Tag: roster

  • Cara Pasang Dinding Roster Mudah untuk Pemula


    Jakarta

    Memasang dinding roster dapat menjadi opsi meningkatkan estetika rumah. Tak cuma sisi keindahan saja, dinding roster dapat memberikan sirkulasi udara yang lebih baik. Nah, buat kamu yang tertarik untuk pasang dinding roster dan belum pernah memasang dinding roster, kamu bisa simak artikel ini sampai habis.

    Apa itu Dinding Roster?

    Melansir dari Kanovi.id, Senin (11/12/2023), Dinding roster merupakan sebuah material dekoratif yang terbuat dari kayu atau logam dan biasanya digunakan untuk memberikan sirkulasi udara yang lebih baik di dalam ruangan.

    Cara Mudah Pasang Dinding Roster Untuk Pemula

    Peralatan yang Diperlukan

    Sebelum kamu mulai melakukan pemasangan dinding roster, pastikan kamu mempersiapkan semua peralatan yang diperlukan. Berikut beberapa peralatan dan bahan yang kamu butuhkan.


    1. Dinding Roster

    Beli dinding roster yang sesuai dengan ukuran ruangan kamu. Pastikan kamu membeli dinding roster yang berkualitas tinggi untuk hasil yang lebih baik.

    2. Pengukur

    Gunakan pengukur untuk mengukur ukuran dinding atau langit-langit tempat kamu akan memasang dinding roster. Alat pengukur yang bisa kamu gunakan seperti meteran.

    3. Gergaji Ukir

    Gergaji ukir digunakan untuk memotong dinding roster yang terlalu panjang atau lebar. Pastikan kamu memiliki gergaji ukir yang tajam dan sesuai untuk jenis dinding roster yang kamu gunakan.

    4. Obeng Listrik

    Obeng listrik digunakan untuk memasang dinding roster ke dinding atau langit-langit. Pastikan kamu memiliki obeng listrik yang sesuai dengan jenis dinding roster yang kamu gunakan.

    5. Sendok Kayu

    Sendok kayu nantinya akan digunakan untuk mengisi celah antara dinding roster dan dinding atau langit-langit. Pastikan kamu memiliki sendok kayu yang cukup untuk pekerjaan yang akan kamu lakukan.

    6. Penggaris

    Penggaris digunakan untuk membantu kamu memotong dinding roster dengan presisi. Pastikan kamu memiliki penggaris yang tajam dan tidak rusak untuk hasil yang lebih baik.

    Langkah-Langkah Memasang Dinding Roster

    Setelah kamu memiliki semua peralatan yang diperlukan, kamu siap untuk memasang dinding roster. Berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu ikuti.

    1. Ukur Dinding atau Langit-Langit

    Langkah pertama, kamu bisa mengukur ukuran dinding atau langit-langit tempat kamu akan memasang dinding roster. Pastikan kamu mengukur dengan teliti dan menandai tempat-tempat di mana dinding roster akan dipasang.

    2. Potong Dinding Roster

    Jika ukuran roster terlalu panjang atau lebar, gunakan gergaji ukir untuk memotongnya menjadi ukuran yang pas. Pastikan kamu memotong dengan hati-hati dan menghindari kerusakan pada dinding roster.

    3. Pasang Dinding Roster

    Langkah berikutnya, kamu dapat memasang dinding roster dari sudut ruangan dan kerjakan satu persatu. Tempatkan dinding roster pada titik yang telah kamu tandai pada dinding atau langit-langit dan gunakan obeng listrik untuk memasangnya. Pastikan dinding roster terpasang dengan kuat dan rapi.

    4. Isi Celah

    Setelah semua dinding roster terpasang, gunakan sendok kayu untuk mengisi celah antara dinding roster dan dinding atau langit-langit. Pastikan celah terisi penuh dan tidak ada celah yang terlihat.

    5. Bersihkan Dinding Roster

    Terakhir, bersihkan dinding roster dengan kain lembut untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel. Jangan gunakan pembersih kimia atau bahan abrasif yang dapat merusak permukaan dinding roster.

    Demikian cara pasang dinding roster mudah untuk pemula. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bangun Kos-kosan Hemat & Minim Perawatan Supaya Makin Cuan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan cukup digemari masyarakat Indonesia, terlebih sebagai usaha semasa pensiun. Bangunan kos-kosan pun menjadi komponen utama untuk menjalankan bisnis ini.

