Tag: rebus

  • Telur Rebus, Ceplok, Dadar: Samakah Nutrisinya?


    Jakarta

    Telur merupakan salah satu lauk favorit yang hampir selalu tersedia di meja makan. Rasanya enak, mudah diolah, dan harganya relatif terjangkau. Selain itu, telur juga dikenal sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi dengan kandungan vitamin dan mineral penting.

    Namun, banyak orang bertanya-tanya: apakah kandungan gizi telur sama saja ketika dimasak dengan cara berbeda, seperti direbus, diceplok, atau didadar?

    Jawabannya tak sesimpel itu. Meski nilai gizinya tetap tinggi, ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan. Cara memasak ternyata bisa memengaruhi jumlah kalori, kadar lemak, serta kestabilan vitamin dan antioksidan dalam telur.


    Kandungan Gizi Telur Rebus

    Boiled eggs are placed in a serving dish.Telur rebus. Foto: Getty Images/iStockphoto/prayong kotjuk

    Telur rebus dianggap sebagai cara paling sehat untuk menikmati telur. Pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) tahun 2017, kalori yang ada di dalam telur rebus sekitar 70 kkal per butir. Kandungan proteinnya sekitar 6-7 gram, dengan lemak 5 gram yang berasal murni dari kuning telur.

    Vitamin dan mineral dalam telur rebus relatif lebih stabil. Vitamin larut lemak seperti A dan D tidak banyak berkurang, sementara vitamin B kompleks, termasuk folat dan B12, juga tetap terjaga karena pemasakan dengan air biasanya tidak mencapai suhu setinggi minyak panas.

    Selain itu, telur rebus memiliki keunggulan pada kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2015) menunjukkan bahwa bioaksesibilitas lutein dan zeaxanthin lebih baik pada telur rebus dibanding telur dadar. Senyawa ini penting untuk kesehatan mata dan pencegahan degenerasi makula terkait usia.

    Bagi kelompok usia lanjut, telur rebus juga lebih mudah dicerna. Penelitian tahun 2021 dalam Foods Journal menemukan bahwa telur rebus lebih ramah bagi sistem pencernaan lansia dibanding telur dadar.

    Kandungan Gizi Telur Ceplok

    Two eggs frying in a pan with oilTelur ceplok. Foto: Getty Images/Miguel Angel Flores

    Telur ceplok atau telur mata sapi menjadi salah satu pilihan praktis. Meski kandungan proteinnya mirip telur rebus, kalori dan lemaknya dapat berbeda signifikan. Penggunaan minyak dalam menggoreng telur, menambah sekitar 40-50 kkal dan 4-5 gram lemak. Akibatnya, satu butir telur ceplok bisa mengandung sekitar 110-120 kkal dan 9 gram lemak.

    Proses penggorengan dengan panas tinggi juga bisa memengaruhi kestabilan vitamin. Vitamin A, B kompleks, dan E, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin dapat berkurang. Selain itu, kolesterol alami dalam telur dapat mengalami oksidasi saat terkena panas tinggi, menghasilkan senyawa oxysterol yang dalam beberapa studi dikaitkan dengan risiko kesehatan jantung bila dikonsumsi berlebihan.

    Meski begitu, kandungan mineral seperti zat besi, fosfor, dan selenium tetap stabil karena mineral lebih tahan terhadap panas.

    Kualitas ceplok juga bisa dipengaruhi jenis minyak. Jika menggunakan minyak sehat seperti canola atau zaitun, risiko oksidasi lebih rendah dibanding minyak jelantah atau margarin. Jadi, telur ceplok tetap bisa menjadi pilihan sehat asal dimasak dengan minyak yang baik dan tidak terlalu lama.

    Kandungan Gizi Telur Dadar

    Thai rice with omelet and chili, socalled kao kai teow in ThailandNasi telur dadar. Foto: Getty Images/justhavealook

    Telur dadar umumnya lebih lezat karena bisa ditambahkan garam, bawang, cabai, atau bahkan keju. Namun, tambahan bahan ini membuat kalori lebih tinggi. Satu telur dadar di dalam TKPI mengandung 125 kkal, dan dapat meningkat lagi jika diberi tambahan lain seperti keju.

    Kandungan protein tetap sekitar 7 gram dan kandungan lemak meningkat menjadi 9 gram. Studi dalam Food Research International (2020) menunjukkan bahwa metode dadar (omelet atau scrambled) membuat bioaksesibilitas karotenoid lebih rendah dibanding telur rebus.

