Tag: rumah kosong

  • Lakukan 7 Hal Ini Sebelum Tinggalkan Rumah biar Liburan Tenang


    Jakarta

    Momen libur panjang seperti saat ini sayang banget kalau nggak kita manfaatkan untuk plesiran bersama keluarga untuk melepas lelah. Bisa bermain ke tempat hiburan, atau sekadar berkunjung ke rumah keluarga yang sudah lama tak berjumpa.

    Tapi, jangan asal tinggalkan rumah dalam keadaan kosong ya. Apa lagi bila dalam waktu yang cukup lama.

    Dikutip dari Nzherald, Kamis (8/2/2024), ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan untuk memastikan rumah dalam keadaan baik-baik saja sebelum ditinggal lama dalam keadaan kosong.


    Hal ini juga bisa bantu kamu untuk terhindar dari segala hal buruk dan tidak kamu inginkan, seperti bau tidak sedap, tagihan listrik yang tiba-tiba melonjak, atau serangan hama yang tidak terduga. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah tips yang harus kamu perhatikan sebelum rumah ditinggal untuk liburan.

    Buang Sampah dan Sisa Makanan

    Utamanya sebelum meninggalkan rumah, kamu perlu memastikan bahwa ruangan siap atas ketidakhadiran kamu. Buanglah kantong sampah kotor yang sudah menumpuk di setiap pinggir rumah kamu, kemudian jangan lupa untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang cepat kadaluarsa baik di dapur, meja makan, dan lemari es. Jika ingin rumah kamu dalam keadaan lebih aman, bersihkan juga piring kotor dan lap seluruh meja di dapur.

    Hal ini dipakai untuk memastikan kamu tercegah dari bau tidak sedap dan jamur. Selain itu, ini bisa menghindari kamu dari makhluk serangga yang tidak diinginkan. Bahkan sedikit remah-remah makanan yang ditinggalkan berhari-hari bisa menyebabkan area dikerumuni oleh hewan-hewan kecil yang akan bertebaran.

    Siram Tanaman

    Langkah selanjutnya adalah memastikan tanaman kamu tetap terhidrasi dengan baik sebelum melakukan perjalanan, sehingga siapkan pengoperasian penyiraman bila perjalanan kamu panjang. Jika kamu melakukan perjalanan singkat, kamu bisa mengisi wastafel atau bak mandi dengan sedikit air untuk tanaman kamu yang sudah terlalu haus. Pastikan kamu sudah mematikan keran sebelum berangkat.

    Matikan Peralatan

    Sebelum berangkat, jangan lupa untuk mematikan peralatan rumah tangga agar tagihan listrik kamu tidak melonjak. Selain itu, ini juga bisa membantu penggunaan energi kamu tidak boros selama ditinggal kosong. Hal ini juga termasuk mematikan semua lampu dan memeriksa juga stop kontak di dinding dan tidak hanya peralatan saja yang dimatikan.

    Bersihkan Setiap Ruang

    Sebelum berangkat liburan, pastikan kamu merapikan ruangan dari kotoran-kotoran dengan menyapu, mengepel, menata ruangan, dan sebagainya. Sehingga ketika kamu dalam perjalanan pulang, kamu akan merasa lebih aman karena rumah kamu sudah cukup bersih dari sampah yang berserakan. Selain itu ini juga memudahkan kamu untuk menemukan barang yang kemungkinan hilang atau ketinggalan karena panik sebelum perjalanan.

    Letakkan Seprai Baru

    Langkah ini berguna untuk menghindari kamu dari bau tidak enak dan menjaga keadaan ruangan kamu tetap bersih dan higienis. Langkah ini juga membantu kamu menyiapkan perlengkapan tidur yang bersih setelah pulang dari liburan, sehingga akan memberikan kenyamanan di rumah. Dibandingkan begitu kamu pulang, malah memakai seprai yang sama sebelum berangkat karena saking lelahnya selama masa liburan.

