Tag: renovasi

  • Lebih Baik Tukang Harian atau Borongan untuk Renovasi Rumah? Ini Bedanya


    Jakarta

    Ketika sedang merenovasi rumah, kamu bisa menggunakan jasa tukang harian atau borongan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Ada beberapa perbedaan dari tukang harian dan tukang borongan. Kamu bisa memilihnya berdasarkan waktu pengawasan, budget hingga seberapa besar renovasi yang dilakukan.

    Perbedaan Tukang Harian dan Borongan

    Tukang harian dan borongan memiliki perbedaan di sistem pembayaran, waktu penyelesaian hingga kualitas pekerjaan. Berikut penjelasannya.


    1. Sistem Pembayaran

    Tukang harian: Dibayar per hari
    Tukang borongan: Dibayar berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu. Biayanya sesuai dengan kesepakatan di awal.

    Mengutip buku 24 Desain Rumah di Bawah 80 Juta oleh DMaximus arc, pekerjaan harian bisa lebih hemat jika pengawasan dilakukan setiap hari. Sehingga tak ada pekerjaan yang tertunda atau keterlambatan material.

    2. Penyelesaian

    Tukang harian: cenderung lebih lambat dalam menyelesaikan proyek.

    Tukang borongan: Lebih cepat dari tukang harian, sebab melibatkan banyak orang dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Pekerjaan borongan ini cenderung ingin cepat selesai, sehingga perlu pengawasan yang ketat.

    Mengutip buku 54 Inspirasi Desain Pengembangan Rumah oleh Atiya Murti, jika pemilik rumah memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengawasi pekerjaan tukang, tak ada salahnya untuk menggunakan jasa tukang harian. Namun, jika tak punya cukup waktu, maka kamu bisa menggunakan jasa tukang borongan.

    3. Kualitas Hasil Pekerjaan

    Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan. Jika terdapat hasil yang kurang memuaskan dan diperlukan penggantian pekerja, lebih mudah untuk melakukan pemutusan hubungan kerja, dibandingkan dengan sistem borongan.

    Tukang borongan: Menghasilkan pekerjaan yang baik dan berkualitas serta tepat waktu dalam penyelesaiannya. Asalkan, pemilik rumah memahami tata cara dan tahapan dalam membangun rumah, serta memiliki waktu cukup untuk mengawasi di lapangan.

    Mengutip buku Ide Kreatif Renovasi Rumah oleh Santi Hasan dan Anisah Utami, jika bekerja dengan tukang borongan, maka pemilik rumah harus bersiap menjadi pengawas sekaligus manajer dalam proyeknya. Sebab, dalam sistem borongan, hal-hal di luar teknis renovasi harus ditangani sendiri oleh pemilik rumah.

    4. Biaya

    Tukang harian: Lebih mahal dari tukang borongan dan keahlian spesifik diperlukan.

    Tukang borongan: Upah tukang borongan lebih murah dibandingkan dengan tukang harian. Mengutip salah satu situs jual beli rumah. Hal ini karena tukang borongan menerapkan strategi tertentu dalam mengefisiensi waktu serta penggunaan bahan bangunan.

    5. Jenis Proyek

    Tukang harian: Proyeknya relatif kecil dan sederhana, misalnya ruangan atau perbaikan rumah.

    Tukang borongan: Umumnya digunakan dalam proyek yang besar, misalnya bangunan komersial atau hunian.

    6. Fokus dan Tanggung Jawab

    Tukang harian: Lebih fokus, sebab dipekerjakan berdasarkan keahliannya.

    Tukang borongan: Tanggung jawabnya lebih besar, karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    Itulah beberapa perbedaan tukang harian dan juga borongan. Pertimbangkan secara matang sebelum memilih tukang untuk merenovasi rumahmu ya.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bersihkan Rumah Setelah Renovasi



    Jakarta

    Ketika rumah kamu selesai proses renovasi, pasti akan ada residu debu atau bau cat baru yang masih menyengat sehingga kamu bisa saja merasa tidak nyaman untuk langsung menempati rumah baru kamu. Apalagi, bau ini memiliki kandungan zat berbahaya dan bisa menimbulkan rasa pusing.

    Dikutip dari Elano Living, Selasa (26/12/2023), agar rumah terasa lebih nyaman dan higienis, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk membersihkan rumah. Berikut ini detikProperti telah merangkum hal yang harus kamu lakukan.

    1. Bersihkan Area Paling Tinggi

    Hal yang pertama harus dibersihkan adalah area paling tinggi, seperti lantai tingkat, mezzanine, plafon, tangga dan kusen pintu atau jendela atas. Proses ini dilakukan agar dapat mempermudah kamu untuk membersihkan area yang paling bawah, dengan begini debu dari atas tidak mengotori kembali.


