Tag: rembes

  • 5 Area Rumah yang Wajib Dilindungi Cat Antibocor


    Jakarta

    Dinding rumah perlu dilapisi dengan cat waterproof. Cat satu ini jenisnya berbeda dengan cat dinding biasa karena dapat tahan air, melindungi dari kebocoran, mencegah menggelembung, warna pudar, dan terkelupas saat terkena air.

    Cat yang juga bisa disebut dengan cat antibocor ini biasanya harganya lebih mahal dari cat biasa. Namun, tidak perlu khawatir soal modal yang perlu disiapkan karena tidak semua bagian rumah harus memakai cat waterproof.

    Dilansir Angi, berikut beberapa ruangan yang paling disarankan untuk dilapisi dengan cat waterproof.


    1. Dinding Eksterior

    Dinding eksterior adalah dinding yang berada di luar rumah seperti fasad. Dinding eksterior harus memakai jenis cat yang berbeda dengan interior. Sebab, dinding luar akan mengalami perubahan suhu seperti dari panas ke dingin atau dari kering ke lembap. Kondisi ini bisa memicu tumbuhnya jamur, pudarnya warna cat, dan perubahan tekstur cat tersebut. Oleh karena itu, cat waterproof sangat dibutuhkan untuk dinding bagian luar rumah.

    2. Kamar Mandi

    Ruangan selanjutnya yang dindingnya harus mendapatkan perlindungan ekstra adalah kamar mandi. Meskipun dinding ini tidak terkena sinar matahari langsung atau pun dihantam air hujan, tetapi ruangan ini merupakan area basah. Kelembapan sering menjadi masalah di ruangan ini dan dapat memicu cat dinding rusak. Untuk mencegah hal tersebut, disarankan untuk menggunakan cat waterproof.

    3. Kolam Renang

    Biasanya kolam renang permukaannya menggunakan keramik sehingga perawatannya mudah. Namun, ada bagian kolam renang yang lebih bagus dilapisi cat. Mengingat permukaan di sekitar kolam renang bisa cepat basah, cat yang digunakan harus waterproof agar tidak timbul gelembung dan bisa tahan lama.

    4. Dapur

    Selain kamar mandi, dapur juga tempat yang mudah lembap. Di sini terciptanya panas dari kompor dan dingin dari keran air. Dapur bisa bertambah lembap apabila ditemukan pipa-pipa yang digunakan ternyata ada yang bocor.

    Hati-hati, kondisi ini mudah membuat warna cat dinding pudar dan muncul bintik-bintik hitam atau putih yang merupakan jamur. Untuk menghindari hal tersebut, disarankan untuk memakai cat waterproof.

    5. Lantai Garasi

    Garasi biasanya selalu dalam keadaan tertutup dengan minim ventilasi. Hal ini yang membuat garasi sering berbau karena muncul spot-spot jamur di area yang lembap. Kondisi seperti ini mudah membuat cat dinding berubah kusam. Bagi yang lantai garasinya hanya terbuat dari beton atau semen tanpa keramik, kamu bisa melapisinya dengan cat waterproof. Jenis cat dinding ini selain tahan terhadap air juga tidak mudah luntur terkena oli atau zat kimia lainnya.

    Kekurangan Cat Dinding Waterproof

    Selain kegunaannya yang bisa melindungi dinding rumah, cat waterproof juga memiliki kekurangan, berikut di antaranya.

    1. Berpotensi Terjadi Kebocoran

    Meskipun namanya cat antibocor, tetapi mungkin saja cat waterproof mengalami kebocoran. Jika kamu menemukan kondisi seperti ini, harus dilakukan pengecekan dahulu. Bisa jadi sumber masalahnya bukan dari cat tetapi mungkin ada masalah pada rumah seperti kebocoran, rembes, atau retakan yang belum ditutupi dengan baik.

