Tag: rontok

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini 6 Penyebab Saluran Air Mampet dan Solusinya



    Jakarta

    Saluran air tersumbat bisa saja terjadi jika ada benda atau sampah yang menghalangi jalur air keluar. Jika sudah begitu, kemungkinan terbesar adalah air yang dibuang bisa meluap, bahkan hingga ke sampah-sampah yang tersangkut di dalamnya.

    Penyebab saluran tersumbat biasanya dikarenakan penumpukan sampah atau kotoran pada pipa pembuangan. Biasanya penumpukan ini sudah terjadi sejak lama dan saat meluap ada sampah lain yang menutup sehingga tidak ada jalur untuk air keluar.

    Maka dari itu, ketika mencuci piring atau mandi, kamu tidak bisa asal membuang benda padat ke dalam saluran. Melansir dari Dengarden, Kamis (11/7/2024) berikut penyebab saluran air tersumbat.


    1. Rambut

    Saat mandi, pasti mudah sekali menemukan rambut rontok di lantai. Jika jumlahnya hanya satu mungkin tidak masalah, tetapi biasanya rambut rontok jumlahnya banyak dan layaknya benang kusut. Saat rambut terseret ke dalam saluran, bisa saja helaiannya tersangkut. Selain itu, bulu dari hewan juga harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

    Solusinya, kamu perlu rajin mengambil gumpalan rambut tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Selain itu, kamu juga harus selalu menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui oleh air. Jika sudah tersumbat, coba gunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sabun memang efektif untuk membersihkan kotoran pada tubuh, tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau yang terbuang ke saluran air kamar mandi dapat mengurangi diameter pipa. Semakin kecil diameternya, saluran air makin sulit dilalui air. Sabun ini juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

    Cara mencegah sabun menumpuk di saluran air bisa dengan selalu membersihkan sabun setiap selesai mandi dan atau mencuci sesuatu.

    3. Sisa Makanan

    Sudah sewajarnya sisa makanan baik yang kecil atau besar tidak dibuang ke saluran air. Sampah satu ini bisa saja menyangkut di saluran air yang sempit. Salah satu contohnya adalah teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air. Cara mengatasinya bisa dengan membersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    4. Kotoran

    Mungkin kamu terbiasa membuang kotoran di toilet, tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini. Kotoran sama seperti sabun tidak akan terurai jika dibuang ke saluran air. Justru jika tersangkut dan menumpuk di dalam saluran air akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika saluran air sudah tersumbat karena kotoran kamu perlu tenaga profesional untuk membersihkannya.

    5. Minyak dan Lemak

    Sama seperti sabun, minyak dan lemak adalah partikel yang seharusnya tidak asal dibuang ke saluran air. Sebab, keduanya tidak akan larut dalam air dan berujung menumpuk di dalamnya. Sebaiknya minyak atau lemak kamu buang ke tempat sampah. Jika sudah menyumbat coba gunakan campurkan sedikit deterjen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Jika sudah tersumbat, kamu perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Tips Mudah Membersihkan Rambut Rontok di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah berpenghuni pasti tidak luput dari helaian rambut rontok yang bertebaran di mana-mana. Maka tak heran kalau harus sering membersihkan rambut rontok di berbagai tempat seperti lantai, kamar mandi, dan tempat tidur.

    Helaian rambut yang bertebaran dan menempel di berbagai sudut rumah membuat kesan kotor dan merusak pemandangan. Apalagi kalau sampai menjadi gumpalan di kamar mandi, sehingga bikin saluran mampet.

    Nah, supaya rumah bebas rambut, kamu bisa cek tips membersihkan rambut rontok berikut ini, dikutip dari Apartment Therapy, Kamis (18/7/2024).


    Tips Bersihkan Rambut Rontok di Rumah

    1. Rambut Rontok di Area Kering di Rumah

    Kalau ada banyak helaian rambut rontok yang tersebar di mana-mana, kamu bisa menggunakan sapu kemudian diarahkan ke satu tempat yang sama, lalu dibuang. Jika helaian banyak ditemukan di bahan tekstil, seperti seprai atau sofa, kamu bisa bersihkan dengan sapu lidi terlebih dahulu.

