Tag Archives: rentan

Kiat Trading & Simpan Dogecoin dengan Aman untuk Pemula


Jakarta

Setelah melihat utilitas dan pergerakan harga Dogecoin, seringkali kita menjadi penasaran untuk trading Dogecoin. Namun, sebagai pemula tentu ada pertanyaan mulai dari mana untuk trading crypto?

Kemudian yang paling penting, bagaimana cara menyimpan Dogecoin dengan aman? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pastikan Anda melakukan DYOR (Do Your Own Research), update analisa harga Dogecoin terbaru dengan membaca berita-berita seputar Dogecoin.


Cara Trading Dogecoin untuk Pemula

Berikut adalah beberapa langkah penting yang bisa Anda lakukan untuk mulai trading Dogecoin dengan rasa aman dan nyaman:

1. Pilih Pedagang Kripto Terpercaya di Indonesia

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih pedagang fisik aset kripto yang legal di Indonesia, seperti Tokocrypto. Bappebti mendorong pedagang aset kripto menjadi PFAK untuk memperkuat ekosistem aset kripto dan melindungi masyarakat.

Tentunya perusahaan yang berupaya mengikuti regulasi pemerintah adalah perusahaan yang berkomitmen dan dapat dipercaya untuk mengelola aset kripto pelanggan.

2. Registrasi dan KYC

Setelah memilih aplikasi trading, Anda perlu membuat akun. Sama seperti pembukaan akun di bank, selain registrasi Anda perlu melakukan KYC.

KYC adalah program penting untuk mencegah terjadinya aktivitas keuangan ilegal seperti phising, money laundry, pendanaan kegiatan terorisme, dan kejahatan digital lainnya.

3. Deposit dengan Rupiah atau Kripto

Biasanya Anda baru bisa melakukan deposit setelah proses KYC Anda disetujui. Tergantung platform trading yang dipilih, Anda bisa melakukan deposit Rupiah dari bank atau e-wallet.

Cek biaya deposit atau diskon-diskon deposit yang Anda agar biaya trading kripto Anda lebih hemat. Atau Anda bisa juga mentransfer aset kripto dari cold wallet Anda ke akun CEX lokal Anda.

4. Mulai Trading Dogecoin

Sebenarnya ada beberapa cara melakukan trading Dogecoin. Di Tokocrypto Anda bisa melakukan trading crypto dengan 3 cara:

  • Mencari pasangan perdagangan Dogecoin misalnya DOGE/IDR atau DOGE/USDT,
  • Menggunakan fitur Instant jika Anda malas mencari pasangan trading Dogecoin, atau
  • Menggunakan fitur DCA apabila Anda ingin mengumpulkan Dogecoin saja, karena meyakini harganya akan naik.

Selain itu, penting untuk memahami pergerakan harga Dogecoin. Pergerakan harga aset kripto dapat sangat volatil, sehingga penting untuk selalu memantau harga dan menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual.

Cara Menyimpan Dogecoin dengan Aman

Lalu bagaimana menyimpan Dogecoin dengan aman. Mari kita bahas di bawah ini:

1. Dompet Digital (Hot Wallet)

Hot wallet adalah aplikasi dompet digital yang terhubung ke internet. Anda bisa menginstall-nya di handphone Anda, sehingga memudahkan akses dan transaksi sehari-hari. Namun, karena terhubung ke internet, hot wallet lebih rentan terhadap serangan hacker.

Beberapa hot wallet yang populer untuk menyimpan Dogecoin antara lain adalah Trust Wallet dan dompet bawaan dari platform trading.

2. Dompet Hardware (Cold Wallet)

Cold wallet adalah jenis dompet yang tidak terhubung ke internet. Bentuknya seperti hard disk tapi dapat menyimpan aset kripto. Cold wallet menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena tidak terhubung ke internet.

Dompet ini biasanya berbentuk perangkat fisik, seperti Ledger atau Trezor, yang memungkinkan Anda menyimpan Dogecoin secara offline. Cold wallet adalah pilihan terbaik bagi mereka yang berencana menyimpan Dogecoin dalam jangka waktu panjang tanpa sering melakukan transaksi.