    2. Harganya Mahal

    Seperti yang disebutkan sebelumnya cat waterproof biasanya lebih mahal dari jenis cat lainnya karena memiliki keunggulan tersendiri. Kisaran harga cat waterproof jika di 2025 dilihat dari beberapa situs online mulai dari Rp 60 ribuan hingga Rp 4 jutaan tergantung pada merek dan berat isinya.

    3. Sulit Diaplikasikan ke Dinding

    Pengecatan cat waterproof harus diaplikasikan berlapis-lapis. Selain itu, beberapa jenis cat waterproof berbau yang menyengat sehingga saat kamu melapisi cat dinding ke dinding rumah perlu menggunakan masker dan memastikan terdapat ventilasi di ruangan tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hawa Dapur Lembap, Ini Biang Kerok dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan penting di rumah untuk memasak dan menyimpan makanan. Hal ini membuat kamu perlu menjaga kondisi dapur tetap bersih dan nyaman digunakan.

    Nah, terkadang udara atau hawa di dapur bisa terasa lembap. Hawa tersebut bisa bikin penghuni rumah kurang nyaman berlama-lama masak dapur. Belum lagi makanan bisa cepat basi dan perabotan rusak dengan hawa seperti itu.

    Lantas, kenapa dapur bisa lembap dan panas ya? Yuk, simak penjelasannya dan cara mengatasinya berikut ini.


    Penyebab Dapur Lembap

    Inilah beberapa alasan hawa dapur kamu lembap dan panas beserta cara mengatasinya, dikutip dari Europe Enchanting.

    1. Ventilasi Udara

    Dapur yang cepat lembap dan panas bisa disebabkan oleh ventilasi yang tidak cukup. Akibatnya, jamur akan tumbuh dengan subur karena udara yang terperangkap di dalam dapur. Belum lagi, kondisi ini bisa memicu alergi seperti reaksi gatal-gatal pada kulit, dan napas jadi sesak.

    Sebaiknya kamu memanfaatkan ventilasi udara yang alami di dapur. Misalnya jendela yang bisa dibuka tutup atau celah lubang. Selain itu, kamu dapat memasang kipas angin dan AC untuk memperlancar sirkulasi udara.

    2. Curah Hujan

    Curah hujan yang tinggi di daerah rumah kamu bisa membuat dapur menjadi lembap dan berjamur. Sebab, udara menjadi lebih dingin dan kandungan air di udara lebih tinggi.

    Kamu perlu menjaga dapur tetap kering, salah satu caranya adalah menggunakan cat tahan air pada dinding luar rumah. Lakukan juga waterproofing pada atap rumah. Cara ini akan mencegah air rembes masuk ke dalam rumah.

    3. Lantai

    Ternyata lantai rumah bisa jadi penyebab dapur lembap, lho. Lapisan adukan pada lantai yang tidak kedap air, memungkinkan air tanah naik dan merembes ke lantai

    Untuk mengatasinya, kamu dapat membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Tuangkan pasir tebal ke dasar fondasi dan lapisi dengan plastik. Lakukan ini kalau kondisi lantai sudah sangat buruk.

    4. Kamar Mandi

    Kalau letak dapur berada dekat dengan kamar mandi, kemungkinan itu penyebab dapur menjadi lembap. Pasalnya, kamar mandi jarang kering dan minim ventilasi udara, sehingga memperburuk kelembapan di rumah.

    Cara praktis untuk mengatasinya adalah memasang exhaust fan. Exhaust fan adalah kipas angin untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Lalu, kamu bisa menaruh kapur barus atau kamper buat mengurangi kelembapan di kamar mandi.

    Itulah beberapa alasan mengapa dapur terasa lembap. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini 5 Cara Deteksi Genteng Rumah Bocor


    Jakarta

    Salah satu masalah pada rumah yang sering ditemui adalah genteng yang bocor atau rembes. Biasanya masalah ini ketahuan ketika hujan deras. Air yang terus menerus masuk ke celah atap akan meninggalkan noda di plafon.

    Apabila hujan belum turun beberapa hari, sementara kalian ingin membeli rumah dan memastikan tidak ada kebocoran, bagaimana cara mengetahuinya?

