Tag: rumah

  • 7 Jenis Pohon yang Aman Ditanam di Halaman, Tak Merusak Fondasi Rumah


    Jakarta

    Tak jarang pemilik rumah ingin menanam pohon untuk menghiasi pekarangannya. Rumah bakal terlihat lebih asri dan adem kalau ada pohon di halaman.

    Namun, pemilik tak boleh asal memilih jenis pohon. Beberapa pohon berisiko merusak fondasi rumah karena akarnya dapat mengenai fondasi bangunan.

    Lantas, jenis pohon apa yang aman ditanam di halaman rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Jenis Pohon yang Aman Ditanam di Halaman

    Inilah jenis-jenis pohon yang aman ditanam halaman karena akarnya tak merusak fondasi rumah, dilansir dari Boulder Contractors dan Gardener’s World.

    1. Pohon Palem

    Tropical Climate, Thailand, Beauty, Gardening, HorizontalPohon Palem Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Pohon palem cocok ditanam dekat rumah karena mempunyai akar berserat. Bentuk akar seperti itu tidak akan merusak fondasi rumah.

    Selain itu, tanaman ini cukup mudah dirawat karena tak perlu sering disiram, bahkan semakin basah justru jadi masalah bagi pohon tersebut. Kemudian, berikan pupuk, buang daun yang layu, dan memangkas tangkai tua yang berwarna cokelat.

    2. Pohon Ara

    Pohon tin atau ara atau pohon Jaya Sri Maha BodhiPohon tin atau ara Foto: CNN

    Pohon ara atau tin juga bisa jadi pilihan yang bagus buat ditanam di pekarangan. Pohon ini dapat tumbuh hingga 3-4 meter tanpa akan merusak fondasi rumah. Nilai plusnya lagi, pemilik nantinya bisa panen buah-buahan berwarna merah atau ungu, lho.

    3. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Selanjutnya, ada pohon apel yang menjadi opsi menarik apalagi kalau mau dapat banyak buah. Pohon ini bisa tumbuh di tempat yang terpapar sinar matahari langsung dan terlindungi dari angin kencang. Tanaman ini juga dapat bertahan di tanah yang kering, tetapi masih perlu sesekali disiram.

    4. Pohon Kersen

    Buah kersenBuah kersen Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

    Pemilik bisa coba tanam pohon kersen atau ceri kampung di dekat rumah. Pohon ini dapat tumbuh besar hingga 12 meter dan disertai daun yang cukup lebat. Cara rawat pohon kersen cukup dengan memangkasnya kalau sudah terlalu tinggi biar tidak merusak atap rumah.

    5. Pohon Tabebuya

    Pohon Tabebuya GowaPohon Tabebuya Gowa Foto: Evelyn Djuranovik/detikSulsel

    Lalu, pohon tabebuya juga jadi pilihan yang bagus karena akarnya tidak merusak fondasi rumah. Pohon ini bisa tumbuh mencapai 10 meter disertai bunga yang indah. Cara merawatnya hanya perlu disiram dan diberi pupuk secara rutin.

    6. Pohon Bugenvil

    Tabebuya dan bugenvil mekar bersaman di Alun-alun LumajangTabebuya dan bugenvil mekar bersaman di Alun-alun Lumajang Foto: Nurhadi Wicaksono/detikJatim

    Kemudian, ada pohon bugenvil cocok buat halaman rumah. Pemilik boleh menanamnya di dalam pot, tanah, atau keranjang gantung. Nantinya, pohon ini bakal tumbuh dengan cepat di bawah paparan sinar matahari.

    Pemilik tidak perlu sering menyiram tanaman ini. Namun, pemilik dapat memangkasnya sesekali untuk mempertahankan bentuknya.

    7. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Terakhir, ada pohon bungur yang tak hanya aman tetapi juga membuat hunian sejuk, asri, dan cantik. Namun, sebaiknya tanam pohon bungur di tempat yang cukup luas karena ketinggiannya bisa mencapai 10 meter.

    Lalu, tanam pohon bungur di tempat yang terpapar sinar matahari ya. Siram pohon ini secara rutin dan sekali-kali pangkas batangnya.

