Tag: remah-remah

  • Haruskah Mengepel Lantai Setiap Selesai Menyapu? Begini Anjurannya



    Jakarta

    Mengepel lantai biasa dilakukan setelah menyapu lantai. Namun, jika dilihat secara kasat mata, sebenarnya lantai sudah terlihat bersih hanya dengan disapu. Lantas, apakah mengepel lantai harus dilakukan setiap hari, terutama setelah menyapu?

    Dilansir Angi, ternyata penentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah. Apabila seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari bahkan setiap setelah melakukan kegiatan lho. Bahkan mengepel tidak hanya dilakukan satu kali saja, melainkan dua kali yakni pada pagi dan sore hari.

    Untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan dilakukan ketika selesai makan, termasuk di area ruang makan. Tumpahan, remah-remah, dan minyak dari masakan dapat mengotori lantai selama memasak dan makan.


    Menyapu dan mengepel setelah makan malam juga dianjurkan. Dengan begitu, saat penghuni rumah ingin memasak keesokan paginya, dapur tidak berantakan bak kapal pecah.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering jadi tempat lalu lalang bisa dipel setiap dua minggu sekali. Namun, jika sedang musim hujan, mengepel lantai sebaiknya dilakukan setiap selesai hujan.

    Ruang tempat keluarga berkumpul atau menerima tamu seperti ruang keluarga, ruang tamu, dan ruang TV harus sering dipel terutama setelah selesai digunakan. Sebab, kotoran bisa terbawa dari luar. Di ruangan ini bisa saja ada tumpahan remah makanan dan lainnya.

    Apa yang Terjadi Jika Jarang Mengepel Lantai?

    Lantai yang jarang dipel pasti terasa lengket, berpasir, dan kasar. Terutama bagi penghuni yang jarang memakai alas kaki selama di dalam rumah.

    Selain itu, lantai yang kotor dan jarang dipel menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, debu, dan kotoran lainnya menyebabkan penumpukan alergen, bakteri, dan bahkan jamur, yang mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Seiring waktu, muncul bau tak sedap di rumah karena pertumbuhan jamur dan bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Tinggalkan Rumah buat Liburan



    Jakarta

    Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu moment untuk bersenang-senang dan berkumpul bersama keluarga. Namun, sebelum bepergian untuk memanfaatkan liburan, penting untuk membersihkan rumah terlebih dahulu.

    Hal ini akan mengurangi stres saat pulang, sehingga dapat memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Ada beberapa barang atau tempat yang bisa menjadi prioritas untuk dibersihkan sebelum melakukan liburan.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa barang dan tempat yang harus dibersihkan sebelum melakukan bepergian saat liburan tiba.


    Kulkas

    Kulkas menjadi barang pertama yang disarankan untuk dibersihkan sebelum liburan, hal ini tentunya akan mencegah adanya makanan yang basi setelah pulang liburan.

    ‘Idealnya, sehari sebelum kamu pergi, kamu harus memeriksa kulkas dan membuang semua makanan yang akan rusak saat kamu pergi,” kata Michael Bogoyavlenskiy, CEO Cleaning Express.

    Area Dapur

    Membersihkan kulkas tidak cukup untuk mengusir bau busuk dan hama yang datang, kamu harus memastikan dapur dalam kondisi prima. Hal seperti remah-remah atau sisa makanan kecil dapat menyebabkan dapur sangat kotor dan datangnya hama.

    “Saya selalu menggosok wastafel, menyalakan pembuangan sampah dengan beberapa es batu dan kulit lemon, lalu mengakhirinya dengan membilasnya dengan cuka,” kata Nishant Prasad, salah satu pendiri Clean Fanatics.

    Tempat Tidur

    Setelah bepergian dalam waktu yang lama, tempat tidur menjadi hal pertama yang akan dicari untuk beristirahat. Hal ini menjadi alasan untuk memastikan tempat tidur rapi sebelum melakukan bepergian untuk liburan.

    “Jika memungkinkan, saya juga mengganti sprei sehingga saya bisa tidur dengan nyaman setelah berpergian,” kata Brunson Sayes, pendiri Breathe Maids.

    Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan tempat jamur dan lumut dapat dengan mudah tumbuh, pastikan untuk membersihkan kamar mandi sebelum meninggalkannya selama berhari-hari untuk menghemat waktu dalam jangka panjang.