    Dilansir Angi, berikut tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.


    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Apabila tidak ada hujan beberapa hari, penghuni rumah bisa mengecek secara langsung bagian atap. Penghuni rumah bisa memanggil orang profesional untuk melakukannya.

    Celah air bisa dideteksi apabila kondisi genteng rusak, retak, atau bergeser. Penyebab genteng retak atau bergeser bisa karena guncangan, angin, terkena beban yang berat, atau bisa pula karena faktor kualitas dan usia genteng.

    2. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Atap yang sudah pernah mengalami kebocoran pasti memiliki bekas pada plafon yakni muncul warna kontras yang bentuknya tak beraturan. Warnanya bisa kecoklatan, hitam, atau hijau. Lokasinya biasanya berada di dekat sumber air yang masuk dari atap. Warna tersebut muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh dari area yang lembap.

    Jamur ini jangan dianggap sepele karena black mold dapat menimbulkan penyakit seperti iritasi kulit, masalah pernapasan, hingga radang pernapasan.

    3. Terdengar Suara Air Menetes dari Atap

    Air biasanya menetes dari keran ke wastafel atau wadah air. Namun apabila terdengar suara tetesan air di plafon, patut dicurigai karena bisa jadi ada jalan air yang salah dan turun ke plafon.

    Apabila plafon sifatnya tahan air, tidak perlu sampai mengganti plafon. Namun, apabila modelnya tidak tahan air, akan muncul jamur di area yang basah tersebut sehingga berdampak pada tampilan rumah dan plafon tersebut harus diganti.

    4. Flashing Rusak

    Biasanya setiap atap rumah dan plafon telah dilengkapi dengan cat pelindung bocor. Apabila tetap ada air yang lolos, maka terdapat kerusakan pada flashing pada atap sehingga air tetap dapat masuk ke plafon rumah.

    5. Genangan Air

    Biasanya di atas ada aliran untuk membuang air, apabila saat dicek pada bagian saluran tersebut terdapat genangan air yang tidak mengalir berarti model pembuangan air tidak tepat. Talang air seharusnya bisa langsung mengalirkan air dari atas ke bawah.

    Genangan muncul karena beberapa faktor seperti jalur tersebut terdapat cekungan sehingga bisa menahan air, ada sampah, atau bentuknya kurang rendah.

    Itulah beberapa tanda genteng rumah mengalami kebocoran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Deteksi Atap Bocor Tanpa Perlu Naik ke Atas Rumah


    Jakarta

    Atap bocor merupakan salah satu masalah yang kerap terjadi pada bangunan. Hal ini bisa terjadi pada rumah tapak dan rumah vertikal. Masalah ini biasanya ditemukan ketika memasuki musim hujan dengan intensitas air yang tinggi.

    Cara mengetahui atap rumah bocor sebenarnya mudah karena bisa terlihat dampaknya di dalamnya rumah. Jadi penghuni rumah tidak perlu naik ke atap untuk mengecek. Namun, beberapa orang mungkin bingung apa saja tanda-tanda adanya kebocoran pada atap rumah. Dilansir Angi, berikut tanda-tanda atap rumah bocor.

    Tanda Atap Rumah Bocor

    1. Noda Rembesan Air pada Tembok dan Plafon

    Tanda paling umum adalah bercak coklat hingga kehitaman pada plafon serta bercak putih hingga coklat pada dinding. Noda tersebut biasanya muncul setelah terjadi kebocoran beberapa kali. Bercak tersebut bukan hanya karena air yang meresap ke plafon atau dinding, melainkan aktivitas jamur. Jika menemukan noda rembesan ini, sudah pasti ada kebocoran pada atap.


    2. Tumbuh Jamur pada Dinding

    Jamur sangat menyukai tempat yang lembap. Dinding yang sering basah karena rembesan air dari atap bisa menjadi tempat berkembangnya jamur. Seiring waktu akan muncul noda putih hingga coklat di dinding. Untuk mengetahui lokasi kebocoran, pemilik rumah bisa mengukur seberapa jauh letak noda ke plafon. Kemungkinan besar letak air bocor ada di dekat sana.

