Tag: rumah bersih

  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Trik Agar Rumah Selalu Tampak Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Memiliki rumah yang bersih tentunya keinginan semua orang. Nah, berikut ini ada beberapa cara agar rumah selalu terlihat bersih.

    Membersihkan rumah terkadang membutuhkan tenaga ekstra dan juga banyak waktu. Namun, jangan khawatir! Sebab, ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar rumah selalu terlihat rapi dan bersih untuk kamu yang terlalu sibuk untuk membersihkan rumah.

    Salah satu caranya adalah dengan fokus pada bagian kamar mandi dan dapur. Menurut pemilik dari The Dazzle Company, Logan Taylor, bagian tersebut adalah ruangan yang paling sering dikunjungi tamu saat ada di rumah.


    Tak hanya itu, masih ada cara-cara lainnya yang bisa dilakukan. Dilansir dari The Spruce, Kamis (9/5/2024), berikut ini beberapa caranya.

    1. Fokus pada Bagian Dapur

    Pastikan tidak ada tumpukan piring kotor di wastafel. Selain itu, buang sampah dan lap meja dapur. Dengan begitu, dapur kamu akan selalu tampak bersih dan rapi.

    2. Bersihkan Bagian Kamar Mandi

    Bagian kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang sering digunakan oleh tamu. Nah, untuk tetap memberikan kesan rumah yang rapi, kamu harus pastikan bagian kamar mandi juga rapi.

    Pertama, pastikan wastafel dan toilet bersih. Lalu, pastikan juga sabun, tisu, dan kebutuhan toilet lainnya bisa digunakan oleh tamu.

    Agar kamar mandi tetap wangi, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan atau diffuser.

    3. Bersihkan Area Depan Rumah

    Area depan rumah bisa memberikan kesan pertama yang kuat bagi tamu yang baru pertama kali berkunjung ke rumah. Kamu bisa merapikan area depan rumah, seperti memasukkan sepatu-sepatu ke dalam rak yang tersedia. Kamu juga bisa menaruh vas bunga maupun lilin di meja tamu agar bagian depan rumah tampak cantik.

    4. Taruh Barang-barang di Dalam Kotak Penyimpanan

    Untuk barang-barang kecil, seperti mainan, charger alat elektronik, dan lainnya, kamu bisa menaruhnya di dalam kotak agar ruangan terlihat rapi.

    5. Pakai Wewangian

    Nah, agar rumah lebih nyaman, kamu juga bisa memakai wewangian. Dengan aroma wangi yang menguar di rumah, bisa menciptakan kesan rumah yang bersih.

    “Segarkan udara dengan membuka satu atau dua jendela, menyalakan lilin wangi, atau menggunakan semprotan pengharum ruangan untuk menutupi bau apapun,” kata Co-owner Tranquil Home, Nicole Davies dikutip dari The Spruce.

    Itulah trik untuk membuat rumah tampak bersih. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Bikin Rumah Bersih dari Debu


    Jakarta

    Debu di rumah bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bukan hanya mengotori rumah, debu juga dapat memicu gangguan kesehatan seperti alergi dan penyakit pernapasan.

    Sayangnya, partikel kecil ini ada di mana-mana dan selalu muncul lagi. Nah, kalau kamu pengin bikin rumah minimal debu, maka harus melakukan langkah pencegahan dan pembersihan.

    Lalu, apa saja yang bisa dilakukan biar rumah bersih dari debu? Yuk, cek tips berikut ini yang dikutip dari Ray White Indonesia seperti dilansir dari Tabloid Rumah, Kamis (13/6/2024).


    1. Hindari Pakai Kasur dan Bantal dari Kapuk

    Debu akan lebih mudah menempel pada kasur dan bantal kapuk. Coba saja memukul bantal kapuk yang kita miliki, debu langsung beterbangan keluar.

    2. Ganti Peralatan Penunjang Tidur Minimal Seminggu Sekali

    Jika memungkinkan, bahkan lebih baik mengganti seprai dan sarung bantal setiap dua kali seminggu. Seprai, sarung bantal dan guling, hingga selimut yang tidak bersih tentunya membuat tidur kita juga tidak nyaman. Jemur kasur dan bantal di bawah sinar matahari, selain untuk membunuh bakteri juga untuk menghilangkan debu.

