Tag: ruang penyimpanan

  • 5 Cara Mudah Agar Garasi Selalu Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Garasi merupakan ruang untuk memarkir kendaraan dan menyimpan berbagai benda di rumah. Ruang yang tidak dihuni ini sering kali terlewatkan untuk dibersihkan.

    Padahal, garasi yang jarang dibersihkan bisa menumpuk banyak kotoran, debu, hingga sarang laba-laba, lho. Nah, sebaiknya kebersihan garasi lebih diperhatikan agar nyaman menyimpan kendaraan.

    Lantas, bagaimana cara menjaga kebersihan garasi? Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple.


    Tips Menjaga Kebersihan Garasi

    Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga garasi tetap bersih.

    1. Tentukan Hari Bersih-bersih

    Pemilik rumah bisa menentukan hari khusus untuk membereskan garasi. Pastikan cuaca di hari itu tidak terlalu panas atau dingin agar tidak terasa panas dan lembap ketika membersihkan garasi.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Bersihkan kamar mandi secara menyeluruh dari berbagai debu dan kotoran. Selain itu, sebaiknya mengurangi jumlah barang-barang agar tidak memenuhi ataupun menjadi sarang debu. Caranya dengan memisahkan barang yang benar-benar sudah tidak dibutuhkan dengan yang mungkin masih ingin dipakai.

    3. Sediakan Ruang Kosong

    Setelah isi garasi berkurang, buka pintu garasi lalu siapkan ruang kosong, bisa untuk menaruh barang baru atau memang diberikan ruang agar mudah saat masuk ke sana.

    4. Susun Semua dengan Rapi

    Atur ulang rak dinding dengan rapi. Simpan barang tertinggi di bagian belakang. Atur semua barang di balik sehingga labelnya terlihat, dan berikan sekat untuk memastikan pemisahan barang-barang disana. Disarankan setiap dinding memiliki penyimpanan yang sangat rapat dan ramping.

    5. Manfaatkan Plafon Garasi

    Manfaatkan bagian plafon sebagai ruang penyimpanan barang-barang. Ada banyak pilihan rak yang dapat dipasang di langit-langit garasi sehingga bagian bawah tidak begitu penuh.

    Itulah cara menjaga garasi agar tetap bersih. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Trik Jitu Bikin Dapur Sempit Terasa Lebih Lega Tanpa Renovasi



    Jakarta

    Dapur menjadi salah satu ruangan di dalam rumah yang sangat penting. Biasanya dapur terletak di bagian belakang rumah. Tak jarang, dapur hanya mendapat lahan yang sempit. Padahal, banyak aktivitas yang dapat dilakukan di dapur dan membutuhkan ruang lega.

    Daripada merenovasi, dapur sempit bisa dirancang agar terkesan luas atau lega. Melansir dari situs Better Homes & Garden, berikut terdapat 6 trik yang bisa kamu lakukan membuat dapur sempit terasa lega tanpa harus renovasi.

    Beri Aksen Vertikal

    Beri aksen vertikal seperti lemari kayu yang panjang, hiasan di dinding yang tampak ke atas. Hal ini dapat memberikan kesan ketinggian langit-langit yang tampak dan menarik pandangan kita ke atas.


    Material Memantulkan Cahaya

    Pemilihan material pada interior dapur juga penting. Pilih permukaan furnitur yang memantulkan cahaya seperti ubin keramik atau meja dapur. Hal ini menambah kesan dapur sempit tampak lebih besar.

    Hindari Penumpukkan Barang

    Jaga dapur kamu tetap rapi dan bersih jika ingin terlihat luas. Jangan biarkan banyak barang diletakkan dan memenuhi meja dapur. Sebaiknya, simpan peralatan dapur di balik penyimpanan yang tertutup.

    Ubin Horizontal

    Untuk memperluas dapur secara visual, kamu juga bisa pasang ubin dengan susunan horizontal. Pola ikatan horizontal ini dapat membuat dapur menjadi lebih lebar dari ukuran sebenarnya.