    3. Kebocoran

    Tanda paling jelas adalah melihat ada air yang menetes di dalam rumah. Air bisa menetes menembus plafon atau dari pinggirian plafon. Meskipun tetesan air masih kecil, tetap saja perbaikannya harus dilakukan menyeluruh.

    4. Genangan air

    Ada genangan air di lantai rumah, misalnya di pojokan ruangan atau di pinggir dinding, perlu dicurigai apalagi setelah hujan deras. Berarti ada kebocoran yang nggak disadari sehingga air menggenang di lantai.

    5. Flashing Rusak atau Hilang

    Biasanya bagian luar rumah dipasang lapisan penutup khusus untuk bagian pinggiran atau area siku yang disebut dengan flashing. Fungsi dari flashing adalah melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini bisa dilihat dari bawah sehingga tidak perlu naik ke atap. Material ini dipasang dengan menyiku, jadi air tidak ada jalan untuk rembes ke dalam rumah. Materialnya pun biasanya kedap air dan agak mengkilap. Apabila flashing rusak tidak ada benda yang dapat menahan air masuk. Kerusakan pada flashing biasanya terjadi karena angin kencang atau perekatnya lepas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Selalu Rembes


    Jakarta

    Rembesan air di rumah bukan hanya terjadi pada bagian atap dan dinding saja, melainkan dari celah keramik atau lantai juga bisa.

    Untuk mengetahui lantai rumah terdapat rembes atau tidak, bisa dengan melihat kondisi permukaannya. Lantai yang tidak ada masalah biasanya kondisi keramik, ubin, atau penutupnya rapi dan tanpa celah besar. Jika terdapat sedikit retakan, itu tidak masalah. Kondisi yang harus dicurigai adalah ketika lantai terlihat mengangkat atau lebih rendah daripada yang lain.

    Penyebab air bisa keluar dari lantai atau terjadi rembesan adalah kebocoran pada pipa, kebocoran dari kamar mandi, dan naiknya air tanah. Bagi pemilik rumah di lahan bekas sawah perlu mewaspadai hal ini.


    Lantai yang selalu dingin terkadang tidak menjadi alasan atau pertanda adanya rembesan air. Sebab, saat ini sudah banyak material yang memang bisa membuat kondisi lantai terasa dingin dan sejuk. Menurut arsitek Denny Setiawan material lantai yang cukup dingin adalah marmer dan keramik.

    Namun, apabila terjadi rembesan pada lantai ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut ini informasinya.

    Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Rembes

    Dilansir Angi, berikut cara mengatasi lantai rumah yang rembes.

    1. Cek Kebocoran pada Area Atas

    Kebocoran biasa terjadi pada bagian atap dan dinding, terutama saat hujan deras. Ketika kebocorannya sudah lumayan parah, air bisa mengalir dari atas hingga berceceran ke lantai. Penghuni rumah bisa mengira air rembesan tersebut berasal dari lantai padahal air tersebut dari atap dan dinding yang bocor. Untuk mengetahui perbedaannya, cek dahulu kondisi atap atau bekas jalan air di dinding rumah.

    2. Bongkar Keramik

    Salah satu cara untuk mengatasi air rembes dari lantai adalah membongkar keramik atau pelapis lantai. Ketika membongkarnya pastikan lakukan dengan hati-hati agar tidak terlalu banyak yang pecah. Hal ini untuk mengecek kondisi pipa di bawahnya. Bisa jadi air merembes dari bawah karena ada kebocoran pipa.

    Untuk mengetahui ada kebocoran pipa, pertama bisa matikan semua sumber air dan periksa meteran air. Tunggu tiga jam, lalu periksa kembali meteran. Jika meteran bergerak, berarti ada kebocoran, dan segera hubungi orang profesional untuk mengatasi hal ini. Jika meteran tidak bergerak, kebocoran air berasal dari sumber luar (seperti air tanah) yang menyebabkan air naik melalui lantai.

