Tag: real simple

  • Sederet Bahan Alami yang Ampuh Basmi Gulma di Pekarangan Rumah


    Jakarta

    Keberadaan gulma atau semacam tumbuhan liar bisa mengganggu keindahan pekarangan rumah. Tak hanya itu, adanya gulma juga bisa merusak pertumbuhan tanaman yang ada di halaman rumah.

    Tak heran, banyak penghuni rumah yang ingin membasmi gulma. Nah, untuk membasminya bisa menggunakan bahan alami yang bisa ditemukan di rumah lho.

    Apa saja bahan yang diperlukan dan cara membasmi gulma? Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.


    Pakai Air Panas

    Salah satu cara yang mudah untuk membasmi gulma adalah menggunakan air panas. Cara ini sangat simple, efektif, dan bebas bahan kimia.

    Untuk membasmi gulma di area yang retak, seperti di jalan rumah, tuangkan sepanci air panas ke gulma. Tuangkan secara perlahan untuk menghindari cipratan air panas. Karena opsi ini tidak permanen, ulangi proses ini saat gulma tumbuh kembali hingga area tersebut bebas dan bersih.

    Pakai Lemon

    freshly squeezed lemon juice in small bowlIlustrasi perasan jeruk lemon. Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art

    Untuk membasmi gulma memakai perasan jeruk lemon cukup mudah. Caranya, isi botol spray dengan perasan lemon asli dan semprotkan pada gulma. Larutan ini akan mengering dan membunuh gulma dalam waktu 1-2 hari.

    Agar hasilnya maksimal, penghuni rumah bisa menambahkan cuka asam ke dalam larutan.

    Pakai Koran

    Ilustrasi koranIlustrasi koran Foto: Getty Images/iStockphoto/Fedor Kozyr

    Kalau pekarangan rumah terdapat gulma, bisa gunakan alat penyiang gulam untuk membasminya. Selanjutnya, letakkan koran di atas tanah atau permukaan.

    Koran bisa menghalangi pertumbuhan gulma dan pembentukan benih baru dengan menghalangi sinar matahari dan udara. Selanjutnya tutup dengan mulsa agar gulma tidak tumbuh. Nantinya, koran juga akan hancur dengan sendirinya jadi tidak perlu dibersihkan.

    Pakai Campuran Cuka dan Boraks

    Penghuni rumah juga bisa menggunakan campuran cuka dan boraks untuk membasmi gulma. Caranya, campurkan 3,7 liter cuka, 1 cup boraks atau garam, dan 1 sendok makan sabun cuci piring ke dalam semprotan.

    Apabila area yang ditumbuhi gulma kecil, atur nosel semprotan ke aliran. Kalau area yang ditumbuhi gulma besar, atur nosel menjadi semprotan. Selanjutnya, semprotkan larutan itu dengan hati-hati karena larutan itu tidak bisa membedakan antara gulma dengan tanaman.

    Metode ini paling cocok dilakukan pada hari yang cerah karena cuka asam akan membakar tanaman dan garam akan membuatnya layu saat matahari terbenam. Sementara itu, sabun cuci piring akan membantu larutan menempel pada gulma.

    Itulah beberapa cara untuk membasmi gulma dengan bahan alami. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Panjang Umur! 3 Tanaman Ini Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Memiliki tanaman di rumah bisa membuat hunian terasa asri dan sejuk. Biasanya, tanaman memiliki masa hidupnya, ada yang singkat ada juga yang bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Masa hidup dari setiap tanaman ini bisa jadi pilihan penghuni rumah untuk memilikinya. Beberapa tanaman ini bisa hidup selama bertahun-tahun bahkan hingga puluhan tahun.

    Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasi tanaman yang bisa hidup dalam waktu yang lama


    Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/M.photostock

    Tanaman yang satu ini merupakan favorit banyak orang. Tak hanya bentuknya yang menarik, perawatannya juga cukup mudah.

    Tergantung dari jenisnya, masa hidup lidah mertua bisa mencapai lebih dari 20 tahun. Tanaman itu juga bisa tumbuh hingga 4 kaki di dalam ruangan dan 8 kaki di luar ruangan.

    Saat memindahkan tanaman ini ke pot atau repotting, pastikan terdapat lubang drainase untuk mencegah pembusukan akar. Sebaiknya repotting dilakukan 2-3 tahun sekali.

