Tag: retak

  • Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya! Ini Cara Perbaikinya



    Jakarta

    Bangunan rumah seiring bertambah usia bisa retak di beberapa bagian, termasuk pada plafon. Ternyata hal itu tak boleh dianggap sepele, lho. Sebab, retakan bisa memberi tanda soal kondisi rumah.

    Dikutip dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengatakan plafon retak dapat menunjukkan kondisi rumah yang kurang baik. Bentuk retakan mempunyai arti dan cara penanganan yang berbeda-beda.

    Berikut ini arti beserta cara memperbaiki retak pada plafon.


    Retakan Tipis

    Retakan tipis dapat diakibatkan oleh pergerakan alami rumah akibat perubahan subuh dan kelembapan musiman. Beberapa bagian rumah dapat mengembang dan menyusut karena perubahan musim.

    Jika mendapati retakan tipis pada plafon rumah, pemilik bisa dengan mudah memperbaikinya kok. Caranya cukup dengan mengecatnya buat menyamarkan retakan.

    “Retakan halus tidak ‘tumbuh’ sering kali dapat dicat ulang,” kata Beacham dikutip dari House Digest.

    Retakan yang Disertai Perubahan Warna

    Di sisi lain, retakan yang disertai perubahan warna dan plafon merosot menandakan masalah struktur atau serangan serangga. Apalagi kalau retakan menjalar ke dinding, bisa jadi disebabkan oleh struktur rumah yang bermasalah.

    Lalu, perubahan warna pada plafon biasanya akibat air hujan yang bocor melalui atap atau kebocoran pipa. Pemilik rumah dapat memanggil profesional untuk memperbaikinya.

    “Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas,” ujarnya.

    Retakan pada plafon sebenarnya tak dapat dihindari karena penyebabnya adalah usia dan pergerakan alami. Namun, pemilik bisa menahan retakan tidak semakin parah dengan memanggil ahli. Perhatikan juga tanda-tanda plafon mulai retak agar bisa segera diperbaiki ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Cat Dinding Mengelupas dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Cat mengelupas merupakan salah satu permasalahan yang kerap muncul pada cat dinding. Penyebabnya adalah proses pengecatan yang tidak tepat.

    Banyak orang berpikir pengecatan adalah pekerjaan yang mudah, sederhana, dan cepat. Kelihatannya hanya mengaplikasikan cat dengan kuas dan memastikan warnanya rata. Padahal mengecat dinding juga memiliki teknik.

    Cat yang mengelupas biasanya disebabkan karena sejak lapisan awal pemasangannya tidak tepat. Perlu diketahui, saat mengecat dinding bukan hanya cat berwarna atau top coat saja yang dipakai, melainkan cat primer yang merupakan lapisan paling bawah sebelum mengecat juga harus digunakan. Selain melewatkan cat primer, berikut beberapa penyebab cat pengelupas.


    Penyebab Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas

    Dilansir Home Building and Renovating, berikut beberapa penyebab cat tembok mengelupas.

    1. Kondensasi

    Kondensasi merupakan proses berubahnya uap menjadi zat cair. Jika ditemukan pada dinding, bentuknya adalah embun. Apabila cairan ini ditemukan pada lapisan bawah cat, bisa memicu kelembapan dan pertumbuhan jamur pada dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air seperti pipa bocor, air menetes, hingga area yang lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada dinding dan membuatnya mengelupas. Air yang berasal dari pipa meningkatkan kelembapan pada dinding.

    3. Dinding Retak

    Penyebab selanjutnya adalah dinding retak. Penyebabnya bukan karena kelembapan, melainkan ada kerusakan pada bagian pengacian atau plester. Cara memperbaikinya harus dicek pada acian dan plester dinding tersebut.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Cat yang mengelupas bisa disebabkan karena perubahan suhu yang ekstrem. Biasanya hal ini terjadi pada area outdoor.

    Cara Memperbaiki Tembok Lembap dan Mengelupas

    Dilansir New Line Painting, berikut cara memperbaiki mengelupas.

