Tag: renovasi rumah

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hindari 6 Hal Ini Kalau Mau Renovasi Rumah Lancar Tanpa Drama


    Jakarta

    Renovasi rumah memang menjanjikan perubahan yang menyenangkan. Banyak orang membayangkan prosesnya akan berjalan lancar selama ada tukang, waktu, dan anggaran yang disiapkan.

    Tapi di balik prosesnya sering muncul drama yang bisa memicu perdebatan dengan tukang yang mengerjakannya. Mulai dari biaya yang tiba-tiba berubah, hasil pekerjaan yang kurang sesuai harapan, hingga jadwal yang terus mundur. Semua ini biasanya berawal dari titik konflik yang kurang diperhatikan.

    Sebagian besar persoalan muncul bukan karena kesalahan satu pihak tetapi karena komunikasi yang kurang jelas, detail pekerjaan yang tidak dirinci sejak awal, dan keputusan yang terlambat diberikan. Jika tidak diatur sejak awal, proyek renovasi bisa mudah bergeser dari rencana ideal menjadi kendala yang sebenarnya bisa saja dicegah.


    Dilansir dari situs Today’s Homeowner, Sabtu (15/11/2025), berikut beberapa konflik yang membuat proyek berantakan, namun sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

    1. Komunikasi yang Buruk

    Penyebab terbesar proyek renovasi melebihi anggaran adalah komunikasi yang buruk antara pemilik rumah dan kontraktor. Jika apa yang dibicarakan berbeda dari apa yang dipahami, proyek bisa langsung kacau.

    Di lapangan, situasi seperti ini sering memicu konflik antara pemilik rumah dan tukang. Daftar pekerjaan tidak pernah benar-benar jelas. Pemilik rumah membayangkan hasil (A) sementara tukang mengerjakan (B), lalu harga tiba-tiba berubah karena item pekerjaan ternyata lebih banyak dari perkiraan awal.

    Untuk mencegah kekacauan seperti itu, solusi paling efektif adalah membuat daftar pekerjaan secara rinci, mulai dari volume, bahan, hingga spesifikasi teknis. Serta, pemilik rumah juga harus memastikan pihak kontraktor memahami dan menyetujui.

    2. Tidak Ada Perhitungan yang Detail

    Banyak pemilik rumah menetapkan anggaran hanya berdasarkan perkiraan kasar tanpa menghitung volume pekerjaan, harga material, atau risiko munculnya pekerjaan tambahan. Maka dari itu, membuat daftar yang juga menyertakan anggaran realistis itu penting.

    Dengan begitu, estimasi biaya tidak diserahkan kepada tukang yang terkadang berbeda pemahaman dengan pemilik rumah. Pemilik rumah perlu menghitung volume pekerjaan secara detail melalui rancangan anggaran biaya (RAB), meneliti harga material dan biaya tenaga kerja, serta menyiapkan anggaran sekitar 10-20 persen untuk mengantisipasi biaya tak terduga.

    3. Perubahan Mendadak

    Perubahan yang terjadi di tengah proyek adalah penyebab utama biaya membengkak. Setiap perubahan, sekecil apapun, bisa mempengaruhi jumlah material, tenaga kerja, dan waktu penyelesaian.

    Masalah ini sering muncul dari konflik hasil awal yang kurang sesuai ekspektasi. Banyak pemilik rumah memulai renovasi hanya dengan mengandalkan foto inspirasi, lalu merasa hasil awal tidak sesuai ekspektasi dan meminta perubahan. Solusinya adalah membuat gambar kerja lengkap, menentukan material sejak awal, dan sebisa mungkin menghindari perubahan yang tidak mendesak.

    4. Detail Teknis yang Terlewat

    Saat proyek berlangsung, sering muncul temuan tak terduga seperti pipa bocor, rangka dinding keropos, instalasi listrik usang, atau jamur yang tersembunyi. Masalah-masalah ini baru terlihat ketika pekerjaan sudah berjalan, sehingga bisa mengganggu jadwal dan menambah biaya.

    Hal ini berkaitan juga dengan masalah detail teknis yang terlewat. Stop kontak meleset, titik lampu salah, atau drainase miring kerap baru terlihat ketika proyek sudah setengah jalan. Solusinya adalah melakukan inspeksi awal pada plumbing, kelistrikan, dan struktur, dan membuat denah mekanikal elektrikal yang lengkap, serta menyiapkan anggaran biaya untuk keadaan tak terduga.

    5. Adanya Keterlambatan Stok Material

    Keterlambatan pengiriman barang, stok habis, atau perubahan harga material kerap membuat jadwal proyek bergeser. Masalah ini bisa menunda pekerjaan dan mempengaruhi keseluruhan timeline proyek.

