Tag: rumah dalam islam

  • Islam Anjurkan Rumah Punya ‘Ruang Lesehan’, Begini Alasannya



    Jakarta

    Sering kali terlihat dekorasi interior ala Arab menggunakan permadani dan bantal di lantai alias lesehan.

    Ternyata kebiasaan ini tidak hanya terpaut tradisi Arab saja, tetapi juga merupakan anjuran bagi muslim untuk duduk, tidur, bahkan makan di lantai.

    Hal tersebut merupakan sunnah, yakni perbuatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Perbuatan dan gaya hidup Nabi SAW menjadi panduan dan anjuran bagi umat Islam untuk mengikuti kebiasaannya.


    Melansir dari laman Home Synchronize, banyak keluarga muslim yang memilih untuk duduk di lantai dengan dilengkapi karpet dan bantal.
    Diketahui Nabi SAW kerap kali duduk, makan, dan tidur lesehan di lantai. Namun, bukan berarti tidak boleh ataupun dilarang adanya kursi di rumah seorang muslim.

    Hal tersebut terinspirasi dari cara makan Nabi SAW yang selalu makan dengan lesehan di lantai.

    Sebagaimana hadis riwayat Al-Bukhari No. 5415 dari Sayyidina Anas Anas Radhiyallahu anhu yang mengatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah makan di atas meja makan dan tidak pula di atas sukurrujah.

    Selain itu, Nabi SAW juga duduk dengan tawadhu’, yakni duduk di atas kedua lututnya atau di atas punggung kedua kaki atau berposisi dengan kaki kanan ditegakkan dan duduk di atas kaki kiri. Hal ini juga sesuai dengan posisi duduk Nabi SAW yang diriwayatkan dalam hadis.

    “Aku tidak pernah makan sambil bersandar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamba.” [HR. Al-Bukhari no. 5399].

    Lebih lanjut, kebiasaan lesehan terinspirasi dari cara tidur Nabi SAW yang kerap terlihat tertidur di berbagai tempat, termasuk di lantai.
    ‘Abbad bin Tamim dari pamannya meriwayatkan ia pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur terlentang di masjid dalam keadaan meletakkan satu kaki di atas lainnya berdasarkan HR. Bukhari No. 475 dan Muslim No. 2100.

    Meski demikian, tidak berarti ada larangan menggunakan kasur. Sebab, Nabi SAW juga tidur di tempat tidur, matras, tikar, lantai, bahkan terkadang di atas pasir atau jubah hitam.

    Adapun matras Nabi SAW terbuat dari kulit yang diisi dengan sabut ataupun beralaskan wol kasar yang dilipat dua.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Lokasi Rumah yang Baik dan Berkah Menurut Ajaran Islam


    Jakarta

    Saat hendak membeli rumah, kamu pasti harus menentukan lokasinya. Biasanya kriteria lokasi rumah yang paling banyak diincar adalah akses yang mudah, dekat dengan tempat kerja, jauh dari sumber bahaya seperti lokasi banjir, tebing curam, atau pinggiran kali.

    Dalam Islam juga diajarkan cara memilih posisi rumah yang baik. Tujuannya bukan hanya untuk keselamatan pemilik rumah, melainkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Bagi kamu seorang Muslim dan berencana membeli atau membangun rumah, dilansir situs Learn Islam, berikut cara menentukan lokasi rumah yang baik dalam Islam.


    1. Berada di Kawasan yang Bersih dan Nyaman

    Pertama, pilih lokasi yang bersih dan nyaman. Maksudnya adalah hindari tempat-tempat di mana kotoran berkumpul, misalnya dekat TPA, bantaran kali penuh sampah, atau selokan yang berbau. Rumah yang jauh dari tempat kotor dan bau membuat penghuninya nyaman, sehat, dan khyusuk dalam beribadah.

    2. Rumah Dekat dengan Masjid

    Masjid adalah rumah ibadah bagi umat muslim. Rumah yang berada di dekat Masjid, memudahkan muslim yang ingin beribadah ke Masjid. Mereka bisa menghemat waktu ketika ingin ikut kajian atau sekadar membaca Al-Quran di Masjid. Manfaat lainnya dengan punya rumah dekat dengan masjid adalah memudahkan silaturahmi antar tetangga dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

    3. Jauhi Tempat Maksiat

    Lingkungan mempengaruhi kebiasaan dan sifat seseorang. Dalam Islam diajarkan agar sesesorang terhindar dari perbuatan maksiat termasuk lokasi atau tempat di mana maksiat mudah dilakukan. Tempat-tempat maksiat yang dimaksud contohnya adalah klub malam, tempat perjudian, dan juga tempat prostitusi. Hal ini bertujuan untuk menjaga diri dan keluarga dari pengaruh negatif yang dapat mempengaruhi perilaku dan moral mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com