Tag: rentan

  • Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


    Jakarta

    Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

    Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

    Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


    Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

    Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

    Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

    Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

    Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

    Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

    Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

    Tips Saat Mengganti Air Aquarium

    Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

    Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Ini Dia Tempat Persembunyian, Akses, dan Penarik Cicak Masuk Rumah


    Jakarta

    Cicak adalah sejenis reptil kecil yang sering ditemukan berkeliaran di dalam rumah. Meski tidak berbahaya, hewan ini cukup mengganggu penghuni rumah.

    Sebagian orang mungkin merasa risih dengan cicak di rumah karena kerap buang kotoran sembarangan. Lalu, cicak terkadang mencuri atau ‘mencicipi’ makanan yang dibiarkan terbuka di rumah. Selain itu, ada juga orang yang geli dan takut bila melihat cicak.

    Nah, kalau mau rumah bebas cicak, kamu harus tahu tempat persembunyian, akses, dan penarik cicak masuk rumah. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari PestClinic, Senin (19/8/2024).


    Akses Masuk Cicak ke Rumah

    Cicak masuk ke dalam rumah melalui bukaan di rumah, baik pintu maupun jendela. Bahkan, celah dan lubang kecil bisa menjadi akses bagi cicak untuk masuk rumah. Mereka suka menyelinap ke celah-celah kecil di ambang jendela, dinding, pintu, dan bukaan lainnya.

    Penarik Cicak Masuk Rumah

    1. Lokasi Lembap

    Rumah di negara dengan iklim hangat dan lembap rentan dimasuki cicak. Hewan ini juga menyukai genangan air, termasuk kolam taman, pipa bocor, dan sumber kelembapan lainnya.

    2. Buah-buahan

    Membiarkan buah-buahan atau makanan yang terbuka di dapur akan menarik perhatian serangga yang merupakan salah satu sumber makanan utama cicak.

    3. Kotoran dan Barang Berserakan

    Remah makanan yang bercecer di mana-mana dan barang berserakan yang dapat dimakannya dapat menjadi tempat persembunyian yang juga dapat menarik bagi cicak.

    4. Serangga

    Serangga merupakan sumber makanan utama cicak. Jika banyak serangga lain, seperti semut dan nyamuk. Kalau kamu menemukan banyak serangga di rumah, maka tidak heran kalau ada banyak cicak.

    Tempat Persembunyian Cicak di Rumah

    Kalau mau basmi cicak di rumah, kamu harus tahu di mana saja tempat persembunyian cicak di rumah. Berikut ini tempat cicak biasa berkeliaran di dalam rumah.

    • Di bawah tumpukan kertas, majalah, koran, dan barang rongsokan lainnya.
    • Di bagian belakang bingkai atau barang lain yang digantung atau dipasang di dinding.
    • Lemari, laci, lemari, dan kabinet yang jarang dibuka.
    • Di belakang perabot biasa menjadi tempat cicak bertelur dan melindungi diri dari predator.
    • Di bawah wastafel merupakan tempat yang cocok untuk berkembang biak karena lembap.
    • Ruang bawah tanah yang lembap dan berantakan juga tempat yang bagus untuk berkembang biak.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui soal cicak sebelum mengusirnya. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Cara Merawat Rumah agar Berdiri Kokoh Tahan Lama


    Jakarta

    Memiliki rumah adalah impian banyak orang. Bukan hanya sebagai tempat tinggal, hunian termasuk properti yang kerap dijadikan investasi lantaran nilainya yang berkembang setiap tahunnya.

    Sebab itu, orang yang telah mempunyai rumah hendaknya merawat baik-baik hunian mereka dan pastikan kondisinya tetap bagus ke depannya. Dengan begitu, nilai rumah bisa meningkat.

    Akan tetapi, bagaimana cara merawat rumah agar tetap kokoh tahan lama? Simak di bawah ini.


    Cara Merawat Rumah agar Tahan Lama

    Dilansir The Spruce dan Amazing Architecture, berikut trik merawat rumah agar berdiri kokoh tahan lama:

    1. Rutin Membersihkan Rumah

    Membersihkan rumah adalah cara terbaik untuk menjaga keawetan hunian. Pembersihan pun tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali, melainkan rutin. Tidak hanya bagian dalam rumah atau interior saja yang dibersihkan, tetapi juga eksterior hunian.

