Tag: roll

  • 5 Cara Perbaiki Genteng Bocor Biar Nggak Rembes Saat Hujan



    Jakarta

    Masalah genteng bocor memang PR banget buat pemilik rumah. Rembesan air bisa bikin seisi rumah basah dan bangunannya pun ikut rusak.

    Kalau kamu mengetahui genteng bocor di rumah, jangan dibiarkan ya. Segera perbaiki genteng biar rumah nggak semakin rusak.

    Kamu bisa menyimak beberapa tips mudah untuk mengatasi atap bocor yang bisa kamu lakukan sendiri. Berikut caranya seperti yang dikutip dari homehow.co.uk, Minggu (10/11/2024).


    Cara Cek Kebocoran Atap Rumah

    Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah kenali kebocoran genteng. Cek kalau ada tanda-tanda ini di sekitar rumah kamu.

    1. Cek Tanda Kebocoran Pada Plafon

    Cara paling mudah yaitu dengan melihat bekas noda air pada plafon rumah, noda air pada plafon bisa mengindikasikan adanya kebocoran air.

    2. Cek Loteng

    Cek dari loteng dan sejajarkan bagian noda pada plafon dengan genteng diatasnya, lalu lakukan pengecekan pada area tersebut. Posisi sambungan genteng yang tidak pas dan keretakan bisa menjadi salah satu faktor kebocoran. Tumbuhnya lumut pada genteng juga bisa mengindikasikan adanya kebocoran. Genteng yang berlumut menyebabkan air mudah untuk meresap kedalam.

    3. Cek dengan Menggunakan Hujan Buatan

    Bila cara di atas masih belum berhasil, kamu bisa menggunakan cara ini dengan dua orang. Salah satu orang akan menyemprotkan air ke genteng dan satu orang lagi mengawasi dari loteng, hal ini sangat ampuh untuk menemukan lokasi kebocoran.

    4. Menyewa Tenaga Ahli

    Bila kamu khawatir untuk melakukan pengecekan sendiri, kamu bisa menyewa tenaga ahli untuk melakukan pengecekan.

    Setelah kita mengetahui bagian kebocoran, kita bisa mengatasinya dengan cara yang tepat sesuai dengan tipe kerusakan sebagai berikut.

    Tips Perbaiki Genteng Bocor

    Nah, kalau sudah yakin rumah bocor, kamu bisa mencoba tips perbaiki genteng bocor berikut ini.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Setelah melakukan pengecekan, kamu harus menentukan bagian yang harus diperbaiki. Terkadang air mengalir dari tempat kerusakan hingga menyebabkan lokasi noda air berbeda dengan lokasi kerusakan, maka dari itu kamu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Jika kerusakan terbilang cukup kecil seperti retakan biasa, cara untuk memperbaikinya kamu bisa menggunakan sealant atau Cat Waterproof. Sedangkan untuk kerusakan yang lebih besar dari 0,25 inci, kamu bisa menutupinya dengan semen.

    3. Mengganti Genteng

    Bila kerusakan genteng sudah tidak bisa diperbaiki lagi, alangkah baiknya untuk mengganti genteng tersebut dengan yang baru. Pastikan genteng yang baru adalah tipe yang sama dengan genteng yang rusak.

    4. Melapisi Genteng dengan Semen

    Kamu juga bisa memberikan lapisan semen di bawah genteng yang rusak atau pada sambungan genteng untuk meminimalisir kerusakan keberlanjutan. Pastikan agar genteng dalam keadaan yang sejajar setelah menambahkan semen.

    5. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti Roll Roofing atau Genteng Double.

    Demikian tips and tricks untuk menanggulangi masalah kebocoran pada atap/genteng rumah yang mudah dilakukan secara mandiri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghitung Kebutuhan Wallpaper untuk Ruangan


    Jakarta

    Menggunakan wallpaper bisa mempercantik ruangan. Sebelum memasangnya, tentunya kamu perlu mengetahui dulu kebutuhan wallpaper untuk sebuah ruangan.

    Umumnya, wallpaper yang dipasang bentuknya dalam bentuk roll. Ukurannya pun beragam, ada yang 10 x 0,5 meter, 9 x 0,45 meter, 8 x 0,45 meter maupun 5 x 0,6 meter.

    Nah, sebelum membeli wallpaper, sebaiknya kamu ketahui dulu ukuran dinding yang ada. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui wallpaper yang dibutuhkan untuk dipasang di dinding tersebut.


