Tag: rumah

  • Kenapa Ada Banyak Cacing Muncul di Kamar Mandi? Ini Sebabnya


    Jakarta

    Cacing sering ditemukan di area rumah, salah satunya di dalam kamar mandi. Kehadiran hewan melata ini bikin sebagian orang merasa geli karena khawatir masuk ke dalam tubuh.

    Ada beberapa penyebab cacing bisa muncul di kamar mandi, salah satunya akibat kamar mandi yang lembap. Soalnya, kondisi tersebut sangat cocok bagi cacing untuk berkembang biak.

    Selain itu, ada beberapa faktor yang membuat cacing bisa muncul di kamar mandi. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Ini Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi

    Hadirnya cacing di kamar mandi membuat sebagian orang merasa jijik dan tidak nyaman. Dilansir situs DIY Home Comfort, berikut penyebab cacing muncul di kamar mandi:

    1. Pipa Air Bocor

    Penyebab pertama karena terjadi kebocoran pipa air. Kondisi ini menyebabkan kamar mandi sangat lembap sehingga menjadi tempat yang cocok bagi cacing untuk menetap.

    Jika menemukan adanya kebocoran pipa air di rumah, sebaiknya segera diperbaiki. Selain mencegah kamar mandi lembap dan timbul cacing, langkah ini juga mencegah kerusakan yang lebih parah.

    2. Kamar Mandi Kotor

    Kondisi kamar mandi yang kotor juga menjadi tempat yang disenangi cacing. Soalnya, hewan melata ini kerap memakan bakteri dan kuman, sedangkan kamar mandi yang kotor menjadi sarang bagi bakteri untuk tumbuh.

    Selain cacing, kamar mandi yang kotor juga mengundang sejumlah hewan lainnya seperti kecoak, laba-laba, kamitetep, hingga tikus.

    3. Drainase Buruk

    Kondisi drainase yang buruk juga bisa menyebabkan banyak cacing di kamar mandi. Hewan tersebut dapat masuk melalui saluran pembuangan yang mampet atau kotor.

    4. Ada Celah di Kamar Mandi

    Cacing juga bisa masuk ke kamar mandi karena menemukan ada celah atau lubang. Cacing dapat masuk ke lubang kecil karena memiliki tubuh yang elastis. Biasanya hewan melata ini dapat masuk lewat celah dinding, lantai, atau lubang drainase.

    5. Suhu Lembap di Kamar Mandi

    Kondisi lembap di kamar mandi dapat memicu cacing bermunculan. Hal ini disebabkan oleh ventilasi udara yang buruk sehingga toilet lembap secara terus-menerus. Solusi untuk mengatasi masalah ini bisa memasang exhaust fan agar terdapat ventilasi udara.

    Cara Basmi Cacing di Kamar Mandi dengan Ampuh

    Cacing yang bermunculan di kamar mandi dapat diatasi dengan bahan sederhana. Simak tipsnya di bawah ini:

    1. Soda Kue dan Cuka Putih

    Kombinasi soda kue dan cuka putih ternyata efektif untuk membasmi cacing di kamar mandi. Caranya cukup mencampurkan baking soda dan cuka putih dengan perbandingan 50:50, lalu tuang air secukupnya dan aduk hingga merata.

    Jika sudah tercampur rata, siram cairan tersebut ke area yang terdapat cacing dan saluran pembuangan air di kamar mandi.

    2. Garam dan Air Sabun Mandi

    Penggunaan garam dan sabun mandi juga ampuh untuk membasmi cacing di kamar mandi. Cukup mencampur 500 gram garam dan 5 liter air sabun mandi, lalu kocok hingga merata.

    Setelah itu, siram cairan tersebut ke dinding, lantai, dan saluran air di kamar mandi. Setelah itu, sikat kamar mandi secara perlahan untuk membasmi cacing. Terakhir, bilas kamar mandi dengan air bersih.

