Tag: rumah bocor

  • 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan Cegah Rumah Bocor di Musim Hujan



    Jakarta – Saat ini hujan turun hampir setiap hari. Ketika hujan lebat melanda, acapkali kita was-was ada bagian rumah yang bocor.

    Duh! Kalau rumah bocor pasti ribet bersihinnya. Gimana ya caranya cegah rumah bocor saat hujan turun?

    Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mengatasi rumah bocor.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Kebocoran Sebelum Beli Rumah Baru!


    Jakarta

    Membeli rumah baru adalah salah satu investasi terbesar bagi kebanyakan orang.

    Banyaknya penjualan rumah secara cepat di platform online biasanya membuat pembeli rumah tidak meneliti apakah rumah tersebut benar dalam kondisi baik atau tidak.

    Oleh karena itu, sebelum membeli rumah perlu dilakukan banyak pertimbangan dan pengecekan agar tidak menyesal di kemudian hari.


    Saat melakukan pengecekan rumah, salah satu area yang harus kamu fokuskan adalah deteksi kebocoran, karena kebocoran dapat mengakibatkan kerugian besar di kemudian hari.

    Melansir dari laman Leak Masters, di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk cek kebocoran sebelum kamu membeli rumah.

    Cara Cek Kebocoran Sebelum Beli Rumah

    Adanya Jamur

    Adanya jamur di langit-langit rumah ataupun tembok adalah tanda paling umum yang bisa kamu lihat saat ada kebocoran di dalam rumah. Untuk mengecek adanya jamur dengan teliti, kamu bisa melakukan cara ini:

    Identifikasi Bau:

    Masalah ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang menyukai kelembapan. Jamur ini biasanya memiliki aroma apek yang mudah dikenali. Coba periksa seluruh rumah dengan mencium apakah ada bau yang mencurigakan.

    Perhatikan Setiap Sudut:

    Meskipun jamur dan lumut mungkin baru terlihat saat sudah parah, kamu bisa menemukannya dengan memeriksa sudut-sudut ruangan secara cermat. Perhatikan lantai, langit-langit, bagian bawah tangga, dan dalam lemari kamar mandi. Kamu mungkin melihat tanda-tanda jamur dan lumut terutama jika ada kebocoran pipa atau saluran air.

    Periksa Meteran Air

    Langkah pertama untuk mendeteksi kebocoran adalah dengan memeriksa meteran air. Caranya adalah dengan mematikan semua sumber air dan tunggu selama 15 menit, lalu periksa meteran untuk melihat apakah air mengalir.

    Jika ya, biasanya itu merupakan indikasi adanya kebocoran di suatu tempat. Kamu harus memeriksa semua toilet di rumah untuk melihat apakah ada tangki yang bocor, dan menguji tekanan air di keran untuk memastikan tidak ada yang mengalir ke dalam dinding.

    Selidiki Ruang Bawah Tanah

    Perhatikan baik-baik dinding dan lantai ruang bawah tanah untuk mencari tanda-tanda kelembapan. Jika kamu melihat sesuatu yang mencurigakan, berarti kamu perlu meminta bantuan ahli pendeteksi kebocoran.

    Mereka bisa menggunakan peralatan pencitraan infra-merah untuk memeriksa fondasi atau melakukan pemeriksaan kamera di dalam saluran air Anda.

    Periksa Bagian Luar dan Halaman

    Periksa tanah di sekitar rumah apakah ada tanda-tanda genangan air, atau perubahan warna pada dinding bawah yang mengindikasikan kelembapan.

    Periksa apakah tanahnya miring menjauhi bangunan, dan periksa talang dan saluran pembuangan untuk melihat apakah kondisinya baik dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk membelinya.

    Carilah pohon-pohon besar yang tumbuh dengan baik dan mungkin memiliki akar yang bisa menyedot air dari sistem drainase.

    Tinjau Atap, Talang, dan Saluran Air Bawah

    Pengecekan kondisi atap merupakan aspek penting dalam pendeteksian kebocoran. Periksa kondisi atap dan pastikan sirap sudah terpasang dengan baik.

    Periksa juga talang dan saluran pembuangan untuk memastikan air bisa mengalir dengan lancar, terutama saat hujan lebat.