    Vitamin B kompleks, terutama B12 dan folat, lebih rentan hilang dalam proses pemanasan panjang. Antioksidan lutein dan zeaxanthin juga lebih rendah pada telur dadar dibanding rebus. Meski begitu, sama seperti ceplok, mineral di dalamnya relatif tidak berubah. Kelebihan telur dadar adalah rasanya lebih variatif dan bisa menambah nafsu makan, terutama untuk anak-anak yang sulit makan.

    Kesimpulan

    Telur tetap menjadi pangan padat gizi, apa pun cara memasaknya. Namun, bagi yang sedang menjaga berat badan atau asupan lemak, telur rebus bisa jadi pilihan utama karena lebih rendah kalori dan nutrisi lebih terjaga.

    Telur ceplok dan dadar tetap kaya kandungan gizi, tetapi harus lebih diperhatikan karena lebih tinggi kalori dan lemak akibat adanya tambahan minyak. Pilih minyak sehat dan masak dengan api sedang untuk mengurangi risiko oksidasi. Untuk variasi rasa, telur dadar bisa membantu meningkatkan selera makan, khususnya anak-anak.

    Dengan memahami perbedaan ini, pilihan cara memasak bisa disesuaikan dengan kebutuhan gizi, kesehatan, dan gaya hidup sehari-hari.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Telur Rebus, Ceplok, Dadar: Samakah Nutrisinya?


    Jakarta

    Telur merupakan salah satu lauk favorit yang hampir selalu tersedia di meja makan. Rasanya enak, mudah diolah, dan harganya relatif terjangkau. Selain itu, telur juga dikenal sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi dengan kandungan vitamin dan mineral penting.

    Namun, banyak orang bertanya-tanya: apakah kandungan gizi telur sama saja ketika dimasak dengan cara berbeda, seperti direbus, diceplok, atau didadar?

    Jawabannya tak sesimpel itu. Meski nilai gizinya tetap tinggi, ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan. Cara memasak ternyata bisa memengaruhi jumlah kalori, kadar lemak, serta kestabilan vitamin dan antioksidan dalam telur.


    Kandungan Gizi Telur Rebus

    Boiled eggs are placed in a serving dish.Telur rebus. Foto: Getty Images/iStockphoto/prayong kotjuk

    Telur rebus dianggap sebagai cara paling sehat untuk menikmati telur. Pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) tahun 2017, kalori yang ada di dalam telur rebus sekitar 70 kkal per butir. Kandungan proteinnya sekitar 6-7 gram, dengan lemak 5 gram yang berasal murni dari kuning telur.

    Vitamin dan mineral dalam telur rebus relatif lebih stabil. Vitamin larut lemak seperti A dan D tidak banyak berkurang, sementara vitamin B kompleks, termasuk folat dan B12, juga tetap terjaga karena pemasakan dengan air biasanya tidak mencapai suhu setinggi minyak panas.

    Selain itu, telur rebus memiliki keunggulan pada kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2015) menunjukkan bahwa bioaksesibilitas lutein dan zeaxanthin lebih baik pada telur rebus dibanding telur dadar. Senyawa ini penting untuk kesehatan mata dan pencegahan degenerasi makula terkait usia.

    Bagi kelompok usia lanjut, telur rebus juga lebih mudah dicerna. Penelitian tahun 2021 dalam Foods Journal menemukan bahwa telur rebus lebih ramah bagi sistem pencernaan lansia dibanding telur dadar.

    Kandungan Gizi Telur Ceplok

    Two eggs frying in a pan with oilTelur ceplok. Foto: Getty Images/Miguel Angel Flores

    Telur ceplok atau telur mata sapi menjadi salah satu pilihan praktis. Meski kandungan proteinnya mirip telur rebus, kalori dan lemaknya dapat berbeda signifikan. Penggunaan minyak dalam menggoreng telur, menambah sekitar 40-50 kkal dan 4-5 gram lemak. Akibatnya, satu butir telur ceplok bisa mengandung sekitar 110-120 kkal dan 9 gram lemak.