    2. Bersihkan Sisa Cat Menempel

    Sisa cat yang menempel di lantai kamu bisa membuat rumah terkesan kusam, untuk menyingkirkan sisa cat dengan bersih gunakan ujung pisau untuk mengerok sisa cat tersebut. Lakukan dengan cara perlahan agar tidak menghasilkan goresan pada lantai.

    3. Siram Lantai

    Jika debu pada seluruh area rumah sudah dibersihkan, sebaiknya kamu menyiram lantai dengan air bersih mengalir. Cara ini penting untuk menyingkirkan sisa debu dan kotoran dengan maksimal. Setelah menyiram lantai, keringkan permukaan dengan memakai kain pel dan pembersih lantai agar menjadi lebih wangi dan higienis.

    4. Hilangkan Bau Cat Rumah

    Rumah baru yang habis dicat tentunya akan menimbulkan bau menyengat. Agar bau ini tidak mengendap, kamu memerlukan sirkulasi udara yang baik dengan beberapa cara untuk mengatasinya.

    Pertama, kamu bisa membuka seluruh pintu dan jendela agar aliran udara masuk dan terkena sinar matahari. Jika ruangan kamu tertutup, kamu bisa menyalakan kipas angin atau AC seharian. Namun, jika bau tidak kunjung hilang, gunakan bahan alami seperti baking soda, jeruk lemon, bubuk kopi untuk menghempas bau menyengat tersebut.

    5. Bersihkan Perabotan

    Sebelum menata seluruh perabotan kamu ke tempatnya pasca renovasi, kamu perlu membersihkan perabotan agar tidak mengotori dalam rumah kamu yang sudah kamu bersihkan sebelumnya. Gunakan kain lap yang sudah dibasahi untuk mengelap seluruh perabotan kamu, atau kamu juga bisa memakai penyedot debu.

    6. Bereskan Rumah Beberapa Kali

    Sebaiknya membersihkan rumah setelah renovasi tidak hanya dilakukan satu kali. Jika rumah kamu sudah selesai dibersihkan dengan menyingkirkan debu, kotoran, dan sisa partikel cat yang menodai rumah. Kamu perlu membersihkan dan membereskan rumah kesekian kali agar tetap bersih dihuni. Mulailah dengan membersihkan lantai kamu dari debu, dengan menyapu dan mengepel.Selanjutnya, kamu bisa mengelap jendela dan pintu setelahnya.

    7. Buang Sisa Puing di Rumah

    Biasanya setelah renovasi, rumah kamu dipenuhi dengan tumpukan puing. Ini bisa menyebabkan debu di rumah beterbangan dan masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, pastikan kamu menyingkirkan puing ini ke tempat sampah. Jangan lupa pada bagian eksterior rumah, bersihkan sisa kotoran puing dengan air mengalir.

    Itulah 7 cara membersihkan rumah setelah renovasi. Kini kamu bisa nyaman beraktivitas dan rumah terasa lebih higienis. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cerdas Hemat Biaya Renovasi Rumah!


    Jakarta

    Saat kamu sudah memiliki rumah, terkadang merenovasi rumah adalah sebuah kebutuhan. Mulai dari renovasi yang sifatnya mendesak seperti ketika kondisi rumah memang sudah banyak bermasalah dan perlu perbaikan, sampai hanya karena bosan dan menginginkan suasana rumah yang baru.

    Merenovasi rumah bisa menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menakutkan. Di satu sisi, hal ini bisa memberi kamu kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup atau menciptakan rumah impian. Namun di sisi lain, renovasi besar-besaran bisa menjadi rumit dan memakan biaya yang sangat besar.

    Tapi jangan khawatir, kunci untuk mencapai renovasi rumah yang sukses adalah dengan menghindari jebakan finansial dan kendala teknis saat proses renovasi berlangsung. Dengan beberapa trik cerdas, kamu bisa sukses merenovasi rumah kamu dengan biaya yang masih dalam jangkauan. Berikut beberapa tipsnya:


    Atur Ulang Tata Letak Ruang yang Ada

    Dilansir dari Home Tips pada Senin (26/2/24), menurut Dave Fox Remodeling di Columbus, Ohio, salah satu pendekatan yang sering terlupakan dalam meningkatkan ruang hidup tambahan adalah dengan melakukan penyesuaian ulang terhadap denah rumah yang sudah ada.

    Banyak rumah mengalami kendala karena tata letak yang kurang optimal, sehingga menyebabkan pemborosan ruang serta menciptakan masalah dalam posisi tata letak ruangan.

    Untuk mengatasi masalah ini, kamu tidak perlu menambah ruangan baru di rumah karena akan menambah biaya pengeluaran. Sebagai alternatif, merobohkan dinding yang tidak penting atau tidak mendukung untuk menciptakan ruang terbuka bisa menjadi solusi.

