Tag: rumah bekas

  • Mending Beli Rumah Baru atau Renovasi Rumah Second? Ini Plus Minusnya



    Jakarta

    Dari tahun ke tahun harga rumah semakin mahal. Banyak orang yang akhirnya berfikir untuk membeli rumah bekas agar tabungan mereka cukup untuk membeli rumah daripada membeli rumah baru.

    Hal tersebut biasanya hanya bayangan mereka dari melihat fenomena membeli barang bekas, harganya lebih murah dari barang baru. Namun, sebelum memutuskan lebih baik membeli rumah baru atau rumah bekas, harus diperhitungkan dengan matang.

    Pengamat Properti Steve Sudijanto mengatakan jika tabungan terbatas, lebih baik membeli rumah bekas atau second karena lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Sebab, banyak penjual rumah ingin menjual rumah mereka secara cepat sehingga terkadang harganya di bawah pasaran.


    “Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

    Keuntungan dari membeli rumah bekas adalah lokasi bisa saja di tengah kota atau cukup dengan perkotaan. Berbeda dengan rumah baru yang sudah sulit untuk dibangun di tengah kota karena lahannya yang terbatas atau karena biaya bangunnya yang mahal.

    Ia sangat menyarankan untuk mengambil rumah bekas di dekat perkotaan atau bahkan di dalam perkotaan jika tawaran tersebut ada dan sesuai dengan jumlah tabungan. Selain soal lokasi, ia juga meminta calon pembeli untuk membeli rumah dengan melihat fasilitas dan akses menuju rumah tersebut.

    “Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

    Di balik kelebihan dari membeli rumah bekas, ada hal yang harus diperhatikan bahwa rumah bekas bisa saja kondisinya ada kerusakan. Kerusakan juga ada beberapa macam ada yang kerusakan secara struktural dan bagian permukaannya saja. Kerusakan yang membutuhkan perbaikan besar dan bisa saja hampir sama dengan membangun ulang adalah kerusakan pada struktur bangunan. Jadi sebelum tergiur, alangkah baiknya memeriksa kondisi rumah terlebih dahulu.

    “Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

    Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

    “Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” pungkasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Biar Nggak Tertipu, Ini 4 Tips Beli Rumah Bekas Lewat Agen


    Jakarta

    Saat tengah mencari rumah terutama bentuknya rumah bekas, kamu memerlukan informasi sebanyak-banyaknya agar jelas dan lebih yakin. Selain mengumpulkan informasi sendiri, kamu bisa meminta bantuan dari agen penjualan rumah.

    Agen penjualan ini dapat berupa lembaga penjualan rumah atau orang terdekat dari pemilik yang menjual rumahnya. Tugas mereka sebagai perantara bisa memudahkan pembeli untuk mendapatkan informasi terkait rumah yang ditawarkan.

    Meski keberadaannya sangat berguna, kamu perlu lebih cermat saat memilih agen penjualan karena ada beberapa yang berusaha menipu. Mulai dari harga yang ditinggikan, menjual properti gaib, hingga menyarankan rumah yang izin berdirinya bermasalah.


    Maka dari itu, agar terhindar dari penipuan agen penjualan yang tidak bertanggung jawab, pengamat dan ahli properti, Steve Sudijanto memberikan beberapa tips membeli rumah bekas dengan aman dari agen penjualan.

    1. Pastikan Bertemu dengan Pemilik Rumah

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, agen penjualan tugasnya hanya sebagai perantara dan memberikan rekomendasi rumah bekas yang bisa dibeli. Saat kamu hendak melakukan survei atau menanyakan lebih detail mengenai rumah tersebut, kamu tetap perlu bertemu dengan pemiliknya.

    “Kita harus bisa bertemu dengan pemiliknya karena jangan melakukan pembayaran apapun kalau kita belum ketemu pemilik dan tidak dilakukan di depan notaris,” ujar Steve saat dihubungi detikProperti pada Sabtu (23/3/2023).

    Jika agen penjualan tidak bisa mempertemukan dengan pemilik rumah, jangan lanjutkan survei tersebut.

    2. Cek Surat Kuasa

    Jika agen penjualan tersebut tidak bisa mempertemukan kamu dengan pemilik rumah, kamu bisa meminta surat kuasa bahwa mereka menjual rumah tersebut atas sepengetahuan dari pemilik rumah.

    3. Lakukan Pembayaran di Depan Notaris

    Saat kamu sudah cocok dengan rumah bekas yang dijual dan telah bertemu langsung dengan pembelinya, kamu bisa melakukan akad pembelian bersama notaris untuk menghindari penipuan.

    “Dan pembayaran ke pemilik rumah, kepada calon pembeli itu harus di depan notaris, sekecil apapun,” jelas Steve.