    1. Bersihkan Tembok dari Cat Lama

    Cat yang sudah mengelupas harus dibuang secara keseluruhan yakni dari ujung ke ujung, bukan hanya bagian yang sudah mengelupas. Cara membersihkannya bisa dengan menggunakan kikiran atau amplas khusus. Apabila ditemukan noda atau minyak yang menempel pada dinding harus dibersihkan memakai air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak penyebab cat mengelupas. Apabila masalahnya adalah dinding retak, perbaiki bagian acian dan plester agar tidak muncul retakan lagi.

    3. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan tidak ada retakan lagi, aplikasikan cat primer atau cat dasar. Lapisan cat dasar dapat mengikat agar top coat dapat menempel sempurna. Udara lembap, garam alkali, hingga air tidak dapat merusak cat tersebut.

    4. Cat Ulang Dinding

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan top coat yang warnanya disesuaikan dengan keinginan. Bedakan juga cat untuk indoor dan outdoor karena kualitasnya berbeda.

    Itulah penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Tembok Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya, Begini Penjelasannya



    Jakarta

    Dinding rumah yang mulai retak tentu bikin risih. Selain mengganggu tampilan rumah, retakan ternyata bisa jadi tanda adanya masalah pada struktur bangunan, lho.

    Retakan tembok bisa muncul di rumah baru maupun lama, tergantung kondisi fondasi, material, dan lingkungan sekitar. Ada retakan yang aman, tapi ada juga yang berpotensi membahayakan. Yuk, kenali jenis dan penyebabnya supaya kamu bisa bertindak cepat sebelum makin parah!

    Jenis-Jenis Retakan Dinding

    1. Retakan Horizontal

    Kalau kamu melihat retakan besar yang membentang horizontal, hati-hati. Jenis ini biasanya menandakan adanya pergerakan struktur atau kerusakan fondasi. Penyebab lainnya bisa karena pergeseran tanah atau air yang merembes ke dinding. Sebaiknya segera periksa ke tenaga ahli agar tidak berisiko bagi keamanan rumah.


    2. Retakan Diagonal

    Retakan diagonal atau bergerigi biasanya muncul akibat kerusakan struktur, seperti tanah ambles, rayap, atau rusaknya kayu penyangga. Ini termasuk retakan serius dan harus segera diperiksa oleh profesional.

    3. Retakan Vertikal

    Jenis ini sering muncul di sudut antara dinding dan langit-langit. Umumnya disebabkan oleh ambles ringan atau penyusutan material. Kalau retakannya tidak melebar atau panjangnya bertambah, biasanya tidak berbahaya. Tapi jika mulai lembap atau muncul air, sebaiknya segera diperiksa.

    Penyebab Umum Dinding Retak

    1. Rumah Baru

    Retakan kecil di rumah baru adalah hal wajar karena material masih menyesuaikan diri. Namun, kalau retakannya terus muncul di tempat yang sama, sebaiknya konsultasikan ke kontraktor.

    2. Rumah Tua

    Rumah yang sudah berumur biasanya lebih sering mengalami retakan karena pergeseran fondasi atau kelembapan tinggi. Retakan kecil di bawah 0,8 cm umumnya aman, tapi kalau sudah lebih lebar, segera periksa penyebabnya.

    3. Plester Menyusut

    Plester yang cepat kering bisa menyusut dan menimbulkan retak halus. Solusinya mudah: tambal dan cat ulang, serta pastikan proses pengeringan dinding dilakukan perlahan agar tidak retak lagi.

    4. Lembap dan Air Merembes

    Kelembapan tinggi bisa membuat dinding retak dan berjamur. Ini sering terjadi saat musim hujan. Jika tidak segera diperbaiki, air bisa masuk ke celah dan memperburuk struktur dinding.

    5. Retakan di Plafon

    Plafon juga bisa retak akibat pergerakan struktur atau kelembapan tinggi. Cek apakah ada tanda-tanda lapisan plester terlepas atau rayap. Jika iya, segera perbaiki agar tidak ambruk.