    Selain itu, kamu juga bisa mengatur ulang tata letak ruangan yang ada untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih efektif, seperti membangun dinding di ujung ruangan untuk membuat lemari tambahan.

    Dengan tetap mempertahankan tapak rumah yang sudah ada, kamu bisa menghemat biaya lebih banyak karena tidak perlu mengeluarkan dana untuk pondasi, atap, dan elemen lainnya.

    Prioritaskan Tempat yang Penting

    Untuk memastikan biaya yang kamu keluarkan untuk renovasi rumah memberikan hasil yang terbaik, kamu bisa memilih untuk: fokus pada renovasi tempat yang penting atau melakukan perbaikan kecil yang hanya merubah penampilan rumah.

    Pilihan pertama adalah fokus merenovasi tempat yang penting. Seperti merenovasi kamar mandi, dapur, kamar tidur, ruang keluarga, dan tempat-tempat yang fungsional dan vital di rumah.

    Penting untuk mengevaluasi kebutuhan dan prioritas kamu secara cermat sebelum memulai proyek renovasi. Dan jika memungkinkan, kamu bisa mengalokasikan dan terlebih dahulu untuk proyek-proyek di ruangan ini.

    Pilihan kedua adalah melakukan perbaikan kecil yang bisa langsung memperbaiki penampilan rumah kamu. Biasanya perbaikan ini meliputi perbaikan secara visual. Contohnya seperti cat baru, pegangan pintu yang baru, atau lampu yang diperbarui.

    Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun perbaikan-perbaikan ini bisa memberikan perubahan yang baik, kamu tetap harus hati-hati memilih pekerjaan yang penting.

    Misalnya, memilih kualitas cat yang baik atau pencahayaan yang efisien. Jadi, pikirkan dengan matang sebelum kamu mulai memperbaiki rumah, ya!

    Meminimalkan Gangguan

    Menjalani renovasi di rumah bisa menjadi tantangan yang sulit. Oleh karena itu penting untuk meminimalkan gangguan yang ada pada saat proses renovasi. Melansir dari website Home Tips, ini adalah beberapa tips yang bisa membantu mengurangi gangguan dan membuat proses renovasi lebih mudah:

    1. Seringlah berkomunikasi dengan kontraktor atau tim renovasi kamu untuk mendiskusikan rutinitas harian dan kebutuhan khusus kamu, sehingga mereka bisa merencanakan jadwal kerja yang cocok untuk.

    2. Tetapkan satu area di rumah sebagai “zona aman” yang tidak akan terganggu oleh renovasi. Hal ini akan memberi kamu ruang yang nyaman di tengah-tengah kegiatan konstruksi. Misalnya, jika dapur kamu sedang direnovasi, coba buat dapur sederhana dengan microwave dan kompor portabel untuk membantu kamu menjalankan kegiatan sehari-hari.

    3. Mintalah kontraktor kamu untuk menutup area renovasi dengan terpal plastik atau pembatas agar debu dan puing tidak tersebar ke seluruh rumah.

    4. Gunakan unit penyimpanan atau wadah untuk menyimpan barang-barang dan melindunginya dari debu dan kerusakan.

    5. Gunakan headphone atau earbud untuk mengurangi kebisingan dari konstruksi yang sedang berlangsung.

    6. Jadilah fleksibel dan terbuka terhadap penundaan atau perubahan yang mungkin terjadi selama proses renovasi. Ingatlah bahwa ini adalah bagian dari proses perbaikan rumah kamuk.

    7. Luangkan waktu untuk beristirahat dari zona renovasi ketika kamu tidak perlu mengawasi pekerjaan. Manfaatkan waktu ini untuk beristirahat di luar rumah atau berkunjung ke teman dan keluarga untuk menghilangkan stres dan mengisi ulang energi.

    Rencanakan Semuanya dengan Matang

    Merencanakan renovasi rumah dengan baik sangat penting untuk mempercepat prosesnya, menjaga agar tetap efisien, mengontrol pengeluaran, dan menghindari penundaan yang tidak diinginkan.

    Untuk dapat merencanakan renovasi dengan matang, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah berdiskusi dengan arsitek atau desainer kamu untuk membuat rencana renovasi yang rinci. Hal ini mencakup pengukuran, tata letak, bahan yang akan digunakan, serta spesifikasi lainnya yang akan menjadi panduan dalam proses renovasi.

    Selanjutnya, pilihlah kontraktor yang terpercaya dan memiliki pengalaman yang baik. Kontraktor yang handal dapat memberikan perkiraan biaya yang akurat, mengelola proyek dengan efisien, dan menangani masalah yang mungkin muncul selama proses renovasi.

