Tag: rol cat

  • Cara Membersihkan Rol Berdasarkan Bahan Dasar Cat Dinding


    Jakarta

    Membersihkan rol cat atau paint roller tentu diperlukan agar bisa digunakan saat mengecat dinding dengan warna lain. Ternyata membersihkan rol cat tidak bisa sembarangan, perlu dilihat dari bahan dasar cat yang dipakai.

    Rol cat biasanya sering digunakan saat mengecat rumah. Setelah digunakan, jangan langsung buang rol cat karena masih bisa digunakan lagi.

    Namun, saat membersihkan rol cat harus dilihat dulu bahan dasar cat yang digunakan, apakah bahan dasarnya dari minyak atau air. Sebab, hal itu mempengaruhi cara membersihkan rol cat.


    Rol cat sendiri harus dibersihkan setiap selesai melakukan pengecatan. Pembersihan rol cat akan lebih mudah dilakukan jika masih basah.

    Dilansir dari The Spruce, Kamis (23/5/2024), berikut ini cara membersihkan rol cat menurut bahan dasar cat yang digunakan.

    Bahan Dasar Cat dari Air atau Latex

    1. Hilangkan Sisa Cat

    Rol cat yang baru selesai digunakan umumnya mengandung banyak sisa cat. Gunakan pisau tumpul untuk mengikis sisa cat ke dalam kaleng cat. Pegang rol tegak lurus di atas bukaan kaleng dan kerjakan secara perlahan dan lembut di sekitar permukaan rol dengan gerakan ke bawah.

    Akhiri dengan menggunakan sisa cat pada roller untuk menyentuh bagian kosong di dinding atau gulung sisa cat di koran hingga roller berhenti mengeluarkan cat.

    2. Lepaskan Rol dan Bersihkan Bingkainya

    Bersihkan bingkai rol atau roller frame dari sisa cat selagi masih basah. Kamu bisa siapkan air hangat dan sabun di dalam ember lalu bersihkan bingkai rol dengan lap kain atau sikat untuk membersihkan sisa cat. Setelah itu keringkan.

    3. Cuci Rol Cat

    Kamu bisa mencuci rol cat dengan cara merendamnya ke dalam ember berisi air hangat dan sabun cair. Gunakan sarung tangan dan peras rol cat sampai cat hilang.

    4. Bilas Rol Cat dan Keringkan

    Jika sudah tidak ada sisa cat, kamu bisa bilas rol cat dengan air baru. Jika sudah benar-benar bersih, keringkan rol cat dengan cara didirikan. Jangan dikeringkan dengan cara dibaringkan karena bisa membuat serat datar. Kamu juga bisa menggantungnya agar cepat kering.

    5. Cuci Papan Cat

    Langkah selanjutnya adalah membersihkan papan yang digunakan untuk menadahkan cat. Kamu bisa membilas papan tersebut di air sabun dan menyikatnya dengan sikat bulu kaku untuk menghilangkan noda cat.

    Jika kamu memiliki waktu senggang, kamu bisa membiarkan papan hingga kering dan mulai mengupas sisa cat.

    Bahan Dasar Cat dari Minyak

    1. Bersihkan Roller Frame dan Papan Cat

    Basahkan lap bekas dengan mineral spirit atau terpentin, cairan pelaut berbahan dasar minyak tanah, dan bersihkan sisa cat yang ada di roller frame dan papan cat. Jika cat sudah kering, kamu bisa memberikan mineral spirits ke sikat dan mulai membersihkannya.

    2. Gunakan Pelarut untuk Membersihkan Rol Cat

    Masukkan mineral spirit ke dalam ember hingga menutupi rol cat sepenuhnya. Gunakan wadah sekecil mungkin untuk mengurangi jumlah pelarut yang dibutuhkan.

    Pakai sarung tangan karet dan gunakan tangan kamu untuk mengoleskan pelarut ke rol cat. Hal ini akan memakan waktu 5-10 menit. Lepaskan rol dari pelarut dan gunakan tangan kamyu yang memakai sarung tangan untuk memeras sebanyak mungkin sisa mineral spirit.

    Tuang mineral spirit yang kotor ke dalam wadah sekali pakai. Bersihkan ember dengan lap bekas. Isi ulang ember dengan mineral spirit segar secukupnya untuk membilas roller. Setelah roller dibilas, peras perlahan untuk menghilangkan kelebihan pelarut.

    Isi ember dengan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring. Berikan pembersihan akhir pada roller cat dengan air sabun. Bilas hingga bersih dengan air bersih dan peras sisa kelembapannya dengan lembut. Letakkan rol pada ujungnya atau gantung hingga kering.