3. Backup dan Keamanan

Sangat penting untuk selalu melakukan backup dari dompet digital Anda. Catat seed phrase (frasa pemulihan) yang diberikan saat Anda membuat dompet. Seed phrase ini bisa digunakan untuk memulihkan dompet Anda jika terjadi masalah, seperti kehilangan perangkat atau lupa kata sandi. Simpan seed phrase ini di tempat yang aman dan jangan bagikan kepada siapa pun.

Selain itu, selalu aktifkan fitur keamanan tambahan, seperti autentikasi dua faktor (2FA), pada akun trading dan dompet digital Anda. Hal ini akan memberikan lapisan perlindungan ekstra dari potensi peretasan.

Tips Tambahan untuk Pemula

  • Mulai dengan Investasi Kecil

Jangan langsung menginvestasikan seluruh dana Anda dalam Dogecoin. Mulailah dengan jumlah kecil hingga Anda merasa nyaman dengan proses trading.

  • Perhatikan Biaya Transaksi

Setiap platform trading memiliki biaya transaksi yang berbeda. Pastikan Anda memahami biaya ini sebelum melakukan pembelian atau penjualan Dogecoin.

  • Tetap Tenang di Tengah Volatilitas

Harga Dogecoin bisa sangat fluktuatif. Sebagai pemula, penting untuk tidak terburu-buru dalam membuat keputusan trading. Lakukan riset sebelum mengambil langkah.

Trading dan menyimpan Dogecoin dapat menjadi pengalaman yang menguntungkan, tetapi juga penuh risiko jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Sebagai pemula, pastikan Anda memilih platform trading yang aman, memverifikasi akun dengan benar, dan menyimpan Dogecoin di dompet yang sesuai dengan kebutuhan keamanan Anda. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mulai berinvestasi dan trading Dogecoin dengan lebih aman.

(Content Promotion/Tokocrypto)



Sumber : finance.detik.com

Jangan Asal Beli Bitcoin cs! Ini 4 Risiko Investasi Aset Kripto


Jakarta

Aset uang kripto saat ini telah menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup banyak diminati, terutama dari kaum muda semisal Gen Z. Meski begitu jenis investasi yang satu ini tergolong memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi, karenanya penting untuk berhati-hati sebelum membeli aset ini.

Agar terhindar dari potensi kerugian besar saat bertransaksi kripto, ada baiknya para investor memahami terlebih dahulu risiko dari kepemilikan aset digital tersebut. Melansir dari unggahan Instagram @ojkndonesia, Jumat (24/1/2025), berikut beberapa risiko berinvestasi di aset kripto.

1. Risiko Fluktuatif

Harga aset kripto dapat mengalami kenaikan ataupun penurunan dengan cepat dan tidak terduga. Kondisi ini membuat calon investor yang ingin memiliki aset digital tersebut harus siap dengan risiko kehilangan uang yang cukup besar.


2. Risiko Kejahatan Siber dan Penipuan

Aset kripto juga rentan terhadap kejahatan siber seperti peretasan dan skema phising. Terlebih mengingat aset ini hanya diperdagangkan secara digital.

Selain itu, banyaknya asumsi bahwa aset kripto merupakan investasi dengan potensi keuntungan tinggi juga menarik banyak skema penipuan, termasuk skema pump-and-dump yang dapat mengakibatkan kerugian besar bagi pengguna.

3. Risiko Pasar

Pasar kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen investor, berita global, atau perubahan ekonomi, yang semuanya dapat menyebabkan fluktuasi harga. Sehingga nilai dari aset ini bisa seketika jatuh dan membuat kerugian yang sangat besar tanpa terduga.

4. Risiko Likuiditas

Tidak semua aset kripto memiliki likuiditas yang tinggi. Terdapat beberapa jenis aset kripto yang sulit untuk dijual kembali ketika membutuhkan uang tunai. Hal ini bisa sangat menyulitkan saat membutuhkan dana mendesak.

Demikian sejumlah risiko dari investasi kripto. Semoga detikers bisa berinvestasi dengan bijak dan nggak cuma ikut-ikutan alias FOMO.

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Heboh Fenomena Gen Z FOMO Investasi Kripto, Kok Bisa Sih?


Jakarta

Asetkripto semakin tenar di Indonesia sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia per November 2025 mencapai 19,56 juta konsumen atau naik 2,5% dibandingkan posisi Oktober 2025.

Sayangnya, tidak sedikit generasi muda seperti Gen Z yang berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau karena takut ketinggalan sesuatu alias fear of missing out (FOMO), tanpa mendalami instrumen tersebut.

