Tag: retakan

  • Bahaya! Ini Akibatnya Jika Sering Lompat-lompat di Atas Kasur


    Jakarta

    Kasur dibuat dengan permukaan yang empuk dan tahan terhadap beban. Tidak heran jika anak-anak suka melompat-lompat seperti sedang bermain di atas trampolin, menyenangkan dan sama sekali tidak sakit.

    Namun, kasur sebenarnya sama sekali tidak didesain untuk menahan beban untuk tekanan yang diakibatkan dari lompatan. Justru gerakan melompat di atas kasur dapat menyebabkan kerusakan dan bencana lainnya.

    Dilansir situs Sleep Junkie, berikut beberapa dampak yang timbul saat seseorang sering melompat-lompat di atas kasur.


    1. Kerusakan pada Pegas Kasur

    Di bawah permukaan kasur terdapat pegas atau baja yang elastis. Pegas ini penting keberadaannya di kasur, tanpa benda ini, kasur akan sulit kembali ke bentuk semula saat menerima beban.

    Pegas yang rusak akan menyebabkan perubahan pada permukaan kasur. Selain itu, apabila pegas timbul hingga ke permukaan akan berbahaya.

    2. Kerusakan pada Kerangka Kasur

    Selain pegas yang bisa rusak, kerangka kasur juga bisa patah karena menerima beban berat secara tiba-tiba secara berulang saat seseorang melompat di atasnya. Hal ini sangat mungkin terjadi jika orang melompat di atas kasur yang memiliki kaki-kaki dari kayu dan besi, terutama yang usianya sudah lama.

    3. Kerusakan pada Dinding dan Lantai

    Jika orang yang melompat di atas kasur banyak dan bobotnya berat tekanan dari kasur tersebut dapat membuat goresan, tekanan, hingga retakan pada dinding dan lantai. Sebab, ketika melompat, kasur juga bisa bergerak beberapa sentimeter sehingga menimbulkan goresan.

    Selain itu, getaran saat melompat juga bisa terasa hingga ke benda sekitar, apabila ada barang pecah beling, bisa pecah saat bergeser.

    4. Cedera Fisik

    Melompat di atas kasur dapat menyebabkan cedera fisik seperti jatuh, sakit pada leher dan kaki, serta bertabrakan dengan orang lain apabila melompat berbarengan dengan orang lain.

    5. Gangguan Tidur

    Bagi anak yang suka melompat-lompat di atas kasur, dapat menyebabkan tidurnya terganggu karena sulit rileks dan kelebihan energi.

    Itulah sederet bahaya yang bisa terjadi apabila terlalu sering lompat-lompat di atas kasur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kenapa Pintu Ditutup Keras Bikin Dinding dan Jendela Bergetar? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Pernahkah kamu menutup pintu rumah lalu mendengar suara bergetar di dinding atau jendela ikut bergetar? Sekilas terlihat sepele, tapi ternyata hal ini bisa jadi tanda ketahanan dinding rumah kurang kuat.

    Kontraktor Taufiq Hidayat menjelaskan, getaran tersebut muncul karena ada pengaruh dari kekuatan struktur dinding dan kondisi kusen jendela maupun pintu.

    “Bergetar itu kan karena ada suatu gerakan yang menimbulkan strukturnya juga jadi nggak stabil. Ada pergerakan juga,” kata Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Jika hal ini sering terjadi, dampaknya bisa lebih serius. Getaran keras yang berulang bisa menimbulkan retak-retak pada area dinding, terutama di sekitar kusen pintu atau jendela.

    “Kalau dindingnya nggak kuat, getaran terlalu keras bisa timbul retak. Itu berbeda dengan retakan akibat gempa yang muncul dari fondasi,” jelasnya.

    Menurut Taufiq, masalah seperti ini bisa dicegah sejak awal dengan perencanaan yang matang. Pemilik rumah sebaiknya melibatkan arsitek dan kontraktor agar struktur dinding lebih kokoh serta kusen terpasang rapat.

    Namun, jika getaran baru dirasakan setelah rumah selesai dibangun, ada beberapa solusi perbaikan. Jika sumber getar berasal dari kusen jendela, bisa diperbaiki dengan memperkuat sambungan ke dinding.