    Itulah penyebab cacing dapat muncul di kamar mandi dan cara basminya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Plafon Rumah Bisa Retak? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Rumah yang semakin berumur perlahan akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Salah satu tanda kerusakan bisa berupa plafon retak.

    Kontraktor dari Rebwild Wildan mengatakan setiap jenis plafon punya potensi untuk retak. Retakan pada plafon umumnya tipis dan ada yang agak besar.

    Selama retakan tidak besar, plafon retak sebenarnya tidak membahayakan penghuni rumah. Namun, plafon retak tentu mengganggu estetika rumah.


    Jika tak mau plafon retak, langkah pencegahan yang paling utama adalah melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat secara langsung plafon-plafon. Jika ada indikasi retakan, pemilik rumah perlu segera memanggil tim ahli untuk perbaikan.

    Namun, kenapa plafon bisa sampai retak ya? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Plafon Retak

    Inilah beberapa faktor yang membuat plafon retak menurut kontraktor.

    1. Pergerakan Struktur Bangunan

    Menurut Wildan, plafon retak umumnya disebabkan oleh pergerakan struktur bangunan. Bangunan yang berdiri di atas tanah tentu rawan bergeser karena tanah bisa saja bergerak akibat gempa bumi atau faktor lainnya.

    “Plafon retak bisa terjadi karena terjadi kerusakan struktural yang berakibat dinding bergeser, otomatis plafon tertarik dan terjadi retakan,” ujar Wildan kepada detikProperti, Rabu (15/10/2025).

    Kemudian, bahan plafon yang memang sudah mengalami penuaan juga bisa retak. Menurutnya plafon bisa dikatakan sudah tua kalau usianya di atas 10 tahun.

    “Segala sesuatu pasti ada umurnya, misal zaman dulu booming plafon triplek ya lama kelamaan dia seratnya pada lepas. Kalau gypsum lama-lama bisa retak di bagian sambungan,” jelasnya.

    3. Efek Muai Susut

    Selain itu, plafon bisa retak akibat efek muai susut seperti yang terjadi pada bahan kayu. Namun, faktor ini tidak signifikan untuk menimbulkan keretakan pada plafon.

    “Misal kamar pakai AC, otomatis dingin kan kalau dingin biasanya bahan itu susut. Lalu saat siang hari terkena panas, bahannya memuai,” katanya.

    Cara Memperbaiki Plafon Retak

    Jika ingin memperbaiki plafon retak, bisa mengatasinya berdasarkan besarnya retakan. Jika retakannya tidak besar atau setipis rambut, bisa ditambal dengan kompon, lalu dicat ulang.

    Sementara itu, retakan yang sangat besar bisa dilakukan penggantian penutup plafon dengan cara berikut. Retakan disebut besar kalau sudah lebih dari 5 milimeter. Berikut ini cara mengganti penutup plafon.

    1. Bongkar penutup plafon yang sudah retak
    2. Pasang penutup baru dengan sekrup ke rangka hollow
    3. Merapikan dengan cara dikompon, sedangkan plafon PVC dirapikan dengan memasang sealant di bagian ujung-ujungnya
    4. Amplas bagian yang dikompon dengan amplas halus
    5. Mengecat penutup plafon sesuai selera, sedangkan plafon pvc tidak perlu dicat

    Itulah informasi seputar plafon retak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Kamar Mandi Licin Bisa Bahaya, Ini Solusi Praktisnya!


    Jakarta

    Area kamar mandi sering kali dalam keadaan basah serta terpapar sabun. Hal ini membuat lantainya licin sehingga penghuni bisa saja terpeleset dan terjatuh.

    Oleh karena itu, penghuni mesti berhati-hati ketika di kamar mandi. Jangan berjalan atau bergerak terburu-buru.

    Selain itu, penghuni bisa menyiasati agar lantai kamar mandi yang licin. Temukan caranya berikut ini.


    Cara Mencegah Lantai Kamar Mandi Licin

    Inilah beberapa cara membuat lantai kamar mandi nggak licin, dikutip dari Enviro Master.