    Tutup Jendela

    Amankan seluruh jendela sebelum berangkat merupakan hal terakhir yang harus kamu perhatikan sebelum keberangkatan liburan kamu. Pastikan setiap jendela bisa terkunci agar kamu terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan

    Periksa Jadwal

    Jika kamu punya komitmen besar terhadap waktu keberangkatan hingga kepulangan kamu, ada baiknya kamu mengatur hal yang dibutuhkan selama liburan tersebut seperti tidak berlebihan ketika menyiapkan pakaian, mengemas tas, menyelesaikan pekerjaan rumah dan kantor yang dianggap penting, atau menitipkan hal-hal penting kepada teman atau tetanggamu. Sehingga perjalanan kamu tetap lancar dan tidak mengkhawatirkan kehidupan sehari-hari setelah pulang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Diserobot Orang! Begini Cara Jaga Properti Kosong



    Jakarta

    Terkadang ada saja rumah yang dibiarkan kosong selama bertahun-tahun, bahkan sampai rusak dan diambil alih oleh orang lain. Seperti halnya yang pernah terjadi dimana oknum-oknum mengambil alih rumah kosong untuk dijual.

    Direktur FWA Law Office Febrian Willy Atmaja menyampaikan agar orang yang mempunyai aset tidak membiarkan rumah kosong terlalu lama tanpa pengelolaan. Pasalnya, rumah atau tanah kosong berpotensi jadi incaran oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk menempati, bahkan memiliki aset tersebut.

    “Memang banyak sekali saudara-saudara kita, khususnya masyarakat Indonesia, terkadang karena memang banyaknya aset yang dia (pemilik) punya, jadi sampai lupa di mana tempat-tempat tanah-tanah yang dia beli ataupun tanah-tanah yang dulu sempat diberikan orang tuanya,” ujar Willy kepada detikcom, Rabu (27/3/2024).


    Alhasil, rumah dan tanah yang terlupakan dan terbengkalai diambil alih oleh pihak lain. Oleh karena itu, Willy menekankan agar pemilik rumah atau tanah kosong untuk segera mengurus asetnya baik dengan cara administratif maupun fisik.

    “Jangan sampai adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini memanfaatkan situasi dan kondisi sehingga apa yang kita miliki ini diambil oleh orang lain,” ucapnya.

    Cara Menjaga Properti Kosong

    Miliki Dokumen Kepemilikan

    Pastikan untuk menyimpan bukti kepemilikan rumah maupun tanah berupa Surat Hak Milik (SHM). Apabila sewaktu-waktu ada oknum yang menggunakan properti tersebut, maka bisa diambil kembali dengan bukti kepemilikan itu.

    “Kalau masuk ke rumah orang yang memang menempati rumah orang kosong terbengkalai, si pemilik misalkan mau mengambil rumah itu sah kalau dia memang mempunyai dokumen yang resmi dibuktikan daripada SHM,” kata Willy.

    Kunjungi Secara Berkala

    Sebagai langkah pencegahan, kunjungi dan rawat rumah atau tanah secara berkala supaya tidak dipertanyakan kepemilikan.

    “Adapun kalau memang pemilik rumah ataupun tanah itu sudah dibiarkan sampai dengan 21 tahun, ya mengacu pada undang-undang agraria tadi (Pasal 27 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960), maka bisa juga diusulkan untuk kepemilikannya. Karena kalau lama dibiarkan, ya itu memang sudah bisa memenuhi unsur untuk diajukan kepemilikan,” jelasnya.

    Mengutus Pengelola Rumah

    Jika rumah atau tanah tidak ditempati, maka sebaiknya mengutus seseorang untuk tinggal atau mengelola properti tersebut. Tentunya dengan membuat surat pernyataan

    “Buatkan surat berkaitan dengan pernyataan bahwasannya dia (pengelola) menempati rumah itu kita yang kasih, dan kita pun juga sewaktu-waktu kalau kita butuh kita bisa ambil kembali (rumahnya),” papar Willy.

    “Nah, adapun kalau tanah kosong, itu pun juga kita buatkan surat pernyataan, apakah itu kita suruh orang untuk garap, apakah kita suruh orang itu untuk menempati, mengelola tanah kita, untuk menanam tumbuh di tanah kita, itu harus kita suruh orang lain,” sambungnya.