    “Kalau cuma kusennya yang longgar, bisa dipasang baut atau anchor bolt supaya lebih rapat dan nggak bergerak. Tapi kalau masalah ada pada dindingnya, perlu dilakukan perkuatan struktur,” ujarnya.

    Jadi, kalau pintu ditutup keras lalu dinding ikut bergetar, jangan dianggap sepele. Bisa jadi itu tanda ada yang perlu diperbaiki pada struktur rumahmu.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Waspada! Tembok Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya, Begini Penjelasannya



    Jakarta

    Dinding rumah yang mulai retak tentu bikin risih. Selain mengganggu tampilan rumah, retakan ternyata bisa jadi tanda adanya masalah pada struktur bangunan, lho.

    Retakan tembok bisa muncul di rumah baru maupun lama, tergantung kondisi fondasi, material, dan lingkungan sekitar. Ada retakan yang aman, tapi ada juga yang berpotensi membahayakan. Yuk, kenali jenis dan penyebabnya supaya kamu bisa bertindak cepat sebelum makin parah!

    Jenis-Jenis Retakan Dinding

    1. Retakan Horizontal

    Kalau kamu melihat retakan besar yang membentang horizontal, hati-hati. Jenis ini biasanya menandakan adanya pergerakan struktur atau kerusakan fondasi. Penyebab lainnya bisa karena pergeseran tanah atau air yang merembes ke dinding. Sebaiknya segera periksa ke tenaga ahli agar tidak berisiko bagi keamanan rumah.


    2. Retakan Diagonal

    Retakan diagonal atau bergerigi biasanya muncul akibat kerusakan struktur, seperti tanah ambles, rayap, atau rusaknya kayu penyangga. Ini termasuk retakan serius dan harus segera diperiksa oleh profesional.

    3. Retakan Vertikal

    Jenis ini sering muncul di sudut antara dinding dan langit-langit. Umumnya disebabkan oleh ambles ringan atau penyusutan material. Kalau retakannya tidak melebar atau panjangnya bertambah, biasanya tidak berbahaya. Tapi jika mulai lembap atau muncul air, sebaiknya segera diperiksa.

    Penyebab Umum Dinding Retak

    1. Rumah Baru

    Retakan kecil di rumah baru adalah hal wajar karena material masih menyesuaikan diri. Namun, kalau retakannya terus muncul di tempat yang sama, sebaiknya konsultasikan ke kontraktor.

    2. Rumah Tua

    Rumah yang sudah berumur biasanya lebih sering mengalami retakan karena pergeseran fondasi atau kelembapan tinggi. Retakan kecil di bawah 0,8 cm umumnya aman, tapi kalau sudah lebih lebar, segera periksa penyebabnya.

    3. Plester Menyusut

    Plester yang cepat kering bisa menyusut dan menimbulkan retak halus. Solusinya mudah: tambal dan cat ulang, serta pastikan proses pengeringan dinding dilakukan perlahan agar tidak retak lagi.

    4. Lembap dan Air Merembes

    Kelembapan tinggi bisa membuat dinding retak dan berjamur. Ini sering terjadi saat musim hujan. Jika tidak segera diperbaiki, air bisa masuk ke celah dan memperburuk struktur dinding.

    5. Retakan di Plafon

    Plafon juga bisa retak akibat pergerakan struktur atau kelembapan tinggi. Cek apakah ada tanda-tanda lapisan plester terlepas atau rayap. Jika iya, segera perbaiki agar tidak ambruk.

    6. Akar Tanaman

    Pohon besar di dekat rumah bisa menyebabkan tanah ambles karena akar menekan fondasi. Solusinya, pangkas atau pindahkan pohon yang terlalu dekat dengan bangunan.

    7. Gempa dan Pergerakan Tanah

    Guncangan besar seperti gempa bisa menimbulkan retakan baru. Setelah gempa, periksa seluruh dinding, terutama bagian sudut dan fondasi rumah.

    8. Tanaman Merambat

    Tanaman rambat memang indah, tapi akarnya bisa menembus dan merusak lapisan luar dinding. Sebaiknya pasang teralis khusus agar tanaman tidak langsung menempel ke tembok.

