Tag: renovasi rumah

  • Mau Renovasi Rumah? Pertimbangkan 5 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Terkadang seseorang bisa bosan dengan layout ataupun interior rumah yang begitu-begitu saja setelah lama ditinggali. Lalu, mungkin ada kerusakan yang sangat mengganggu di rumah, seperti plafon yang rusak akibat bocor, maka dari itu perlu renovasi rumah.

    Dengan renovasi rumah, kamu bisa melakukan upgrade pada rumah sekaligus memperbaiki kerusakan-kerusakan di sekitar rumah. Akan tetapi, sebelum mulai renovasi, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan dulu. Sebab, ada banyak aspek yang perlu dipikirkan kalau ingin merenovasi rumah.

    Melansir dari laman ZipMatch pada Jumat (5/4/2024), berikut ini beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum merenovasi rumah.


    1. Rencana yang Matang

    Merenovasi rumah sebenarnya agak ribet karena harus memikirkan fitur-fitur rumah yang sudah ada. Jangan sampai rumah yang direnovasi malah tidak cocok atau merusak bagian-bagian rumah lainnya.

    Misalnya kamu ingin menambah bathtub di kamar mandi. Lalu, karena perencanaan kurang matang, ternyata penempatan bathtub terlalu dekat dengan WC, sehingga kamu merasa kurang nyaman. Jadi penting sekali membuat rencana dengan rinci dan realistis supaya kamu tidak salah langkah.

    2. Budget yang Cukup

    Pastinya merenovasi rumah akan menguras kantong kamu, maka tentukan budget yang realistis. Kamu bisa melakukan riset dengan berkeliling toko-toko atau mencari harga pasaran di internet.

    Jangan lupa juga untuk memikirkan kemungkinan pengeluaran yang tidak terduga. Sebaiknya kamu menyiapkan budget lebih untuk renovasi rumah, karena ada saja hal yang membuat pengeluaran membengkak.

    3. Fungsionalitas Ruangan

    Lalu, fungsionalitas ruangan juga perlu kamu pertimbangkan dengan matang. Bayangkan dengan semua perubahan yang kamu lakukan nanti, bagaimana perasaanmu menggunakan tempat tersebut.

    Mungkin dengan merenovasi rumah, kamu merasa ruangan justru menjadi sempit. Dengan begitu, kamu malah jadi sulit berkerak.

    4. Waktu Pengerjaan yang Realistis

    Lalu, buatlah jadwal yang berisi pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Apalagi renovasi rumah bisa memakan waktu lama, sehingga perencanaan waktu dan tugas yang seksama bisa mengatur alur pengerjaan.

    Pastikan juga menentukan jadwal yang realistis. Jika ada acara yang bakal digelar di rumah, apakah renovasi akan selesai sebelum waktu itu? Tentukan berapa lama kamu mau menunggu hingga proyek itu tuntas.

    5. Izin Renovasi

    Sebelum memulai renovasi, pastikan sudah mengabarkan dan meminta izin tetangga sekitar. Sebab, proses renovasi sering kali mengganggu tetangga karena menimbulkan bising atau mengotori lingkungan.

    Lalu, cari tahu apakah ada regulasi atau izin yang harus didapatkan ketika merenovasi. Kamu bisa bertanya ke RT atau RW di lingkungan rumahmu.

    Itulah 5 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mulai merenovasi rumah. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 7 Upgrade Ini buat Dongkrak Nilai Jual Rumah


    Jakarta

    Sebelum memasang iklan untuk menjual rumah, sebaiknya kamu melakukan beberapa perbaikan dan perubahan untuk meningkat harga jual rumah. Kamu bisa meng-upgrade penampilan dan fungsi hunian untuk menarik perhatian calon pembeli rumah.

    Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai jual rumah? Simak penjelasan berikut ini, dilansir dari propertymark, Selasa (16/4/2024).