    Itulah sederet jenis pohon yang cocok ditanam di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Banyak Nyamuk di Halaman Rumah? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Pernahkah berjalan di halaman rumah atau sekadar bersantai di teras, lalu diserang banyak nyamuk? Alhasil, kulit jadi bentol-bentol dan gatal. Hal itu tentu bikin risih penghuni rumah.

    Kehadiran nyamuk memang patut diwaspadai. Sebab, hama ini dapat membawa sumber penyakit berbahaya.

    Bukan cuma di pekarangan, nyamuk itu nantinya bisa masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, penghuni perlu mencegah nyamuk di halaman rumah.


    Namun, kenapa ada banyak nyamuk di pekarangan ya? Simak penyebab dan cara cegahnya berikut ini.

    Penyebab Banyak Nyamuk di Halaman Rumah

    Inilah beberapa faktor yang mengakibatkan nyamuk bersarang di pekarangan, dikutip dari Trio Pest Control, Senin (6/10/2025).

    1. Genangan Air

    Salah satu penyebab utama kehadiran nyamuk adalah adanya genangan air. Nyamuk betina bertelur, lalu larvanya tumbuh di sana. Biasanya genangan air ada di talang air, pot tanaman, ataupun benda lainnya.

    2. Area Gelap dan Lembap

    Area pekarangan yang lembap dan gelap menjadi tempat yang menarik bagi nyamuk. Penyiraman kebun secara teratur tanpa adanya sinar matahari yang cukup untuk area tersebut mengering bisa menciptakan kondisi lembap yang disukai nyamuk.

    3. Tempat Berlindung

    Nyamuk mencari tempat berlindung dari angin dan predator di rumput tinggi, semak lebat, dan bawah dedaunan. Selain jadi tempat istirahat nyamuk, kondisi pekarangan yang rimbun seperti itu membuat lingkungan lebih lembap.

    4. Sampah Organik

    Akumulasi sampah organik di halaman rumah seperti daun kering, ranting, dan potongan rumput bisa menahan kelembapan. Tempat itu menjadi lokasi yang ideal buat nyamuk tempati.

    Cara Cegah Nyamuk di Halaman Rumah

    Jika tak ingin ada banyak nyamuk di halaman rumah, ikuti langkah-langkah pencegahan berikut ini.

    1. Hilangkan Genangan Air

    Periksa kondisi pekarangan setiap minggu untuk mengecek adanya genangan air. Segera hilangkan genangan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.

    2. Bersihkan Talang Air

    Pastikan talang air bersih dan air mengalir dengan baik supaya tidak ada genangan air.

    3. Rapikan Halaman Rumah

    Rapikan halaman rumah dengan memangkas rumput tinggi dan semak lebat biar nggak disinggahi nyamuk. Penghuni juga bisa menanam tanaman yang tak disukai nyamuk. Lalu, perbaiki juga permukaan tanah yang rawan timbul genangan air.

    4. Pasang Perangkap

    Perangkap nyamuk dapat mengurangi populasi nyamuk di halaman. Kemudian, penghuni dapat memasang produk anti nyamuk di teras biar nyamuk ogah mendekat.

    Itulah penyebab beserta cara cegah banyak nyamuk di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Usir Lintah di Rumah dengan Bahan Alami, Bisa Pakai Garam


    Jakarta

    Lintah merupakan salah satu hewan yang sering muncul di rumah. Kehadiran lintah membuat para penghuni rumah merasa tidak nyaman karena khawatir digigit dan dihisap darahnya.

    Hewan parasit ini menyukai tempat yang lembap agar bisa bertahan hidup, misalnya di kamar mandi atau halaman rumah. Jika kamu menemukan lintah di sekitar rumah, sebaiknya jangan panik dan khawatir.

    Sebab, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengusir lintah dari rumah. Lalu, penting juga untuk mengetahui penyebab lintah dapat muncul di dalam rumah. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Ada Banyak Lintah di Rumah

    Munculnya banyak lintah di rumah bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Dilansir situs We Are Explorers, berikut penyebabnya.

    1. Kondisi Rumah yang Lembap

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lintah merupakan hewan yang senang berada di tempat yang lembap. Jika kondisi rumah sangat lembap, tak heran lintah dapat hidup dan berkembang biak.

    Selain itu, kalau hunian berada di dekat sungai, rawa atau selokan yang sering tergenang, lingkungan akan cenderung lembap. Hal itu yang membuat lintah juga sering muncul di rumah.