    Proses penggorengan dengan panas tinggi juga bisa memengaruhi kestabilan vitamin. Vitamin A, B kompleks, dan E, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin dapat berkurang. Selain itu, kolesterol alami dalam telur dapat mengalami oksidasi saat terkena panas tinggi, menghasilkan senyawa oxysterol yang dalam beberapa studi dikaitkan dengan risiko kesehatan jantung bila dikonsumsi berlebihan.

    Meski begitu, kandungan mineral seperti zat besi, fosfor, dan selenium tetap stabil karena mineral lebih tahan terhadap panas.

    Kualitas ceplok juga bisa dipengaruhi jenis minyak. Jika menggunakan minyak sehat seperti canola atau zaitun, risiko oksidasi lebih rendah dibanding minyak jelantah atau margarin. Jadi, telur ceplok tetap bisa menjadi pilihan sehat asal dimasak dengan minyak yang baik dan tidak terlalu lama.

    Kandungan Gizi Telur Dadar

    Thai rice with omelet and chili, socalled kao kai teow in ThailandNasi telur dadar. Foto: Getty Images/justhavealook

    Telur dadar umumnya lebih lezat karena bisa ditambahkan garam, bawang, cabai, atau bahkan keju. Namun, tambahan bahan ini membuat kalori lebih tinggi. Satu telur dadar di dalam TKPI mengandung 125 kkal, dan dapat meningkat lagi jika diberi tambahan lain seperti keju.

    Kandungan protein tetap sekitar 7 gram dan kandungan lemak meningkat menjadi 9 gram. Studi dalam Food Research International (2020) menunjukkan bahwa metode dadar (omelet atau scrambled) membuat bioaksesibilitas karotenoid lebih rendah dibanding telur rebus.

    Vitamin B kompleks, terutama B12 dan folat, lebih rentan hilang dalam proses pemanasan panjang. Antioksidan lutein dan zeaxanthin juga lebih rendah pada telur dadar dibanding rebus. Meski begitu, sama seperti ceplok, mineral di dalamnya relatif tidak berubah. Kelebihan telur dadar adalah rasanya lebih variatif dan bisa menambah nafsu makan, terutama untuk anak-anak yang sulit makan.

    Kesimpulan

    Telur tetap menjadi pangan padat gizi, apa pun cara memasaknya. Namun, bagi yang sedang menjaga berat badan atau asupan lemak, telur rebus bisa jadi pilihan utama karena lebih rendah kalori dan nutrisi lebih terjaga.

    Telur ceplok dan dadar tetap kaya kandungan gizi, tetapi harus lebih diperhatikan karena lebih tinggi kalori dan lemak akibat adanya tambahan minyak. Pilih minyak sehat dan masak dengan api sedang untuk mengurangi risiko oksidasi. Untuk variasi rasa, telur dadar bisa membantu meningkatkan selera makan, khususnya anak-anak.

    Dengan memahami perbedaan ini, pilihan cara memasak bisa disesuaikan dengan kebutuhan gizi, kesehatan, dan gaya hidup sehari-hari.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Sayuran Lebih Sehat Dimasak atau Dimakan Mentah? Cek Faktanya di Sini


    Jakarta

    Banyak orang percaya sayuran paling sehat adalah yang dimakan mentah karena kandungan vitamin, mineral dan enzimnya dianggap lebih banyak. Perdebatan tentang apakah sayur lebih bermanfaat dimakan mentah atau matang terus membuat penasaran dan seperti tidak ada habisnya.

    Melansir berbagai sumber, artikel ini akan membahas lebih dalam kandungan nutrisi sayur yang dimasak dan mentah untuk memberikan wawasan yang luas dalam menentukan pilihan yang related dengan kebutuhan tubuh.

    Nutrisi di dalam Sayuran

    Sayuran mengandung berbagai nutrisi esensial:


    • Antioksidan, yaitu senyawa yang melindungi dan memperbaiki sel dari radikal bebas yang dihasilkan dari proses oksidasi di dalam tubuh.
    • Vitamin, termasuk vitamin A, vitamin C dan beberapa vitamin B.
    • Mineral, termasuk kalium, zat besi, kalsium dan magnesium.
    • Serat, karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna tetapi penting untuk kelancaran pencernaan.

    Kenapa cara memasak berpengaruh?

    Beberapa sayuran yang dimasak dapat kehilangan nutrisi, sedangkan yang lain ada yang meningkatkan kandungan nutrisi. Hal ini jadi sedikit rumit tergantung dari jenis sayurannya.