Kondisi ini dikhawatirkan membuat masyarakat rentan terkena penipuan. Salah satunya, terbaru ramai dibahas laporan dugaan penipuan trading kripto yang sedang ditangani aparat penegak hukum menyeret nama influencer Timothy Ronald.


Co-founder Cryptowatch Christopher Tahir menilai, maraknya Gen Z yang FOMO berinvestasi pada kripto merupakan fenomena yang sangat wajar. Hal ini mengingat banyak sekali influencer kripto yang menjual sisi kemewahan dan kekayaan dari hasil investasi tersebut.

“Sehingga ini membuat banyak sekali Gen Z ataupun termasuk generasi millennial yang cenderung untuk mencari cara agar bisa cepat kaya, agar bisa cepat keluar dari rat race. Tentunya salah satu kendaraannya adalah kripto,” kata Christopher, saat dihubungi detikcom, Senin (12/1/2026).

Meski menurutnya bukan tidak mungkin investasi kripto menghasilkan cuan yang besar, namun masyarakat juga perlu dipahami bahwa kripto merupakan investasi dengan risiko tinggi.

“Dengan beli kripto, ada juga risiko yang dapat menghilangkan dana investasi kita. Sehingga menurut saya ada baiknya untuk dipelajari terlebih dahulu apa yang diinvestasikan agar tidak nyangkut ke koin-koin yang tidak jelas. Dikarenakan banyak koin-koin yang tidak jelas ini bisa saja hilang dalam waktu 1 menitan. Jadi sangat penting untuk cek dan recheck dari koin yang kita beli,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat kripto, Desmond Wira mengatakan, fenomena FOMO investasi sejatinya tidak hanya terjadi pada instrumen kripto, melainkan semua jenis aset yang mengalami kenaikan harga tajam seperti saham, emas, dan lainnya.

“Saat harga naik tajam, pada berbondong-bondong membeli aset tersebut, tanpa melihat risikonya, fundamentalnya, bahkan banyak yang tidak tahu apa sebenarnya yang dibeli, asal ikut. Istilahnya FOMO, yang ia tahu dan inginkan cuma harga akan naik lagi, dapat profit. Padahal belum tentu, bisa jadi malah ambrol,” jelas Desmond dihubungi terpisah.

Menurutnya, kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya influencer yang sering kali melakukan pom-pom aset tersebut. Alhasil, saat harga aset tersebut ambruk banyak yang merasa ditipu influencer tersebut.

“Hal ini bukan pula kematangan finansial. Tapi cuma sifat serakah dari investor yang tidak mau melakukan analisis atau riset tentang aset berisiko yang mau dibeli,” kata dia.

Menurutnya, setiap investor seharusnya melakukan riset mendalam sebelum memutuskan membeli aset tertentu, jangan sampai hanya FOMO atau bahkan percaya pada sembarang influencer. Sebab, bagaimanapun influencer itu merupakan orang asing.

“Idealnya kita harus melakukan riset sendiri, sesuai profil risiko kita sendiri. Untuk itulah sangat penting meningkatkan literasi finansial diri kita sendiri,” ujarnya.

(shc/eds)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Masih Rawan Longsor, Ini Sebabnya


Jakarta

Bitcoin kembali bergerak menguat ke level US$ 68.060 pada perdagangan hari ini, Kamis (26/2). Namun secara fundamental, kenaikan harga yang terjadi pada Bitcoin dianggap masih rapuh lantaran sejumlah indikator pasar kripto masih belum sepenuhnya pulih.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan investor jangka pendek masih melakukan aksi jual dalam kondisi rugi sejak akhir Januari. Selain itu, arus dana institusional juga belum pulih sepenuhnya di produk ETF Bitcoin. Bahkan banyak manajer investasi yang mengurangi eksposur terhadap kripto pada akhir 2025.

Fyqieh menilai, kenaikan harga Bitcoin cenderung bersifat sementara setelah periode penurunan tajam di akhir tahun lalu. Menurutnya, struktur pasar kripto saat ini berada dalam kondisi negative gamma atau pergerakan harga yang lebih agresif ke dua arah.