    6. Akar Tanaman

    Pohon besar di dekat rumah bisa menyebabkan tanah ambles karena akar menekan fondasi. Solusinya, pangkas atau pindahkan pohon yang terlalu dekat dengan bangunan.

    7. Gempa dan Pergerakan Tanah

    Guncangan besar seperti gempa bisa menimbulkan retakan baru. Setelah gempa, periksa seluruh dinding, terutama bagian sudut dan fondasi rumah.

    8. Tanaman Merambat

    Tanaman rambat memang indah, tapi akarnya bisa menembus dan merusak lapisan luar dinding. Sebaiknya pasang teralis khusus agar tanaman tidak langsung menempel ke tembok.

    Kapan Harus Khawatir?

    Jika retakan terlihat makin panjang, lebar, atau disertai rembesan air, segera hubungi tenaga ahli bangunan. Retakan yang dibiarkan bisa berkembang jadi kerusakan struktural serius dan membahayakan penghuni rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Plafon Rumah Bisa Retak? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Rumah yang semakin berumur perlahan akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Salah satu tanda kerusakan bisa berupa plafon retak.

    Kontraktor dari Rebwild Wildan mengatakan setiap jenis plafon punya potensi untuk retak. Retakan pada plafon umumnya tipis dan ada yang agak besar.

    Selama retakan tidak besar, plafon retak sebenarnya tidak membahayakan penghuni rumah. Namun, plafon retak tentu mengganggu estetika rumah.


    Jika tak mau plafon retak, langkah pencegahan yang paling utama adalah melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat secara langsung plafon-plafon. Jika ada indikasi retakan, pemilik rumah perlu segera memanggil tim ahli untuk perbaikan.

    Namun, kenapa plafon bisa sampai retak ya? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Plafon Retak

    Inilah beberapa faktor yang membuat plafon retak menurut kontraktor.

    1. Pergerakan Struktur Bangunan

    Menurut Wildan, plafon retak umumnya disebabkan oleh pergerakan struktur bangunan. Bangunan yang berdiri di atas tanah tentu rawan bergeser karena tanah bisa saja bergerak akibat gempa bumi atau faktor lainnya.

    “Plafon retak bisa terjadi karena terjadi kerusakan struktural yang berakibat dinding bergeser, otomatis plafon tertarik dan terjadi retakan,” ujar Wildan kepada detikProperti, Rabu (15/10/2025).

    Kemudian, bahan plafon yang memang sudah mengalami penuaan juga bisa retak. Menurutnya plafon bisa dikatakan sudah tua kalau usianya di atas 10 tahun.

    “Segala sesuatu pasti ada umurnya, misal zaman dulu booming plafon triplek ya lama kelamaan dia seratnya pada lepas. Kalau gypsum lama-lama bisa retak di bagian sambungan,” jelasnya.

    3. Efek Muai Susut

    Selain itu, plafon bisa retak akibat efek muai susut seperti yang terjadi pada bahan kayu. Namun, faktor ini tidak signifikan untuk menimbulkan keretakan pada plafon.

    “Misal kamar pakai AC, otomatis dingin kan kalau dingin biasanya bahan itu susut. Lalu saat siang hari terkena panas, bahannya memuai,” katanya.

    Cara Memperbaiki Plafon Retak

    Jika ingin memperbaiki plafon retak, bisa mengatasinya berdasarkan besarnya retakan. Jika retakannya tidak besar atau setipis rambut, bisa ditambal dengan kompon, lalu dicat ulang.

    Sementara itu, retakan yang sangat besar bisa dilakukan penggantian penutup plafon dengan cara berikut. Retakan disebut besar kalau sudah lebih dari 5 milimeter. Berikut ini cara mengganti penutup plafon.

    1. Bongkar penutup plafon yang sudah retak
    2. Pasang penutup baru dengan sekrup ke rangka hollow
    3. Merapikan dengan cara dikompon, sedangkan plafon PVC dirapikan dengan memasang sealant di bagian ujung-ujungnya
    4. Amplas bagian yang dikompon dengan amplas halus
    5. Mengecat penutup plafon sesuai selera, sedangkan plafon pvc tidak perlu dicat

    Itulah informasi seputar plafon retak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Gejala Awal Fondasi Rumah Retak, Bisa Berbahaya Kalau Diabaikan!