    Memasak mengubah struktur sel tumbuhan, melunakkan dinding sel dan mempengaruhi ketersediaan nutrien. Pemanasan dapat menghilangkan antinutrien (seperti lektin, fitat, oksalat) dan toksin alami, tetapi juga dapat mengurangi vitamin larut air seperti vitamin C dan beberapa vitamin B.

    Sayur lebih baik dimakan mentah

    Beberapa sayuran kaya vitamin C, folat, dan enzim yang sensitif panas sehingga nutrisi itu lebih utuh saat mentah. Contoh sayuran:

    • Selada
    • Kubis
    • Mentimun
    • Paprika
    • Tomat segar
    • Brokoli muda (sprout)
    • Lobak.

    Dikutip dari Jurnal Heliyon, metode memasak tertentu, terutama merebus lama, mengakibatkan kehilangan ascorbic acid (vitamin C) yang signifikan, sehingga jika tujuan utama adalah mendapat vitamin C, konsumsi sayuran dengan cara memasak menggunakan metode lain atau konsumsi mentah lebih menguntungkan.

    Serat yang ada di dalam sayuran mentah lebih utuh, yang dapat meningkatkan rasa kenyang bertahan lama dan mengandung kalori yang lebih rendah. Sehingga sangat baik untuk diet penurun berat badan.

    Selain itu, sayuran mentah kaya akan nutrisi penting, antioksidan, dan enzim yang mendukung berbagai fungsi tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

    Sayur lebih baik dimasak lebih dulu

    Beberapa nutrien yang terkandung dalam sayuran malah meningkat setelah dimasak:

    • Tomat: kandungan likopen (antioksidan kuat) menjadi lebih banyak dan lebih mudah diserap setelah dipanaskan karena pemecahan dinding sel, sehingga tomat yang dimasak seringkali lebih bernutrisi daripada tomat mentah pada likopen yang terkandung.
    • Wortel, labu, ubi: beta-karoten lebih mudah diekstrak dan diserap oleh tubuh setelah dimasak.
    • Bayam, sawi, kale: memasak singkat mengurangi antinutrien (oksalat) sehingga meningkatkan penyerapan kalsium dan zat besi dari makanan tersebut.

    Secara umum, metode memasak yang singkat (steam/kukus, tumis cepat) sering menyeimbangkan antara mempertahankan dan meningkatkan kandungan nutrien.

    Sayur yang telah dimasak juga menjadi lebih mudah dicerna dan mengurangi kerja saluran cerna menjadi lebih ringan. Hal ini disebabkan oleh terurainya dinding sel dari sayuran setelah dimasak.

    Memasak sayuran dapat meningkatkan keamanan makanan dari kontaminasi agen infeksi. Memasak sayuran juga mungkin memberikan daya tarik visual yang lebih cerah dan menarik.

    Ada Sayur yang Wajib dimasak

    Beberapa sayuran jika dikonsumsi mentah, berisiko menyebabkan keracunan atau gangguan pencernaan:

    • Kacang merah: mengandung lectin/phytohaemagglutinin yang bisa menyebabkan mual, muntah dan diare. Rebus hingga matang dapat menghancurkan toksin ini.
    • Singkong dan daun singkong: mengandung glikosida sianogenik yang bisa melepaskan sianida. Rebus hingga matang dapat menurunkan kadar racun ini.
    • Kentang: mengandung solanin, zat berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan sistem saraf.
    • Pare dan terong mentah dalam jumlah banyak: bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut karena adanya kandungan alkaloid.

    Oleh karena itu, penting untuk tidak sembarangan mengkonsumsi sayuran mentah hanya karena dianggap lebih “sehat”.

    Kesimpulan

    Jadi, apakah sayur lebih sehat dimakan mentah atau dimasak? Sampai saat ini belum ada studi ilmiah yang membandingkan hal tersebut. Tergantung jenisnya, ada sayuran yang lebih baik mentah, ada pula yang lebih bermanfaat setelah dimasak, dan beberapa yang harus dimasak demi keamanan.

    Sayur kaya vitamin C dan enzim seperti paprika, selada, mentimun, dan brokoli muda lebih baik dimakan mentah agar nutrisinya tetap dipertahankan, lebih renyah dan praktis.

    Sayur kaya karotenoid seperti wortel, labu, dan tomat justru lebih bermanfaat setelah dimasak karena nutrisinya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh, serta mendapatkan keamanan makanan dari kontaminasi.

