lada hitam. Taburkan lada hitam di sepanjang meja makan atau tempat-tempat yang biasa dikerumuni semut dan di dekat sarang-sarang semut. Kalau tidak punya lada hitam, bisa pakai bubuk cabai rawit.

    2. Cuka

    Cuka juga memiliki aroma menyengat yang tidak disukai semut. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama, lalu bersihkan. Aroma yang kuat dan tajam akan membunuh dan mengusir semut yang akan datang.

    3. Bubuk Soda Kue

    Selanjutnya, bubuk soda kue bisa dicampurkan dengan madu dan air. Taruh di tempat yang biasa kamu lihat semut berkumpul, bisa juga semprotkan campuran ini pada kapas lalu tinggalkan saja.

    4. Jeruk dan Lemon

    Untuk kamu yang suka mengonsumsi buah jeruk dan lemon, sebaiknya jangan buang kulitnya. Taruh saja di tempat yang biasanya ada semut. Dilansir dari Planet Natural, Rabu (7/8/2024) kulit dari kedua buah ini mengandung d-limonene yang beracun bagi semut.

    5. Bubuk Kopi

    Dikutip dari Pest Pointers, kamu bisa menaburkan bubuk kopi di tempat yang biasa kamu temui, misalnya di taman atau bagian luar rumah. Sebab, semut tidak menyukai bau kopi.

    Itulah beberapa bahan dapur yang tidak disukai semut. Selamat mencoba!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Ampuh Cegah Semut Masuk Dapur Biar Makanan Nggak Diserbu


    Jakarta

    Setiap rumah tentu tidak luput dari kehadiran semut. Serangga yang satu ini bisa cepat menyerbu makanan dan minuman di rumah, terutama di dapur.

    Keberadaan semut tidak hanya mengganggu, tetapi juga dapat menyebarkan bakteri, bahkan merusak fondasi rumah, lho.

    Lalu, bagaimana cara ampuh mencegah semut masuk dapur? Yuk, simak tipsnya berikut ini yang dilansir dari The Spruce, Senin (12/8/2024).


    Cara Cegah Semut Masuk Dapur

    1. Bersihkan Dapur secara Menyeluruh

    Semut umumnya tertarik pada makanan manis dan berminyak. Nah, cara paling efektif untuk membasminya adalah dengan menjaga kebersihan ruangan, khususnya dapur yang menjadi tempat memasak hingga menyimpan makanan.

    Segera bersihkan dapur yang kotor akibat remah-remah, tumpahan, atau sisa makanan. Meskipun jumlahnya kecil, remah-remah makanan di sudut atau di bawah lemari tetap bisa mengundang semut ke dalam rumah, lho!

    2. Simpan Makanan dengan Benar

    Meskipun tersimpan aman di dalam lemari, tempatkan makanan ke dalam wadah tertutup agar semut tak bisa menjangkaunya. Hal ini juga berlaku untuk makanan hewan peliharaanmu.

    3. Singkirkan Sumber Kelembapan

    Selain makanan, semut juga tertarik pada air. Jika kamu mendapati keran atau pipa airmu bocor, segera perbaiki untuk mencegah datangnya semut.

    Jaga area dapur agar tetap kering. Setelah selesai memasak, segera bersihkan area dapur dari tumpahan air, baik di meja maupun lantai.

    4. Gunakan Pengusir Semut Alami

    Beberapa bahan di dapur ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pengusir semut alami. Semut masuk ke rumah karena mengikuti aroma makanan, namun mereka tidak menyukai aroma tertentu.

    Kamu bisa coba gunakan minyak peppermint, jeruk, kayu manis, bubuk kopi, cabai rawit, cuka, atau soda kue.

    Semut dapat masuk ke dalam rumah melalui celah tertentu. Coba cari titik masuk semut tersebut dengan cara mengikuti arah pergerakan semut. Jika memungkinkan, tutup titik masuk semut tersebut dengan dempul.

    Itulah cara mencegah semut masuk ke dalam rumah, khususnya dapur. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Garam, 5 Bahan Ini Bisa Cegah Ular Masuk Rumah


    Jakarta

    Ular adalah reptil berbahaya yang bisa ditemukan di sekitar rumah. Salah satu cara yang dianggap bisa mencegah ular masuk rumah adalah menabur garam di pekarangan. Namun, ternyata cara tersebut kurang tepat, lho.

    Dilansir dari detikEdu yang mengutip laman verifikasi dan pengecek fakta Dubawa, anggapan bahwa garam dapat mengusir ular berawal dari percobaan mengusir siput dan keong menggunakan garam. Kedua hewan itu kabur setelah ditaburkan garam, tetapi cara ini tidak berhasil pada ular.

    Menurut Green Matters, garam mudah masuk ke dalam jaringan tubuh hewan-hewan seperti siput, keong, dan lintah. Saat garam mengenai kulit dan masuk ke jaringan melalui osmosis, kristal garam akan bercampur dengan molekul air.