    3. Hindari Letakan Barang di Atas Lemari atau Lokasi yang Sulit Dijangkau

    Barang-barang tak terpakai seringkali diletakkan di lokasi tersebut, menyebabkan bagian atas lemari seringkali menjadi tempat bersarangnya debu.

    4. Hindari Menyimpan Banyak Mainan Berbulu

    Bagi kita yang memiliki anak kecil di rumah, meskipun anak-anak menyukai boneka berbulu sebaiknya dibatasi. Bersihkan setiap hari dan cuci secara berkala.

    5. Rutin Bersihkan Rumah

    Jangan lewatkan bagian sudut-sudut dinding dan plafon, juga tempat-tempat yang tidak terjangkau seperti lubang ventilasi dan bagian bawah atau atas perabotan.

    Sebelum menyalakan kipas angin, pastikan ruangan telah bersih dan tidak banyak debu. Kipas angin malah akan membuat debu beterbangan ke tempat lain, bahkan ke udara yang dapat berakibat terhirup oleh orang yang ada di dalam ruangan.

    Barang-barang elektronik juga tidak boleh luput dibersihkan. Bersihkan AC atau celah-celah kipas angin, tempat biasanya banyak debu yang menempel. Bagian belakang lemari es juga seringkali dilupakan.

    Bersihkan tirai secara rutin, minimal seminggu sekali. Untuk hasil lebih baik, tirai bisa kita laundry. Jika kita senang mengoleksi buku, rajin-rajinlah membersihkannya. Tumpukan buku termasuk tempat debu menumpuk, apalagi jika jarang diambil.

    6. Batasi Hiasan di Rumah

    Batasi hiasan seperti lukisan, pigura foto dan lain sebagainya. Tempat-tempat tersebut seringkali luput dari perhatian sehingga hampir tidak pernah dibersihkan.

    Setiap selesai membersihkan rumah dengan sapu, biasakan dilanjutkan dengan mengepel. Jika ingin lebih efektif, gunakan penyedot debu. Selain lebih praktis, sedot debu juga tidak membuat debu beterbangan. Ketika akan membersihkan perabotan di rumah, gunakan lap basah. Tambahkan dari cairan pembersih agar efektif dan hasilnya lebih maksimal. Debu akan menempel di lap basah tersebut.

    7. Bersihkan Karpet Setiap Hari

    Debu sering kali terkumpul di atas maupun di bawah karpet. Agar lebih efektif, gunakan penyedot debu. Jika karpet sedang tidak digunakan, gulung dan bungkus dengan menggunakan plastik rapat-rapat, untuk menghindari debu menempel.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Penyebab Rumah Bau Apek, Segera Atasi dengan Cara Ini


    Jakarta

    Suasana rumah yang terasa bersih dan segar tentu diidamkan para pemilik rumah. Namun, terkadang rumah bau apek sampai mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Aroma tak sedap itu dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari jamur hingga kondisi rumah yang kotor. Jangan sampai hal ini bikin orang-orang enggan berlama-lama di dalam rumah.

    Lalu, apa saja yang bikin rumah bau apek? Yuk, simak penjelasan berikut yang dikutip dari Homes and Gardens, Jumat (14/6/2024).


    Penyebab Rumah Bau Apek

    1. Tumbuhnya Jamur

    Rumah dengan kondisi udara yang lembap sangat rawan ditumbuhi jamur. Tercium bau apek dibarengi adanya bercak hitam di tembok, furniture, karpet atau atap menjadi tanda tumbuhnya jamur.

    Untuk menyingkirkan jamur hitam akan lebih mudah ketika belum terlalu parah. Cara mudah untuk menyingkirkannya adalah dengan menggunakan cuka, kamu tinggal semprotkan cuka pada jamur hitam kemudian bilas dengan air hangat secara perlahan.

    Perlu diingat, jamur pada dalam nggak cuma bikin rumah apek karena jika dibiarkan akan menyebabkan masalah kesehatan lebih serius. Maka dari itu harus segera ditangani secepat mungkin.

    Selain itu, bau apek juga bisa disebabkan oleh banyaknya debu dan kotoran di dalam rumah. Debu dan kotoran yang dibiarkan juga bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Oleh karena itu kamu harus membersihkan setiap sudut ruangan serta furniture. Kamu bisa mengelapnya menggunakan kain kanebo dan cairan pembersih.