    2. Usai Hujan dan Banjir

    Setelah turun hujan biasanya lintah kerap muncul di perkarangan rumah atau menempel di dinding. Mereka akan berjalan secara perlahan menuju tempat yang kering agar tidak kebasahan.

    Lintah juga sering muncul usai banjir melanda. Bisa saja lintah terbawa arus banjir sehingga menempel di kendaraan, dinding rumah, atau tubuh manusia.

    3. Kamar Mandi yang Lembap

    Selain muncul di halaman rumah, terkadang lintah juga sering muncul di kamar mandi yang sangat lembap. Hewan melata tersebut bisa muncul di toilet lewat dua cara, yaitu melalui saluran air atau celah kamar mandi.

    Cara Usir Lintah dengan Bahan Alami

    Lintah yang muncul di halaman atau kamar mandi rumah dapat diusir dengan bahan alami, lho. Dikutip dari How To Repel, berikut cara ampuh usir lintah.

    1. Garam

    Selain digunakan untuk bumbu masakan, garam juga bisa digunakan untuk membasmi lintah di rumah. Cukup menaburkan garam secukupnya ke area yang sering dilalui lintah agar mereka tidak datang lagi.

    Penghuni juga bisa membasmi lintah dengan menaburkan garam secukupnya ke badannya. Tak lama, lintah akan bereaksi karena efek dari garam dan perlahan akan mati.

    2. Bawang Putih dan Cengkeh

    Penggunaan bawang putih dan cengkeh bisa menjadi solusi ampuh untuk membasmi lintah. Caranya cukup geprek 2-3 siung bawang putih dan 1-2 batang cengkeh. Lalu, taburkan di ruangan yang lembap atau sudut-sudut kamar.

    3. Minyak Atsiri

    Minyak atsiri atau essential oil ternyata dapat digunakan untuk membasmi lintah. Cara pakainya juga mudah, siapkan beberapa bola kapas yang sudah dioleskan minyak esensial, lalu letakkan di sudut-sudut ruangan.

    4. Jus Lemon

    Cara lain untuk mengusir lintah di rumah bisa menggunakan jus lemon. Caranya cukup dengan peras 2 buah lemon dan dicampur dengan air secukupnya, lalu masukkan ke dalam botol semprot dan kocok sampai merata. Semprotkan cairan jus lemon itu pada area dinding dan tanaman agar lintah tidak datang lagi ke rumah.

    Itulah penyebab ada banyak lintah masuk ke rumah dan cara ampuh mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak Ideal TV dengan Sofa di Ruang Keluarga



    Jakarta

    Biasanya rumah suka dilengkapi dengan TV sebagai hiburan dan sumber informasi bagi penghuni rumah. Perangkat ini biasanya ditaruh di ruang keluarga atau kamar tidur.

    Tidak asal taruh, penempatan TV perlu mempertimbangkan jarak nonton penghuni. Jarak TV dengan tempat duduk atau sofa penontonnya tidak boleh terlalu dekat. Jika terlalu dekat, dikhawatirkan mata menjadi cepat lelah.

    Perlu diketahui, semakin besar ukuran TV, maka jarak penonton semakin jauh pula. Nah, hal ini bisa menjadi pertimbangan penghuni ketika ingin memilih TV yang cocok buat ruang nonton.


    Memang, berapa seharusnya jarak antara TV dan tempat duduk di rumah? Berikut ini penjelasannya.

    Dikutip dari Herne Bay Domestics, penghuni perlu paham dulu soal ukuran TV. Ukuran tersebut diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

    Kemudian, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Berbeda dari ruang keluarga, cara hitung jarak buat kamar tidur itu dari TV ke posisi bantal di kasur.

    Untuk menentukan jarak aman menonton TV, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Salah satu caranya, penghuni mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

    Sebaliknya, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut hanya perlu dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Sebagai contoh, apabila TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah jarak yang jarak ideal TV dengan tempat duduk berdasarkan ukuran TV. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Basmi Kaki Seribu yang Bikin Kulit Gatal dengan Bahan Alami


    Jakarta

    Ada sejumlah hewan yang sering kali muncul di rumah, salah satunya adalah kaki seribu. Hewan yang termasuk kelompok filum arthropoda ini sering terlihat di halaman dan teras rumah.