    Furnitur Kaca

    Jika kamu punya lemari dapur yang berbahan kayu, kamu bisa menggantinya dengan lemari kayu yang pintunya berbahan kaca. Ini bisa menarik perhatian karena dinding akan terkesan lebih jauh. Jangan lupa untuk menata barang-barang di lemari secara rapi dan padukan warna yang serasi.

    Penyimpanan Dinding

    Untuk menambah ruang di lantai, kamu bisa memindahkan barang-barang dapur dengan menyimpannya pada penyimpanan di dinding. Hal ini membuat ruang lantai di dapur jadi lebih kosong dan lega.

    Itu dia beberapa trik yang bisa kamu lakukan untuk membuat dapur terasa lebih lega tanpa merenovasinya. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Barang Ini Sebaiknya Tak Ada di Kamar, Bisa Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang cukup private. Ruangan ini didesain sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Meskipun tidak ada aturan mengenai apa yang harus ada di kamar, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya tidak berada di dalam kamar.

    Dilansir The Spruce, beberapa barang dinilai tidak cocok berada di kamar karena dapat mempengaruhi suasana di dalamnya. Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

    Lantas, barang apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari kamar? Berikut daftarnya.


    1. Barang Elektronik

    Menurut desainer interior Laura W Jenkins di kamar tidur seharusnya tidak ada barang elektronik yang dapat mendistraksi seperti hal-hal yang berbau hiburan. Sebab, menurutnya kamar tidur adalah ruangan untuk penghuninya istirahat.

    Barang elektronik seperti kipas angin, AC, atau alat kebersihan adalah pengecualian karena barang-barang tersebut dapat membuat penghuninya lebih nyaman ketika tidur.

    Selain barang elektronik seperti TV, laptop, konsol game, atau speaker dikeluarkan, ia juga menyarankan untuk menggunakan warna cat yang menenangkan seperti warna bumi atau earth tone.

    2. Baju Tak Terpakai dan Peralatan Gym

    Mengurangi barang-barang tak terpakai adalah keharusan yang perlu diterapkan pada semua ruangan. Desainer Jean Parker mengatakan apabila di kamar banyak baju tidak terpakai atau sudah tidak muat, sebaiknya segera dikeluarkan untuk didaur ulang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

    Ruang yang sedikit barang tidak akan mengganggu pergerakan dan pandangan. Dengan begitu penghuninya bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengisi kembali energi yang habis setelah seharian di luar rumah.

    Lalu, ia menyarankan agar di dalam kamar tidak ada barang besar dan berbahaya di dalam kamar, seperti peralatan gym. Sebab, peralatan tersebut berbahaya, ketika tersandung atau terjadi gempa bumi.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

    3. Peralatan Kantor

    Setelah pandemi, banyak orang yang menggunakan kamar tidurnya sebagai ruang kerja. Alhasil kamu bisa seharian berada di ruangan tersebut. Apabila kamu tidak memiliki ruang lain untuk dijadikan ruang kantor, Desainer Amity Worrel meminta agar menggunakan meja yang kecil dan santai sebagai meja kerjamu di rumah. Dengan begitu itu tidak akan mengingatkanmu akan pekerjaan.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    4. Jangan Terlalu Banyak Rak Terbuka

    Memiliki banyak ruang penyimpanan sebenarnya memudahkan penghuni untuk menyimpan barang dan ruangan pun terlihat lebih rapi. Namun, sebenarnya yang lebih baik lagi adalah mengurangi barang di kamar sehingga rak juga bisa berkurang.

    Selain itu, jangan terlalu banyak memakai rak terbuka karena bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang dan sarang debu. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuat penghuninya tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Barang yang Haram Disimpan di Lemari Pakaian, Bisa Bawa Penyakit


    Jakarta

    Ruang penyimpanan seperti lemari sangat dibutuhkan di kamar tidur untuk menyimpan segala keperluan. Namun, perlu diingat seluas apa pun lemari di kamar, tidak semua barang bisa disimpan di dalamnya.