    Jakarta

    Salah satu hal pertama yang dibuat saat membangun rumah adalah fondasi. Struktur ini punya peran penting untuk memastikan bangunan kokoh dan tidak mudah hancur.

    Namun, bentuk fondasi sewaktu-waktu bisa berubah karena pergerakan tanah atau pemasangan yang kurang tepat. Dengan begitu kekuatan bangunan pun bisa berkurang.

    Nah, pemilik rumah perlu memerhatikan kondisi bangunan untuk mengidentifikasi masalah fondasi. Lalu, segera atasi masalah fondasi untuk mencegah masalah semakin besar.


    5 Tanda Fondasi Rumah Bermasalah

    Inilah pertanda kalau fondasi rumah bermasalah, dikutip dari family handyman.

    1. Rumput Liar Dekat Fondasi Rumah

    Pemilik rumah perlu waspada kalau melihat kumpulan rumput liar tumbuh di dekat fondasi. Kemungkinan ada kelembapan di area tersebut sehingga tumbuh rumput liar.

    Kelembapan berpotensi menimbulkan masalah pada fondasi. Apalagi kalau sampai tumbuh rumput, masalahnya bisa lebih besar karena ada retakan di dalamnya.

    2. Retak di Sekitar Rumah

    Kemudian, perhatikan kalau ada retakan di sekitar rumah karena itu bisa jadi tanda masalah fondasi. Retakan pada lantai umumnya disebabkan oleh fondasi rumah, sedangkan retakan pada eksterior tergantung pada arah retakannya.

    Kalau melihat retakan, ada baiknya untuk konsultasi dengan ahlinya. Segera atasi masalah fondasi sebelum kondisi rumah semakin parah.

    3. Masalah Drainase

    Selain itu, masalah drainase juga bisa berdampak pada fondasi rumah secara keseluruhan. Berawal dari saluran pembuangan utama yang tersumbat atau pipa bocor, bisa merembet menimbulkan ketidakseimbangan medan akibat kontraksi atau perluasan tanah. Pemilik dapat meminta tukang ledeng profesional untuk segera memperbaikinya.

    4. Lantai Tidak Rata

    Permukaan lantai yang tidak rata pun pertanda adanya masalah fondasi. Salah satu tanda lantai tidak rata adalah tumpahan air pada lantai mengalir ke satu arah. Walaupun kondisi seperti ini sudah biasa, sebaiknya pastikan sumber permasalahannya dengan ahlinya.

    5. Pintu dan Jendela Tersangkut

    Lalu, pintu dan jendela yang sulit dibuka dan ditutup karena tersangkut adalah pertanda fondasi bermasalah. Meski pintu dan jendela itu bisa mudah untuk diperbaiki, jangan sepelekan sumber masalahnya ya.

    Itulah pertanda fondasi rumah bermasalah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rembes Ketika Hujan, Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Air bisa merembes dinding ke dalam rumah akibat hujan. Kondisi ini bisa memicu beragam masalah seperti timbul jamur, kelembapan, hingga dinding kotor.

    Jika ingin memperbaiki dinding rembes, pemilik rumah perlu mengidentifikasi sumber masalahnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

    Dengan memperbaiki penyebab dinding rembes, pemilik bisa menghindari membayar uang perbaikan yang mahal. Memang, apa saja penyebab dinding rembes? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Dinding Rembes

    Inilah beberapa hal yang bisa membuat dinding rembes, dikutip dari MyBuilder, Kamis (30/10/2025).

    1. Fondasi Retak

    Bangunan rumah yang sudah tua bisa mengalami keretakan pada fondasinya. Retak itu muncul karena perubahan suhu dan pergerakan tanah. Nah, retakan itu jadi celah buat air hujan masuk ke rumah.

    2. Talang Tersumbat

    Dinding rembes bisa jadi karena talang tersumbat. Air hujan tidak bisa mengalir sehingga meluap dan menggenangi area dekat dinding. Hal ini meningkatkan risiko air merembes ke fondasi rumah.