    Agar lebih mudah, yuk ketahui cara menghitung kebutuhan wallpaper. Dilansir dari pinhome, berikut ini informasinya.

    Contoh Kasus

    Ibu A ingin memasang wallpaper untuk dinding ruang keluarga yang memiliki ukuran misalnya 4 x 3 meter dan tinggi 3 meter. Rencananya, wallpaper yang ingin dibeli berukuran 10 x 0,5 meter. Berapa wallpaper yang dibutuhkan Ibu A?

    Luas Bidang Dinding

    Rumus: ((Panjang dinding + lebar dinding)x2) x tinggi dari dinding

    = ((4+3) x 2) x 3
    = (7 x 2) x 3
    = 14 x 3
    = 42 m2

    Luas Bidang Wallpaper 1 Roll

    Panjang wallpaper x lebar wallpaper
    10 x 0,5 meter = 5 m2

    Wallpaper yang dibutuhkan
    Luas bidang dinding : luas bidang 1 roll wallpaper
    = 42 m2 : 5 m2
    = 8,4 meter atau sekitar 9 roll wallpaper

    Untuk harga wallpaper pun beragam, mulai dari Rp 100.000-an hingga Rp 270.000-an per rol. Hal itu tergantung dari motif dan jenisnya. Sebagai catatan, harga tersebut belum termasuk dengan biaya jasa pasang wallpaper.

    Itulah cara menghitung kebutuhan wallpaper. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Wallcovering dan Wallpaper


    Jakarta

    Penggunaan wallcovering tengah menjadi tren di sejumlah masyarakat untuk mempercantik interior rumah. Namun, masih banyak yang mengira jika wallcovering dan wallpaper adalah sama.

    Meski sama-sama digunakan untuk menutup dinding, tapi ternyata wallcovering dan wallpaper memiliki perbedaan cukup banyak. Singkatnya, bahan yang digunakan pada wallcovering lebih premium daripada wallpaper.

    Selain itu, masih ada sejumlah perbedaan lain antara wallcovering dan wallpaper. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Pengertian Wallcovering dan Wallpaper

    Sebelum mengetahui perbedaan antara wallcovering dan wallpaper, sebaiknya ketahui dulu definisinya masing-masing. Dilansir situs Tectonics, berikut penjelasannya:

    Apa Itu Wallpaper?

    Wallpaper merupakan kertas berlapis yang dapat menempel di dinding. Pada umumnya, wallpaper diterapkan pada dinding interior rumah agar terlihat lebih rapi dan estetis.

    Biasanya wallpaper memiliki lebar antara 52-75 cm. Wallpaper terbuat dari material kertas atau vinyl tipis dengan motif dan warna tertentu. Pemasangannya juga cukup mudah karena hanya membutuhkan lem perekat agar menempel di dinding.

    Apa Itu Wallcovering?

    Wallcovering juga digunakan untuk menutup dinding ruangan. Namun, bahan yang digunakan cenderung lebih premium daripada wallpaper. Umumnya bahan yang digunakan adalah vinyl tebal, kain, serat alami, atau material sintetis dengan ukuran antara 75-140 cm.

    Wallcovering lebih cocok digunakan untuk penggunaan komersial, seperti ruang kantor, rumah sakit, atau kamar hotel. Meski begitu, banyak produsen wallcovering yang menyediakan produk untuk rumah.

    Perbedaan Wallcovering dan Wallpaper

    Agar tidak bingung dalam membedakan wallcovering dengan wallpaper, simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Material

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perbedaan paling jelas terletak pada materialnya. Wallpaper menggunakan bahan kertas atau vinyl tipis, sedangkan wallcovering memakai vinyl tebal, kain, material sintetis, dan serat alami.

    2. Daya Tahan

    Wallcovering disebut memiliki daya tahan yang lebih baik daripada wallpaper. Dengan material yang premium, wallcovering dapat bertahan hingga 10-15 tahun, sedangkan wallpaper umurnya hanya 3-5 tahun saja.

    Di sisi lain, wallcovering juga tahan terhadap air, api, kelembapan, tidak mudah sobek, dan anti bakteri. Sementara wallpaper akan mudah rusak jika terkena air dan suhu lembap. Apalagi jika terpapar api, tentu langsung hangus tak tersisa.