    Beberapa sayuran seperti singkong, kacang merah, dan kentang harus dimasak karena bisa beracun bila dimakan mentah.

    Baik dimasak atau mentah, sayuran tetap memberikan efek kesehatan yang berharga. Dengan variasi yang tepat, menggabungkan sayur mentah dan matang dalam menu sehari-hari adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat maksimal dan mengarah pada gaya hidup yang lebih sehat.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Camilan Sehat yang Baik untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Tidak sedikit yang sepenuhnya menghindari camilan saat diet demi memastikan proses diet atau penurunan berat badan berjalan lancar.

    Faktanya, mengonsumsi camilan justru dapat mendukung proses penurunan berat badan, dengan catatan tetap memerhatikan jenis juga porsi camilan yang dikonsumsi.

    Camilan sehat yang kaya akan nutrisi, seperti serat dan protein, dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu lapar. Kedua hal ini sangat penting dalam proses pengelolaan berat badan.


    Tak hanya itu, banyak camilan sehat mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk tubuh tetap sehat dan bugar saat sedang melakukan diet.

    Lantas, apa saja camilan sehat yang dapat menunjang proses penurunan berat badan tersebut? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya.

    1. Apel dan Selai Kacang

    Selai kacang mengandung seluruh nutrisi yang dapat meningkatkan rasa kenyang, seperti lemak sehat, protein nabati, dan serat. Di sisi lain, apel merupakan salah satu buah dengan kandungan serat tinggi.

    Kombinasi apel dan selai kacang menghasilkan camilan yang renyah dan creamy. Namun perlu diingat, pilihlah selai kacang yang tidak mengandung gula tambahan.

    2. Greek Yogurt dan Buah Beri

    Greek yogurt mengandung protein yang sangat tinggi. Di sisi lain, buah beri (blackberry, blueberry, stroberi) merupakan salah satu sumber antioksidan terbaik.

    Kombinasi keduanya tidak hanya menghasilkan camilan yang penuh rasa, tapi juga kaya akan beragam nutrisi yang dapat mendukung penurunan berat badan.

    3. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan merupakan camilan penuh nutrisi yang ideal saat sedang diet. Sebab, kacang-kacangan menyediakan asupan protein, serat, dan lemak sehat yang seimbang.

    Sejumlah studi menunjukkan konsumsi kacang-kacangan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun jangan mengonsumsi kacang-kacangan dalam jumlah banyak karena bisa meningkatkan asupan kalori harian.

    4. Coklat Hitam dan Almond

    Coklat hitam dan almond merupakan kombinasi yang ideal. Coklat hitam mengandung antioksidan, sementara almond kaya akan lemak sehat yang mengenyangkan.

    Cobalah mencampurkan beberapa keping coklat hitam dengan segenggam almond untuk menikmati camilan yang kaya akan nutrisi.

    5. Puding Chia

    Biji chia mengandung serat, asam lemak omega-3, dan protein nabati yang dapat menunjang penurunan berat badan. Ketika direndam dalam air, biji chia dapat berubah seperti jeli sehingga cocok dijadikan bahan untuk puding.

    Untuk memperkaya rasa, cobalah padukan puding chia dengan aneka buah-buahan.

    6. Telur Rebus

    Camilan sehat untuk diet tidak selalu ribet. Sesimpel telur rebus saja sudah bisa menjadi camilan untuk menunjang penurunan berat badan.

    Kandungan protein tinggi pada telur juga membuat makanan ini sangat mengenyangkan. Selain itu, telur juga kaya akan nutrisi penting lain, seperti vitamin D, folat, dan kolin.

    (dpy/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Seberapa Efektif Diet dengan Telur Rebus? Begini Kata Pakar


    Jakarta

    Telur rebus merupakan salah satu menu yang kerap dikonsumsi saat diet, yang sering disebut diet telur rebus. Selama diet, makanan utama yang dikonsumsi adalah telur rebus.

    Biasanya, dalam sehari seseorang bisa makan 2-3 butir telur. Lantas, bagaimana cara kerjanya?

    Dikutip dari Everyday Health, ada beberapa versi diet telur rebus. Diet yang paling umum yakni:


    • Sarapan dengan dua butir telur dan satu potong buah.
    • Selain itu mengkonsumsi sayuran yang rendah karbohidrat atau protein opsional.
    • Makan siang dengan telur atau protein rendah lemak, serta sayuran rendah karbohidrat.
    • Makan malam telur atau protein rendah lemak, dan sayuran rendah karbohidrat.