    Kamu juga bisa mengajak perwakilan dari bank yang dipercaya jika pembayarannya ingin melalui KPR atau cicilan.

    “Dan yang paling aman, kalau mau KPR, kita bisa ajak orang bank. Apakah rumah itu layak untuk mendapatkan fasilitas KPR,” tambahnya.

    4. Tanyakan Kejelasan Biaya Jasa Agen

    Saat agen penjualan meminta pembayaran atas jasa mereka, kamu juga perlu melibatkan notaris di dalamnya. Terkait pembayaran yang perlu diberikan kepada agen penjualan atau negosiasi bayaran atas jasa mereka, putuskan dalam bentuk persen bukan nominal.

    Menurut Steve, nilai pembayaran dalam bentuk persentase itu lebih legitimasi hukumnya, misalnya sekitar 2-3% dipotong pajak dari harga beli rumah bekas.

    Itulah tips membeli rumah bekas yang aman. Semoga bermanfaat informasinya!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Menimbang Untung Rugi Beli Rumah Bekas atau Baru



    Jakarta

    Rumah merupakan salah satu kebutuhan bagi hampir seluruh orang. Namun, kendalanya tidak semua orang dapat membeli rumah terutama rumah baru. Alhasil ada yang memutuskan untuk mencari rumah bekas yang harganya lebih murah kemudian merenovasinya.

    Namun, sebelum kamu memutuskan membeli rumah bekas atau menabung untuk membeli rumah baru, pertimbangkan dahulu dengan matang untung rugi keduanya. Kira-kira apakah membeli rumah bekas lalu merenovasinya akan lebih untung atau lebih baik membeli rumah baru?

    Steve Sudijanto, Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management mengatakan dari segi harga membeli rumah second sangat menguntungkan karena harganya lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Alasannya bukan karena rumah bekas atau telah dipakai, melainkan biasanya pemilik rumah ingin menjual rumah dengan cepat.


    “Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Kelebihan lainnya membeli rumah second biasanya lokasinya berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lebih lama. Misalnya sudah banyak tempat komersial, lalu lintas lebih ramai karena sudah banyak yang tinggal di sana, dan tersedia fasilitas umum yang lebih mudah dijangkau.

    Kondisi ini mungkin akan berbeda dengan rumah baru. Biasanya rumah-rumah baru masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

    Namun, kondisi lingkungan di sekitar rumah ini bisa berbeda-beda, tergantung di mana kamu ingin tinggal. Maka, kamu perlu mencari lokasi yang strategis saat mencari rumah second ataupun baru agar saat mempertimbangkannya tetap mendapat pilihan terbaik.

    “Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

    Pertimbangan selanjutnya adalah kamu harus memilih rumah second yang tidak memiliki kerusakan parah atau struktural. Dengan begitu kamu dapat mempertimbangkan apakah rumah tersebut harus direnovasi atau tidak. Jika rumah second sudah murah dan tidak perlu direnovasi maka pengeluaranmu tidak banyak.

    Hal yang sama juga berlaku untuk rumah baru. Meski biasanya memang memiliki ketahanan yang bagus karena baru selesai dibangun, tetapi kamu tetap harus mengeceknya seperti kondisi atap bocor atau tidak, kondisi airnya, pada siang hari panas atau tidak, cek potensi jamur dan rayap, dan kondisi saluran pembuangan.

    “Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

    Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

    “Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah Bekas? Ketahui 5 Tanda Bangunan yang Lama Tak Diurus


    Jakarta

    Tidak semua orang mampu untuk membeli rumah karena harganya yang mahal. Solusinya, beberapa orang lebih memilih membeli rumah bekas yang harganya biasanya lebih rendah dari pasaran.

    Namun, jangan mudah tergiur dengan harga yang rendah karena bisa jadi perlu adanya banyak perbaikan yang nilainya lebih besar daripada membeli rumah baru.

    Seperti halnya di Eropa, banyak rumah dijual seharga secangkir kopi yakni Rp 17 ribu, tetapi pemerintah setempat mengharuskan pemilik barunya melakukan renovasi yang nilainya mencapai miliaran.


    Untuk menghindari hal seperti ini, sebaiknya sebelum membeli rumah bekas, konsumen harus mengecek kondisi rumah terlebih dahulu. Usahakan membeli rumah yang terawat. Sebab, rumah yang tak terawat biasanya berpotensi harus direnovasi.

    Dilansir Bluenote Painting, berikut ciri-ciri rumah yang kurang terurus dan membutuhkan perawatan.