    3. Pakaian dan Linen yang Tidak Dikeringkan dengan Benar

    Kamu pasti ingin semua pakaian milikmu kering dengan cepat, namun jika kamu menjemur pakaian dan linen dengan rentang waktu yang singkat bisa menyebabkannya berbau apek dan menimbulkan bau permanen di rumah Anda.

    Maka, sebaiknya kamu keringkan pakaian dan linen kamu dengan benar dan jangan taruh di dalam lemari jika masih basah karena dapat merusak bahan dari pakaian tersebut.

    4. Kelembapan Rumah Tinggi

    Tingkat kelembaban yang tinggi dapat memerangkap bau dan menimbulkan bau apek dan lembap di dalam rumah kamu. Terlebih lagi, kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan berkembangnya jamur dan lumut, sehingga menambah bau dan juga membahayakan kesehatan.

    Mengurangi kelembapan dapat dilakukan dengan dehumidifier, namun kamu cukup membuka jendela setiap pagi selama setengah jam setelah bangun tidur dapat mengurangi kelembapan.

    5. Kurang Ventilasi Udara

    Pada musim tertentu seperti musim hujan, orang-orang akan cenderung tidak membuka jendela dan pintu dalam jangka waktu lama, sehingga mengurangi aliran udara di rumah dan menghalangi ventilasi yang baik.

    Akibatnya, kelembaban dilepaskan saat kita bernapas, dan bau yang ditimbulkan oleh aktivitas sehari-hari seperti memasak, berolahraga di rumah, dan membersihkan rumah terperangkap di dalam rumah. Ventilasi yang baik adalah cara paling efektif untuk mencegah jamur.

    6. Karpet Kotor

    Lalu, umumnya bau apek di rumah berasal dari karpet yang sudah tua dan jarang dibersihkan. Mungkin kamu berpikir menyedot debu hanya beberapa kali sudah cukup untuk menjaganya tetap segar.

    Namun, sebenarnya karpet tersebut belum bersih dan terdapat debu dan kotoran yang mengeluarkan bau apek. Kamu harus menyedot debu dan menggunakan semprotan pembersih seminggu sekali untuk menjaganya tetap bersih.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Alat Kebersihan yang Harus Ada di Rumah, Sudah Punya Belum?


    Jakarta

    Membersihkan rumah adalah kewajiban para penghuni untuk memastikan kondisi hunian yang nyaman dan terawat. Biasanya di setiap rumah pasti ada sapu dan pel untuk membersihkan lantai.

    Namun, bukan cuma lantai yang perlu dibersihkan, tetapi juga jendela, perabotan, piring, hingga toilet. Nah, kamu akan membutuhkan beberapa alat kebersihan lainnya untuk membersihkan seisi rumah.

    Selain sapu dan pel, alat kebersihan apa lagi ya yang wajib ada di rumah? Yuk, cek daftarnya berikut ini, dilansir dari Better Homes & Gardens, Selasa (25/6/2024).


    Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah

    1. Kain Mikrofiber

    Hand is cleaning car headlight with a using red microfiber cloth,Automotive maintenance concept.ilustrasi kain microfiber Foto: Getty Images/iStockphoto/Birdlkportfolio

    Kain mikrofiber memiliki serat-serat mikro atau kecil sehingga teksturnya sangat halus dan lembut. Kain ini lebih efektif dalam membersihkan kotoran daripada kain biasa. Ukuran serat yang kecil pada kain menciptakan listrik statis yang memungkinkannya mengangkat debu, kotoran, buih sabun, dan minyak dengan lebih kuat.

    Dengan kain mikrofiber, kegiatan bersih-bersih akan jauh lebih mudah, apalagi karena bisa digunakan di hampir semua benda di rumah, mulai dari wastafel hingga kulkas.

    2. Serbet

    Kitchen utensils, cloth hanging alone on wall.ilustrasi serbet Foto: Getty Images/iStockphoto/blyjak

    Serbet merupakan kain yang multifungsi. Selain untuk mengelap tangan, serbet juga berguna untuk mengeringkan peralatan makan dan minum. Serbet juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan kompor dan meja dapur.

    Untuk menjaganya agar tetap bersih dan bebas bakteri, segera cuci serbet setiap habis digunakan, ya!