    “Sebelum pergi, saya mengelap dinding kamar mandi, membersihkan wastafel, dan memastikan mangkuk toilet sudah digosok. Jika kamu sedang terburu-buru, menyemprotkan pembersih kamar mandi di area yang sering dilewati dapat memberikan hasil yang sangat baik,” kata Prasad.

    Cucian di Rumah

    Mencuci pakaian bisa menjadi pekerjaan yang menyebalkan di hari-hari biasa, jangan meninggalkan cucian saat kamu berpergian.

    Pastikan untuk mencuci semua cucian, seperti handuk, sprei, dan pakaian lain yang menumpuk. Hal ini mencegah timbulnya bau tidak sedap dan kamu tidak merasa kewalahan saat pulang setelah liburan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Mana Bersihkan Lantai Pakai Sapu atau Vacuum Cleaner?



    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah memang penting banget, baik buat kesehatan ataupun kenyamanan penghuninya. Nah, salah satu bagian rumah yang harus rajin dibersihkan itu lantai, seperti dengan menyapu, mengepel, atau menyedot debu pakai vacuum cleaner.

    Biasanya orang-orang di Indonesia membersihkan lantai dengan menyapu, tentunya opsi yang murah dan mudah ya. Namun, ada juga orang yang membersihkan lantai dengan vacuum cleaner.

    Apapun cara yang kamu pakai buat bersihin lantai, pasti ada plus minusnya. Kalau kamu masih bingung pilih opsi yang mana, simak ulasan berikut, dilansir dari merry maids.


    Sapu

    Sapu biasanya digunakan buat bersihkan lantai keras yang terbuat dari ubin atau kayu. Menyapu dapat membantu mengurangi alergen di udara dengan membuang partikel seperti tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari.

    Dengan begitu, penghuni rumah terhindar dari gangguan pernapasan, misalnya asma. Selain itu, menyapu dapat membantu membuang kotoran dan serpihan dari permukaan keras sehingga tampak lebih bersih dari sebelumnya.

    Namun, menyapu bisa menghabiskan banyak waktu kalau membersihkan area yang luas. Kamu membutuhkan lebih banyak usaha ketika membersihkan ruang tamu dan lorong yang besar.

    Vacuum Cleaner

    Membersihkan lantai dengan penyedot debu atau vacuum cleaner bisa dibilang cara paling efisien untuk membersihkan rumah dengan cepat dan efektif. Kamu bisa menghilangkan kotoran, partikel debu, bulu hewan peliharaan, remah-remah, dan kotoran lain dari karpet dan lantai kayu sekaligus.

    Selain itu, penyedot debu dilengkapi dengan berbagai alat tambahan untuk menjangkau tempat-tempat sempit seperti celah di antara perabot atau dinding. Kamu tak perlu khawatir ada area yang terlewatkan.

    Satu-satunya kelemahan menyedot debu adalah mungkin tidak efektif pada semua jenis karpet. Sebab, kemampuan vacuum cleaner membersihkan karpet tergantung pada ketebalan atau jenis bahannya. Jadi terkadang kamu perlu memakai sapu untuk area tertentu di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Efektif Basmi Ulat Bulu di Rumah Tanpa Merusak Tanaman



    Jakarta

    Ulat bulu bisa menjadi hama yang mengganggu di rumah. Hewan ini memang tidak tergolong berbahaya, namun ulat bulu bisa menyebabkan rasa gatal yang luar biasa.

    Rasa gatal ini yang membuat orang-orang merasa terganggu jika ada ulat bulu di rumah. Alasan lainnya yaitu ulat sangat mengganggu tanaman, terutama bagi yang memiliki tanaman hias di rumahnya. Mereka bisa menghabiskan banyak dedaunan tanaman tersebut hanya dalam hitungan hari atau bahkan dalam hitungan jam saja.

    Alasan Ulat Bulu Masuk Rumah

    Mengutip dari pestpointers.com, ini beberapa penyebab ulat bulu masuk ke dalam rumah.


    1. Tanaman di Sekitar Rumahmu

    Ulat bulu sebenarnya tidak sering bergerak, mereka hanya datang ke tempat yang hangat dan memiliki banyak sumber makanan. Jika kamu memiliki pohon atau tanaman hias di rumahmu, tempat itu biasanya akan dijadikan tempat bertelur oleh kupu-kupu.

    2. Banyak Ngengat di Rumah

    Biasanya yang bertelur di dalam rumah adalah ngengat, karena terkadang ulat bulu dari ngengat tidak membutuhkan makan sama sekali. Oleh karena itu, ulat bulu yang biasa kamu jumpai di dalam rumah adalah ulat bulu dari ngengat.