    1. Pekarangan Ditumbuhi Rumput Liar Tinggi

    Tanda paling meyakinkan jika rumah tersebut telah lama tidak diurus adalah di halaman rumahnya banyak rumput liar tumbuh. Rumah yang terawat setidaknya sebulan sekali bagian halaman akan dibersihkan. Kondisi pekarangan rumah bisa mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    2. Cat Eksterior Rumah Memudar atau Mengelupas

    Tanda kedua dapat dilihat dari kondisi cat eksterior pada fasad rumah. Jika kondisinya memudar dan mengelupas berarti kualitasnya cat yang dipakai kurang baik, terlalu lembap, ada kebocoran, dan tidak terurus.

    3. Cat Interior Rumah yang Rusak

    Kemudian, konsumen juga perlu mengecek interior rumah terutama kondisi catnya. Cat interior biasanya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena kondisinya yang berada di dalam bangunan. Apabila kondisi cat interior sama buruknya dengan eksterior, maka perlu ada perbaikan besar-besaran pada rumah.

    4. Bagian Rumah Tak Berfungsi

    Cek juga bagian penting pada rumah seperti sistem kelistrikan, air, dan pembuangan. Apabila ketiga sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka nantinya perlu ada perbaikan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memilih Beli Rumah Bekas atau Baru



    Jakarta

    Setiap tahun harga rumah akan naik, terutama yang berada di lokasi yang strategis. Sementara itu, penghasilan masyarakat tidak bisa dipastikan akan naik setiap tahun.

    Ketimpangan ini yang membuat banyak masyarakat lebih memilih rumah dengan harga yang terjangkau daripada rumah impian mereka. Rumah bekas pun masuk dalam pertimbangan mereka karena kebanyakan dijual dengan harga miring. Namun, banyak rumah bekas, kondisinya tidak dalam kondisi yang baik sehingga perlu ada renovasi. Saat dihitung kembali, ternyata harganya hampir sama dengan rumah baru.

    Apabila mengalami kondisi seperti ini, bagaimana cara kita memilih? Kira-kira lebih baik membeli rumah bekas atau rumah baru?


    Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, saat kita bimbang untuk mengambil keputusan terutama karena harga rumah yang mirip, ia menyarankan untuk pertimbangkan dari lokasi rumah tersebut.

    Biasanya rumah bekas berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lama. Sedangkan rumah baru biasanya masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

    Kemudian, cek juga apakah di sekitar rumah tersebut terdapat fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai. Kedua aspek ini bisa menjadi nilai tambah dari rumah tersebut.

    “Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” kata Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, hal kedua yang bisa jadi pertimbangkan adalah lihat kerusakan pada rumah tersebut. Apabila dari hitungan biaya renovasi kerusakan pada rumah tersebut sama dengan rumah baru, maka lebih baik membeli rumah yang baru karena biaya perawatannya rendah.

    “Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” jelasnya.

    Ia mengingatkan ada kerusakan pada rumah yang tidak bisa ditoleransi dan benar-benar harus diperbaiki secara keseluruhan yakni apabila ada masalah pada struktur, ditemukan banyak rayap, dan berada di lokasi rawan banjir. Ketiga hal ini bisa kamu ketahui saat melakukan survei langsung ke rumah bekas tersebut.

    “Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” pungkasnya.

    Apabila ketiga aspek tersebut tidak ditemukan pada rumah bekas pilihan kamu, sebaiknya cari lagi rumah bekas yang lebih menguntungkan terutama dari segi harga. Sebab, biasanya rumah bekas dijual karena pemiliknya membutuhkan uang secepatnya sehingga harganya lebih murah dari pasaran. Namun, ada pula yang menjual rumah untuk mendapat keuntungan sehingga harganya tetap bersaing dengan harga rumah baru.

    “Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” ujarnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Cek 5 Hal Ini Sebelum Beli Rumah Second yang Habis Renovasi



    Jakarta

    Rumah second yang baru renovasi bisa bikin calon pembeli kepincut karena tampilannya yang menarik. Eits, tapi jangan buru-buru mengambil keputusan ya. Calon pembeli perlu melakukan survei secara menyeluruh dulu.

    Dilansir dari CNBC Make It, Senin (16/6/2025), calon pembeli bisa tertipu karena mengira rumah sudah melalui renovasi yang berkualitas. Padahal, perbaikan yang dilakukan bisa saja hanya di permukaan saja.

    Calon pembeli sebaiknya mempertanyakan apakah penjual benar-benar melakukan pembaruan yang signifikan. Di samping itu, apakah penjual cuman mempercantik tampilan rumah agar cepat terjual?


    Nah, calon pembeli perlu perhatikan secara seksama saat survei rumah, terutama dapur dan kamar mandi. Sebab, dua ruangan itu bisa mengungkap kondisi rumah.