    3. Spons

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewSpons Foto: Istock

    Nggak cukup satu, ada berbagai jenis spons yang wajib kamu miliki di rumah. Setiap rumah harus memiliki spons dua sisi yang bisa digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci piring dan membersihkan oven.

    Ada juga spons kawat yang ampuh membersihkan kotoran membandel pada panci dan benda-benda dari besi lainnya. Spons mikrofiber juga wajib kamu miliki untuk mengangkat air dan kotoran dengan lebih cepat.

    4. Pembersih Kaca dari Karet (Squeegee)

    Pekerjaan membersihkan kaca gedung kerap dinilai sebagai pekerjaan laki-laki. Namun, wanita ini buktikan ia pun mampu bekerja sebagai pembersih kaca gedung.Pembersih Kaca Foto: AP Photo/Vahid Salemi

    Squeegee merupakan alat pembersih kaca yang terbuat dari karet. Kamu wajib memilikinya di rumah karena fungsinya yang beragam. Squeegee bisa kamu gunakan untuk membersih kaca kamar mandi, kaca jendela, hingga dinding kamar mandi yang terbuat dari ubin.

    Sistem kerja alat ini adalah dengan menyeka air dari permukaan yang dibersihkan. Dengan menyeka air dengan alat ini, peralatan rumah yang selesai dicuci bisa terhindar dari pertumbuhan jamur dan lumut.

    5. Kemoceng

    70 Persen warga Desa Tarikolot, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, merupakan pembuat kerajinan tradisional. Mereka memproduksi sapu, kemoceng dan lain-lain.Ilustrasi Kemoceng Foto: Bima Bagaskara

    Kemoceng merupakan alat paling umum yang digunakan untuk membersihkan debu. Gagangnya yang panjang memudahkan kita menjangkau area-area yang sulit dijangkau, seperti bagian atas lemari, selubung jendela, dan pajangan dinding tanpa harus menaiki tangga.

    6. Sikat Gosok

    Sikat LantaiSikat Gosok Foto: iStock

    Kotoran dan noda membandel di lantai seringkali sulit dibersihkan hanya dengan sapu dan pel. Nah, karena itu, kamu harus memiliki sikat gosok yang mampu mengangkat kotoran dan noda membandel tersebut.

    7. Sikat Toilet

    Toilet Brush on White Background.Toilet Brush on White Background. Foto: iStock

    Sikat toilet juga tak kalah penting untuk dimiliki di rumah. Gunakan sikat ini khusus untuk membersihkan toilet agar bersih dari kotoran dan noda yang membandel. Dengan rutin menyikat toilet, rumah bisa terhindar dari kuman dan bakteri yang bisa memicu berbagai penyakit.

    8. Pengki

    Dust on a house floor and floor brush with dustpan background. Home cleaning concept.Ilustrasi Pengki Foto: Getty Images/iStockphoto/undefined undefined

    Pengki merupakan alat untuk menampung debu dan kotoran saat menyapu sebelum akhirnya dibuang ke tempat sampah. Alat ini penting untuk dimiliki agar kamu tak perlu repot memungut sampah yang kamu sapu dari lantai.

    9. Penyedot Debu (Vacuum Cleaner)

    happy girl cleaning carpet with vacuum cleanerhappy girl cleaning carpet with vacuum cleaner Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios

    Penyedot debu atau vacuum cleaner adalah alat penting lainnya yang harus kamu miliki di rumah. Selain membersihkan lantai, vacuum cleaner adalah kunci untuk menjaga furnitur dan kasur berlapis kain agar bebas dari debu, bulu, serbuk sari, dan alergen lainnya.

    Itulah 9 alat kebersihan yang wajib kamu miliki di rumah, selain sapu dan pel. Dengan memiliki kesembilan alat tersebut, kegiatan bersih-bersih akan jauh lebih mudah untuk dilakukan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Kebiasaan Baik Jaga Rumah Selalu Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Siapa sih yang nggak mau rumahnya selalu bersih dan rapi? Tentunya untuk punya rumah seperti itu, kamu harus rajin membersihkan rumah.

    Bagi sebagian orang, mungkin membereskan rumah adalah hal yang berat. Padahal, kamu bisa lho membangun kebiasaan baik yang membuat berberes rumah jadi lebih mudah.

    Begini kebiasaan baik menjaga kebersihan dan kerapian rumah seperti yang dilansir dari laman The Savvy Sparrow.