    Ketika menemukan kaki seribu, sebaiknya detikers tetap hati-hati. Sebab, kandungan zat di dalam hewan ini dapat memicu rasa gatal dan terbakar jika menyentuh kulit.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan banyak kaki seribu bermunculan di rumah. Namun jangan khawatir, untuk membasminya bisa menggunakan bahan alami yang mudah didapat.


    Penyebab Kaki Seribu Muncul di Rumah

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, kaki seribu termasuk hewan yang bertahan hidup di tempat lembap dan gelap. Jika tingkat kelembapan di rumah sangat tinggi, maka tak heran kalau menemukan banyak kaki seribu.

    Kehadiran hama tersebut juga dapat mengindikasikan adanya serangga lain di rumah. Kemungkinan terdapat banyak kecoak, ngengat, lalat, dan rayap yang merupakan sumber makanan bagi kaki seribu.

    Terkadang, kaki seribu juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atau lubang yang tidak ditutup. Mereka akan mencari tempat yang aman untuk berkembang biak.

    Ketika hujan deras, kaki seribu yang semula hidup di halaman rumah akan berpindah ke tempat yang kering. Sebab, habitat mereka tergenang air dan tak bisa ditinggali lagi. Maka dari itu, kaki seribu sering ditemukan sedang merayap di dinding atau lantai rumah.

    Cara Basmi Kaki Seribu dengan Bahan Alami

    Mengusir kaki seribu di rumah bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Tak harus menggunakan cairan kimia, cukup dengan bahan alami yang mudah didapat sudah bisa membasmi hama tersebut. Berikut caranya:

    1. Cuka Putih

    Kandungan asam asetat pada cuka putih ternyata dinilai ampuh untuk membasmi hama di rumah, termasuk kaki seribu. Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih ke kaki seribu, tak lama mereka akan mati karena terpapar cairan asam.

    2. Garam

    Selain digunakan untuk bumbu masak, garam juga bisa digunakan untuk membasmi kaki seribu. Sama seperti cara sebelumnya, cukup taburkan garam ke kaki seribu dan perlahan akan mati.

    3. Minyak Esensial

    Guna mencegah kaki seribu masuk ke rumah bisa menggunakan minyak esensial atau essential oil. Cukup mencampur minyak esensial dan air hingga menjadi cairan, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan minyak esensial ke sudut-sudut rumah.

    Untuk aroma minyak esensial bisa dipilih secara bebas sesuai keinginan, seperti peppermint, tea tree, jeruk, atau lavender. Semprotkan secara berkala atau ketika wanginya sudah tidak tercium

    4. Daun Pandan dan Serai

    Daun pandan dan serai dapat mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai kaki seribu. Caranya dengan memotong daun pandan menjadi beberapa bagian, lalu geprek serai agar aromanya keluar.

    Setelah itu, masukkan ke dalam wadah terbuka dan letakkan di area yang sering dilalui kaki seribu. Jika sudah tidak mengeluarkan wangi, segera ganti dengan daun pandan dan serai yang baru.

    Demikian penyebab kaki seribu muncul di rumah dan cara atasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal Ini Bikin Rumah Nggak Laku Meski Dijual Murah


    Jakarta

    Ada beberapa orang yang tengah kesulitan saat menjual rumahnya. Walau berada di lokasi yang strategis, harganya tidak terlalu mahal, dan memiliki surat yang lengkap, tapi tetap saja tidak laku-laku.

    Mungkin pemilik rumah tidak sadar kalau ada beberapa hal yang membuat propertinya tak kunjung laku. Misalnya, ditemukan kerusakan pada atap atau halaman yang tidak terawat.

    Hal-hal tersebut bisa membuat calon pembeli berubah pikiran. Dari semula sangat yakin untuk membeli rumah, tapi perlahan mundur dan akhirnya memilih mencari rumah yang lain.


    Ingin tahu apa saja hal yang membuat rumah yang dijual tak laku-laku? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Hal Ini Bikin Rumah yang Dijual Tak Laku-laku

    Sejumlah agen properti membeberkan beberapa hal yang membuat rumah tidak kunjung laku. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Halaman Rumah Tidak Terawat

    Halaman yang tidak terawat membuat banyak calon pembeli memutuskan untuk tidak jadi meminang rumah tersebut. Kondisi ini meliputi rumput yang tumbuh lebat, rumput mati, daun-daun berserakan, atau jalan setapak yang retak.