    Penting untuk memilih kontraktor yang dapat bekerja sesuai anggaran kamu dan membantu kamu untuk menentukan prioritas dalam pengeluaran. Hindari membuat perubahan besar dalam rencana setelah konstruksi dimulai, karena perubahan ini dapat menyebabkan penundaan dan meningkatkan biaya proyek secara signifikan.

    Terakhir, pilih dan pesanlah semua bahan, finishing, peralatan, dan perlengkapan yang diperlukan sejak awal. Penting untuk memastikan bahwa semua bahan dan peralatan yang kamu butuhkan tersedia tepat waktu untuk menjaga proyek tetap berjalan sesuai rencana.

    Hemat Uang Sebisa Mungkin

    Saat melakukan renovasi, sangat penting untuk tetap berada dalam anggaran yang telah kamu tetapkan diawal. Namun, mempertahankan anggaran seringkali menjadi tantangan yang besar. Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa strategi hemat uang yang bisa kamu terapkan.

    Pertama, pastikan untuk memanfaatkan diskon dan promosi yang tersedia untuk berbagai peralatan dan material yang kamu butuhkan.

    Selanjutnya, manfaatkan juga acara penjualan dan promosi di toko perbaikan rumah untuk membeli bahan dan perlengkapan renovasi dengan harga yang lebih murah.

    Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan kembali material lama yang masih layak pakai untuk menghemat biaya pembelian material baru. Selalu simpan sisa-sisa material yang masih baru untuk digunakan di masa mendatang.

    Pilihlah bahan yang memiliki tampilan netral dan awet agar hasil renovasi tidak cepat ketinggalan zaman.

    Terakhir, jika kamu memiliki keahlian dan keterampilan yang cukup, pertimbangkan untuk melakukan beberapa pekerjaan sendiri untuk menghemat biaya tenaga kerja. Namun, pastikan untuk hanya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kamu dan hindari membuat kesalahan yang mahal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Membandingkan Aspal VS Paving Block untuk Jalan Akses ke Rumah


    Jakarta

    Ketika kamu membangun rumah, tentu kamu perlu membangun jalan masuk ke rumahmu. Khususnya untuk rumah yang memiliki garasi, pastinya kamu membutuhkan jalan untuk kendaraan mu.

    Saat kamu merencanakan untuk membangun jalan, kamu juga perlu menentukan bahan yang digunakan. Beberapa bahan yang bisa digunakan diantaranya yaitu aspal dan paving block. Lalu, diantara kedua bahan tersebut, mana yang lebih baik?

    Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Melansir dari build-review.com, ada beberapa hal yang perlu perhatikan saat memilih bahan antara paving block dan aspal. Berikut rangkumannya.


    Hal yang perlu Diperhatikan Saat Memilih Bahan Jalan Rumah

    1. Tampilan

    Selain untuk memberikan akses yang mudah, salah satu alasan membangun jalan masuk juga karena penampilan. Dengan adanya jalan masuk, rumah akan terlihat lebih bagus. Maka dari itu mempertimbangkan bahan jalan juga menjadi salah satu prioritas.

    Bahan aspal memiliki karakter gelap dan bertekstur. Menggunakan bahan aspal membatasi pilihan warna, karena pada umumnya aspal berwarna hitam dan semakin berjalannya waktu, warna aspal akan berubah menjadi abu-abu. Aspal juga cukup sulit untuk diwarnai, karena aspal memiliki daya serap warna yang kurang baik.

    Sebaliknya, paving block memiliki tekstur lebih mulus dan memiliki bentuk yang beragam, serta bisa diwarnai. Sehingga paving block memiliki fleksibilitas lebih baik sesuai dengan kebutuhan.

    2. Harga

    Dikutip dari masterblockindonesia.com dan kontraktorjalan.com, harga Aspal di Indonesia berkisar dari Rp 70.000 ~ Rp 150.000 per m² sedangkan paving block berkisar dari Rp 100.000 ~ Rp 200.000 per m². Maka dari itu, bila kamu memiliki budget yang sedikit, menggunakan bahan aspal bisa menjadi pilihan terbaikmu.

    Akan tetapi, bila kamu menghitungnya untuk jangka waktu panjang. Menggunakan paving block justru terhitung lebih murah. Mengapa demikian? Ayo kita simak alasannya pada poin selanjutnya.

    3. Daya Tahan dan Perawatan

    Aspal memiliki daya tahan hingga 20 tahun. Sedangkan paving block bisa bertahan hingga dua kali lipatnya. maka dari itu secara teknis, paving block bisa menjadi pilihan yang tepat bila kamu menginginkan bahan yang tahan lama.

    Untuk perawatannya, bahan aspal hanya perlu mengganti lapisan atasnya saja. Sedangkan paving block, kamu perlu menggantinya dengan yang baru.

