Tag: rumah kecil

  • 6 Tips Bikin Rumah Kecil Jadi Lebih Menarik, Begini Caranya


    Jakarta

    Rumah yang indah tidak selalu berukuran besar dan luas. Terkadang, pesona sejati terletak pada kemampuan untuk membuat perubahan kecil yang dapat mengubah tampilan rumah Anda secara keseluruhan.

    Walaupun ruang terbatas, masih banyak cara untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan di dalamnya.

    Dalam artikel ini, kita akan memberikan tips untuk membuat rumah kecil menjadi lebih menarik. Simak hingga akhir, ya!


    Tips Membuat Rumah Kecil Tampak Lebih Menarik

    Berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba agar rumah kecil terlihat lebih menarik.

    1. Pasang Cermin

    Menggunakan cermin dengan cerdik dalam ruangan kecil bisa seketika membuatnya tampak lebih luas dan optimal dalam pencahayaan.

    Menempatkan cermin di ruangan kecil, sebuah trik umum dalam dunia properti, dapat membingungkan persepsi mata dan menambah dimensi, memberikan kesan bahwa ruangan lebih besar.

    Pilihlah cermin yang sesuai dengan gaya dan preferensi Anda, seperti cermin antik besar yang menciptakan pesona antik atau cermin kecil yang menonjolkan kesederhanaan desain.

    2. Gunakan Cat Warna Terang

    Penggunaan warna terang dalam proses melukis merupakan salah satu cara efisien untuk memberikan ilusi ruang yang lebih besar pada rumah kecil.

    Memilih warna terang yang netral dapat menghasilkan harmoni dengan pencahayaan alami dan menciptakan kesan optis bahwa ruangan memiliki ruang yang lebih luas.

    Meskipun putih sering menjadi pilihan yang umum untuk menciptakan kesan terang, Anda memiliki fleksibilitas untuk memilih warna seperti kuning muda, cokelat muda, atau bahkan merah muda yang dapat memberikan tampilan ruangan yang lebih luas dan cerah.

    3. Buat Banyak Penyimpanan

    Penyimpanan efektif adalah kunci untuk memberikan kesan ruang yang lebih luas pada rumah berukuran kecil. Dengan merapikan dan menyimpan barang, Anda dapat menciptakan ilusi ruangan yang lebih besar.

    Solusi penyimpanan seperti keranjang, kotak, atau lemari juga bermanfaat ketika ruang terbatas untuk menyimpan semua barang. Pemilihan solusi penyimpanan kreatif dapat membantu maksimalkan pemanfaatan ruang tersembunyi.

    4. Manfaatkan Cahaya Alami

    Pemanfaatan cahaya alami menjadi kunci penting dalam rumah berukuran kecil, memberikan pencahayaan pada ruangan dan memberikan kesan visual ukuran yang lebih besar.

    Dengan menjaga jendela terlihat dan tirai terbuka, menciptakan pandangan langsung ke luar, dapat memperdaya mata dan menciptakan atmosfer ruangan yang lebih luas.
    Disarankan untuk membiarkan sinar matahari masuk tanpa menggunakan tirai, memilih vitrase sebagai gantinya.

    5. Gunakan Furnitur Serbaguna

    Investasikan dalam furnitur yang memiliki fungsi ganda untuk meningkatkan fungsionalitas ruangan. Saat mencari furnitur, pilih yang dapat berfungsi ganda atau dilipat untuk menghemat ruang dan uang Anda.

    Ide-ide serbaguna seperti tempat tidur siang yang berfungsi sebagai sofa atau tempat tidur yang dapat dilipat ke dinding dapat menciptakan ruang yang fleksibel sesuai kebutuhan Anda.

    6. Pilih Furnitur yang Sesuai

    Dalam menghadapi tantangan ruang terbatas, pemilik rumah diharapkan menjadi kreatif dan cerdas dengan mengubah furnitur sesuai kebutuhan dan gaya hidup pribadi.

    Hal ini dapat dicapai dengan menempatkan jalur-jalur berjalan yang mudah diakses dari satu ruangan ke ruangan lain, seperti meletakkan area makan sepanjang dinding untuk memberikan ruang berjalan menuju dapur.