    1. Gunakan Ubin Khusus Kamar Mandi

    Berawal dari pembuatan ruangan, pemilik rumah bisa menggunakan ubin khusus kamar mandi. Pilih ubin dengan permukaan bertekstur kasar, berbeda halnya dengan lantai kamar tidur atau ruang keluarga yang lebih halus.

    2. Pakai Cairan Anti Slip

    Pemilik rumah juga bisa menyemprotkan cairan anti slip pada lantai. Cairan tersebut akan mengubah lantai yang licin menjadi kasar. Dengan begitu, penghuni terhindar dari risiko terpeleset.

    3. Pakai Alas Tambahan

    Lalu, lantai kamar mandi juga dapat ditambahkan alas atau stiker anti slip. Cara ini merupakan solusi yang efektif dan terjangkau untuk dilakukan.

    4. Rajin Bersihkan Kamar Mandi

    Jangan lupa untuk rajin membersihkan kamar mandi setidaknya seminggu sekali. Sebaiknya gunakan pembersih khusus yang mampu menghilangkan kerak dan kotoran membandel.

    Kamar mandi yang sering dipakai tentu bakal cepat kotor. Dengan membersihkan kamar mandi, penghuni mencegah penumpukkan kotoran yang bikin lantai licin.

    5. Jaga Lantai Tetap Kering

    Pastikan lantai kamar mandi kering agar tidak licin. Pemilik bisa memasang exhaust fan atau kipas angin biar lantai cepat kering dan enggak lembap.

    Itulah cara membuat lantai tidak licin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Gejala Awal Fondasi Rumah Retak, Bisa Berbahaya Kalau Diabaikan!


    Jakarta

    Salah satu hal pertama yang dibuat saat membangun rumah adalah fondasi. Struktur ini punya peran penting untuk memastikan bangunan kokoh dan tidak mudah hancur.

    Namun, bentuk fondasi sewaktu-waktu bisa berubah karena pergerakan tanah atau pemasangan yang kurang tepat. Dengan begitu kekuatan bangunan pun bisa berkurang.

    Nah, pemilik rumah perlu memerhatikan kondisi bangunan untuk mengidentifikasi masalah fondasi. Lalu, segera atasi masalah fondasi untuk mencegah masalah semakin besar.


    5 Tanda Fondasi Rumah Bermasalah

    Inilah pertanda kalau fondasi rumah bermasalah, dikutip dari family handyman.

    1. Rumput Liar Dekat Fondasi Rumah

    Pemilik rumah perlu waspada kalau melihat kumpulan rumput liar tumbuh di dekat fondasi. Kemungkinan ada kelembapan di area tersebut sehingga tumbuh rumput liar.

    Kelembapan berpotensi menimbulkan masalah pada fondasi. Apalagi kalau sampai tumbuh rumput, masalahnya bisa lebih besar karena ada retakan di dalamnya.

    2. Retak di Sekitar Rumah

    Kemudian, perhatikan kalau ada retakan di sekitar rumah karena itu bisa jadi tanda masalah fondasi. Retakan pada lantai umumnya disebabkan oleh fondasi rumah, sedangkan retakan pada eksterior tergantung pada arah retakannya.

    Kalau melihat retakan, ada baiknya untuk konsultasi dengan ahlinya. Segera atasi masalah fondasi sebelum kondisi rumah semakin parah.

    3. Masalah Drainase

    Selain itu, masalah drainase juga bisa berdampak pada fondasi rumah secara keseluruhan. Berawal dari saluran pembuangan utama yang tersumbat atau pipa bocor, bisa merembet menimbulkan ketidakseimbangan medan akibat kontraksi atau perluasan tanah. Pemilik dapat meminta tukang ledeng profesional untuk segera memperbaikinya.