    Namun, jika kamu memiliki alat penyedot debu, itu lebih instan karena rambut langsung bisa dibersihkan tanpa mengotori tangan. Penyedot debu juga cocok untuk membersihkan debu atau helaian rambut rontok di bahan tekstil yang lembut atau perabotan yang keras.

    2. Rambut Rontok di Kamar Mandi

    Kamar mandi juga tempat yang sering didapati rambut rontok, apalagi setelah keramas. Selain membersihkan, kamu juga bisa mencegah rambut rontok bertebaran di kamar mandi.

    Saat kamu hendak mandi dan tidak mau keramas, kamu bisa menutup kepala dengan penutup rambut berjaring. Jika ingin keramas, kamu bisa sisir rambut terlebih dahulu.

    Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang rontok. Lalu, tutup lubang saluran air selama mandi agar tidak masuk ke saluran air. Kumpulkan dan buang setelah mandi. Kamu juga bisa menggunakan plastik saat mengambil rambut yang tersangkut di saluran air.

    Setelah itu bersihkan juga bagian penutup saluran air kamar mandi dengan soda kue agar tidak berlumut. Biasanya rambut yang rontok sehabis dikeramas mengandung sabun.

    Campurkan secangkir soda kue dengan secangkir cuka. Tuang ke area saluran air. Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

    Itulah tips membersihkan rambut rontok di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rambut Berserakan Bikin Rumah Gagal Estetik! Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Rumah yang berpenghuni sudah tentunya mudah kotor karena berbagai aktivitas yang dilakukan di dalam. Nah, salah satunya kotoran sepele tapi dihasilkan setiap hari adalah helaian rambut rontok.

    Helaian rambut sering kali ditemukan berserakan di sekitar rumah, seperti pada lantai, kamar mandi, hingga karpet. Kalau dibiarkan, helaian rambut akan semakin banyak hingga mengganggu pemandangan, bahkan menimbulkan masalah lho.

    Lantas, apa saja masalah yang bisa timbul akibat rambut di rumah? Simak cara mengatasinya di sini, dikutip dari Apartment Therapy, Kamis (18/7/2024).


    Cara Atasi Masalah Rambut di Rumah

    1. Saluran Mampet

    Rambut yang rontok di kamar mandi bisa masuk ke saluran air dan membuatnya mampet. Kamu bisa mencegahnya dengan menyisir rambut sebelum mandi. Lalu, gunakan penangkap saluran pembuangan yang bagus untuk menahan rambut.

    Kalau sudah terlanjur mampet, coba bersihkan rambut dalam saluran dengan pencapit dan gunting bila perlu. Jika belum berhasil, coba tuang soda kue, lalu cuka putih sulingan.

    2. Lantai Kotor

    Lantai menjadi tempat paling sering terlihat ada helaian rambut rontok. Bila dibiarkan rambut semakin banyak dan mengumpul di lantai.

    Saatnya mengatasinya dengan penyedot debu karena sekadar menyapu saja tidak cukup untuk membersihkan lantai secara optimal. Jadi, sapulah lantai dulu, kemudian sedot kotoran dengan penyedot debu.

    3. Karpet Berambut

    Rambut juga bisa menempel dan mengotori karpet. Membersihkan karpet dari rambut bisa cukup menantang meski sudah menggunakan penyedot debu.

    Supaya karpet bebas rambut, kamu bisa pakai botol semprot, air, pelembut kain, dan sikat berbulu kaku atau wiper karet yang fleksibel. Cukup isi botol semprot dengan air dan campurkan beberapa tetes pelembut kain.

    Semprotkan karpet untuk melembabkannya, lalu sikat atau kikis dengan alat pembersih yg terbuat dr karet untuk mengangkat dan mengumpulkan rambut. Setelah kapet kering, barulah pakai penyedot debu untuk menangkap sisa helai rambut.