    Kapan Harus Khawatir?

    Jika retakan terlihat makin panjang, lebar, atau disertai rembesan air, segera hubungi tenaga ahli bangunan. Retakan yang dibiarkan bisa berkembang jadi kerusakan struktural serius dan membahayakan penghuni rumah.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Catat! Ini 8 Penyebab Cat Dinding Menggelembung dan Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Cat rumah adalah pelindung terluar dinding. Selain melindungi, cat dinding juga mempercantik tampilan rumah. Sifatnya yang menempel pada dinding, ada beberapa risiko yang dapat merusak cat dinding, salah satunya adalah cat menggelembung.

    Cat menggelembung adalah keadaan cat yang semula rata dan mulus tiba-tiba membentuk bulatan besar seperti balon yang diisi udara. Biasanya cat menggelembung tidak langsung pecah terutama yang ukuran bulatannya masih kecil. Namun, ukuran apapun, cat menggelembung mengganggu estetika dinding di rumah. Lantas, apa yang harus dilakukan jika ada cat menggelembung pada dinding rumah?

    Penyebab Cat Menggelembung

    Dikutip dari House Beauty, Sabtu (6/7/2024) berikut beberapa penyebab cat dinding menggelembung.


    1. Cat yang Dipilih Tidak Sesuai

    Penyebab pertama cat dinding menggelembung adalah jenis cat yang digunakan tidak sesuai dengan dinding rumah. Misalnya jenis cat minyak dan lateks dipakai bersamaan. Alhasil keduanya tidak dapat menempel dan senyawanya tidak mengikat. Dengan demikian, setelah ditimpa permukaan dinding akan terlihat gelembung berisi udara.

    2. Tidak Membersihkan Sisa Cat Sebelumnya

    Sudah jadi rahasia umum, jika ingin mengecat dinding, kamu perlu membersihkan warna cat sebelumnya. Namun, biasanya langkah ini dilewati karena sulit dan membutuhkan waktu lama. Padahal cara ini bukan hanya membuat tampilan dinding lebih halus, melainkan menghilangkan kotoran yang menempel di dinding. Minyak atau kotoran bisa menjadi penyebab timbulnya gelembung sebab cat tidak dapat menempel sepenuhnya pada dinding yang berminyak.

    3. Tidak Pakai Cat Dasar

    Setelah cat sebelumnya terkelupas, kamu perlu melapisinya dengan cat dasar dahulu. Cat dasar penting untuk memperkuat lapisan warna pada tembok. Cat dasar ini juga perlu dipakai setelah cat selesai. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa cat dapat terkunci dan mencengkeram permukaan secara merata dan konsisten.

    4. Dinding yang Lembab

    Kemudian, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan cat menggelembung yakni udara di sekitar dinding lembap, terutama pada saat hujan. Biasanya cat dinding luar sering mengalami cat menggelembung. Kelembapan berbentuk udara atau air terperangkap di lapisan cat dan membentuk kantong. Kamu perlu berhati-hati jika atap rumah mulai bocor karena potensi cat dinding menggelembung mungkin saja terjadi.

    5. Cat Terkena Suhu yang Terlalu Panas

    Selain lembap, cat menggelembung juga bisa timbul jika di sekitar dinding terlalu panas. Idealnya cat dinding berada dalam suhu 50-85 derajat. Jika berada di atas angka tersebut risikonya cat mengering secara tidak merata sehingga ada udara yang terperangkap di bawahnya.

    6. Menimpa Cat Lain yang Masih Basah

    Salah teknik pengecatan seperti menimpa cat yang masih basah juga merusak permukaan cat sebelumnya. Salah satu kerusakan tersebut terlihat dari terbentuknya gelembung. Oleh sebab itu, pastikan cat yang sudah dipoles dan dicat benar-benar kering sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    7. Cat Diaduk Terlalu Lama

    Teknik pengecatan lainnya yang membuat cat menggelembung adalah cat diaduk terlalu lama sebelum dipakai. Mengaduk cat terlalu lama dan terlalu cepat secara berlebihan dapat menimbulkan masuknya gelembung udara ke dalam cat yang muncul di dinding.