    Namun, sebelum menggunakan tips membasmi ulat di dalam rumah secara permanen seperti ini, sebaiknya kamu mengurangi kupu-kupu dan ngengat dari rumahmu saja. Sebab, walaupun ulat bulu sangat merugikan, tetapi kupu-kupu dan ngengat sangat baik untuk membantu penyerbukan tanaman di rumahmu.

    Tips Mencegah Ulat Bulu Masuk Rumah

    1. Keluarkan dan Cegah Ngengat Agar Tidak Masuk Rumah

    Kamu bisa mencegah ulat bulu masuk ke dalam rumah dengan mencegah ngengat untuk bersarang di dalam rumahmu. Hal ini cukup dilakukan dengan membersihkan rumahmu dengan rutin.

    Ngengat hanya tertarik pada rumah yang berantakan dan memiliki sumber makanan seperti di dapur. Biasanya ulat bulu ngengat tertarik dengan buah-buahan, biji-bijian, sereal, dan remah-remah sisa makanan.

    2. Pindahkan Ulat Bulu yang Masuk

    Kamu bisa mengeluarkan ulat bulu yang masuk secara manual. Selain rasa gatal yang mengganggu dari ulat bulu, mereka memiliki peran yang baik untuk tanaman ketika sudah menjadi kupu-kupu atau ngengat.

    Daripada kamu membasminya, akan lebih baik bila kamu memindahkannya ke tempat yang jauh dari permukiman.

    3. Gunakan Air Sabun

    Kamu bisa membuat insektisida sendiri menggunakan sabun ramah lingkungan dan air secukupnya. Kamu cukup menyemprotkannya kepada ulat bulu yang masuk atau pada tanaman di sekitar rumahmu secara rutin hingga mereka hilang.

    4. Gunakan Semprotan Cabai Buatan

    Bila kamu merasa air sabun kurang efektif, kamu bisa membuat semprotan cabai. Selain bahannya yang alami, semprotan cabai terbukti lebih ampuh untuk membasmi ulat bulu.

    Selain itu, ada juga penelitian yang membuktikan bahwa tanaman yang disemprot dengan air yang dicampur dengan bubuk cabai bisa menghasilkan tanaman yang lebih baik.

    5. Gunakan Insektisida

    Bila kamu menginginkan hasil yang lebih ampuh lagi untuk membasmi ulat bulu, kamu bisa menggunakan insektisida Piretrum, Bacillus Thuringiensis Var. Kurstaki, atau insektisida komersial lainnya.

    Namun, kamu perlu berhati-hati ketika menggunakan insektisida komersial, karena akan berbahaya jika kamu menggunakannya pada tanaman yang dikonsumsi.

    6. Pasang Penghalang

    Kamu bisa memasang penghalang pada celah yang memungkinkan untuk ngengat atau kupu-kupu untuk masuk ke dalam rumah, sehingga rumahmu bebas dari serangga dan ulat bulu.

    Itulah beberapa tips untuk mencegah ulat bulu masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Harus Dibersihkan Setiap Hari Agar Rumah Tetap Nyaman


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan rapi memberikan kenyamanan bagi penghuni rumahnya. Nah, ada baiknya membersihkan rumah secara rutin kalau mau rumah selalu bersih.

    Membersihkan seisi rumah setiap hari bisa cukup melelahkan. Namun, kamu sebenarnya tidak harus membersihkan semuanya setiap hari kok. Hanya ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pastikan bersih setiap hari.

    Dengan membersihkan bagian-bagian ini setiap hari, maka kamu bisa mengurangi beban bersih-bersih ke depannya. Yuk, simak apa saja yang perlu dibersihkan setiap hari, dikutip dari Good Housekeeping.


    5 Hal yang Perlu Dibersihkan Setiap Hari di Rumah

    Inilah beberapa hal yang harus sering kamu bersihkan supaya rumah selalu terlihat kinclong.

    1. Meja Dapur

    Meja dapur biasanya cepat kotor lantaran jadi tempat buat masak dan menyimpan makanan. Tak jarang ada tumpahan atau remah-remah makanan yang terjatuh ke meja dapur. Nah, sebaiknya bersihkan meja dapur setiap hari supaya bebas dari sisa makanan dan bahan masakann.

