Tag: rumah

  • Ternyata Ini 3 Penyebab Air Keran Kotor, Lengkap Cara Menjernihkannya


    Jakarta

    Hal terpenting saat pindahan rumah adalah memastikan tersedianya air bersih untuk keperluan sehari-hari. Seringkali beberapa rumah baru, kedapatan air keran yang kotor, keruh, dan bau karat. Bahkan setelah menunggu beberapa hari tetap tidak ada perubahan.

    Kualitas air kotor yang kecoklatan bercampur lumpur dan tanah tidak dapat digunakan untuk mandi, cuci piring, atau mencuci pakaian. Apabila dipaksakan dapat mempengaruhi kesehatan penghuni rumah seperti alergi, diare, dan masalah pencernaan lainnya. Maka dari itu, air keran yang kotor perlu segera diperbaiki agar tidak menghambat pekerjaan rumah.

    Mengutip dari Homes and Gardens pada Senin (25/3/2024), berikut beberapa penyebab keran air di rumah kotor.


    1. Adanya Udara di Dalam Pipa

    Memang sebaiknya saat mengecek kondisi rumah saat pembangunan, keran air perlu dites dahulu. Jika menemukan air keran di rumah tersebut ternyata keruh dan kotor dapat langsung diperbaiki oleh ahli sehingga tidak memakan waktu dan biaya.

    Salah satu penyebab air keran keruh adalah ditemukan gelembung udara kecil di dalam pipa. Hal ini disebabkan oleh perubahan tekanan pasokan air sebelum dan setelah keran air dinyalakan sehingga ada bagian pipa yang pecah.

    Selain membuat air menjadi kotor, gelembung udara ini juga membuat kebocoran pada pipa, sekitar pipa akan bertambah lembap dan apabila ada besi-besi di sekitarnya akan meningkatkan potensi korosi yang cepat.

    2. Sumber Air di Rumah Memang Kotor

    Jika tidak ada pipa yang rusak, bisa jadi karena sumber air di rumah tidak begitu bagus. Mau diusahakan menggali sumur dalam, air yang keluar akan kotor dan berlumpur.

    Maka dari, itu sejak awal membeli rumah kamu perlu bertanya mengenai kualitas air di rumah tersebut kepada pengembang. Jika kamu menyadari setelah membeli rumah, solusinya adalah dengan memasang filter air.

    3. Terdapat Sedimen di Dalam Air

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sedimen adalah benda padat berupa serbuk yang terpisah dari cairan dan mengendap di dasar bejana (wadah).

    Sedimen bisa ditemui pada air keran sehingga mempengaruhi warna dari air tersebut. Warna air yang terdapat sedimen di dalamnya biasanya bukan kecoklatan, melainkan keruh keputihan. Kamu bisa melihatnya dengan menuangkan air tersebut dalam suatu tempat bening atau berwarna kontras dari sedimen tersebut. Lalu tunggu hingga air tenang dan akan terlihat endapan di bawah wadah tersebut.

    Cara Menjernihkan Air Keran yang Kotor

    Masalah air kotor dan keruh yang disebabkan oleh kebocoran pipa, bisa diatasi dengan menambal atau menggantinya dengan yang baru. Namun, jika disebabkan oleh faktor tanah, menurut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terdapat 3 cara yang bisa dilakukan untuk menjernihkan air menggunakan bahan di rumah sebagai berikut.

    1. Memakai Ijuk (Serat Pepohonan)

    Serat pepohonan atau yang biasa digunakan adalah serat kelapa bisa menjadi alat filter alami untuk air yang kotor. Cara ini bukanlah cara instan, melainkan kamu perlu menunggu beberapa waktu.

    Penggunaan ijuk sebagai filter ini adalah pertama dengan membuat setumpuk ijuk yang diikat dan dimasukkan ke dalam sumur air. Jika nantinya ijuk mengapung harus diberi pemberat agar bisa masuk ke dalam airnya.

    2. Tuangkan Tawas

    Salah satu bahan yang dinilai efektif menjernihkan air adalah tawas. Tawas merupakan garam rangkap sulfat dan alumunium sulfat. Kamu cukup melarutkan tawas yang sudah dihaluskan ke penampungan air sekitar 500 gram – 1kg.

    Namun, perlu diperhatikan penggunaan tawas ini dapat menimbulkan mual, sakit kepala, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya jika dikonsumsi.

    3. Arang Batok Kelapa

    Lagi-lagi kelapa bisa berguna untuk menjernihkan air, arang batok kelapa mengandung karbon aktif yang dinilai mampu mengikat kotoran di air.