    “Kesalahan terbesar adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Masukkan jari Anda ke dalam tanah, dan jika dua inci bagian atas tanah kering, saatnya menyiram,” kata ahli perkebunan dan pendiri Gardenuity, Donna Letier, dikutip dari Real Simple, Senin (21/4/2025).

    Namun hati-hati ya kalau penghuni rumah memiliki hewan peliharaan karena tanaman ini beracun bagi kucing dan anjing.

    Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman giok atau jade plant ini juga tanaman yang ‘tahan banting’ dan mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa hidup dalam waktu yang lama.

    Tanaman giok menyukai area dengan banyak sinar matahari dan tak butuh terlalu banyak air. Daunnya yang menyimpan air memungkinkannya untuk bertahan ketika penghuni rumah lupa menyiramnya.

    Parlor Palm

    Parlor PalmParlor Palm Foto: Vesna/Pexels

    Parlor Palm atau palem yang tumbuh di dalam ruangan ini juga memiliki masa hidup yang lama. Umurnya bahkan bisa mencapai lebih dari 50 tahun.

    Tanaman yang satu ini mudah dirawat dan aman untuk anabul di rumah. Tanaman ini bisa tumbuh hingga 6 kaki namun biasanya hanya setinggi 3 kaki saja.

    Palem ini menyukai kelembapan dan sinar matahari langsung bisa merusak daunnya. Maka dari itu, simpan tanaman ini di tempat yang tidak terkena matahari langsung.

    Gunakan pot dengan lubang drainase untuk mencegah penumpukan air. Siram tanaman seminggu sekali. Jangan terlalu sering menyiram tanaman ini karena bisa membuat akar busuk jika tanah terus dalam keadaan basah.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup lama bahkan sampai puluhan tahun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Biang Kerok Jamur Tumbuh di Kamar Mandi


    Jakarta

    Salah satu musuh di kamar mandi adalah jamur. Ya, kamar mandi yang identik dengan kelembapan tentu menjadi tempat yang rawan ditumbuhi jamur.

    Meski terkesan sepele, jamu nggak boleh dibiarkan, lho. Sebab, jamur bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti alergi, iritasi, hingga infeksi pernapasan.

    Belum lagi, permukaan yang ditumbuhi jamur bisa rusak. Misalnya jamur tumbuh di laci kayu bisa membuat bahannya jadi lapuk.


    Nah, kira-kira apa yang menyebabkan jamur tumbuh di kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Jamur Tumbuh di Kamar Mandi

    Dilansir dari Real Simple, jamur tumbuh di tempat yang ada kelembapan dan bahan organik. Kelembapan yang bertahan selama 24-48 jam dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba di kamar mandi.

    Inilah beberapa situasi spesifik yang dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya jamur di kamar mandi.

    1. Kurang Ventilasi

    Penyebab paling umum dari masalah jamur adalah kurangnya ventilasi. Kalau kamu tidak punya kipas ventilasi, uap air akan terjebak di udara, dinding, dan ubin, sehingga menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk tumbuh.

    2. Kebocoran

    Kebocoran air juga meningkatkan pertumbuhan jamur. Bukan hanya keran yang menetes, tetapi juga pipa bocor di bawah meja rias atau di dalam dinding yang perlahan-lahan dapat meneteskan air tanpa disadari.

    3. Kurang Bersih

    Jika kamar mandi tidak dibersihkan secara teratur, akan tercipta lingkungan yang cocok buat jamur berkembang biak. Penumpukan bahan organik bertindak sebagai sumber makanan, yang memungkinkan pertumbuhan mikroba setelah masalah kelembapan.

    Jamur bisa tumbuh kalau tidak membersihkan permukaan kamar mandi untuk menghilangkan partikel. Contohnya tidak mencuci keset kamar mandi, tirai kamar mandi, dan bahan kain lainnya yang dapat dicuci dengan mesin. Kemudian, penggunaan sabun atau produk yang meninggalkan residu juga membuat kamar mandi tetap kotor.

    4. Masalah Ubin

    Ubin yang tidak sejajar dan nat yang retak atau tidak tertutup rapat dapat menciptakan celah untuk air tergenang. Lalu, bahan organik dapat terperangkap, sehingga memicu pertumbuhan jamur.