    Kebiasaan Baik Agar Rumah Selalu Bersih dan Rapi

    Inilah beberapa kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga rumah tetap bersih dan rapi.

    Menunda-nunda hanya akan membuat tumpukan pekerjaan dan kondisi rumah semakin kacau. Nah, biar rumah tetap tetap bersih dan rapi, sebaiknya lakukan pekerjaan rumah sesegera mungkin.

    Apalagi kalau hanya pekerjaan sederhana, seperti mencuci satu piring yang baru saja digunakan atau melipat selimut saat bangun tidur. Segera selesaikan pekerjaan rumah agar meringankan beban bersih-bersih nantinya.

    2. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

    Memiliki lebih sedikit barang bisa mencegah kekacauan di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya rutin menyortir barang-barang yang tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan di rumah.

    Dengan mempunyai lebih sedikit barang, maka proses beres-beres semakin cepat. Selain itu, juga menjadi lebih mudah karena sedikit barang yang menghalangi kamu saat mengelap rak ataupun menyapu dan mengepel lantai.

    3. Tentukan Satu Hari Khusus buat Bersihkan Rumah

    Pilih satu hari dalam seminggu khusus untuk membereskan rumah secara mendalam dan tanpa gangguan. Kamu bisa melakukannya di akhir pekan karena biasanya ada lebih banyak waktu luang pada hari itu.

    Buatlah komitmen untuk membersihkan sebagian besar rumah serta melakukan pekerjaan rumah yang berat pada hari itu, sehingga kamu tidak perlu memikirkan hal tersebut di hari-hari lain.

    4. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

    Coba curi-curi waktu untuk membersihkan atau merapikan rumah di sela-sela kesibukan. Luangkan waktu 10 menit saja setiap harinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan seperti melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

    Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

    Itulah kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan buat menjaga rumah tetap bersih dan rapi. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop! 5 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Rumah Kotor dan Berantakan



    Jakarta

    Rumah yang bersih dan rapi bisa membuat penghuni merasa nyaman tinggal di dalamnya. Namun, rumah yang dihuni biasanya cepat kotor dan berantakan karena ada banyak aktivitas.

    Apalagi kalau penghuni mempunyai kebiasaan buruk yang bikin rumah susah bersih dan rapi. Kalau kamu punya kebiasaan buruk sebaiknya segera ditinggalkan ya.

    Lalu, apa aja kebiasaan buruk yang bikin rumah kotor dan berantakan?


    Berikut 5 kebiasaan buruk yang perlu diubah agar dapat menjaga rumah tetap bersih dan rapi, dikutip dari The Spruce.

    5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Rumah Kotor dan Berantakan

    Inilah kebiasaan buruk yang sebaiknya kamu tinggalkan biar rumah tidak kotor dan berantakan.

    1. Membersihkan dengan Alat yang Kotor

    Alat pembersih yang kotor hanya akan menambah dan mempersulit pekerjaan. Luangkan waktu untuk membersihkan alat-alat kebersihan secara menyeluruh setelah digunakan. Kamu bisa mengosongkannya, lalu mencucinya dengan air panas dan menambahkan disinfektan. Secara berkala, gantilah dengan alat-alat kebersihan dengan yang baru.

    2. Meninggalkan Piring Kotor di Wastafel

    Meninggalkan piring kotor di wastafel sama dengan mengundang bakteri dan serangga. Nggak mau kan wastafel di rumah yang seharusnya menjadi tempat membersihkan alat-alat makan justru menjadi sarang penyakit? Yuk, latih semua anggota keluarga untuk mencuci piring setelah menggunakannya!

    Jika kamu sering menyimpan makanan sisa di kulkas, sebaiknya setop mulai sekarang. Terlalu banyak makanan yang disimpan dalam kulkas bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika kamu tahu kalau makanan sisa tersebut tidak akan dikonsumsi lagi, membuangnya akan lebih baik.

    4. Membersihkan Setengah-setengah

    Cobalah untuk menyelesaikan tugas saat bersih-bersih setelah memulainya. Hal ini akan membantumu tetap fokus dan efisien dalam membersihkan rumah.

    Jika kamu hanya punya waktu 15 menit untuk bersih-bersih, mulailah dengan membereskan barang-barang yang berantakan dan letakkan di tempat yang semestinya. Dengan begini, jika fokusmu teralihkan, kamu bisa kembali lagi nanti untuk melakukan pembersihan yang lebih rumit.

