Tag: rumah pertama

  • Pengin Beli Rumah Pertama? Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan



    Jakarta

    Membeli rumah merupakan keputusan besar yang membutuhkan perencanaan dan pertimbangan yang sangat matang. Terlebih bagi pencari rumah pertama yang masih awam dalam membeli rumah.

    Chief Marketing Pinhome Officer Fibriyani Elastria, mengungkap berdasarkan riset yang dilakukan Pinhome, platform e-commerce jual-beli dan sewa properti, kebanyakan orang masih bingung dari mana harus memulainya penjajakan rumah pertamanya.

    Untuk itu, Fibri membagikan tips untuk membantu pencari rumah pertama mempersiapkan diri sebelum membeli rumah.


    Rencanakan Keuangan

    “Dilihat dulu dari kira-kira perencanaan keuangannya mau seperti apa. Dimulai dengan biasanya di Pinhome, kita memang ada cara untuk menghitung budget ideal. Artinya kita bisa tahu dengan income kita saat ini, sebetulnya harga rumah berapa yang paling pas (berapa),” ujar Fibri kepada detikcom kemarin.

    “Pertama, bisa mengetahui kemampuan finansial dulu seperti apa dan dari situ baru mungkin kita lihat lagi apakah ada rumah seperti ini, ‘memang sudah sesuai sama aspirasi saya atau belum?’,” sambung Fibri.

    Apabila pembeli ingin harga cicilan yang lebih tinggi, maka bisa dihitung balik. Pinhome mempunyai kalkulator atau simulator KPR. Dengan begitu, pembeli akan lebih mudah membuat perencanaan finansial.

    Kumpulkan Informasi Sebanyak Mungkin

    Setelah merencanakan keuangan dan menetapkan budget rumah, kamu bisa mulai mencari beberapa opsi rumah di berbagai lokasi. Pastikan untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin terkait rumah yang diincar untuk dijadikan bahan pertimbangan.

    “Memang mencari rumah tersebut sendiri banyak pilihan lokasinya di mana dan sebagainya. Nah, Kadang-kadang pain point-nya adalah orang itu kalau mereka langsung menghubungi pihak agen tertentu atau langsung ke proyek-proyek tertentu, misalnya seharus bolak-balik buat cari informasinya yang memang lengkap sehingga itu memakan waktu,” ungkapnya.

    Fibri mengatakan Pinhome menyediakan fitur listing properti yang menyajikan informasi yang lengkap, sehingga bisa memudahkan dan mempersingkat proses pencarian rumah.

    Bandingkan Harga dengan Pasaran

    Jangan lupa untuk mencari tahu harga pasaran rumah di kawasan yang dituju. Apalagi kalau kawasan tersebut masih asing. Informasi ini akan sangat berguna untuk dijadikan bahan negosiasi dengan pihak pengembang sekaligus membuat keputusan.

    “Kalau misalnya kita biasa tinggal di Jakarta Utara atau di Bogor, terus memang mau cari yang lebih dekat sama kantor jadi misalnya mendekat ke lets say Jakarta Selatan, tapi kita tidak tahu sebetulnya harga paketannya berapa. Karena kita mungkin tidak punya orang yang kita kenal untuk bisa kita tanya,” imbuhnya.

    Namun, apabila terlalu mengandalkan informasi dari agen, kebenaran harga rumah sebenarnya masih bisa diragukan. Fibri menyebutkan Pinhome mempunyai fitur Pinvalue yang dapat menunjukkan transaksi real menggunakan AI, sehingga kamu bisa mengetahui benchmark harga pasar.

    Mencari Opini Kedua

    Sebelum membuat keputusan besar sebaiknya mencari opini kedua, termasuk dari keluarga. Fibri menjelaskan Pinhome menyediakan berbagai tools, salah satunya untuk menyimpan beberapa opsi rumah dalam Wishlist.

    “Kadang-kadang kita punya beberapa terus lupa tadi yang mana ya, jadi bisa save langsung dan bahkan kalau kita sudah punya pasangan atau memang mau minta masukan dari anggota keluarga dari orang tua itu bisa di-share langsung,” pungkas Fibri.

    Itulah beberapa tips persiapan yang perlu dilakukan sebelum memutuskan membeli rumah pertama kamu. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli Rumah Sekarang atau Nanti? Ini Saran Crazy Rich Jusuf Hamka



    Jakarta

    Banyak orang bermimpi untuk mempunyai rumah sendiri. Selain menjadi pencapaian besar dalam hidup, tempat tinggal juga merupakan kebutuhan utama yang perlu dimiliki setiap orang.