    5. Membiarkan Basah

    Membiarkan handuk, bak mandi, atau ubin tetap basah, meningkatkan potensi jamur buat tumbuh. Sebaiknya bersihkan ubin dengan alat pembersih kaca, memisahkan tirai dan pelapis kamar mandi setelah digunakan, dan menggantung handuk serta keset kamar mandi agar kering.

    Itulah beberapa penyebab jamur tumbuh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Sebaiknya Dijauhkan dari Anabul dan Anak-anak, Bisa Keracunan!


    Jakarta

    Terdapat beberapa tanaman hias yang berbahaya bagi hewan peliharaan dan anak-anak. Penyebabnya bukan hanya karena tampilan atau bau dari tanaman tersebut, melainkan apabila tanaman tersebut dikonsumsi.

    Seperti yang kita tahu, anak-anak seperti balita suka meraih benda apa pun di sekitarnya. Jika mereka mencabut daun tanaman yang disebut berbahaya ini, dapat akan timbul gejala-gejala yang membuat tubuh tak nyaman. Lalu, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing tidak hanya memakan daging, terkadang mereka kerap memakan atau menggigit tanaman.

    Khawatirnya apabila tanaman-tanaman berbahaya ini berada di jangkauan hewan dan anak-anak, kemudian tanpa pengawasan dapat membahayakan keselamatan mereka.


    Lantas, tanaman apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari anak-anak dan hewan? Dilansir Real Simple berikut daftarnya.

    1. Palem Sagu

    beautiful green tropical palm tree in a potbeautiful green tropical palm tree in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Tanaman palem sagu atau sikas sagu (Cycas revoluta) memiliki bentuk dahan yang melebar. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi orang dewasa. Oleh karena itu, banyak yang memajang tanaman ini di dalam ruangan karena cukup besar tetapi mudah perawatannya.

    Namun, hati-hati tanaman satu ini beracun bagi hewan dan manusia. Bagian yang harus dihindari adalah bijinya. Di dalamnya terdapat zat bernama sitosin yang apabila dimakan bisa menyebabkan muntah-muntah, diare, atau gejala yang lebih parah.

    Apabila hewan peliharaan atau anak-anak memakan bagian apapun dari tanaman, bukan bijinya, tetap harus periksa ke dokter untuk segera mendapat penanganan.

    2. Kaktus Pensil

    Ilustrasi kaktusIlustrasi kaktus pensil. Foto: Getty Images/Jobrestful

    Tanaman kaktus terkadang dihindari dari anak-anak karena permukaannya yang berduri. Di samping itu, ada lho jenis kaktus yang lain, lebih kecil dan ramping batangnya tetapi tak kalah berbahaya. Tanaman ini memang tidak memiliki daun hanya batang yang ramping. Nama tanaman ini adalah kaktus pensil.

    Di balik tampilannya yang unik, hati-hati dengan getahnya yang muncul dari ujung batang. Getah ini berwarna putih yang apabila terkena di tangan akan terasa kesat dan lengket. Untuk kulitnya sensitif getah ini dapat menimbulkan iritasi bagi manusia dan hewan. Jauhnya getah ini dari area wajah karena jika terkena di mata dapat menimbulkan kebutaan.

    3. Kuping Gajah

    fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

    Kuping gajah juga sering disebut dengan anthurium. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang lebar dan berserat mirip telinga gajah. Daunnya pun tidak hanya hijau, melainkan banyak warna, seperti merah, pink, hingga coklat kemerahan.

    Di balik keindahannya ternyata kuping gajah mengandung asam oksalat, asparagin, dan asam amino yang bisa menyebabkan sensasi terbakar pada kulit, rasa gatal, gangguan pernapasan, hingga menutup jalur napas.

    4. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Philodendron adalah tanaman yang perawatannya cukup mudah dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Namun, di dalam tanaman ini terdapat kandungan kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi apabila dikonsumsi. Selain itu, bisa juga bereaksi pada kulit dengan menimbulkan bengkak.