    Mencari bentuk paving block yang sama juga bisa menjadi tantangan saat memperbaiki jalan berbahan paving block. Seburuk-buruknya, bila kamu tidak berhasil menemukan bentuk yang sama, kamu perlu mengganti semuanya. Sehingga biaya perawatan jalan berbahan paving block terhitung lebih mahal.

    4. Cuaca

    Cuaca juga menjadi faktor penting saat memilih bahan jalan. Jika rumahmu berada di lingkungan yang panas, sebaiknya kamu menggunakan paving block. Karena bahan aspal mudah meleleh saat cuaca panas, dan akan retak atau pecah ketika kembali dingin.

    5. Pemasangan

    Pemasangan aspal terhitung lebih cepat dibandingkan paving block. Aspal hanya memerlukan beberapa jam untuk mengeras dan bisa digunakan. Sedangkan paving block membutuhkan waktu berhari-hari sebelum semen mengeras dan bisa digunakan.

    6. Efek Terhadap Lingkungan

    Bahan aspal lebih ramah lingkungan karena bisa didaur ulang, sedangkan paving block memerlukan alat khusus untuk bisa diolah sebelum di daur ulang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Renovasi Rumah? Pertimbangkan 5 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Terkadang seseorang bisa bosan dengan layout ataupun interior rumah yang begitu-begitu saja setelah lama ditinggali. Lalu, mungkin ada kerusakan yang sangat mengganggu di rumah, seperti plafon yang rusak akibat bocor, maka dari itu perlu renovasi rumah.

    Dengan renovasi rumah, kamu bisa melakukan upgrade pada rumah sekaligus memperbaiki kerusakan-kerusakan di sekitar rumah. Akan tetapi, sebelum mulai renovasi, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan dulu. Sebab, ada banyak aspek yang perlu dipikirkan kalau ingin merenovasi rumah.

    Melansir dari laman ZipMatch pada Jumat (5/4/2024), berikut ini beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum merenovasi rumah.


    1. Rencana yang Matang

    Merenovasi rumah sebenarnya agak ribet karena harus memikirkan fitur-fitur rumah yang sudah ada. Jangan sampai rumah yang direnovasi malah tidak cocok atau merusak bagian-bagian rumah lainnya.

    Misalnya kamu ingin menambah bathtub di kamar mandi. Lalu, karena perencanaan kurang matang, ternyata penempatan bathtub terlalu dekat dengan WC, sehingga kamu merasa kurang nyaman. Jadi penting sekali membuat rencana dengan rinci dan realistis supaya kamu tidak salah langkah.

    2. Budget yang Cukup

    Pastinya merenovasi rumah akan menguras kantong kamu, maka tentukan budget yang realistis. Kamu bisa melakukan riset dengan berkeliling toko-toko atau mencari harga pasaran di internet.

    Jangan lupa juga untuk memikirkan kemungkinan pengeluaran yang tidak terduga. Sebaiknya kamu menyiapkan budget lebih untuk renovasi rumah, karena ada saja hal yang membuat pengeluaran membengkak.

    3. Fungsionalitas Ruangan

    Lalu, fungsionalitas ruangan juga perlu kamu pertimbangkan dengan matang. Bayangkan dengan semua perubahan yang kamu lakukan nanti, bagaimana perasaanmu menggunakan tempat tersebut.

    Mungkin dengan merenovasi rumah, kamu merasa ruangan justru menjadi sempit. Dengan begitu, kamu malah jadi sulit berkerak.

    4. Waktu Pengerjaan yang Realistis

    Lalu, buatlah jadwal yang berisi pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Apalagi renovasi rumah bisa memakan waktu lama, sehingga perencanaan waktu dan tugas yang seksama bisa mengatur alur pengerjaan.

    Pastikan juga menentukan jadwal yang realistis. Jika ada acara yang bakal digelar di rumah, apakah renovasi akan selesai sebelum waktu itu? Tentukan berapa lama kamu mau menunggu hingga proyek itu tuntas.

    5. Izin Renovasi

    Sebelum memulai renovasi, pastikan sudah mengabarkan dan meminta izin tetangga sekitar. Sebab, proses renovasi sering kali mengganggu tetangga karena menimbulkan bising atau mengotori lingkungan.

    Lalu, cari tahu apakah ada regulasi atau izin yang harus didapatkan ketika merenovasi. Kamu bisa bertanya ke RT atau RW di lingkungan rumahmu.

    Itulah 5 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mulai merenovasi rumah. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Fungsikan Ruang Bawah Tangga, Ternyata Bisa buat Ini


    Jakarta

    Sadarkah kamu area di bawah tangga sebenarnya bisa saja diubah menjadi ruangan lagi? Meski awalnya berupa tembok, area ini bila dibobok dapat difungsikan untuk berbagai hal.

