Tag: rumah ramah lingkungan

  • 5 Kelebihan Membangun Rumah Ramah Lingkungan, Banyak Untungnya Lho!


    Jakarta

    Rumah ramah lingkungan dan berkelanjutan sangat memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap alam. Mulai dari pemilihan material hingga proses pembangunan dilakukan dengan seksama buat mencegah merusak lingkungan.

    Selain baik untuk alam, konsep rumah ini juga menguntungkan bagi pemiliknya lho! Dalam jangka panjang, kamu justru menghemat banyak biaya, bahkan menambah nilai rumah.

    Nah, buat kamu yang mau membangun rumah, bisa mempertimbangkan konsep hunian hijau. Berikut ini kelebihan rumah ramah lingkungan yang dilansir dari Grammatico Homes, Jumat (17/5/2024).


    Keuntungan Rumah Ramah Lingkungan

    1. Hemat Listrik dan Air

    Bangunan rumah yang hijau mengurangi ketergantungan terhadap energi tak terbarukan. Efisiensi energi menjadi perhatian utama saat membangun rumah, seperti memasang panel surya dan teknik penggunaan jendela yang strategis untuk mengurangi penggunaan listrik.

    Sementara penyediaan air menggunakan pipa ledeng yang efisien untuk mengurangi limbah, peralatan berefisiensi tinggi, dan sistem irigasi yang canggih. Alhasil, biaya operasional rumah ramah lingkungan bisa lebih hemat.

    2. Rumah Tahan Lama

    Rumah ini dirancang agar bisa tahan lama untuk mencegah produksi sampah. Sebab, kerusakan atau barang usang di rumah berarti ada sampah yang akan memenuhi tempat pembuangan akhir. Nah, dengan fitur rumah yang tahan lama berarti kamu biasa menghemat biaya perawatan.

    3. Meningkatkan Nilai Properti

    Bangunan hijau sendiri adalah sebuah kelebihan yang memiliki nilai tambah di pasaran. Selain investasi properti, kamu bisa meningkatkan nilai properti dengan membangun rumah ramah lingkungan. Apalagi, saat ini isu menjaga lingkungan semakin menjadi perhatian masyarakat.

    4. Lingkungan Hidup Sehat

    Rumah yang berkelanjutan juga mempertimbangkan dampak terhadap kehidupan di dalam rumah. Material bangunan yang digunakan dipilih dengan seksama supaya aman buat kesehatan penghuni dengan memerhatikan bahan kimia yang terkandung di dalamnya.

    5. Mengurangi Tingkat Stress

    Kemudian, rumah ramah lingkungan membantu mengurangi tingkat stress dan meningkatkan kualitas hidup. Konsep ini menekankan desain yang harmonis, pengurangan biaya, dan penyederhanaan proses, sehingga mendukung kebahagiaan jangka panjang.

    Itulah kelebihan membangun rumah ramah lingkungan yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Dinding Rumah Bisa Pakai Styrofoam Bekas, Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Membangun rumah ramah lingkungan bisa menjadi upaya masyarakat berkontribusi untuk mencegah kerusakan alam. Konsep ini dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan bijak memilih bahan bangunan.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan menggunakan bahan daur ulang adalah salah satu cara untuk membuat rumah ramah lingkungan. Ia mengaku pernah menggunakan styrofoam sebagai bahan membuat dinding dalam sebuah proyek pembuatan rumah ramah lingkungan.

    “Saya mendapatkan material styrofoam yang berasal dari material daur ulang, sampah kita. Dan ternyata styrofoam ini sendiri adalah insulator dari panas,” ujar Denny kepada detikcom belum lama ini.


    Styrofoam yang digunakan dalam konstruksi bangunan ini disebut Expanded Polystyrene (EPS) panel. Bahan ini berfungsi sebagai pengganti batu bata, sehingga dapat digunakan untuk membuat dinding rumah.

    Denny menjelaskan pemakaian EPS panel atau Styrofoam sebagai bagian tengah tembok rumah. Lalu, menggunakan kawat ayam sebagai elemen perekat semen. Kemudian, dilakukan semprot atau kamprot pada kedua sisi, sehingga menjadi tembok..

    “Jadi itu dia (dinding dari styrofoam) udah punya kekuatan sendiri. Dan itu sudah dites di beberapa negara kadar kekuatannya cukup baik,” ungkapnya.

    Lalu, apa saja manfaat menggunakan styrofoam sebagai bahan baku tembok? Berikut penjelasannya.

    Manfaat Styrofoam buat Dinding Rumah

    1. Lebih Hemat Biaya

    Menurut Denny, styrofoam daur ulang ini bisa membuat biaya bahan bangunan tembok menjadi lebih hemat. Dengan begitu, dana yang bisa disisakan tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya.

    2. Bisa Menghalau Panas

    Styrofoam daur ulang tak hanya ramah lingkungan, melainkan juga berfungsi sebagai menghalau panas masuk ke dalam rumah. Kalau rumah terasa adem, tentu bisa meminimalisir penggunaan AC, bukan?

    “Styrofoam sendiri secara penelitian mampu menurunkan secara pasif 3 derajat (selsius) suhu udara dibandingkan dinding konvensional,” imbuhnya.