    4. Baju Berbulu

    Rambut rontok juga bisa menempel pada pakaian. Helaian rambut pada lantai bisa menempel ke kaos kaki, lalu menempel pada pakaian lainnya ketika dicuci di mesin cuci.

    Kemudian, helaian rambut bisa terjerat ke pakaian, sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan penampilan. Sebaiknya kamu mengibaskan baju sebelum memasukkannya ke mesin cuci.

    Kamu bisa mencuci pakaian dalam batch kecil agar mesin tidak penuh. Lalu, kamu juga dapat mencuci kaos kaki secara terpisah untuk mencegah rambut terbawa ke mesin cuci.

    Itulah cara mengatasi masalah rambut di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini Cara Bersihkan Saluran Mampet gegara Rambut


    Jakarta

    Kamar mandi memang tempat yang sering kali didapati helaian rambut rontok, apalagi setelah dipakai untuk keramas. Meski sepele, rambut yang dibiarkan bertebaran di lantai kamar mandi bisa menimbulkan masalah, lho.

    Ya, helaian rambut bisa terbawa air hingga masuk ke saluran pembuangan. Bila dibiarkan, lama-lama rambut bisa menumpuk, menggumpal, hingga menyumbat saluran air.

    Mengutip dari Hero Plumbing, Kamis (18/7/2024), saluran air di kamar mandi tersumbat sering kali disebabkan oleh rambut. Mungkin kamu sudah coba menggunakan penutup saluran pembuangan, tetapi tidak efektif.


    Sebenarnya mudah saja mengatasi saluran mampet dengan cairan pembersih kimia. Namun, cairan ini bisa merusak saluran pipa dan alam.

    Nah, sebelum kamu panggil tukang, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Yuk, cek cara membersihkan saluran mampet berikut ini.

    Cara Bersihkan Saluran Mampet gegara Rambut

    1. Soda Kue dan Cuka

    Kombinasi soda kue dan cuka bisa membantu mengatasi sumbatan akibat rambut. Selain melarutkan rambut, soda kue dapat menjadi desinfektan yang melawan bakteri dan jamur.

    Taburkan soda kue ke saluran pembuangan, lalu tuangkan cuka. Biarkan cairan reaksi kimia bekerja. Setelah sepuluh menit atau reaksi kimia berhenti, tuang air ke dalam saluran tersebut. Jangan lupa memeriksa hasilnya dan lakukan secara berulang kalau belum berhasil.

    2. Tang Hidung Jarum atau Gantungan Kawat

    Buka penutup saluran air, dan pakai tang hidung jarum atau gantungan baju kawat untuk mencongkel gumpalan rambut. Kamu juga bisa pakai sarung tangan karet dan senter sebagai pelengkap.

    Jika tang tidak bisa meraih gumpalan rambut yang cukup dalam, gunakan gantungan baju kawat. Bentuk gantungan tersebut agar bisa masuk ke dalam lubang. Setelah berhasil mengeluarkan rambut, siram saluran dengan air.

    3. Plumbing Snake

    Plumbing snake adalah pipa terbuat dari kawat panjang fleksibel atau plastik. Alat ini bisa masuk ke dalam saluran untuk membuka jalan air yang terhalang sumbatan rambut.

    4. Plunger

    Plunger adalah alat untuk membersihkan saluran yang terhalang di rumah. Ada berbagai macam plunger yang dijual di pasaran, kamu bisa memilih yang paling cocok.

    Itulah beberapa cara membersihkan saluran mampet akibat rambut. Semoga membantu.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jurus Jitu Cegah Rambut Masuk ke Saluran Air di Kamar Mandi


    Jakarta

    Helaian rambut rontok sering kali terlihat bertebaran di kamar mandi, terutama setelah keramas. Hal ini membuat kamar mandi harus rajin dibersihkan untuk cegah rambut masuk ke saluran air.

