Tag: rumah dijual

  • Beli Rumah di Pameran Lebih Untung, Ini Buktinya



    Jakarta

    Perkembangan teknologi telah memberikan berbagai kemudahan termasuk untuk aktivitas bertransaksi seperti jual-beli rumah. Hanya saja, untuk pembelian hunian yang umumnya menjadi pengeluaran terbesar sepanjang hidup, memerlukan data-data maupun informasi yang seluas-luasnya.

    Kalangan pengembang maupun perbankan sudah banyak mengembangkan aplikasi untuk memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan huniannya. Hanya saja, untuk pembelian yang membutuhkan dana besar seperti rumah harus juga melihat secara langsung seperti apa kondisi produknya, bukan hanya rumahnya tapi juga fasilitas, lokasi, kemudahan aksesibilitas, dan sebagainya.

    “Bagi kalangan perusahaan developer tetap membutuhkan event offline. Online tentu penting, tapi untuk pembelian rumah aktivitas online dijadikan media untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya, membandingkan produk, hingga kemudahan simulasi terkait kemampuan cicilan yang kita bayarkan. Untuk eksekusinya tetap harus melihat langsung makanya event pameran offline tetap dibutuhkan,” ujar Bharat Buxani, Senior VP Marketing 99 Group Indonesia (Rumah123) saat membuka PropVaganza 2024 di Aeon Mall BSD City, Rabu (21/2/2024).


    Situasi ini diperkuat karena mayoritas masyarakat Indonesia membeli hunian dengan skema bank (KPR) dengan porsi mencapai 70 persen. Expo bisa menjadi ajang pertemuan yang mendekatkan antara penawaran dengan permintaan sehingga memudahkan kalangan pengembang dan konsumen.

    Event itu juga yang secara rutin diselenggarakan oleh Rumah123 dan pada tahun ini serentak di 10 mal yang berlokasi di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Unit hunian yang ditawarkan juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat antara lain harga mulai Rp350 jutaan atau rumah dua lantai mulai Rp 900 jutaan. Ditawarkan juga berbagai kemudahan seperti DP 0 persen hingga cicilan murah mulai Rp 2 jutaan per bulan.

    Roadshow pameran properti ini juga tidak terlepas dari tingginya permintaan hunian pada tahun 2023 lalu. Data Rumah123 menyebut, ada pertumbuhan tahunan untuk permintaan hunian yang dijual mencapai 62,9 persen dengan rumah tapak yang mendominasi paling banyak dicari. Persentasenya, 63,3 persen untuk rumah tapak dan 11,3 persen untuk apartemen.

    Event Manager 99 Group Indonesia Rury Yudhiawati menjelaskan, PropVaganza 2024 menawarkan banyak promo dan kemudahan yang bisa dimanfaatkan para pengunjung dalam memperoleh kemudahan atau keringanan biaya pembelian hunian. Selain DP 0 persen dan cicilan ringan, kemudahan lainnya program bunga KPR dari berbagai bank terkemuka, pembebasan sejumlah biaya, home appliance gratis, dan sebagainya.

    “Event seperti ini sangat baik untuk dioptimalkan bagi yang mencari hunian pertama, kedua, maupun investasi. Ada banyak yang bisa dieksplorasi termasuk mendapatkan kebutuhan rumah tangga, konsultasi pembiayaan dan desain, hingga berbagai penawaran khusus yang hanya bisa didapatkan saat event offline seperti ini,” bebernya.

    Penyelenggaraan PropVaganza 2024 dimulai di Aeon Mall BSD City, Tangerang, hingga 25 Februari 2024. Dilanjutkan ke Margo City Depok (Maret), Emporium Pluit Mall (Mei), Botani Square (Juni), Mal Artha Gading (Juli-Agustus), TSM Cibubur (Agustus), Gandaria City (September), Ciwalk Bandung (Oktober), Ciputra World Surabaya (November) dan Central Park (Desember).

    “Kami menargetkan transaksi senilai Rp 250 miliar dari event di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Ketiga area itu merupakan primadona masyarakat sebagai pilihan lokasi utama tempat tinggal. Jadi dibandingkan secara online maupun datang ke galeri marketing, kami menjamin membeli di event seperti ini bisa memberikan keuntungan yang lebih besar dan sekarang timing yang baik atau time to buy, mumpung ada banyak kemudahan,” pungkas Bharat.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Rumah Kosong Lebih Baik Dijual atau Disewakan?


    Jakarta

    Banyak orang Indonesia yang masih mempunyai rumah kosong atau tidak ditempati. Alasan mereka tidak menempati rumah tersebut biasanya karena lokasi kerja yang kerap berpindah-pindah.

    Selain itu, banyak juga masyarakat yang mendapatkan warisan rumah dari orang tuanya. Sehingga terkadang mereka tidak menepatinya karena mereka sudah mempunyai rumah tetap untuk keluarga mereka, atau karena lokasinya jauh dari tempat kerja.

    Dalam menjawab masalah ini, detikProperti mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Erwin Karya selaku Director of Ray White Indonesia, dan Nina Kuntjoro, selaku Vice President Xavier Marks Home.


    Lebih Untung Dijual atau Disewakan?

    Menurut Erwin. Pengelolaan rumah kosong itu tergantung dengan kebutuhan pemiliknya. Bila kamu membutuhkan uang dalam waktu dekat, sebaiknya kamu menjualnya saja langsung. Sebaliknya, bila kamu sedang tidak ada keperluan uang yang mendesak, kamu bisa buat rumah itu menjadi rumah sewa.

    “Tergantung kebutuhan,” jawab Erwin. “Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield / imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya” jelasnya.