    Lantas, apakah diet telur rebus efektif?

    Secara keseluruhan, diet ini mengandung makanan sehat, tetapi bukan diet yang seimbang dan sehat. Diet telur rebus sangat ketat, sangat rendah kalori, dan hanya tren sesaat.

    “Saya rasa Anda tidak boleh menjalani diet yang mengharuskan Anda terobsesi dengan satu makanan,” kata Lisa Young, PhD, RDN, penulis Finally Full, Finally Slim yang berbasis di New York City.

    Telur menjadi makanan pokok dalam diet ini. Menurut Dr Young, telur rebus memang sehat, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya makanan utama.

    American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa orang yang sehat dapat mengkonsumsi hingga satu butir telur per hari, dan orang yang lebih tua dengan kadar kolesterol yang sehat dapat mengonsumsi dua butir telur.

    “Telur merupakan sarapan yang lezat. Telur rebus adalah camilan yang bergizi, tetapi menurut saya mengonsumsi berbagai jenis makanan merupakan cara makan yang lebih sehat,” sambungnya.

    Menurut Dr Young, hal yang baik tentang telur adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Satu butir telur rebus berukuran besar mengandung 78 kalori, 6,3 gram (g) protein, 5,3 g lemak, 0,6 g karbohidrat, dan 0 g serat.

    “Telur merupakan protein lengkap dan mengandung nutrisi seperti vitamin D dan kolin,” terang Amy Shapiro, RD, pendiri dan direktur Real Nutrition di New York City.

    Protein lengkap adalah protein yang mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup. Kolin merupakan nutrisi yang membantu menghasilkan neurotransmitter yang mengatur memori dan suasana hati, serta berbagai fungsi lainnya.

    “Meskipun satu studi kecil telah mengaitkan sarapan berprotein tinggi yang mengandung telur dengan membantu pelaku diet menurunkan berat badan. Tidak ada yang ajaib tentang telur untuk menurunkan berat badan,” beber Shapiro.

    NEXT: Apakah aman menjalani diet telur rebus?

    Jika memiliki riwayat gangguan makan, diet ketat apapun (termasuk diet telur rebus) tidak cocok. Mereka yang hidup dengan kondisi kesehatan kronis, terutama yang memerlukan pengobatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum membuat perubahan drastis pada pola makan mereka.

    Di sisi lain, orang yang tidak memiliki riwayat gangguan makan atau kondisi kesehatan saat ini cenderung tidak menghadapi masalah kesehatan, jika mereka melakukan diet telur rebus dalam jangka pendek.

    “Saya menganggap ini sebagai diet karpet merah. Ini hanya sesuatu yang bisa dicoba ketika Anda ingin melihat hasilnya dengan cepat dan Anda tidak keberatan merasa dibatasi untuk waktu yang singkat,” tutur Shapiro.

    Ditambah lagi, masih ada kebingungan tentang apakah telur baik, karena mengandung kolesterol makanan. Setiap telur rebus mengandung 186 mg kolesterol.

    Satu studi menyimpulkan bahwa setiap tambahan 300 mg kolesterol makanan yang dikonsumsi per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat penyebab apapun masing-masing sebesar 17 dan 18 persen.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Anak Kos Mau ‘Clean Eating’, Ini Rekomendasi Menu Murah ala Dokter Gizi


    Jakarta

    Viral di media sosial X anak kos yang ingin diet clean eating tapi bingung menu yang murah sebab pola makan itu sering disebut-sebut menguras kantong. Clean eating sendiri merupakan pola makan yang berfokus pada makanan utuh dan minim pengawet.

    “Yang kurangin makan tepung tuh makannya apa? Sebagai anak kos kl mau clean eating jd bingung sendiri harus makan apa,” tulis salah satu akun di X, dikutip detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Sumpahh, kaya gabisa lepas dari tepung bjirr. Lebih gampang gula daripada tepung,” tulis akun lainnya.


    “Bentar, terus kalian sumber karbonya dari mana? Umbi-umbian kah?,” tambah akun lainnya.

    “Aseliiii bingung juga,” tulis akun lainnya.