    2. Piring Kotor

    Jika kamu setiap hari makan di rumah, piring kotor bekas digunakan perlu segera dibersihkan. Sebab, sisa makanan yang menempel pada piring bisa mengundang serangga. Langsung mencuci piring kotor setelah digunakan akan mencegah pekerjaan menumpuk di kemudian hari.

    3. Wastafel Dapur

    Meski sering tersiram air dan sabun, wastafel dapur juga harus dibersihkan setiap hari lho. Sebenarnya ada kotoran yang tertinggal dan bakteri yang menempel pada dinding wastafel.

    4. Lantai yang Cepat Kotor

    Ada ruangan yang lebih cepat kotor dibandingkan ruangan lainnya, misalnya di dapur atau ruang makan. Saat memasak, mungkin kamu menjatuhkan atau meneteskan bahan makanan. Lalu, bisa kemungkinan kamu menjatuhkan makanan ketika makan malam di ruang makan.

    Tak perlu repot, kamu bisa membersihkan lantai dengan cepat. Kamu cukup menyapu lantai setelah selesai makan atau memasak.

    5. Dinding Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan ruangan yang sering digunakan oleh penghuni rumah. Oleh karena itu, sebaiknya membersihkan kamar mandi setiap hari, terutama pada area dinding.

    Disarankan untuk membersihkan ubin dinding menggunakan alat pembersih kaca setiap kali selesai mandi. Langkah ini membantu mengeringkan dinding, sehingga mencegah timbulnya noda jamur serta mengurangi waktu bersih-bersih ke depannya.

    Itulah hal yang perlu kamu bersihkan setiap hari supaya rumah selalu terlihat bersih. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Lantai Dipel Setiap Hari? Ini Anjurannya


    Jakarta

    Bersih-bersih rumah dapat dilakukan dengan menyapu dan mengepel lantai. Setelah lantai disapu maka debu dan kotoran langsung terangkat seluruhnya.

    Setelah menyapu lantai biasanya dilanjutkan dengan mengepel. Namun, tidak semua orang melakukan kebiasaan ini karena ada sebagian yang hanya menyapu lantai secara rutin, sedangkan mengepel lantai dilakukan sesekali saja.

    Sebenarnya, apakah perlu mengepel lantai setiap hari? Dilansir situs Angi, ternyata ketentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyak aktivitas yang dilakukan di rumah.


    Misalnya, rumah kamu kedatangan banyak tamu dan mereka sering kali bolak-balik ke dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Setelah para tamu pulang, tentu lantai harus dipel agar tidak lengket.

    Begitupun jika kamu seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari agar tidak lengket. Bahkan dianjurkan mengepel sebanyak dua kali dalam sehari, yakni saat pagi dan sore.

    Sedangkan untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan setelah selesai masak. Sebab, cipratan minyak, air, atau remah-remah makanan kerap jatuh ke lantai dan akhirnya bikin kotor.

    Selain itu, area ruang makan juga perlu dipel setelah makan siang dan malam. Terkadang, ada sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari oleh penghuni rumah. Jika dibiarkan maka bisa memancing semut, cicak, kecoak, dan tikus untuk datang.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering menjadi tempat lalu lalang dianjurkan dipel setiap dua minggu sekali. Namun saat musim hujan, lantai sebaiknya dipel setelah hujan reda agar tidak basah dan licin.

    Ruang keluarga dan ruang tamu juga perlu dipel, terutama setelah digunakan. Soalnya, kotoran dan debu dari luar bisa terbawa masuk ke dalam sehingga lantai terasa tidak nyaman. Selain itu, bisa saja ada sisa camilan yang jatuh ke lantai sehingga wajib disapu dan dipel.

    Ini Akibat Jika Jarang Mengepel Lantai

    Jika kamu jarang mengepel lantai maka akan terasa lengket, berpasir, dan kasar saat diinjak. Apalagi kamu termasuk orang yang tidak menggunakan alas kaki selama di rumah, tentu lantai akan terasa sangat kotor.

    Di sisi lain, lantai yang kotor dan jarang dipel dapat menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, dan debu yang memicu penumpukan alergen, bakteri, hingga jamur. Jika dibiarkan maka dapat mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Tak hanya menimbulkan bau tak sedap di rumah, tapi juga bisa mengganggu kesehatan para penghuninya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Mengusir Semut dari Dapur biar Nggak Balik Lagi



    Jakarta

    Dapur sering jadi ‘surga’ bagi semut. Serangga kecil ini bisa dengan cepat menyerbu makanan dan minuman, bahkan hanya karena remah-remah yang tertinggal. Selain mengganggu, semut juga berpotensi membawa bakteri dan merusak bagian rumah.