    1. Dekor Ulang

    Ubah tampilan rumah dengan melakukan dekor ulang interior. Salah satu cara paling populer dan relatif murah adalah dengan menambahkan sedikit cat dinding. Warna-warna netral paling menarik bagi pembeli rumah dan dapat memberikan tampilan baru pada rumah.


    2. Perbaiki Kerusakan Kecil

    Perbaiki kerusakan kecil di sekitar rumah seperti cat yang mengelupas, noda pada dinding, dan keran bocor. Meski bukan perkara besar, memperbaiki kerusakan kecil memberi kesan rumah terawat. Sedangkan masalah besar seperti kelembapan tidak perlu ditutup-tutupi karena akan terlihat ketika survei rumah.

    3. Pintu Depan

    Kesan pertama rumah ada pada bagian depan rumah, yakni pintu. Apabila kamu tidak bisa mengganti pintu, setidaknya memperindah penampilan pintu dengan mengecat ulang atau mengganti gagang pintu.

    4. Pencahayaan

    Pencahayaan rumah yang bagus sangat mendukung keindahan rumah. Apalagi kalau calon pembeli mengunjungi rumah di malam hari. Pastikan semua lampu bekerja dengan baik serta tambahkan lampu-lampu di area yang dirasa perlu.

    5. Pekarangan

    Rapikan dan hiasi pekarangan untuk penampilan eksterior rumah yang lebih enak dipandang. Beri beberapa pot dan tanaman hias serta bersihkan jalan setapak untuk memberi kesan menarik bagi calon pembeli. Pekarangan dengan desain yang indah tentu bisa menambah nilai jual rumah.

    6. Dapur

    Sering kali bagian dapur menjadi fokus utama bagi kebanyakan pembeli. Biasanya bagian rumah ini menjadi yang pertama direnovasi oleh pembeli, sehingga penampilan dapur yang sudah bagus bisa menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.

    Jika tidak ingin menghabiskan biaya merenovasi dapur, kamu bisa sekadar mengecat dinding, mengganti gagang laci, memperbaiki lampu, dan membersihkan dapur.

    7. Kamar Mandi

    Kamu juga bisa meng-upgrade kamar mandi dengan menghilangkan kerak, mengecat tembok, menambah layar kaca, dan mengganti keran. Kamar mandi yang terlihat bersih akan menarik perhatian calon pembeli rumah.

    Itulah beberapa perubahan yang bisa kamu lakukan untuk menambah nilai jual rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Merenovasi Rumah serta Perkiraan Biaya Per Meter Persegi


    Jakarta

    Budgeting atau menentukan biaya sangat penting untuk merenovasi rumah. Ini akan memudahkan kita untuk merencanakan secara matang renovasi yang akan dilakukan.

    Untuk penentuannya biayanya, bisa dihitung melalui biaya per meter persegi renovasi sebuah rumah. Nah buat kalian yang segera ingin merenovasi rumah, berikut tips dan perkiraan biaya renovasi rumah per meter persegi.

    Perkiraan Biaya Renovasi Rumah

    Didi Aulia, Wakil Ketua Umum IX Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) menjelaskan bahwa biaya renovasi rumah sederhana, seperti tipe 36 atau 21, dihitung berdasarkan meter persegi. Namun untuk besarannya berbeda-beda tergantung pada Indeks Kemahalan Kabupaten/Kota setempat.


    Sebagai gambaran, rumah tipe 36 dan 21 umumnya terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur yang menyatu dengan ruang keluarga atau ruang tamu, taman belakang, serta carport di bagian depan rumah.

    Untuk biayanya sendiri beliau memperkirakan sekitar Rp 2,8 – 3,5 juta per meter persegi, sudah termasuk upah dan material. Biaya tersebut tentu saja tergantung harga material dan upah setempat.

    Tips Merencanakan Renovasi Rumah

    Beberapa tips berikut mungkin akan membantumu sebelum melakukan renovasi rumah.