    Namun, masalah timeline bukan hanya soal material. Persetujuan pemilik rumah yang molor, revisi terlambat, atau keputusan mendadak juga bisa menghentikan pekerjaan sementara. Solusinya adalah memesan material lebih awal, menetapkan batas waktu persetujuan misalkan 1×24 jam, dan membuat jadwal kerja mingguan sambil memantau progres secara rutin.

    6. Inflasi dan Kenaikan Harga

    Kenaikan harga material dan biaya tenaga kerja bisa membuat anggaran awal cepat habis. Jika proyek berjalan lama karena perubahan atau keterlambatan, biaya akan terus naik dan anggaran semakin membengkak.

    Masalah ini juga terhubung dengan permasalahan lain, seperti timeline molor membuat harga material naik, komunikasi memburuk, dan proyek pun semakin kacau. Solusinya adalah memesan material lebih awal untuk stok, tidak menunda keputusan penting, dan memastikan timeline tetap berjalan tanpa terkendala persetujuan yang lambat.

    Itulah beberapa permasalahan yang kerap memicu perdebatan dengan tukang. Cegah dan atasi sekarang agar proyek renovasi berjalan dengan lancar. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Serahkan ke Tukang, Jangan Kerjakan 7 Pekerjaan Rumah Ini Sendiri



    Jakarta

    Memiliki keterampilan Do It Yourself (DIY) di rumah bisa menjadi kebanggaan, namun ada beberapa proyek rumah yang sebaiknya dilakukan oleh profesional. Proyek-proyek ini melibatkan tingkat kompleksitas yang tinggi dan bisa menimbulkan risiko keamanan jika tidak dijalankan dengan benar.

    Melansir The Spruce, Senin (11/12/2023), berikut 7 proyek rumah yang sebaiknya dilakukan oleh para profesional untuk memastikan keamanan dan hasil yang optimal.

    1. Perubahan atau Perbaikan Struktural

    Jangan coba-coba meruntuhkan dinding untuk menciptakan ruangan yang lebih terbuka tanpa bantuan seorang insinyur struktural berlisensi. Kesalahan kecil dalam proyek ini bisa berakhir dengan bencana.


    2. Pekerjaan Listrik

    Proyek-proyek listrik, seperti pemasangan kabel atau peningkatan panel, membawa risiko keamanan yang signifikan jika tidak dilakukan oleh tukang listrik berlisensi. Keamanan dan kepatuhan dengan kode bangunan lokal harus diutamakan.

    3. Pemasangan Jendela

    Meskipun pemasangan jendela mungkin terlihat mudah, kesalahan kecil bisa mengakibatkan masalah besar, seperti kebocoran udara atau air. Pastikan pemasangan dilakukan dengan benar untuk mencegah kerugian pada tagihan pemanasan dan potensi pertumbuhan jamur.

    4. Perbaikan atau Penggantian Atap

    Pekerjaan atap bukan hanya tugas fisik yang berat, tetapi juga memerlukan pengetahuan khusus untuk memastikan ketahanan dan ketahanan air yang optimal. Berikan tugas ini pada profesional yang memiliki pengalaman.

    5. Pemasangan HVAC

    Sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin rumah (HVAC) kompleks dan memerlukan pengetahuan khusus. Ahli HVAC bisa membantumu memahami kebutuhan pemanasan dan pendinginan rumah, serta memastikan instalasi yang benar.

    6. Proyek Perpipaan Besar

    Pekerjaan perpipaan yang melibatkan penggantian pipa besar atau pemindahan perlengkapan kamar mandi sebaiknya dikerjakan oleh tukang ledeng berlisensi. Mereka memiliki keahlian untuk menangani kode perpipaan dan menghindari masalah seperti kebocoran.

    7. Penebangan Pohon

    Menebang pohon memerlukan keterampilan khusus untuk mencegah kerusakan pada properti atau cedera pribadi. Untuk menghindari risiko tersebut, serahkan tugas ini pada tukang tebang pohon profesional yang berpengalaman.

    Demikianlah proyek-proyek di rumah yang sebaiknya dilakukan oleh para profesional. Mengetahui proyek-proyek rumah mana yang sebaiknya dilakukan oleh para profesional adalah langkah pertama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan rumah. Keamanan selalu menjadi prioritas utama!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Renovasi Rumah? Ini Estimasi Biaya Ubah Rumah 1 Lantai Jadi 2 Lantai


    Jakarta

    Ketika memiliki hunian di lahan terbatas tapi ingin memperluasnya, salah satu caranya yakni merenovasinya dengan menambah lantai atau tingkat rumah. Dari yang 1 lantai menjadi 2 lantai, atau lebih.

    Namun, ada hal yang mesti diperhatikan nih sebelum merenovasi rumah, yaitu perihal biaya. Anggaran budget untuk perbaikan rumah perlu direncanakan dan dipersiapkan sedemikian rupa untuk mencegah proses renovasi yang tidak selesai.