    Contohnya, kotoran, debu, dan sampah yang menumpuk dapat merusak sejumlah permukaan atau bagian-bagian rumah seperti berbagai furnitur, jendela, teras, serta pekarangan. Karena itu, perlu dibersihkan secara berkala, baik harian, bulanan, dan tahunan.

    2. Periksa Seluruh Bagian Rumah Secara Berkala

    Atap, dinding, hingga fondasi termasuk bagian-bagian rumah yang vital dan perlu juga diperiksa rutin. Melalui pemeriksaan, sejumlah kerusakan ringan dapat diketahui sedari awal seperti atap bocor dan retak rambut pada tembok.

    Apabila bagian-bagian rumah jarang dicek, kerusakan ringan bisa menjadi serius seiring berjalannya waktu. Sebab itu, jangan tunggu sampai kerusakan besar nantinya membahayakan penghuni rumah ya.

    3. Perbaiki Bagian Rumah yang Rusak

    Setelah menemukan kerusakan pada area rumah, perbaikan bisa dilakukan jika ingin rumah dalam kondisi kokoh selama bertahun-tahun ke depan. Kerusakan ringan dapat diperbaiki dan umumnya tidak sampai mengeluarkan biaya tinggi.

    Beda hal jika kerusakan sudah menjadi besar. Maka ini harus segera diperbaiki dan biasanya membutuhkan biaya restorasi yang cukup tinggi.

    4. Jadwalkan Pemeliharaan Sistem Rutin

    Terdapat sejumlah sistem utama pada sebuah rumah, di antaranya kelistrikan dan perpipaan. Persisteman ini perlu dipelihara rutin guna mengetahui potensi bahaya dan masalah.

    Misalnya, sekring listrik yang terus-menerus putus mungkin disebabkan suatu masalah yang lebih besar. Tindakan perbaikan bisa dilakukan sebelum kerusakan serius yang membutuhkan biaya lebih besar terjadi.

    5. Hindari Menanam Pohon Terlalu Dekat

    Sebaiknya tidak menanam pohon terlalu dekat dengan bangunan utama rumah maupun properti lainnya. Hal ini lantaran akar pohon tertentu dapat tumbuh agresif hingga menghancurkan jalan dan menembus pipa. Bahkan akar pohon dapat merusak fondasi rumah dan mampu membahayakan penghuninya.

    Ini bukan berarti bahwa penghuni rumah tidak boleh menanam pohon di pekarangan sama sekali. Tapi pastikan menjaga jarak aman saat menanam pohon. Pastikan juga untuk mengetahui karakteristik pohon sebelum menanamnya.

    6. Ganti Peralatan Lama yang Usang

    Kabel listrik yang usang maupun pipa ledeng sudah berlumut pun dapat diganti agar tidak menyebabkan bahaya. Selain itu, peralatan atau barang yang sudah tidak berfungsi sebaik dulu dapat pula diganti.

    Hal itu tidak hanya mempengaruhi umur rumah, tetapi juga akan menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik. Barang lama tidak menggunakan teknologi secanggih peralatan masa kini, sehingga daya listrik yang digunakan belum sehemat sekarang. Di samping itu, barang lama rentan mengalami kerusakan.

    7. Merapikan Barang-barang

    Penting merapikan barang-barang setiap harinya untuk mencegah tumpukan di area rumah. Detikers dapat meluangkan sedikit waktu, setidaknya sebelum tidur atau setelah bangun untuk membereskan dan membersihkan hunian. Dengan begitu, rumah akan terawat, bersih, dan rapi.

    Di samping itu, kamu bisa menyisihkan satu waktu untuk menyortir semua barang yang ada di rumah. Buat daftar atau pisahkan antara barang masih digunakan maupun yang tidak. Sebaiknya buang barang yang tak lagi dipakai dan tidak menumpuknya di suatu area, karena dapat membuat rumah terlihat berantakan.