    8. Salah Memilih Rol Cat

    Penyebab lainnya adalah salah memilih rol cat. Kuas dan cat dirancang berbeda-beda agar pada saat digunakan, cat bisa merata tanpa tercipta bertekstur. Maka dari itu, tanyakan kepada petugas toko bangunan atau tempat kamu membeli cat agar hasilnya sesuai harapan.

    Cara Mengatasi Cat Gelembung

    Jika mendapati cat di rumah menggelembung, kamu bisa memecah gelembung tersebut dengan mengikisnya. Gunakan ampelas agar lebih cepat. Jika di bawah cat menggelembung ada retakan, sebaiknya tambal dahulu. Setelah permukaan dinding kembali rata seperti semula, amplas kembali.

    Jangan lupa oleskan dengan cat dasar atau primer, pastikan cat benar-benar mengering dan tidak lembab. Lalu aplikasikan ulang cat dengan lapisan berikutnya. Tunggu sampai mengering, baru kamu bisa menimpa cat baru lagi jika dibutuhkan.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Diinjak! Ini 3 Cara Mudah Membasmi Kaki Seribu di Rumah


    Jakarta

    Ada saja hewan yang ditemukan di dalam rumah yang biasanya hama seperti kaki seribu. Meski tidak begitu mengganggu, hewan melata satu ini dianggap menggelikan bagi beberapa orang.

    Melansir dari Australia Plus ABC, Senin (5/8/2024), hewan kaki seribu ini disebut millipede dalam Bahasa Inggris yang artinya juga ‘kaki seribu’. Namun, ternyata invertebrata unik ini bisa memiliki hingga 350 pasang kaki.

    Meski paling aktif di malam hari, kaki seribu tertarik terhadap cahaya. Hal ini yang menjelaskan mengapa kaki seribu kerap terlihat di dinding berwarna terang.


    Bila menemukan kaki seribu, mungkin kamu ingin menginjaknya agar musnah. Namun, kaki seribu yang tergencet akan ingat bau khas mereka, yakni bau menyengat yang dirancang untuk mengusir predator.

    Lantas, bagaimana cara yang tepat membasmi kaki seribu di rumah? Yuk, simak caranya berikut ini menurut pengendali hama di Australia Selatan, Michael Cutting.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    1. Semprotan Kimia

    Michael mengatakan, hambatan kimia dan fisik dapat mengatasi masalah kaki seribu yang dengan relatif mudah. Kamu bisa memakai semprotan pembasmi serangga untuk mematikan kaki seribu.

    Namun, pastikan menutup semua celah dan retakan eksternal kecil untuk menahan laju gerakan kaki seribu di dalam rumah.

    2. Singkirkan Sumber Makanan

    Supaya kaki seribu nggak masuk rumah lagi, sebaiknya singkirkan sampah-sampah daun yang bisa menjadi sumber makanan yang menarik bagi kaki seribu.

    3. Usir Menggunakan Sapu

    Selanjutnya, ia menyarankan untuk menggunakan sapu ketimbang kaki buat mengusir kaki seribu. Jika kamu tak sengaja menginjak kaki seribu, maka akan menimbulkan bau menyengat yang cukup lama.

    Itulah beberapa cara mudah membasmi kaki seribu di rumah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Roboh Seperti Rumah di Bandung, Kenali Tanda Bangunan Alami Gagal Struktur


    Jakarta

    Sebuah video yang sedang ramai beredar menunjukkan rumah tiga lantai ambruk di Kampung Cilisung, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Penghuni rumah senpat menyadari ada suara dan retakan dari tembok, namun rumah itu berakhir rubuh.

    Mengutip dari detikJabar, penghuni rumah yang sempat terperangkap dalam reruntuhan, Dadang (58) menyadari tanda-tanda sebelum bangunan ambruk. Ia mengatakan sebelum roboh ada suara hingga retakan pada tembok.

    “Ada tanda-tanda sebelum ambruk, tembok itu retak dan mengeluarkan suara, yang di bawah di lantai satu. Saya mandi dulu, karena mau salat Ashar tapi yang lain mah pada keluar, setelah salat baru ambruk,” ujar Dadang dikutip dari detikJabar, Kamis (8/8/2024).