    Lantas, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai?


    Estimasi Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 Lantai

    Biaya untuk renovasi rumah tergantung desain rumah yang diinginkan, luas rumah, hingga wilayah hunian berada. Lokasi rumah berada bisa mempengaruhi budget lantaran harga material yang digunakan dan biaya jasa tukang mungkin berbeda tiap daerahnya.

    Menurut Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah, Nuzhul Rizki, perkiraan biaya untuk renovasi rumah dari 1 lantai menjadi 2 lantai sekitar Rp 4 juta per meternya. Budget tersebut masih estimasi mengikuti harga pasar dan wilayah tempat tinggal.

    Untuk wilayah Jabodetabek, perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai dengan penambahan kamar serta kamar mandi standarnya antara Rp 3-5 juta per meter menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat. Harga tersebut juga tergantung dengan desain hunian yang diinginkan.

    Terkait renovasi rumah, Pikat Satriadji selaku Founder Piksat Studio membaginya menjadi tiga kelas: low budget, normal, dan premium. Estimasi budget per kelasnya menyesuaikan sejumlah hal, salah satunya bahan bangunan yang digunakan dan desain rumah.

    Sebagai contoh, perbaikan rumah dengan kelas low budget akan menggunakan material yang lebih murah, seperti perlengkapan untuk sanitasi. Sementara kelas normal memakai material yang standar pada umumnya.

    Menurut Pikat, biaya estimasi untuk renovasi rumah kecil atau sederhana dengan kelas low budget berkisar Rp 5,5 juta per meter. Untuk standar sekitar Rp 6,8 juta per meter, dan kelas premium ada di kisaran Rp 7,5-8 juta atau lebih per meternya.

    Kalau menggunakan jasa arsitek, biaya bayarannya belum termasuk dengan estimasi budget per meter untuk membangun atau merenovasi rumah seperti di atas. Sehingga dibutuhkan biaya lebih dari itu jika memakai jasa arsitek.

    Lebih lanjut, Pikat menganjurkan untuk memiliki dana cadangan untuk hal-hal terduga (biaya tak terduga) sekitar 10-20% dari biaya renovasi.

    Estimasi Waktu Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 Lantai

    Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah biasanya memerlukan sekitar 4-6 bulan. Ini juga tergantung desain rumah yang ingin direnovasi.

    Begitu juga kata Taufiq, perbaikan rumah dari 1 lantai menjadi 2 lantai membutuhkan estimasi waktu kisaran 4-6 bulan. Menurutnya, renovasi rumah juga bisa diselesaikan dalam waktu lebih cepat sekitar 3 bulan tapi dengan menambahkan tenaga kerja yang terlibat.

    “Tapi kalau di SobatBangun bisa juga 3 bulan. ‘Saya perlu 3 bulan jadi’, ya kita akan ukur tukang yang harus kerja berapa orang, apakah perlu lembur, atau perlu 2 shift nah itu akan lebih cepat. Tapi kalau standar-standar aja pakai 3-4 orang tukang ya waktunya 4-6 bulan,” tutur Taufiq pada detikcom beberapa waktu lalu.

    Nah, itu dia estimasi biaya dan waktu untuk renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai. So, apakah detikers berencana untuk merenovasi rumahmu?

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Meninggikan Rumah Biar Nggak Kena Banjir Lagi



    Jakarta

    Belakangan ini mulai turun hujan yang sangat deras sehingga memicu terjadinya banjir di berbagai daerah. Jika kamu memiliki rumah di wilayah yang rawan banjir, salah satu cara hal yang bisa kamu lakukan adalah meninggikan rumah.

    Akan tetapi, meninggikan rumah tidak bisa asal dilakukan. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki memberikan beberapa tips untuk meninggikan rumah supaya terhindar dari banjir. Berikut ini tipsnya.

    1. Perkirakan Tinggi Air Ketika Banjir

    Hal itu karena jika langsung meninggikan rumah tanpa tahu tinggi permukaan air maka tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, rumah bisa saja tetap kebanjiran.


    2. Gunakan Bahan Material yang Baik

    Dengan menggunakan bahan material dengan kualitas rendah, bisa saja cepat rusak. Maka dari itu, perlu menggunakan bahan material yang baik dan kokoh agar tahan lama.

    3. Pakai Jasa Profesional

    Meninggikan rumah bukanlah suatu hal yang mudah. Sebaiknya, gunakan jasa profesional untuk perencanaan dan pelaksanaan supaya hasilnya sesuai harapan.

    Untuk meninggikan rumah tentunya memerlukan biaya. Kira-kira berapa ya biaya renovasi untuk meninggikan rumah?

    Biaya Meninggikan Rumah

    Panggah mengatakan, untuk meninggikan seluruh bagian rumah diperkirakan membutuhkan biaya Rp 150-200 juta untuk rumah tipe 36. Namun, tergantung juga dari rencana level ketinggian rumah. Adapun lama pengerjaannya sekitar 3-4 bulan.