    Terkait hal ini, spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengatakan makanan yang bisa dipilih untuk clean eating sebenarnya banyak dan tergolong murah, sehingga ini akan membantu anak-anak kos terkait budget.

    “Clean eating itu kan metode diet di mana meminimalisir makan makanan yang terlalu banyak pengolahannya, terutama banyak penambahan seperti pengawet, perasa, dan lain-lain,” kata dr Putri saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Makanan clean eating nggak harus mahal, jadi untuk anak kos-kosan bisa yang simpel misalkan sarapan dengan telur rebus, kentang rebus, atau roti gandum atau tawar, dengan telur omelet ala-ala, atau salad parutan wortel dengan daun selada, itu kan murah meriah,” lanjut dia.

    dr Putri menambahkan bahwa clean eating ini memang mengutamakan mengonsumsi makanan yang lebih segar. Misalkan makanan yang dikukus, direbus, atau yang alami seperti salad.

    “Tidak harus mahal, kalaupun mau diolah yang lain bisa ditumis. Kalau protein hewani seperti ikan, itu bisa dikukus atau dimasak kuah gitu,” katanya.

    dr Putri menegaskan bahwa ada beberapa jenis makanan yang wajib dihindari oleh mereka yang ingin melakukan clean eating.

    “Yang terlalu banyak pemrosesan, pemanis, pengawet, perasa. Jadi untuk gula, garam, atau bumbu-bumbu yang lain itu hanya sebatas bumbu aja, jangan sampai berlebihan,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Anak Kos Mau ‘Clean Eating’, Ini Rekomendasi Menu Murah ala Dokter Gizi


    Jakarta

    Viral di media sosial X anak kos yang ingin diet clean eating tapi bingung menu yang murah sebab pola makan itu sering disebut-sebut menguras kantong. Clean eating sendiri merupakan pola makan yang berfokus pada makanan utuh dan minim pengawet.

    “Yang kurangin makan tepung tuh makannya apa? Sebagai anak kos kl mau clean eating jd bingung sendiri harus makan apa,” tulis salah satu akun di X, dikutip detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Sumpahh, kaya gabisa lepas dari tepung bjirr. Lebih gampang gula daripada tepung,” tulis akun lainnya.


    “Bentar, terus kalian sumber karbonya dari mana? Umbi-umbian kah?,” tambah akun lainnya.

    “Aseliiii bingung juga,” tulis akun lainnya.

    Terkait hal ini, spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengatakan makanan yang bisa dipilih untuk clean eating sebenarnya banyak dan tergolong murah, sehingga ini akan membantu anak-anak kos terkait budget.

    “Clean eating itu kan metode diet di mana meminimalisir makan makanan yang terlalu banyak pengolahannya, terutama banyak penambahan seperti pengawet, perasa, dan lain-lain,” kata dr Putri saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Makanan clean eating nggak harus mahal, jadi untuk anak kos-kosan bisa yang simpel misalkan sarapan dengan telur rebus, kentang rebus, atau roti gandum atau tawar, dengan telur omelet ala-ala, atau salad parutan wortel dengan daun selada, itu kan murah meriah,” lanjut dia.

    dr Putri menambahkan bahwa clean eating ini memang mengutamakan mengonsumsi makanan yang lebih segar. Misalkan makanan yang dikukus, direbus, atau yang alami seperti salad.

    “Tidak harus mahal, kalaupun mau diolah yang lain bisa ditumis. Kalau protein hewani seperti ikan, itu bisa dikukus atau dimasak kuah gitu,” katanya.

    dr Putri menegaskan bahwa ada beberapa jenis makanan yang wajib dihindari oleh mereka yang ingin melakukan clean eating.

    “Yang terlalu banyak pemrosesan, pemanis, pengawet, perasa. Jadi untuk gula, garam, atau bumbu-bumbu yang lain itu hanya sebatas bumbu aja, jangan sampai berlebihan,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Makanan Ini Bikin Perut Kenyang Tahan Lama, Cocok Dikonsumsi yang Lagi Diet

    Jakarta

    Mengatur pola makan menjadi alah satu kunci keberhasilan seseorang untuk menurunkan berat badan. Agar diet menjadi lebih mudah,penting untuk memilih makanan yang bisa membuat perut kenyang lebih lama.