    3. Segel Jendela dan Pintu Rusak

    Segel jendela dan pintu yang rusak atau hilang membuka celah buat air hujan masuk ke dinding. Kalau dibiarkan, dinding bisa rembes saat hujan deras disertai angin kencang.

    4. Grading Tanah Tidak Tepat

    Jika tanah sekitar rumah miring ke arah fondasi, air bisa menggenang dan merembes ke dalam dinding rumah. Sebaliknya, grading atau perataan permukaan tanah yang tepat justru bisa membuat air hujan menjauh dari struktur bangunan.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin dinding rembes ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Perbaiki Lantai Keramik Retak Jadi Seperti Baru Lagi


    Jakarta

    Lantai keramik bisa retak atau pecah akibat benturan keras atau termakan usia. Meski sepele, retakan itu cukup mengganggu estetika lantai.

    Tenang saja, pemilik rumah bisa dengan mudah memperbaiki lantai keramik yang retak. Tak perlu bongkar dan ganti ubin baru, pemilik bisa menambalnya selama retakan enggak parah.

    Setidaknya dengan begitu, retaknya tersamarkan. Lantai pun terlihat seperti semula tanpa harus diganti.


    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak

    Inilah langkah-langkah untuk menambal lantai keramik yang retak, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah pertama adalah membersihkan retakan keramik. Gunakan amplas atau pengikis untuk mengikis bagian dalam retakan yang tajam. Setelah itu, bersihkan kotoran pada keramik pakai sabun cuci piring atau cairan pembersih.

    2. Oleskan Epoxy

    Setelah lantai keramik retak bersih, saatnya mengoleskan epoxy. Siapkan campuran epoxy dengan mengikuti petunjuk produk.

    Tuang epoxy ke bagian retak pada keramik dan biarkan mengeras. Pemilik bisa meratakan epoxy pada retakan tipis pakai tusuk gigi. Kalau retakannya lebar, pakai alat yang permukaannya rata.

    Namun, hindari menggunakan pisau untuk meratakan epoxy ya. Alat tersebut membuat epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Jika epoxy menyebar ke bagian lain, pemilik bisa bersihkan dengan cara dikikis. Sebaiknya langkah ini dilakukan sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Kalau epoxy sudah mengering atau mengeras, saatnya mengecatnya agar terlihat seperti ubin baru. Oleskan cat pada bekas retakan menggunakan kuas tipis.

    Disarankan untuk memilih warna cat yang mirip dengan keramik serta finishnya mengkilap. Selain itu, pilih cat berbahan dasar minyak agar warnanya tidak cepat pudar akibat air.

    Itulah tips memperbaiki lantai keramik yang retak menjadi seperti baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Kalau Tak Dihuni Bisa Cepat Rusak, Ini Alasannya



    Jakarta

    Ada anggapan bahwa bangunan rumah yang tidak berpenghuni bakal cepat rusak. Ternyata hal itu bukanlah mitos, tetapi memang kerap terjadi.

    Coba perhatikan rumah-rumah yang ada penghuninya, bangunannya tampak lebih hidup, menarik, dan nyaman. Berbeda halnya rumah yang dibiarkan kosong alias tak ditempati, lambat laun terlihat menyeramkan, berantakan, dan tak terurus.

    Padahal, bangunan kosong tidak diotak-atik pemiliknya tetapi malah rusak. Lantas, kenapa rumah yang tak dihuni bisa cepat rusak ya?


    Menurut kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, rumah yang tak berpenghuni tidak diperhatikan dan tidak dirawat. Hal itu karena tidak ada orang yang menyadari kerusakan-kerusakan yang muncul pada bangunan. Kalau ada penghuni, tentu kerusakan sedikit pun akan dicari penyebabnya dan diperbaiki.