    “Harganya berkisar Rp 150-200 juta yang meliputi biayanya peninggian struktur, peninggian dinding, pembongkaran rangka dan atap, pemasangan kembali rangka dan atap, pengurukan lantai, pemasangan keramik lantai baru, pembongkaran rangka plafon dan pemasangan kembali, pemasangan instalasi air dan listrik, plester acian dinding, pengecatan rumah,” jelasnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Senada, CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat menuturkan, biaya meninggikan seluruh bagian rumah untuk tipe 36 bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, masih tidak semahal ketika membangun rumah baru.

    “Yang jelas, nggak seperti bikin rumah baru. Kalau bangun rumah baru sekitar Rp 4 juta (per meter), kalau ninggiin (rumah) itu per meter sekitar Rp 2,5 juta,” tuturnya.

    “Pengurugan itu didatangin dari luar, 1 kubik (tanah urugan) sudah Rp 500 ribu itu 1 mobil kijang, kalau tipe 36 (mau tinggiin) tinggi setengah meter aja butuh 18 kubik itu bisa 20 mobil kijang datengin. Belum dinding dinaikkan, kalau dinding bata kalau sudah diplester aci itu sekitar Rp 170 ribu per meter, belum plafonnya kalau diganti. Kalau plafon diganti, 1 plafon sekitar Rp 250 ribu, belum kalau atapnya diganti, ya lumayan lah kalau mau ninggiin rumah,” paparnya.

    Jika hanya meninggikan lantainya saja untuk rumah tipe 36 diperkirakan sekitar Rp 10-12 juta. Itu sudah termasuk dengan biaya tukang, tanah urugan, dan keramik.

    “Ya sekitar Rp 10-12 juta kalau tinggiinnya cuma 30 cm. Nggak usah bongkar plafon, (tanpa) bongkar atap,” ujar Taufiq.

    Untuk lama pengerjaannya pun relatif, tergantung dari luas rumah dan desain elevasi rumah yang dilakukan. Jika meninggikan rumah secara total, bisa sekitar 3 bulan tetapi jika hanya meninggikan lantai bisa lebih cepat.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cerdas Hemat Biaya Renovasi Rumah!


    Jakarta

    Saat kamu sudah memiliki rumah, terkadang merenovasi rumah adalah sebuah kebutuhan. Mulai dari renovasi yang sifatnya mendesak seperti ketika kondisi rumah memang sudah banyak bermasalah dan perlu perbaikan, sampai hanya karena bosan dan menginginkan suasana rumah yang baru.

    Merenovasi rumah bisa menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menakutkan. Di satu sisi, hal ini bisa memberi kamu kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup atau menciptakan rumah impian. Namun di sisi lain, renovasi besar-besaran bisa menjadi rumit dan memakan biaya yang sangat besar.

    Tapi jangan khawatir, kunci untuk mencapai renovasi rumah yang sukses adalah dengan menghindari jebakan finansial dan kendala teknis saat proses renovasi berlangsung. Dengan beberapa trik cerdas, kamu bisa sukses merenovasi rumah kamu dengan biaya yang masih dalam jangkauan. Berikut beberapa tipsnya:


    Atur Ulang Tata Letak Ruang yang Ada

    Dilansir dari Home Tips pada Senin (26/2/24), menurut Dave Fox Remodeling di Columbus, Ohio, salah satu pendekatan yang sering terlupakan dalam meningkatkan ruang hidup tambahan adalah dengan melakukan penyesuaian ulang terhadap denah rumah yang sudah ada.

    Banyak rumah mengalami kendala karena tata letak yang kurang optimal, sehingga menyebabkan pemborosan ruang serta menciptakan masalah dalam posisi tata letak ruangan.

    Untuk mengatasi masalah ini, kamu tidak perlu menambah ruangan baru di rumah karena akan menambah biaya pengeluaran. Sebagai alternatif, merobohkan dinding yang tidak penting atau tidak mendukung untuk menciptakan ruang terbuka bisa menjadi solusi.

    Selain itu, kamu juga bisa mengatur ulang tata letak ruangan yang ada untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih efektif, seperti membangun dinding di ujung ruangan untuk membuat lemari tambahan.

    Dengan tetap mempertahankan tapak rumah yang sudah ada, kamu bisa menghemat biaya lebih banyak karena tidak perlu mengeluarkan dana untuk pondasi, atap, dan elemen lainnya.

    Prioritaskan Tempat yang Penting

    Untuk memastikan biaya yang kamu keluarkan untuk renovasi rumah memberikan hasil yang terbaik, kamu bisa memilih untuk: fokus pada renovasi tempat yang penting atau melakukan perbaikan kecil yang hanya merubah penampilan rumah.