    Rambut rontok itu sebaiknya kamu buang ke tempat sampah agar tidak terbawa air masuk ke saluran hingga menyebabkan mampet. Jika dibiarkan, rambut akan menggumpal dan mengganggu aliran pembuangan air.

    Apabila sudah parah, air tidak mengalir, melainkan bisa meluap karena tertahan oleh gumpalan rambut. Berikut ini cara mencegah rambut masuk ke saluran air di kamar mandi, dilansir dari Priority Plumbing, Kamis (18/7/2024).


    Cara Cegah Rambut Masuk ke Saluran Air

    1. Rawat Rambut Sebelum Mandi

    Kalau kamu memang sering mengalami rambut rontok, terutama saat mandi, coba sisir rambut sebelum masuk ke kamar mandi. Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang jatuh saat keramas.

    Jika sedang tidak ingin keramas, gunakan penutup rambut tipis seperti yang kerap digunakan dokter saat masuk ruang operasi. Setelah itu pastikan tidak ada satu helai rambut yang keluar.

    2. Pasang Penutup Saluran Air

    Setiap saluran air di kamar mandi mempunyai penutup dari stainless steel. Namun, jika itu masih kurang untuk menahan rambut, kamu bisa memasang penutup tambahan dari plastik di atasnya. Setelah mandi kamu bisa mengangkatnya dan mengambil rambut yang tersangkut.

    3. Bersihkan Saluran Air

    Setelah mandi bersihkan saluran air agar tidak berlumut karena sisa sabun atau menguarkan bau tidak sedap. Gunakan secangkir soda kue yang dicampurkan dengan secangkir cuka.

    Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Sebaiknya hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

    Itulah cara cegah rambut masuk ke saluran air di kamar mandi. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Cepat Berdebu Meski Sering Dibersihkan? Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Pernahkah kamu membersihkan rumah tapi rumah tetap terasa kotor dan berdebu? Debu memang salah satu jenis kotoran yang terus muncul di rumah.

    Tak hanya membuat rumah kotor, debu bisa menjadi sumber penyakit seperti kulit gatal-gatal hingga gangguan pernapasan. Maka dari itu, kamu perlu rutin membersihkan rumah dari debu.

    Namun, kenapa rumah cepat berdebu meski sering dibersihkan ya? Simak penyebabnya berikut ini seperti yang dikutip dari Den Garden.


    Penyebab Rumah Berdebu

    Inilah beberapa alasan mengapa debu menumpuk di rumah kamu.

    1. Kotoran dari Jalan, Taman, atau Halaman Rumah

    Sinar matahari dan hujan dapat mengikis aspal atau beton di jalanan, kemudian menciptakan partikel-partikel kecil yang dapat tersapu masuk ke dalam rumah melalui udara. Udara yang masuk ke rumah kamu melalui angin di bawah pintu atau melalui jendela yang terbuka.

    Serta debu yang terbawa dengan sepatu yang kamu kenakan. Di kebun, tanah dan rumput menempel pada sol sepatu kamu. Begitu kamu menyeretnya saat berjalan, tanah dan rumput mengering dan merupakan salah satu kontributor utama debu di rumah.

    2. Serat dari Pakaian

    Pakaian dibuat dari bahan tekstil yang ditenun atau dirajut dengan menggunakan serat mentah seperti wol, katun, poliester, nilon dan akrilik. Adapun seprai umumnya terbuat dari bahan katun, linen atau polyester. Barang-barang ini terus-menerus melepaskan serat saat kamu berpakaian, membuka pakaian, serta merapikan tempat tidur. Kamar tidur mungkin adalah tempat paling kotor karena aktivitas kamu di sana.

    3. Karpet

    Sama seperti pakaian, karpet dan pelapis furnitur sering dibuat dari tekstil sintetis atau alami seperti nilon atau wol. Karena karpet sering diinjak dan dilalui maka membuat serat terbang melalui udara. Selain itu, karpet yang sering diinjak juga akan menjadi magnet debu dan kotoran.