    Pasang Tanda

    Namun, kalau tidak ada pengelola rumah atau tanah, kamu bisa memasang plang sebagai tanda kepemilikan. Sertakan nomor SHM dan nama pemilik pada plang. Dengan begitu, oknum akan lebih sungkan mengganggu properti kosong itu.

    Perlawanan Hukum

    Apabila rumah kosong ditempati tanpa izin maka bisa digugat secara pidana berdasarkan Pasal 167 Ayat 1 KUHP. Adapun ancaman pidananya bisa selama sembilan bulan. Berbeda halnya dengan tanah yang diambil alih dan mempunyai SHM juga, maka bisa melakukan upaya Derden Verzet.

    “Apabila dia (pemilik) baru mengetahui tanahnya atau bangunan dia, tetapi dia tidak masuk dalam objek sengketa, dia bisa melakukan upaya derden verzet, karena dia tidak masuk dalam gugatan orang yang berperan sengketa. Tetapi dia mempunyai legal standing dan juga mempunyai keabsahan berkaitan dengan legalitas, yaitu SHM-nya,”

    Sementara denda dan ganti rugi memang tidak termaktub di dalam KUHP, tetapi pemilik rumah bisa melihat kerugian apa yang dialami. Kerugian materil atau memang kerugian immaterilnya seperti selama orang itu menempati rumah ada yang dilakukan atau memang ada kerusakan.

    “Kalau untuk perdatanya, perbuatan melawan hukum yang di mana di Pasal 1365-nya, yang di mana berbunyi tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Kosong Ditempati Orang Tanpa Izin? Lawan dengan Ini



    Jakarta

    Masih banyak kasus pemilik rumah di Indonesia yang membiarkan rumah kosong dan terbengkalai hingga terlupakan, bahkan rusak. Hal ini dapat menimbulkan masalah karena rumah berpotensi untuk diambil dan ditempati oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

    “Kalau masuk ke rumah orang yang memang menempati rumah orang kosong terbengkalai tanpa ada isinya, si pemilik misalkan mau mengambil rumah itu ya sah kalau dia memang mempunyai dokumen yang resmi dibuktikan daripada SHM (Sertifikat Hak Milik),” ujar Direktur FWA Law Office Febrian Willy Atmaja kepada detikcom, Rabu (27/3/2024).

    Ia menjelaskan selama pemilik rumah memang merasa dan memiliki legalitas yang dibuktikan dengan kelengkapan dokumen kepemilikan, maka berhak untuk mengusir pelaku yang menempati rumah kosong tanpa izin. Namun, apabila pelaku menolak, bisa dilakukan upaya hukum berkaitan dengan perbuatan melawan hukum (PMH).


    Pelaku yang menyerobot masuk untuk menghuni rumah kosong bisa dikenakan hukum perdata, yakni Pasal 1365 KUHPerdata. Undang-undang itu menyebutkan setiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, wajib membayar kerugian.

    Adapun denda dan ganti rugi bisa melihat kerugian apa yang dialami. Kerugian bisa berupa materil ataupun immaterilnya berdasarkan apa yang selama ini dilakukan pelaku ketika menempati rumah atau memang adanya kerusakan.

    Selain itu, rumah kosong yang ditempati tanpa izin bisa digugat secara pidana berdasarkan Pasal 167 Ayat 1 KUHP. Pasal tersebut terkait orang yang memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan yang tertutup. Ancaman pidananya pun bisa selama sembilan (9) bulan.

    Meski pelaku bisa dilawan secara hukum, Willy mengimbau agar masyarakat Indonesia yang mempunyai rumah tidak membiarkannya kosong terlalu lama serta tetap merawat dan memeriksanya dari waktu ke waktu.

    “Kalau memang kita mempunyai rumah ataupun tanah, taruhlah atau suruhlah orang lain untuk mengelolanya. Jangan sampai dibiarkan kosong, apalagi sampai hancur. Dan itu berpotensi ada oknum-oknum yang ingin menggunakan cara-caranya untuk menempati sampai dengan memiliki untuk aset-aset yang kita punya,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Rumah Kosong Lebih Baik Dijual atau Disewakan?