    Cari tanda-tanda pengerjaan sendiri, misalnya pengecatan yang tidak rapi, ubin yang tidak sejajar, pemasangan kabinet yang tidak rata, hingga pendempulan yang kurang rapi.

    Lantas, bagaimana cara menilai rumah second? Simak penjelasannya berikut ini.

    5 Hal yang Perlu Dicek dari Bangunan Rumah Second

    1. Eksterior Rumah

    Fasad rumah mungkin terlihat estetik, apalagi pada foto di situs jual beli rumah. Calon pembeli perlu mengecek fitur-fitur yang tidak terlalu terlihat. misalnya dinding luar, jendela, atap, hingga lanskap.

    Fitur tersebut nantinya dapat memakan biaya besar kalau perlu perbaikan. Dinding yang mulai hancur mungkin tidak terlihat dalam foto, tetapi bagian ini sama pentingnya dengan ubin rumah.

    2. Perimeter Properti

    Pahami batas-batas tanah, lalu identifikasi pelanggaran atau bangunan di sekeliling properti. Tanyakan juga tentang hak kepemilikan.

    Sebaiknya pelajari tentang batasan dengan tetangga dan utilitas yang terkubur di bawah tanah sebelum melakukan transaksi.

    3. Area Tambahan

    Calon pembeli bisa menilai rumah secara umum dengan memeriksa ruang-ruang tambahan, misalnya garasi dan gudang. Area-area ini biasanya merupakan bagian yang tidak terlalu penting.

    Ruangan tambahan yang terlihat rapi bisa jadi indikasi baik pemilik menjaga keseluruhan rumah. Sebab, ruangan tambahan seperti ini biasanya dipikirkan belakangan.

    4. Masalah Air dan Drainase

    Temukan tanda-tanda masalah air di dalam rumah. Perhatikan noda air di langit-langit dan dinding, bau apek, atau tanda-tanda bekas banjir.

    Lalu, lihatlah kemiringan tanah saat menjauh dari fondasi rumah. Drainase yang buruk dapat menyebabkan masalah besar, termasuk kerusakan fondasi.

    5. Usia Infrastruktur

    Pelajari tentang saluran listrik, pipa saluran air, dan septic tank pada rumah tersebut. Cek kalau dalam kondisi baru atau berpotensi rusak. Sebab, bagian rumah ini sulit buat diperbaiki.

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah second. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Ciri-ciri Rumah Bekas yang Tak Terawat, Hati-hati Kalau Mau Beli!


    Jakarta

    Rumah second atau bekas menjadi opsi hunian bagi pencari rumah yang tak sanggup beli baru. Harga rumah bekas bisa lebih rumah karena bangunannya sudah lama.

    Namun, jangan buru-buru beli rumah bekas ya. Pencari rumah mesti cek dulu keadaan bangunannya.

    Pasalnya, rumah lama biasanya terdapat kerusakan. Nah, pemburu rumah perlu perhitungkan apakah mampu menanggung biaya perbaikan setelah pembelian atau tidak.


    Sebaiknya membeli rumah bekas yang terawat. Dengan begitu, pembeli tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya renovasi.

    Para pencari rumah harus tahu ciri-ciri rumah yang bangunannya kurang terawat. Simak ulasannya berikut ini.

    Ciri-ciri Bangunan Rumah Tak Terurus

    Inilah beberapa ciri-ciri rumah yang membutuhkan perawatan karena kurang terurus, dikutip dari Bluenote Painting.

    1. Tumbuh Rumput Liar Tinggi di Pekarangan

    Pertanda paling jelas untuk mengetahui rumah sudah lama tak dirawat bisa dilihat dari pekarangannya. Kondisi pekarangan mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    Rumah yang tidak dirawat biasanya banyak rumput liar yang menjulang tinggi di halaman. Padahal, halaman rumah perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali agar terawat.

    2. Cat Eksterior Pudar atau Terkelupas

    Kemudian, perhatikan juga kondisi cat eksterior rumah. Kalau warnanya memudar dan lapisannya terkelupas, bisa jadi kualitasnya kurang baik, terlalu lembap, atau ada kebocoran.

    3. Cat Interior Rusak

    Selain itu, cek juga kondisi cat interior rumah. Cat interior seharusnya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena berada di dalam bangunan. Jika tampilan cat interior kurang bagus seperti eksterior rumah, kemungkinan akan diperlukan perbaikan besar-besaran.

    4. Perangkat Rumah Rusak

    Terakhir, periksa perangkat dan bagian-bagian penting di rumah, termasuk sistem kelistrikan, air, dan saluran pembuangan. Kalau ketiga sistem tersebut bermasalah, pemilik baru perlu melakukan perbaikan.

    Itulah tanda-tanda rumah tidak terawat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com