    4. Remah Makanan

    Remah dari makanan seperti roti, kue kering, dan remah sereal adalah sumber debu lain di lantai. Remah-remah makanan ini diinjak-injak dan akhirnya hancur sampai partikel-partikel kecil terangkat ke udara dan mendarat di permukaan.

    5. Kulit Mati dan Rambut dari Tubuh dan Hewan peliharaan

    Rambut di tubuh kamu terus-menerus rontok, baik rambut di kepala, alis, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya. Adapun sel-sel baru tumbuh di bawah kulit kamu, sementara lapisan sel terluar dilepaskan menjadi kulit mati.

    6. Tisu dan Lap Dapur

    Kertas tisu terbuat dari serat pulp kayu dan saat kamu bersin atau membersihkan tumpahan dengan tisu, kertas dan seratnya akan hancur.

    7. Bagian Tubuh serangga yang Mati

    Ketika serangga kecil misalnya laba-laba, lalat, tawon, kutu kayu, kumbang tanah, kecoak, ngengat, hingga semut mati, tubuhnya mengering dan kerangka luar mereka yang keras tertinggal, pecah dan menambah kumpulan debu atau kotoran di rumah. Jaring laba-laba juga menumpuk di sudut-sudut ruangan dan berkontribusi pada kotoran.

    8. Jamur dan Bakteri

    Di rumah yang lembab, jamur hitam bisa menjadi masalah di dinding. Bakteri juga bisa menjadi masalah pada tempat yang lembab. Pembusukan atau kekeringan benda yang disebabkan jamur dapat merusak furnitur dan kayu. Spora dari jamur dan serpihan kayu yang rapuh hanyalah sumber debu lainnya di rumah.

    9. Daun, Bunga, dan Serbuk Sari

    Selama musim kemarau, serbuk sari dan kelopak bunga bisa masuk ke dalam ruangan. Di musim hujan yang berangin, daun-daun kering berhembus di pintu. Begitu masuk, semua barang ini mengering dan menjadi berkerut, mudah hancur menjadi partikel berdebu. Daun dan bunga juga bisa berasal dari tanaman dalam ruangan.

    10. Mikroplastik

    Kamu pasti sering mendengar tentang bahaya mikroplastik di lautan dan bahaya yang ditimbulkannya saat tertelan dan terkonsentrasi di kehidupan laut. Semua barang seperti plastik, tas, perkakas dan benda berbahan plastik lain yang kamu gunakan di rumah juga dapat melepaskan partikel plastik kecil saat kamu menggunakannya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari keausan dan abrasi saat digunakan saat ditangani atau digosok pada permukaan lain.

    11. Produk Perawatan Pribadi

    Kamu pastinya memiliki sabun, deodoran, kosmetik, hairspray,maupun parfum. Beberapa dari bahan ini jatuh dari tubuh kamu setelah digunakan setelah mengering. Semprotan dari kaleng aerosol tidak selalu mendarat tepat sasaran dan beberapa berakhir di udara, menjadi partikel debu.

    12. Kotoran dan Abu dari Kompor

    Ketika memasak dengan kompor, kerap kali kotoran dan abu muncul sebagai akibat dari pembakaran. Ini dapat berakhir sebagai debu. Selain itu, debu ini sangat ringan dan mudah terbang di udara saat kamu membersihkan kompor.

    Demikian 12 sumber debu yang membuat rumah berdebu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Perbaiki Cat Dinding Kotor-Mengelupas gegara Banjir



    Jakarta

    Ketika rumah terendam banjir, tak hanya benda di dalamnya yang bisa rusak tetapi juga bangunannya. Salah satunya cat dinding menjadi kotor atau terkelupas karena terkena air banjir.

    CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan ada beberapa faktor untuk menentukan kondisi cat dinding setelah banjir. Rendaman air banjir biasanya bisa membuat cat menjadi kotor, pudar, mengelupas, ataupun menggelembung.

    Lantas, bagaimana cara memperbaiki cat dinding yang terdampak banjir? Simak tipsnya berikut ini.


