Tag: rektum

  • Toilet Duduk Vs Toilet Jongkok, Mending yang Mana Ya?


    Jakarta

    Ada dua jenis pilihan toilet berdasarkan cara penggunaannya, yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Setiap orang pasti punya preferensinya masing-masing saat memilih bentuk toilet.

    Namun, ternyata posisi saat buang air besar (BAB) berpengaruh terhadap kesehatan dan kelancaran BAB, lho. Tentunya, kedua toilet ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Dari segi model hingga pengaruh terhadap kelancaran dan kesehatan bisa jadi pertimbangan kamu. Dikutip dari Alodokter, Jumat (4/10/2024), yuk, simak penjelasannya berikut ini,


    Toilet Duduk

    Ilustrasi toilet Toilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya/Foto: Thinkstock

    Kelebihan Toilet Duduk

    – Desain Modern dan Mewah

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah-rumah yang baru dibangun karena merepresentasikan tingkat modernitas rumah tersebut.

    Dibanding toilet jongkok yang terkesan lebih kuno, toilet duduk punya perkembangan yang lebih masif. Buktinya, kini hadir toilet duduk smart toilet yang serba otomatis.

    – Nyaman Digunakan

    Bagi sebagian orang, toilet duduk lebih nyaman dipakai. Khususnya bagi lansia, wanita yang hamil besar, atau penderita cedera lutut.

    – Mudah Dipakai

    Dibanding toilet jongkok, toilet duduk lebih mudah digunakan karena kita tidak perlu repot menyiram kotoran bekas BAB dengan air gayung. Cukup satu sentuhan, kotoran akan bersih.

    Kekurangan Toilet Duduk

    – Lebih Mahal

    Harga toilet duduk lebih mahal ketimbang toilet jongkok. Apalagi untuk jenis toilet pintar alias smart toilet.

    – Kurang Sehat

    Berdasarkan penelitian, BAB menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar daripada toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengejan saat BAB dan duduk terlalu lama di toilet duduk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Selain itu, penggunaan toilet duduk bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit diare, flu, hingga infeksi kulit. Soalnya, kulit akan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri E.coli dan Shigella atau virus hepatitis A dan norovirus.

    Toilet Jongkok

    PT KAI membenahi toilet Stasiun GambirToilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya Foto: Dina Rayanti-detikFinance

    Kelebihan Toilet Jongkok

    – Lebih Murah

    Harga toilet jongkok lebih murah dibanding dengan toilet duduk.

    – Lebih Sehat

    Menggunakan toilet jongkok memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Sejumlah penelitian menyebut, posisi jongkok saat BAB lebih efektif melancarkan proses BAB. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh yang mendukung proses BAB.

    Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih relaks. Dengan begitu, BAB pun menjadi lebih mudah dan tinja bisa keluar lebih maksimal.

    Sedangkan, pada posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini bisa mengganggu kelancaran BAB.

    Penelitian lain menyebutkan, BAB menggunakan toilet jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit, dan wasir. Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil karena dapat menjaga kekuatan otot panggul.

    Kekurangan Toilet Jongkok

    – Modelnya Kuno

    Karena sudah ada sejak zaman dahulu, toilet jongkok dianggap kuno dan perkembangan modelnya pun tak semasif toilet duduk.

    – Kurang Nyaman

    Dianggap kurang nyaman digunakan karena dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha.

    Tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendinitis

    Jadi, kamu pilih toilet duduk atau toilet jongkok?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pilih Kloset Duduk atau Jongkok? Ini Plus-Minusnya


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki kloset sebagai tempat untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Saat ini, ada dua jenis kloset yang umum dipakai masyarakat, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai tempat untuk BAB dan BAK. Meski begitu, baik kloset duduk dan kloset jongkok punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Hal ini yang kerap bikin bimbang penghuni rumah setiap kali membangun atau merenovasi kamar mandi. Jadi, lebih baik pilih kloset duduk atau jongkok? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Kloset Duduk vs Kloset Jongkok, Pilih Mana?