    Jakarta

    Banyak orang Indonesia yang masih mempunyai rumah kosong atau tidak ditempati. Alasan mereka tidak menempati rumah tersebut biasanya karena lokasi kerja yang kerap berpindah-pindah.

    Selain itu, banyak juga masyarakat yang mendapatkan warisan rumah dari orang tuanya. Sehingga terkadang mereka tidak menepatinya karena mereka sudah mempunyai rumah tetap untuk keluarga mereka, atau karena lokasinya jauh dari tempat kerja.

    Dalam menjawab masalah ini, detikProperti mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Erwin Karya selaku Director of Ray White Indonesia, dan Nina Kuntjoro, selaku Vice President Xavier Marks Home.


    Lebih Untung Dijual atau Disewakan?

    Menurut Erwin. Pengelolaan rumah kosong itu tergantung dengan kebutuhan pemiliknya. Bila kamu membutuhkan uang dalam waktu dekat, sebaiknya kamu menjualnya saja langsung. Sebaliknya, bila kamu sedang tidak ada keperluan uang yang mendesak, kamu bisa buat rumah itu menjadi rumah sewa.

    “Tergantung kebutuhan,” jawab Erwin. “Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield / imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya” jelasnya.

    Nina juga menambahkan, bahwa menjual rumah yang sudah lama memang lebih menguntungkan daripada menyewakannya.

    “Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1~2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum terasa sekali,”jawab Nina.

    “Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan” lanjutnya.

    Keuntungan dan Kerugian Bila Rumah Kosong Dijual atau Disewakan

    Bila kamu membutuhkan uang dalam jangka pendek ini, tentunya menjual rumah tersebut bisa menjadi jawaban yang paling kuat. Dengan menjual rumah, kamu bisa lebih mudah untuk mendapatkan uangnya. Apalagi kalau dibeli lunas secara tunai.

    Tidak hanya itu, menjual rumah langsung juga menjadikan kamu terbebas dari biaya perawatan rumah tersebut.

    Sebaliknya, bila kamu ingin menyewakan rumah kosong tersebut, kamu akan perlu untuk melakukan perawatan rutin, karena hak milik properti masih berada di tangan kamu. Tetapi dengan menyewakan rumah kosong, kamu akan mempunyai pendapatan pasif dari hasil penyewaan tersebut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Rumah Murah Jokowi, Ini Tips Cegah Rumah Rusak Meski Tak Dihuni



    Jakarta

    Pada awal pemerintahan, Presiden Joko Widodo membuat program rumah murah agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa lebih mudah memiliki hunian. Namun yang terjadi justru banyak rumah murah yang kosong dan terbengkalai, salah satunya yang berada di daerah Cikarang, Jawa Barat.

    Terkait hal itu, CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda membeberkan alasan banyak rumah murah dari program besutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) banyak yang kosong bahkan tidak terawat. Salah satunya karena akses transportasi umum yang jauh.

    Menurut Ali, faktor utama kenapa banyak rumah murah atau rumah subsidi yang kosong karena lokasinya yang jauh dari tempat kerja dan akses transportasi umum. Biasanya, kata Ali, pembeli rumah murah belum sadar kalau rumah yang dibeli itu aksesnya cukup jauh dari akses transportasi umum.


    “Banyak proyek rumah subsidi itu yang jauh dan tidak terkonesi dengan transportasi umum. Nah konsumen kan kadang-kadang nggak sadar, karena dia mau beli rumah, tapi ternyata pas sudah jadi (rumahnya) jauh kemana-mana,” katanya kepada detikProperti, Jumat (3/5/2024).

    Apabila rumah kurang nyaman bagi pemiliknya dan ia lebih memilih untuk tinggal di tempat lain, maka rumah tersebut akan ditinggalkan. Rumah yang lama tak ditinggali akan cepat rusak, cepat tumbuh ilalang, lembap, dan tembok akan retak hingga lama kelamaan akan ambruk.

    Rumah yang kosong atau tak berpenghuni lebih berisiko rusak lebih cepat karena faktor sirkulasi udara.