    3. Buat Sistem Drainase atau Cek Pompa Bah

    Penyebab lainnya terjadi rembesan pada lantai adalah naiknya air tanah ke permukaan. Biasanya disebabkan oleh tekanan hidrostatik yang membuat air masuk ke celah-celah di rumah. Hal ini juga disebabkan karena tidak ada lapisan kedap air.

    Apa bila terjadi hal seperti ini, coba periksa pompa bah yang dirancang untuk mengalirkan air menjauh dari rumah. Cara lainnya adalah dengan memasang sistem drainase, seperti genteng basah yang mengalirkan air ke lubang pembuangan atau sistem drainase interior. Genteng basah mungkin terdengar aneh, tetapi berfungsi untuk menampung air tanah dan mengarahkannya ke area lain. Sistem drainase interior terletak di persimpangan dinding dan lantai, dan juga dirancang untuk mengalirkan kelebihan air ke dalam pipa dan menjauhkannya dari rumah.

    4. Menggunakan Pelapis Anti Bocor

    Pelapis anti bocor atau waterproofing berguna sebagai pelindung lantai rumah dari kebocoran yang kerap menerobos melalui nat keramik. Bahan pelapis anti bocor biasanya berupa cairan atau membran.

    Ketika pemasangan keramik kembali, pastikan tidak ada celah di antara nat sehingga air tidak bisa rembes ke atas. Alasan paling umum untuk kebocoran kamar mandi adalah usia nat, yang telah memburuk dari waktu ke waktu. Efek negatifnya adalah menciptakan celah yang memungkinkan air masuk dan menyebabkan kebocoran. Pastikan nat keramik tahan air dan tidak mudah rusak agar air yang mengalir di atasnya tidak merembes.

    5. Perbaiki Pipa yang Bocor

    Masalah lain air bisa naik ke atas adalah terdapat kebocoran atau retakan pada pipa. Untuk mengatasi pipa yang bocor adalah menggantinya. Selain itu, hindari membuang sembarangan benda melalui lubang-lubang di rumah agar tidak ada sumbatan yang membuat pipa bekerja lebih keras agar air dapat mengalir.

    Itulah beberapa cara mengatasi lantai rumah yang rembes.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Kamar Tidur yang Selalu Lembap Tanpa AC



    Jakarta

    Kamar tidur yang terasa lembap sering bikin tidak nyaman, apalagi jika disertai bau apek atau bahkan muncul jamur di sudut ruangan. Kondisi ini sering terjadi saat musim hujan atau pada rumah dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Tapi tenang, ada berbagai cara untuk mengatasi kamar lembap tanpa perlu mengandalkan AC.

    Menurut buku Penyehatan Udara karya Tri Cahyono, SKM, MSi, kelembapan adalah kondisi di mana kandungan uap air di udara terlalu tinggi. Di dalam rumah, hal ini biasanya disebabkan oleh penguapan air yang meresap dari dinding, lantai, atau bahkan dari aktivitas penghuni sendiri.

    Jika dibiarkan, kelembapan berlebih bisa memicu pertumbuhan jamur yang berdampak buruk pada kesehatan. Seperti dijelaskan dalam buku Pencemaran Udara dalam Ruangan karya HJ Mukono, jamur atau mould di kamar bisa menyebabkan masalah pernapasan hingga alergi.


    Lantas, bagaimana cara mengatasi kamar tidur yang selalu lembap tanpa bantuan AC? Simak tipsnya berikut ini:

    8 Cara Mengatasi Kamar Lembap Tanpa AC

    1. Atur Batas Kelembapan

    Idealnya, kelembapan udara di dalam kamar berkisar antara 40-60%. Jika melebihi itu, ruangan sudah tergolong terlalu lembap. Gunakan alat seperti hygrometer untuk memantau tingkat kelembapan secara berkala.