    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut, cuma menyebabkan dinding itu kotor ada lumpur. Bisa disiram air dan disikat. Jika masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Jika cat dinding mengelupas, menggelembung, ataupun pudar, Taufiq menyarankan untuk melakukan pengecatan ulang. Langkah pertama adalah membiarkan dinding kering dari bekas air banjir terlebih dahulu.

    Kamu bisa membiarkan dinding kering dengan sendirinya. Untuk mempercepat proses pengeringan, kamu dapat menggunakan kipas angin ataupun blower panas.

    Setelah kering, bersihkan cat lama menggunakan mengamplas atau mengerik menggunakan sendok besi. Jika dinding tidak rata atau ada retak setelah diamplas, segera perbaiki permukaan dinding agar mulus kembali.

    “Mesti diperbaiki dulu dindingnya. Kalau dicat gitu nggak akan menutupi kalau ada dinding yang retak, rontok plesteran, aciannya gompal-gompal itu diperbaiki,” katanya.

    Kemudian, pastikan permukaan dinding sudah bersih dari debu sebelum mulai mengecat. Langkah ini penting agar cat benar-benar menempel pada dinding, sehingga tidak mudah terkelupas.

    Sebagai langkah tambahan, Taufiq mengatakan dinding bisa dicat menggukan cat anti lembap atau anti jamur. Mengingat, dinding yang terkena banjir bisa lembap dan ditumbuhi jamur.

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Daun Tanaman Menguning? Ini 8 Penyebab dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Bagi yang suka memelihara tanaman di rumah, pasti sering menemui daun tanaman yang menguning. Kalau sudah menguning, maka harus dipotong bagian tersebut agar tidak menyebar ke seluruh bagian tanaman. Namun, jangan khawatir karena daun baru akan tumbuh kembali.

    Namun, sebetulnya kita bisa mencegah daun tanaman yang menguning. Caranya dengan mengetahui beberapa penyebab berikut yang dikutip dari The Spruce, Senin (10/03/2025), yaitu:

    Tekanan Kelembaban

    Penyebab paling umum ketika daun tanaman menguning adalah terlalu banyak air atau kekurangan air. Jika tanaman terlalu banyak air dapat merusak daun karena air dalam tanah dapat tergenang dan tidak mengalir dengan baik.


    Jika kekurangan air, tanaman akan menggugurkan daunnya karena mengalami transpirasi atau penguapan yang merupakan cara tanaman berkeringat untuk menghemat air. Sebelum gugur, daun biasanya akan menguning dan terlihat bintik-bintik cokelat.

    Untuk itu, pastikan untuk menyiram tanaman secara teratur

    Penuaan Normal

    Daun tanaman menguning sebetulnya merupakan hal yang normal seiring bertambahnya usia tanaman. Daun akan menguning dan rontok. Namun, jangan khawatir karena dapat memotong batang utama untuk mendorong pertumbuhan tanaman baru.

    Suhu Dingin

    Suhu dan angin yang terasa dingin sering menyebabkan daun menguning dan rontok. Untuk itu, hindari menaruh tanaman di dekat ventilasi AC atau jendela yang dingin, apalagi jika tanaman tersebut termasuk tanaman tropis.

    Kurang Cahaya

    Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya akan menguning kemudian gugur. Biasanya bagian yang menguning itu terletak pada sisi yang membelakangi cahaya. Misalnya, menaruh tanaman dekat jendela, maka sisi berlawanan akan menguning. Solusinya adalah memutar pot setidaknya seminggu sekali agar semua sisi mendapatkan cahaya.

    Solusi terbaik adalah letakkan tanaman ke lokasi yang lebih cerah. Jika cahaya dalam rumah sulit didapat maka bisa menggunakan satu atau dua lampu tanaman buatan.

    Kekurangan Nutrisi

    Daun tanaman akan menguning jika tidak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan. Biasanya daun tersebut akan memiliki pola yang tidak biasa, seperti tulang daun tetap gelap sementara jaringan di antaranya menguning. Oleh karena itu, perhatikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman karena masing-masing spesies atau jenis tanaman membutuhkan nutrisi yang berbeda satu sama lain.