    1. Izin ke Tetangga

    Jika ingin merenovasi rumah, semestinya meminta izin ke tetangga terlebih dahulu. Terlebih lagi jika ingin merenovasi rumah sederhana menjadi tingkat, jika perlu izin tertulis maka sebaiknya dilakukan.

    2. Buat Rencana Anggaran Biaya (RAB)

    Seperti yang sudah dijelaskan, perencanaan anggaran merupakan satu hal yang penting saat akan merenovasi rumah. Untuk membuat gambaran perencanaan anggaran secara umum, buatlah RAB kasar.

    Jika harga renovasi per meter perseginya Rp 3,5 juta maka tinggal dikalikan luas bangunan. Misalnya luas rumah 60 meter persegi maka tinggal dikalikan.

    60 x 3.500.000 = 210.000.000

    Setelah menetapkan RAB kasar buatlah menjadi lebih terperinci, di sini kamu akan memilih material apa yang akan digunakan serta mengukur volume yang akan dikerjakan. Dengan begitu perencanaan renovasi rumah akan lebih matang.

    3. Pastikan untuk Memeriksa Area Renovasi

    Lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap area yang akan direnovasi untuk menghindari biaya tambahan yang tidak terduga. Ini juga akan membantumu memeriksa bagian mana yang perlu direnovasi dan tidak.

    4. Gunakan Jasa Kontraktor yang Berpengalaman dan Terpercaya

    Pertimbangkan untuk menyewa kontraktor yang berpengalaman dan ahli di bidangnya. Ini akan menjamin bahwa proses renovasi berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.

    Itu dia ulasan mengenai tips merenovasi rumah serta perkiraan biayanya per meter persegi. Semoga bermanfaat.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Perbedaan Tukang Harian dan Tukang Borongan


    Jakarta

    Saat ingin membangun maupun renovasi rumah, tentunya dibutuhkan tukang untuk melakukannya. Namun, terkadang penghuni rumah masih kebingungan lebih baik pakai jasa tukang harian atau tukang borongan.

    Memang, keduanya memiliki perbedaan dan kelebihan maupun kekurangannya masing-masing. Penggunaan tukang harian maupun tukang borongan ditentukan atas kebutuhan masing-masing.

    Apa saja sih perbedaan antara tukang harian dengan tukang borongan?


    Tukang harian merupakan pekerja konstruksi yang dibayar per hari. Biasanya, pembayaran dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang per tugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap seperti yang disepakati di awal.

    Perbedaan antara tukang harian dengan tukang borongan bukan hanya itu saja. Dilansir dari Instagram Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (@kemenpupr), berikut ini perbedaan tukang harian dengan tukang borongan.

    1. Upah

    – Tukang harian: Berdasarkan hari kerja.
    – Tukang borongan: Berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang disepakati di awal.

    2. Tanggung Jawab

    – Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    3. Jenis Proyek

    – Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    – Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    4. Efisiensi

    – Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    6. Waktu Penyelesaian

    – Tukang harian: lebih fleksibel.
    – Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    7. Kualitas Pekerjaan

    – Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    – Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    Sebagai informasi, apabila dalam suatu proyek membutuhkan keterampilan khusus, seperti pemasangan sistem listrik atau perbaikan saluran air, pastikan tukang yang dipilih memiliki keahlian dan berpengalaman. Bahkan kalau perlu yang bersertifikat untuk mengerjakan proyek tersebut.

    Tentunya, hal-hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan jasa tukang harian atau tukang borongan. Kamu hanya perlu menyesuaikan dengan proyek yang akan dilakukan.

    Demikian informasi terkait perbedaan tukang harian dengan tukang borongan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Lama Periode Rumah Harus Direnovasi?



    Jakarta

    Ilmu feng shui mengajarkan bangunan juga bisa mempengaruhi keberuntungan penghuninya. Salah satu pola keberuntungan feng shui yang bisa diterapkan adalah mengikuti periode rumah harus direnovasi.