    8. Memelihara Rumah dengan Baik

    Selain rutin beres-beres, sejumlah kebiasaan harus diperhatikan supaya rumah dapat awet tahan lama. Kebiasaan di sini seperti tidak membuang sampah seenaknya di sekitar rumah, tidak merokok di dalam hunian, tidak sering menyandarkan kaki ke tembok, maupun membanting pintu.

    9. Menyewa Jasa Profesional

    Perawatan rumah secara mandiri saja tidak cukup, pemeliharaan beberapa bagian rumah dan perbaikan kerusakan tertentu perlu ditangani oleh jasa profesional. Misalnya, retakan serius di dinding yang membutuhkan tukang bangunan dan septic tank penuh perlu ditangani oleh jasa sedot WC.

    Nah, itu tadi sederet cara merawat rumah agar bertahan lama dan berdiri kokoh selama puluhan tahun. Jangan segan menyewa jasa profesional untuk membersihkan dan memperbaiki rumah demi hasil terbaik.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mencegah Karat (Korosi) Muncul di Furnitur Logam hingga Besi


    Jakarta

    Perabot rumah yang terbuat dari logam dan besi rentan berkarat, terlebih furnitur outdoor yang diletakkan di teras maupun halaman. Karat yang muncul dapat merusak mebel sehingga membuatnya tidak bisa digunakan kembali.

    Namun detikers tidak perlu khawatir, terdapat cara untuk mencegah furnitur rumah karatan. Dengan begitu, usia penggunaan perabot dapat tahan lama. Simak caranya di bawah ini.

    Cara Mencegah Karat (Korosi) pada Perabot Logam dan Besi

    Mengutip Bob Vila dan Granite Gold, berikut cara mudah melindungi furnitur rumah dari karat:


    1. Keringkan Usai Terkena Hujan dan Embun

    Risiko meletakkan furnitur di pekarangan yaitu terkena hujan. Jika mebel terbuat dari logam terguyur hujan, jangan membiarkannya basah dalam waktu lama, misalnya semalaman.

    Hal itu disebabkan karat bisa muncul pada permukaan logam yang basah akibat reaksi kimia yang terjadi antara zat besi, air, dan oksigen. Untuk menghindari itu, detikers dapat mengeringkan langsung perabot dengan kain mikrofiber setelah terkena hujan.

    2. Hindari Paparan Langsung Udara dan Sinar Matahari

    Saat proses korosi atau pengkaratan, logam akan bersentuhan dengan oksigen di udara. Perabot luar rumah bisa berkarat lebih cepat lantaran berada di udara terbuka dan terpapar matahari. Udara sendiri mengandung banyak uap air sehingga mempengaruhi kecepatan munculnya karat.

    3. Bersihkan Kotoran yang Menempel

    Debu maupun kotoran biasanya akan menempel pada mebel berbahan besi atau logam lain, terutama furnitur outdoor. Detikers bisa bersihkan perabot secara teratur agar tidak memicu karatan.

    Untuk noda membandel seperti minyak, perabot dapat dilap dengan kain lembut yang dicelupkan ke dalam air detergen secara perlahan. Furnitur logam juga bisa dijaga agar tetap mengkilap supaya tidak berkarat.

    4. Tutupi Furnitur saat Tidak Digunakan

    Furnitur outdoor sebaiknya ditutupi dengan penutup khusus saat tidak digunakan. Hal ini agar menjadi pelindung dari lembap, hujan, maupun sinar matahari. Pastikan untuk menutupi secara menyeluruh, termasuk bagian kaki-kakinya.

    Sebelum ditutup, mebel dapat dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang menempel. Setelah ditutup, pemberat dapat diletakkan di atasnya agar penutup tidak terbuka jika cuaca berangin.

    5. Segera Perbaiki saat Karat Terdeteksi

    Saat rutin membersihkan perabot logam dan besi, karat yang muncul pada permukaan bisa saja terlihat. Usai melihatnya, detikers dapat segera melakukan perbaikan sebelum karat semakin banyak.