    4. Lantai Tidak Rata

    Permukaan lantai yang tidak rata pun pertanda adanya masalah fondasi. Salah satu tanda lantai tidak rata adalah tumpahan air pada lantai mengalir ke satu arah. Walaupun kondisi seperti ini sudah biasa, sebaiknya pastikan sumber permasalahannya dengan ahlinya.

    5. Pintu dan Jendela Tersangkut

    Lalu, pintu dan jendela yang sulit dibuka dan ditutup karena tersangkut adalah pertanda fondasi bermasalah. Meski pintu dan jendela itu bisa mudah untuk diperbaiki, jangan sepelekan sumber masalahnya ya.

    Itulah pertanda fondasi rumah bermasalah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Bersihkan Kotoran dan Pipis Kucing yang Bikin Rumah Bau


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing bisa sangat menyenangkan. Sebab, kucing bisa diajak bermain untuk melepas penat karena tingkahnya yang lucu

    Namun, kelucuan dan gemasnya tingkah kucing bisa hilang saat ketahuan buang air sembarangan di rumah. Selain lantai menjadi kotor, bau yang muncul sangat tidak sedap sehingga bikin tidak nyaman.

    Kalau menemukan ada kotoran dan pipis kucing di rumah, jangan khawatir. Hal itu karena ada beberapa cara mudah untuk membersihkan kotoran tersebut. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Kotoran Kucing di Rumah

    Membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah dapat dilakukan dengan mudah. Dilansir situs The Vets, berikut langkah-langkahnya:

    1. Pakai Tisu atau Kain

    Untuk mengangkat kotoran kucing yang padat bisa menggunakan tisu atau kain. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan karet guna mencegah bakteri dan kuman bisa masuk ke dalam tubuh.

    Masukkan kotoran kucing ke dalam kantong plastik, lalu buang ke dalam tempat sampah. Kemudian, bersihkan sisa-sisa kotoran di lantai dengan cairan pembersih agar bakteri tidak berkembang.

    Untuk pipis kucing, kamu juga bisa membersihkannya dengan tisu atau kain. Setelah itu, masukkan kain dan tisu yang penuh pipis kucing ke dalam kantong plastik, lalu segera buang ke tempat sampah.

    2. Jangan Buang Kotoran ke Kloset

    Sebagian orang memilih membuang kotoran kucing ke dalam kloset di kamar mandi. Sebab, kloset juga digunakan oleh manusia untuk buang air sehari-hari.

    Meski begitu, para ahli mengimbau agar tidak membuang kotoran kucing ke dalam kloset. Dikutip dari Green Matters, kotoran kucing mengandung organisme parasit, termasuk Toxoplasma gondii.

    Jika membuang kotoran kucing ke dalam kloset yang penuh air, maka parasit bisa masuk ke dalam sumber air dan menyebabkan infeksi yang disebut toksoplasmosis. Parasit ini sangat berbahaya bagi manusia, terutama bagi yang memiliki imun tubuh lemah dan ibu hamil.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Siram lantai bekas kotoran dan pipis kucing dengan cairan pembersih. Langkah ini agar lantai kembali bersih, wangi, dan tidak ada sisa bakteri yang hidup.

    Pastikan cairan yang digunakan tidak mengandung zat berbasis amonia. Soalnya, penggunaan produk pembersih berbasis amonia dapat memicu kucing untuk pipis kembali di tempat yang sama.

    Sebaiknya gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih. Selain itu, bisa juga menggunakan campuran detergen dan air soda.

    Demikian cara membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Ideal buat Bersihkan AC? Ini Anjurannya


    Jakarta

    AC membuat udara di dalam ruangan menjadi dingin dan segar. Namun, untuk mempertahankan kondisi itu, AC perlu dibersihkan secara berkala.

    Filter AC semakin lama digunakan akan kotor dan berdebu. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat mengganggu kinerja AC. Alhasil, AC bermasalah dan enggak dingin.

    Meski AC mesti rutin dibersihkan, bukan berarti harus panggil tukang servis setiap bulan ya. Temukan waktu ideal untuk membersihkan AC berikut ini.