    Feng shui merupakan sebuah keilmuan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Feng shui bahkan ditemukan pada 300-400 Masehi di China. Keilmuan ini berfungsi untuk mengaktifkan unsur-unsur positif dalam sebuah properti maupun diri seseorang. Jika ini mampu diaktifkan, maka mereka akan merasakan dampak harmonis, kaya, sejahtera, sehat, dan bahagia.

    Mengenai anjuran renovasi rumah, konsultan feng shui, Rezza Anggara mengatakan dalam imperial maupun classical feng shui memiliki periode renovasi rumah memiliki ketentuan masing-masing. Durasi adalah pembeda di antara keduanya.


    Sebagai informasi, classical feng shui merupakan feng shui yang ada pada kebanyakan orang. Jadi ketika rumah, properti, pabrik, kantor bermasalah yang harus diubah ialah struktur bangunan.

    Sementara itu, imperial feng shui muncul mengatasi permasalahan yang timbul dari classical feng shui. Mengubah hidup dan nasib hingga kesehatan seseorang tanpa perlu mengubah struktur bangunan.

    Classical feng sui menyarankan periode rumah harus direnovasi adalah setiap 20 tahun sekali. Menurutnya, jangka waktu ini berdasarkan perhitungan masa kejayaan properti maksimal 20 tahun.

    “Jadi properti itu punya masa jaya 20 tahun. Sehingga harus direnovasi, entah itu pintunya, atapnya untuk mengikuti periode feng shui. Makanya ada orang yang tadinya kaya, begitu pensiun hartanya habis, habis perlahan. Begitu pun sebaliknya ada orang yang kaya, terus dia kaya, dan tambah kaya lagi,” tutupnya.

    Sementara itu, imperial feng shui justru berbeda. Dalam anjuran imperial feng shui rumah dianggap sebagai investasi seumur hidup sehingga tidak ada perubahan.

    “Hal inilah yang menjadikan imperial feng shui spesial dibandingkan classical feng shui. Terlebih perbedaannya sangat mencolok,” lanjut Rezza.

    Selain periode rumah harus direnovasi, ternyata penggunaan kekayaan alam seperti batu giok, batu kristal gaharu, dan kayu cendana juga dapat meningkatkan energi yang baik dan kapasitas kekayaan.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Renovasi Rumah biar Nggak Stress-Rugi


    Jakarta

    Renovasi rumah merupakan langkah untuk memperbaiki ataupun meremajakan penampilan rumah. Kalau kamu bosan dengan tampilan rumah yang begitu-begitu saja, renovasi rumah menjadi solusi yang bisa dipertimbangkan.

    Namun, ada banyak aspek dari renovasi rumah yang perlu kamu perhatikan, mulai dari anggaran hingga nilai jual rumah. Nah, jangan sampai kamu malah melakukan kesalahan yang bikin stress, bahkan merugikanmu.

    Lalu, apa saja kesalahan yang perlu dihindari? Yuk, simak tipsnya berikut ini yang dikutip dari HowStuffWorks, Senin (24/6/2024).


    7 Kesalahan Renovasi Rumah

    1. Anggaran yang Tidak Jelas

    Salah satu kesalahan saat merenovasi rumah adalah ketidakjelasan dalam anggaran. Jika kamu tidak tahu dengan pasti berapa biaya yang harus dikeluarkan, jangan sekali-kali berani mencoba untuk merenovasi rumah.

    Kelalaian dalam membuat anggaran bisa sangat berbahaya bagi kondisi keuanganmu. Membuat rincian anggaran dengan jelas sangat penting dilakukan sebelum memulai proyek renovasi rumah.

    Dengan rincian anggaran yang jelas, kamu bisa tahu untuk apa saja uangmu dikeluarkan. Selain itu, rincian anggaran yang jelas juga bisa menjadi pedoman dalam memilih pinjaman atau sumber pendanaan yang tepat.

    2. Tidak Mengantisipasi Masalah Tak Terduga

    Masalah tak terduga selalu mungkin muncul dalam proyek renovasi rumah. Mempersiapkan cadangan dana untuk masalah tak terduga dapat membantumu dalam menghindari kejutan finansial yang tidak diinginkan.