    5. Tanaman Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantIvy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman Ivy memiliki bentuk daun yang cantik yakni seperti bintang. Tanaman ini termasuk tanaman rambat. Hati-hati ketika memegangnya karena tanaman ivy dapat mengeluarkan getah. Di dalam mengandung falcarinol yang bisa berdampak dermatitis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Simpan Barang Ini di Kolong Kasur Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Kolong kasur kerap dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Menaruh barang di bawah tempat tidur menjadi metode yang efisien untuk menyingkirkan berbagai benda, apalagi yang berukuran besar.

    Namun, ternyata nggak sembarang barang bisa disimpan di tempat itu, lho. Beberapa benda justru rawan rusak atau berdebu di kolong kasur.

    Lalu, benda apa saja yang nggak cocok disimpan di kolong kasur ya? Simak ulasannya berikut ini.


    5 Benda yang Nggak Boleh Disimpan di Kolong Kasur

    Inilah daftar benda yang sebaiknya tidak disimpan di bawah tempat tidur, dikutip dari Real Simple.

    1. Benda Terbuat dari Kertas dan Karton

    Benda yang terbuat dari kertas atau karton bisa menjadi sumber makanan bagi serangga, seperti ngengat dan kecoak. Oleh karena itu, hindari menyimpan foto, buku, dokumen, dan kardus di bawah tempat tidur.

    2. Benda Terbuat dari Kain

    Jangan simpan selimut, bantal, atau bahan berbahan fiber atau kain di bawah kasur. Sebab, kolong tempat tidur memiliki banyak debu yang bisa mengendap pada benda berbahan kain. Namun, benda tersebut masih bisa aman kalau disimpan dalam wadah plastik terlebih dahulu.

    3. Benda Terbuat dari Kulit

    Debu di kolong kasur dapat menyebabkan barang-barang berbahan kulit menjadi kering, retak, dan berubah warna seiring waktu. Jika masih ingin menyimpan barang ini di bawah tempat tidur, pastikan untuk memasukkannya ke dalam wadah plastik dulu.

    4. Makanan

    Jangan pernah menaruh makanan, bahkan yang dalam kemasan, di bawah tempat tidur. Tikus dan hama lainnya bisa menyerbu makanan ini. Selain itu, makanan bisa berdebu kalau dibiarkan di kolong kasur.

    5. Alat Elektronik

    Hindari menyimpan alat elektronik di kolong kasur karena rawan berdebu. Debu bisa berdampak buruk pada perangkat elektronik. Lalu, segala sesuatu yang menggunakan baterai akan meningkatkan risiko kebakaran di bawah tempat tidur.

    Itulah beberapa benda yang tidak boleh disimpan di bawah tempat tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mengatasi Udara Pengap di dalam Kamar, Buka Pintu dan Jendela


    Jakarta

    Ruangan yang pengap tentu tidak akan nyaman, bahkan bisa menimbulkan masalah seperti jamur di dalam ruangan. Saat ruangan terasa pengap, artinya udara tidak bersirkulasi dengan baik.

    Menurut laman Real Simpel, saat udara terperangkap, dari waktu ke waktu, area di sekitarnya akan menjadi lembab. Kondisi ini membuat orang yang masuk ke ruangan terasa sesak, panas dan tidak nyaman. Lama kelamaan, kelembaban tersebut juga mengundang jamur dan terciumlah bau tidak sedap seperti apek. Untuk mengatasinya, lakukan langkah-langkah berikut:

    Cara Mengatasi Udara Pengap di Kamar

    Beberapa cara mengatasi udara pengap di kamar di antaranya dengan membuka jendela dan pintu, menggunakan dehumidifier, hingga membersihkan ruangan dengan penyedot debu. Mengutip laman Focus on Energy, Sealed, dan Real Simple, berikut penjelasannya.


    1. Buka Jendela dan Pintu

    Rasa pengap di dalam kamar biasanya disebabkan karena tidak adanya sirkulasi udara. Untuk itu, buka jendela dan pintu atau nyalakan exhaust jika ada.

    Meski demikian, hal ini juga tergantung pada cuaca atau kualitas udara di luar rumah. Jika tidak bisa membuka jendela sepenuhnya, usahakan buka sedikit saja.