    Selain itu, menyesuaikan furnitur dengan ukuran rumah menjadi langkah penting, di mana furnitur yang lebih kecil dapat memberikan kenyamanan dan membuat ruangan terlihat lebih luas.

    Dengan cara ini, furnitur tidak hanya berperan dalam memberikan kenyamanan, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan ruang yang fungsional dan dinamis.

    Nah, itulah tadi beberapa tips untuk membuat rumah kecil menjadi menarik. Pemilihan cat dan furnitur yang sesuai, fungsional, dan sesuai dengan tata letak ruangan dapat memberikan kenyamanan dan membuat ruangan terlihat lebih besar daripada sebenarnya.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Noda Cat di Sekitar Rumah, dari Kain hingga Kaca


    Jakarta

    Ketika sedang mengecat, tak jarang ada noda cat tertinggal di sekitar rumah. Noda cat yang membandel memang sulit dibersihkan, apalagi kalau sudah mengering.

    Sebelum dibersihkan, pastikan kamu memerhatikan jenis dan bahan permukaan yang terkena noda cat. Hal ini akan membantu menentukan cara paling efektif untuk menghilangkan noda cat.

    Jangan lupa juga untuk mengetes bahan pembersih pada sedikit bagian permukaan untuk memastikan tidak akan menimbulkan kerusakan. Lalu, bagaimana ya cara membersihkan noda cat di berbagai jenis permukaan di sekitar rumah? Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Cleanpedia, Selasa (25/6/2024).


    Cara Membersihkan Noda Cat

    1. Kain

    Apabila noda cat masih basah di permukaan kain, segera bersihkan tanpa menunggunya kering. Celupkan kain bersih ke dalam campuran aseton dan air. Aseton merupakan cairan atsiri yang mampu mengangkat noda cat yang sudah kering sekalipun. Aseton sering digunakan untuk menghapus cat kuku.

    kamu bisa gunakan sarung tangan untuk menghindari iritasi karena bersentuhan dengan cairan aseton. Lalu, usapkan kain yang sudah dicelupkan ke larutan aseton pada noda cat dan diamkan selama beberapa jam atau semalaman jika perlu. Gunakan sikat gigi bekas atau sikat cucian yang telah dibasahi dengan larutan detergen cair dan air hangat. Gosok perlahan bagian noda pada kain. Perhatikan jenis kain dan baca label perawatan kain tersebut sebelumnya.

    2. Plastik dan Akrilik

    Kalau ada noda cat di plastik atau akrilik, kamu bisa mencelupkan lap bersih ke bahan pengencer cat seperti terpentin atau tiner. Kemudian, usapkan ke bagian yang terkena cat dan diamkan selama beberapa menit.

    Jika noda cat terlalu tebal dan kering, buat goresan tipis pada noda cat tanpa menembus ke permukaan plastik atau akrilik yang ternoda. Kamu bisa memakai ampelas atau benda tajam untuk membuat goresan tersebut.

    Langkah ini bertujuan membuat terpentin atau tiner meresap ke lapisan bawah noda cat. Gosok dengan spons kasar hingga bekas cat terangkat. Berhati-hatilah agar permukaan plastik atau akrilik tidak tergores.

    3. Permukaan Marmer

    Kamu bisa membersihkan noda cat yang masih basah di permukaan marmer dengan menggunakan lap yang sudah dicelupkan ke minyak biji rami. Minyak biji rami terkenal ampuh menghilangkan noda cat.

    Untuk noda cat yang sudah kering, kamu bisa gunakan spons yang lebih kasar dan gosok noda secara hati-hati. Untuk sisa noda cat yang masih tertinggal bisa dihilangkan dengan lap lembap. Gunakan air hangat pada lap untuk menghilangkan sisa-sisa minyak pada marmer.

    4. Kayu dan Kaca

    Sementara untuk permukaan kayu dan kaca, kamu dapat menyeka noda cat pada kayu atau kaca dengan lap yang sudah dicelupkan ke tiner. Bersihkan sisa tiner dengan lap bersih yang berbahan lembut.