    Tuangkan sisa mineral spirit terakhir ke dalam wadah sekali pakai. Selalu ikuti pedoman daerah kamu untuk membuang wadah.

    Itulah cara membersihkan rol cat berdasarkan bahan dasar cat yang digunakan. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Mengecat Tembok Lebih Mudah dan Anti Berantakan



    Jakarta

    Mengecat tembok bisa jadi pekerjaan yang menyenangkan dan menantang. Salah satu tantangannya pastinya kamu bisa menjadi korban tetesan dan cipratan cat secara tidak terduga.

    Tumpahan mungkin tidak dapat dihindari, tetapi ada beberapa cara yang bisa membuat kekacauan tidak terlalu berantakan. Biasanya, kamu perlu menggunakan selotip pelukis, wadah, dan sedikit dempul saat ingin mengecat.

    Namun, mengecat juga akan mudah bila dikerjakan bersama, sehingga situasi menjadi menyenangkan.


    Melansir Real Simple, Kamis (17/10/2024), berikut beberapa cara agar pengecatan menjadi mudah dan terhindar dari kekacauan.

    Tips Mengecat Anti Berantakan

    1. Gunakan Lakban Pelukis untuk Menjernihkan Rol Cat

    Jika dinding kamu bertekstur, kamu memerlukan rol dengan serat yang tinggi, yakni serat halus. Serat yang lebih panjang akan masuk ke semua sudut dan celah, sehingga kamu dapat mengecat dengan merata.

    Namun, kamu perlu berhati-hati karena rol ini dapat memiliki serat yang berlebih, sehingga akan terlepas dan mengering langsung pada dinding yang baru dicat.

    Untuk melepaskan serat sebelum mulai pengecatan, bungkus rol dengan selotip pelukis dengan erat. Saat kamu menarik membuka selotip, serat akan ikut terkelupas.

    2. Gunakan Lakban Pelukis untuk Menuang Cat

    Daripada kamu harus berurusan dengan tetesan cat atau risiko tumpahan, kamu bisa membuat corong dengan selotip.

    Sobek dua lembar selotip berukuran delapan inci dan tempelkan secara diagonal di bibir kaleng dalam bentuk V. Sobek lembar ketiga, sekitar 20 cm panjangnya dan letakkan di titik V. Corong akan menghasilkan tuangan yang rapi dan stabil.

    3. Gunakan Karet Gelang untuk Menggosok Kuas

    Untuk perbaikan cepat atau pekerjaan yang memerlukan kuas kecil, karet gelang elastis bisa menjadi solusi terbaik kamu. Aduk cat dan geser karet gelang dengan hati-hati di sekeliling kaleng, rentangkan di sepanjang bukaan.

    Dengan cara ini, kamu dapat mencelupkan kuas ke dalam kaleng dan mengusapkannya ke karet gelang untuk menghilangkan cat berlebih. Tempat penyerap sementara ini akan menjaga tepi kaleng tetap bersih, sehingga mudah untuk menutupnya kembali.

    4. Gunakan Kaleng Makanan untuk Menyimpan Rol

    Saat kamu memiliki kaleng kosong, bilas dan biarkan kering. Kemudian, gunakan pemotong kotak untuk mengiris bukaan berbentuk tanda bintang di bagian tengah tutup kaleng. Masukan pegangan rol ke dalam tutup kaleng makanan tersebut.

    Saat hendak berhenti mengecat, kamu bisa menyimpan rol cat ke dalam kaleng tersebut untuk menampung cat. Lalu, amankan tutupnya dan simpan di tempat yang seharusnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Mengecat Dinding Lengkap dengan Upah Tukang



    Jakarta

    Mengecat dinding merupakan pekerjaan yang mudah dan cepat. Namun, persiapannya membutuhkan perhitungan yang cermat, mulai dari jumlah kaleng cat yang dibutuhkan hingga upah tukang apabila tidak bisa mengerjakan sendiri.

    Setiap kaleng cat memiliki ukuran. Menurut kontraktor Taufiq Hidayat kaleng cat dijual per kilogram (kg). Senada, Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya satuan berat cat dinding ada dua macam untuk jenis yang ekonomis memiliki harga yang murah, satu kaleng dijual per kg. Sementara untuk jenis yang premium, harganya cukup mahal dijual dalam satuan liter. Rahman mengatakan perbedaannya antara penyebutan satuan berat ini berdasarkan kandungan zat kapur di dalamnya.