“Beberapa sinyal memang menunjukkan potensi pembentukan dasar, seperti tekanan jual yang mulai mereda dan RSI yang keluar dari area oversold. Namun selama arus masuk institusional belum konsisten dan investor jangka pendek masih dominan jual rugi, reli ini masih rentan koreksi,” jelas Fyqieh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, Bitcoin saat ini berada pada persimpangan penting. Kenaikan harga menuju US$ 70.000 akan bergantung pada kombinasi sentimen makroekonomi yang membaik dan arus dana institusional.

Adapun kenaikan harga Bitcoin hari ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) memastikan tidak ada menaikkan tarif terhadap barang China. Pernyataan tersebut diungkap oleh U.S. Trade Representative, Jamieson Greer, yang dianggap meredakan kekhawatiran perang dagang AS-China.

Dalam sebuah wawancara, Greer mengatakan AS tidak berencana mengerek tarif di atas kisaran 35%-50% dan akan tetap berpegang pada kesepakatan sebelumnya. Fyqieh mengatakan, sentimen ini menandakan sensitivitas pasar kripto terhadap isu makro global.

“Pasar kripto sangat sensitif terhadap isu makro global, terutama yang berkaitan dengan likuiditas dan stabilitas geopolitik. Kejelasan bahwa AS tidak akan mengeskalasi tarif memberikan sentimen risk-on jangka pendek, sehingga aset seperti Bitcoin kembali diminati,” ujarnya.

Di samping itu, pelaku pasar kripto juga mencermati pertumbuhan keuangan Nvidia yang mencatatkan pendapatan kuartalan US$ 68,1 miliar atau sekitar Rp 1.141 triliun (asumsi kurs Rp 16.766) dengan laba per saham (EPS) sebesar US$ 1,62, lebih tinggi dari perkiraan konsensus.

Pada saat yang sama, saham Nvidia sempat menguat signifikan ke harga US$ 200 usai mengumumkan laporan keuangan. Capaian ini mempertegas posisi Nvidia sebagai pemasok utama perangkat keras komputasi AI untuk kebutuhan cloud, startup, hingga implementasi AI di perusahaan besar.

“Laporan Nvidia yang melampaui ekspektasi membantu menjaga mode risk-on di pasar global, sehingga kripto ikut mendapat dorongan sentimen. Namun reaksi yang campuran menunjukkan pasar tetap sensitif terhadap isu valuasi dan outlook. Dampaknya ke Bitcoin cenderung sebagai katalis jangka pendek, sementara arah berikutnya tetap ditentukan kombinasi faktor makro, arus institusional, dan kondisi permintaan spot,” pungkasnya.

Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Loyo Lagi, Jadi Segini Sekarang


Jakarta

Pasar kripto kembali melemah pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap, pelemahan tidak hanya terjadi pada token utama, tetapi juga altcoin hingga memecoin.

Bitcoin misalnya, melemah 2,01% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke level US$ 67.235 atau sekitar Rp 1,12 miliar (asumsi kurs Rp 16.793). Secara kumulatif sepanjang perdagangan sepekan terakhir, harga Bitcoin terkoreksi 1,21%.

Sementara altcoin seperti Ether (ETH), koreksi harga juga terjadi sepanjang perdagangan 24 jam terakhir sebesar 3,34% ke harga US$ 2.009 atau sekitar Rp 33,74 juta. Namun secara kumulatif sepanjang perdagangan sepekan terakhir, harga ETH tercatat menguat 1,75%.


Sedangkan untuk token BNB tercatat melemah 0,89% ke harga US$ 623,96. Kemudian token Solana (SOL) terkoreksi 2,6% sepanjangan perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 86,07.

Kemudian untuk stablecoin seperti Tether (USDT) bergerak menguat 0,02% ke harga US$ 1. Sedangkan memecoin seperti DOGE, tercatat melemah 3,13% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09680.

Sebagai informasi, Bitcoin sempat bergerak menguat pada level US$ 68.060 di Kamis (26/2). Meski begitu, fundamental Bitcoin dianggap masih rapuh lantaran sejumlah indikator pasar kripto masih belum sepenuhnya pulih.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan investor jangka pendek masih melakukan aksi jual dalam kondisi rugi sejak akhir Januari. Selain itu, arus dana institusional juga belum pulih sepenuhnya di produk ETF Bitcoin. Bahkan banyak manajer investasi yang mengurangi eksposur terhadap kripto pada akhir 2025.