    Cek Pipa

    Meskipun pemeriksaan meteran air tidak menunjukkan adanya kebocoran, kamu tetap harus memperhatikan semua pipa yang dapat diakses untuk melihat apakah ada kelembapan di sekitar sambungan pipa.

    Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengecek kebocoran sebelum membeli rumah. Jangan sampai tertipu dengan menawar rumah tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh, ya. Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 1 Teknik Ini, Bisa Langsung Tahu Kebocoran pada Atap Dak Beton



    Jakarta

    Semua jenis atap yang dibangun tidak sesuai pasti ada kemungkinan terjadi bocor atau rembes ke dalam rumah. Hal ini juga terjadi pada jenis atap dak beton datar yang struktur permukaannya tidak ada kemiringan.

    Namun, kebocoran pada atap dak beton datar dapat dicegah dengan teknik perendaman air pada seluruh permukaannya. Hal ini dilakukan pada saat pembangunan masih berjalan untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Sebenarnya teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini biasa digunakan oleh kontraktor untuk memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.


    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, teknik perendaman air ini dilakukan setelah pondasi atap dak depan telah selesai dan dilapisi dengan water proofing.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti pada Jumat (22/3/2024).

    Perendaman air ini membutuhkan waktu 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Cara mengetahui letak bocor atau rembesan air adalah melihat jejak air yang timbul di dinding dalam rumah. Panggah menjelaskan air sifatnya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Jika misalnya ditemui bocor atau rembes di bagian sebelah kiri dinding dalam rumah, maka air datang dari sisi lain.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan dari atap dak beton datar ini, kontraktor atau pekerja bangunan perlu memperbaikinya. Panggah menyebutkan perbaikan atap dak beton yang bocor bisa dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali, hingga dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Kebocoran pada atap dek beton atas ini jika tidak langsung ditangani dapat menyebabkan pondasi bangunan menurun. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air yakni mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cegah Rumah Bocor, Jangan Tunggu Kejadian!


    Jakarta

    Rumah menjadi tempat berlindung bagi penghuninya, salah satunya dari terpaan hujan. Namun, air hujan masih bisa menerobos masuk ke dalam rumah kalau ada celah maupun kerusakan.

    Nah, sebaiknya melakukan langkah-langkah pencegahan daripada keburu bocor. Tetesan air dapat menggenangi rumah serta merusak bangunan dan barang-barang di dalam rumah.

    Gimana ya biar bagian-bagian rumah tidak bocor saat hujan turun? Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mengatasi rumah bocor.


    Tips Cegah Bocor di Rumah

    1. Bersihkan Talang Air

    Talang Air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi Talang air. Sering kali Talang Air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera Bersihkan Talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat Talang Air jebol.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Atap berfungsi melindi rumah, salah satunya dari cuaca dan air hujan. Apabila terdapat atap yang sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Hal itu untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, ada baiknya segera lapisi area-area yang rawan bocor, misalnya atap dan dinding. Kalian bisa gunakan pelapis kedap air pada bagian atap, salah satunya yang berbahan semen anti air. Sementara untuk bagian dinding dapat menggunakan cat waterproof.

    4. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    5. Cek Lokasi Bocor

    Jika rumah sudah terlanjur bocor, maka segera mengecek area yang bocor. Area-area yang bocor bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga, seperti kamar mandi, dak beton, serta atap.

    Apalagi kalau musim penghujan tiba, retak halus pada atap bisa jadi lebih parah dan menyebabkan rembesan semakin luas. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara cepat agar dapat memperbaiki area-area yang mengalami kebocoran.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi rumah yang bocor. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kontraktor Bangun Rumah Berantakan hingga Bocor, Ini Cara Minta Ganti Ruginya



    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu pasti menginginkan hasilnya rapi sesuai dengan desain yang telah dibuat dan tidak ada kerusakan. Dengan begitu, kamu meminta bantuan ahli seperti kontraktor.

    Namun, pada kenyataannya memakai jasa kontraktor tidak menjamin pembangunan rumah selesai sesuai harapan. Ada pemilik rumah yang mendapati beberapa dinding tidak rata, pemasangan keramik tidak rapi, hingga ditemukan kebocoran setelah hujan deras.

    Kamu sebagai pemilik rumah pasti merasa kecewa bukan? Sudah menghabiskan uang, waktu, dan tenaga menunggu rumah impian selesai. Kira-kira jika kita mengalami hal seperti ini, bisa nggak ya minta ganti rugi ke kontraktor?