    Kemudian saat mengecat dinding, terdapat 2 jenis cat yang pasti dipakai yakni cat dasar atau primer dan cat lapisan atas atau top coat. Dalam sekali pengecatan, dinding minimal dilapisi 3 lapis cat. Lapisan pertama adalah cat dasar. Kemudian, lapisan kedua dan ketiga adalah top coat.


    Rahman menjelaskan warna cat dasar untuk interior biasanya putih, sementara untuk eksterior abu-abu muda. Untuk cat top coat, warnanya beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

    Setelah itu, untuk jasa tukang bisa dipilih tukang harian dan borongan. Pemilik rumah dapat memiliki antara keduanya berdasarkan luas dinding yang akan dicat. Apabila hanya tidak begitu luas, bisa dengan tukang harian.

    Selain itu pemilik rumah juga harus jelas apakah pekerjaan tersebut untuk dinding yang baru dicat atau dicat kembali. Sebab, jika ingin dicat kembali, berarti cat lama harus dibersihkan.

    Simulasi Biaya Mengecat Dinding

    Mari simulasikan terdapat ruangan berukuran 4×3 meter atau 12 meter persegi yang perlu dicat. Cat yang ingin dipakai berwarna putih karena ingin terlihat minimalis dan bersih. Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan?

    1. Upah Pekerja

    Menurut kontraktor Wildan, ruangan ukuran 12 meter persegi sebenarnya tidak perlu memakai tukang karena masih bisa dikerjakan sendiri. Namun, apabila tidak ada waktu, nilai upahnya sekitar Rp 35.000-45.000 per meter persegi. Berarti untuk mengecat dinding seluas 12 meter persegi dengan upah Rp 45.000 per meter adalah Rp 540 ribu per orang untuk satu hari kerja. Wildan mengatakan untuk kamar 12 meter persegi, pengecatan bisa selesai dalam sehari.

    2. Biaya Cat Top Coat

    Setelah itu, jumlah cat top coat yang dibutuhkan untuk ruangan 12 meter persegi adalah 3 kg. Hal ini dihitung dari daya sebar per meter persegi. Informasi ini bisa dicek melalui keterangan di kaleng cat. Untuk cat ukuran 1 kg daya sebarnya 10-12 meter persegi. Lalu, kebutuhannya adalah 2 lapis cat top coat, sehingga butuh 2 kg cat dinding. Namun, karena warna yang dipakai adalah putih, Wildan menyarankan untuk membeli satu kaleng lagi agar hasil catnya merata.

    “Kalau putih yang susah. Dua lapis berbayang, musti serentak. Tiga lapis baru mendingan,” ujar Wildan saat dihubungi detikcom, Rabu (9/7/2025).

    Kisaran harga cat dinding putih ukuran 1 kg menurut beberapa toko di e-commerce Rp 45.000-65.000/kg. Berarti untuk mengecat dinding ukuran 12 meter persegi dengan warna cat putih 3 kg dengan harga cat Rp 55.000/kg dibutuhkan biaya sebesar Rp 165.000.

    3. Biaya Cat Dasar

    Kemudian untuk cat dasar dibutuhkan cat ukuran 2,5 kg. Wildan mengatakan untuk cat dasar atau primer, merek-merek terkenal menjual dalam bentuk pail atau per ember. Untuk ukuran kamar 12 meter persegi, cat pail terlalu banyak. Ia menyarankan untuk membeli cat eceran ukuran 2,5 kg, nanti bisa diencerkan.

    Harga 1 kg cat primer sekitar Rp 45.000-80.000/kg. Jika dibutuhkan 2,5 kg, dibutuhkan 3 kaleng karena tidak ada yang menjual 2,5 kg. Total biaya untuk membeli 3 kaleng cat primer seharga Rp 60.000 adalah Rp 180.000 untuk ruangan ukuran 12 meter persegi.

    4. Biaya Peralatan Cat

    Selain itu, siapkan juga peralatan untuk mengecat seperti kuas, rol cat, isi rol cat, bak cat, skrap, hingga lakban. Wildan menyarankan untuk membeli yang sudah satu paket karena lebih efisien. Harga paket peralatan mengecat mulai dari Rp 85.000-110.000. Harganya berbeda-beda tergantung isi dari paket tersebut.

    Total Biaya untuk Mengecat Dinding

    Total biaya yang dibutuhkan untuk mengecat dinding 4×3 meter atau 12 meter persegi dengan satu tukang yang dikerjakan satu hari adalah sebagai berikut.

    Upah tukang + biaya cat coat + biaya cat dasar + biaya perlengkapan cat

    Rp 540.000 + Rp 165.000 + Rp 180.000 + Rp 110.000 = Rp 995.000

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com