    Jika bekas cat sudah benar-benar hilang, kamu bisa melanjutkannya dengan bahan pembersih khusus kayu atau kaca untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

    Demikian cara membersihkan noda cat pada berbagai permukaan di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya, Begini Cara Memilih Perabotan yang Cocok Untuk Rumah Kecil


    Jakarta

    Setelah membeli rumah, kamu pasti mulai memikirkan perabotan apa saja yang akan mengisi rumah tersebut. Kebetulan rumah yang kamu beli tidak begitu besar sehingga kamu harus memilih dengan cermat agar ruang geraknya masih leluasa.

    Pilihannya antara kamu membeli perabotan ukuran kecil atau mengurangi perabotan di rumah. Namun, terlepas dari dua pilihan itu sebenarnya kamu harus mengutamakan perabotan yang fungsional. Dengan begitu tidak perlu banyak barang di rumah, kamu tetap bisa hidup dengan nyaman.

    Untuk lebih jelasnya, melansir dari The Spruce, Sabtu (27/7/2024), berikut beberapa cara memilih barang untuk rumah yang kecil.


    1. Pilih Barang yang Fungsional

    Saat mengambil keputusan, pasti kamu harus mendahulukan yang prioritas. Begitu pula dengan perabotan, kamu bisa mengurutkan suatu barang prioritas dari yang paling banyak akan digunakan. Misalnya pada kamar mandi, cukup ada shower dan kloset saja. Bahkan terkadang di dalam kamar mandi tak ada wastafel karena fungsinya sama seperti wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris menyarankan adanya kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Lalu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    “Misalnya, saya tidak memerlukan oven di rumah mungil saya karena saya jarang membuat kue. Selain itu, oven memakan banyak ruang dan menggunakan banyak listrik,” kata Pendiri blog Tiny House Giant Journey, Jenna Spesard, dikutip dari The Spruce.

    “Saya juga tidak memiliki pembuat kopi atau microwave karena alasan yang sama. Saya merasa yang saya butuhkan hanyalah beberapa kompor, kulkas mini, wastafel, dapur kering, dan banyak ruang di meja dapur,” tambahnya.

    2. Pilih Perabotan yang Mudah Disimpan

    Rumah kecil harus memiliki tempat penyimpanan yang rapih dan bisa muat banyak agar ada ruang yang tersisa. Selain penyimpanan yang besar, kamu juga harus memilih perabotan yang ‘fleksibel’ seperti bisa dilipat, digulung, diperluas, maupun ditarik sehingga tidak memakan banyak tempat. Misalnya, meja makan yang digunakan adalah meja lipat. Jadi setelah digunakan, meja bisa dilipat dan ditaruh di sisi ruangan.

    3. Pilih Perabotan Besar yang Multifungsi

    Saat ini sudah banyak inovasi pada tempat tidur, sofa, meja yang cocok untuk rumah kecil. Mereka dibuat fleksibel dan bisa untuk beberapa fungsi. Salah satu contohnya adalah tempat tidur, kamu bisa memilih tempat tidur yang bagian bawahnya terdapat lemari penyimpanan. Kamu bisa menyimpan pakaian di bawahnya, sehingga kamu tidak perlu membeli lemari lagi.

    Contoh lainnya, kamu bisa menggunakan sofabed. Pada rumah yang sempit, sofabed bisa menjadi pilihan yang tepat dan tidak makan tempat. Pada pagi hingga siang hari bisa menggunakan sofa ketika ada tamu, lalu pada malam hari, sofa tersebut bisa digunakan sebagai tempat tidur.

    Di sisi lain, Spesard menyebutkan bahwa mendekorasi rumah mungil bisa menjadi sebuah tantangan dan terkadang hal yang terbaik adalah berinvestasi pada furnitur khusus atau built-in furniture. Hal yang paling penting adalah kamu siap beradaptasi sesuai dengan kebutuhan.

    “Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan di rumah mungil sampai kamu tinggal di dalamnya. Jadi saya sarankan mulailah dengan jumlah yang sedikit dari yang kamu pikir kamu butuhkan,” katanya.

    “Kamu selalu bisa menambahkan lebih banyak atau meningkatkan perabotan selama tinggal di sana,” tambahnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Maksimalkan Ruang di Rumah Kecil, Bisa Bikin Tempat Penyimpanan ‘Rahasia’


    Jakarta

    Mengatur rumah kecil cukup menantang, apalagi kalau kamu memiliki banyak barang. Kamu perlu memutar otak agar setiap barang membuat tempat penyimpanan khusus supaya rumah rapi dan teratur.