    Dikutip dari detikFinance, sirkulasi udara yang tak bagus di dalam rumah mempercepat kerusakan. Saat rumah kosong, kondisi udara lembap.

    Kemudian rumah yang kosong atau tidak ditempati, pasti tidak pernah dibersihkan. Hal ini juga memicu kerusakan lebih cepat dibandingkan rumah yang ditempati dan dirawat oleh penghuninya.

    Kondisi akan berbeda jika rumah ditempati atau dihuni. Karena, rumah akan terawat. Kondisi sirkulasi udara pun bagus. Rumah juga bersih. Sehingga, tidak mempercepat kerusakan dinding rumah.

    Nah, detikters kalau sudah memiliki rumah dan jarang ditempati sebaiknya dijenguk dan dibersihkan minimal satu minggu sekali. Misalnya disapu atau dipel sampai mengelap kaca-kaca dan membuka pintu jendela agar aliran udara lebih baik.

    Selain sirkulasi udara dan kebersihan, adanya makhluk hidup lain seperti serangga sejatinya dapat mempercepat kerusakan. Rumah kosong biasanya jadi tempat sarang laba-laba. Atau bisa menjadi sarang hewan pengerat, seperti tikus.

    Kemudian, perabotan yang terbuat dari kayu juga bisa alami pelapukan karena udara yang tak bagus. Selain itu, perabotan yang terbuat dari besi juga akan mudah berkarat.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Rumah Kosong Mending Jual Atau Kontrakin, Mana yang Lebih Cuan?


    Jakarta

    Ada saja rumah kosong yang dibiarkan tak terpakai, bahkan sampai terbengkalai karena tidak ditempati oleh pemiliknya. Biasanya hal ini terjadi karena pemilik masih pindah-pindah hunian atau menginginkan kawasan lain yang lebih memadai, terutama dekat dengan tempat kerja.

    Sebagian masyarakat mungkin mendapat warisan rumah dari orang tua, padahal sudah punya tempat tinggal. Kondisi tersebut membuat rumah terkesan terbengkalai dan kurang bermanfaat.

    Oleh karena itu, terkadang pemilik memilih untuk menjual atau menyewakan rumahnya agar properti miliknya lebih bermanfaat. Lantas, lebih baik menjual rumah atau menyewakan rumah kosong ya?


    Dalam menjawab masalah ini, detikProperti mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Erwin Karya selaku Director of Ray White Indonesia, dan Nina Kuntjoro, selaku Vice President Xavier Marks Home.

    Lebih Untung Dijual atau Disewakan?

    Menurut Erwin. Pengelolaan rumah kosong itu tergantung dengan kebutuhan pemiliknya. Bila kamu membutuhkan uang dalam waktu dekat, sebaiknya kamu menjualnya saja langsung. Sebaliknya, bila kamu sedang tidak ada keperluan uang yang mendesak, kamu bisa buat rumah itu menjadi rumah sewa.

    “Tergantung kebutuhan,” jawab Erwin.

    “Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield/imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya,” jelasnya.

    Nina juga menambahkan, bahwa menjual rumah yang sudah lama memang lebih menguntungkan daripada menyewakannya.

    “Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1~2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum terasa sekali,”jawab Nina.

    “Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan,” lanjutnya.

    Untung Rugi Menjual atau Menyewakan Rumah Kosong

    Bila kamu membutuhkan uang dalam jangka pendek ini, tentunya menjual rumah tersebut bisa menjadi jawaban yang paling kuat. Dengan menjual rumah, kamu bisa lebih mudah untuk mendapatkan uangnya. Apalagi kalau dibeli lunas secara tunai.

    Tidak hanya itu, menjual rumah langsung juga menjadikan kamu terbebas dari biaya perawatan rumah tersebut.

    Sebaliknya, bila kamu ingin menyewakan rumah kosong tersebut, kamu akan perlu untuk melakukan perawatan rutin, karena hak milik properti masih berada di tangan kamu. Tetapi dengan menyewakan rumah kosong, kamu akan mempunyai pendapatan pasif dari hasil penyewaan tersebut.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Biarkan Rumah Kosong Terlalu Lama, Dampaknya Lebih Ngeri dari Angker!