    Meski bisa dirapikan, tetapi calon pembeli harus mengeluarkan uang lagi untuk merawat halaman rumah. Selain itu, mereka menilai rumah tersebut tidak terawat karena dari halamannya saja sudah tak terurus.

    “Bahkan sepetak kecil rumput hijau yang sehat di halaman depan akan sangat membantu membuat rumah lebih menarik,” kata agen properti Jan Ryan.

    2. Kondisi Cat Dinding yang Kusam

    Tak hanya bagian luar, tapi interior rumah juga wajib diperhatikan oleh calon pembeli. Jika ditemukan cat dinding sudah kusam atau mengelupas maka jangan heran kalau rumah tidak cepat terjual.

    Selain itu, banyak pembeli yang tidak suka dengan warna cat yang terlalu mencolok, baik pada satu dinding atau menutupi seluruh ruangan. Memang bisa dicat kembali sesuai keinginan, tapi tentu mengeluarkan uang lagi.

    “Dinding aksen hijau limau mungkin terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi pembeli tidak dapat melihat lebih dari warna-warna yang berani dan ketinggalan zaman,” ujar Ryan.

    3. Banyak Kerusakan di Rumah

    Kondisi rumah yang tidak terawat jadi alasan utama banyak calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli properti tersebut. Misalnya, ditemukan atap bocor, dinding retak halus, cat dinding mengelupas, atau pintu yang sudah rusak.

    Hal-hal kecil seperti gagang pintu yang longgar atau tetesan air dari keran terkadang dianggap sepele. Namun, hal tersebut akan menjadi penilaian penting bagi calon pembeli rumah.

    “Jika mereka melihat hal-hal kecil diabaikan begitu saja, mereka tentu khawatir akan ada masalah besar yang ditutupi,” papar Ryan.

    4. Perabotan yang Sudah Jadul

    Perabotan di rumah seperti kloset duduk atau fitting lampu yang sudah kuno juga termasuk penilaian bagi calon pembeli. Meski bisa diganti yang baru, tapi Ryan menyebut tak semua orang mau mengeluarkan duit ekstra hanya untuk mengganti perabotan kecil.

    “Banyak dari barang-barang ini sebenarnya dapat diperbarui dengan biaya terjangkau, tetapi jika masih digunakan dapat memberikan perbedaan besar pada calon pembeli saat melihat rumah Anda,” tuturnya.

    5. Perbaikan Rumah yang Tidak Tuntas

    Sebelum dijual, banyak pemilik rumah yang melakukan sejumlah perbaikan di beberapa sudut ruangan. Meski tujuannya baik agar menambah nilai jual, tapi jika dikerjakan secara asal-asalan justru bisa berdampak buruk.

    Sebagai contoh, cat dinding yang terlihat belang atau tidak rapi bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya membeli rumah.

    “Jika saya masuk ke sebuah rumah dan melihat lebih dari satu pekerjaan yang tidak rapi, hal itu menunjukkan jika penjual rumah terlalu hemat. Saya akan berasumsi dia juga menyewa tukang listrik atau tukang ledeng yang termurah,” imbuh Ryan.

    Itulah lima hal yang membuat calon pembeli gagal membeli rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Ideal Pasang Toren Air di Atas Rumah? Segini Anjurannya



    Jakarta

    Jika melihat pemandangan rumah-rumah dari atas, biasanya terlihat tabung besar berwarna biru, oren, atau hitam di atapnya. Tabung itu adalah toren air yang fungsinya menampung cadangan air bersih.

    Toren air sering kali dipasang di atas untuk memudahkan air turun mengikuti gaya gravitasi. Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menjelaskan posisi toren tersebut membuat air bisa mengalir tanpa ada pompa pendorong. Air bisa tetap mengalir meski listrik di rumah padam.

    “Sebenarnya lebih ke tekanan air sih. Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras (toren harus di atas). Kadang ada orang yang pengin enggak usah pakai pompa deh, biar kalau mati lampu, airnya tetap bisa ngalir,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lantas, seberapa tinggi toren air perlu dipasang di atas rumah?

    Menurut Mega, ketinggian maksimal toren air adalah 7 meter dari lokasi keran paling bawah. Sementara itu, paling pendek pemasangan toren air adalah 3 meter. Jarak tersebut cukup untuk air turun tanpa pompa pendorong.