Fyqieh menilai, kenaikan harga Bitcoin cenderung bersifat sementara setelah periode penurunan tajam di akhir tahun lalu. Menurutnya, struktur pasar kripto saat ini berada dalam kondisi negative gamma atau pergerakan harga yang lebih agresif ke dua arah.

“Beberapa sinyal memang menunjukkan potensi pembentukan dasar, seperti tekanan jual yang mulai mereda dan RSI yang keluar dari area oversold. Namun selama arus masuk institusional belum konsisten dan investor jangka pendek masih dominan jual rugi, reli ini masih rentan koreksi,” jelas Fyqieh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2).

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


Jakarta

Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

Tips Saat Mengganti Air Aquarium

Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason

Ini Dia Tempat Persembunyian, Akses, dan Penarik Cicak Masuk Rumah


Jakarta

Cicak adalah sejenis reptil kecil yang sering ditemukan berkeliaran di dalam rumah. Meski tidak berbahaya, hewan ini cukup mengganggu penghuni rumah.

Sebagian orang mungkin merasa risih dengan cicak di rumah karena kerap buang kotoran sembarangan. Lalu, cicak terkadang mencuri atau ‘mencicipi’ makanan yang dibiarkan terbuka di rumah. Selain itu, ada juga orang yang geli dan takut bila melihat cicak.

Nah, kalau mau rumah bebas cicak, kamu harus tahu tempat persembunyian, akses, dan penarik cicak masuk rumah. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari PestClinic, Senin (19/8/2024).


Akses Masuk Cicak ke Rumah

Cicak masuk ke dalam rumah melalui bukaan di rumah, baik pintu maupun jendela. Bahkan, celah dan lubang kecil bisa menjadi akses bagi cicak untuk masuk rumah. Mereka suka menyelinap ke celah-celah kecil di ambang jendela, dinding, pintu, dan bukaan lainnya.

Penarik Cicak Masuk Rumah

1. Lokasi Lembap

Rumah di negara dengan iklim hangat dan lembap rentan dimasuki cicak. Hewan ini juga menyukai genangan air, termasuk kolam taman, pipa bocor, dan sumber kelembapan lainnya.

2. Buah-buahan

Membiarkan buah-buahan atau makanan yang terbuka di dapur akan menarik perhatian serangga yang merupakan salah satu sumber makanan utama cicak.

3. Kotoran dan Barang Berserakan

Remah makanan yang bercecer di mana-mana dan barang berserakan yang dapat dimakannya dapat menjadi tempat persembunyian yang juga dapat menarik bagi cicak.

4. Serangga

Serangga merupakan sumber makanan utama cicak. Jika banyak serangga lain, seperti semut dan nyamuk. Kalau kamu menemukan banyak serangga di rumah, maka tidak heran kalau ada banyak cicak.

Tempat Persembunyian Cicak di Rumah

Kalau mau basmi cicak di rumah, kamu harus tahu di mana saja tempat persembunyian cicak di rumah. Berikut ini tempat cicak biasa berkeliaran di dalam rumah.

  • Di bawah tumpukan kertas, majalah, koran, dan barang rongsokan lainnya.
  • Di bagian belakang bingkai atau barang lain yang digantung atau dipasang di dinding.
  • Lemari, laci, lemari, dan kabinet yang jarang dibuka.
  • Di belakang perabot biasa menjadi tempat cicak bertelur dan melindungi diri dari predator.
  • Di bawah wastafel merupakan tempat yang cocok untuk berkembang biak karena lembap.
  • Ruang bawah tanah yang lembap dan berantakan juga tempat yang bagus untuk berkembang biak.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui soal cicak sebelum mengusirnya. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

9 Cara Merawat Rumah agar Berdiri Kokoh Tahan Lama


Jakarta

Memiliki rumah adalah impian banyak orang. Bukan hanya sebagai tempat tinggal, hunian termasuk properti yang kerap dijadikan investasi lantaran nilainya yang berkembang setiap tahunnya.

Sebab itu, orang yang telah mempunyai rumah hendaknya merawat baik-baik hunian mereka dan pastikan kondisinya tetap bagus ke depannya. Dengan begitu, nilai rumah bisa meningkat.

Akan tetapi, bagaimana cara merawat rumah agar tetap kokoh tahan lama? Simak di bawah ini.