    2. Gunakan Dehumidifier

    Dehumidifier dapat digunakan untuk membersihkan udara. Alat ini cocok untuk memperbaiki ruangan yang tidak sehat dan lembab, sera menyaring debu, alergen, dan partikel lainnya.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Kipas angin bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa pengap di ruangan tanpa jendela atau AC. Dengan kipas angin, udara akan tetap bergerak di dalam kamar.

    4. Cek Pendingin Ruangan

    Sistem yang berkinerja buruk bisa berdampak besar pada kualitas udara dalam ruangan. AC yang semakin melemah dari hari ke hari, dan semakin tidak mampu mendinginkan rumah biasanya merupakan tanda bahwa alat ini sudah usang dan perlu diganti.

    5. Nyalakan AC

    Menyalakan AC merupakan cara yang andal untuk meningkatkan aliran udara di rumah. Pastikan rutin mengganti filter AC untuk mencegah masuknya debu ke dalam ruangan.

    Jika filter kotor, udara tidak bisa melewatinya. Sehingga, AC tidak mendapat aliran udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan secara efektif.

    6. Bersihkan dengan Penyedot Debu

    Bersihkan debu-debu di kamar dengan penyedot debu setiap minggu juga bisa membantu mengurangi bau dan pengap di kamar. Selain itu, ganti seprai dan bersihkan karpet di kamar jika ada.

    Perlu diketahui, udara yang pengap tak hanya sekedar tentang kenyamanan. Udara yang tidak bersirkulasi dengan baik, lembab, dan polutan yang menumpuk di udara bisa memperburuk masalah kesehatan. Bagi orang-orang yang memiliki masalah pernapasan atau alergi yang parah, tinggal di lingkungan dengan udara yang tidak sehat sangat berbahaya.

    Selain itu, menumpuk pakaian yang basah atau terkena keringat terlalu lama bisa menimbulkan bau apek dalam ruangan. Jadi, periksa kamar dan cek apakah ada barang yang menyebabkan bau apek. Jika menemukannya segera ambil dan bersihkan untuk menjaga kenyamanan kamar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bersihkan Rumah dengan Cepat buat Orang Sibuk


    Jakarta

    Penghuni rumah bisa disibukkan dengan berbagai pekerjaan, keluarga, hobi, dan istirahat. Terkadang kesibukan itu sangat menyita waktu, sehingga terasa seakan tidak ada waktu buat membersihkan rumah.

    Padahal, menjaga rumah bersih dan rapi juga penting untuk kenyamanan penghuninya. Namun tenang aja, masih ada cara untuk merawat rumah di tengah kesibukan kok.

    Lalu, bagaimana cara menyiasati waktu terbatas untuk merapikan dan membersihkan rumah? Simak tipsnya berikut ini, dikutip dari Real Simple.


    Tips Bersihkan Rumah buat Orang Sibuk

    Inilah beberapa langkah untuk merapikan rumah di tengah kesibukan yang padat.

    1. Kerjakan Sesuai Urutan

    Terdapat tiga jenis tugas saat membersihkan rumah, yakni merapikan, membersihkan, dan mengatur. Berfokus pada tiga langkah berbeda membantu tugas menjadi lebih mudah dikelola dan lebih mudah disesuaikan dengan jadwal yang sibuk.

    Lakukan sesuai urutan kategori tersebut ketika membereskan rumah. Rapikan rumah dulu seperti mengembalikan barang-barang ke tempatnya, membuang sampah, dan mengumpulkan barang-barang yang perlu disortir.

    Kemudian, bersihkan rumah seperti mengelap, menyapu, dan mengepel. Terakhir, atur barang-barang ke tempat semula dan lakukan penyortiran.

    2. Buat Daftar Tugas

    Buatlah daftar tugas untuk membereskan rumah dan urutkan sesuai prioritas. Sempatkan untuk menyelesaikan tugas satu per satu di sela-sela kesibukan.

    Setelah satu tugas selesai, beri tanda agar penghuni rumah tahu sisa pekerjaan yang semakin menipis. Mengatur tugas dengan cara ini mengurangi hambatan dan waktu memikirkan untuk mulai mengerjakannya.

    3. Tak Perlu Lipat Pakaian

    Penghuni bisa melewatkan langkah-langkah yang tidak terlalu mempengaruhi kehidupannya., misalnya melipat pakaian. Daripada melipat pakaian, penghuni bisa beralih ke menggantung pakaian dan menaruh sisanya di tempat yang sudah tersortir.