    Jangan khawatir, ada banyak cara mengakali rumah kecil agar dapat menampung harta bendamu. Bahkan, kamu bisa membuat tempat penyimpanan tersembunyi atau rahasia yang estetik, lho.

    Lalu, bagaimana cara memaksimalkan ruang terbatas di rumah? Yuk simak tipsnya berikut ini.


    Cara Maksimalkan Ruang di Rumah Kecil

    1. Hilangkan Ruangan Tak Terpakai

    Jika punya rumah kecil, kamu bisa membuat ruang tambahan dengan menghilangkan ruangan yang tidak diperlukan. Seperti yang dilakukan pemilik Rumah Semak, Dwi Prasetyo yang menghilangkan ruang tamu di rumahnya.

    Ia mengaku jarang menerima tamu dan lebih memilih menjamu tamu di ruang keluarga atau area meja makan. Dwi menghilangkan ruang tamu untuk memperluas lantai bawah agar dapat berkonsep open plan dan tidak bersekat.

    Lalu, ia juga membuat ruang serbaguna atau gudang untuk menyimpan berbagai barang, termasuk benda-benda yang dibutuhkan ketika keluar rumah.

    “Rumah semak itu tidak ada ruangan tamu, adanya living room dan sebagainya, jadi kita gunakan yang sebagai tempat fungsional. Nah, ini jadi gudang serbaguna jadinya di sini. Jadi kan kadang buat taruh jaket, taruh sandal, sepatu, topi, (dan) kunci-kunci kita taruh di sini. Dan pokoknya barang-barang yang fast moving yang tiap hari kita pakai,” ujar Dwi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    2. Manfaatkan Celah Rumah

    Rumah SemakRumah Semak Foto: 20detik

    Kemudian, kamu dapat memanfaatkan celah-celah di rumah, seperti ruang di bawah tangga. Ada banyak ruang di bawah tangga yang bisa kamu buatkan rak, lemari, bahkan ruang rahasia.

    Dwi memanfaatkan area bawah tangga dekat dapurnya untuk menaruh microwave, dispenser air, hingga bahan makanan.

    “Biar (area dapur) kelihatan agak luas makanya kita tidak taruh storage di atas. Jadi hanya buat pajangan aja. Nah, storage-nya itu kita pindahkan di bawah tangga ini. Makanya kita buat ada kayak storage rahasia di bawah tangga sini,” ungkapnya.

    3. Sembunyikan Barang di Bawah Lantai

    Rumah SemakRumah Semak Foto: 20detik

    Siapa sangka, kamu bisa menyembunyikan barang seperti peralatan atau mesin di bawah lantai, lho! Dwi memanfaatkan setiap ruang di rumahnya, termasuk lantai di area taman indoor untuk menyimpan dan menyembunyikan barang.

    Lantai taman indoor tersebut terbuat dari kayu. Ia pun membuat tempat khusus di bawah lantai dekat kolam ikan untuk menyembunyikan filter air kolam. Cara ini efektif untuk membuat rumah terlihat rapi dan estetik.

    Demikian cara memaksimalkan ruang terbatas di rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Cocok buat Rumah Mungil


    Jakarta

    Tanaman hias sering kali menjadi pilihan untuk membuat rumah terlihat segar dan asri. Meski sedap di mata, menaruh pot tanaman di dalam rumah bisa memenuhi ruangan.

    Apalagi tanaman lama-lama tumbuh besar, sehingga semakin makan ruang. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan bagi pemilik rumah kecil.

    Namun tenang aja, ada sejumlah tanaman hias yang cocok buat rumah sempit. Yuk simak ulasannya berikut ini dikutip dari Garden Design.


    Tanaman Hias yang Cocok buat Rumah Kecil

    Inilah sederet tanaman yang tidak makan banyak tempat, pas banget untuk rumah kecil.

    1. Alocasia

    Alocasia sanderiana Bull or Alocasia Plant in clay pot on wooden table in living roomAlocasia sanderiana Bull or Alocasia Plant in clay pot on wooden table in living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Alocasia bisa tumbuh sampai berukuran 30-91 cm tergantung pada jenisnya. Meski beberapa alocasia dapat tumbuh setinggi 30 cm, pemilik rumah bisa memilih varian yang bentuknya lebih kompak, sehingga cukup dipajang di atas meja.