    Ia mengaku sempat melihat corannya retak, ring balok di lantai satu pada hari sebelumnya. Menurutnya, tembok lantai satu memang sudah lama, sedangkan bangunan lantai masih aman.

    Struktur bangunan rumah merupakan salah satu bagian utama yang harus diperhatikan. Hal ini menyangkut keamanan dan keselamatan penghuni di dalamnya.

    Namun, terkadang ada bangunan yang tidak memiliki struktur yang cukup kuat hingga sewaktu-waktu bisa rubuh.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kegagalan struktur mengacu pada keandalan bangunan. Ia menjelaskan rumah dapat dikatakan andal kalau dapat bertahan lebih dari 20 tahun.

    “Bangunan itu harus dihitung bisa buat berdiri minimal 20 tahun. Setelahnya bukannya rubuh tapi harus ada perbaikan tambahan,” ujar Denny kepada detikProperti pada pameran IndoBuildTech Expo 2024 di ICE, BSD CITY, Kamis (8/8/2024).

    Lantas, apa ciri-ciri bangunan rumah mengalami gagal struktur?

    Tanda Struktur Bangunan Gagal

    1. Keretakan

    Denny menyebutkan salah satu tanda paling awam dan mudah dideteksi adalah keretakan pada tembok. Hal ini terutama pada titik dekat pertemuan tiang kolom dengan balok beton.

    “Keretakan yang terdapat pada titik simpul atau pertemuan kolom dengan balok. Kolom struktur adalah tiang,” katanya.

    Balok tersebut berfungsi untuk menghubungkan antar tiang kolom. Baik tiang dan balok beton semestinya tidak bergerak hingga menimbulkan retakan di tembok sekitar.

    Oleh karena itu, Denny sangat menganjurkan agar pemilik yang akan membangun rumah perlu menggunakan jasa ahli struktur atau teknik sipil untuk melakukan perhitungan.

    “Setiap bangunan itu harus punya dasar perhitungan struktur yang tepat karena bilamana struktur itu tidak bisa atau tidak kuat menanggung beban di atasnya, dia akan menimbulkan masalah salah satunya adalah keretakan atau kegagalan struktur,” jelasnya.

    Selain itu, ia mengungkap ahli struktur mengukur beban yang akan ditampung oleh bangunan. Lalu, besaran struktur yang menanggung beban bangunan tersebut.

    2. Struktur Bangunan Bergeser

    Selanjutnya, adanya struktur bangunan yang bergeser juga menjadi tanda gagalnya struktur. Pemilik rumah dapat mengobservasi bangunan rumah, seperti ada kemiringan atau atap yang melendut.

    “Sistem struktur bergeser misalnya ada atap yang kok sekarang kelihatan melendut,” ucapnya.

    3. Timbul Kekhawatiran Penghuni

    Kemudian, Denny menyebut kegagalan struktur juga ditandai oleh timbulnya kekhawatiran para penghuni. Seperti halnya melihat penampakan bangunan miring, maka penghuni mulai mempertanyakan kemungkinan rumah akan ambruk.

    “Kamu cuma masuk ke bangunan yang kamu merasa aman,” imbuhnya.

    Apabila sudah menemukan tanda struktur bangunan gagal, pemilik rumah dapat meminta ahli forensik struktur untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, maka akan ditentukan langkah selanjutnya antara melakukan perbaikan atau membangun ulang rumah.

    “Kita perlu menyelidiki kegagalan struktur sampai sejauh mana, di situ ahli forensik bekerja. Mereka harus menilai seberapa besar kekuatan struktur yang lama dan bagaimana kerja sama dengan arsitek dan ahli sipil untuk membuat perencanaan struktur yang baru,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bikin Fondasi Rumah Pakai Batu Kali, Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Fondasi rumah sangat penting karena berfungsi untuk menyokong seluruh struktur bangunan. Ada berbagai pilihan bahan untuk membuat fondasi, salah satu yang biasa dipakai adalah batu kali.