    Caranya dengan bungkus arang batok kelapa dengan kain lalu dimasukkan ke dalam sumur. Dan untuk jumlahnya harus disesuaikan dengan kedalaman air sumur Anda, jangan terlalu banyak maupun terlalu sedikit.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Anjurkan Menerima Tamu di Rumah, Bagaimana Kalau Tidak Bisa?



    Jakarta

    Selain sebagai tempat beristirahat, rumah juga merupakan tempat yang cocok untuk berkumpul bersama keluarga, teman, atau tetangga. Maka setiap rumah pasti pernah kedatangan seorang tamu selama penghuni tersebut tinggal di sana.

    Dalam Islam, datangnya tamu sama saja seperti penghuni rumah tersebut sedang kedatangan rezeki. Hal ini diceritakan oleh Allah melalui kisah Nabi Ibrahin AS yang menerima kedatangan Malaikat di rumahnya sebagai ‘tamu’.

    “Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang dijanjikan kepadamu itu) pasti akan nyata seperti (halnya) kamu berucap. Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ibrahim menjawab, “Salam.” (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal.” (QS Az Zariyat: 23-25).


    Mengutip dari detikHikmah pada Senin (25/3/2024), Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Muslim untuk berpergian dan tidak lupa untuk mampir di rumah kerabat. Dalam riwayat Hadits Al Bukhari dan Ismail batas bertamu di rumah orang lain adalah 3 hari.

    “Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah SAW bersabda: “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.” (Al Bukhari dan Ismail, 2011).

    Menurut NU Online, terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan saat bertamu ke rumah orang lain menurut Muhammad bin Ahmad bin Salim as-Safarini, dalam Ghida’ al-Albab Syarh Mandzumah al-Adab, juz 2, halaman 117) diantaranya sebagai berikut.

    1. Tidak menolak ketika dipersilakan duduk di suatu tempat dan (tidak menolak) ketika diberi penghormatan.
    2. Menyantap makanan (yang dihidangkan), tak perlu beralasan sudah kenyang.
    3. Membasuh kedua tangan (ketika hendak makan dengan tangan).
    4. Ketika melihat tuan rumah bergerak untuk melakukan sesuatu, jangan mencegahnya.
    5. Tidak bertanya pada tuan rumah tentang sesuatu di rumahnya kecuali arah kiblat dan toilet.
    6. Tidak mengintip ke arah tempat Wanita
    7. Tidak menolak ketika dipersilakan duduk di suatu tempat dan (tidak menolak) ketika diberi penghormatan.

    Meskipun menyambut tamu dan bertamu di rumah orang lain dianjurkan, tetapi dalam keadaan tertentu, tuan rumah boleh menolak tamu untuk datang ke rumah. Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu diriwayatkan dalam sebuah Hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut.

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (Hadits shahih. HR. Bukhari, no. 5891 dan Muslim, no. 2153).

    Dalam Surat Al-Ahzab ayat 5 Allah SWT menceritakan ada seorang tamu yang membuat Rasulullah SAW malu untuk memintanya pulang karena sudah terlalu lama bertamu.

    “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.”

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Sering Mati-Hidupkan AC Malah Bikin Boros Listrik?


    Jakarta

    AC atau air conditioner adalah pendingin ruangan yang instan. Alat ini dapat menyejukkan ruangan dengan cepat dan pemakaiannya cukup mudah. Keberadaan AC terutama di negara beriklim tropis tentu membantu pemakainya untuk beraktivitas dengan nyaman di dalam rumah.

    Namun, dibandingkan dengan kipas angin, daya listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan AC cukup besar. Maka dari itu, banyak orang yang memutuskan menyalakan AC saat kepanasan, menjelang tidur, saat sampai di rumah, atau keperluan lainnya. Saat tidak diperlukan AC biasanya dimatikan.

    Mengutip dari The Washington Post, Selasa (26/3/2024), ternyata mematikan AC beberapa jam lalu menghidupkannya lagi hanya mampu menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal yang lebih berikut yang lebih efektif untuk menghemat listrik saat AC dinyalakan.


    1. Jangan Menyalakan dan Mematikan AC Terlalu Sering

    Dalam penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder, dia mencari tau apakah mematikan AC benar dapat menghemat energi.

    Dia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 derajat celcius.

    Hasil penelitian menunjukkan AC yang dimatikan dapat menghemat sedikit energi. Namun, setiap AC dinyalakan kembali, listrik yang terpakai lumayan banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

    Jadi menyalakan AC setelah dimatikan beberapa jam tetap dapat menyedot banyak listrik karena AC perlu menyesuaikan suhu. Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara itu, jika AC yang telah dinyalakan lama, AC tidak sulit menyesuaikan suhu.

    “Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” katanya.