    3. Melakukan Pekerjaan Sendiri Tanpa Pengetahuan yang Cukup

    Perbanyak riset saat ingin melakukan pekerjaan sendiri dalam rangka menghemat biaya. Pastikan kamu benar-benar bisa melakukan pekerjaan tersebut sendiri.

    Melakukan pekerjaan tanpa pengetahuan dan kemampuan yang cukup dapat menyebabkan hasil yang buruk dan tidak sesuai rencana. Alhasil, kamu haru mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaikinya. Maunya untung, malah jadi buntung!

    4. Memilih Kontraktor yang Salah

    Pilihlah jasa kontraktor yang berpengalaman. Kontraktor berpengalaman tak jarang menawarkan beberapa referensi dan opsi sehingga biaya renovasi yang harus kamu keluarkan bisa lebih terjangkau.

    Pastikan kontraktor yang kamu pilih terikat dan memiliki asuransi. Selain itu, perhatikan reputasi, pengalaman, dan jenis jaminan yang mereka tawarkan.

    Memilih kontraktor yang tidak memiliki jaminan dan asuransi akan berisiko besar jika ada masalah selama proyek berlangsung atau jika kontraktor tidak memenuhi kewajibannya.

    5. Tidak Memastikan Tanggal Proyek Renovasi Selesai

    Memastikan tanggal proyek renovasi selesai adalah hal yang krusial. Hal ini perlu dipastikan agar kamu dapat memperkirakan biaya jasa kontraktor dengan tepat.

    Dengan memastikan tanggal proyek renovasi selesai, penundaan yang tidak perlu dapat dihindari. Tidak semua kontraktor bisa menjamin tanggal proyek renovasi selesai, maka kamu bisa mendiskusikannya agar penundaan yang tidak perlu dapat dihindari.

    6. Kurang Komunikasi

    Komunikasi yang buruk antara pemilik rumah, arsitek, dan kontraktor dapat menyebabkan kesalahpahaman dan biaya tambahan. Pastikan untuk selalu bertanya dan menjelaskan hal-hal yang belum jelas.

    7. Tidak Mempertimbangkan Nilai Jual Kembali

    Sebelum memulai proyek, pertimbangkan bagaimana perubahan yang sudah direncanakan akan memengaruhi nilai jual kembali rumahmu. Ini penting untuk memastikan bahwa rumahmu tetap bisa memberikan hasil investasi yang diinginkan.

    Dengan menghindari 7 kesalahan ini dan melakukan perencanaan yang baik, kamu dapat menjalankan proyek renovasi rumah dengan lebih lancar, menghemat waktu, uang, dan stres. Ingatlah selalu untuk melakukan riset dan berkomunikasi dengan baik dengan kontraktor agar proyek renovasi bisa berjalan sesuai rencana.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki 6 Hal Sebelum Jual Rumah Supaya Cuan dan Cepat Laku


    Jakarta

    Saat menjual rumah, tentu kamu ingin menawarkan hunian dengan kondisi terbaik agar menarik calon pembeli. Kondisi rumah yang minim masalah bisa membantu bikin rumah cepat terjual.

    Calon pembeli biasanya akan melakukan penilaian saat survei rumah. Kalau sampai menemukan kerusakan atau tampilan rumah yang mengganggu, maka mereka akan ragu-ragu untuk membeli.

    Apalagi kalau kerusakan itu dapat mengancam keselamatan atau kesehatan penghuni rumah. Selain itu, kerusakan di sekitar rumah juga bisa mengurangi nilai properti, lho!


    Oleh karena itu, sebaiknya memperbaiki beberapa hal di sekitar rumah sebelum mulai penjualan.

    Lalu, apa saja ya yang sebaiknya diperbaiki sebelum menjual rumah? Yuk, simak penjelasan berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    Perbaiki 6 Hal Ini Sebelum Menjual Rumah

    1. Kerusakan Akibat Air

    Tanda-tanda kerusakan akibat air, termasuk jamur mesti segera diatasi supaya tampilan bersih dan tidak memberi kesan ada masalah pada rumah.