    Batu kali memang terkenal kokoh dan ekonomis untuk dijadikan sebagai fondasi. Batu ini disusun sedemikian rupa untuk membuat struktur fondasi. Cara ini dilakukan agar fondasi berdiri kokoh dan mampu menahan beban dinding rumah di atasnya.

    Mengutip e-jurnal milik uny.ac.id, Jumat (9/8/2024) fondasi batu kali biasanya digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanahnya cukup baik. Kedalaman fondasi batu kali sekitar 60-80 cm dengan lebar tapak kurang lebih sama dengan tingginya.


    Pembangunan Fondasi Batu KaliPembangunan Fondasi Batu Kali Foto: Getty Images/Ranah Pixel Studio

    Jenis-jenis Batu Kali

    Perlu diketahui, batu kali yang umum digunakan sebagai material fondasi bangunan terdiri dari dua jenis, yakni batu kali bulat dan batu kali belah. Apa perbedaannya? Simak berikut ini.

    1. Batu Kali Bulat

    Batu kali yang satu ini berbentuk bulat namun tak beraturan. Pada umumnya, batu kali bulat dapat ditemukan di sepanjang aliran sungai.

    Akan tetapi, mortar kurang bisa menempel kuat pada batu kali bulat karena tekstur permukaannya yang halus.

    2. Batu Kali Belah

    Batu kali belah memiliki ukuran yang lebih besar daripada jenis bulat, namun dapat dihancurkan menjadi ukuran sekitar 30-40 cm. Pada umumnya, jenis batu kali ini dapat ditemukan di pegunungan atau sungai.

    Salah satu kelebihan dari batu kali belah adalah mempunyai tekstur permukaan yang kasar, sehingga mortar dapat menempel dengan kuat.

    Kelebihan Batu Kali untuk Fondasi

    Lalu, apa saja kelebihan yang dimiliki batu kali untuk fondasi bangunan? Dilansir e-jurnal Scribd berjudul Makalah Pondasi Batu Kali oleh Ainul Herwinda, berikut sejumlah kelebihannya.

    1. Kuat

    Batu kali memiliki karakteristik yang kuat dan kokoh. Sebab, batu jenis ini berasal dari alam, yang mana setiap harinya mengalami suhu dan cuaca berubah-ubah.

    Oleh sebab itu, penggunaan batu kali untuk fondasi dapat menahan bangunan secara kuat dalam segala kondisi cuaca.

    2. Tahan Lama

    Karena kokoh dan kuat, batu kali juga dikenal memiliki karakteristik tahan lama. Dengan begitu, bangunan yang menggunakan fondasi batu kali dapat bertahan cukup lama dan minim adanya kerusakan.

    3. Mudah Didapat

    Kelebihan lain dari batuk kali adalah mudah didapat. Kamu bisa mencari batu kali di toko-toko material dekat rumah.

    Namun, detikers harus pandai dan teliti sebelum membeli batu kali. Usahakan membeli batu kali yang baru dikirim dan jangan mengambil yang sudah lama berdiam di toko material.

    Kekurangan Batu Kali untuk Fondasi

    Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari batu kali yang harus diperhatikan. Untuk lebih jelasnya, simak di bawah ini.

    1. Mudah Timbul Retakan

    Walaupun rata-rata bangunan dengan fondasi batu kali tidak roboh, namun saat terjadi gempa bumi atau tumbuhnya akar pohon invasif biasanya memunculkan retakan di dinding.

    Sebenarnya kondisi tersebut tidak menimbulkan masalah berarti. Hanya saja, untuk memperbaiki kerusakan tersebut butuh biaya yang cukup mahal.

    2. Perlu Teliti dalam Membelinya

    Dijelaskan sebelumnya, detikers harus pandai dan teliti dalam memilih batu kali di toko material. Soalnya, batu kali yang sudah berdiam terlalu lama bisa mengurangi kualitasnya.

    Terlebih jika batu kali sempat terendam air, hal ini bisa mempengaruhi kekuatannya. Jika tetap digunakan sebagai material fondasi, dikhawatirkan berdampak pada kekokohan bangunan.