    Jakarta

    Sebisa mungkin jangan pernah membiarkan rumah kosong tak berpenghuni terlalu lama. Bukan karena takut rumah itu jadi angker, tapi ada dampak yang jauh menyeramkan dari pada hal mistis, yakni rumah kamu bisa ambruk.

    Memang salah satu dampak yang akan timbul bila rumah tak berpenghuni adalah kondisinya akan cepat rusak. Rumah yang lama tak ditinggali akan cepat rusak, cepat tumbuh ilalang, lembap dan tembok akanretak hingga lama kelamaan akan ambruk.

    Lantas, kenapa rumah kosong atau tak berpenghuni lebih berisiko rusak lebih cepat. Jawabannya yakni karena faktor sirkulasi udara.


    Dikutip dari detikFinance, sirkulasi udara yang tak bagus di dalam rumah mempercepat kerusakan. Saat rumah kosong, kondisi udara lembap.

    Kemudian rumah yang kosong atau tidak ditempati, pasti tidak pernah dibersihkan. Hal ini juga memicu kerusakan lebih cepat dibandingkan rumah yang ditempati dan dirawat oleh penghuninya.

    Kondisi akan berbeda jika rumah ditempati atau dihuni. Karena, rumah akan terawat. Kondisi sirkulasi udara pun bagus. Rumah juga bersih. Sehingga, tidak mempercepat kerusakan dinding rumah.

    Nah, detikters kalau sudah memiliki rumah dan belum ditempati ada baiknya dijenguk dan dibersihkan minimal satu minggu sekali. Misalnya disapu atau dipel sampai mengelap kaca-kaca dan membuka pintu jendela agar aliran udara lebih baik.

    Selain sirkulasi udara dan kebersihan, adanya makhluk hidup lain seperti serangga sejatinya dapat mempercepat kerusakan. Rumah kosong biasanya jadi tempat sarang laba-laba. Atau bisa menjadi sarang hewan pengerat, seperti tikus.

    Kemudian, perabotan yang terbuat dari kayu juga bisa alami pelapukan karena udara yang tak bagus. Selain itu, perabotan yang terbuat dari besi juga akan mudah berkarat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Geger Rumah Kosong Depok Jadi Sarang 35 Ekor Ular, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Rumah kosong yang dibiarkan tak terawat bisa menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya ada potensi rumah itu menjadi sarang ular, lho.

    Seperti rumah kosong di Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok yang tak ditinggali selama 2 tahun. Petugas Damkar Kota Depok menemukan dan mengevakuasi 35 ekor anak kobra dari rumah tersebut pada Selasa (10/12) lalu.

    Kasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Tessy Haryati mengatakan pihaknya mengevakuasi puluhan anak kobra tersebut setelah mendapatkan laporan warga soal keberadaan induk kobra.


    “Itu sekitar 2 minggu yang lalu kita respons ke sini, cuma nggak ketemu, indukannya masuk lagi. Nah ini kita respons lagi, ternyata telurnya sudah menetas,” kata Tessy dikutip dari detikNews, Jumat (13/12/2024).

    Tessy mengatakan induk kobra tersebut ternyata menetaskan diri di sebuah rumah kosong milik warga. Namun rumah tersebut sudah tak dihuni dan kondisinya pun tidak layak huni.

    “Jadi saya pesan ya kepada semua warga untuk selalu mengecek, rumah yang kosong ini kemungkinan potensi seperti ini. Ini alhamdulillah kita bisa evakuasi ya, masih anakan. Kalau sudah besar semua mungkin satu kompleks ini bisa terdampak,” jelasnya.

    Lantas bagaimana cara merawat rumah kosong agar ular tidak masuk dan bersarang?

    Tips Cegah Ular Masuk Rumah Kosong

    Inilah cara mencegah ular masuk dan bersarang di rumah kosong, dikutip dari homes to love.