    Dilansir Better Homes and Gardens terlalu banyak barang yang disimpan di lemari justru mempersulit penggunanya saat mencari dan bisa membawa penyakit. Ada pun barang yang seharusnya disingkarkan dari lemari, sebagai berikut.

    1. Sepatu

    Saat ini banyak ditemukan orang menyimpan sepatu di lemari yang berada di kamar. Padahal seharusnya sepatu diletakkan di dekat pintu atau tempat yang dekat dari pintu masuk. Hal ini untuk menghindari kotoran dari luar terbawa ke dalam kamar.


    Jika memiliki banyak koleksi sepatu tetapi ruang penyimpanan terbatas di dekat pintu, lebih baik mengurangi jumlah sepatu dengan meletakkan sepatu-sepatu yang sering dipakai di rak dekat pintu, sisanya bisa diletakkan di lemari penyimpanan baru di tempat lain, selain kamar tidur.

    2. Cadangan Seprai

    Barang lainnya yang sebaiknya tidak diletakkan di lemari terpisah adalah perlengkapan tempat tidur dan handuk. Sebab, barang-barang seperti handuk, seprai, hingga selimut membutuhkan ruang yang besar karena ukurannya berbeda dengan baju atau celana.

    3. Tas tangan

    Tas tangan terdiri dari berbagai jenis bahan dan bentuk. Berbeda dengan baju yang bisa dilipat dan ditumpuk, tas tangan sebaiknya dibiarkan berdiri atau diletakkan tanpa ada barang lain di atasnya. Beban dapat menekan dan mengubah bentuk tas. Selain itu, tas yang diletakkan di lemari yang sama dengan pakaian terlihat berantakan dan makan tempat.

    4. Perlengkapan Kamar Mandi

    Barang-barang di kamar mandi biasanya berbentuk cair dan mudah hancur. Barang-barang ini seharusnya disimpan di tempat tersendiri dan jauh dari pakaian.

    5. Pakaian Berbahan Tebal dan Kaku

    Pakaian seperti mantel, jaket, jaket almamater, jas, atau rok tebal lebih baik diletakkan di lemari khusus. Apabila pakaian-pakaian tersebut akan sering dipakai, bisa disimpan di gantungan khusus yang mudah dijangkau saat hendak dipakai.

    6. Banyak Gantungan Baju

    Gantungan baju ternyata menghabiskan banyak ruang pada lemari pakaian. Apalagi jika memilih gantungan baju yang memiliki pelindung plastik. Agar lemari terlihat lebih rapih dan tidak sempit, kurangi jumlah pakaian di lemari. Simpan atau sumbangkan pakaian yang sudah tidak terpakai.

    7. Alat Olahraga

    Bagi kalian yang senang olahraga di rumah, pasti memiliki peralatan olahraga pendukung seperti dumbel, matras yoga, atau resistance band, dan lainnya. Namun, jangan simpan alat olahraga tersebut di dalam lemari pakaian. Selain terlalu makan tempat, alat olahraga membawa bakteri dan bau ke pakaian di dalam lemari. Buat tempat khusus untuk menyimpan alat olahraga yang lebih aman.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Trik Dekorasi Agar Ruangan Kecil Terasa Lega


    Jakarta

    Ruangan kecil di dalam rumah bisa dibuat terasa lebih lega. Penghuni rumah bisa melakukannya tanpa harus merombak bangunan.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat ruangan kecil terasa lega. Salah satu caranya adalah dengan pencahayaan.

    Cahaya merupakan kunci untuk membantu ruangan terasa dan tampak lebih besar. Pemilik rumah bisa pertimbangkan untuk menggunakan lampu di plafon dengan lampu dinding atau lampu meja.


    Jika di ruangan tersebut ada jendela, jangan pakai gorden yang tebal. Cukup pakai yang tipis agar memungkinkan banyak cahaya yang masuk.