    “Pemilik rumah harus benar-benar memperbaiki sisa-sisa kerusakan air di rumah mereka-meskipun itu hanya noda kosmetik pada cat dari kebocoran sebelumnya yang telah diperbaiki,” kata agen dari Coldwell Banker Warburg Kate Wollman-Mahan, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    2. Pipa Rusak

    Urusan air dan perpipaan adalah komponen penting dari sebuah rumah. Pastikan segala saluran mulai dari toilet hingga wastafel dan tangki septik berfungsi dengan baik karena sangat diperhatikan oleh calon pembeli.

    Segera perbaiki kalau ada kebocoran untuk mencegah lebih banyak kerusakan dan tagihan air yang mahal. Kamu bisa menggunakan jasa tukang ledeng untuk memperbaiki pipa air di rumah.

    3. Masalah Struktural

    Lalu, kamu juga perlu memperbaiki kerusakan yang berhubungan dengan struktur bangunan. Misalkan dinding yang miring, atap yang turun, retak pada dinding, hingga masalah plafon.

    Sebab, masalah struktural dan fondasi rumah bisa bikin rumah susah dijual karena menandakan ada kerusakan serius lainnya.

    4. Masalah Fondasi

    Masalah fondasi tergolong vital karena fondasi yang kuat penting untuk rumah yang aman dan kokoh. Tanah bisa saja bergerak, sehingga mengubah fondasi bangunan.

    Sebaiknya melakukan pengecekan sebelum menjual rumah, salah satunya dengan mengidentifikasi keretakan pada dinding rumah. Lalu, konsultasi dengan ahli dan segera lakukan perbaikan.

    5. Kerusakan Atap

    Kondisi atap yang buruk dapat menimbulkan masalah besar pada keseluruhan rumah. Atap yang rusak bisa berakibat kebocoran, sehingga udara menjadi lembap, struktur bangunan rusak, dan tumbuh jamur.

    Pastikan kamu sudah mengecek dan memperbaiki atap yang rusak sebelum menjual rumah. Untuk mengetahui atap rusak, carilah genteng yang hilang, aus, atau rusak.

    6. Pencahayaan Lampu

    Supaya rumah lebih menarik di mata calon pembeli, beri penerangan lampu yang optimal saat survei rumah. Nah, jangan sampai ada lampu yang rusak.

    Selain penampilan rumah bakal kurang menarik, lampu yang tidak menyala atau berkedip menandakan ada kerusakan di rumah.

    Demikian 6 hal yang mesti kamu perbaiki sebelum menjual rumah supaya cepat laku dengan harga yang menguntungkan.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Kelebihan dan Kekurangan Beli Rumah Second yang Wajib Kamu Tahu


    Jakarta

    Ada banyak rumah yang tersedia di pasaran mulai dari yang bekas hingga yang masih baru. Kalau kamu sedang mencari hunian terjangkau, kamu bisa mempertimbangkan rumah bekas atau biasa disebut rumah second.

    Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, membeli rumah bekas memiliki banyak keuntungan. Akan tetapi, pembeli harus teliti dalam memilih dan merencanakan pembelian rumah second.

    Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan membeli rumah second? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Kelebihan Beli Rumah Second

    1. Harga Rumah Lebih Terjangkau

    Membeli rumah second atau bekas bisa menjadi opsi menarik bagi yang sedang mencari rumah yang harganya lebih terjangkau. Penjual biasanya ingin rumahnya cepat terjual, sehingga mematok harga yang lebih murah dari pasaran.

    “Rumah second itu pasti dijual karena orangnya pengin pindah ke luar kota atau membutuhkan uang. Kalau pun dia mau pindah ke rumah lebih baik, pasti kan dia membutuhkan uang untuk membayar DP-nya (down payment),” ujar Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

    2. Kawasan Sudah Matang

    Rumah second umumnya sudah berdiri lama, sehingga kawasan sekitar rumah sudah cukup berkembang. Dengan begitu, fasilitas sekitar rumah akan lebih lengkap. Berbeda halnya dengan rumah baru yang kawasan sekitar yang kebanyakan masih kosong.