    1. Tutup Lubang di Luar Rumah dan Garasi

    Ular suka memasuki tempat yang gelap dan kering seperti atap, kolong rumah, dan garasi. Pastikan kamu menutup lubang di atap, langit-langit, garasi, dan area lain tempat mereka mungkin tinggal.

    Kamu juga bisa memasang lapisan jaring atau kasa pada bukaan pintu atau ventilasi agar ular atau hewan tidak masuk, namun tetap memungkinkan sirkulasi udara.

    2. Rapikan Pekarangan

    Meski rumah kosong, kunjungi rumah secara berkala untuk merapikan pekarangan. Pastikan tidak ada celah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular di pekarangan.

    Rajin potong rumput agar tetap pendek dan segera buang sisa potongan rumput. Jangan biarkan potongan rumput menumpuk karena bisa menjadi tempat ular menghangatkan diri.

    3. Tutup Lubang Pada Dinding dan Struktur Rumah

    Ular menyukai dinding batu dan bisa masuk rumah melalui celah-celah serta menjadikannya tempat persembunyian. Oleh karena itu, pastikan untuk menutup lubang atau rongga pada dinding atau struktur rumah lainnya.

    4. Bersihkan Rumah

    Walaupun rumah kosong, bersihkan secara berkala karena rumah menjadi kotor dari waktu ke waktu. Pastikan tidak ada sisa makanan di rumah, sebab akan mengundang tikus, yakni makanan ular.

    5. Pilih-pilih Tanaman

    Ternyata jenis tanaman di pekarangan rumah kamu bisa menjadi faktor munculnya ular di rumah, lho.

    Jika kamu punya pekarangan atau taman di rumah, pemilihan tanaman ternyata datang mempengaruhi kedatangan ular. Misalnya, semak rendah dan semak berdaun lebat akan menjadi tempat yang disukai ular buat bersembunyi.

    Namun, menanam pohon tinggi serta mengurangi sampah daun bisa menjadikan rumahmu tidak begitu menarik bagi ular.

    Itulah beberapa cara mencegah ular masuk dan bersarang di rumah kosong. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Rumah Kosong Bisa Jadi Sarang Ular? Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Rumah kosong yang lama tak dihuni biasanya kurang terawat. Rumah seperti ini tidak terawat, sehingga bisa menimbulkan masalah seperti dinding retak, genteng bergeser, bahkan sarang ular.

    Mengutip dari AAC Distributing, ular masuk rumah karena mencari tempat tinggal yang nyaman. Selain mencari tempat berlindung, mereka juga bersarang di rumah.

    Lantas, kenapa rumah kosong bisa menjadi sarang ular ya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Rumah Kosong Bisa Jadi Sarang Ular

    Inilah beberapa alasan rumah kosong bisa menjadi tempat yang ideal buat ular bersarang.

    1. Retakan dan Lubang di Rumah

    Rumah yang tidak terawat lama-lama bisa menimbulkan kerusakan sekitar bangunan rumah, seperti celah, retakan, hingga lubang. Ular bisa masuk rumah dengan melewati celah-celah sempit.

    Selain itu, ular bisa merangkak ke atap dan masuk lewat celah atap dan ventilasi rumah. Hewan melata satu ini juga dapat masuk melalui celah di sekitar pintu.

    2. Rumah Gelap dan Lembap

    Mengutip dari Revoke Snake Repellent, ular menyukai tempat yang gelap dan lembap untuk bersembunyi. Rumah kosong yang tidak ada aktivitas manusia di dalamnya bisa membuat udara lembap, sehingga mengundang berbagai hewan dan serangga, termasuk ular.

    Rumah rumah kosong juga biasanya kurang penyinaran lampu, sehingga gelap. Lalu, bisa saja ada tumpukan barang-barang di dalam rumah yang cukup gelap buat jadi sarang ular.

    3. Ada Sumber Makanan Ular

    Alasan lain ular tertarik masuk rumah adalah adanya sumber makanan. Rumah kosong yang lama tidak lama-lama malah dihuni oleh hewan lain, seperti tikus misalnya. Tentunya kehadiran tikus di rumah bakal menarik bagi ular.