    Selain itu masih ada beberapa cara lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih besar. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Pertimbangkan Permukaan yang Memantulkan Cahaya

    Agar ruangan kecil terasa luas bisa dengan memainkan peran cahaya. Kalau hanya ada jendela kecil di ruangan tersebut, penghuni rumah bisa mempertimbangkan permukaan yang memantulkan cahaya untuk menerangi ruangan, misalnya cermin.

    Posisi cermin bisa digantung di dinding, ditaruh di lantai, dan posisikan menghadap jendela atau lampu agar efeknya lebih maksimal. Selain itu, bisa juga dengan mengecat dinding dan langit-langit ruangan dengan warna putih untuk membantu memantulkan cahaya.

    Simpan Barang-barang

    Penghuni rumah bisa menyimpan barang-barang agar tidak terlihat berantakan, misalnya ditaruh di kursi yang memiliki ruang penyimpanan atau di laci meja.

    Pakai Perabotan yang Bisa Disimpan

    Hal ini tentunya bisa menghemat ruang karena perabotan yang ada bisa disimpan untuk menghemat ruang. Misalnya pada sebuah ruangan, tempat tidur yang ada bisa dinaik-turunkan dari dinding. Jadi ketika ada tamu, pemilik rumah bisa langsung menurunkan kasur yang disandarkan ke dinding.

    Bisa juga dengan menggunakan sofabed. Sofa bisa digunakan untuk duduk-duduk santai tapi bisa juga digunakan sebagai kasur apabila dibutuhkan.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar ruangan kecil terasa lega. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Barang Ini Haram Disimpan di Kamar, Bisa Bikin Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan ruang di mana penghuninya dibebaskan untuk melakukan apa pun. Salah satu hal menarik dengan memiliki kamar sendiri adalah penghuninya bisa meletakkan segala barang dan menyusunnya sesuai selera.

    Meskipun dibebaskan, ternyata ada lho benda-benda yang seharusnya tidak ditempatkan di kamar. Menurut Laura W Jenkins, benda-benda yang dilarang ini dapat mengganggu kegiatan dan menyulitkan penghuninya mendapat ketenangan. Lantas, barang-barang apa saja kah itu?

    Dilansir dari The Spruce, berikut daftar barang yang sebaiknya tidak disimpan di kamar tidur.


    Barang yang Nggak Cocok Disimpan di Kamar

    1. Barang Elektronik

    Saat ini setiap orang rasanya tidak bisa benar-benar lepas dari keberadaan barang elektronik terutama ponsel. Bahkan banyak orang yang memilih menghabiskan waktu luang di atas kasur sambil menonton atau sekadar melihat kabar di sosial media. Menurut desainer interior Laura W Jenkins, alasan barang elektronik dilarang berada di kamar karena dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

    2. Baju Tidak Terpakai dan Peralatan Gym

    Keberadaan baju kotor atau barang yang berbahaya memang seharusnya diletakkan di tempat sendiri. Kamar merupakan ruangan yang harus memberikan kenyamanan pada penghuninya. Menurut Desainer Jean Parker menjelaskan kamar tidur seharusnya menjadi tempat yang benar-benar bisa me-recharge energi atau beristirahat sehingga sebaiknya tidak ada peralatan gym di dalam kamar tidur.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip, Selasa (1/7/2025).

    3. Terlalu Banyak Rak

    Terlalu banyak banyak berarti membutuhkan banyak ruang penyimpanan. Pada beberapa ruang, jenis penyimpanan yang cocok adalah rak terbuka. Rak bisa diletakkan di mana pun, baik atas maupun bawah dan lebih mudah untuk mengambil barang apabila kondisinya terbuka. Namun, menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuatmu tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    4. Peralatan Kantor

    Desainer Amity Worrel menyarankan menggunakan meja yang sederhana saja yang tidak mengingatkanmu akan pekerjaan. Terlalu banyak barang kantor justru membuat penghuninya tidak bisa membedakan kapan waktu harus beristirahat dan kapan harus bekerja.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    Itulah beberapa benda yang tidak perlu ada di dalam kamar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menjaga Kitchen Set Tetap Awet dan Jauh dari Sasaran Rayap hingga Jamur


    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari atau ruang penyimpanan yang biasa dipasang di dapur. Fungsinya sebagai ruang penyimpanan peralatan memasak dan makan.