    Waktu Ideal buat Bersihkan AC

    Dikutip dari Melbourne Heating & Cooling, pemilik rumah dianjurkan untuk membersihkan AC setiap 3-4 bulan sekali. Hal ini membantu meningkatkan aliran udara serta memastikan AC berfungsi secara efisien.

    Pembersihan secara berkala tak hanya membuat udara dingin, tetapi juga menjaga kualitas udara di rumah. Jika AC kotor, udara yang keluar bisa bercampur dengan debu, kotoran, dan bakteri sehingga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    Selain membersihkan AC, pemilik perlu mengecek kondisi mesin secara menyeluruh dengan bantuan teknisi profesional. Lakukan pengecekan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Langkah ini penting untuk memastikan adanya kerusakan pada komponen AC atau tidak.

    Pertanda AC Harus Dibersihkan

    Kenali tanda-tanda AC sudah saatnya dibersihkan berikut ini.

    1. AC Tidak Dingin

    Kalau AC mulai terasa kurang dingin, bisa saja itu pertanda perlu membersihkan filternya. Sebab, filter AC yang kotor dan tersumbat membuat aliran udara menjadi tidak lancar.

    2. Bau Tak Sedap

    Udara yang keluar dari AC seharusnya terasa sejuk dan tidak berbau. Jika penghuni mencium bau apak, kemungkinan AC kotor dan dipenuhi bakteri dan jamur.

    3. Tagihan Listrik Meningkat

    Perhatikan juga kalau belakangan tagihan listrik meningkat drastis, bisa jadi itu karena AC kotor. AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara kalau filternya kotor sehingga energi yang dipakai pun semakin besar.

    Itulah informasi seputar AC kotor yang perlu dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Inspirasi Model Pagar yang Kekinian dan Estetik Sesuai Desain Rumah


    Jakarta

    Rumah biasanya dipasang pagar sebagai pembatas wilayah sekaligus gerbang pengaman. Tak hanya itu, pagar juga melengkapi estetika fasad rumah lho.

    Ada beragam bentuk dan material pagar yang bisa dipilih pemilik rumah. Saat memilih desain pagar, pemilik sebaiknya mempertimbangkan bentuk dan konsep rumahnya.

    Lalu, apa saja model pagar yang bisa bikin rumah terlihat modern atau kekinian sekaligus estetik? Simak ulasannya berikut ini.


    Inspirasi Model Pagar

    Inilah beberapa ide desain pagar rumah menurut Profesional Kontraktor PT. Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki.

    1. Pagar Perforated Metal

    Tren Jenis PagarPagar Perforated Metal Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Jika pemilik rumah sedang mengusung konsep desain industrial, pagar perforated metal bisa menjadi pilihan yang cocok. Perforated metal menggunakan bahan dasar lembaran baja yang dicetak menggunakan mesin untuk membuat pola-pola sesuai kebutuhan desain. Selain itu, efek dari pola pagar membuat cahaya alami yang masuk berlimpah.

    2. Pagar Expanded

    Tren Jenis PagarPagar Expanded Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Kemudian, ada pagar perforated metal yang cocok buat rumah desain scandinavian. Pagar expanded juga memakai bahan dasar lembaran baja yang dicetak menggunakan mesin untuk menciptakan pola-pola. Pagar perforated metal pada pola pagar expanded berbentuk menyilang, berbeda dengan pagar perforated metal yang berbentuk bulat.

    3. Pagar Kayu Papan

    Tren Jenis PagarPagar Kayu Papan Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Pagar kayu papan sangat diminati para pemilik rumah. Desain ini sederhana tapi membuat tampilan rumah minimalis menjadi lebih cantik. Untuk membuat pagar tersebut, bahan yang digunakan adalah papan kayu asli dan papan semen motif kayu.

