Tag: rumah retak

  • Rumah Retak dan Bocor Usai Dibangun, Bisa Minta Ganti Rugi ke Kontraktor?



    Jakarta

    Memasuki musim hujan adalah saat yang tepat untuk mengecek kondisi rumah, terutama yang baru dibangun. Kamu bisa mengecek apakah ada kebocoran, cat yang rusak, atau keretakan.

    Jika kamu menemukan kerusakan seperti itu berarti pembangunan rumah tidak dilakukan dengan sempurna. Perlu ada perbaikan agar kerusakan di rumah tidak bertambah. Namun, bagaimana dengan biayanya? Membongkar bangunan butuh dana yang tidak sedikit.

    Apabila memakai jasa kontraktor, apakah kita bisa minta ganti rugi ke mereka?


    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat jika ingin meminta garansi atau ganti rugi, kamu harus melihat isi kontrak pembangunan yang dibuat di awal. Apabila waktu garansi masih berlaku, kontraktor yang akan menanggung kerusakan pada rumah yang baru selesai dibangun tersebut. Namun, jika ketentuan soal ganti rugi tidak ada, maka dana perbaikan ditanggung oleh pemilik rumah. Ada pun bentuk ganti ruginya dana atau perbaikan ulang, itu kembali lagi pada keputusan bersama yang dibuat.

    “Rumah itu biasanya ada kontrak, kesepakatan kontraknya itu seperti apa? Ditanya apakah itu masih bisa diperbaiki atau nggak, ya itu kesepakatan kontrak tuh ada. Jadi misalnya rumah udah jadi, kontraktor masih bertanggung jawab pada masa perawatan, berapa lama?” kata Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Taufiq mengatakan, sebaiknya pemilik rumah perlu mengerti seputar teknis pembangunan, meskipun sudah memakai jasa kontraktor. Jika hambatanya adalah tidak memiliki waktu untuk mengawasi, kamu bisa meminta bantuan ahli seperti arsitek atau penyedia jasa yang paham mengenai progress pembangunan.

    “Cara mudahnya ya, dia mesti ngerti dulu, ngerti dulu. Itu artinya dia mesti tanya-tanya sama kontraktornya. ‘Pak, ngerjain ini gimana?’, ‘Apa aja yang mesti saya bayar?’” ucapnya.

    “Kalau nggak ngerti ya harus ada pendamping, pendamping arsitek, pendamping insinyur,” lanjutnya.

    Cara ini juga untuk menghindari masalah-masalah atau kenakalan tukang dan kontraktor pada saat pembangunan. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui secara pasti proses pengerjaannya. Taufiq mengatakan indikator pembangunan yang baik adalah sesuai dengan kualitas, rencana biaya, dan waktu.

    “Kalau pembangunan itu dilakukan harus sesuai kualitasnya, sesuai rencana, desainnya sesuai rencana, sesuai biaya, dan sesuai waktu,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Ubin di Rumah Retak



    Jakarta

    Salah satu permasalahan di ubin rumah adalah keretakan. Ubin yang retak bukan hanya memperburuk estetika rumah, tapi bisa dapat mempengaruhi struktur dan keamanan ruangan.

    Jika hal ini terjadi di rumah kamu, penting untuk diketahui langkah-langkah yang perlu diambil. Mulai dari cara menilai kerusakan hingga solusi perbaikan yang efektif.

    Bagaimana Ubin Bisa Retak?

    Melansir dari Tiles Directi, retakan pada ubin umumnya disebabkan oleh masalah mendasar lainnya, yang sering kali berkaitan dengan pemasangan yang tidak tepat.


    Namun, ubin juga dapat retak akibat perubahan suhu yang ekstrem, keretakan pada substrat atau permukaan tempat ubin dipasang, beban yang terlalu berat, atau bahkan karena benda berat yang jatuh di atasnya.

    Untuk memahami cara memperbaiki ubin yang retak, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.

    Instalasi yang Salah

    Instalasi ubin yang salah sangat mempengaruhi kinerjanya. Penyebabnya bisa penggunaan perekat yang tidak tepat, yang seharusnya menutupi seluruh bagian belakang ubin.

    Daya rekat yang tidak sesuai bisa berpengaruh. Seperti menggunakan material yang tidak fleksibel atau mengabaikan pemasangan membran fleksibel, dapat menyebabkan celah antara ubin dan permukaan. Hasilnya menciptakan titik lemah yang berpotensi menyebabkan retakan.

    Tertimpa Benda Keras

    Ubin keramik dan porselen dikenal memiliki kekuatan yang tinggi. Namun jika terkena benturan yang kuat, seperti benda berat yang jatuh di atasnya keretakan bisa terjadi.

    Beban Terlalu Berat

    Umumnya, ubin dirancang untuk menanggung beban berat, tetapi tidak semua jenis ubin cocok untuk penggunaan tersebut. Contoh jika kamu memasang ubin dinding di lantai, ubin tersebut mungkin tidak mampu menahan beban berat seperti lemari es atau mesin cuci dalam jangka waktu yang lama.

    Kualitas Ubin Rendah

    Tidak semua ubin memiliki kualitas yang sama, dan beberapa jenis ubin tidak cocok untuk aplikasi tertentu.

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, menggunakan ubin yang dirancang untuk penggunaan dalam ruangan di luar ruangan atau memasang ubin dinding di lantai dapat meningkatkan risiko keretakan pada dinding atau lantai kamu dalam jangka panjang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com