    2. Pastikan Ventilasi Memadai

    Salah satu penyebab utama kamar lembap adalah ventilasi yang buruk. Idealnya, luas ventilasi minimal 10% dari luas ruangan. Ventilasi yang baik akan membantu sirkulasi udara dan menjaga udara kamar tetap segar.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Tanpa AC, kipas angin bisa jadi penyelamat. Udara yang berputar dari kipas membantu mengurangi kelembapan, terutama jika diarahkan ke sudut-sudut ruangan yang rentan lembap.

    4. Buka Jendela Secara Rutin

    Cara sederhana namun efektif. Dengan membuka jendela, udara lembap bisa keluar dan tergantikan udara segar dari luar. Ini juga membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Jika ingin solusi lebih praktis, gunakan dehumidifier. Alat ini bisa menyerap uap air berlebih di udara dan menjaga ruangan tetap kering. Cocok untuk kamar tidur di area yang lembap sepanjang tahun.

    6. Periksa dan Perbaiki Tembok Rembes

    Tembok yang rembes jadi sumber utama kelembapan. Gunakan pelapis kedap air pada permukaan dinding dan pastikan tidak ada kebocoran dari saluran air atau atap.

    7. Rutin Bersihkan Karpet

    Karpet yang jarang dibersihkan bisa menyimpan kelembapan dan jadi tempat tumbuhnya jamur. Cucilah karpet secara rutin atau pertimbangkan untuk menggantinya dengan material yang lebih mudah kering.

    8. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam Kamar

    Menjemur pakaian di dalam kamar akan meningkatkan kadar uap air di udara. Sebisa mungkin jemur pakaian di luar atau di area dengan sirkulasi udara yang baik.

    Kamu juga bisa meletakkan kapur serap lembap (moisture absorber) di sudut kamar. Produk ini mudah ditemukan di toko swalayan atau online, dan cukup ampuh menyerap kelembapan secara pasif.

    Jadi, tak perlu khawatir lagi jika kamar tidur terasa lembap. Dengan langkah-langkah sederhana di atas, kamu bisa menjaga kamar tetap kering, sehat, dan bebas jamur tanpa harus mengandalkan AC.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Cara Mengatasi Tembok Rembes Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Masalah tembok rembes sering dijumpai di banyak rumah. Biasanya kondisi ini ditemukan ketika musim hujan.

    Ketika tembok rembes, akan muncul jalan air pada tembok. Ketika lubangnya cukup besar dan intensitas hujannya cukup tinggi, air justru sampai mengalir pada dinding tersebut. Hal ini dapat membuat lantai basah dan berbahaya karena bisa membuat lantai jadi lebih licin.

    Efek dari tembok yang rembes dalam jangka panjang adalah muncul noda kehitaman atau putih dari hasil berkembangnya jamur. Dinding yang sering basah akan berubah menjadi lembap. Permukaan lembap sangat disukai oleh jamur.


    Jika sudah menemukan hal seperti itu, cara mengatasinya tidak hanya dengan pengecatan ulang. Sebab, masalah utamanya bukan dari ketahanan cat dinding. Dilansir Housing, berikut cara mengatasi rembesan air pada dinding rumah.

    Cara Mengatasi Rembesan Air pada Dinding Dalam

    1. Hapus Seluruh Cat Dinding

    Dinding yang rembes kemungkinan besar dikarenakan terdapat retakan pada dinding sehingga ketika air mengenai dinding bagian luar bisa masuk ke dalam rumah. Untuk memperbaiki retakan tersebut, cat dinding harus dibersihkan.

    Kemudian, hilangkan semua plester pada bagian yang basah dan gunakan mortar atau semen putih dua kali untuk melapisinya.

    2. Timpa Plester dengan Acian Kedap Air

    Cara memperbaiki retakan adalah dengan bahan acian yang kedap air. Setelah plester kering, aci tembok dan tunggu hingga benar-benar kering.

    3. Lapisi Kembali dengan Cat

    Proses pengecatan harus memakai cat primer atau cat dasar. Cukup lapiskan 1 lapisan saja dan tunggu selama 1-2 jam. Pilih jenis cat yang tahan air. Kemudian, pasang cat lapisan top coat hingga 2 lapisan, masing-masing harus ditunggu selama 1-2 jam.