    Jika ingin memaksimalkan area di dalam rumah, kamu bisa berkreasi dengan membangun ruangan atau tempat penyimpanan di bawah tangga. Tentunya dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan kekokohan tangga dan struktur bangunan rumah.

    Melansir dari laman HGTV pada Minggu (14/4/2024), berikut ini beberapa cara kreatif menggunakan ruang bawah tangga yang bisa kamu coba.


    1. Ruang Kerja

    Ruang Kerja di Bawah Tangga PutihRuang Kerja di Bawah Tangga Putih Foto: Whit Preston

    Ruang bawah tangga ternyata bisa kamu fungsikan sebagai ruang kerja. Hal ini sangat menarik apalagi dengan plafon miring pada ruang kerja menjadi keunikan tersendiri.

    2. Kamar WC

    Kamar Mandi di Bawah TanggaKamar Mandi di Bawah Tangga Foto: Designs Northwest Architects

    Kamu juga bisa membuat kamar yang bukan untuk mandi melainkan hanya untuk buang air dan mencuci tangan. Tergantung pada ukuran ruang yang bisa dibuat di bawah tangga, kamu bisa mempertimbangkan hal ini.

    3. Rak Buku

    Rak Buku di Bawah Tangga PutihRak Buku di Bawah Tangga Putih Foto: Lynn Donaldson & Associates

    Bagi pecinta buku, ruang bawah tangga cocok buat kamu fungsikan menjadi rak buku. Dengan begitu, kamu seakan-akan memiliki perpustakaan mini di rumah.

    4. Ruang Rahasia

    Kamu juga dapat membangun ruang rahasia di bawah tangga. Gunakan pintu kecil yang berpadu sempurna dengan panel pada tembok bawah tangga. Selain itu, ruangan ini bisa berfungsi sebagai gudang penyimpanan.

    5. Tempat Penyimpananan

    Laci Besar di Bawah TanggaLaci Besar di Bawah Tangga Foto: Red House Remodeling

    Tambah tempat penyimpanan di dalam rumah dengan membuat laci-laci besar di area bawah tangga. Dengan demikian, rumah menjadi rapi karena berbagai barang dan pernak-pernik mempunyai tempat penyimpanan khusus ini.

    6. Ruang Hewan Peliharaan

    Nah, kalau ada anabul di rumah, ruang bawah tangga cocok dijadikan kamar kecil bagi mereka. Buatlah ruangan khusus hewan peliharaan yang dilengkapi dengan pintu kecil.

    Itulah berbagai cara memfungsikan ruang bawah tangga untuk memaksimalkan area rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Sulap Rumah Jadi Kos-kosan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan digemari banyak masyarakat karena bisa mendapatkan penghasilan pasif serta cocok untuk masa pensiun. Bisnis ini membutuhkan modal besar untuk menyediakan kamar-kamar, namun sebenarnya kamu tidak harus membeli atau membangun kos-kosan baru.

    Nah, daripada membeli atau membangun bangunan kos-kosan, kamu dapat memanfaatkan aset yang sudah dimiliki. Jika memiliki ruang lebih atau tidak terpakai di rumah, kamu bisa melakukan renovasi untuk membuat kamar-kamar kosan.

    Lalu, bagaimana cara bisnis kos-kosan di rumah? Simak penjelasan berikut ini.


    Cara Bisnis Kos-kosan di Rumah

    1. Analisa Prospek Lokasi

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi mengatakan kalau ingin mengubah rumah menjadi kos-kosan, pemilik perlu mencari tahu apakah rumah dapat dijadikan kos-kosan. Pemilik perlu memahami regulasi dan ketentuan berlaku serta mengidentifikasi prospek lokasi.

    “Lihat dulu apakah bisa jadi kos-kosan. Jangan sudah diubah tapi nggak ada yang minat karena lokasinya nggak strategis untuk jadikan kos-kosan,” ujar Anis kepada detikcom, (8/5/2024).

    Lokasi yang strategis bisa dilihat dari kedekatan jarak rumah dengan perguruan tinggi, perkantoran, atau kawasan bisnis. Sebab, biasanya target pasar kos-kosan merupakan mahasiswa atau pegawai.

    2. Renovasi Rumah

    Kamu tidak perlu mengubah tampak depan rumah ketika renovasi rumah menjadi kos-kosan, melainkan ruangan tak terpakai di dalam rumah saja. Kamu bisa membuat kamar kosan dengan menambah sekat-sekat di dalam rumah, seperti pada ruang tamu atau kamar tidak terpakai.

    Sementara, ruang tamu bisa dipindahkan ke ruang lainnya misalkan di lorong. Adapun ukuran kamar biasanya akan berbeda-beda karena menggunakan bangunan rumah yang tidak dirancang presisi untuk kos-kosan.