Cara Merawat Rumah agar Tahan Lama

Dilansir The Spruce dan Amazing Architecture, berikut trik merawat rumah agar berdiri kokoh tahan lama:

1. Rutin Membersihkan Rumah

Membersihkan rumah adalah cara terbaik untuk menjaga keawetan hunian. Pembersihan pun tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali, melainkan rutin. Tidak hanya bagian dalam rumah atau interior saja yang dibersihkan, tetapi juga eksterior hunian.

Contohnya, kotoran, debu, dan sampah yang menumpuk dapat merusak sejumlah permukaan atau bagian-bagian rumah seperti berbagai furnitur, jendela, teras, serta pekarangan. Karena itu, perlu dibersihkan secara berkala, baik harian, bulanan, dan tahunan.

2. Periksa Seluruh Bagian Rumah Secara Berkala

Atap, dinding, hingga fondasi termasuk bagian-bagian rumah yang vital dan perlu juga diperiksa rutin. Melalui pemeriksaan, sejumlah kerusakan ringan dapat diketahui sedari awal seperti atap bocor dan retak rambut pada tembok.

Apabila bagian-bagian rumah jarang dicek, kerusakan ringan bisa menjadi serius seiring berjalannya waktu. Sebab itu, jangan tunggu sampai kerusakan besar nantinya membahayakan penghuni rumah ya.

3. Perbaiki Bagian Rumah yang Rusak

Setelah menemukan kerusakan pada area rumah, perbaikan bisa dilakukan jika ingin rumah dalam kondisi kokoh selama bertahun-tahun ke depan. Kerusakan ringan dapat diperbaiki dan umumnya tidak sampai mengeluarkan biaya tinggi.

Beda hal jika kerusakan sudah menjadi besar. Maka ini harus segera diperbaiki dan biasanya membutuhkan biaya restorasi yang cukup tinggi.

4. Jadwalkan Pemeliharaan Sistem Rutin

Terdapat sejumlah sistem utama pada sebuah rumah, di antaranya kelistrikan dan perpipaan. Persisteman ini perlu dipelihara rutin guna mengetahui potensi bahaya dan masalah.

Misalnya, sekring listrik yang terus-menerus putus mungkin disebabkan suatu masalah yang lebih besar. Tindakan perbaikan bisa dilakukan sebelum kerusakan serius yang membutuhkan biaya lebih besar terjadi.

5. Hindari Menanam Pohon Terlalu Dekat

Sebaiknya tidak menanam pohon terlalu dekat dengan bangunan utama rumah maupun properti lainnya. Hal ini lantaran akar pohon tertentu dapat tumbuh agresif hingga menghancurkan jalan dan menembus pipa. Bahkan akar pohon dapat merusak fondasi rumah dan mampu membahayakan penghuninya.

Ini bukan berarti bahwa penghuni rumah tidak boleh menanam pohon di pekarangan sama sekali. Tapi pastikan menjaga jarak aman saat menanam pohon. Pastikan juga untuk mengetahui karakteristik pohon sebelum menanamnya.

6. Ganti Peralatan Lama yang Usang

Kabel listrik yang usang maupun pipa ledeng sudah berlumut pun dapat diganti agar tidak menyebabkan bahaya. Selain itu, peralatan atau barang yang sudah tidak berfungsi sebaik dulu dapat pula diganti.

Hal itu tidak hanya mempengaruhi umur rumah, tetapi juga akan menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik. Barang lama tidak menggunakan teknologi secanggih peralatan masa kini, sehingga daya listrik yang digunakan belum sehemat sekarang. Di samping itu, barang lama rentan mengalami kerusakan.

7. Merapikan Barang-barang

Penting merapikan barang-barang setiap harinya untuk mencegah tumpukan di area rumah. Detikers dapat meluangkan sedikit waktu, setidaknya sebelum tidur atau setelah bangun untuk membereskan dan membersihkan hunian. Dengan begitu, rumah akan terawat, bersih, dan rapi.

Di samping itu, kamu bisa menyisihkan satu waktu untuk menyortir semua barang yang ada di rumah. Buat daftar atau pisahkan antara barang masih digunakan maupun yang tidak. Sebaiknya buang barang yang tak lagi dipakai dan tidak menumpuknya di suatu area, karena dapat membuat rumah terlihat berantakan.