    4. Pekarangan Rumput yang Tinggi

    Rumput di pekarangan rumah kosong bisa tumbuh tinggi karena tidak ada yang mengurusnya. Area berumput merupakan tempat yang bagus bagi ular untuk beristirahat dan bersembunyi di siang hari.

    Rumput yang tinggi menarik bagi ular, bahkan bisa menjadi ‘surga’ bagi ular. Maka tak heran kalau ada ular di sekitar rumah dan sewaktu-waktu bisa masuk dan bersarang di dalamnya.

    Sebelumnya, ada rumah kosong di Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok sudah tak dihuni selama 2 tahun. Petugas Damkar Kota Depok menemukan dan mengevakuasi 35 ekor anak kobra dari rumah tersebut pada Selasa (10/12) lalu.

    “Itu sekitar 2 minggu yang lalu kita respons ke sini, cuma nggak ketemu, indukannya masuk lagi. Nah ini kita respons lagi, ternyata telurnya sudah menetas,” kata Kasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Tessy Haryati dikutip dari detikNews, Jumat (13/12/2024).

    Tessy mengatakan induk kobra tersebut menetaskan diri di sebuah rumah kosong milik warga. Rumah tersebut sudah lama tak dihuni dan kondisinya tidak layak huni.

    “Jadi saya pesan ya kepada semua warga untuk selalu mengecek, rumah yang kosong ini kemungkinan potensi seperti ini. Ini alhamdulillah kita bisa evakuasi ya, masih anakan. Kalau sudah besar semua mungkin satu kompleks ini bisa terdampak,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Kosong Lebih Untung Dijual atau Disewakan? Ini Jawabannya!



    Jakarta

    Selain rumah siap huni, pasti kamu pernah melihat rumah kosong yang tidak lagi ditempati oleh pemiliknya. Rumah ini biasanya tampilannya berantakan, banyak semak belukar, kosong, dan apabila sudah belasan tahun ditinggal akan menunjukkan kerusakan pada bagian fasad dan jendela.

    Banyak faktor yang menyebabkan rumah tersebut kosong. Bisa karena lokasinya yang jauh dari tempat kerja, anak-anaknya sudah keluar dari rumah itu dan orangtuanya meninggal, rumah warisan tetapi tidak ada yang bisa merawat rumah itu lagi, dan alasan lainnya.

    Rumah kosong yang ditemui di Indonesia tidak melihat besar atau kecil. Nilai rumah berapa pun apabila pemiliknya tidak dapat merawatnya, rumah tersebut berpotensi menjadi rumah kosong.


    Sebenarnya, rumah tersebut bisa lho kamu manfaatkan sebagai sumber cuan seperti disewa atau langsung dijual. Sebagai pertimbangan mana yang lebih baik, simak penjelasan berikut.

    Rumah Kosong Lebih Untung Dijual atau Disewakan?

    Menurut Director of Ray White Indonesia Erwin Karya cara pengelolaan rumah kosong itu tergantung dengan kebutuhan pemiliknya. Bila kamu sedang membutuhkan uang secepatnya, sebaiknya kamu menjual rumah kosong. Sebaliknya, apabila kamu sedang tidak ada keperluan uang yang mendesak, kamu bisa memanfaatkan rumah tersebut sebagai rumah sewa.

    “Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield atau imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya” jelas Erwin kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Vice President Xavier Marks Home Nina Kuntjoro menambahkan, bahwa menjual rumah kosong jauh lebih menguntungkan daripada disewakan.

    “Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1~2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum begitu terasa,” terang Nina.

    “Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan” lanjutnya.

    Keuntungan dan Kerugian Menjual atau Menyewakan Rumah Kosong

    Sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila kamu menjual rumah kosong, keuntungan yang didapat jauh lebih besar dan cepat. Sementara itu, keuntungan menyewakan rumah kosong, kamu akan memiliki pendapatan pasif dari hasil penyewaan tersebut.

    Namun, kerugiannya apabila rumah tersebut disewakan, kamu perlu merenovasi bagian rumah yang rusak agar layak dihuni. Kemudian, baru kamu bisa menyewakan. Kamu juga akan dikenakan biaya perawatan rumah tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com