    Demikian penjelasan tentang batu kali beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini dapat membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jurus Jitu Cegah Laba-laba Masuk Rumah Biar Nggak Banyak Sarang


    Jakarta

    Laba-laba adalah serangga kecil yang kerap kali ditemukan di rumah. Meski tidak berbahaya, ada orang-orang yang merasa terganggu kalau ada laba-laba di rumah.

    Serangga ini suka membuat sarang di sudut-sudut ruangan, sehingga rumah terlihat kotor. Lalu, ada juga orang-orang yang takut melihat laba-laba.

    Apalagi, dikhawatirkan laba-laba bisa masuk ke tubuh saat seseorang sedang tidur. Kalau kamu nggak suka ada laba-laba di rumah, kamu bisamencegahnya masuk dengan cara berikut ini, dikutip dari rac.com.au, Selasa (13/8/2024).


    Cara Cegah Laba-Laba Masuk Rumah

    1. Bersihkan dan Rapikan Rumahmu

    Laba-laba sering kali tinggal di tempat yang gelap dan hangat, jadi pastikan kamu selalu menjaga rumah tetap bersih dan rapi, termasuk area yang tersembunyi dari pandangan, seperti di belakang atau di bawah furnitur.

    2. Tambal Retakan dan Celah pada Rumahmu

    Seperti habitat pada umumnya, laba-laba akan sering bersarang pada celah-celah rumah untuk menangkap serangga kecil yang ingin masuk atau keluar dari rumah.

    3. Bersihkan Sarang Laba-Laba

    Jika kamu melihat sudah ada sarang laba-laba pada rumahmu, kamu harus langsung membersihkannya. Jika dibiarkan, laba-laba lain akan tertarik ke area yang sama untuk membuat jaringnya sendiri, sehingga populasi laba-laba di rumah kamu akan bertambah.

    4. Kurangi Pencahayaan

    Sama seperti serangga pada umumnya, laba-laba juga tertarik pada cahaya yang terang. Maka dari itu kamu harus pastikan bahwa kamu tidak menggunakan terlalu banyak sumber cahaya, terutama pada lampu di luar rumahmu.

    5. Semprotkan Minyak Peppermint

    Minyak peppermint bisa dijadikan sebagai insektisida, karena laba-laba tidak menyukai bau menyengat dari minyak peppermint. Caranya cukup dengan mencampurkan minyak peppermint dengan sedikit air hangat, lalu menyemprotkannya pada daerah yang berpotensi dijadikan sarang oleh laba-laba.

    6. Hati-Hati dengan Barang Bawaan dari Luar

    Jika kamu baru saja pulang dari perjalanan di luar rumah, sebaiknya kamu perhatikan dulu barang bawaan kamu. Laba-laba adalah serangga yang cukup gesit dan fleksibel, terkadang mereka bisa saja masuk ke dalam barang bawaan kamu.

    Itu dia segenap tips untuk mencegah laba-laba masuk dan bersarang di dalam rumah. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab dan Tanda Freon AC Bocor


    Jakarta

    Freon merupakan salah satu komponen penting dalam Air Conditioner atau AC di Rumah untuk menghasilkan udara dingin. Freon juga perlu diperhatikan karena bisa terjadi kebocoran.

    Apabila freon bocor, dapat menimbulkan beberapa masalah di rumah. Misalnya, AC jadi tidak dingin hingga tagihan listrik yang mahal.

    Kenapa ya freon bisa bocor? Dilansir dari Angi, Senin (2/9/2024), berikut ini penyebab freon bocor.


    Penyebab Freon AC Bocor

    – Pemasangan yang Tidak Tepat

    Saat ada komponen atau bagian yang tidak terpasang dengan aman, kemungkinan AC bisa bocor.

    – Erosi Logam

    Erosi logam menyebabkan terbentuknya lubang kecil yang mengakibatkan kebocoran refrigeran.

    – Cacat Pabrik

    Jika unit AC keluar dari pabrik dalam keadaan rusak, kebocoran dapat terjadi seiring berjalannya waktu.

    – Keausan

    Segel karet pada batang katup unit AC cenderung aus seiring waktu yang dapat menyebabkan kebocoran. Selain itu, komponen luar ruangan dapat berkarat, mengalami keausan, dan menyebabkan kebocoran.