    Infeksi Virus

    Penyebab berikutnya kemungkinan adanya infeksi virus pada daun di seluruh bagian tanaman. Hal itu dapat dilihat tak hanya daun yang menguning, tetapi juga batang yang berubah bentuk serta bunga yang berubah warna. Infeksi virus pada tanaman biasanya sulit disembuhkan dan rentan menular ke tanaman di dekatnya. Solusinya adalah menggunakan fungisida atau bahan kimia untuk memberantas jamur pada tanaman.

    Segera pisahkan tanaman yang terinfeksi virus dengan tanaman lainnya. Jika tidak dapat disembuhkan maka tanaman harus dibuang. Jangan lupa untuk mencuci dan mensterilkan alat serta pot sebelum menggunakannya pada tanaman lain.

    Hama

    Serangga atau hama seperti kutu daun, tungau, laba-laba, dapat mengisap getah daun tanaman sehingga warnanya menjadi kuning dan meninggalkan bercak. Solusinya adalah menyemprotkan insektisida atau bahan pembunuh serangga pada tanaman.

    Repotting

    Salah satu hal normal pada daun tanaman menguning adalah ketika tanaman dipindahkan ke pot lama ke pot yang baru. Ini menunjukkan cara tanaman menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sehingga, daun tanaman justru tiba-tiba bisa menguning tanpa sebab. Selama periode ini jangan beri pupuk dan biarkan tanaman mengendapkan akarnya serta menemukan nutrisi di tanah yang baru.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Biang Kerok Saluran Air Mampet dan Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Saluran air tersumbat merupakan permasalahan yang cukup menjengkelkan. Penyebabnya tentu adanya sumbatan di saluran air yang disebabkan oleh penumpukan kotoran ataupun sampah.

    Dalam keadaan yang sudah parah, saluran air tersumbat bukan hanya menghambat saluran pembuangan air, tapi juga bisa meluap.

    Maka dari itu, ketika mencuci piring atau mandi, kamu tidak bisa asal membuang benda padat ke dalam saluran. Melansir dari Dengarden, berikut penyebab saluran air tersumbat.


    1. Rambut

    Saat mandi, pasti mudah sekali menemukan rambut rontok di lantai. Jika jumlahnya hanya satu mungkin tidak masalah, tetapi biasanya rambut rontok jumlahnya banyak dan layaknya benang kusut. Saat rambut terseret ke dalam saluran, bisa saja helaiannya tersangkut. Selain itu, bulu dari hewan juga harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

    Solusinya, kamu perlu rajin mengambil gumpalan rambut tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Selain itu, kamu juga harus selalu menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui oleh air. Jika sudah tersumbat, coba gunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sabun memang efektif untuk membersihkan kotoran pada tubuh, tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau yang terbuang ke saluran air kamar mandi dapat mengurangi diameter pipa. Semakin kecil diameternya, saluran air makin sulit dilalui air. Sabun ini juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

    Cara mencegah sabun menumpuk di saluran air bisa dengan selalu membersihkan sabun setiap selesai mandi dan atau mencuci sesuatu.

    3. Sisa Makanan

    Sudah sewajarnya sisa makanan baik yang kecil atau besar tidak dibuang ke saluran air. Sampah satu ini bisa saja menyangkut di saluran air yang sempit. Salah satu contohnya adalah teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air. Cara mengatasinya bisa dengan membersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    4. Kotoran

    Mungkin kamu terbiasa membuang kotoran di toilet, tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini. Kotoran sama seperti sabun tidak akan terurai jika dibuang ke saluran air. Justru jika tersangkut dan menumpuk di dalam saluran air akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika saluran air sudah tersumbat karena kotoran kamu perlu tenaga profesional untuk membersihkannya.