    Pilihan pertama adalah fokus merenovasi tempat yang penting. Seperti merenovasi kamar mandi, dapur, kamar tidur, ruang keluarga, dan tempat-tempat yang fungsional dan vital di rumah.

    Penting untuk mengevaluasi kebutuhan dan prioritas kamu secara cermat sebelum memulai proyek renovasi. Dan jika memungkinkan, kamu bisa mengalokasikan dan terlebih dahulu untuk proyek-proyek di ruangan ini.

    Pilihan kedua adalah melakukan perbaikan kecil yang bisa langsung memperbaiki penampilan rumah kamu. Biasanya perbaikan ini meliputi perbaikan secara visual. Contohnya seperti cat baru, pegangan pintu yang baru, atau lampu yang diperbarui.

    Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun perbaikan-perbaikan ini bisa memberikan perubahan yang baik, kamu tetap harus hati-hati memilih pekerjaan yang penting.

    Misalnya, memilih kualitas cat yang baik atau pencahayaan yang efisien. Jadi, pikirkan dengan matang sebelum kamu mulai memperbaiki rumah, ya!

    Meminimalkan Gangguan

    Menjalani renovasi di rumah bisa menjadi tantangan yang sulit. Oleh karena itu penting untuk meminimalkan gangguan yang ada pada saat proses renovasi. Melansir dari website Home Tips, ini adalah beberapa tips yang bisa membantu mengurangi gangguan dan membuat proses renovasi lebih mudah:

    1. Seringlah berkomunikasi dengan kontraktor atau tim renovasi kamu untuk mendiskusikan rutinitas harian dan kebutuhan khusus kamu, sehingga mereka bisa merencanakan jadwal kerja yang cocok untuk.

    2. Tetapkan satu area di rumah sebagai “zona aman” yang tidak akan terganggu oleh renovasi. Hal ini akan memberi kamu ruang yang nyaman di tengah-tengah kegiatan konstruksi. Misalnya, jika dapur kamu sedang direnovasi, coba buat dapur sederhana dengan microwave dan kompor portabel untuk membantu kamu menjalankan kegiatan sehari-hari.

    3. Mintalah kontraktor kamu untuk menutup area renovasi dengan terpal plastik atau pembatas agar debu dan puing tidak tersebar ke seluruh rumah.

    4. Gunakan unit penyimpanan atau wadah untuk menyimpan barang-barang dan melindunginya dari debu dan kerusakan.

    5. Gunakan headphone atau earbud untuk mengurangi kebisingan dari konstruksi yang sedang berlangsung.

    6. Jadilah fleksibel dan terbuka terhadap penundaan atau perubahan yang mungkin terjadi selama proses renovasi. Ingatlah bahwa ini adalah bagian dari proses perbaikan rumah kamuk.

    7. Luangkan waktu untuk beristirahat dari zona renovasi ketika kamu tidak perlu mengawasi pekerjaan. Manfaatkan waktu ini untuk beristirahat di luar rumah atau berkunjung ke teman dan keluarga untuk menghilangkan stres dan mengisi ulang energi.

    Rencanakan Semuanya dengan Matang

    Merencanakan renovasi rumah dengan baik sangat penting untuk mempercepat prosesnya, menjaga agar tetap efisien, mengontrol pengeluaran, dan menghindari penundaan yang tidak diinginkan.

    Untuk dapat merencanakan renovasi dengan matang, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah berdiskusi dengan arsitek atau desainer kamu untuk membuat rencana renovasi yang rinci. Hal ini mencakup pengukuran, tata letak, bahan yang akan digunakan, serta spesifikasi lainnya yang akan menjadi panduan dalam proses renovasi.

    Selanjutnya, pilihlah kontraktor yang terpercaya dan memiliki pengalaman yang baik. Kontraktor yang handal dapat memberikan perkiraan biaya yang akurat, mengelola proyek dengan efisien, dan menangani masalah yang mungkin muncul selama proses renovasi.

    Penting untuk memilih kontraktor yang dapat bekerja sesuai anggaran kamu dan membantu kamu untuk menentukan prioritas dalam pengeluaran. Hindari membuat perubahan besar dalam rencana setelah konstruksi dimulai, karena perubahan ini dapat menyebabkan penundaan dan meningkatkan biaya proyek secara signifikan.

    Terakhir, pilih dan pesanlah semua bahan, finishing, peralatan, dan perlengkapan yang diperlukan sejak awal. Penting untuk memastikan bahwa semua bahan dan peralatan yang kamu butuhkan tersedia tepat waktu untuk menjaga proyek tetap berjalan sesuai rencana.

    Hemat Uang Sebisa Mungkin

    Saat melakukan renovasi, sangat penting untuk tetap berada dalam anggaran yang telah kamu tetapkan diawal. Namun, mempertahankan anggaran seringkali menjadi tantangan yang besar. Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa strategi hemat uang yang bisa kamu terapkan.