    Menunda membersihkan rumah hingga pekerjaan menjadi terlalu sulit hanya akan merepotkanmu nanti. Biasanya kita menunda-nunda dalam membersihkan rumah karena merasa tidak memiliki waktu yang cukup. Padahal, kita tidak tahu kapan waktu kita benar-benar kosong. Cobalah untuk mencicil dalam membersihkan rumah setiap hari agar tugasnya tidak menjadi terlalu berat.

    Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini, kita dapat menjaga rumah tetap bersih dan sehat dengan lebih mudah dan efisien.

    Itulah 5 kebiasaan buruk yang perlu kamu tinggalkan agar rumah tidak kotor dan berantakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Cairan Pembersih, Kamu Bisa Pel Lantai Pakai Bahan Dapur Ini


    Jakarta

    Lantai adalah salah satu bagian rumah yang harus sering dibersihkan karena cepat kotor. Selain menyapu, kamu perlu mengepel lantai untuk menghilangkan kotoran dan kuman di lantai dengan pembersih.

    Namun, kamu nggak harus pakai cairan pembersih khusus, lho. Ada bahan-bahan di dapur yang bisa menjadi alternatif pembersih lantai.

    Lalu, bahan dapur apa saja yang dapat digunakan buat pel lantai? Yuk, simak daftarnya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia.


    5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

    1. Baking Soda

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

    Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

    2. Minyak Serai

    Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

    3. Cuka Putih

    White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

    Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

    4. Boraks

    Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

    5. Minyak Lavender

    Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

    Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

    Hal yang Perlu Diingat

    Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

    Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

    Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sat Set! Begini Cara Cepat Merapikan Rumah Setelah Pesta


    Jakarta

    Setelah mengadakan pesta atau acara di rumah, kemungkinan besar seisi rumah dalam keadaan berantakan dan kotor. Membersihkan seisi rumah bisa jadi pekerjaan yang melelahkan, apalagi kalau tidak memakai strategi.

    Kunci untuk mengatasi ruangan yang berantakan adalah dengan tetap fokus saat merapikannnya. Selain itu, kamu perlu menyederhanakan cara membersihkan rumah agar lebih mudah dan cepat selesai.

    Lalu, bagaimana cara cepat membersihkan rumah ya? Biar kamu nggak kewalahan saat membereskan rumah, coba cara cepat bersihkan rumah berikut ini.


    Tips Membersihkan Rumah Habis Acara

    Inilah cara membersihkan rumah habis acara dengan cepat dan mudah, dikutip dari The Spruce.

    1. Melihat Kondisi Seluruh Rumah

    Langkah awal saat ingin membersihkan rumah, yaitu disarankan untuk menilai seluruh rumah sebelum kamu mulai merapikan ruangan.

    “Kamu perlu mempertimbangkan seluruh rumah saat merapikan satu ruangan karena menata barang dapat berdampak domino jika seluruh rumah berantakan dan tidak teratur,” kata Jamie Hord, pendiri Horderly Professional Organizing.

    Misalnya kamu menemukan beberapa barang di kamar tidur padahal seharusnya barang tersebut berada di kamar mandi.

    2. Gunakan Pengatur Waktu

    Untuk membantu mengurangi kemungkinan berlama-lama membereskan satu titik, kamu bisa menyetel pengatur waktu selama 30 menit untuk menciptakan rasa urgensi dan fokus.

    3. Lakukan Sapuan dengan Cepat

    “Saat saya memasuki ruangan yang berantakan, saya selalu memulai dengan menyapu cepat,” kata Meaghan Kessman, seorang organisator profesional.

    Ia menyarankan untuk mengambil alih mengambil kantong sampah dan segera mengumpulkan sampah yang terlihat seperti barang pecah belah, wadah kosong, atau tisu bekas.

    Kemudian letakkan barang-barang yang salah tempat, seperti piring, buku, atau pakaian di tempat yang telah ditentukan agar dapat dikembalikan ke tempat semestinya.

    4. Buat Sistem Penyortiran

    Gunakan sistem penyortiran tiga kotak, yaitu simpan, sumbangkan, dan buang. Sistem ini akan membantu membuat keputusan dengan cepat dan menjaga proses pembersihan tetap fokus. Mulai dengan mengumpulkan barang-barang ke dalam tumpukan yang disortir.