    4. Pagar Laser Cutting

    Lalu, ada pagar laser cutting dengan beberapa macam bahan, seperti carbon steel, mild steel, stainless steel dan juga kuningan. Proses pembuatan pagar menggunakan laser untuk membentuk pola yang diinginkan pemilik rumah. Jenis pagar ini cocok buat rumah dengan gaya minimalis modern.

    5. Pagar Besi Tempa

    Tren Jenis PagarPagar Besi Tempa Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Pemilik rumah juga bisa mempertimbangkan pagar besi tempa. Jenis pagar ini sering jadi pilihan buat desain rumah klasik atau American style. Besi tempa adalah campuran besi dengan karbon rendah yang akan menghasilkan jenis besi yang kuat.

    Itulah beberapa inspirasi model pagar yang kekinian dan estetik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah yang Kokoh Bisa Pakai Fondasi Batu Kali, Ini Plus Minusnya


    Jakarta

    Fondasi rumah berperan penting untuk membangun struktur bangunan yang kokoh. Pemilik bisa memilih dari sekian jenis fondasi rumah, termasuk salah satunya adalah batu kali.

    Batu kali disusun untuk membuat struktur fondasi supaya kokoh dan mampu menahan beban dinding rumah. Batu ini menjadi pilihan bahan fondasi karena terkenal kokoh dan ekonomis.

    Dikutip dari e-jurnal milik uny.ac.id, fondasi batu kali umumnya dipakai untuk bangunan sederhana yang berdiri di atas kondisi tanah yang cukup baik. Fondasi batu kali dibuat dengan kedalaman sekitar 60-80 cm, sedangkan lebar tapak kurang lebih sama dengan tingginya.


    Pembangunan Fondasi Batu KaliPembangunan Fondasi Batu Kali Foto: Getty Images/Ranah Pixel Studio

    Jenis-jenis Batu Kali

    Jika ingin menggunakan batu kali untuk fondasi, pemilik bisa memilih antara dua jenis batu. Berikut ini penjelasannya.

    1. Batu Kali Bulat

    Batu kali bulat memiliki bentuk sebagaimana namanya, tetapi tidak beraturan. Jenis batu ini bisa ditemukan di sepanjang aliran sungai. Namun, tekstur permukaannya yang halus membuat mortar kurang bisa menempel kuat pada batu kali tersebut.

    2. Batu Kali Belah

    Batu kali belah berukuran lebih besar daripada batu yang bulan. Biasanya batu ini dapat ditemukan di pegunungan atau sungai.

    Batu itu bisa dihancurkan menjadi ukuran sekitar 30-40 cm. Nah, kelebihannya adalah tekstur permukaannya kasar sehingga mortar bisa menempel dengan kuat.

    Kelebihan Batu Kali untuk Fondasi

    Bagi yang masih mempertimbangkan untuk menggunakan fondasi batu kali, pelajari dulu kelebihannya berikut ini, dilansir e-jurnal Scribd berjudul Makalah Pondasi Batu Kali oleh Ainul Herwinda.

    1. Kuat

    Batu kali untuk fondasi dapat menahan bangunan dengan kuat dalam segala kondisi cuaca. Batu ini berasal dari alam yang sudah mengalami suhu dan cuaca berubah-ubah. Maka dari itu, tak heran kalau batu itu punya karakteristik kuat dan kokoh.

    2. Tahan Lama

    Batu kali yang kuat dan kokoh ini juga tahan lama lho. Karakteristik tersebut membuat bangunan dengan fondasi batu kali mampu bertahan cukup lama serta minim terjadi kerusakan.

    3. Mudah Didapat

    Selain itu, batu kali mudah untuk didapat di toko-toko material dekat rumah. Akan tetapi, pemilik rumah harus jeli membeli batu kali yang baru ya. Jangan mengambil batu kali yang sudah lama berdiam di toko material.

    Kekurangan Batu Kali untuk Fondasi

    Di sisi lain, batu kali untuk fondasi juga ada kekurangannya sebagai berikut.