8. Memelihara Rumah dengan Baik

Selain rutin beres-beres, sejumlah kebiasaan harus diperhatikan supaya rumah dapat awet tahan lama. Kebiasaan di sini seperti tidak membuang sampah seenaknya di sekitar rumah, tidak merokok di dalam hunian, tidak sering menyandarkan kaki ke tembok, maupun membanting pintu.

9. Menyewa Jasa Profesional

Perawatan rumah secara mandiri saja tidak cukup, pemeliharaan beberapa bagian rumah dan perbaikan kerusakan tertentu perlu ditangani oleh jasa profesional. Misalnya, retakan serius di dinding yang membutuhkan tukang bangunan dan septic tank penuh perlu ditangani oleh jasa sedot WC.

Nah, itu tadi sederet cara merawat rumah agar bertahan lama dan berdiri kokoh selama puluhan tahun. Jangan segan menyewa jasa profesional untuk membersihkan dan memperbaiki rumah demi hasil terbaik.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

5 Cara Mencegah Karat (Korosi) Muncul di Furnitur Logam hingga Besi


Jakarta

Perabot rumah yang terbuat dari logam dan besi rentan berkarat, terlebih furnitur outdoor yang diletakkan di teras maupun halaman. Karat yang muncul dapat merusak mebel sehingga membuatnya tidak bisa digunakan kembali.

Namun detikers tidak perlu khawatir, terdapat cara untuk mencegah furnitur rumah karatan. Dengan begitu, usia penggunaan perabot dapat tahan lama. Simak caranya di bawah ini.

Cara Mencegah Karat (Korosi) pada Perabot Logam dan Besi

Mengutip Bob Vila dan Granite Gold, berikut cara mudah melindungi furnitur rumah dari karat:


1. Keringkan Usai Terkena Hujan dan Embun

Risiko meletakkan furnitur di pekarangan yaitu terkena hujan. Jika mebel terbuat dari logam terguyur hujan, jangan membiarkannya basah dalam waktu lama, misalnya semalaman.

Hal itu disebabkan karat bisa muncul pada permukaan logam yang basah akibat reaksi kimia yang terjadi antara zat besi, air, dan oksigen. Untuk menghindari itu, detikers dapat mengeringkan langsung perabot dengan kain mikrofiber setelah terkena hujan.

2. Hindari Paparan Langsung Udara dan Sinar Matahari

Saat proses korosi atau pengkaratan, logam akan bersentuhan dengan oksigen di udara. Perabot luar rumah bisa berkarat lebih cepat lantaran berada di udara terbuka dan terpapar matahari. Udara sendiri mengandung banyak uap air sehingga mempengaruhi kecepatan munculnya karat.

3. Bersihkan Kotoran yang Menempel

Debu maupun kotoran biasanya akan menempel pada mebel berbahan besi atau logam lain, terutama furnitur outdoor. Detikers bisa bersihkan perabot secara teratur agar tidak memicu karatan.

Untuk noda membandel seperti minyak, perabot dapat dilap dengan kain lembut yang dicelupkan ke dalam air detergen secara perlahan. Furnitur logam juga bisa dijaga agar tetap mengkilap supaya tidak berkarat.

4. Tutupi Furnitur saat Tidak Digunakan

Furnitur outdoor sebaiknya ditutupi dengan penutup khusus saat tidak digunakan. Hal ini agar menjadi pelindung dari lembap, hujan, maupun sinar matahari. Pastikan untuk menutupi secara menyeluruh, termasuk bagian kaki-kakinya.

Sebelum ditutup, mebel dapat dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang menempel. Setelah ditutup, pemberat dapat diletakkan di atasnya agar penutup tidak terbuka jika cuaca berangin.

5. Segera Perbaiki saat Karat Terdeteksi

Saat rutin membersihkan perabot logam dan besi, karat yang muncul pada permukaan bisa saja terlihat. Usai melihatnya, detikers dapat segera melakukan perbaikan sebelum karat semakin banyak.

Caranya bisa dengan amplas berpasir halus yang digosokkan perlahan ke area berkarat. Lalu bersihkan seluruh permukaan furnitur dari debu dan kotoran lain yang menempel.