    5. Tetap Fokus

    Jika merasa kewalahan, fokuslah pada satu area saja dalam satu waktu. Bagi ruangan menjadi beberapa zona yang lebih kecil dan selesaikan setiap tugas. Beberapa ruangan tidak dapat dibersihkan sepenuhnya hanya dalam waktu singkat.

    Disarankan untuk menahan untuk mulai membersihkan secara menyeluruh atau membuat sistem pengorganisasian secara menyeluruh pada tahap ini. Tujuannya adalah merapikan barang dengan cepat.

    6. Selesaikan dan Simpan Barang

    Saat penghitung waktu berbunyi, disarankan agar berhenti bekerja dan meluangkan beberapa menit untuk menyimpan barang-barang ke tempat penyimpanan.

    7. Buat Membersihkan Rumah Tetap Menyenangkan

    Menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan adalah proses yang berkelanjutan. Setiap langkah yang diambil akan membantu menata rumah kamu. Jika tidak mempunyai banyak waktu, luangkan sedikit waktu untuk merapikan barang yang tidak diperlukan.

    Itulah dia langkah mudah untuk membereskan rumah dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mudah Menyapu Lantai biar Kinclong dan Bebas Debu



    Jakarta

    Lantai yang bersih dari debu dan kotoran mencerminkan keadaan rumah yang terurus. Tentunya cara paling mudah membersihkan lantai adalah dengan menyapunya.

    Meski terkesan sederhana, menyapu lantai tak boleh asal-asalan. Kalau kamu mau hasil menyapu yang bersih, ada teknik-teknik yang perlu kamu perhatikan.

    Kamu bisa ikuti cara mudah menyapu lantai dengan hasil bersih maksimal kok. Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Scrub n Bubbles.


    Tips Menyapu Lantai biar Kinclong dan Bebas Debu

    Inilah cara mudah menyapu lantai agar hasilnya semakin bersih.

    1. Mulai dari Atas

    Sebelum menyapu ruangan, membersihkan debu dari atas dulu, seperti perabotan-perabotan. Kalau kamu menyapu terlebih dahulu lalu membersihkan kipas angin atau mengelap meja, debu akan berjatuhan, sehingga kamu harus menyapu ulang.

    2. Pakai Sapu Khusus Indoor

    Pastikan menggunakan sapu khusus indoor dan jangan campurkan dengan penggunaan di luar rumah. Sapu indoor memiliki helaian yang lebih lembut daripada sapu outdoor yang kaku. Tipe sapu ini akan memudahkan kamu ketika menyapu dan tidak akan merusak permukaan lantai.

    3. Sapu ke Arah Pintu

    Mulai menyapu dari sudut di belakang ruangan menuju pintu keluar. Lalu, pastikan untuk menyapu ke arahmu dan bukan menjauh.

    Dengan begini, kamu akan menyapu sambil berjalan mundur. Setelah selesai menyapu, kamu akan berdiri di ujung ruangan dengan tumpukan kotoran.

    Sebaiknya kumpulkan kotoran hingga membuat tumpukan kecil, lalu sapu ke pengki. Kalau tumpukan kotoran terlalu besar, beberapa butiran debu bisa berterabaran ke udara atau lantai.

    4. Bagi Ruangan Besar

    Jika ruangan yang akan disapu berukuran besar, kamu bisa membaginya menjadi bagian-bagian. Sapu lantai dan buang kotoran dengan pengki per bagiannya.

    5. Buat Jadwal

    Idealnya, menyapu rumah dilakukan setiap hari agar rumah selalu dalam keadaan bersih. Apalagi kalau ada ada anak-anak dan hewan peliharaan di rumah, mungkin kamu harus menyapu lebih sering. Kamu juga bisa membuat jadwal menyapu secara rutin.

    6. Pastikan Sapu Kering

    Jangan membersihkan lantai menggunakan sapu yang basah. Bulu sikat yang basah dapat menyebabkan kerusakan dan memperpendek umur sapu.

    Hindari sapu basah, kecuali kalau kamu sedang mencuci sapu. Setelah sapu dicuci, letakkan terbalik hingga benar-benar kering.

    Itulah beberapa tips untuk menyapu lantai agar rumah bersih dari debu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com