    Pertama, pastikan untuk memanfaatkan diskon dan promosi yang tersedia untuk berbagai peralatan dan material yang kamu butuhkan.

    Selanjutnya, manfaatkan juga acara penjualan dan promosi di toko perbaikan rumah untuk membeli bahan dan perlengkapan renovasi dengan harga yang lebih murah.

    Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan kembali material lama yang masih layak pakai untuk menghemat biaya pembelian material baru. Selalu simpan sisa-sisa material yang masih baru untuk digunakan di masa mendatang.

    Pilihlah bahan yang memiliki tampilan netral dan awet agar hasil renovasi tidak cepat ketinggalan zaman.

    Terakhir, jika kamu memiliki keahlian dan keterampilan yang cukup, pertimbangkan untuk melakukan beberapa pekerjaan sendiri untuk menghemat biaya tenaga kerja. Namun, pastikan untuk hanya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kamu dan hindari membuat kesalahan yang mahal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Renovasi Minim Budget untuk Rumah Minimalis Sambut Ramadhan



    Jakarta

    Bulan suci Ramadhan sudah dekat, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh makna bagi umat Islam. Terutama bagi masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah Islam.

    Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak dari masyarakat Indonesia yang ingin membuat momen ini menjadi spesial. Salah satunya adalah dengan mendekorasi atau bahkan merenovasi rumah agar terlihat lebih indah.

    Biasanya mereka memanfaatkan uang THR (Tunjangan Hari Raya) yang akan mereka dapatkan pada hari raya Idul Fitri untuk melakukan dekorasi atau renovasi ini.


    Nah, kali ini kita akan berbagi tips untuk menggunakan uang THR secara efisien saat merenovasi rumah kamu. Dikutip dari sensestudio.co.id, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk menghemat biaya renovasi rumahmu, berikut rangkumannya.

    Tips Menghemat Uang Saat Renovasi Rumah

    1. Buat Anggaran Khusus

    Membuat rencana secara matang tentunya adalah hal yang umum. Kamu harus menentukan kapan rumahmu akan direnovasi, dan berapa biayanya. Kamu bisa menggunakan tabungan yang sebelumnya sudah kamu siapkan sebelum bulan Ramadhan dan menggabungkannya dengan sebagian THR yang akan kamu dapat.

    2. Lakukan Renovasi Secara Bertahap

    Lakukanlah renovasi ini secara bertahap dan hindari renovasi rumah menjelang hari raya Idul Fitri. Hal ini perlu kamu lakukan karena harga material akan naik saat menjelang hari raya Idul Fitri.

    3. Gunakan Bahan Bekas

    Menggunakan material bekas juga bisa kamu lakukan untuk menekan biaya renovasi. Kamu bisa membeli material hasil daur ulang, atau membeli perabot bekas yang masih layak pakai.

    4. Jual Perabot Tidak Terpakai

    Bila kamu memiliki perabot yang sudah tidak terpakai, alangkah baiknya kamu menjualnya saja. Selain bisa membantu biaya renovasi, kamu juga bisa membuat ruangan terasa lebih lega.

    Itulah rangkuman tips menghemat biaya renovasi untuk kamu yang ingin merenovasi rumahmu sebelum bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat!

    5. Gunakan Konsep Minimalis

    Konsep minimalis bisa menjadi salah satu alternatif. Selain menghemat biaya, konsep ruangan yang minimalis bisa menghasilkan suasana yang nyaman.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Abaikan! 6 Tanda Rumah Perlu Renovasi


    Jakarta

    Merawat rumah adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap pemilik rumah untuk menjaga rumah tetap nyaman dan bebas dari masalah. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk merawat rumah mulai dari hal yang sederhana seperti menjaga kebersihan rumah hingga renovasi rumah.

    Tapi, kapan waktu yang tepat untuk merenovasi rumah? Kamu bisa melakukan renovasi pada rumah ketika rumah mulai terasa tidak nyaman dan muncul tanda-tanda masalah di rumah yang perlu diatasi. Melansir dari laman Architecture Beast, berikut adalah 6 tanda rumah kamu perlu renovasi.

    1. Atap atau Genteng Bocor

    Atap atau genteng yang bocor adalah salah satu tanda besar rumah kamu perlu renovasi. Biasanya, kebocorannya ditandai dengan bintik-bintik air di langit-langit. Umumnya genteng memang harus diganti setiap 30 tahun sekali, tapi jika sudah banyak genteng kamu yang bocor kamu perlu segera memperbaikinya. Dalam beberapa kasus, atap yang bocor bisa menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius, sehingga perlu untuk segera dilakukan renovasi pada atap.