    Caranya bisa dengan amplas berpasir halus yang digosokkan perlahan ke area berkarat. Lalu bersihkan seluruh permukaan furnitur dari debu dan kotoran lain yang menempel.

    Nah, itu tadi cara mencegah karat muncul pada permukaan furnitur logam dan besi. Jangan segan membersihkan perabot logam dan besi ya detikers, agar bisa berfungsi dengan baik dalam waktu lama.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Penyebab AC Jadi Tidak Dingin dan Hal yang Harus Dilakukan


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) yang tidak dingin bisa jadi masalah yang mengganggu kenyamanan di ruangan bukan? Berbagai faktor bisa menyebabkan kinerja pendingin udara ini menurun.

    Mulai dari kurangnya perawatan ataupun kerusakan komponen internal. Oleh sebab itu, kenali penyebab AC tidak dingin dan cara untuk mengatasinya berikut ini.

    Penyebab AC Tidak Dingin

    1. Kebocoran Refrigerant

    Dikutip dari laman Hydes AC, refrigerant (komponen sistem AC yang menghasilkan udara dingin) mengalir lewat kumparan AC, dan memindahkan panas dari dalam rumah ke unit kondensor luar.


    Ketika sistem mengalami kebocoran refrigeran, maka sistem tidak akan mampu memindahkan panas keluar h secara memadai. AC akan tetap menyala, namun tidak bisa memberikan dingin dengan optimal.

    2. Kumparan Pendingin Kotor

    AC punya seperangkat kumparan dalam ruangan yang menyerap panas dari udara rumah, dan kumparan luar ruangan yang memindahkan panas dari rumah ke luar ruangan.

    Apabila salah satunya memiliki lapisan kotoran, maka panas akan jauh lebih sulit dipindahkan. Hal tersebut menyebabkan pengurangan kemampuan sistem untuk membuang panas dari rumah.

    3. Filter Udara yang Kotor

    Filter udara yang kotor akan membuat jumlah udara yang berhembus melewati kumparan evaporator menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan sebagian besar udara hangat yang ditarik AC dari udara rumah tidak akan benar-benar didinginkan.

    4. Unit Kondensor Tersumbat

    Unit kondensor berada di luar, sehingga rentan tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka unit kondensor tidak bisa melepaskan panas dari kumparan kondensor dengan baik.

    Dengan demikian, panas yang dikeluarkan dari rumah tidak akan dilepaskan dengan baik.

    5. Sistem yang Sudah Usang

    Sistem AC yang lama tidak akan mampu mendinginkan ruangan seperti sebelumnya. Mungkin sistem AC sudah mencapai akhir masa pakainya. Makanya, penting untuk mengganti sistem AC teika ia tidak lagi mampu bekerja secara efektif.

    6. Pengaturan Termostat yang Tidak Tepat

    Pengaturan kipas termostat diatur ke “aktif” akan penangan udara akan meniupkan udara bahkan ketika sistem tidak dalam siklus pendinginan. Akibatnya, sebagian udara yang keluar dari ventilasi menjadi terasa hangat.

    Kamu bisa menyesuaikannya dengan mengalihkan pengaturan kipas ke “otomatis”. Pengaturan lain yang bisa dicek taitu apakah sistem dalam mode “panas” atau “dingin”. Pasalnya, AC hanya akan menyala jika termostat diatur ke “dingin”.

    7. Masalah Kompresor AC

    Kompresor AC berperan untuk memastikan refrigeran berada pada tekanan optimal. Tanpa kompresor, sistem tidak akan bisa menyerap panas dari ruangan di rumah lalu memindahkannya ke luar.

    Jika kompresor mengalami masalah, AC Anda tidak akan mampu mendinginkan rumah dengan baik.

    8. Remote AC Rusak

    Remote yang rusak akan membuat pengiriman sinyal perubahan suhu ke unit AC gagal.

    Hal yang Harus Dilakukan jika AC Tidak Dingin

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika AC tidak dingin. Dilansir laman Bob Vila, berikut adalah beberapa cara mengatasi AC jika tidak dingin:

    • Periksa dan setel ulang termostat.
    • Bersihkan saluran kondensasi yang tersumbat.
    • Ganti filter yang kotor.
    • Tambahkan zat pendingin.
    • Bersihkan kumparan yang kotor.
    • Cek sistem untuk mendiagnosis kerusakan saluran.
    • Bersihkan area sekitar kompresor.
    • Beli AC baru yang lebih kuat.