    Namun, memperoleh sebuah rumah tentunya tidak mudah karena memerlukan biaya yang tak sedikit. Apalagi dengan terus melambungnya harga-harga properti seiring berjalannya waktu.

    Maka, tak jarang para pencari rumah pertama masih bingung bagaimana cara yang efektif untuk membeli rumah. Salah satu pertimbangan mereka antara membeli rumah sekarang atau mengontrak tempat tinggal sambil mengumpulkan uang untuk membeli rumah secara cash di masa mendatang.


    Menurut pengusaha jalan tol sukses, Jusuf Hamka, lebih baik segera membeli rumah dengan cara mencicil dibandingkan menabung uang untuk membeli rumah nanti setelah dana terkumpul.

    “Ya cicil rumah lah dari sekarang. Itu kan juga merupakan tabungan daripada nabung terus nanti duitnya kepakai. Bilang nabung dulu terus duitnya kumpulin buat beli rumah, kan mendingan cicilan. Cicilan kan juga sama nabung di sana,” ujar Jusuf dikutip dari video di akun Instagram @linktown.co.id, Minggu (14/4/2024).

    Jusuf mencontohkan bila menunggu untuk membeli rumah di tahun depan, maka harga-harga sudah pasti akan naik karena inflasi. Berbagai komponen untuk membangun rumah akan meningkat, seperti semen, bata, hingga upah pekerja bangunan.

    Oleh karena itu, ia menyarankan agar cepat-cepat membeli rumah sebelum rumah semakin mahal. Bagi yang sudah berpenghasilan, Jusuf menyebut cara yang efektif adalah mencicil rumah dengan mengalokasikan setengah dari gaji untuk biaya hidup dan separuh lagi untuk membayar cicilan rumah.

    Selain itu, ia menilai mencicil rumah lebih aman dan terjamin karena dapat mencegah risiko kehilangan uang tabungan. Seperti halnya menabung di bank, ada kemungkinan bank mengalami masalah, sehingga berdampak pada tabungan.

    “Pasti jauh lebih efektif karena kalau ditabungin, misalnya nabungnya aja banknya collapse, duitnya hilang dimakan setan. Tapi kalau dibeliin rumah, rumahnya udah pasti ada. Pelan-pelan rumah itu kita beli rumahnya dulu terus dandaninnya pelan-pelan,” katanya.

    Selanjutnya, Jusuf menyebutkan agar membeli perabotan rumah sedikit demi sedikit sambil mencicil rumah. Ia bahkan membagikan pengalamannya ketika membeli rumah pertamanya.

    “Saya dulu waktu beli rumah pertama kali tidurnya di kasur gulung saya, baru pelan-pelan beli ranjang. Gitu aja hidup mah simpel-simpel aja,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Menteri PU Era SBY Cerita Pengalaman Punya Rumah Pertama



    Jakarta

    Belakangan ini ramai perdebatan oleh generasi muda Indonesia di media sosial. Pasalnya, semakin ke sini pilihan untuk beli atau sewa rumah semakin beragam, hal tersebut menjadi perdebatan sengit di kalangan generasi muda Indonesia.

    Dalam menentukan apakah harus beli atau sewa rumah, banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan. Mulai dari kebutuhan, jarak tempat bekerja, harga pasaran rumah serta dengan besaran gaji yang didapat oleh generasi muda menjadikan kedua pilihan tersebut menjadi sulit untuk dipastikan.

    Nah, bagi kamu yang masih bimbang apakah perlu untuk memiliki sebuah rumah. Kamu bisa simak cerita perjalanan Menteri PU Era SBY, Djoko Kirmanto di bawah ini.


    Cerita Djoko Kirmanto Punya Rumah Pertama

    Menteri Pekerjaan Umum (PU) pada era presiden Susilo Babang Yudhoyono, Djoko Kirmanto bercerita mengenai perjalanannya dalam memiliki sebuah rumah selama masa hidupnya ini.

    Pada tahun 1980-an, ketika Djoko berumur 37 tahun, ia membeli tanah untuk pertama kalinya di Cinere Depok. Tanah tersebut masih kosong dan belum dibangun rumah. Ia mulai membangun rumah di tanah tersebut sekitar 10 tahun kemudian, pada tahun 1990 an.

    Dalam proses pembangunannya tersebut, Djoko masih tinggal di rumah dinasnya. Rumah tersebut kemudian berhasil dibangun dan mulai ditempati oleh Djoko pada tahun 1994.

    “Saya beli tanah ini tahun 80, saya lahir tahun 43. Tanahnya dibeli, tapi bangunnya tahun 90. Tapi rumah ini jadi dan mulai saya tinggali itu tahun 94,” Ujar Djoko kepada detikcom, Kamis (16/5/2024).