    Pemilik yang menginginkan untung lebih perlu memutar otak bagaimana membuat kos-kosan yang hemat. Beberapa upayanya bisa dengan menekan biaya pembangunan dan perawatan rumah kos-kosan.

    Arsitek Andy Rahman dari Andyrahman Architect mengungkapkan caranya membangun rumah kos-kosan yang minim perawatan seperti dalam proyek Biophilic Boarding House di Surabaya. Ia membagikan testimoni kliennya setelah beberapa tahun menjalankan bisnis kos-kosan dengan bangunan tersebut.


    “Dari semua kos-kosan yang dia punya, lima di situ, beliau menyampaikan bahwa yang paling menguntungkan dari semua kos-kosan yang sudah dibangun dan kami desain itu adalah Rumah Kos Keputih kecil itu (Biophilic Boarding House),” ujar Andy kepada detikcom belum lama ini.

    Ia menyebut rumah kos-kosan tersebut memiliki lahan paling kecil, tetapi jumlah kamarnya melebihi ekspektasi, yaki 13 kamar. Kemudian, konsep rumah dibuat low maintenance atau minim perawatan, sehingga menjadi lebih menguntungkan dari segi bisnis.

    Lalu, seperti apa rumah kos-kosan minim perawatan ini? Simak ulasan berikut ini.

    Tips Bikin Kos-kosan Hemat

    1. Memilih Material Terjangkau

    “Kos-kosan ini sebetulnya memakai material biasa, jadi bata exposed (yaitu) bata biasa yang harganya juga murah kita biarkan exposed. Kemudian, kita juga memakai teknik semen, (seperti) semen roll, semen plester, (dan) semen aci untuk finishing interiornya, sehingga tidak perlu dicat,”

    Kita juga memakai beberapa elemen seperti besi expanded metal sheet, kemudian besi metal perforated, lalu besi pipa air untuk railing, untuk partisi dan lain sebagainya, jadi begitu

    2. Meminimalisir Pengecatan

    “Kita memakai raw material, exposed material, jadi tidak memakai cat sama sekali kecuali plafon yang kita cat warna putih. Selain itu, semuanya warna material (asli),” katanya.

    Andy mengaku tidak banyak mengecat rumah dan furniture, tetapi hanya bagian plafon saja. Hal ini membuat bangunan kos-kosan tidak perlu banyak dirawat, sehingga menghemat biaya perawatan.

    “Rumah ini jadinya nggak perlu di-maintenance, karena material-material dengan warna alami tadi itu semakin kena panas (dan) hujan semakin eksotis. Nggak perlu setiap 2-3 tahun dicat ulang,” tuturnya.

    Bahkan, cat putih pada plafon sejak berdiri pada tahun 2015 hingga sekarang belum pernah dicat ulang.

    3. Manfaatkan Semua Ruang

    Andy mengungkapkan salah satu tantangan membangun kos-kosan tersebut karena lahan terbatas berukuran 8×15 meter atau seluas 120 meter persegi. Ia memastikan untuk memaksimalkan penggunaan setiap ruang.

    “Kami coba mengoptimalkan semua space yang ada. Jadi di bawah tangga itu kita pakai untuk kamar mandi sama gudang. Kemudian, di lantai atas kita optimalkan untuk area service sekaligus tempat duduk-duduk,” jelasnya.

    Mengingat kebutuhan ruang sangat banyak, maka tidak memungkinkan membuat atap. Ia cenderung memfungsikan atap dengan cara membuatnya berupa dak beton.

    4. Kamar Mandi Luar

    Dengan keterbatasan ruang dan kebutuhan kamar tidur yang banyak, Andy mendesain kos-kosan dengan kamar mandi luar. Terdapat dua kamar mandi di lantai satu dan dua kamar mandi di lantai atas.

    5. Hemat Energi

    Kemudian, desain kos-kosan dibuat agar sirkulasi udara dan sinar matahari bisa masuk dengan lebih optimal. Mulai dari penggunaan roster, jendela di setiap kamar, dan ruang terbuka. Hal ini akan membantu mengurangi penggunaan AC di kos-kosan.

    “Kos-kosan ini punya banyak bukaan, dindingnya bernapas, sirkulasi udaranya berjalan di tiap kamar, dan lebih hemat energi sebetulnya,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Roster di Rumah? Begini Simulasi Hitung-hitungan Biayanya!