    1. Mudah Timbul Retakan

    Umumnya bangunan dengan fondasi batu kali tidak mengalami roboh. Namun, retakan pada dinding bisa muncul ketika ada gempa bumi atau tumbuhnya akar pohon invasif.

    Kondisi tersebut tidak terlalu menimbulkan masalah serius. Akan tetapi, perbaikan kerusakan akan memakan biaya yang cukup besar.

    2. Perlu Ketelitian saat Membelinya

    Pemilik rumah harus teliti saat memilih batu kali di toko material. Hindari membeli batu kali yang sudah lama ada di toko karena dapat mengurangi kualitasnya.

    Apalagi kalau batu kali sempat terendam air, hal ini bisa mempengaruhi kekuatannya. Batu tersebut kalau dipakai buat bangun fondasi dikhawatirkan berdampak pada kekokohan bangunan.

    Itulah informasi seputar fondasi yang terbuat dari batu kali. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Penyebab Suhu di Rumah Terasa Panas Banget dan Bikin Gerah


    Jakarta

    Beberapa hari terakhir cuaca di Indonesia lagi panas-panasnya. Suhu udara di sejumlah kota bisa mencapai 37,6 derajat Celcius. Kondisi ini tentu bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan.

    Maka dari itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak berada di luar ruangan dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Sebab, di rentang waktu tersebut suhu udara sangat panas.

    Meski dianjurkan berada di dalam ruangan, terkadang suhu ruangan juga ikut menjadi panas. Hal ini menyebabkan tubuh terasa gerah dan udara menjadi pengap.


    Kalau suhu di dalam rumah terasa panas dan bikin gerah, sebaiknya segera diatasi agar penghuni kembali merasa nyaman. Ketahui penyebab udara panas di rumah dalam artikel ini.

    Penyebab Suhu Rumah Panas dan Bikin Gerah

    Ada sejumlah penyebab suhu di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Dilansir situs Southern Living, berikut penyebabnya.

    1. Terlalu Banyak Sinar Matahari

    Faktor yang pertama karena terlalu banyak sinar matahari yang masuk ke rumah. Pada dasarnya, cahaya matahari dapat membantu menerangi rumah sekaligus mencegah kelembapan.

    Namun, di kondisi cuaca panas esktrem seperti sekarang ini, sebaiknya hindari menyerap sinar matahari terlalu banyak. Hal itu yang membuat suhu di dalam rumah jadi terasa sangat panas.

    “Ketika sinar matahari bersinar langsung melalui jendela, ia memanaskan semua yang terpapar olehnya, seperti lantai, furnitur, dan dinding. Hal ini dikenal sebagai pemanas surya pasif,” kata Owner Air Treatment Company Dan Simpson.

    Simpson mengatakan jendela besar yang menghadap matahari langsung dan tanpa gorden jadi pemicu udara terasa panas di dalam rumah. Pada waktu tertentu, terutama saat siang hari, suhu di dalam ruangan terasa jauh lebih panas karena sinar matahari terlalu banyak masuk ke dalam ruangan tersebut.

    “Ruangan dengan jendela besar tanpa penutup yang menghadap matahari dapat menjadi sangat panas dalam waktu singkat sehingga terasa sangat panas daripada bagian rumah lainnya,” jelasnya.

    2. Retakan di Jendela dan Pintu

    Munculnya retakan di jendela dan pintu rumah ternyata jadi pemicu suhu di dalam ruangan terasa sangat panas. CEO A. Fagundes Plumbing & Heating Al Fagundes menyebut retakan kecil sekalipun tetap memungkinkan udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

    “Suhu udara yang sangat panas itu dapat menghambat kinerja AC dan menyebabkan pendinginan yang tidak merata. Untuk itu, segera tutup retakan dengan didempul demi menjaga udara dingin tetap masuk dan udara panas tetap keluar,” tutur Fagundes.