Nah, itu tadi cara mencegah karat muncul pada permukaan furnitur logam dan besi. Jangan segan membersihkan perabot logam dan besi ya detikers, agar bisa berfungsi dengan baik dalam waktu lama.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

8 Penyebab AC Jadi Tidak Dingin dan Hal yang Harus Dilakukan


Jakarta

Air Conditioner (AC) yang tidak dingin bisa jadi masalah yang mengganggu kenyamanan di ruangan bukan? Berbagai faktor bisa menyebabkan kinerja pendingin udara ini menurun.

Mulai dari kurangnya perawatan ataupun kerusakan komponen internal. Oleh sebab itu, kenali penyebab AC tidak dingin dan cara untuk mengatasinya berikut ini.

Penyebab AC Tidak Dingin

1. Kebocoran Refrigerant

Dikutip dari laman Hydes AC, refrigerant (komponen sistem AC yang menghasilkan udara dingin) mengalir lewat kumparan AC, dan memindahkan panas dari dalam rumah ke unit kondensor luar.


Ketika sistem mengalami kebocoran refrigeran, maka sistem tidak akan mampu memindahkan panas keluar h secara memadai. AC akan tetap menyala, namun tidak bisa memberikan dingin dengan optimal.

2. Kumparan Pendingin Kotor

AC punya seperangkat kumparan dalam ruangan yang menyerap panas dari udara rumah, dan kumparan luar ruangan yang memindahkan panas dari rumah ke luar ruangan.

Apabila salah satunya memiliki lapisan kotoran, maka panas akan jauh lebih sulit dipindahkan. Hal tersebut menyebabkan pengurangan kemampuan sistem untuk membuang panas dari rumah.

3. Filter Udara yang Kotor

Filter udara yang kotor akan membuat jumlah udara yang berhembus melewati kumparan evaporator menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan sebagian besar udara hangat yang ditarik AC dari udara rumah tidak akan benar-benar didinginkan.

4. Unit Kondensor Tersumbat

Unit kondensor berada di luar, sehingga rentan tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka unit kondensor tidak bisa melepaskan panas dari kumparan kondensor dengan baik.

Dengan demikian, panas yang dikeluarkan dari rumah tidak akan dilepaskan dengan baik.

5. Sistem yang Sudah Usang

Sistem AC yang lama tidak akan mampu mendinginkan ruangan seperti sebelumnya. Mungkin sistem AC sudah mencapai akhir masa pakainya. Makanya, penting untuk mengganti sistem AC teika ia tidak lagi mampu bekerja secara efektif.

6. Pengaturan Termostat yang Tidak Tepat

Pengaturan kipas termostat diatur ke “aktif” akan penangan udara akan meniupkan udara bahkan ketika sistem tidak dalam siklus pendinginan. Akibatnya, sebagian udara yang keluar dari ventilasi menjadi terasa hangat.

Kamu bisa menyesuaikannya dengan mengalihkan pengaturan kipas ke “otomatis”. Pengaturan lain yang bisa dicek taitu apakah sistem dalam mode “panas” atau “dingin”. Pasalnya, AC hanya akan menyala jika termostat diatur ke “dingin”.

7. Masalah Kompresor AC

Kompresor AC berperan untuk memastikan refrigeran berada pada tekanan optimal. Tanpa kompresor, sistem tidak akan bisa menyerap panas dari ruangan di rumah lalu memindahkannya ke luar.

Jika kompresor mengalami masalah, AC Anda tidak akan mampu mendinginkan rumah dengan baik.

8. Remote AC Rusak

Remote yang rusak akan membuat pengiriman sinyal perubahan suhu ke unit AC gagal.

Hal yang Harus Dilakukan jika AC Tidak Dingin

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika AC tidak dingin. Dilansir laman Bob Vila, berikut adalah beberapa cara mengatasi AC jika tidak dingin:

  • Periksa dan setel ulang termostat.
  • Bersihkan saluran kondensasi yang tersumbat.
  • Ganti filter yang kotor.
  • Tambahkan zat pendingin.
  • Bersihkan kumparan yang kotor.
  • Cek sistem untuk mendiagnosis kerusakan saluran.
  • Bersihkan area sekitar kompresor.
  • Beli AC baru yang lebih kuat.

Jika detikers tidak bisa membuka unit AC untuk memperbaikinya, kamu bisa menyewa seorang profesional untuk membersihkannya.

AC Akan berfungsi dengan optimal jika dirawat dalam kondisi prima. Perawatan rutin juga akan memastikan AC berfungsi dengan baik.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com