    2. Pasang Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

    Kerja AC di dalam ruangan dapat maksimal jika AC di luar ruangan beserta salurannya ditempatkan dengan benar. Mulai dari AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung, tidak ada penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.

    Selain itu, rajin mengganti dan membersihkan filter dikatakan dapat menghemat energi sekitar 5-15% menurut Departemen Energi.

    3. Hindari Memakai AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

    Hindari menggunakan peralatan elektronik bersamaan agar listrik tetap hemat. Saat sedang memakai mesin cuci, oven, setrika, mesin air, maka AC sebaiknya dimatikan dahulu. Jika tetap dipaksakan, selain tagihan listrik jadi membengkak, MCB listrik di rumah bisa turun karena tidak kuat.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Kusam? Tidak Perlu Cat Ulang, Coba Bersihkan dengan 2 Cara Ini!


    Jakarta

    Selain perabotan di rumah yang bisa berdebu, dinding bisa mengalami hal serupa. Apalagi rumah dengan atap yang tinggi, biasanya debu menumpuk di pinggiran atap, bahkan ada yang menggantung seperti sarang laba-laba.

    Dinding yang berdebu dan kotor bisa disebabkan karena cuaca dan kebiasaan dari penghuninya. Dinding yang dekat dengan ventilasi udara atau ruang terbuka biasanya akan cepat kotor dan kusam. Begitu pula dengan dinding yang jarang dibersihkan juga membuat debu menumpuk.

    Membersihkan dinding berdebu ini berbeda dengan mengecat ulang. Debu bisa menempel di dinding dalam hitungan hari bahkan setelah dinding dicat ulang. Layaknya perabotan di rumah yang seminggu sekali perlu dibersihkan, dinding pun begitu.


    Debu pada dinding dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi. Selain itu, dinding yang banyak debu juga mudah ditumbuhi jamur dan lumut yang membuat warna cat juga jadi cepat kusam.

    Sebelum membersihkan dinding kamu harus tau jenis cat yang digunakan. Ada cat berbahan dasar minyak dan air atau lateks.

    – Cat Berbahan Dasar Minyak

    Biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Keunggulannya lain adalah tahan meskipun sering dibersihkan.

    – Cat Berbahan Dasar Air atau Lateks

    Biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah terkelupas dibandingkan yang berbahan dasar minyak. Namun, saat membersihkannya jangan gunakan pembersih cairan.

    Mengutip dari Spruce, Selasa (26/3/2024), berikut cara membersihkan dinding rumah berbahan minyak atau lateks.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Dasar Minyak

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Pertama, bersihkan dinding memakai kain bersih. Lalu siapkan satu sendok teh sabun pencuci piring dan 1/2 sendok teh cuka putih ke dalam air hangat. Siapkan wadah lain berisi air bersih untuk membilas.

    2. Bersihkan Dinding dengan Diusap

    Ambil kain bersih lain atau spons. Celupkan ke wadah berisi cairan lalu peras. Jika tidak ada noda membandel seperti kotoran cicak atau bekas coretan tidak perlu ditekan saat membersihkannya. Jika ada noda membandel, kamu bisa menambahkan 2 sendok makan boraks ke larutan pembersih. Bila sudah dibersihkan bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Lateks

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Singkirkan debu yang menempel dengan kemoceng atau penyedot debu. Setelah itu siapkan larutan pembersih terdiri dari satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

    2. Bersihkan Dinding dengan Gerakan Melingkar

    Siapkan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih.

    Celupkan spons atau kain kedua ke dalam air bersih dan peras hingga hampir kering. Bilas sisa sabun saat Anda bergerak ke bawah dinding.

    Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini. Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai Tangan, Ini 3 Cara Membersihkan Kotoran Tikus di Rumah


    Jakarta

    Kamu tiba-tiba melihat butiran hitam di beberapa sudut rumah dan berbau tidak enak? Itu wujud kotoran tikus. Saat kamu membersihkannya, sebaiknya gunakan tisu atau sarung tangan karena kotoran tikus banyak mengandung virus, bakteri, dan parasit.

    Beberapa tikus di dalam kotorannya terdapat sebuah virus bernama hantavirus yang berpotensi mematikan pada manusia. Selain itu, kotoran tikus juga termasuk najis yang bisa mengurangi sahnya ibadah seperti Salat jika berada di ruang ibadah. Kamu perlu membersihkannya terlebih dahulu hingga wujud, bau, dan warnanya hilang.

    Mengutip dari Public Health Insider, Rabu (27/3/2024), berikut cara membersihkan kotoran tikus yang aman di rumah.