    3. Warna Atap Rumah Hitam Gelap

    Banyak hunian modern yang kini menggunakan atap rumah berwarna hitam gelap. Meski terlihat estetis, tapi warna ini bisa menjadi faktor utama meningkatnya suhu panas di dalam rumah.

    “Jika atap Anda berwarna gelap, kemungkinan besar atap tersebut menyerap banyak sinar matahari dan memancarkan panasnya ke loteng,” ungkap Fagundes.

    4. Tidak Ada Ventilasi Udara

    Faktor berikutnya karena rumah tidak memiliki ventilasi udara yang memadai atau bahkan sama sekali tidak memilikinya. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan suhu udara panas di dalam rumah yang bikin penghuni terasa gerah dan pengap, terutama saat siang hari.

    Di sisi lain, ventilasi udara yang buruk bisa memicu masalah kesehatan karena udara kotor di dalam rumah tidak bisa keluar, sedangkan udara bersih tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sejumlah penyakit yang berisiko terjadi di antaranya gangguan pernapasan, alergi, hingga TBC.

    5. Dinding Bata

    CEO Chris Heating & Cooling Jon Gilbertsen mengatakan rumah yang menggunakan dinding bata ternyata bisa meningkatkan udara panas di dalam ruangan. Sebab, bata dikenal sebagai material yang dapat menyerap panas matahari dan melepaskan panas tersebut saat malam hari.

    “Jika Anda tinggal di rumah dari bata tanpa sekat termal seperti celah udara, panas yang terkumpul di dalam bata akan menghangatkan ruangan sampai malam hari, bahkan setelah suhu di luar ruangan mulai turun,” imbuhnya.

    6. Terlalu Banyak Peralatan Elektronik yang Menyala

    Selain kulkas, beberapa barang elektronik lainnya yang menyala seperti oven dan mesin cuci juga dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan sehingga terasa panas. Lampu yang terus dibiarkan menyala saat siang juga menciptakan hawa panas.

    “Di ruangan berukuran 10×10 meter dengan pintu tertutup, kondisi ini dapat meningkatkan suhu ruangan, terutama jika aliran udara buruk dan perangkat elektronik yang terus menyala sepanjang hari,” tutur Gilbertsen.

    Itulah enam hal yang bikin suhu ruangan di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sumur Bor vs Sumur Gali, Mana yang Lebih Baik buat Rumah?


    Jakarta

    Rumah membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan penghuninya. Air tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, salah satunya dengan membuat sumur air di rumah.

    Untuk membuat sumur air, pemilik rumah bisa memilih antara dua jenis, yaitu sumur bor dan sumur gali. Pembuatan sumur boro menggunakan mesin bor, sedangkan sumur gali dengan teknik gali secara manual.

    Menurut Hasan, tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor punya banyak keunggulan daripada sumur gali. Jenis sumur tersebut menjadi sumber air yang diandalkan ketika musim kemarau.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Memang apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Berikut ini penjelasannya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa hal yang membedakan sumur bor dengan sumur gali.

    1. Dimensi Lubang

    Pembuatan sumur bor dengan mesin memudahkan tukang untuk menentukan kedalaman buat menemukan sumber air. Berbeda halnya dengan sumur gali yang tidak bisa dibuat terlalu dalam karena pembuatannya menggunakan tenaga manual.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” Sambung Hasan.

    2. Waktu Pengerjaan

    Membuat sumur gali memang lebih murah ketimbang sumur bor karena pakai cara manual. Namun, pengerjaannya cukup lama, bisa berhari-hari untuk menggali sumur sedalam dua puluh meter.

    Sementara itu, penggalian sumur bor lebih cepat dengan bantuan mesin. Dengan begitu, proses penggalian lebih cepat. Kedalaman lubang pun tidak menjadi kendala selama sumber air bersih ditemukan.

    3. Debit Air

    Sumur gali dibuat dengan diameter yang besar sehingga memungkinkan debit air juga besar. Sementara itu, besarnya debit air sumur bor mengandalkan pompa air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” tuturnya.

    Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com