    Mengidentifikasi tugas-tugas yang sebenarnya tidak penting memungkinkan penghuni untuk mengurangi beban tugas. Temukan sistem pengorganisasian alternatif yang bisa menghemat waktu.

    4. Sempatkan Sedikit Waktu Sebelum Tidur

    Di penghujung hari, sempatkan sedikit waktu hanya untuk tugas-tugas yang paling krusial untuk mempersiapkan ruang buat hari berikutnya. Lakukan pekerjaan sederhana saja tapi paling fungsional, misalnya membuang sampah, membersihkan dapur, dan menyiapkan bekal.

    Penampilan rumah tidak harus terlihat sempurna, tetapi harus berfungsi. Beberapa hal tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki setiap hari.

    5. Taruh Alat Pembersih di Tempat yang Terlihat

    Siapkan alat pembersih di tempat yang terlihat dan mudah diakses. Dengan begitu, penghuni rumah bisa dengan mudah mulai bersihkan rumah ketika ada waktu dan motivasi.

    Meski cara ini bisa mengganggu pemandangan, setidaknya memberikan kemudahan bagi penghuni rumah.

    6. Gunakan Timer

    Sering kali penghuni rumah enggan memulai bersihkan rumah karena mengira akan menyita banyak waktu. Padahal, belum tentu tugas itu memakan waktu lama, lho.

    Menyetel timer atau pengatur waktu dapat menunjukkan durasi waktu untuk menyelesaikan tugas rumah. Jika penghuni rumah sangat sibuk, coba pasang timer 15 menit sehari untuk pekerjaan rumah.

    7. Buat Jadwal Bersih-bersih

    Kalau benar-benar tak sempat bersihkan rumah di tengah kesibukan, penghuni bisa membuat jadwal. Cukup membuat rutinitas yang sesuai dengan penghuni rumah daripada memaksakan diri.

    Dedikasikan satu hari setiap minggu untuk membersihkan keseluruhan rumah. Jika penghuni memerlukan waktu akhir pekan untuk beristirahat, coba buat daftar tugas yang sesuai dengan waktu yang dimiliki pada minggu itu.

    Itulah beberapa cara menyiasati waktu untuk membersihkan rumah bagi orang sibuk. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Lokasi di Rumah yang Jadi Sarang Serangga, Wajib Cek!



    Jakarta

    Meskipun segala sudut ruangan di rumah terasa bersih, tidak menutup kemungkinan hadirnya serangga. Sebab, serangga suka muncul di area yang sering tidak disadari penghuninya.

    Melansir dari situs Real Simple, setidaknya terdapat 6 area di rumah yang ternyata disukai serangga. Pastikan mengecek keenam area ini dan membersihkannya ya.

    Loteng

    Loteng merupakan tempat tersembunyi di atap rumah yang pasti jarang dicek oleh pemilik rumah. Padahal, loteng menjadi titik masuk bagi kecoa, tikus, dan hama yang lain karena terdapat celah-celah sebagai akses keluar masuk.


    Tempat Sampah

    Jika ada kaleng minuman yang dibuang ke tempat sampah dan tidak dibersihkan terlebih dahulu, cairan manis yang tertinggal dapat mengundang serangga. Oleh karena itu, sebelum membuang sampah seperti bekas makanan atau minuman, upayakan bilas atau cuci terlebih dahulu.

    Furnitur Kayu

    Pemilik rumah jarang menyadari jika furnitur kayu atau pintu dan jendela menjadi tempat yang bisa mengundang serangga apabila kayu tersebut lapuk. Tandanya adalah kayu-kayu tersebut lembap dan rusak. Untuk itu, ganti furnitur kayu yang sudah rusak untuk mencegah masuknya lebih banyak serangga.

    Tempat Sikat Gigi

    Tempat sikat gigi sangat menarik serangga karena kelembapannya. Residu dari pasta gigi bisa menjadi tempat berkembang biak bagi jamur dan menarik semut serta lalat. Solusinya adalah bersihkan tempat sikat gigi seminggu sekali dan biarkan sampai benar-benar kering.