    1. Buka Ventilasi Ruangan

    Tikus menyukai tempat yang lembap, sudut-sudut rumah, dan daerah yang jarang terkena sinar matahari langsung. Sebelum membersihkan kotorannya, pastikan kamu telah membuka ventilasi terdekat setidaknya selama 30 menit, ini untuk mengurangi bau tidak sedang yang tercium.

    Jika kamu menemukan di halaman, kamu bisa langsung membersihkannya menggunakan sarung tangan dan menyemprotkan dengan cairan pembersih dan pewangi.

    2. Selalu Pakai Sarung Tangan

    Namanya kotoran hewan pasti kotor dan telah terkontaminasi dengan virus, bakteri, debu, dan parasit. Maka kamu tidak boleh memegangnya langsung, melainkan harus menggunakan sarung tangan. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan beberapa lapis tisu, kain yang tidak terpakai, atau kertas.

    Jika kotoran tikus masih berbau dan berada di tempat yang tertutup, pakai masker agar lebih aman. Setelah selesai, jika kamu memakai sarung tangan kain bukan plastik, jangan lupa untuk mencucinya. Namun jika memakai kertas, tisu atau kain bekas bisa langsung dibuang.

    3. Semprotkan Cairan Pembersih

    Saat membersihkan kotoran tikus sebaiknya tidak menggunakan penyedot debu atau sapu. Hal ini untuk menghindari debu yang mengandung alergen dan mungkin terkontaminasi menempel pada alat pembersih.

    Sebagai gantinya, semprotkan bekas kotoran tikus tadi dengan cairan pemutih dan diamkan selama 10 menit. Kemudian, dengan menggunakan tisu atau kain, bersihkan area yang terkena kotoran tersebut.

    Jika kotoran tikus mengenai kain seperti seprai, baju, tempat tidur, jok kursi, gunakan sampo atau deterjen dan rendam dalam air panas.

    Cara Cegah Tikus Masuk ke Rumah

    Untuk menghindari ada kotoran tikus di rumah, kamu perlu mencegah hewan tersebut masuk ke rumah. Caranya dengan menutup akses masuk ke rumah.

    1. Pasang Penghalang di Area Pagar

    Saluran air adalah tempat kesukaan mereka. Lubang-lubang selokan di depan rumah adalah rumah sekaligus akses yang paling dekat dengan rumah kita. Mereka bisa masuk melalui sela pagar, lobang selokan di dekat pagar, lubang dinding pagar, atau tanah yang berada di pinggiran dinding.

    Maka dari itu, kamu perlu menambahkan penutup seperti kawat atau plastik PVC di sela-sela tersebut agar air tetap dapat lewat tetapi untuk tikus tidak bisa.

    Waktu paling rawan rumah kemasukan tikus adalah malam hari. Gerakan mereka sangat cepat dan area halaman tidak terlalu terang, sehingga tikus mudah masuk ke dalam. Maka jika tidak ada orang yang duduk atau berdiri di dekat pintu sebaiknya pintu langsung ditutup.

    3. Tutup Tempat Sampah Saat Malam

    Mereka akan masuk ke rumah untuk mencari makanan. Jika mereka berhasil mendapatkan makanan di rumah tersebut, maka dia akan kembali ke tempat yang sama karena hewan ini memiliki ingatan yang bagus.

    Tikus yang lolos akan mengincar tempat sampah untuk mencari makanan. Jika kamu memiliki tempat sampah di dalam rumah, saat malam langsung ikat plastik atau tutup tempat sampah tersebut agar tidak mengundang tikus. Lebih baik lagi sebelum malam, tempat sampah sudah bisa dibuang ke luar.

    Bukan hanya tempat sampah, tikus juga bisa merusak perabotan dari kayu, plastik, kain, hingga kabel listrik di rumah apabila berhasil masuk ke dalam rumah.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Efektif Bersihkan Sela-sela Keramik Lantai di Rumah


    Jakarta

    Lantai di rumah adalah tempat yang paling mudah kotor di rumah karena sering dilewati dan diinjak. Cara membersihkannya sebenarnya mudah dengan disapu atau dipel sudah kembali bersih. Namun, jika kamu perhatikan lantai yang sering dipel ternyata tidak membuat sela-sela ubin juga ikut menjadi bersih.

    Hal ini dikarenakan bahan yang berbeda. Keramik memiliki permukaan yang mengkilap dan mudah dibersihkan. Sementara sela-selanya terbuat dari campuran semen, pasir, dan air sehingga cara membersihkannya perlu digosok.

    Membersihkan sela-sela ubin juga membutuhkan waktu lama apalagi untuk rumah yang luas. Kamu bisa mencobanya pada area kamar mandi atau dinding dapur yang memakai keramik.