    Di era modern, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kloset duduk di kamar mandi. Begitu juga pada mal besar hingga gedung kantor, hampir semuanya memilih memakai kloset duduk daripada jongkok.

    Namun, sebagian orang masih nyaman menggunakan kloset jongkok karena dinilai lebih sehat untuk tubuh. Benarkah?

    Dilansir situs Bladder & Bowel UK, Selasa (10/6/2025), sebuah penelitian pada 2003 menunjukkan bahwa orang yang jongkok lebih sedikit mengalami tegang dan butuh waktu lebih sedikit untuk BAB daripada di kloset duduk.

    Penelitian lain pada 2020 lalu mengungkapkan, posisi jongkok saat BAB dapat menurunkan tekanan perut sehingga lebih sedikit tenaga yang dikeluarkan untuk mengosongkan isi usus. Hal ini memengaruhi fungsi otot puborectalis menjadi rileks dan rektum berada di posisi lurus, sehingga lebih gampang mengeluarkan feses dari tubuh.

    Jika dilihat dari segi desain, kloset duduk dinilai lebih baik daripada kloset jongkok. Bahkan, banyak perusahaan yang berlomba-lomba membuat dan mendesain kloset duduk yang nyaman, canggih, serta mengusung smart toilet yang serba otomatis.

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah modern karena dapat mempresentasikan tingkat modernitas pada hunian tersebut. Dibandingkan toilet jongkok yang terkesan kuno dan harus disiram secara menual.

    Desain kloset yang mengusung kenyamanan membuat kloset duduk banyak dipilih oleh lansia, wanita hamil besar, atau orang yang mengalami cedera lutut. Sebab, mereka tak perlu repot-repot harus jongkok yang justru sangat berisiko bagi kesehatan.

    Jika detikers masih bimbang, simak kelebihan dan kekurangan kloset duduk dan kloset jongkok di bawah ini:

    Kelebihan Kloset Duduk

    • Desain kloset lebih modern dan mewah, cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis, modern, atau industrial
    • Lebih nyaman digunakan karena kaki tidak cepat pegal
    • Banyak produsen yang meluncurkan produk smart closet dan diklaim lebih canggih, efektif, dan nyaman.

    Kekurangan Kloset Duduk

    • Harganya jauh lebih mahal daripada kloset jongkok, terutama pada kloset yang mengusung konsep smart closet
    • Kurang sehat karena dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Kelebihan Kloset Jongkok

    • Harganya lebih murah daripada kloset duduk
    • Lebih sehat bagi tubuh
    • BAB jadi lebih lancar
    • Mencegah penyakit seperti wasir atau sembelit.

    Kekurangan Kloset Jongkok

    • Modelnya kuno dan sudah ketinggalan zaman, sehingga tidak cocok untuk hunian modern
    • Kurang nyaman jika digunakan dalam waktu lama karena menyebabkan nyeri dan pegal di paha serta tumit
    • Tidak semua orang dapat menggunakan kloset jongkok, khususnya lansia, wanita hamil besar, hingga orang yang sedang mengalami cedera pada kaki.

    Sejarah Singkat Kloset Duduk

    Sebenarnya, manusia sejak zaman dahulu menerapkan cara jongkok untuk BAB. Namun, seiring perkembangan zaman mulai ditemukan kloset duduk agar lebih nyaman saat buang hajat.

    Dikutip dari Medium, toilet awalnya berupa tanah yang diberi lubang dan dirancang agar nyaman untuk BAB dengan cara jongkok. Namun pada abad ke-16, terciptalah toilet siram pertama yang digagas oleh Sir John Harington.

    Saat itu, Harington mendesain kloset yang dikhususkan untuk Ratu Elizabeth I. Toilet ini dapat membantu sang ratu ketika di kamar mandi, sebab gaun yang dikenakan saat itu punya berat hingga 18 kilogram.

