Tag: ricky alexander

  • Cuaca Mulai Panas, Ini 5 Cara Agar Rumah Tetap Adem


    Jakarta

    Cuaca panas mulai terasa seiring dengan memasuki musim kemarau. Untuk mengurangi rasa panas tersebut, penghuni rumah biasanya menyiasatinya dengan cara menggunakan AC atau kipas angin.

    Selain itu, masih ada juga cara-cara lainnya untuk membuat rumah bisa tetap terasa adem meski cuaca sedang panas. Salah satu caranya adalah mengoptimalkan penggunaan bahan dan struktur bangunan.

    Dalam catatan detikcom, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah terasa tetap adem di tengah cuaca panas.


    1. Optimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Penggunaan atap berwarna cerah atau yang dilapisi bahan reflektif bisa membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Memasang ventilasi atap atau turbine ventilator juga dapat meningkatkan sirkulasi udara sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    2. Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, posisi jendela juga perlu dipertimbangkan. Jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    3. Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Memakai pelapis dinding yang tepat juga bisa membantu rumah terasa adem. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif bisa mengurangi penyerapan panas di dalam rumah.

    Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    4. Pastikan Ventilasi Terpasang dengan Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Dilansir dari BBC, saat siang hari, penghuni rumah bisa menutup jendela dan pintu untuk menjaga agar udara panas tidak masuk ke dalam rumah. Untuk menutup jendela, bisa gunakan gorden.

    5. Gunakan Dekorasi yang Sesuai

    Pada 2024 lalu, PR dan Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander, sempat mengungkapkan tak hanya material dan struktur bangunan saja yang penting untuk membuat rumah adem, dekorasi juga bisa memberikan dampak serupa.

    Dekorasi rumah tidak hanya mempercantik bangunan saja namun bisa juga membuat hunian terasa adem. Ia mencontohkan untuk menambahkan unsur-unsur alam di dalam rumah, misalnya kolam ikan, air mancur, serta tanaman.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap terasa adem walaupun cuaca sedang panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Cara Ampuh Bikin Rumah Tetap Adem Walau Cuaca Panas Menyengat


    Jakarta

    Memasuki musim kemarau, cuaca panas mulai terasa. Hal itu bisa menyebabkan udara di dalam rumah terasa panas.

    Untuk menghadapi cuaca yang panas, perlu strategi khusus agar rumah tetap nyaman. Salah satunya dengan mengoptimalkan material bahan bangunan dan struktur bangunan.

    Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah tetap adem saat musim kemarau.


    Mengoptimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Menggunakan atap berwarna terang atau yang dilapisi bahan reflektif dapat membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Selain itu, memasang ventilasi atap atau turbine ventilator dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    Pilihan lain yang juga efektif adalah menggunakan material atap dengan lapisan insulasi termal, seperti foil isolasi, yang dapat mengurangi transmisi panas ke dalam rumah. Selain itu pertimbangkan juga menggunakan plafon rumah dengan ceiling tinggi, dengan ini panas yang ada di bawah atap semakin di atas dan semakin menjaga kesejukan di dalamnya.

    Umumnya tinggi plafon ruang tamu 2,8 m -3,2 m dari lantai, dengan ini Anda dapat memperkirakan berapa tinggi yang ideal.

    Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah-emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, orientasi jendela juga perlu dipertimbangkan; jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    Pastikan Ventilasi yang Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Menggunakan pelapis dinding yang tepat juga bisa menjadi solusi jitu. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif dapat mengurangi penyerapan panas. Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    Penggunaan AC/Kipas

    Terakhir, penggunaan teknologi modern seperti pendingin udara hemat energi atau sistem pendingin berbasis evaporatif juga bisa menjadi tambahan yang berguna. Meskipun ini adalah solusi yang memerlukan energi listrik, memilih perangkat yang efisien dan ramah lingkungan dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk tanpa menguras daya listrik secara berlebihan.

    “Memang selain faktor struktural dan materialnya, elemen tambahan seperti dekorasi dapat juga membantu rumah lebih asri sehingga memberikan nuansa sejuk dan juga sekaligus mempercantik rumah,” ujar PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/8/2024).

    Tak hanya itu, Anda juga bisa menambahkan unsur-unsur alam pada rumah. Contohnya seperti kolam ikan, air mancur, hingga tumbuh-tumbuhan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com