    Jika detikers tidak bisa membuka unit AC untuk memperbaikinya, kamu bisa menyewa seorang profesional untuk membersihkannya.

    AC Akan berfungsi dengan optimal jika dirawat dalam kondisi prima. Perawatan rutin juga akan memastikan AC berfungsi dengan baik.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Agar Ruangan di Dalam Rumah Tidak Lembap


    Jakarta

    Beberapa ruangan di dalam rumah rentan mengalami lembap. Perlu diketahui, kelembapan udara yang tinggi pada ruangan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti alergi hingga kesulitan bernapas.

    Selain itu, ruangan yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan kerusakan pada tembok, mulai dari cat yang terkelupas hingga muncul jamur. Terkadang, jamur yang tumbuh di tembok juga beracun, lho.

    Oleh sebab itu, jika terdapat ruangan di dalam rumah yang kelembapannya tinggi maka perlu diatasi secepatnya. Lantas, bagaimana cara agar ruangan tidak lembap? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Ruangan Tidak Lembap

    Ruangan di dalam rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuninya. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara agar ruangan tidak lembap.

    Mengutip laman Courtina, berikut beberapa cara agar ruangan di dalam rumah tidak terlalu lembap:

    1. Menambah Ventilasi

    Cara yang pertama adalah dengan menambah ventilasi. Hal ini menyebabkan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mencegah ruangan terlalu lembap.

    Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang sesuai dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak memasang ventilasi karena juga tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Membuka Jendela dan Pintu Rumah

    Agar ruangan tidak terlalu lembap, detikers juga perlu membuka jendela atau pintu rumah secara rutin di pagi hari. Langkah ini dilakukan agar matahari dapat masuk ke dalam rumah, sehingga udara yang masuk akan bergantian.

    Perlu diketahui, udara yang tidak mengalir bisa menyebabkan kondensasi, sehingga memicu kelembapan tinggi di dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menimbulkan jamur dan lumut di tembok.

    3. Meletakkan Silica Gel

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Agar ruangan di dalam rumah tidak lembap, kamu bisa meletakkan beberapa silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang dirasa paling lembap.

    Harga silica gel yang relatif murah bisa menjadi solusi alternatif bagi detikers yang ingin menghilangkan kelembapan.

    4. Pakai Cat Dinding Anti Lembap

    Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan cat dinding anti lembap. Cat ini banyak dijual di toko-toko bangunan maupun toko online.

    Selain mempercantik rumah dengan warna cat yang bagus, penggunaan cat dinding anti lembap juga membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada bagian dinding.

    5. Meletakkan Tanaman yang Menyerap Lembap

    Untuk menghilangkan kelembapan tinggi di dalam ruangan, kamu bisa meletakkan tanaman yang berfungsi menyerap lembap. Beberapa tanaman yang ampuh untuk mengurangi kelembapan di antaranya tanaman ivy, chamomile, dan sepatu filum.

    Akar, daun, hingga pori-pori dari ketiga tanaman tersebut dapat menyerap polutan serta mengendalikan tingkat kelembapan di dalam ruangan.

    6. Menggunakan Dehumidifier

    Ada sebuah alat yang bisa mengurangi kelembapan pada ruangan, yaitu dehumidifier. Alat elektronik ini bisa menghilangkan kelembapan dengan cara menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan ruangan lebih sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

    7. Memasang Hygrometer

    Cara selanjutnya adalah dengan memasang hygrometer di ruangan yang lembap. Alat ini dapat mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, sehingga lebih mudah untuk mengontrol dan menjaga agar tingkat kelembapan berada di batas normal, yakni sekitar 40-60%.

    Dengan memasang hygrometer, detikers juga lebih hemat biaya karena bisa mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, atau alat pemanas sesuai kebutuhan.