    Tanaman

    Jika pemilik rumah hobi berkebun atau pecinta tanaman, tentu pasti mengetahui bahwa tanaman menjadi salah satu sarang hama dan serangga. Tetesan air dari pot tanaman merupakan surganya nyamuk. Maka, jika ada air yang menggenang di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara teratur.

    Wastafel

    Sama seperti tempat sikat gigi, wastafel menyimpan kelembapan yang berlebih. Terlebih lagi, lubang wastafel yang gelap, lembap, dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, disarankan membersihkan lubang wastafel menggunakan air mendidih dan cuka setiap satu bulan sekali.

    Untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah melalui area yang telah disebutkan, sebaiknya perlu dibiasakan perilaku membersihkan rumah, seperti menyingkirkan air yang tergenang, membuang sisa makanan, dan membersihkan saluran air yang tersumbat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Matikan Lampu Saat Meninggalkan Ruangan? Ini Anjurannya



    Jakarta

    Sebagian orang mungkin sering mendengar anjuran untuk mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan. Harapannya, pemilik rumah bisa hemat tagihan listrik.

    Banyak yang percaya semakin lama lampu menyala, maka semakin banyak listrik yang terpakai. Alhasil, tagihan listrik bisa membengkak. Padahal, teknologi sudah semakin maju dan peraturan zaman dulu mungkin sudah tidak berlaku saat ini.

    Lantas, sebaiknya penghuni rumah mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Real Simple, berdasarkan Department of Energy (DOE), semua bola lampu atau bohlam memiliki masa pakai yang terukur, dipengaruhi oleh seberapa sering bohlam dinyalakan dan dimatikan. Semakin sering bohlam dinyalakan dan dimatikan, semakin pendek masa pakainya.

    Oleh karena itu, daripada khawatir soal berapa lama lampu menyala, lebih baik memikirkan seberapa sering lampu tersebut dinyalakan dan dimatikan. Hal ini karena penghematan tagihan listrik dengan mematikan lampu bisa sangat kecil sedangkan biaya untuk mengganti bohlam usang secara berkala dapat melebihi biaya tersebut.

    Jadi, apakah penghuni rumah perlu mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan atau tidak menggunakannya? Jawabannya terkadang iya, tetapi sering kali tidak. Hal ini tergantung pada jenis bohlam yang digunakan.

    Menurut DOE, efektivitas biaya mematikan lampu saat meninggalkan ruangan bergantung pada jenis bohlam dan biaya listrik. Namun, secara umum, semakin hemat penggunaan energi sebuah lampu, semakin lama penghuni dapat membiarkannya menyala.

    Jenis-jenis Bohlam

    1. Pijar

    Lampu Pijar adalah bohlam yang paling tidak efisien energi. Penghuni harus mematikannya setiap kali tidak digunakan.

    2. Halogen

    Meskipun lebih efisien daripada bohlam pijar, bohlam halogen menggunakan teknologi yang sama. Lampu ini tidak seefisien bohlam CFL dan LED, jadi sebaiknya dimatikan saat tidak digunakan.

    3. CFL (Compact fluorescent lamp)

    Bohlam CFL sangat efisien dan umur pakainya dipengaruhi seberapa sering lampu dinyalakan dan dimatikan. Jadi sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum mematikannya.

    DOE menyarankan untuk membiarkan lampu menyala kalau penghuni bakal meninggalkan ruangan hanya selama 15 menit atau kurang. Jika penghuni meninggalkannya lebih lama, matikan saja lampunya.

    4. LED (Light Emitting Diode)

    Bohlam LED sangat efisien dan tidak terpengaruh oleh seberapa sering dinyalakan dan dimatikan. Jadi penghuni rumah tak perlu terlalu khawatir soal menyalakan dan mematikan lampu saat meninggalkan ruangan.

    Namun perlu diketahui saat menggunakan lampu LED, membiarkan lampu menyala selama beberapa jam tidak akan membuat perbedaan besar dalam tagihan listrik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


    Jakarta

    Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

    Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

    Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

    Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

    1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

    Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

    Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    2. Spons Sudah Kotor

    Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

    3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

    Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

    4. Noda Membandel

    Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

    Cara Menghilangkan Bau di Piring

    Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

    1. Pakai Air Panas

    Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

    Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

    2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

    Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

    Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

    3. Simpan Piring dengan Benar

    Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

    4. Buang Piring yang Retak

    Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com