    “Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Dia (toren) harus 7 meter itu (terutama) kalau pakai shower. Kalau dia pakai keran biasa, itu 3 meter cukup,” jelasnya.

    Jika pemilik rumah ingin meletakkan toren air sejajar dengan tanah, hal itu masih memungkinkan. Namun, pastikan untuk memasang pompa pendorong.

    “Jadi misalnya kalau udah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapapun, dia akan tetap bisa alir ke dalam rumah,” ungkapnya.

    Selain itu, sekarang toren air ada yang memiliki bukaan di bagian bawah. Model tangki tersebut memerlukan kaki penyangga sehingga tidak langsung bersentuhan dengan permukaan atap atau tanah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak juga Video ‘Waspada! Toren Bisa Jadi Sumber Penyakit’:

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sarang Laba-laba Bisa Bikin Rumah Terlihat Kumuh, Ini Solusi Mudahnya!


    Jakarta

    Penghuni rumah mungkin sudah rajin sapu dan pel lantai, lalu mengelap perabotan di rumah. Namun, sudahkan membersihkan sarang laba-laba di sudut-sudut rumah?

    Biasanya kumpulan sarang laba-laba terlihat di plafon dan pojokan rumah yang jarang terjamah penghuninya. Tak hanya kotor, sarang laba-laba dapat merusak pemandangan.

    Bayangkan, rumah sudah rapi tetapi tampak ada kumpulan sarang laba-laba beserta debu bergelantungan dari langit-langit. Tentu sarang itu akan membuat rumah terlihat kurang estetik.


    Dilansir dari Best Life, laba-laba membuat sarang di sudut bangunan, seperti bangunan tersebut kotor, tidak terurus, dan dekat dengan sumber makanan mereka yakni serangga. Penghuni bisa mengecek beberapa titik yang sering jadi sarang laba-laba berikut ini.

    Tempat Favorit Laba-laba buat Bersarang

    Inilah beberapa tempat favorit laba-laba bersarang menurut situs Angi.

    • Langit-langit dan sudut-sudut dinding
    • Di belakang dan di Bawah Perabotan
    • Di sekitar jendela
    • Loteng dan ruang bawah tanah
    • Bagian rumah yang tidak atau jarang digunakan

    Cara Bersihkan Sarang Laba-laba

    Sarang laba-laba sebenarnya sangat mudah dibersihkan. Cukup dengan sedikit tarikan saja, sarang akan terlepas tanpa meninggalkan noda. Namun ada cara lain yang lebih higienis yang bisa diikuti.

    Pakai Sapu atau Kuas Halus

    Gunakan sapu, kuas halus, atau benda panjang dan keras untuk menghilangkan sarang laba-laba. Benda tersebut berfungsi sebagai pengganti tangan buat mengambil sarang tersebut.

    Setelah diraih, sarang laba-laba akan menempel pada sapu. Lalu, penghuni tinggal membersihkan sarang itu pakai tisu atau plastik.

    Gunakan Vacuum Cleaner

    Vacuum cleaner bisa menyedot berbagai kotoran, termasuk sarang laba-laba. Akan tetapi, mesin penyedot debu ini kurang cocok buat meraih sarang laba-laba di plafon karena ukurannya kurang panjang. Alat ini lebih cocok untuk membersihkan sarang di bawah kursi, belakang pintu, dan sudut jendela.

    Nah, setelah rumah bebas dari sarang, penghuni rumah sebaiknya mencegah laba-laba masuk rumah. Pastikan untuk menutup celah dan retakan di bangunan rumah biar nggak jadi akses laba-laba. Selain itu, tutup makanan dan tempat sampah agar tidak didatangi laba-laba.

    Itulah tips seputar sarang laba-laba. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Banyak Debu di Rumah yang Picu Masalah Kesehatan


    Jakarta

    Rumah tak hanya tampak indah dan estetis, tapi juga harus mengutamakan kebersihan. Maka dari itu, penting untuk selalu membersihkan rumah minimal dua kali dalam seminggu.