    Untuk merawatnya, cukup siram tanaman secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembab, tetapi tidak becek. Lalu, beri pupuk satu hingga dua kali sebulan.

    2. Calathea

    Potted plant calathea orbifolia on a wooden tablePotted plant calathea orbifolia on a wooden table Foto: Getty Images/iStockphoto/Eva Peters

    Calathea atau rattlesnake plant dapat tumbuh berukuran 20-76 cm. Tanaman ini menyukai tempat yang cahayanya sedang hingga rendah. Kemudian, kelembapannya cukup.

    Hindari terlalu banyak sinar matahari pada daunnya karena dapat terbakar. Segera siram kalau permukaannya terasa kering. Gunakan air suling atau air saringan, karena tanaman ini sensitif terhadap kotoran dalam air keran. Lalu, beri pupuk pada tanaman sebulan sekali.

    3. Pothos

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar oto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Photos atau lebih dikenal sirih gading emas bisa tumbuh merambat sepanjang 182-304 cm. Tanaman hias ini termasuk yang paling mudah tumbuh.

    Tanaman merambat ini dapat dipangkas dan dijaga agar berukuran kecil. Pemilik rumah bisa membiarkannya tumbuh menjuntai di keranjang gantung atau merambat ke atas permukaan vertikal.

    Cara merawatnya dengan membiarkan tanah bagian atas mengering di antara waktu penyiraman. Berilah pupuk cair seimbang setiap 1 hingga 3 bulan.

    4. Peperomia

    Watermelon peperomia plant. Houseplant for home decoration. a plant that has green, patterned leavesWatermelon peperomia plant. Houseplant for home decoration. a plant that has green, patterned leaves Foto: Getty Images/iStockphoto/Tri Rohmat

    Peperomia berukuran kecil, cocok untuk dipajang di rak atau meja. Tanaman ini bisa tumbuh berukuran 15-30 cm.

    Penghuni rumah cukup menyiram tanaman ini 7-10 hari sekali atau saat permukaan tanah sedalam 5 cm terasa kering. Lalu, berikan pupuk cair encer setiap bulan.

    5. Tradescantia

    Tradescantia zebrina (Silver inch plant, Silvery wandering jew) leaf background has zebra-patterned leaves. Purple and green leaves background.Tradescantia zebrina (Silver inch plant, Silvery wandering jew) leaf background has zebra-patterned leaves. Purple and green leaves background. Foto: Getty Images/iStockphoto/Piyavachara Arunotai

    Tradescantia atau spiderwort adalah tanaman yang mudah dipelihara bagi pemula. Tanaman ini cocok disimpan dalam keranjang gantung atau bahkan tumpah dari pot biasa.

    Jika tanaman menjadi tinggi seiring waktu, pangkas kembali dengan menjepit batang tepat di atas ruas daun. Tanaman hias ini bisa tumbuh hingga sepanjang 91 cm.

    Itulah beberapa tanaman hias yang bisa dipajang di rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Makin Marak Rumah Kecil di Perkotaan, Apa Keuntungan dan Tantangannya?



    Jakarta

    Saat ini semakin banyak ditemukan rumah kecil dan rumah compact di perkotaan atau pinggiran kota. Rumah-rumah tersebut memiliki fasad yang kecil sekitar 1,5-6 meter, tidak memiliki carport, atau halaman depan yang cukup untuk parkir kendaraan.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan fenomena ini terjadi karena harga lahan yang semakin mahal sehingga mempengaruhi harga jual rumah. Di sisi lain, daya beli masyarakat semakin menurun sehingga tidak mampu untuk membeli rumah yang terlalu mahal karena penghasilan bulanan yang terbatas dan hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Selain itu, saat ini ketersediaan lahan untuk membangun rumah tapak di perkotaan juga semakin terbatas. Oleh karena itu, banyak rumah yang akhirnya dibangun di tanah yang kecil dan terbatas. Pemilik rumah menyiasati luas tanah yang terbatas tersebut dengan menambah lantai ke atas.