    Tanda-tanda Freon AC Bocor

    – Tagihan Listrik Meningkat

    AC yang bocor kurang efisien karena harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan rumah. Hal ini memungkinkan kamu akan memiliki tagihan listrik yang lebih tinggi. Jika tagihan listrik rumah kamu lebih tinggi dari biasanya tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi tanda kebocoran freon.

    – Waktu Pendinginan yang Lama

    Unit AC yang kurang efisien tidak akan mendinginkan rumah secepat biasanya. Kamu bisa pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional HVAC untuk memeriksa unit AC karena butuh lama untuk mendinginkan ruangan.

    – Peningkatan Kelembapan

    Unit AC berkontribusi untuk menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Jika tingkat kelembapan Anda meningkat, bisa jadi karena refrigeran atau freon bocor.

    – Ada Suara Mendesis

    Seiring berjalannya waktu, logam dapat terkikis pada suatu komponen. Hal itu menyebabkan retakan atau lubang pada kumparan. Jika kamu mendengar suara mendesis, bisa jadi ada kebocoran yang perlu diperbaiki.

    Itulah penyebab dan tanda-tanda freon AC di Rumah kamu bocor. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Masalah Dinding yang Sering Jadi Mimpi Buruk Pemilik Rumah


    Jakarta

    Dinding rumah sama halnya seperti tubuh manusia yang butuh perawatan, begitu juga dengan rumah yang kita tempati. Bila tidak dirawat dengan baik, permasalahan-permasalahan kecil yang tidak segera diatasi bisa berubah jadi masalah serius yang bukan cuma menguras kantong tapi juga bisa mengancam keselamatan.

    Maklum saja, yang namanya bangunan rumah yang sudah lama dihuni, tentu akan mengalami penurunan kondisi fisik dari mulai yang sepele seperti keretakan kecil hingga bisa menjadi parah seperti dinding retak parah hingga mempengaruhi kualitas struktur bangunan.

    Dinding Retak

    Dinding retak jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan mempengaruhi struktur pada bangunan, hal ini tentu membuat pemilik rumah jengkel dan pusing.


    Dalam ulasan yang pernah tayang di Realtor.com, Kamis (18/08/2022), menyebutkan bahwa retakan pada dinding memiliki beberapa kemungkinan penyebab, yaitu penurunan rumah (yang berasal dari fondasi atau mungkin akibat pergerakan tanah).

    Cat Dinding Mengelupas (Flaking)

    Mengapa cat dinding bisa mengelupas? Hal itu bisa disebabkan karena paparan cuaca yang ekstrem dan pengecatan yang tidak maksimal atau kualitas cat yang dipakai tidak cukup baik. Tooldigest.com, dalam ulasannya pada Selasa (20/04/2021), disebutkan kalau kamu baru saja mengecat dinding dan catnya sudah mulai mengelupas, kemungkinan besar masalahnya ada pada proses pengecatan.

    Dalam kasus yang jarang terjadi, hal ini mungkin disebabkan oleh desain ruangan. Cat dinding yang mengelupas tentu membuat tampilan rumah tidak sedap di pandang dan pasti membuat pusing pemiliknya serta menjengkelkan.

    Dinding Berjamur dan Berlumut

    Dinding yang lembab merupakan penyebab munculnya jamur pada dinding. Jamur yang tumbuh akan membuat dinding terlihat kotor, jelek dan tidak sedap di pkamung.

    Selain itu juga dinding berjamur juga dapat menyebabkan masalah kesehatan terutama bagi penderita asma dan alergi,untuk menghindari rumah berlumut dan berjamur kamu dapat menghilangkannya sendiri atau menyewa tenaga profesional.

    Dalam ulasan yang diunggah pada bobvila.com Rabu (30/8/2023) silam, jamur adalah penyusup yang dapat merusak dan berdampak negatif bagi penghuninya. Beragam masalah kesehatan bisa dialami para penghuni dengan dinding rumah yang berjamur.

    Jadi, mulai sekarang jangan lagi sepelekan masalah pada dinding rumah kamu ya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com