    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat pemberian ganti rugi atau perbaikan tergantung pada kontrak pembangunan di awal. Apabila ada penyataan kontraktor akan bertanggung jawab atas semua kerusakan termasuk setelah rumah selesai dibangun dan dalam masa perawatan, maka pemilik rumah bisa meminta perbaikan. Namun, untuk ganti rugi berbentuk dana, menurutnya itu kembali pada kesepakatan bersama.

    “Rumah itu biasanya ada kontrak, kesepakatan kontraknya itu seperti apa? Ditanya apakah itu masih bisa diperbaiki atau nggak, ya itu kesepakatan kontrak tuh ada. Jadi misalnya rumah udah jadi, kontraktor masih bertanggung jawab pada masa perawatan, berapa lama?” kata Taufiq kepada detikProperti pada Jumat (8/11/2024).

    Taufiq mengingatkan kepada setiap pemilik rumah untuk memahami seputar teknis pembangunan. Apabila tidak mampu, disarankan untuk meminta bantuan ahli seperti arsitek atau penyedia jasa yang paham mengenai progress pembangunan.

    “Cara mudahnya ya, dia mesti ngerti dulu, ngerti dulu. Itu artinya dia mesti tanya-tanya sama kontraktornya. ‘Pak, ngerjain ini gimana?’, ‘Apa aja yang mesti saya bayar?’” ucapnya.

    “Kalau nggak ngerti ya harus ada pendamping, pendamping arsitek, pendamping insinyur,” lanjutnya.

    Dengan begitu, pemilik rumah bisa mengukur sejauh mana pembangunan tersebut dikatakan selesai atau belum. Ia menyebutkan indikator pembangunan yang baik adalah sesuai dengan kualitas, rencana biaya dan waktu.

    “Kalau pembangunan itu dilakukan harus sesuai kualitasnya, sesuai rencana, desainnya sesuai rencana, sesuai biaya, dan sesuai waktu,” tuturnya.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 4 Titik Ini Rawan Alami Kebocoran di Rumah


    Jakarta

    Rumah bocor adalah salah satu masalah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan tiba. Pemilik rumah harus lebih memperhatikan dan merawat rumah untuk mencegah kebocoran.

    Sebab, rumah yang mengalami kebocoran berisiko menimbulkan kerusakan yang berkelanjutan pada bangunan rumah. Air yang menerobos ke dalam rumah membuat bangunan rumah menjadi lembap.

    Oleh karena itu, kamu perlu tahu titik-titik rawan bocor di rumah. Berikut ini tempat berpotensi mengalami kebocoran saat hujan, dikutip dari Homes & Gardens.


    Titik Rawan Bocor di Rumah

    Inilah beberapa lokasi di rumah yang kerap kali terjadi bocor ketika hujan.

    1. Talang Air

    Talang air yang tersumbat bisa menyebabkan luapan air dan kebocoran. Jika dibiarkan, luapan air bisa menimbulkan kerusakan pada rumah.

    Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan rutin pada atap dan talang air untuk mencegah kebocoran ketika turun hujan.

    2. Jendela Atap atau Skylight

    Mempunyai skylight atau jendela pada atap adalah cara yang bagus untuk menambah pencahayaan alami rumah. Namun, Skylight juga merupakan salah satu area yang rawan bocor.

    Biasanya kebocoran terjadi karena ada kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu. Untuk memperbaikinya, kamu cukup memasang segel baru atau pendempulan.

    Selain itu, retakan pada kaca juga bisa jadi penyebab kebocoran. Sebaiknya kamu segera mengganti seluruh kaca kalau menemukan retakan.

    3. Jendela dan Pintu

    Kebocoran juga bisa terjadi pada area jendela dan pintu rumah. Air hujan masuk melalui retakan dan celah pada dua tempat itu.

    Pastikan jendela dan pintu tertutup rapat selama hujan dan perbaiki retakan dan celah pada jendela dan pintu.

    4. Lembah Atap

    Lembah atap adalah titik pertemuan dua bagian atap yang membentuk palung. Tempat ini mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap bisa menyebar dan mengganggu flashing atap, sehingga menimbulkan peluang kebocoran.

    Itulah beberapa titik yang rawan bocor di rumah saat terjadi hujan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com