    Meski desain Harington dianggap revolusioner pada masanya, tapi kloset duduk berfokus pada kenyamanan dan kemudahan. Toilet ini dirancang agar sesuai dengan gaya hidup orang Barat yang kaya dan terpandang, sehingga saat buang hajat pun harus duduk di kursi dan memakai pakaian formal.

    Hal ini justru berbanding terbalik di kawasan Timur, terutama di Asia. Toilet jongkok tetap digunakan pada banyak masyarakat karena dinilai praktis, murah, dan selaras dengan gaya hidup yang sederhana. Bahkan, toilet jongkok masih banyak digunakan oleh warga yang tinggal di pedesaan.

    Itu dia kelebihan dan kekurangan kloset duduk dengan kloset jongkok. Jadi, mau pilih yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Dudukan Kloset Pakai Tisu Malah Bikin Tambah Kotor!



    Jakarta

    Tisu merupakan sejenis kertas tipis yang bisa digunakan untuk apa saja. Salah satunya adalah digunakan untuk membersihkan permukaan kloset yang basah.

    Budaya di Indonesia masih memakai shower kecil dan keran, bisa saja air berceceran hingga ke permukaan lubang kloset. Untuk membersihkan bagian tempat duduk toilet, biasanya memakai tisu karena tidak ada yang tahu air yang bercecer di sana itu air bersih atau sudah terkontaminasi dengan kotoran orang lain.

    Meskipun terlihat sangat membantu, ternyata menurut produsen penggunaan tisu untuk membersihkan permukaan kloset sangat tidak dianjurkan. Dilansir BBC, perusahaan produsen toilet asal Jepang, Toto mengungkapkan tisu dapat menimbulkan goresan. Hal ini disebabkan karena permukaan tisu tersebut dapat mengikis pelindung pada permukaan kloset.


    Dudukan kloset terbuat dari resin plastik yang juga rentan terhadap gesekan. Apabila dipegang, permukaan tisu memang lembut, tetapi debu atau partikel halus yang menempel pada tisu bisa menyebabkan goresan ketika diusap. Hal ini berlaku bagi tisu kering dan kain. Goresan tersebut bisa membuat lubang yang berpotensi sebagai tempat kotoran menempel, lama kelamaan permukaan kloset yang putih bisa berubah warna.

    Peringatan ini bukan hanya dilontarkan oleh perwakilan perusahaan produsen kloset, para ahli kebersihan juga menyampaikan hal yang sama. Mereka menyarankan lebih baik menggunakan kain lembut yang telah direndam dalam detergen atau air bersih biasa untuk membersihkan dudukan toilet daripada menggunakan tisu. Cara ini lebih aman, dapat membersihkan dudukan toilet, dan tidak menimbulkan goresan pada dudukan toilet.

    Selain melarang penggunaan tisu, penggunaan bahan pengencer, penggosok nilon atau logam, atau bahan abrasif lainnya juga berpotensi merusak permukaan dudukan toilet.

    Toto berkomitmen, akan membuat inovasi baru dengan membuat kloset dari material yang lebih aman sehingga jika ada penggunanya yang tetap menggunakan tisu tidak akan mempengaruhi kualitas permukaan kloset.

    Di luar itu, ada larangan lain saat berada di toilet. Menurut laporan dari NDTV, para ahli juga melarang seseorang terlalu lama duduk di kloset, terutama sembari membawa ponsel. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Posisi duduk di toilet merupakan posisi tubuh yang tidak baik. Gravitasi tidak hanya membuat manusia tetap berada di bumi, tetapi juga membuat tubuh bekerja lebih keras untuk memompa darah kembali ke jantung. Dudukan toilet yang berbentuk oval menjaga posisi rektum lebih rendah dibandingkan kursi biasa sehingga gravitasi menambah tekanan pada dasar panggul.

    Itulah penjelasan mengapa permukaan kloset tidak boleh dibersihkan memakai tisu, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com