    “Untuk mereka yang tetap mau tinggal di Ibu Kota, ada beberapa konsep hunian. Yang pertama adalah compact house. Jadi kecil rumahnya, segala sesuatunya ada. Atau yang kedua adalah konsep single building, multi dwelling. Jadi dalam satu tanah, bisa ada 3 atau 4 keluarga yang bisa tinggal di situ. Banyak tuh kalau di Jepang, di Korea,” kata Denny memberikan contoh, saat dihubungi detikProperti Selasa (27/5/2025).

    Lantas, dengan semakin maraknya luas rumah yang kecil, sebenarnya apa keuntungan dan kerugiannya?

    Denny mengatakan dengan tetap tinggal di dekat kota, meskipun dengan kondisi rumah yang kecil, masyarakat dapat memangkas waktu tempuh ke tempat kerja dan tetap mendapatkan fasilitas transportasi umum.

    Selain itu, dengan tinggal di rumah yang kecil, mereka bisa mendapatkan tempat tinggal dengan harga yang murah. Rumah tersebut juga bisa bertambah luas apabila ditambah lantai ke atas. Jenis rumah seperti ini disebut pula dengan rumah tumbuh. Keuntungan lainnya adalah bisa menerapkan hidup minimalis atau saat ini disebut dengan frugal living.

    Di balik kemudahan yang didapatkan, Denny mengingatkan tinggal di rumah yang sempit juga ada aspek ketidaklayakannya.

    Pertama adalah rumah tersebut kurang mendapat pencahayaan, terutama untuk rumah yang lokasinya berdempetan dengan bangunan lain atau yang berada di gang kecil.

    Rumah yang kurang mendapat pencahayaan bisa berpengaruh pada kualitas udara, pertumbuhan jamur, dan gangguan kesehatan penghuninya.

    “Dengan lahan terbatas, rumah tidak mempunyai pengudaraan dan pencahayaan yang baik. Jadi dibutuhkan desain yang baik untuk memastikan semua ruangan bisa mendapatkan pengudaraan dan pencahayaan,” terangnya.

    Kedua adalah keterbatasan ruang gerak. Denny mengingatkan luas ruang gerak untuk satu orang yang ideal adalah 3×3 meter atau 9 meter persegi.

    “Berapa sih ukuran Yang ideal untuk satu keluarga? Satu orang manusia Itu 3×3 meter, jadi kalau anggota keluarganya ada empat atau lima, ya tinggal kamu kalikan,” jelas Denny.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dekorasi Rumah Kecil Biar Terasa Luas, Triknya Simpel Banget!



    Jakarta

    Punya rumah atau ruangan kecil bukan berarti harus merasa sempit dan sumpek. Dengan trik yang tepat, ruang mungil bisa terlihat lebih luas, nyaman, dan tetap estetik.

    Bukan cuma soal memilih furnitur, warna cat, dan pencahayaan juga punya peran besar. Melansir The Spruce, berikut tips dekorasi rumah kecil yang bisa kamu coba.

    1. Manfaatkan Cahaya Alami dan Lampu Malam

    Cahaya alami bikin ruangan terlihat lebih lapang. Biarkan jendela terbuka tanpa penutup, atau gunakan tirai tipis supaya sinar matahari tetap masuk tapi tidak menyilaukan.


    Di malam hari, pasang lampu gantung dengan fitur dimmer untuk mengatur kecerahan. Lampu dinding yang memancarkan cahaya ke atas dan bawah juga bisa memberi kesan ruangan lebih tinggi.

    2. Gantung Cermin

    Cermin bisa jadi trik jitu membuat ruangan terasa lebih luas. Pilih cermin berukuran besar dan letakkan di posisi strategis agar memantulkan cahaya. Selain fungsional, cermin juga bisa jadi elemen dekorasi yang mempercantik ruangan.

    3. Biarkan Dinding Kosong

    Dinding penuh hiasan bisa membuat ruangan kecil terasa sesak. Sisakan area dinding yang kosong untuk memberi kesan lega. Pilih dekorasi secukupnya agar ruang tetap terasa lapang dan rapi.

    4. Pilih Furnitur Kompak dan Multifungsi

    Untuk rumah kecil, furnitur multifungsi adalah kunci. Misalnya, meja yang bisa dilipat atau sofa dengan laci penyimpanan. Hindari furnitur terlalu besar yang bisa membuat ruangan terasa gelap dan penuh.