    8. Menyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Jika kamu tidak memiliki dehumidifier di rumah, solusi alternatifnya adalah dengan memanfaatkan kipas angin. Alat ini bisa digunakan untuk mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    Caranya cukup mudah, yakni dengan mengarahkan kipas angin ke arah luar rumah untuk membuang udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan.

    Itu tadi delapan cara agar ruangan tidak lembap. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Sederet Barang Ini Tak Boleh Ditaruh Dekat Jendela



    Jakarta

    Jendela menjadi bagian yang cukup penting bagi sebuah rumah. Selain agar masuknya pencahayaan dari luar, jendela juga berfungsi sebagai sirkulasi udara.

    Nah sering kali jeda di pinggir-pinggir jendela dimanfaatkan untuk menaruh barang, Seperti tanaman ataupun hiasan. Padahal tidak semua barang-barang bisa tahan terpapar sinar matahari. Banyak barang yang dapat menua lebih cepat, mengalami perubahan warna, dan bisa saja hancur karena paparan sinar UV sehingga sangat penting untuk memperhatikan hal itu.

    Melansir Better Homes & Gardens, Rabu (6/112024), berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak diletakkan dekat dengan jendela agar mengurangi paparan sinar matahari.


    Karya Seni

    Sinar matahari dapat memberikan sorotan alami untuk karya seni, namun lebih baik memilih cahaya buatan yang tidak akan memudarkan atau mengubah warna karya seni kamu. Jika karya seni berada di dekat jendela, sebaiknya bingkai dengan kaca penyaring UV.

    Lilin Aromaterapi

    Aroma dan warna lilin akan rusak jika kamu menaruhnya di dekat jendela. Sinar matahari akan menyebabkan proses oksidasi yang merusak unsur-unsur wangi dan pewarna lili. Simpan lilin di tempat tersembunyi untuk memastikan aromanya tetap harum.

    Buku

    Sinar matahari dapat mempercepat kerusakan buka, sehingga kerusakan yang terjadi tidak dapat dibetulkan. Kerusakan seperti halaman buku yang menguning dan rapuh, perubahan warna pada sampul, dan jilidan buku yang longgar.

    Gunakan kotak untuk menyimpan buku-buku yang paling rapuh atau mudah rusak, dan menata ulang koleksi buku serta simpan di tempat yang sejuk dan gelap sehingga akan menjaga kondisi buku tetap bagus.

    Foto

    Sinar UV matahari dapat memudarkan warna lebih cepat daripada yang seharusnya, penting untuk menyimpannya dengan hati-hati. Hasil cetak harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, pilih kaca pelindung UV untuk menjaga foto agar tidak rusak.

    Perlengkapan Pembersih

    Sinar matahari dapat menjadi pembersih alami, namun sinar matahari tidak akan membantu larutan pembersih karena panas dan kelembapan yang ditimbulkan. Perubahan ini dapat mempengaruhi kualitas perlengkapan pembersih kamu.

    Lebih baik menyimpan perlengkapan rumah tangga di bawah wastafel atau di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak.

    Elektronik

    Peralatan elektronik harus tetap dingin, oleh karena itu peralatan elektronik harus diletakkan di tempat yang mendapatkan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Meletakkan peralatan ini di dekat jendela dapat menyebabkan peralatan menjadi panas dan rentan kerusakan.

    Jika kamu meletakkan peralatan elektronik di dekat jendela dan menyadari bahwa terlalu panas, pindahkan peralatan ke tempat yang teduh dan jangan gunakan lagi hingga peralatan tersebut dingin.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Cegah Pintu Kayu Jamuran, Biar Nggak Cepat Rusak!


    Jakarta

    Pintu kayu di rumah rentan jamuran. Apalagi kalau kondisi rumah kamu lembap. Jamur yang tumbuh di pintu bisa merusaknya, bisa membuatnya keropos atau berubah warna.

    Agar pintu kayu tidak jamuran, tentu kamu harus mencegahnya. Gimana caranya?

    Dilansir dari Vivid Doors, berikut ini informasinya.