    Apabila rumah jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan banyak debu dan kotoran yang menempel di lemari, lantai, dan dinding. Jika dibiarkan, partikel debu dapat terhirup dan memicu masalah kesehatan, seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan rumah dipenuhi oleh debu dan kotoran. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Banyak Debu di Rumah

    Ada sejumlah penyebab debu dan kotoran menumpuk di rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Sirkulasi Udara yang Buruk

    Alasan utama banyak debu di rumah karena sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini makin diperparah dengan ventilasi udara yang jarang dibersihkan sehingga kotoran terus menumpuk.

    Jika terdapat exhaust fan di rumah, sebaiknya segera dibersihkan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Kalau kondisi lingkungan di rumah banyak debu maka perlu dibersihkan berkala setiap dua bulan sekali.

    2. Karpet Kotor

    Karpet di rumah perlu dibersihkan secara berkala setiap dua kali dalam seminggu. Jika karpet sering dilalui penghuni rumah maka perlu dibersihkan minimal tiga kali seminggu.

    Karpet yang kotor dapat menyebabkan penumpukan debu. Selain itu, ada banyak tungau dan kutu busuk yang bersarang di dalam karpet sehingga menyebabkan kulit gatal dan bercak merah.

    3. Bulu Hewan Peliharaan

    Jika kamu memelihara hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, penting untuk menjaga kebersihan rumah secara rutin. Sebab, bulu-bulu dari hewan peliharaan bisa beterbangan dan menumpuk di karpet, tempat tidur, dan kain sofa.

    “Kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya cenderung menjadi sumber debu utama,” kata pakar kebersihan di Nectar Shyam Joshi.

    Sebagai solusinya, hewan peliharaan perlu dimandikan dan dicukur bulunya secara berkala. Joshi menyarankan untuk membawa hewan kesayangan ke salon khusus hewan agar bersih dan wangi.

    4. Rumah Jarang Dibersihkan

    Rumah yang tak terawat akan menyebabkan penumpukan debu dan kotoran. Jika terus dibiarkan maka dapat mengganggu kesehatan seperti alergi, kulit gatal, hingga gangguan pernapasan.

    Joshi menyarankan agar membersihkan rumah setiap seminggu sekali, termasuk menyapu dan mengepel lantai. Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu di sofa dan karpet, lalu cuci seprai tempat tidur secara teratur.

    “Idealnya, langkah ini dilakukan setiap minggu jika memungkinkan untuk menghindari debu dan berbagai alergen,” ujarnya.

    Itulah empat penyebab banyak debu dan kotoran yang menumpuk di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Ideal buat Kuras Toren Air? Ini Rekomendasinya



    Jakarta

    Toren air adalah tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Meski isinya air bersih, penghuni rumah perlu membersihkan atau menguras toren air secara berkala.

    Jika toren air dibiarkan kotor, kualitas air bakal terganggu dan pipa bisa tersumbat. Soalnya, tangki ini mudah berlumut dan muncul endapan pasir hingga kapur.

    Lalu, kapan saatnya toren air dikuras dan dibersihkan? Berikut ini penjelasannya.


    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menganjurkan agar toren air dibersihkan secara teratur. Ia menyebutkan waktu untuk pengurasan sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak endapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Jika kalau kualitas air kurang bagus di rumah, sebaiknya kuras toren sebulan sekali. Kondisi air yang dimaksud seperti warnanya kekuningan, terdapat banyak sedimen atau berlumpur.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, cara kuras toren air sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga dapat dilakukan sendiri. Beberapa toren air pun sekarang sudah ada yang punya pipa pembuangan di bawahnya. Dengan begitu, penghuni lebih mudah membuang air tanpa perlu memindahkan letak toren.

    Cara Cegah Toren Air Berlumut

    Selain itu, penghuni dapat mencegah pertumbuhan lumut berlebih untuk menjaga kebersihan air. Mega menyarankan untuk menggunakan toren yang kedap cahaya. Cahaya dapat memicu pertumbuhan jamur di dalam toren.

    Bukan soal warna toren, ia menegaskan ketebalan dindingnya yang mempengaruhi pertumbuhan lumut. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya akan sulit masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Penghuni dapat melakukan tes untuk mengecek kebocoran cahaya di dalem toren. Caranya dengan memasukkan kamera yang sedang merekam video, lalu tutup toren rapat-rapat.

    Setelah itu, cek hasil rekaman. Apabila video tersebut gelap gulita, dapat dipastikan toren kedap cahaya.

    Itulah tips seputar toren air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com