    3. Lebih Tahan Gempa

    Terpisah, pemilik rumah yang menggunakan tembok dari styrofoam, Yensen Aliamin mengatakan metode pembuatan tembok ini mampu meminimalisir retakan akibat gempa bumi. Pasalnya, dinding dari styrofoam memakai sambungan kawat yang menyatukan getaran rumah secara serentak.

    “Teknologi styrofoam ini ternyata karena dia pakai kawat-kawat, jadi kawat-kawat itu tembok sama tembok dan segalla macam semuanya diikat. Karena diikat, pada waktu gempa, satu rumah itu goyangnya bersamaan. Bahayanya itu kalau gempa satu tembok itu bergetarnya beda dari yang lain, sehingga akan retak dari ujung ke ujung,” paparnya.

    4. Bangun Rumah Lebih Cepat

    Selain itu, dinding dari styrofoam juga membuat struktur bangunan lebih ringan. Oleh karena itu, bangunan rumah tidak memerlukan fondasi dan kolom terlalu besar. Proses pembangunan rumah pun menjadi lebih cepat.

    “Kalau mau bikin tembok karena kita sudah pakai kayak wafer gitu, tinggal beli (bahan), pasang-pasang, diikat, baru disemenin, cepat sekali. Kalau mau bikin satu panel (atau) satu tembok, bikin dulu satu tembok, setelah itu (setelah) kita pikir-pikir ‘kayaknya mau bikin jendela di sini’. Gampang, tinggal dipotong pake gerinda, dibikin aja kotak. Cuma potong kawat dan styrofoam,” ucapnya.

    Bahkan, Yensen mengatakan pembangunan rumahnya hanya memakan waktu 3 bulan hingga ada bentukan rumah.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahan Daur Ulang Ini Cocok buat Bikin Rumah Ramah Lingkungan


    Jakarta

    Membangun rumah tentu memerlukan berbagai bahan bangunan. Sayangnya, tak jarang bahan tersebut melalui proses produksi yang panjang, sehingga berpotensi menimbulkan jejak karbon yang merusak lingkungan.

    Nah, bagi kamu yang pengin membuat konsep rumah ramah lingkungan, bisa coba menggunakan bahan-bahan daur ulang. Mengingat, energi dan sumber daya alam semakin langka kalau terus membuat bahan-bahan baru.

    “Ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi kelangkaan energi. Yang pertama adalah mengurangi material baru yang kita gunakan, reduce. Lalu, yang kedua yang bisa kita lakukan adalah menggunakan ulang atau reuse. Bahan-bahan yang ada di sekitar kita bisa pakai ulang,” ujar Arsitek Denny Setiawan kepada detikcom belum lama ini.


    Lalu, bahan daur ulang apa saja yang bisa digunakan untuk membangun rumah ramah lingkungan?

    Bahan Bangunan Daur Ulang

    1. Styrofoam Bekas

    Denny mengatakan styrofoam bekas berupa Expanded Polystyrene (EPS) panel bisa menjadi pengganti batu bata untuk membangun dinding rumah. Selain ramah lingkungan, penggunaan styrofoam juga menyimpan segudang manfaat.

    Salah satunya, dinding dari styrofoam membantu menghalau panas. Dengan begitu, rumah menjadi semakin ramah lingkungan karena dapat menghemat penggunaan AC.

    “Styrofoam sendiri secara penelitian mampu menurunkan secara pasif 3 derajat (selsius) suhu udara dibandingkan dinding konvensional,” imbuhnya.

    2. Kayu Bekas

    Ruang TamuRuang Tamu Foto: Yensen Aliamin

    Lalu, kamu dapat memanfaatkan kayu bekas yang berasal dari rumah tua yang sudah tidak terpakai. Bahkan, kamu bisa saja membeli kayu jati bekas.

    “Kalau bisa bahan yang reject atau bahan yang bekas kita coba kasih kehidupan baru. Jadi ada beberapa misalnya papan-papan atau panel-panel kayu kita gunakan ulang sebagai material pembentuk lemari misalnya, kita nggak perlu kan pakai kayu baru,” kata Denny.

    Bahan kayu tersebut juga bisa digunakan untuk membuat wall panel, meja makan, hingga tempat tidur.

    3. Keramik Reject

    Ruang MakanRuang Makan Foto: Yensen Aliamin

    “Lalu, ke pasar barang bekas kita cari keramik yang justru malah reject karena dia tidak sempurna (dengan) banyak cacat sana sini. Nah, kita gunakan (keramik reject) sebagai lantai. Dengan desain yang tepat, kita bisa menggunakan material itu justru menjadi ornamen yang menarik di lantai,” tuturnya.

    Kamu masih bisa menggunakan keramik reject dengan memotongnya menjadi bentuk yang unik. Keramik itu menjadi seperti perca yang dapat disusun menjadi karya seni yang menarik pada lantai.

    4. Bongkaran Glass Block

    Glass BlockGlass Block Foto: Yensen Aliamin

    Kemudian, Denny juga pernah memanfaatkan bongkaran glass block untuk dipakai ulang. Ia memadukan beberapa warna sehingga menjadi tampilan yang menarik.

    “Justru itu menjadi ornamen. Rumahnya menjadi sangat festive dengan warna-warni yang timbul dari glass block,” pungkasnya.

    Demikian beberapa bahan daur ulang yang bisa kamu gunakan untuk mewujudkan konsep rumah ramah lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com