    Model penyimpanan seperti ini sangat digandrungi terutama pada dapur-dapur modern. Sebab, ukurannya yang besar, bisa menyesuaikan dengan ukuran dapur yang kecil hingga besar, dan tampilannya yang elegan serta terlihat lebih rapi.

    Namun, kitchen set juga memiliki kekurangan, terutama yang menggunakan material dari kayu, yakni mudah berjamur dan keropos. Pemilik rumah bisa melihat tanda-tanda jamur tersebut dengan jelas dari noda kehitaman atau warna lain yang muncul pada sudut-sudut kitchen set. Dalam jangka waktu lama, jamur tersebut bisa membuat serat kayu rusak dan membuatnya keropos. Belum lagi jika kitchen set jadi sasaran serbuan rayap, kerusakannya bisa semakin parah.

    Cara Mencegah Kitchen Set Berjamur dan Keropos

    Menurut manajer FurnitureMu Sidiq cara merawat kitchen set tidak sulit. Berikut cara menjaga kitchen set tetap awet dan jauh dari sasaran rayap serta tidak mudah berjamur.

    1. Hindari Lingkungan yang Lembap

    Bagi yang memakai kitchen set dari kayu, hal yang perlu kamu ketahui adalah musuh dari kayu. Material alami ini mudah sekali rentan sekali ditumbuhi jamur apabila sering terpapar udara lembap.

    Dapur adalah ruangan yang lembap di rumah setelah kamar mandi. Kelembapan tersebut tidak hanya berasal dari air, melainkan dari uap api ketika memasak. Uap tersebut bisa menjadi air dan menempel pada kitchen set.

    Selain itu, kayu juga material favorit rayap. Apabila tidak dilapisi cat anti rayap, kitchen mudah sekali keropos. Penyebab kitchen set lembap juga bisa disebabkan oleh dinding dapur yang bocor, rembesan air, atap yang bocor, hingga pipa yang bocor

    “Memastikan bahwa lingkungan tempat yang ada aman dari rembesan air dan kelembapan. Bisa juga dengan ditambahkan cairan anti jamur pada kabinet kayu,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Kitchen set memiliki beragam warna, bentuk, dan material yang digunakan. Terdapat beberapa bahan kitchen set yang dijamin aman dari jamur, yakni HPL, Multiplek, Decosheet, Medium Density Fiberboard (MDF), Poly Vinyl Chloride (PVC), dan Blockboard.

    2. Tambahkan Ventilasi di Dapur

    Sidiq menyarankan di dalam dapur harus ditambahkan ventilasi untuk mengeluarkan panas dan udara lembap. Ventilasi akan membantu udara segar masuk ke rumah dan mendorong udara panas keluar.

    “Menjaga sirkulasi ruangan ataupun mengecek dinding jika terjadi kebocoran atau rembesan air dari luar. Kalau mau lebih aman gunakan kitchen set yang berbahan dasar waterproof seperti aluminium maupun PVC board,” ungkapnya.

    3. Hindari Meletakkan Muatan Berlebihan di Kitchen Set Atas

    Kitchen set ada yang letaknya di atas kompor dan ada yang berada di bawah. Pada setiap ruang pasti ada maksimal bobot yang bisa ditampung di dalamnya. Setiap pembeli harus bertanya kepada produsen. Jangan sampai muatannya melebihi kapasitas. Risikonya kitchen set bisa ambruk dan menimpa pemilik rumah yang sedang memasak.