    Namun, Anis menyarankan agar menggunakan jasa arsitek atau kontraktor untuk merenovasi serta menentukan ukuran dan tata ruang yang baik untuk penyewa. Dari pencahayaan hingga ventilasi udara perlu menjadi perhatian pemilik rumah.

    3. Harga Sewa

    Harga sewa setiap kamar di kos-kosan bekas rumah bisa berbeda-beda tergantung pada ukuran kamar. Kamar yang lebih luas tentu akan lebih mahal, sementara kamar lebih kecil sebaliknya.

    Selain itu, Anis membagikan cara menentukan harga sewa, yakni dengan melihat harga pasar kos-kosan di sekitar rumah. Namun, jangan lupa untuk membandingkan kos-kosan dengan fasilitas serupa serta perhitungkan fasilitas tambahan yang diberikan.

    4. Kamar Mandi

    Bangunan rumah yang mau diubah menjadi kos-kosan mungkin lebih rumit untuk membuat kamar mandi, maka kamu bisa menyiasatinya dengan menyediakan kamar mandi bersama di luar kamar. Dengan begitu, kamu juga bisa membuat lebih banyak kamar dengan ukuran lebih kecil.

    “Kebersihan harus diutamakan sama (saja) kamar mandi luar dan dalam, cuman karena kamar mandi bersama orang-orang berbeda perlakuannya. Tapi lebih murah (harga sewa) kamar mandi luar,” katanya.

    5. Perizinan

    Anis menjelaskan sebenarnya renovasi rumah menjadi kos-kosan tidak membutuhkan izin khusus karena tidak merubah fasad atau tampak depan rumah. Berbeda dengan bangunan baru yang membutuhkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Apabila kalau kos-kosan sudah beroperasi, Anis biasa melaporkan ke Ketua Rumpun Tetangga (RT) terkait identitas penyewa kosan. Ia juga memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    6. Pemasaran

    Kemudian, hal yang tak boleh ketinggalan saat bisnis kos-kosan adalah mengiklankan ketersediaan kosan agar mendapat penyewa. Anis mengatakan cara tradisional yang bisa dilakukan adalah memasang spanduk di depan kos-kosan.

    Lalu, sudah ada banyak aplikasi khusus iklan kos-kosan yang bisa dimanfaatkan. Memasang profil kos-kosan di Google juga cara yang bagus supaya muncul ketika dicari oleh calon penyewa.

    “Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan market asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik,” pungkasnya.

    Demikian cara membuat rumah menjadi kos-kosan yang menguntungkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Hebel Vs Bata Merah



    Jakarta

    Memilih bahan bangunan saat membangun rumah adalah hal yang krusial. Salah-salah pilih bahan bangunan, bisa jadi hasilnya buruk atau tak sesuai ekspektasi.

    Termasuk dalam memilih bahan bangunan untuk membangun tembok. Biasanya tembok dibangun dengan menggunakan dua pilihan bahan, yaitu bata hebel dan bata merah. Keduany sama-sama baik namun punya perbedaan dari kekuatan dan kualitas bangunan. dapat mempengaruhi kekuatan dan kualitas bangunan yang kita miliki.

    Bata merah dan bata hebel menjadi dua jenis bata yang cukup sering digunakan untuk pembangunan rumah. Meski demikian, keduanya tentu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.


    Kelebihan dan Kekurangan Hebel dan Bata Merah

    Bata Merah

    Bata merah merupakan jenis bata yang banyak digunakan untuk membangun rumah maupun gedung. Bata merah adalah jenis bahan bangunan yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, kemudian dibakar pada suhu tinggi.

    Bata merah cenderung bersifat poros dan dapat menyerap air dengan mudah. Namun, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembaban dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

    Kelebihan Bata Merah
    – Banyak tersedia di toko bangunan
    – Mudah diangkut karena ukuran lebih kecil
    – Harganya cenderung murah

    Kekurangan Bata Merah
    – Mudah menyerap air sehingga dinding cepat lembab yang dapat memengaruhi kekuatan bangunan
    – cukup berat

    Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah. Foto: Rico Bagus

    Bata Hebel

    Bata hebel adalah jenis bahan bangunan ringan yang terbuat dari campuran beton, pasir dan gypsum. Berat bata hebel jauh lebih ringan dibandingkan dengan bata merah dan beton, jadi instalasinya lebih mudah.

    Selain itu, hebel juga memiliki kemampuan isolasi termal yang baik dan dapat membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan ruangan. Hebel juga sangat tahan terhadap api dan dapat membantu memperlambat penyebaran api jika kebakaran.

    Bata hebel menggunakan pengikat seperti semen dalam proses produksinya agar lebih kuat, sehingga kekuatannya jauh lebih baik daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat. Selain itu, pembuatan bata hebel juga sama dengan beton jadi bahan ini memenuhi standar untuk membuat bangunan tahan gempa.