    “Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol,” katanya.

    Kekurangan Beli Rumah Second

    1. Perlu Renovasi Rumah

    Ketika membeli rumah second, biasanya diperlukan renovasi untuk perbaikan atau mengubah tampilan rumah sesuai selera. Pembeli rumah second mesti mempertimbangkan dan mempersiapkan pengeluaran untuk renovasi rumah.

    Hal ini sebenarnya tidak terlalu masalah asalkan kerusakan rumah bukan perkara struktural. Bila struktur bangunan rusak sampai perlu merobohkan rumah, maka sama saja dengan membangun rumah dari awal.

    “Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” ucapnya.

    Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu, membeli rumah second harus jeli untuk memilih rumah second yang tidak banyak masalah.

    2. Pengajuan KPR ke Bank yang Selektif

    Menurut Steve, bank sangat selektif dalam memberikan pinjaman, terutama untuk rumah second. Kemungkinan bank memberikan pinjaman KPR sebanyak 40-50%, sehingga pembeli harus menyiapkan dana yang cukup.

    Selain itu, sebaiknya membeli rumah yang dibangun oleh pengembang papan atas, khususnya sepuluh pengembang teratas. Sebab, bank tidak mau rugi membeli rumah bodong yang kemungkinan bermasalah dengan kelengkapan atau keaslian dokumennya.

    Itulah kelebihan dan kekurangan membeli rumah second. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Renovasi Rumah Sesuai Budget? Ada Caranya


    Jakarta

    Melakukan renovasi rumah pada dasarnya harus sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kita miliki. Dari pemilihan bahan bangunan, desain yang sesuai, dan juga luas bangunan dari pemilik rumah.

    Sebenarnya, dari ketiga hal tersebut sudah tergambar besaran dan juga kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk melakukan renovasi rumah. Namun, ada hal-hal lain juga yang dapat membuat kita melakukan renovasi rumah dengan budget yang minim, termasuk dalam menggunakan jasa profesional seperti kontraktor.

    Apa saja hal-hal tersebut? Berikut informasinya.


    1. Gunakan Jasa Profesional

    Untuk mendapatkan hasil dan hitungan yang lebih presisi, kalian bisa gunakan jasa profesional dalam renovasi rumah, seperti kontraktor, konsultan arsitek, hingga konsultan pengawas. Dimulai dari kontraktor yang melaksanakan progress fisik proyek renovasi rumah, lalu konsultan arsitek yang membuat perencanaan desain untuk renovasi rumah. Terakhir, konsultan pengawas yang bertugas mengawasi hasil pekerjaan dari kontraktor.

    2. Pemilihan Bahan Bangunan

    Bahan bangunan yang digunakan juga dapat mempengaruhi budget untuk renovasi rumah. Misalnya, pemilihan bata merah atau bata hebel, lantai granita atau marmer, maupun pintu kayu atau pintu alumunium. Kalian bisa memilih bahan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang sudah ada untuk melakukan renovasi rumah.

    3. Sesuaikan dengan Anggaran

    Sebelum melakukan renovasi, pemilik rumah akan menyepakati RAB (Rencana Anggaran Biaya). Dengan adanya RAB, maka pengerjaan renovasi rumah akan disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki pemilik rumah.

    Biasanya, di dalam RAB terdapat rincian pekerjaan, spesifikasi material yang digunakan, detail harga pekerjaan, hingga volume pekerjaan. Jadi, renovasi rumah kalian akan sesuai dengan budget dan tidak membuat dompet kosong.

    Demikian informasi terkait renovasi rumah pakai jasa kontraktor sesuai budget. Semoga informasinya bermanfaat ya!