    “Rak di atas bisa diisi sesuai dengan kebutuhan misalnya seperti wadah-wadah yang berbahan dasar plastik yang lebih ringan, sementara untuk peralatan yang berbahan dasar logam biasanya sudah disediakan wadah di kabinet bawah. Piring juga boleh diletakkan di rak gantung atas wastafel, namun sebagian piring yang lain juga biasanya tersedia rak di kabinet bawah,” pungkasnya.

    itulah 3 cara untuk merawat kitchen set di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Area Paling Rawan di Dapur, Hindari Simpan 5 Barang Ini di Bawah Bak Cuci Piring


    Jakarta

    Saat ini sebagian besar rumah sudah menggunakan kitchen set sebagai ruang penyimpanan yang efisien. Bentuknya seperti lemari dan rak sering dipasang di bawah dan di atasnya kompor.

    Lemari bagian atas biasanya diisi oleh peralatan masak, minyak, hingga piring dan cangkir yang jarang dipakai. Lalu, di bawah kompor biasanya bumbu-bumbu dapur dan peralatan makan yang sering dipakai. Sementara di bawah bak cuci piring atau wastafel dapur barang yang disimpan jauh lebih beragam karena biasanya ruang di bawahnya jauh lebih luas dari lemari lainnya.

    Meskipun begitu, ternyata area bawah bak cuci piring ini tidak bisa menyimpan sembarangan benda karena rentan sekali lembap mengingat lokasinya dekat dengan pipa.


    Dilansir Ideal Home, berikut 5 barang yang tidak boleh disimpan di bawah bak cuci piring.

    1. Cairan Pembersih Kimia

    Siapa di sini yang menyimpan bahan pembersih lantai, pembersih toilet, atau pembersih kaca di bawah bak cuci piring? Lily Cameron dari Fantastic Services mengatakan lokasi tersebut tidak cocok untuk menyimpan cairan-cairan pembersih tersebut. Alasannya ternyata bukan karena lokasinya yang lembap, melainkan tempatnya mudah sekali dijangkau oleh anak-anak dan anabul.

    “Tempat ini mudah diakses. Jika tertelan, bahan kimia ini bisa berbahaya. Hindari simpan pembersih kimia di sana. Lebih baik simpan di tempat yang lebih tinggi di dapur, kamar mandi, atau lemari serbaguna yang jauh dari jangkauan,” kata Lily.

    2. Makanan Hewan Peliharaan

    Beberapa makanan hewan peliharaan dijual dalam ukuran besar. Untuk rumah yang kecil sulit untuk meletakkan di lemari. Apabila diletakkan sembarangan, khawatir mudah dijangkau oleh hewan tersebut. Area di bawah wastafel terkadang jadi pilihan karena luas dan mudah dijangkau.

    Namun, area ini sebenarnya tidak cocok karena mudah terkena air sehingga menjadi lembab dan berjamur. Lokasi yang tepat adalah area yang agak tinggi dari hewan, kering, dan sejuk.

    3. Tekstil

    Bagian bawah bak cuci piring juga nggak cocok untuk meletakkan barang yang terbuat dari kain, contohnya kain lap, keset, hingga handuk. Area ini cukup lembap sehingga dapat membuat bahan kain rusak karena jamur mudah sekali tumbuh. Lebih baik simpan barang kain di wadah tertutup di tempat yang kering dan jauh dari dapur.

    4. Peralatan Elektronik Dapur

    Bagi yang ingin membuat rak khusus barang elektronik di bawah wastafel sebaiknya konsultasikan dahulu ke ahlinya. Area ini berpotensi mengalami kebocoran dan cukup lembap sehingga membutuhkan ruang yang cukup agar terjadi pertukaran udara. Terlalu banyak rak dapat mempersempit jalur udara di bawah. Selain itu, lembap juga bisa memicu muncul karat pada peralatan elektronik.

    5. Bumbu dapur

    Bumbu dapur sebaiknya diletakkan di area bawah kompor karena lebih aman dan mudah dijangkau. Area bawah bak cuci piring terlalu lembap, bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat bahan dapur busuk.

    Itulah 5 barang yang tak boleh disimpan di bawah rak cuci piring, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com