    “Itu faktor maintenance ya, perawatan rumah. Nah, perawatan rumah itu ada hubungannya dengan rumah itu bakal awet apa nggak, rusak apa nggak. Itu hubungannya sama dengan hal-hal yang gampang berubah ketika rumah itu nggak diapa-apain gitu ya,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kualitas material bangunan juga mempengaruhi ketahanan rumah. Material yang bagus tentu membuat bangunan lebih tahan lama.

    Sebaliknya, material seadanya akan cepat terlihat kerusakannya, bahkan setelah beberapa bulan kosong. Misalnya rumah terlihat kusam karena cat dindingnya, muncul jamur akibat kebocoran, dan keramik retak karena pemasangannya kurang tepat.

    “Tapi kalau ada yang ada hubungan dengan struktur, mau dihuni atau nggak, kalau struktur itu nggak kuat, ya tetap aja rusak,” ucapnya.

    Di sisi lain, dilansir dari detikFinance, sirkulasi udara yang kurang memadai juga menyebabkan rumah cepat rusak. Biasanya rumah yang tak dihuni selalu dalam keadaan tertutup sehingga sirkulasi udara terhalang.

    Jika sirkulasi udara buruk, bagian dalam rumah menjadi lembap. Alhasil, jamur mudah muncul dan menyebabkan noda pada bangunan. Belum lagi, jamur menimbulkan bau tak sedap atau apak.

    Itulah penjelasan soal rumah yang dibiarkan kosong cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Tetap Bocor Meski Sudah Bolak-balik Diperbaiki? Ini Masalahnya


    Jakarta

    Setiap jenis material atap pasti memiliki risiko bocor. Penyebab utamanya adalah kualitasnya yang tidak begitu bagus atau pemasangannya yang tidak benar.

    Musim hujan adalah saat yang tepat untuk mengetahui atap rumah kita bocor atau tidak. Apabila sudah menemukan titik kebocoran, penghuni rumah harus segera memperbaikinya untuk menghindari masalah yang lebih parah, seperti rumah kebanjiran dari air yang masuk dari atap, muncul jamur di plafon, hingga plafon ambruk.

    Perbaikan atap ini harus benar-benar diatasi karena pada beberapa kejadian, atap sudah diperbaiki tetapi kembali bocor. Bahkan kebocorannya justru ditemukan di tempat berbeda. Apabila mengalami hal ini, apa sebenarnya masalahnya?


    Dilansir dari RGB Constructions, berikut beberapa penyebab atap yang sudah diperbaiki kembali bocor.

    Alasan Atap Bocor Meski Sudah Ditambal

    1. Kesalahan Diagnosis Kebocoran

    Penyebab yang paling umum ditemui adalah saat perbaikan kebocoran pertama, tukang atau pemilik rumah yang memperbaikinya salah menilai letak masalahnya. Kebocoran atap tidak hanya dikarenakan genteng bergeser atau genteng pecah. Bisa juga dikarenakan ada sumbatan di atap sehingga air tidak bisa terbuang ke bawah. Genangan tersebut bisa naik hingga ke area yang terbuka dan mengarah ke dalam rumah. Oleh karena itu, saat mengecek lokasi kebocoran juga harus disamakan dengan lokasi titik rembesan air di dalam rumah. Selain itu, ikuti jalur air bergerak ketika air datang.

    2. Kualitas Material dan Jasa Perbaikan

    Penyebab selanjutnya bisa dikarenakan kualitas material penutup kebocoran kurang kuat menahan terpaan hujan deras di musim hujan. Artinya perbaikan tersebut tidak efektif.

    3. Robekan atau Lubang Genteng

    Atap mudah robek atau muncul lubang tersembunyi pada genteng. Secara kasat mata kemungkinan letak kerusakan ini sulit ditemukan. Oleh karena itu, harus dilakukan penggantian genteng atau atap secara menyeluruh.

    4. Pergeseran Fondasi Rumah

    Hal ini biasanya terjadi di rumah tua, yakni kebocoran disebabkan oleh fondasi bangunan sudah bergeser karena pergerakan tanah. Hal ini memberi tekanan pada atap sehingga menyebabkan retak. Solusi

    Itulah beberapa alasan atap bocor meski sudah sering ditambah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com