    Mengutip dari Ideal Homes, Rabu (27/3/2024), berikut bahan-bahan yang efektif membersihkan sela-sela ubin agar tampilannya seperti baru lagi.

    1. Pakai Baking Soda dan Cuka

    Campurkan dua sendok makan baking soda ke dalam air secukupnya. Jika noda susah dihilangkan, tambahkan dengan cuka. Namun jika menggunakan larutan cuka, kamu perlu menambahkan pasta gigi agar tidak merusak keramik. Gosok kembali sela-sela keramik, bilas permukaannya dengan kain lembap agar lantai rumah kamu tidak becek.

    Namun, dua bahan ini tidak untuk digunakan terlalu sering karena dapat merusak keramik. Efeknya ubin tidak terlihat berkilau lagi karena lapisan pelindungnya rusak.

    2. Pasta Gigi

    Pasta gigi mengandung soda bikarbonat yang merupakan bahan ampuh yang mampu mengangkat noda. Kamu cukup mengoleskan pasta gigi ke nat atau sela keramik menggunakan sikat gigi bekas. Kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.

    3. Lemon

    Asam dari lemon bisa membersihkan noda pada sela-sela keramik. Caranya dengan mengiris lemon dan mengoleskan airnya ke sepanjang sela-sela keramik. Diamkan selama 15 menit lalu gosok dengan sikat gigi. Setelah itu, bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.

    4. Pemutih

    Pemutih bisa menghilangkan jamur dan kotoran yang membandel dari nat tetapi dengan batas pemakaian yang cukup. Jika berlebihan dapat memudarkan warna sela keramik yang asli.

    Cara membersihkannya bisa menuangkan sedikit pemutih ke dalam wadah dan mencelupkan sikat gigi bekas ke dalamnya sebelum digosok. Bisa pula mencampurkan pemutih dengan pasta gigi. Setelah dioleskan ke sela keramik harus ditunggu selama 15 menit baru bisa digosok.

    Sehabis dibilas, keringkan dengan cara ditunggu atau kipas angin. Hindari menggunakan kertas atau kain karena seratnya dapat menempel di lantai yang telah bersih.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips agar Rumah Bebas Serangga saat Musim Hujan


    Jakarta

    Saat musim hujan, serangga-serangga bagaikan tamu tak diundang. Nyamuk, semut, rayap, hingga kecoak dapat masuk dan menetap di dalam rumah untuk berlindung.

    Jika sudah begini, serangga yang berdatangan bisa menyebabkan infeksi dan penyakit bagi penghuni rumah. Seperti nyamuk dapat membawa virus dengue, penyebab penyakit demam berdarah (DBD).

    Lantas, adakah cara agar rumah tetap terjaga dari serangga selama musim hujan?


    Tips Rumah Bebas Serangga di Musim Hujan

    Ada sejumlah cara yang dapat kamu lakukan agar rumah terbebas dari serangga saat musim hujan. Dikutip dari catatan detikProperti dan laman BornGood, berikut tipsnya:

    1. Rapikan Area Rumah

    Pertama-tama, tentunya kamu harus merapikan lingkungan dalam maupun luar rumah terlebih dahulu ketika musim hujan datang.

    Periksa seluruh area rumah dan singkirkan hal-hal yang mungkin mengundang hadirnya serangga. Seperti membersihkan genangan air, merapikan tumpukan barang-barang, hingga membuang sampah dan benda bekas yang sudah tidak terpakai.

    2. Perbaiki Kerusakan Struktural

    Ukuran serangga yang kecil memungkinkannya untuk masuk ke dalam rumah lewat celah-celah yang tidak kita sadari. Karena itu, periksa jendela, pintu, saluran air, hingga dinding. Jika ada kerusakan atau celah bisa segera perbaiki agar serangga tidak bisa masuk ke rumah.

    3. Pasang Jaring Anti Serangga

    Kalau sudah memastikan jendela hingga pintu tidak ada celah, jangan lupakan juga bagian ventilasi. Kamu dapat memasang jaring anti serangga pada ventilasi agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.

    Dengan pemasangan ini, memungkinkan serangga jadi tersangkut di jaring. Di sisi lain, aliran keluar masuk udara tetap lancar.

    4. Jaga Kebersihan Rumah

    Kebersihan rumah tentunya harus dijaga secara rutin. Seiring musim hujan, kamu juga perlu menjadwalkan untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah agar tidak terdapat genangan air maupun sampah yang menumpuk.

    Selain itu, area dalam rumah juga mesti diperhatikan dengan rajin menyapu dan mengepel, membersihkan kamar mandi, dapur, hingga area yang sulit dijangkau. Rawat juga furnitur kayu yang dimiliki karena musim hujan menjadikannya cenderung lembap dan bisa saja dihinggapi rayap.