    Panggah Nuzhul Rizki
    Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Renovasi Rumah? Ketahui Sejumlah Izin yang Wajib Dipenuhi


    Jakarta

    Merenovasi rumah tak hanya sekadar menghitung biaya yang harus dikeluarkan, tetapi juga perlu menyiapkan beberapa izin yang wajib dipenuhi.

    Memang, merenovasi rumah merupakan hak pemilik rumah tersebut. Namun, selama proses renovasi rumah dapat bersinggungan dengan kenyamanan dan ketertiban antar tetangga atau lingkungan tempat tinggal.

    Sebagai contoh, suara berisik dari para tukang yang sedang getok-getok palu atau merobohkan tembok. Lalu, suara dari tukang yang sedang memotong keramik atau kayu sering mengganggu kenyamanan. Belum lagi debu-debu bangunan yang bertebangan membuat halaman rumah tetangga mudah kotor.


    Hal-hal tersebut tentu harus dipikirkan oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi. Jika tidak, maka dikhawatirkan dapat memicu konflik dengan tetangga yang tak senang dengan aktivitas renovasi rumah.

    Lantas, apa saja izin yang harus dipenuhi jika ingin merenovasi rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Izin yang Wajib Dipenuhi Sebelum Renovasi Rumah

    Andi Saputra selaku advokat hukum mengatakan, ada beberapa izin yang harus dipenuhi oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi. Saat dihubungi detikcom, Andi menjelaskan beberapa izin renovasi rumah yang wajib disiapkan, yaitu:

    1. Meminta Izin Kepada Tetangga Sekitar

    Dalam hal ini, izin yang dimaksud bukanlah izin tertulis. Andi mengungkapkan bahwa izin kepada tetangga sekitar cukup lewat verbal, seperti yang dilakukan orang Timur pada umumnya.

    Kamu bisa mengadakan syukuran dengan mengundang tetangga sekitar untuk mendoakan kelancaran pembangunan renovasi. Jika rumah kamu berada di komplek perumahan, detikers bisa menyampaikan berita renovasi ke grup WhatsApp.

    Lewat pesan yang dikirim ke grup tetangga, kamu bisa menyampaikan permohonan maaf jika dalam beberapa minggu mendatang sedang dilakukan renovasi rumah. Beberapa dampak yang ditimbulkan mulai dari suara berisik, debu berterbangan, hingga akses jalan yang terhambat.

    2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

    Saat melakukan renovasi rumah, detikers juga perlu menyiapkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Izin ini diperlukan jika kamu merenovasi rumah dengan mengubah layout ruang, membongkar tembok untuk memperluas ruang, menambah tingkat bangunan dari lantai 1 menjadi lantai 2, 3, atau 4, hingga merubah fasad rumah walau hanya kecil.

    Apabila renovasi dilakukan oleh perusahaan profesional, mereka biasanya sudah memasukkan biaya pengurusan IMB dalam paket renovasinya. Jika kamu mengubah fungsi rumah menjadi kos-kosan atau tempat usaha juga membutuhkan IMB.

    Sebagai informasi, setelah adanya Undang-undang Cipta Kerja, IMB kini telah diganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Aturan ini diatur dalam ketentuan Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021.

    3. Meminta Izin Kepada Pihak Berwenang

    Agar proses renovasi rumah berjalan lancar tanpa ada gangguan, kamu bisa melapor kepada pihak berwenang seperti RT atau RW. Namun, izin ini sebenarnya tidak terlalu penting dan sah-sah saja jika tidak melapor.

    Akan tetapi, jika detikers ingin membangun rumah yang membutuhkan izin tertulis berupa tanda tangan dari tetangga di sekitar tempat tinggal, maka perlu menyertakan juga izin dari pihak RT dan RW setempat. Izin ini biasanya muncul karena bangunan yang direnovasi cukup besar dan pengerjaannya lama, sehingga dapat mengganggu ketertiban.

    Itu dia sejumlah izin yang wajib dipenuhi jika ingin melakukan renovasi rumah. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com