    5. Gunakan Warna dengan Bijak

    Warna dinding berpengaruh besar pada kesan ruang. Warna gelap bisa membuat ruangan terasa sempit, sementara warna terang yang hangat memberi efek lapang dan nyaman. Kamu tetap bisa bermain warna, asal tetap memperhatikan keseimbangan dan pencahayaan.

    Intinya, ruangan kecil bisa tetap terasa lega dengan kombinasi pencahayaan, pilihan warna, dan furnitur yang tepat. Nggak perlu renovasi besar, trik-trik simpel ini sudah cukup bikin rumah mungil jadi terasa lebih luas.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Kesalahan Menata Ruang Tamu yang Bikin Rumah Terlihat Sumpek



    Jakarta

    Banyak orang ingin membuat rumahnya terasa lebih nyaman dan menarik dengan menata ruang tamu sebaik mungkin. Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kesalahan dalam penataan interior yang justru membuat ruangan kecil terlihat makin sumpek.

    Elemen seperti wallpaper, sofa, tirai, hingga karpet bisa memberi kesan proporsional bila dipilih dengan tepat. Sebaliknya, jika salah mengaplikasikan, ruang tamu bisa terasa penuh dan sempit.

    Berikut tujuh kesalahan menata ruang tamu yang sebaiknya dihindari agar rumah kecil tetap terlihat lega, dikutip dari Brightside:


    1. Motif Wallpaper Terlalu Besar

    Green table with plant between pink chair and blue sofa in floral living room with wallpaper and posterGreen table with plant between pink chair and blue sofa in floral living room with wallpaper and poster Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Wallpaper dengan motif besar bisa membuat ruangan terasa semakin sempit, apalagi jika rumah berukuran kecil dan banyak sekat. Sebaiknya gunakan wallpaper bermotif kecil dengan warna terang agar ruangan terlihat lebih terbuka.

    2. Rak Buku Terbuka

    Ilustrasi Rak Buku BerkualitasIlustrasi Rak Buku Berkualitas Foto: iStock

    Rak buku terbuka sering membuat ruangan terkesan berantakan dan padat. Pilihlah rak berpintu untuk menyimpan buku atau barang agar ruang tamu terlihat lebih rapi dan lapang.

    3. Sofa Bentuk-L

    Large L-shaped corner sofa in living room furniture show homeLarge L-shaped corner sofa in living room furniture show home Foto: istock

    Sofa berbentuk L memang nyaman, tapi kurang cocok untuk rumah kecil. Bentuknya justru menciptakan batasan yang membuat ruangan semakin sempit. Model sofa ini lebih pas ditempatkan di rumah dengan ruang luas.

    4. Salah Menempatkan Cermin

    Spacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquetSpacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquet Foto: Getty Images/iStockphoto/in4mal

    Cermin bisa memberi ilusi ruangan lebih besar, tetapi penempatan yang salah justru berdampak sebaliknya. Hindari meletakkan cermin di sudut gelap, lebih baik pasang di dekat atau seberang jendela agar cahaya bisa terpantul ke seluruh ruangan.

    5. Tirai Berbahan Tebal

    on Black Backgroundon Black Background Foto: istock

    Tirai dari bahan berat seperti satin atau beludru bisa membuat ruangan terasa suram dan menekan. Pilih tirai dengan bahan ringan seperti linen atau sifon untuk memberi kesan terang dan lapang.

    6. Karpet Kecil di Tengah Ruangan

    Eclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white wallsEclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white walls Foto: istock

    Penggunaan karpet kecil di tengah ruang tamu dapat membuat ruangan terlihat terpecah-pecah. Sebaiknya gunakan karpet berukuran besar atau hindari pemakaian karpet sama sekali jika ruang tamu tergolong sempit.

    7. Kipas Angin di Langit-langit

    Ceiling fan in a roomCeiling fan in a room Foto: istock

    Kipas angin plafon bisa membuat ruangan tampak lebih gelap, terutama di rumah kecil dengan langit-langit rendah. Alternatifnya, gunakan kipas angin berdiri atau meja dengan warna terang agar tidak menambah kesan sumpek.

    Itulah tujuh kesalahan yang sering dilakukan saat menata ruang tamu. Dengan pemilihan dekorasi dan furnitur yang tepat, ruang kecil tetap bisa terasa nyaman, rapi, dan lega.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com