    2. Perlu Ruang Tambahan

    Ruang tambahan diperlukan saat kamu memiliki keluarga yang sedang berkembang. Ketika anak sudah remaja, mereka akan memerlukan kamar sendiri sehingga rumah kamu memerlukan renovasi untuk ruang tambahan. Renovasi untuk menambah ruangan pada rumah juga bisa mengubah tata letak rumah kamu, jadi hal ini bisa menjadi solusi juga untuk kamu yang butuh suasana dan tampilan rumah yang baru.

    3. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

    Perbaikan-perbaikan kecil di rumah adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, jika kamu terus-menerus memperbaiki masalah yang sama setiap saat, ini bisa menjadi tanda bahwa rumah kamu memerlukan renovasi. Selain itu, melakukan renovasi juga bisa membantu kamu menghindari biaya berulang dan menjaga rumah kamu tetap berfungsi dengan efisien.

    4. Lantai Sudah Dalam Kondisi Buruk

    Hal lain yang menandakan bahwa kamu memerlukan renovasi adalah ketika lantai menjadi bobrok. Dibandingkan dengan bagian rumah lainnya, lantai biasanya lebih tahan lama. Namun seiring berjalannya waktu, lantai juga bisa rusak dan perlu untuk diganti. Selain dari sisi fungsional, merenovasi lantai juga bisa menambah nilai estetika pada rumah.

    5. Pipa Bocor

    Ketika pipa mulai bocor, itulah saatnya kamu untuk memanggil tukang ledeng dan melakukan renovasi. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang menunda perbaikan pipa hingga masalahnya semakin parah. Meskipun hal ini mungkin tampak tidak penting pada saat itu, pipa yang rusak dapat merusak dan membahayakan fondasi rumah kamu.

    6. Banyaknya Rayap dan Hama

    Salah satu tanda yang tidak dapat disangkal bahwa rumah perlu renovasi adalah ketika kamu sering menemukan bukti adanya serangan rayap, terutama bagi kamu yang banyak menggunakan kayu sebagai furnitur rumah. Rayap dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah, sehingga memerlukan biaya perbaikan yang mahal. Oleh karena itu kamu harus membasmi serangan rayap terlebih dahulu sebelum memulai renovasi rumah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Memperbaiki Dinding yang Tidak Rata


    Jakarta

    Dinding tidak rata bisa disebabkan oleh banyak hal, namun yang paling umum adalah kesalahan pada proses awal pembangunan dinding tersebut.

    Kesalahan dalam pengaplikasian plester dinding bisa mengakibatkan dinding menjadi tidak rata dan bergelombang.

    Selain itu, masalah dinding yang tidak rata ini juga banyak ditemukan pada rumah yang pernah terkena banjir.


    Jamur dan lumut akan banyak tumbuh di tembok yang lembab dan membuat lapisan dinding terkelupas dan menjadi tidak rata.

    Masalah dinding tidak rata ini harus segera diatasi karena bisa membuat rumah terkesan kumuh dan kurang terawatt.

    Tidak perlu rekonstruksi atau perbaikan yang besar untuk memperbaiki dinding ini, cukup dengan melakukan cara-cara dasar kamu sudah bisa menutupi dan menyamarkan dinding yg tidak rata itu.

    Lantas, bagaimana caranya? Inilah cara memperbaiki dinding tidak rata yang dilansir dari laman Todays Homeowner.

    Tutupi Dinding yang Tidak Rata dengan Cat

    Cara yang paling mudah untuk menutupi dinding yang tidak rata adalah dengan cara mengecatnya.
    Kamu bisa mengecat di bagian yang cekung dengan menggunakan roller supaya lebih rata dan hasilnya lebih maksimal. Selain hanya mengecat dengan satu warna, kamu juga bisa menambahkan variasi pola dengan menggunakan beberapa warna cat.

    Membuat beberapa pola di dinding akan membantu untuk lebih menyamarkan ketidakrataan yang ada.

    Salah satu variasi yang bisa kamu coba adalah lukisan spons atau lukisan kain. Caranya adalah pertama, cat dinding dengan warna yang kamu pilih.

    Selanjutnya, pilih warna yang lebih terang untuk variasi yang halus atau warna yang sangat kontras untuk tampilan yang lebih kuat. Gunakan spons besar atau lap untuk mengoleskan warna kedua dengan pola yang abstrak.

    Mengampelas Dinding

    Jika kamu memiliki banyak waktu dan menginginkan hasil yang lebih maksimal, kamu bisa melakukan pengampelasan pada dinding yang tidak rata. Pengampelas area yang lebih menonjol pada dinding akan memberikan hasil yang lebih baik daripada mengecat.

    Hal ini bertujuan untuk mendapatkan permukaan yang benar-benar rata sehingga ketika di cat tembok akan terlihat seperti baru.

    Untuk skala kerusakan yang kecil, kamu bisa menggunakan amplas dengan grit yang sangat halus sekitar 320 hingga 400. Untuk mengampelas gumpalan cat, pilih grit yang lebih kasar sekitar 80.