    3. Pemasangan

    Wallpaper cenderung lebih mudah dipasang pada dinding rumah karena hanya membutuhkan lem perekat khusus dinding. Sebaliknya, pemasangan wallcovering harus dilakukan oleh tenaga ahli karena menggunakan bahan khusus agar bisa merekat di dinding.

    “Kekurangan dari wallcovering terletak pada pemasangannya. Meskipun luas area yang dicakup lebih luas dan jumlah sambungannya lebih sedikit, tapi wallcovering perlu dipasang secara profesional dan harus mengikuti panduan produsen secara tepat,” kata Paul Walden, spesialis wallcovering interior di Inggris dan Eropa.

    4. Harga

    Perbedaan paling nyata antara wallcovering dan wallpaper terletak di harganya. Penggunaan material premium membuat harga wallcovering jauh lebih mahal ketimbang wallpaper.

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah e-commerce, Kamis (31/7/2025), harga 1 roll wallcovering vinyl dibanderol sekitar Rp 5-8 jutaan. Sedangkan harga 1 roll wallpaper kualitas premium dibanderol Rp 20-80 ribuan. Sebagai catatan, harga bisa berbeda-beda tergantung dari bahan dan ukurannya.

    Demikian perbedaan antara wallcovering dan wallpaper. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Sarang Laba-laba di Rumah? Coba Atasi dengan 4 Cara Ini!


    Jakarta

    Ada sejumlah hewan yang sering muncul di dalam rumah, salah satunya adalah laba-laba. Terkadang, hewan ini membuat sarang yang nyaman di langit-langit atau sudut rumah.

    Jika menemukan ada sarang laba-laba maka segera dibersihkan agar tidak mengganggu penampilan rumah. Untuk membersihkannya terkadang tidak mudah, apalagi jika sarangnya berada di lokasi yang sulit terjangkau.

    Namun jangan khawatir, ternyata membersihkan sarang laba-laba bisa dilakukan dengan mudah. Penasaran? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Sarang Laba-laba di Rumah

    Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan sarang laba-laba di rumah. Dilansir situs Angi, berikut langkah-langkahnya:

    1. Sapu Ijuk

    Cara paling mudah adalah dengan menggunakan sapu ijuk. Meski alat yang digunakan sederhana, tapi ternyata efektif untuk membersihkan sarang laba-laba di rumah.

    Gunakan sapu ijuk dengan pegangan panjang agar mudah mencapai langit-langit atau sudut rumah yang terdapat sarang laba-laba. Gerakkan sapu dengan perlahan agar bisa mengangkat seluruh sarangnya.

    Jika sudah, kumpulkan sarang laba-laba tadi dan masukkan ke dalam pengki. Bisa juga langsung dibuang ke tempat sampah agar lebih aman.

    2. Pakai Vacuum Cleaner

    Untuk cara yang lebih efektif, detikers bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membasmi sarang laba-laba. Pastikan selang vacuum cleaner cukup panjang sehingga bisa mencapai langit-langit atau sudut yang sulit terjangkau.

    Setelah sarang laba-laba berhasil disedot, buang isi wadah vacuum cleaner yang berisi sarang laba-laba ke dalam tempat sampah. Bersihkan juga wadah vacuum cleaner agar tidak ada sisa sarang laba-laba yang menempel.

    3. Pita Perekat

    Kamu juga bisa menggunakan pita perekat atau duct tape untuk mengatasi sarang laba-laba di rumah. Caranya dengan membungkus pita perekat di sekitar roll cat tembok panjang, lalu arahkan ke sarang laba-laba yang berada di langit rumah.

    Geserkan roll cat secara perlahan sampai seluruh sarang laba-laba menempel ke pita perekat. Cara ini dapat mengatasi sarang laba-laba tanpa khawatir merusak dinding atau barang rapuh lainnya.

    4. Pakai Pemutih dan Air

    Apabila sarang laba-laba di rumah masih aktif, cobalah membasminya dengan membuat campuran larutan pemutih dan air. Campur cairan pemutih dan air ke dalam wadah dengan secukupnya, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Semprotkan cairan pemutih ke area yang terdapat sarang laba-laba. Diamkan sejenak agar cairan pemutih bereaksi, kemudian sarangnya dilap dengan kain bersih.

    Perlu diingat, saat menyemprotkan cairan pemutih ke sarang laba-laba pastikan tidak ada perangkat elektronik di dekatnya. Sebab, cairan tersebut bisa merusak perangkat dan memicu terjadinya korsleting listrik.

    Demikian empat cara ampuh membersihkan sarang laba-laba di rumah dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com