    “Tahun 70 saya masuk PU, terus di kasih tugas di Sulawesi Selatan. Selama proses pembangunan rumah, saya tinggal di rumah PU, rumah dinas,” tambahnya

    Sebelumnya, Djoko juga menceritakan bahwa ia juga sempat tinggal di rumah dinasnya yang berlokasi di jalan Dr. Cipto pada saat awal ia bekerja di PU. Rumahnya tersebut terbilang cukup jauh dari lokasinya bekerja.

    “Waktu kerja di PU pertama kali saya sudah tunangan sama istri, saya tinggal di jalan Dr cipto. Pagi jam 6 harus sudah keluar dari rumah untuk naik bus, turun Blok M, lalu jalan kaki ke kantor. Lumayan jauh, tapi gapapa” Ujar Djoko.

    Dalam kesempatan tersebut, Djoko juga menyampaikan bahwa memiliki rumah pribadi itu penting. Djoko menyebutkan bila kita sudah mempunyai rumah sendiri, hidup akan terasa lebih tenang.

    “Kalau menurut saya, hatinya lebih tenang kalau punya rumah. Tapi mungkin nyewa pindah-pindah ada baiknya juga,” Jawab Djoko.

    Ia juga menceritakan bahwa ia sangat ingin untuk memiliki rumah pribadinya sendiri pada saat a bekerja di PU.

    “Tapi memang waktu saya dipindah ke Sulawesi Selatan, itu sebenarnya hanya mau mengejar supaya bisa pindah ke satu rumah. Karena disini kan saya hanya ngekos waktu masuk tahun 70 an itu. Ditambah saya juga harus cepat menikah karena sudah tunangan. jadi kalau pergi ke kantor itu sudah mikir, ah nanti mau ngontrak dimana,” ujar Djoko

    “Jadi waktu saya dipanggil sama boss saya, kamu mau ditaruh di proyek nggak, ya sama langsung mau. Karena pikiran saya itu yang penting disana nanti ada tempat tinggal, ada kendaraan,” tambahnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Barang yang Sebaiknya Jangan Dibeli untuk Rumah Pertama


    Jakarta

    Saat memiliki rumah pertama, tentunya ingin segera membeli perabotan agar kehidupan sehari-hari bisa lebih nyaman. Namun, ada barang-barang yang sebaiknya tidak dibeli saat memiliki rumah pertama.

    Salah satunya adalah furniture yang tidak disukai. Sebaiknya pemilik rumah tidak membeli furniture yang tidak disukai karena bisa saja di kemudian hari mereka membeli furniture dengan fungsi yang sama namun lebih disukai. Hal ini bisa berujung membuang uang yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

    Selain itu masih ada beberapa barang yang sebaiknya tidak dibeli untuk rumah pertama. Dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.


    Tempat Tidur King Size

    Menurut desainer profesional Amber Kamat, berinvestasi pada tempat tidur ukuran king dirasa kurang tepat saat menempati rumah pertama. Alih-alih membeli tempat tidur ukuran king, pemilik rumah bisa membeli tempat tidur ukuran queen yang jauh lebih terjangkau namun tetap nyaman.

    Jika Anda tinggal di rumah pertama dan bukan rumah selamanya, mungkin bukan saat yang tepat untuk berinvestasi pada tempat tidur ukuran king.

    “Jika menyangkut perabotan rumah pertama, fleksibilitas adalah kuncinya-dan itu terutama berlaku untuk barang-barang mahal seperti tempat tidur. Memilih tempat tidur ukuran queen daripada ukuran king adalah langkah cerdas jika Anda tidak yakin dengan ruang di masa mendatang,” kata Kamat, dikutip dari Southern Living, Kamis (8/5/2025).

    Set Perabotan yang Sama

    Membeli satu set perabotan yang serasi terkadang menjadi pilihan karena lebih mudah dilakukan. Namun, di kemudian hari bisa saja pemilik rumah bosan dengan tampilan hunian yang serasi.

    Alih-alih membeli satu set perabotan senada, sebaiknya kumpulkan barang-barang uang menarik dan istimewa bagi pemilik rumah. Walaupun tidak semuanya cocok, namun akan terasa lebih personal dan tidak bisa ditemukan di rumah mana pun.

    Dekorasi Pasaran

    Dekorasi seperti vas, karya seni, maupun rak kerap ditemukan di rumah. Dekorasi seperti ini sebaiknya dipilih sesuai kepribadian pemilik rumah agar lebih personal dan unik.

    Kamat juga menyarankan untuk tidak terburu-buru untuk mendekorasi rumah. Isi rumah sedikit demi sedikit dan berikan sentuhan personal di setiap bagiannya.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak dibeli saat memiliki rumah pertama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com