    Nina juga menambahkan, bahwa menjual rumah yang sudah lama memang lebih menguntungkan daripada menyewakannya.

    “Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1~2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum terasa sekali,”jawab Nina.

    “Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan” lanjutnya.

    Keuntungan dan Kerugian Bila Rumah Kosong Dijual atau Disewakan

    Bila kamu membutuhkan uang dalam jangka pendek ini, tentunya menjual rumah tersebut bisa menjadi jawaban yang paling kuat. Dengan menjual rumah, kamu bisa lebih mudah untuk mendapatkan uangnya. Apalagi kalau dibeli lunas secara tunai.

    Tidak hanya itu, menjual rumah langsung juga menjadikan kamu terbebas dari biaya perawatan rumah tersebut.

    Sebaliknya, bila kamu ingin menyewakan rumah kosong tersebut, kamu akan perlu untuk melakukan perawatan rutin, karena hak milik properti masih berada di tangan kamu. Tetapi dengan menyewakan rumah kosong, kamu akan mempunyai pendapatan pasif dari hasil penyewaan tersebut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal Ini Bikin Rumah Nggak Laku Meski Dijual Murah


    Jakarta

    Ada beberapa orang yang tengah kesulitan saat menjual rumahnya. Walau berada di lokasi yang strategis, harganya tidak terlalu mahal, dan memiliki surat yang lengkap, tapi tetap saja tidak laku-laku.

    Mungkin pemilik rumah tidak sadar kalau ada beberapa hal yang membuat propertinya tak kunjung laku. Misalnya, ditemukan kerusakan pada atap atau halaman yang tidak terawat.

    Hal-hal tersebut bisa membuat calon pembeli berubah pikiran. Dari semula sangat yakin untuk membeli rumah, tapi perlahan mundur dan akhirnya memilih mencari rumah yang lain.


    Ingin tahu apa saja hal yang membuat rumah yang dijual tak laku-laku? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Hal Ini Bikin Rumah yang Dijual Tak Laku-laku

    Sejumlah agen properti membeberkan beberapa hal yang membuat rumah tidak kunjung laku. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Halaman Rumah Tidak Terawat

    Halaman yang tidak terawat membuat banyak calon pembeli memutuskan untuk tidak jadi meminang rumah tersebut. Kondisi ini meliputi rumput yang tumbuh lebat, rumput mati, daun-daun berserakan, atau jalan setapak yang retak.

    Meski bisa dirapikan, tetapi calon pembeli harus mengeluarkan uang lagi untuk merawat halaman rumah. Selain itu, mereka menilai rumah tersebut tidak terawat karena dari halamannya saja sudah tak terurus.

    “Bahkan sepetak kecil rumput hijau yang sehat di halaman depan akan sangat membantu membuat rumah lebih menarik,” kata agen properti Jan Ryan.

    2. Kondisi Cat Dinding yang Kusam

    Tak hanya bagian luar, tapi interior rumah juga wajib diperhatikan oleh calon pembeli. Jika ditemukan cat dinding sudah kusam atau mengelupas maka jangan heran kalau rumah tidak cepat terjual.

    Selain itu, banyak pembeli yang tidak suka dengan warna cat yang terlalu mencolok, baik pada satu dinding atau menutupi seluruh ruangan. Memang bisa dicat kembali sesuai keinginan, tapi tentu mengeluarkan uang lagi.

    “Dinding aksen hijau limau mungkin terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi pembeli tidak dapat melihat lebih dari warna-warna yang berani dan ketinggalan zaman,” ujar Ryan.

    3. Banyak Kerusakan di Rumah

    Kondisi rumah yang tidak terawat jadi alasan utama banyak calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli properti tersebut. Misalnya, ditemukan atap bocor, dinding retak halus, cat dinding mengelupas, atau pintu yang sudah rusak.

    Hal-hal kecil seperti gagang pintu yang longgar atau tetesan air dari keran terkadang dianggap sepele. Namun, hal tersebut akan menjadi penilaian penting bagi calon pembeli rumah.

    “Jika mereka melihat hal-hal kecil diabaikan begitu saja, mereka tentu khawatir akan ada masalah besar yang ditutupi,” papar Ryan.

    4. Perabotan yang Sudah Jadul

    Perabotan di rumah seperti kloset duduk atau fitting lampu yang sudah kuno juga termasuk penilaian bagi calon pembeli. Meski bisa diganti yang baru, tapi Ryan menyebut tak semua orang mau mengeluarkan duit ekstra hanya untuk mengganti perabotan kecil.

    “Banyak dari barang-barang ini sebenarnya dapat diperbarui dengan biaya terjangkau, tetapi jika masih digunakan dapat memberikan perbedaan besar pada calon pembeli saat melihat rumah Anda,” tuturnya.

    5. Perbaikan Rumah yang Tidak Tuntas

    Sebelum dijual, banyak pemilik rumah yang melakukan sejumlah perbaikan di beberapa sudut ruangan. Meski tujuannya baik agar menambah nilai jual, tapi jika dikerjakan secara asal-asalan justru bisa berdampak buruk.

    Sebagai contoh, cat dinding yang terlihat belang atau tidak rapi bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya membeli rumah.

    “Jika saya masuk ke sebuah rumah dan melihat lebih dari satu pekerjaan yang tidak rapi, hal itu menunjukkan jika penjual rumah terlalu hemat. Saya akan berasumsi dia juga menyewa tukang listrik atau tukang ledeng yang termurah,” imbuh Ryan.

    Itulah lima hal yang membuat calon pembeli gagal membeli rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com