    Kelebihan Bata Hebel
    – Lebih ringan
    – Tahan api
    – Memiliki isolasi termal yang baik
    – Ketahanannya cukup baik

    Kekurangan Bata Hebel
    – Harganya cenderung lebih mahal
    – Ukurannya lebih besar

    Bata ringanBata ringan Foto: dok. Blesscon

    Demikian informasi terkait kelebihan dan kekurangan bata merah dan bata hebel.

    Panggah Nuzhul Rizki
    Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Renovasi Rumah Sesuai Budget? Ada Caranya


    Jakarta

    Melakukan renovasi rumah pada dasarnya harus sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kita miliki. Dari pemilihan bahan bangunan, desain yang sesuai, dan juga luas bangunan dari pemilik rumah.

    Sebenarnya, dari ketiga hal tersebut sudah tergambar besaran dan juga kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk melakukan renovasi rumah. Namun, ada hal-hal lain juga yang dapat membuat kita melakukan renovasi rumah dengan budget yang minim, termasuk dalam menggunakan jasa profesional seperti kontraktor.

    Apa saja hal-hal tersebut? Berikut informasinya.


    1. Gunakan Jasa Profesional

    Untuk mendapatkan hasil dan hitungan yang lebih presisi, kalian bisa gunakan jasa profesional dalam renovasi rumah, seperti kontraktor, konsultan arsitek, hingga konsultan pengawas. Dimulai dari kontraktor yang melaksanakan progress fisik proyek renovasi rumah, lalu konsultan arsitek yang membuat perencanaan desain untuk renovasi rumah. Terakhir, konsultan pengawas yang bertugas mengawasi hasil pekerjaan dari kontraktor.

    2. Pemilihan Bahan Bangunan

    Bahan bangunan yang digunakan juga dapat mempengaruhi budget untuk renovasi rumah. Misalnya, pemilihan bata merah atau bata hebel, lantai granita atau marmer, maupun pintu kayu atau pintu alumunium. Kalian bisa memilih bahan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang sudah ada untuk melakukan renovasi rumah.

    3. Sesuaikan dengan Anggaran

    Sebelum melakukan renovasi, pemilik rumah akan menyepakati RAB (Rencana Anggaran Biaya). Dengan adanya RAB, maka pengerjaan renovasi rumah akan disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki pemilik rumah.

    Biasanya, di dalam RAB terdapat rincian pekerjaan, spesifikasi material yang digunakan, detail harga pekerjaan, hingga volume pekerjaan. Jadi, renovasi rumah kalian akan sesuai dengan budget dan tidak membuat dompet kosong.

    Demikian informasi terkait renovasi rumah pakai jasa kontraktor sesuai budget. Semoga informasinya bermanfaat ya!

    Panggah Nuzhul Rizki
    Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lagi Renovasi Rumah Tiba-tiba Diminta ‘Uang Keamanan’, Harus Apa?



    Jakarta

    Renovasi rumah diperlukan ketika ada bagian-bagian bangunan yang rusak serta menjadikan rumah lebih bagus dan sesuai selera. Saat melakukan renovasi, penting untuk meminta izin tetangga karena bisa saja mengganggu akibat bising atau debu yang ditimbulkan.

    Pengacara Properti, Muhammad Rizal Siregar mengatakan, mengubah bangunan dapat dilakukan jika sudah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG. Dokumen itu merupakan perizinan yang diberikan kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung sesuai dengan standar teknis bangunan gedung.

    Namun, bagaimana kalau sedang renovasi rumah, sudah sesuai aturan dan mendapat izin tetangga, tiba-tiba didatangi sejumlah oknum yang meminta ‘uang keamanan’?


    Rizal mengatakan, jika ada pihak-pihak, baik perorangan maupun organisasi masyarakat, yang meminta uang ketika pemilik rumah melakukan renovasi, maka mereka bisa disebut sebagai pelaku pungli. Pelaku pungli tersebut termasuk dalam KUHP dan bisa dijerat hukum berdasarkan pasal 368 ayat 1.

    “Siapapun yang mengancam atau memaksa orang lain untuk memberikan sesuatu, terancam pidana penjara paling lama 9 tahun. Namun, jerat hukum itu berlaku untuk pelaku pungli yang bukan termasuk anggota pihak berwenang atau pemerintahan, melainkan atas nama organisasi kepemudaan,” kata Rizal saat dihubungi detikcom, Kamis (22/8/2024).

    Apabila benar terjadi pungli, kata Rizal, bisa segera dilaporkan ke pihak berwajib. Misalnya, pihak kepolisian setempat.

    “Jika hal tersebut terjadi, maka dapat dilaporkan pada kepolisian setempat,” pungkasnya.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com