    Amplaslah dengan sedikit tekanan dan lakukan secara lembut agar tidak merusak lapisan dinding yang lain. Jika dindingnya terbuat dari kayu, amplaslah sesuai butirannya agar kayu tidak rusak.

    Tutupi Bagian yang Tidak Rata dengan Plester

    Jika kondisi tembok sudah parah atau banyak cekungan yang cukup dalam, kamu bisa mengisi cekungan itu dengan plester, lalu cat ulang seluruh dinding.

    Apabila area yang cekung dan tidak rata lebih luas, kamu bisa meratakannya dengan memplester seluruh dinding dan menambahkan sedikit plester tambahan pada area yang cekung.

    Selain itu, plester dengan hasil akhir yang bertekstur bisa menyamarkan ketidakrataan lebih baik sekaligus menambah estetika.

    Contohnya adalah plester finishing trowel yang sedang tren. Memplester dinding tidaklah sulit, namun dibutuhkan keahlian untuk mendapatkan hasil akhir yang menarik.

    Oleskan Pelapis Dinding Elastomer

    Kamu juga bisa menggunakan pelapis dinding elastomer, atau EWC untuk menutupu ketidakrataan di dinding.

    Pelapis ini memiliki cara pengaplikasian yang serupa dengan cat, namun karena lapisan ini bisa mencapai 10 kali lebih tebal dibandingkan cat, lapisan ini sering digunakan untuk membuat lapisan halus pada dinding pasangan bata dengan permukaan kasar.

    Sebelum diaplikasikan, amplas dinding untuk menghilangkan lapisan cat yang rusak. Lebih baik untuk mempekerjakan seorang profesional untuk pekerjaan ini.

    Cara kerja EWC berbeda dengan cat tradisional dan lebih sulit diaplikasikan sehingga pengaplikasian yang salah bisa membuat lapisan menggumpal dan rentan retak.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Tetangga Bangun Rumah Ganggu Kenyamanan, Bisa Ngadu ke Mana?


    Jakarta

    Hidup bertetangga di kawasan pemukiman bisa sewaktu-waktu mendapati tetangga merenovasi atau membangun rumah. Membangun rumah biasanya mengganggu lingkungan sekitarnya, sehingga tetangga tak luput dari suara dan debu akibat pembangunan.

    Sayangnya, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan tetangga sekitar seperti kasus yang tengah menerpa Presenter Ayu Dewi ketika membangun rumah.

    Berdasarkan informasi dalam program Selebrita – Trans 7, seorang tetangga bernama Dewi mengaku marah karena peletakan steger oleh pihak Ayu Dewi dianggapnya tidak sesuai.


    Dewi menyatakan sudah bertanya dan menegur melalui tukang di rumah Ayu Dewi. Namun, pesan tersebut ternyata tidak sampai kepada Ayu Dewi.

    “Biasanya kalau ada komplain tuh nyampe ke kuping saya, tapi nggak nyampe. Lah kok lucu, tapi nggak sampai ke tempat saya,” ucap Ayu Dewi ditemui di studio PO, Mampang, Jakarta Selatan belum lama ini.

    Dari kejadian itu kita bisa belajar, ada baiknya mengkomunikasikan keluhan dengan cara yang tepat supaya mendapatkan solusi terbaik. Berikut ini beberapa cara mengeluhkan ketidaknyamanan ketika ada pembangunan rumah

    Komplain secara Kekeluargaan

    Menurut Andi Saputra seorang advokat hukum yang dihubungi oleh detikcom beberapa waktu lalu, menyelesaikan masalah tersebut bisa dengan musyawarah mufakat. Kamu bisa mengajukan komplain secara langsung kepada pihak terkait mengenai gangguan yang dialami.

    Tak hanya menyampaikan keluhan, kamu bisa meminta solusi dan menentukan bersama bagaimana mencegah masalah tersebut terulang kembali. Misalkan ada perkara suara bising proyek, bisa dengan menentukan jam pengerjaan yang tidak mengganggu waktu istirahat.

    Jalur Hukum

    Apabila semua cara kekeluargaan telah ditempuh, namun tidak ada respons baik dari pemilik rumah maka kamu bisa bawa kasus ini ke jalur hukum. Andi menyebut kalau sudah mengalami jalan buntu, maka bisa menggugat mereka secara perdata dengan mengajukan somasi terlebih dahulu.

    Kamu dapat melaporkan gugatan ke Pengadilan Negeri sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1365 KUHPerdata yang berbunyi:

    “Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

    Kamu bisa menggugat mereka sebab salah satu unsur di dalam ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata tentang kerugian bagi orang lain. Adapun kerugian tersebut bersifat immateril, yakni ketidaknyamanan dari pembangunan rumah yang mengganggu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com