    Cara Mengatasi Rembesan Air pada Dinding Luar

    1. Tutup Permukaan yang Retak atau Terbuka

    Untuk mengatasi rembesan air pada dinding luar. Bisa dengan menggunakan plester semen yang dicampur dengan bahan tambahan yang kedap air. Pastikan cat yang dipasang di dinding luar sudah dibersihkan.

    2. Lapisi Kembali dengan Cat

    Proses pengecatan harus memakai cat primer atau cat dasar. Cukup lapiskan 1 lapisan saja dan tunggu selama 1-2 jam. Pilih jenis cat yang tahan air. Kemudian, pasang cat lapisan top coat hingga 2 lapisan, masing-masing harus ditunggu selama 1-2 jam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah yang Biasa Muncul di Rumah Akibat Hujan



    Jakarta

    Rumah dirancang untuk melindungi penghuni dari panas matahari dan terpaan hujan. Meski didesain kuat, terkadang masalah muncul di rumah akibat cuaca seperti di kala hujan.

    Mungkin masalah yang timbul sepele, tapi lama-lama bisa menjadi parah kalau dibiarkan. Oleh karena itu, sebaiknya penghuni lebih memperhatikan kondisi rumah saat hujan.

    Apa saja masalah yang biasa terjadi karena hujan? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Civil Engineering Web.


    Masalah yang Sering Muncul Akibat Hujan

    Inilah beberapa masalah rumah yang kerap muncul di kala hujan.

    1. Atap Bocor

    Salah satu masalah yang umum terjadi ketika hujan adalah kebocoran atap yang berawal dari perawatan yang kurang memadai. Hal ini terjadi karena ada celah atau retakan pada atap.

    Sistem drainase yang tersumbat, pecah, atau rusak juga bisa mengakibatkan kebocoran atap. Akibatnya, air masuk ke dalam rumah dan menimbulkan noda pada langit-langit atau dinding.

    2. Dinding Rembes

    Air hujan bisa rembes dari luar dinding rumah kalau perawatan kurang baik. Misalnya plesteran dan pengecatan tidak memadai sehingga terjadi pengelupasan ketika hujan. Lalu, air juga dapat masuk lewat retakan kecil pada dinding.

    3. Genteng Lepas

    Jika hujan deras disertai angin kencang, genteng bisa bergeser. Kondisi tersebut akibat sambungan yang longgar atau genteng tertiup angin. Pastikan untuk memeriksa kondisi dan sambungan genteng butuh perbaikan atau tidak.

    4. Saluran Drainase Tersumbat

    Saluran drainase dapat tersumbat pada talang air, terutama ketika musim hujan. Masalah ini disebabkan oleh atap dan pipa drainase yang tidak dibersihkan.

    5. Lumut Tumbuh

    Lumut dapat tumbuh di sekitar rumah kalau sering hujan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegah pertumbuhan lumut agar permukaan rumah tidak licin. Gunakan larutan pembersih khusus dan sikat untuk membersihkan lumut di rumah.

    Itulah beberapa hal yang perlu penghuni rumah waspadai ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Atasi Dinding Rembes Saat Turun Hujan


    Jakarta

    Ada sejumlah masalah yang kerap terjadi ketika turun hujan, salah satunya air hujan yang menembus hingga ke dinding. Hal tersebut membuat dinding menjadi rembes dan lembap.

    Penyebab utama dinding rembes saat hujan karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika dinding rembes tak segera diatasi maka bisa menimbulkan jamur hitam hingga merusak struktur bangunan.

    Jika dinding di rumah sering rembes, jangan khawatir. Ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi masalah tersebut. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Atasi Dinding Rembes Akibat Hujan

    Dilansir situs All Weather Coating dan Water Proofing, berikut sejumlah cara untuk mengatasi permasalahan dinding rembes ketika turun hujan:

    1. Memperbaiki Sambungan Rumah yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, mungkin ada salah satu sudut rumah yang tidak disambung dengan baik. Alhasil, saat turun hujan air bisa mengalir lewat celah tersebut dan menyebabkan rembes ke dinding rumah.