    Dilansir dari The Spruce, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar semut tak lagi mondar-mandir di dapur.

    1. Bersihkan Dapur secara Menyeluruh

    Semut tertarik pada makanan manis dan berminyak. Pastikan dapur selalu bersih dari remah-remah, tumpahan, atau sisa makanan. Meski jumlahnya sedikit, kotoran di sudut atau bawah lemari tetap bisa memancing semut masuk.


    2. Simpan Makanan dengan Benar

    Gunakan wadah tertutup rapat untuk menyimpan makanan, termasuk makanan hewan peliharaan. Meski disimpan di lemari, tanpa wadah yang tepat semut tetap bisa menjangkaunya.

    3. Singkirkan Sumber Kelembapan

    Selain makanan, semut juga menyukai air. Periksa keran dan pipa untuk memastikan tidak ada kebocoran. Jaga area dapur tetap kering dan segera lap tumpahan air di meja maupun lantai.

    4. Gunakan Pengusir Semut Alami

    Beberapa bahan dapur bisa membantu mengusir semut, seperti minyak peppermint, jeruk, kayu manis, bubuk kopi, cabai rawit, cuka, atau soda kue. Semut biasanya tidak menyukai aroma-aroma tersebut.

    5. Tutup Titik Masuk Semut

    Ikuti arah pergerakan semut untuk menemukan celah atau lubang yang mereka gunakan. Tutup celah tersebut dengan dempul atau bahan penutup lain agar mereka tidak bisa masuk lagi.

    Dengan menerapkan langkah-langkah ini, dapur akan tetap bersih dan bebas semut. Jadi, kamu bisa masak dan makan dengan nyaman tanpa diganggu pasukan semut yang datang tanpa diundang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Semut Sering Mampir ke Dapur


    Jakarta

    Kehadiran semut di rumah mungkin tidak mengancam bahaya. Namun jika serangga kecil itu sudah berkumpul dalam jumlah banyak, tentu kamu harus waspada karena makanan atau minuman bisa digerayangi semut.

    Ada sejumlah penyebab semut dapat muncul di rumah, terutama di area dapur. Bahkan, ada sejumlah kebiasaan buruk yang sering dilakukan sehingga semut sering muncul di dapur.

    Ingin tahu apa saja kebiasaan buruk yang membuat semut sering mampir ke dapur? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Kebiasaan Buruk yang Dapat Mengundang Semut ke Dapur

    Ada sejumlah kebiasaan buruk yang dilakukan penghuni rumah sehingga mengundang semut datang ke rumah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut penyebabnya:

    1. Ada Sisa Makanan

    Penyebab utamanya karena ada sisa makanan dan minuman yang jatuh di dapur. Jika tidak segera dibersihkan maka kelompok semut bisa datang ke dapur karena telah menemukan sumber makanan.

    “Adanya sisa remah-remah makanan, tumpahan gula, atau makanan yang tidak tertutup, terutama di meja dapur atau lantai dapat dengan cepat menarik semut,” kata ahli entomologi Daniel Perry.

    Maka dari itu, penting untuk membersihkan dapur secara optimal agar tidak ada sisa-sisa makanan atau tumpahan minuman di meja atau lantai dapur. Disarankan untuk membersihkan dapur setiap selesai memasak.

    Makanan dan minuman yang dibiarkan terbuka di atas meja bisa memicu semut untuk datang ke dapur. Tak hanya itu, serangga lain seperti lalat juga tertarik dengan makanan yang dibiarkan terbuka di meja.

    Salah satu solusinya adalah dengan menutup makanan di meja dapur dengan tudung saji. Selain itu, Perry menyarankan untuk memindahkan makanan dari piring ke dalam wadah. Lalu, pastikan wadah ditutup dengan rapat agar tidak digerayangi semut.

    3. Tidak Membuang Sampah

    Sampah di dapur yang dibiarkan menumpuk juga dapat mengundang semut. Sebab, serangga ini memiliki indra penciuman yang tajam. Bahkan sisa makanan berukuran kecil pun dapat diketahui meski berada di tempat sampah.