    Jakarta

    Pernah mendengar dinding roster? Dinding ini biasanya dibuat dari susunan batu yang ukurannya serupa dan tengahnya terdapat banyak lubang. Akhir-akhir ini dinding roster tengah menjadi tren, terutama pada area depan rumah.

    Mengutip dari buku 28 Ide Desain Fasad Rumah Minimalis, roster bisa digunakan sebagai aksen fasad ataupun secondary skin pada bangunan.

    Fungsi utama dari roster adalah menjadi akses sirkulasi udara di rumah hingga menambah estetika. Dengan adanya lubang-lubang pada dinding, udara bisa melalui celah tersebut, tetapi panas tidak akan langsung mengarah ke dalam rumah. Mengenai estetika, roster yang memiliki pola dan lubang tentu terlihat lebih menarik daripada dinding polos.


    Jika kita ingin membuat dinding roster di rumah, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan ya?

    Biaya Pasang Dinding Roster di Rumah

    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, Selasa (3/9/2024), saat ingin membangun roster, yang perlu dipersiapkan adalah biaya material dan biaya upah tukang.

    Misalnya, kamu ingin membangun dinding ukuran 3 x 1,5 meter dengan menggunakan roster dari tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Sebagai gambaran, begini contoh perhitungannya.

    Biaya Material

    Sebelum memulai hitung-hitungan, sebagai informasi harga material yang tertera berikut adalah perkiraan dari harga rata-rata di pasaran. Harga ini akan berbeda tergantung pada merek yang digunakan.

    a. Mortar (campuran semen dan pasir): Rp 120.000 per sak. Jumlah yang dibutuhkan kira-kira 2 sak. Total biaya: Rp 240.000.

    b. Roster tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Roster ini ada yang dijual satuan seharga Rp 10.000/pcs.

    Nah, cara menghitung kebutuhan roster untuk dinding ukuran 3 x 1,5 meter sebagai berikut:

    Untuk roster ukuran 20 x 20 cm maka kira-kira dibutuhkan 76 pcs roster. Apabila harga satuan roster Rp 10.000, maka totalnya Rp 760.000 untuk biaya beli roster. Jumlah roster ini bisa disesuaikan dengan luas batu tulangan yang akan dibangun.

    c. Besi Tulangan

    Besi yang dibutuhkan sisi kanan dan kiri dinding adalah 2 batang. Ketinggian dinding tersebut 1,5 meter x 2 maka 3 meter. Sisi kanan dan kiri apabila ditotal 6 meter. Kemudian, bagian bawah dan atas juga masing-masing 2 sehingga dibutuhkan 4 batang x 3 meter maka jadi 12 meter.

    Besi yang bisa dibeli ukuran 10 meter atau 8 meter. Apabila ingin membeli besi tulangan 10 meter maka kamu harus membeli 2 batang besi tulangan. Harga satuannya berkisar Rp 50.000/batang.

    Total biaya besi tulangan: Rp 100.000

    Jumlahkan seluruh biaya mortar + roster + besi tulangan = Rp 240.000 + Rp 760.000 + Rp 100.000

    Total biaya material = Rp 1.100.000 atau Rp 1,1 juta.

    Biaya Tukang

    Untuk membuat dinding roster berukuran 3 x 1,5 meter membutuhkan sekitar 2 tukang dengan waktu pengerjaan paling lama 2 hari. Anggap saja biaya 1 tukang sekitar Rp 200.000 per orangnya. Berikut ini biaya pembuatan kolam renang dari segi upah tukang:

    Total biaya tukang = jumlah tukang x lama pengerjaan x upah

    Total biaya tukang = 2 x 2 x Rp 200.000 = Rp 800.000

    Biaya tukang = 2 hari x Rp 200.000 = Rp 400.000/orang

    Sehingga total perkiraan biaya pembuatan dinding roster ukuran 3 x 1,5 meter adalah:

    Rp 1.100.000 + Rp 800.000 = Rp 1.900.000 atau Rp 1,9 juta.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Ide Desain Pagar Tembok Unik dari Batu Alam hingga Bambu


    Jakarta

    Pagar tembok punya fungsi utama untuk membatasi dan melindungi rumah. Tak hanya itu, pagar juga punya andil buat bikin fasad rumah terlihat estetik dan menarik.