    Jika kamu memiliki hewan peliharaan, jangan malas pula untuk membersihkan kotoran maupun air pipisnya ya.

    5. Tutup Rapat Wadah Makanan

    Selama musim hujan, makanan dan persediaan makanan juga mesti diperhatikan. Usahakan untuk menyimpannya di wadah tertutup rapat dan di tempat yang bersih. Ini agar tidak mengundang semut dan kecoak datang untuk mengacak-acak makananmu.

    6. Semprotkan Produk Anti Serangga

    Kamu dapat menyemprotkan area yang kerap didatangi nyamuk hingga rayap dengan produk anti serangga untuk mencegahnya berdatangan. Produk ini biasanya tersedia di toko, warung, maupun minimarket.

    Jika tidak ingin semprotan berbahan kimia, kamu bisa membuat sendiri produk anti serangga dengan minyak esensial lavender hingga peppermint. Aroma yang kuat dapat mengusir serangga sekaligus menjadikan udara di rumah tercium segar.

    Kalau tidak ada, rempah beraroma menyengat seperti cengkih dan kayu manis juga dapat digunakan. Kamu bisa meletakkan wadah berisi beberapa cengkih atau kayu manis di sudut-sudut rumah yang sering dilalui serangga.

    7. Tanam Tanaman Pengusir Serangga

    Selain itu, kamu dapat pula menanam tanaman alami seperti lavender, sereh, rosemary, hingga citronella di pekarangan rumah. Sejumlah tanaman ini bisa bantu mengusir serangga-serangga yang berdatangan.

    Kamu juga bisa menanam tanaman ini dalam pot dan meletakkannya di area dalam rumah.

    Nah, itu dia sejumlah tips agar rumah terbebas dari serangga selama musim hujan. Dengan mengikuti tips di atas, kamu dan keluarga juga bisa tinggal nyaman di rumah dan terhindar dari penyakit atau infeksi yang mungkin dibawa serangga-serangga.

    (azn/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tidak Boleh Boros! Rasul Anjurkan Menghemat Air dari Hal Kecil Ini



    Jakarta

    Dalam Islam, selain harus menjaga kebersihan rumah, penghuninya juga harus hemat saat menggunakan air. Anjuran ini diajarkan oleh Rasulullah SAW saat hendak mengambil wudhu.

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasulullah SAW bertemu Sa’ad pada waktu berwudhu, lalu Rasulullah bersabda:

    “Alangkah borosnya wudhumu itu hai Sa’ad.” Sa’ad berkata, “Apakah di dalam berwudhu ada pemborosan?” Rasulullah SAW bersabda, “Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir.” (HR Ibnu Majah).


    Mengutip dari detikHikmah, pada Rabu (27/3/2024), melalui Hadits tersebut, Rasulullah mengajarkan agar seorang muslim tidak boleh boros pada saat menggunakan air meskipun berada di sumber air yang berlimpah.

    Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari, dikatakan Nabi Muhammad SAW hanya mandi dengan 2,5 liter air. Dengan hitungan satu mud setara dengan sekitar 625 mililiter.

    “Nabi Muhammad SAW mandi besar dengan air satu sha’ hingga empat mud dan berwudhu dengan air satu mud.” (HR. Bukhari).

    NU Online juga menyebutkan kutipan dari Syekh M Nawawi Banten dalam Qûtul Habibil Gharib, Tausyih ‘ala Fathil Qaribil Mujib mengenai hukum mengambil hukum mengambil air wudhu yang berlebihan.

    “Adapun hal-hal yang dimakruhkan dalam mengambil air sembahyang adalah berlebihan dalam menggunakan air, mendahulukan anggota tubuh kiri dibanding yang kanan, menambah lebih dari tiga basuhan secara yakin, mengurangi basuhan kurang dari tiga basuhan meskipun ragu.”

    Rasulullah SAW mencontohkan cara menghemat air dari tindakan kecil yakni berwudhu. Dalam Islam, apabila masih ditemukan air, cara menyucikan diri sebelum Salat adalah menggunakan air. Apabila tidak ditemukan air, maka boleh dengan cara tayamum yakni dengan debu. Dari sini terlihat, kebutuhan air sangat penting sangat penting.