    Perry mengimbau untuk membuang sampah di dapur secara rutin maksimal dua hari sekali. Jika sudah penuh maka sebaiknya segera buang ke tempat sampah utama. Selain mencegah semut mampir ke dapur, cara ini juga mencegah aroma busuk yang dapat menyebar ke seluruh ruangan.

    4. Ada Sisa Air di Dapur

    Tidak hanya tertarik pada sisa makanan, semut juga membutuhkan air untuk bertahan hidup. Jika ada kebocoran pipa atau tumpahan air di dapur, maka semut bisa datang karena mereka telah menemukan sumber air.

    “Kelembapan berlebih dari kebocoran atau adanya permukaan basah juga merupakan penyebab umum semut datang ke dapur,” ujar Perry.

    Sebagai bentuk pencegahan, coba cek pipa di bawah wastafel secara berkala. Jika ada kerusakan maka segera diperbaiki. Selain itu, jaga kondisi wastafel tetap kering setelah mencuci piring.

    5. Mengabaikan 1-2 Semut yang Ada di Dapur

    Sering melihat ada 1-2 semut di dapur? Sebaiknya jangan dianggap remeh. Soalnya, semut akan kembali ke sarang untuk memanggil kawan-kawannya karena telah menemukan sumber makanan di dapur.

    “Jika Anda melihat ada seekor semut di rumah, maka waspadalah. Mereka bisa saja telah menemukan makanan, lalu kembali ke sarangnya dan membawa lebih banyak semut lagi,” ungkap Perry.

    Sebaiknya jangan menunggu semut muncul dalam jumlah banyak baru kemudian dibasmi. Perry menyarankan untuk memblokir jalan masuk menuju dapur dengan menggunakan kapur khusus serangga.

    Kamu juga bisa menggunakan sejumlah bahan alami lainnya, seperti cuka putih, air sabun, minyak esensial, atau ampas kopi untuk mengusir semut dari dapur.

    Demikian lima kebiasaan buruk yang menyebabkan semut datang ke dapur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Cukup Pakai Air, Begini Cara yang Benar Bersihkan Meja Kayu


    Jakarta

    Cara membersihkan meja kayu berbeda dengan material lainnya. Sebab, kayu merupakan material alami yang rentan dengan bahan-bahan kimia.

    Memang agak sulit melihat kotoran pada meja kayu karena warnanya yang gelap dan memiliki corak di seluruh permukaan. Harus benar-benar jeli untuk melihat kotoran pada meja kayu.

    Dilansir Martha Stewart meja kayu harus dibersihkan minimal seminggu sekali. Caranya dengan memastikan setiap sudutnya tidak berdebu, setiap sisinya aman, tidak ada yang rusak, tergores, atau kotor karena noda lengket.


    Dilansir The Kitchn, begini cara membersihkan meja kayu yang efektif.

    1. Bersihkan Pakai Kain Mikrofiber

    Cara paling mudah membersihkan meja kayu adalah dengan memakai kain bersih atau mikrofiber. Kain tersebut lebih baik dibuat lembap untuk mengangkat noda, debu, hingga remah-remah makanan yang menempel di meja.

    2. Bikin Larutan Pembersih dari Sabun Cuci Piring

    Apabila ingin lebih bersih lagi, siapkan air hangat dan masukkan dua tetes sabun cuci piring. Celupkan kain mikrofiber lembap dan peras hingga tidak ada air yang menetes atau busa. Usap perlahan dan pastikan tidak ada sabun atau busa yang tertinggal.

    Terakhir, jangan lupa keringkan menggunakan kain kering bersih karena meja kayu tidak bagus jika sering basah.

    3. Gunakan Cuka dan Minyak Zaitun

    Campuran cuka dan minyak bisa menjadi senjata ampuh menghilangkan noda bekas air akibat gelas basah. Masukkan kedua cairan tersebut dengan komposisi setara. Pakai kain lembut untuk mengusap area cincin, serat-serat kayu. Terakhir, keringkan dengan kain bersih dan lembut.

    Bahan-Bahan yang Harus Dihindari Saat Membersihkan Furnitur Kayu

    Ketika membersihkan furnitur kayu hindari penggunaan produk yang abrasif, asam, atau mengandung bahan kimia keras, seperti cuka pekat dan alkohol. Selain itu, hindari perabotan kayu dari tempat lembap dan dekat dengan sumber air. Keberadaan air dapat menyebabkan kayu melengkung, memudarkan warnanya, dan bahkan menimbulkan noda.

    Itulah tips membersihkan meja kayu, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com