    Cara Mencegah Pintu Kayu Jamuran

    1. Pindahkan Tanaman Rumah

    Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah memindahkan tanaman rumah yang ada di dekat pintu maupun jendela. Sebab, tanaman bisa meningkatkan kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.

    Kamu bisa meletakkannya di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang lebih baik agar tidak menyebabkan kondisi lembap.

    2. Rutin Membersihkan dan Merawat Pintu

    Rutin membersihkan dan merawat pintu rumah juga bisa mencegah tumbuhnya jamur. Kamu bisa membersihkannya dengan air dan sabun, setelahnya dilap kering. Kalau bisa, gunakan pembersih yang mengandung anti-jamur agar jamur tidak tumbuh.

    Untuk merawatnya, kamu bisa menggunakan cat agar pintu tidak mudah lembap. Cara ini perlu dilakukan terutama untuk pintu maupun jendela luar rumah karena rentan terkena air hujan atau kondisi lembap.

    3. Turunkan Tingkat Kelembapan

    Kamu bisa menggunakan dehumidifier atau AC untuk menurunkan tingkat kelembapan. Kamu juga bisa membuka jendela atau menggunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur untuk menurunkan kelembapan.

    Itulah beberapa cara mencegah tumbuhnya jamur di pintu kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Rawat Tanaman di Pekarangan Rumah Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Curah hujan yang tinggi terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk merawat pekarangan rumah. Siapa yang tak ingin tanaman tumbuh subur dan cantik, sehingga bisa memperindah tampilan rumah.

    Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, kamu perlu memberikan perhatian khusus dan tindakan preventif. Jangan sampai tingginya curah hujan malah membuat pekarangan rumah kamu tak terawat.

    Lantas, bagaimana cara merawat tanaman di pekarangan rumah saat musim hujan? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Tips Merawat Tanaman di Pekarangan Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah cara merawat pekarangan rumah di kala curah hujan yang tinggi, dikutip dari Root Bridges.

    1. Hindari Adanya Genangan Air

    Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.

    Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk taruh tanaman tersebut agar dapat sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

    2. Sediakan Cahaya Tambahan

    Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, bisa menggunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya.

    3. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

    Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

    Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

    6. Bersihkan Alga yang Tumbuh

    Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu.

    7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

    Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

    8. Cegah Erosi Tanah

    Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

    Demikianlah tips merawat tanaman di pekarangan rumah saat musim hujan. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal! Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Pasang TV di Rumah


    Jakarta

    Memiliki televisi (TV) di rumah bisa menjadi salah satu hiburan karena banyak tontonan menarik. Sebelum memasangnya di rumah, ada hal-hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

    Jangan sampai kamu salah pasang yang berujung tidak nyaman saat menonton TV. Misalnya, kamu memasang TV terlalu tinggi sehingga membuatmu tidak nyaman dan cepat lelah. Posisi TV yang pas yaitu sejajar dengan mata atau sedikit lebih rendah.

    Selain itu masih ada beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Perhatikan Aspek Keamanan

    Dikutip dari Tiger Mount, sebaiknya TV tidak diletakkan di tempat dengan suhu panas. Sebab, bisa merusak TV dalam waktu lama.

    Selain itu, pastikan TV yang dipasang aman dan tidak akan terjatuh, apalagi kalau kamu punya anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

    2. Tentukan Jarak Antara TV dengan Sofa

    Dilansir dari CNET, saat ingin memasang TV di rumah, pastikan jaraknya pas dari tempat duduk atau tempat menonton TV. Jika tidak ingin jarak TV terlalu dekat dengan sofa, kamu bisa memilih TV dengan ukuran yang lebih besar.

    3. Jangan Pasang TV Terlalu Tinggi

    Memasang TV terlalu tinggi bisa membuat leher sakit. Maka dari itu, sebaiknya TV dipasang sejajar dengan mata atau sedikit lebih rendah.

    4. Jangan Pasang TV Indoor di Luar Ruangan

    Sesuai namanya, TV indoor diperuntukkan di dalam ruangan. Jangan sekali-kali kamu pasang TV tersebut di luar ruangan karena rentan rusak. Sebab, ada TV yang memang dirancang bisa diletakkan di luar ruangan.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasang TV di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com