    Merincikan jumlah air yang dipakai danmempelihatkan tata cara wudhu yang baik adalah contoh pemakaian air yang bijak dari Rasulullah SAW. NU Online juga menambahkan saat menggunakan air, gunakan aliran air yang kecil agar air tidak terbuang banyak, lalu pastikan meninggalkan keran dalam keadaan tertutup rapat.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cuci Gorden yang Kusam, Bikin Rumah Indah Saat Lebaran


    Jakarta

    Menjelang Lebaran, sebagian keluarga mulai mempersiapkan berbagai hal. Bukan hanya hati yang harus bersih untuk menyambut hari raya. Rumah pun sebaiknya bersih untuk menyambut kerabat yang datang bersilaturahmi.

    Salah satu furnitur rumah yang sebaiknya bersih adalah gorden. Bukan hanya untuk estetika semata, mengutip Mr. Timesaver, gorden yang kotor juga bisa menjadi sarang debu dan alergen. Tak hanya itu, gorden yang kotor meningkatkan risiko tumbuhnya jamur.

    Saat rumah kita dikunjungi oleh kerabat saat Lebaran, tentunya gorden perlu bersih untuk mencegah datangnya penyakit atau reaksi alergi.


    Oleh karena itu, menjelang Lebaran ini, penting untuk membersihkan gorden yang sudah mulai kusam. Mengutip The Spruce, gorden sebaiknya dibersihkan 3 sampai 6 bulan sekali. Berikut beberapa tips membersihkan gorden agar bersih kembali.

    Tips Mencuci Gorden

    Berikut tips mencuci gorden agar bersih kembali.

    1. Pisah Gorden dengan Cucian Lainnya

    Gorden sebaiknya dicuci terpisah dari cucian lainnya. Sebab, gorden memiliki risiko luntur.

    Jika detikers memiliki lebih dari 1 gorden dengan warna yang berbeda-beda, sebaiknya pisah juga gorden berwarna terang dari yang berwarna gelap.

    2. Bersihkan Gorden dengan Vacuum Cleaner

    Membersihkan gorden dengan vacuum cleaner tidak wajib, tapi hal ini dapat membantu mengurangi kotoran pada gorden sebelum dicuci. Saat membersihkan gorden menggunakan vacuum cleaner, sebaiknya gorden diletakkan di permukaan horizontal yang rata.

    3. Kenali Karakteristik Kain Gorden

    Proses perawatan dan pembersihan gorden berbeda-beda tergantung bahan kainnya. Misalnya, gorden dari bahan sintetis seperti nilon dan polyester boleh dicuci menggunakan mesin cuci, tetapi gorden berbahan sutra sebaiknya dicuci dengan tangan.

    4. Rendam Gorden dengan Deterjen

    Sebelum masuk ke mesin cuci, gorden sebaiknya direndam dulu di dalam air deterjen. Hal ini dilakukan untuk membersihkan kotoran dan debu yang menempel pada gorden. Gunakan larutan deterjen yang aman untuk gorden.

    Apakah sebaiknya menggunakan detergen bubuk atau cair untuk mencuci gorden? Mengutip Varvara Home, detergen cair cocok untuk tipe kain yang halus dan mode mesin cuci pelan. Akan tetapi, detergen cair tidak membersihkan noda bandel sebaik detergen bubuk.

    5. Proses Mencuci Gorden

    Jika gorden detikers terbuat dari bahan yang bisa dicuci menggunakan mesin, atur mode mesin cuci ke mode putaran yang tidak terlalu kencang.

    Sementara jika gorden hanya bisa dicuci dengan tangan, detikers bisa mengucek gorden secara lembut atau menggunakan sikat berbulu halus untuk menghilangkan noda.

    6. Keringkan Gorden dengan Benar

    Langkah terakhir adalah mengeringkan gorden dengan benar. Ketika memeras air dari gorden, jangan memelintir kainnya terlalu kuat agar tidak merusak tekstur gorden. Lalu, jemurlah gorden di tempat yang tidak terkena matahari langsung untuk menghindari warna yang memudar.

    Beberapa jenis kain gorden bisa disetrika, misalnya gorden dari kain katun atau sutra. Jika perlu, detikers bisa menyetrika gorden yang masih lembap. Gunakan alas kain agar setrika tidak langsung menyentuh kain gorden untuk menghindari gorden terkena noda bakar. Lalu, gantung gorden untuk menjemurnya agar kering sempurna.

    Itu dia tips membersihkan gorden yang kotor dan kusam agar bersih kembali. Semoga artikel ini membantu detikers yang sedang mempersiapkan rumah untuk menyambut Lebaran, ya!

    (fds/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Diserobot Orang! Begini Cara Jaga Properti Kosong



    Jakarta

    Terkadang ada saja rumah yang dibiarkan kosong selama bertahun-tahun, bahkan sampai rusak dan diambil alih oleh orang lain. Seperti halnya yang pernah terjadi dimana oknum-oknum mengambil alih rumah kosong untuk dijual.