    Makanan mengenyangkan yang dimaksud kaya akan serat, protein, dan air, yang semuanya berperan dalam memperlambat proses pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Makanan ini membantu menekan rasa lapar sehingga dapat menghindari keinginan untuk makan berlebihan. Karenanya, proses menjaga berat badan menjadi lebih mudah dan tidak terlalu membatasi. Berikut makanan mengenyangkan yang sehat untuk bantu jaga berat badan, dikutip dari Healthline.


    1. Kentang Rebus

    Kentang yang dimasak bersama kulitnya adalah sumber vitamin C dan kalium yang baik. Makanan ini memiliki kandungan air dan karbohidrat yang tinggi, serta dilengkapi dengan serat dan protein dalam jumlah sedang, namun hampir tidak mengandung lemak.

    Dibandingkan sumber karbohidrat lain, kentang terbukti lebih mengenyangkan. Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa mengonsumsi kentang bersama daging dan sayuran memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan dengan nasi atau pasta.

    Hal ini dikarenakan kepadatan energinya yang rendah, sehingga dengan jumlah karbohidrat yang sama, porsi kentang bisa lebih besar, meningkatkan volume makanan yang dikonsumsi dan mempercepat rasa kenyang.

    2. Telur

    Telur merupakan sumber protein yang sangat baik dan padat nutrisi. Sebagian besar nutrisi penting, seperti antioksidan lutein dan zeaxanthin, yang bermanfaat bagi kesehatan mata, ditemukan dalam kuning telur.

    Telur juga mengandung protein berkualitas tinggi, satu butir telur besar mengandung sekitar 6 gram protein lengkap dengan sembilan asam amino esensial.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi telur untuk sarapan dapat membuat seseorang merasa lebih kenyang dan mengurangi asupan kalori pada waktu makan berikutnya, dibandingkan dengan sarapan sereal dan susu. Oleh karena itu, telur tidak hanya kaya nutrisi tetapi juga membantu dalam pengelolaan nafsu makan.

    3. Oatmeal

    Oatmeal, yang terbuat dari oat, merupakan pilihan sarapan yang populer dan sehat. Dengan kandungan kalori yang relatif rendah dan kaya akan serat, terutama serat larut yang disebut beta-glukan, oatmeal menjadi pilihan yang mengenyangkan.

    Serat beta-glukan dalam oatmeal membantu memperlambat pengosongan perut dan meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, kemampuan oatmeal untuk menyerap air juga membantu memperbesar volume makanan di dalam lambung, memberikan rasa kenyang lebih lama.

    4. Sup

    Meskipun sering dianggap bahwa makanan cair kurang mengenyangkan dibandingkan dengan makanan padat, penelitian menunjukkan bahwa sup bisa menjadi pengecualian.

    Dalam satu studi, partisipan yang mengonsumsi sup kental atau sup halus dilaporkan merasa lebih kenyang dibandingkan dengan mereka yang makan makanan padat.

    Sup halus memberikan efek kenyang terbesar, diikuti oleh sup kental, dan keduanya memperlambat pengosongan perut dibandingkan makanan padat. Ini menunjukkan bahwa sup bisa menjadi pilihan yang baik jika ingin merasa kenyang lebih lama dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

    5. Greek Yogurt

    Greek yogurt berbeda dari yogurt biasa karena teksturnya yang lebih kental dan kandungan protein yang lebih tinggi. Ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk sarapan atau sebagai camilan sehat yang membantu menjaga rasa kenyang hingga waktu makan berikutnya.

    Dalam sebuah penelitian, partisipan yang mengonsumsi greek yogurt sebelum makan pizza dilaporkan makan lebih sedikit pizza dibandingkan dengan partisipan yang mengonsumsi produk susu lainnya.

    Ini menunjukkan bahwa greek yogurt tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga dapat membantu mengurangi asupan kalori pada waktu makan berikutnya.

    6. Daging Tanpa Lemak

    Daging tanpa lemak merupakan sumber protein tinggi yang sangat mengenyangkan. Meningkatkan asupan makanan berprotein tinggi seperti daging dapat membantu mengontrol nafsu makan.

    Penelitian menunjukkan bahwa makanan berprotein tinggi berdampak lebih besar pada hormon pengatur rasa lapar dan nafsu makan dibandingkan dengan makanan yang kaya karbohidrat. Mengonsumsi daging dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama, yang membantu mengurangi asupan kalori.

    (suc/suc)



    Sumber : health.detik.com