    5. Minyak dan Lemak

    Sama seperti sabun, minyak dan lemak adalah partikel yang seharusnya tidak asal dibuang ke saluran air. Sebab, keduanya tidak akan larut dalam air dan berujung menumpuk di dalamnya. Sebaiknya minyak atau lemak kamu buang ke tempat sampah. Jika sudah menyumbat coba gunakan campurkan sedikit deterjen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Jika sudah tersumbat, kamu perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Bulu Kucing yang Menempel di Karpet? Ini Cara Atasinya


    Jakarta

    Kucing merupakan salah satu hewan yang lucu dan menggemaskan. Namun, bulunya yang suka berterbangan di udara kerap menjadi masalah bagi penghuni rumah.

    Apalagi jika bulu kucing sudah menempel di karpet. Sebab, membersihkan bulu-bulunya cukup sulit sehingga harus dikerjakan secara ekstra.

    Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan bulu kucing yang menempel di karpet. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Bahaya Bulu Kucing bagi Kesehatan

    Bagi kamu yang memelihara kucing di rumah, sebaiknya tetap hati-hati agar tidak menghirup bulu kucing. Soalnya, bulu ini dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan.

    Dilansir situs Interior Design, Minggu (8/6/2025), berikut sejumlah penyakit yang disebabkan oleh bulu kucing:

    1. Alergi

    Bagi sebagian orang, bulu kucing bisa menyebabkan alergi. Air ludah dan urine yang tertinggal pada bulu kucing ini dapat mengandung zat yang memicu alergi pada kulit manusia.

    2. Toksoplasmosis

    Penyakit yang satu ini dinilai cukup berbahaya karena disebabkan oleh parasit yang terdapat pada feses kucing yang telah terinfeksi dan sisa feses yang menempel pada bulu kucing. Apabila parasit berpindah ke manusia maka bisa memicu cacat pada bayi lahir hingga rentan keguguran.

    3. Kurap

    Seseorang juga bisa mengalami kurap ketika terkena bulu kucing. Hal ini terjadi karena bulu kucing yang menempel di kulit dan tidak dicuci secara bersih.

    Cara Mengatasi Bulu Kucing di Karpet

    Ada beberapa cara sederhana dan ampuh untuk mengatasi bulu kucing di karpet. Berikut sejumlah tipsnya:

    1. Selotip Polos

    Selain membersihkan di karpet, selotip polos juga bisa digunakan untuk mengangkat bulu kucing di pakaian. Caranya mudah, cukup potong selotip menggunakan gunting atau menyobek langsung dengan ukuran sekitar 10 cm sampai 15 cm.

    Kemudian, tempelkan bagian perekat pada selotip pada permukaan karpet atau barang yang terdapat bulu. kamu dapat melakukannya berulang kali sampai bersih.

    2. Sarung Tangan Karet

    Sarung tangan karet dapat digunakan untuk mengangkat sisa-sisa bulu kucing yang menempel di karet. Bahan karet saat digesekkan dengan permukaan kasar seperti karet mampu menghasilkan listrik statis. Hasilnya, bulu kucing yang ada di permukaan karpet dapat terangkat.

    3. Rol Rambut

    Cara berikutnya adalah menggunakan rol rambut. Soalnya, permukaan rol yang bertekstur kasar dan bercabang dapat mengangkat bulu dan rambut rontok dari karpet.

    4. Balon

    Balon juga bisa dimanfaatkan untuk mengangkat bulu-bulu kucing di karpet. Tekniknya sama seperti memakai sarung tangan karet, yakni dengan menggesekkan balon ke permukaan karpet dan voila! Bulu kucing yang menempel dapat terangkat berkat listrik statis.

    5. Lap Basah

    Kain lap basah juga bisa dipakai untuk mengangkat bulu kucing, lho. Caranya cukup menggunakan kain atau lap yang dibasahi dengan air bersih untuk mengangkat bulu kucing di karpet. Cara ini juga bisa diterapkan pada permukaan lain, seperti dinding atau papan.

    Itu dia lima cara mengatasi bulu kucing yang menempel di karpet dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com