    Hal ini menyebabkan hewan mengalami dehidrasi sampai berujung kematian. Sayangnya, cara tersebut tidak berfungsi efektif pada ular.

    Lantas, bahan apa yang bisa mencegah ular masuk rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Bahan yang Cegah Ular Masuk Rumah

    Inilah beberapa bahan yang dapat digunakan untuk mencegah ular mendekati rumah, dikutip dari Northwest Exterminating.

    1. Kapur Barus

    Senyawa naftalena banyak ditemukan pada produk pengusir ular. Bahan itu pun terkandung dalam kapur barus. Penghuni rumah bisa menaburkan kapur barus atau naftalena di sekitar rumah untuk mencegah ular masuk.

    2. Sulfur

    Sulfur adalah bahan ampuh untuk mengusir ular karena menyebabkan dua efek. Zat ini mengeluarkan bau yang tidak disukai ular dan dapat mengiritasi kulit mereka. Penghuni dapat menaruh sulfur di sekeliling rumah, tetapi jangan lupa untuk pakai sarung tangan.

    3. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Tanaman bawang putih dan bawang bombai di halaman rumah dapat mengusir ular. Keduanya mengandung asam sulfonat yang tidak disukai ular.

    Selain itu, penghuni juga dapat mencincang halus bawang putih dan bawang bombai, lalu campurkan dengan garam batu. Taburkan campuran tersebut di sekitar halaman untuk mencegah ular mendekati rumah.

    4. Jeruk Nipis

    Jeruk nipis efektif mengusir ular bila cairannya dicampur dengan cabai rawit atau minyak pepermin. Campurkan bahan-bahan tersebut ke dalam botol kaca, lalu tuang ke sekeliling halaman agar bebas ular.

    5. Cuka

    Cuka dapur adalah bahan yang efektif mengusir ular di area yang terdapat sumber air. Tuangkan cuka putih di sekitar tepi kolam untuk mengusir ular.

    Itulah beberapa bahan yang membantu mengusir ular dari halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Nutrisi Spill Trik Sederhana yang Bisa Bikin Berat Badan Turun dalam 3 Bulan

    Jakarta

    Pakar Nutrisi Spill Trik Sederhana yang Bisa Bikin Berat Badan Turun dalam 3 Bulan

    Sudah diet keras, tetapi berat badan nggak turun-turun? Tidak sedikit pejuang diet yang pernah mengalami hal tersebut. Seringkali, proses diet yang mandek menyebabkan frustasi dan mematahkan semangat untuk menurunkan berat badan.

    Ada banyak faktor yang dapat menghambat penurunan berat badan. Terkadang, penyebabnya cukup sepele sehingga kerap terabaikan.

    Lantas, apa yang harus dilakukan agar program diet dapat memberikan hasil yang diharapkan? Pakar gizi dan penurunan berat badan Amaka membagikan empat trik untuk sukses menurunkan berat badan hanya dalam waktu tiga bulan.


    1. Fokus pada Diet Rendah Kalori

    Amaka mengungkapkan kunci menurunkan berat badan adalah dengan menjaga pola makan rendah kalori, sambil tetap merasa kenyang.

    Untuk mencapai hal itu, Amaka merekomendasikan makanan yang rendah kalori dan tinggi protein. Protein merupakan salah satu nutrisi makro yang dapat mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    Dia juga menyarankan untuk menambahkan rempah-rempah, seperti cabai rawit dan kayu manis. Sebab, rempah-rempah tersebut dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga membuat tubuh membakar lebih banyak lemak.

    2. Perhatikan Cara Makan

    Saat diet, kebanyakan orang cenderung fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi. Namun menurut Amaka, cara mengonsumsi makanan tersebut juga turut memengaruhi penurunan berat badan.

    “Makanlah protein dan sayuran terlebih dahulu sebelum karbohidrat, itu akan membuat Anda cepat kenyang, dan Anda akan kesulitan menghabiskan karbohidrat yang tersisa di piring Anda,” ujarnya dikutip dari Medical Daily, Sabtu (15/2/2025).

    Menggunakan piring atau mangkuk yang lebih kecil juga dapat membantu “mengelabui” otak agar cepat merasa kenyang.

    3. Minum Air

    Meski terkesan sepele, memenuhi kebutuhan cairan tubuh merupakan salah satu hal yang penting dilakukan saat sedang menurunkan berat badan.

    Amaka menjelaskan hidrasi yang baik membantu tubuh mengendalikan rasa lapar dan tetap sehat.

    “Selalu minum air putih 5-10 menit sebelum makan, itu akan membantu mengendalikan nafsu makan,” katanya.

    4. Latihan Secara Teratur

    Aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Amaka merekomendasikan latihan kekuatan dua hingga tiga kali seminggu, karena latihan tersebut membantu membangun otot serta membakar kalori bahkan saat istirahat.

    Amaka menekankan seluruh hal tersebut harus dilakukan dengan konsisten agar dapat memberikan hasil yang diharapkan.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com