    Direktur FWA Law Office Febrian Willy Atmaja menyampaikan agar orang yang mempunyai aset tidak membiarkan rumah kosong terlalu lama tanpa pengelolaan. Pasalnya, rumah atau tanah kosong berpotensi jadi incaran oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk menempati, bahkan memiliki aset tersebut.

    “Memang banyak sekali saudara-saudara kita, khususnya masyarakat Indonesia, terkadang karena memang banyaknya aset yang dia (pemilik) punya, jadi sampai lupa di mana tempat-tempat tanah-tanah yang dia beli ataupun tanah-tanah yang dulu sempat diberikan orang tuanya,” ujar Willy kepada detikcom, Rabu (27/3/2024).


    Alhasil, rumah dan tanah yang terlupakan dan terbengkalai diambil alih oleh pihak lain. Oleh karena itu, Willy menekankan agar pemilik rumah atau tanah kosong untuk segera mengurus asetnya baik dengan cara administratif maupun fisik.

    “Jangan sampai adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini memanfaatkan situasi dan kondisi sehingga apa yang kita miliki ini diambil oleh orang lain,” ucapnya.

    Cara Menjaga Properti Kosong

    Miliki Dokumen Kepemilikan

    Pastikan untuk menyimpan bukti kepemilikan rumah maupun tanah berupa Surat Hak Milik (SHM). Apabila sewaktu-waktu ada oknum yang menggunakan properti tersebut, maka bisa diambil kembali dengan bukti kepemilikan itu.

    “Kalau masuk ke rumah orang yang memang menempati rumah orang kosong terbengkalai, si pemilik misalkan mau mengambil rumah itu sah kalau dia memang mempunyai dokumen yang resmi dibuktikan daripada SHM,” kata Willy.

    Kunjungi Secara Berkala

    Sebagai langkah pencegahan, kunjungi dan rawat rumah atau tanah secara berkala supaya tidak dipertanyakan kepemilikan.

    “Adapun kalau memang pemilik rumah ataupun tanah itu sudah dibiarkan sampai dengan 21 tahun, ya mengacu pada undang-undang agraria tadi (Pasal 27 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960), maka bisa juga diusulkan untuk kepemilikannya. Karena kalau lama dibiarkan, ya itu memang sudah bisa memenuhi unsur untuk diajukan kepemilikan,” jelasnya.

    Mengutus Pengelola Rumah

    Jika rumah atau tanah tidak ditempati, maka sebaiknya mengutus seseorang untuk tinggal atau mengelola properti tersebut. Tentunya dengan membuat surat pernyataan

    “Buatkan surat berkaitan dengan pernyataan bahwasannya dia (pengelola) menempati rumah itu kita yang kasih, dan kita pun juga sewaktu-waktu kalau kita butuh kita bisa ambil kembali (rumahnya),” papar Willy.

    “Nah, adapun kalau tanah kosong, itu pun juga kita buatkan surat pernyataan, apakah itu kita suruh orang untuk garap, apakah kita suruh orang itu untuk menempati, mengelola tanah kita, untuk menanam tumbuh di tanah kita, itu harus kita suruh orang lain,” sambungnya.

    Pasang Tanda

    Namun, kalau tidak ada pengelola rumah atau tanah, kamu bisa memasang plang sebagai tanda kepemilikan. Sertakan nomor SHM dan nama pemilik pada plang. Dengan begitu, oknum akan lebih sungkan mengganggu properti kosong itu.

    Perlawanan Hukum

    Apabila rumah kosong ditempati tanpa izin maka bisa digugat secara pidana berdasarkan Pasal 167 Ayat 1 KUHP. Adapun ancaman pidananya bisa selama sembilan bulan. Berbeda halnya dengan tanah yang diambil alih dan mempunyai SHM juga, maka bisa melakukan upaya Derden Verzet.

    “Apabila dia (pemilik) baru mengetahui tanahnya atau bangunan dia, tetapi dia tidak masuk dalam objek sengketa, dia bisa melakukan upaya derden verzet, karena dia tidak masuk dalam gugatan orang yang berperan sengketa. Tetapi dia mempunyai legal standing dan juga mempunyai keabsahan berkaitan dengan legalitas, yaitu SHM-nya,”

    Sementara denda dan ganti rugi memang tidak termaktub di dalam KUHP, tetapi pemilik rumah bisa melihat kerugian apa yang dialami. Kerugian materil atau memang kerugian immaterilnya seperti selama orang itu menempati rumah ada yang dilakukan atau memang ada kerusakan.

    “Kalau untuk perdatanya, perbuatan melawan hukum yang di mana di Pasal 1365-nya, yang di mana berbunyi tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com