    Cara mengatasinya yakni dengan memperbaiki sambungan tersebut dengan tepat. Lalu, cek kembali saat turun hujan apakah air merembes ke dinding atau tidak.

    2. Melapisi Retak Rambut

    Munculnya retak rambut di dinding tidak bisa dianggap sepele. Hal itu karena retakan ini membuat air hujan dapat merembes ke dinding rumah.

    Untuk memperbaikinya, lapisi retak rambut di dinding dengan menggunakan semen putih dan cat pelapis anti bocor (cat waterproof). Langkah ini agar pori-pori pada dinding bisa tertutup sehingga air tidak merembes.

    3. Pakai Sealant Dinding

    Dinding rumah yang rembes juga bisa diatasi dengan menggunakan sealant, yaitu bahan yang dapat mengisi dan menyegel celah atau retakan pada dinding. Fungsinya untuk menyerap air ke dalam bata, sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Meski begitu, cara ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali. Jadi, tidak begitu efektif untuk menahan rembesan secara terus-menerus.

    4. Mengecat Eksterior Rumah

    Tidak hanya soal estetika, mengecat eksterior rumah juga penting untuk menjaga bangunan tetap tahan dari segala kondisi cuaca, termasuk hujan.

    Dianjurkan memakai cat eksterior waterproof berkualitas tinggi yang diformulasikan tahan terhadap cuaca. Jadi tak hanya terlihat estetis, tapi juga melindungi tembok rumah dari rembes dan kelembapan saat turun hujan.

    5. Perbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena air hujan, dinding bisa rembes karena ada kerusakan pada pipa, seperti pipa retak, bocor, atau sambungan antar pipa yang sudah longgar.

    Apabila kurang paham untuk memperbaiki pipa yang rusak, sebaiknya panggil tukang yang ahli di bidangnya. Dengan begitu, pipa bisa diperbaiki dengan cepat dan dinding rumah tidak rembes lagi saat hujan.

    Itulah lima cara ampuh untuk mengatasi dinding rembes saat turun hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rembes Ketika Hujan, Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Air bisa merembes dinding ke dalam rumah akibat hujan. Kondisi ini bisa memicu beragam masalah seperti timbul jamur, kelembapan, hingga dinding kotor.

    Jika ingin memperbaiki dinding rembes, pemilik rumah perlu mengidentifikasi sumber masalahnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

    Dengan memperbaiki penyebab dinding rembes, pemilik bisa menghindari membayar uang perbaikan yang mahal. Memang, apa saja penyebab dinding rembes? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Dinding Rembes

    Inilah beberapa hal yang bisa membuat dinding rembes, dikutip dari MyBuilder, Kamis (30/10/2025).

    1. Fondasi Retak

    Bangunan rumah yang sudah tua bisa mengalami keretakan pada fondasinya. Retak itu muncul karena perubahan suhu dan pergerakan tanah. Nah, retakan itu jadi celah buat air hujan masuk ke rumah.

    2. Talang Tersumbat

    Dinding rembes bisa jadi karena talang tersumbat. Air hujan tidak bisa mengalir sehingga meluap dan menggenangi area dekat dinding. Hal ini meningkatkan risiko air merembes ke fondasi rumah.

    3. Segel Jendela dan Pintu Rusak

    Segel jendela dan pintu yang rusak atau hilang membuka celah buat air hujan masuk ke dinding. Kalau dibiarkan, dinding bisa rembes saat hujan deras disertai angin kencang.

    4. Grading Tanah Tidak Tepat

    Jika tanah sekitar rumah miring ke arah fondasi, air bisa menggenang dan merembes ke dalam dinding rumah. Sebaliknya, grading atau perataan permukaan tanah yang tepat justru bisa membuat air hujan menjauh dari struktur bangunan.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin dinding rembes ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com