    Letaknya tepat di depan rumah, membuat pemilik harus pintar-pintar pilih desain. Pagar itu bisa terbuat dari berbagai material, termasuk untuk bagian temboknya.

    Jika pemilik rumah mau bikin pagar tembok yang unik dan menarik, coba cek beberapa ide berikut ini.


    Ide Desain Pagar Tembok Unik

    Inilah deretan desain pagar tembok unik yang bisa pemilik rumah tiru.

    1. Pagar Tembok dari Kayu

    Desain Pagar Tembok dengan Kayu.Desain Pagar Tembok dengan Kayu. Foto: i.pinimg.com

    Model pagar tembok yang dipadukan dengan bahan kayu bisa jadi pilihan pemilik rumah. Mungkin penggunaan kayu pada tembok terkesan biasa, tetapi kalau bisa memilih aksen kayu, pola garis, dan bentuk geometri yang tepat, rumah bisa terlihat estetik.

    2. Pagar Tembok dari Batu Bata

    Pagar Tembok Batu Bata.Pagar Tembok Batu Bata. Foto: Dian Mahdalena/Pinterest

    Selain kayu, pemilik bisa gunakan batu bata buat membangun pagar tembok. Batu bata punya warna dan aksen yang klasik sehingga dapat memberikan kesan kokoh dan natural pada tampilan rumah.

    3. Pagar Tembok dari Batu Alam

    Pagar Tembok dari Batu Alam.Pagar Tembok dari Batu Alam. Foto: Ide Desain Rumah/Pinterest

    Kalau bosan dengan material tembok yang itu-itu saja, coba pilih material batu alam. Batu ini punya warna alami yang memberikan nuansa natural pada rumah. Batu alam juga punya kesan yang elegan dan mewah.

    4. Pagar Tembok dari Marmer

    Pagar Tembok dengan Marmer.Pagar Tembok dengan Marmer. Foto: dekoruma.com

    Jika punya budget lebih, pemilik bisa memakai bahan marmer untuk menciptakan kesan mewah, elegan, modern, dan kokoh. Selain mewah, kualitas batu marmer tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

    5. Pagar Tembok dengan Tema Industrial

    Pagar Tembok dengan Tema Industrial.Pagar Tembok dengan Tema Industrial. Foto: Nia Chealdish/Pinterest

    Pagar tembok bertemakan industrial bisa bikin rumah kelihatan estetik. Namun, kalau sampai salah desain malah terlihat seperti rumah belum jadi.

    Permukaan tembok bertema industrial seperti ini tidak dilapisi cat sehingga terlihat bahan semen dan betonnya. Biasanya dominasi warna untuk desain pagar industrial adalah abu-abu atau hitam.

    6. Pagar Tembok dengan Besi Bronjong

    Ilustrasi pagar rumah.Ilustrasi pagar rumah. Foto: Adobe Stock

    Selain itu, pemilik bisa menggunakan konsep industrial tetapi dengan variasi yang berbeda yaitu batu bronjong. Pagar tembok ini tahan akan cuaca ekstrim dan tahan lama hingga puluhan tahun.

    Pagar ini terbuat dari kumpulan batu alam yang dimasukkan ke dalam bronjong besi hingga menjadi sebuah pagar. Lalu, pagar ini biasanya dipadukan dengan kayu, besi, ataupun beton.

    7. Pagar Tembok Roster Berlubang

    Desain Pagar Tembok Roster Berlubang.Desain Pagar Tembok Roster Berlubang. Foto: THÀNH PHÁT HUY/Pinterest

    Desain yang tak kalah unik adalah pagar tembok dengan roster berlubang. Roster adalah lubang angin yang terbuat dari beton, batako, GRC, atau batu alam.

    Bentuk pagar seperti ini tak hanya estetik, tetapi memberikan sirkulasi udara yang baik juga. Pastikan membuat polanya lubangnya dengan benar agar pagar terlihat cantik ya.

    8. Pagar Tembok dari Bambu

    Pagar Tembok dengan Variasi Bambu.Pagar Tembok dengan Variasi Bambu. Foto: lingkarwarna.com/Pinterest

    Terakhir, pemilik rumah bisa menggunakan material bambu untuk pagar tembok. Padukan juga tanaman di sekitar pagar agar tampak lebih menyegarkan. Namun, kekurangan dari pagar bambu adalah usianya yang tidak bertahan lama seperti bahan lainnya.

    Itulah beberapa inspirasi desain pagar tembok yang unik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com