Tag: rumah

  • Mau Dekorasi Ruang Tamu? Singkirkan Dulu 4 Barang Mengganggu Ini!


    Jakarta

    Ruang tamu adalah ruangan pertama yang akan dilihat oleh tamu. Seperti namanya, ruangan ini digunakan untuk menerima tamu, maka sebisa mungkin harus selalu rapih dan bersih.

    Barang-barang yang biasanya diletakkan di ruang tamu adalah meja, kursi, dan mungkin ditambahkan karpet agar lebih hangat. Pencahayaan yang baik juga dibutuhkan agar saat mengobrol lebih nyaman.

    Selain ketiga benda tadi, kamu bebas untuk menambahkan interior lain seperti jam, lukisan, foto keluarga, atau hiasan kecil di meja. Melansir dari Homes and Gardens, Sabtu (6/3/2024), ternyata ada beberapa benda yang tidak perlu diletakkan di ruang tamu karena mengganggu, diantaranya sebagai berikut.


    1. Bantal

    Bantal sebenarnya adalah bagian dari kursi di ruang tamu, tetapi jika terlalu banyak hingga menutupi tempat duduk justru akan mengganggu.

    Terlalu banyak bantal di rumah juga menambah debu di ruang tamu. Apalagi bagi kamu yang jarang menjemur atau membersihkan debu di rumah. Debu yang terlalu lama didiamkan juga bisa menciptakan bau apek. Maka dari itu, di ruang tamu tidak perlu banyak bantal dan kamu perlu sering membersihkannya.

    2. Alat Elektronik

    Biasanya pemasangan alat elektronik seperti televisi, speaker, komputer, dan lainnya di ruang tamu dikarenakan rumah tidak terlalu luas. Alhasil ruang tamu juga berfungsi sebagai ruang keluarga.

    Alasan televisi, komputer, speaker, dan lainnya sebaiknya tidak diletakkan di ruang tamu adalah mudah berdebu. Bahkan jika warna benda tersebut gelap, debu tetap akan terlihat. Selain itu, keberadaan alat elektronik di ruang tamu juga membuat fokus tamu terpecah, apalagi jika televisi sedang dihidupkan.

    Memindahkan alat elektronik dari ruang tamu juga membuat ruangan jadi lebih luas dan tampilannya jadi lebih rapih dan nyaman.

    3. Sepatu

    Ada beberapa orang memiliki kebiasaan menyimpan sepatu di dalam rumah atau di dekat pintu karena takut dirusak tikus atau hilang. Daripada diletakkan di dekat pintu dan ruang tamu, kamu bisa membuat penyimpanan sepatu tertutup di dekat pintu masuk. Namun kamu perlu menggeser ruang tamu agar akses masuk tidak sempit. Adanya sepatu di dalam rumah akan menambah debu, mengganggu estetik, dan tidak rapih.

    4. Barang Pribadi

    Ruang tamu sebaiknya diisi dengan barang-barang yang berguna. Jika kamu senang bekerja, belajar, atau bermain di ruang tamu, langsung rapihkan barang ke tempatnya. Jangan tinggalkan barang pribadi di bawah meja atau di samping sofa ruang tamu. Barang seperti buku, majalah, koran juga sebaiknya tidak disimpan di ruang tamu.

    Benda tersebut hanya menambah debu di ruang tamu dan bisa menarik perhatian tamu untuk memegang, mengambil atau melihat barang tersebut.

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik temanmudik.detik.com

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Letak Karpet yang Fungsional dan Bikin Rumah Tampak Stylish


    Jakarta

    Karpet maupun permadani menjadi item yang bisa melengkapi tampilan interior rumah. Selain menambah estetika, karpet juga menciptakan suasana yang hangat di dalam rumah.

    Kamu bisa berjalan di sekitar rumah beralaskan karpet yang lembut, empuk, dan hangat. Item ini memang cocok sekali digunakan di dalam rumah karena menyimpan berbagai manfaat buat penghuni rumah.

    Namun, peletakan karpet tidak boleh sembarangan. Berikut ini beberapa letak yang ideal untuk memaksimalkan fungsi karpet sekaligus menambah kesan stylish pada ruangan, dikutip dari laman Saraswati Global, Minggu (14/4/2024).


    1. Ruang Tamu dan Keluarga

    Ruang tamu ataupun ruang keluarga merupakan area yang paling tepat untuk bereksperimen dengan beragam karpet dan permadani. Kamu bisa memilih dari berbagai material dan corak sesuai selera dan interior ruangan.

    Tergantung pada budget, kamu dapat memasang karpet yang besar menutupi seluruh sebagian besar lantai atau cukup di bawah meja kopi saja.

    2. Kamar Tidur

    Kamar tidur tentunya menjadi ruang untuk istirahat dan santai bagi penghuni rumah, maka akan semakin lengkap bila ditambahkan karpet. Item ini memberi kesan menenangkan pada ruangan dengan menaruhnya di sekitar depan maupun di sekitar tempat tidur.

    Kaki akan terasa hangat ketika berjalan di dalam kamar tidur pada pagi hari yang dingin. Kamu bisa memilih karpet bermotif cerah sebagai titik fokus ruangan karena kontras dengan desain kamar tidur. Sementara, kalau kamu ingin suasana yang lebih menenangkan bisa memilih karpet berwarna pastel.

    3. Ruang Makan

    Kalau tidak ada anak-anak ataupun hewan peliharaan di rumah, menaruh karpet di ruang makan bisa menjadi ide yang bagus. Karpet dengan motif yang mencolok bisa mengisi ruang makanan yang lebih luas. Selain itu, karpet juga bisa menyerap dan meredam suara bising, misalkan dari gesekan kursi.

    4. Bawah Tangga

    Menebar karpet di sepanjang tangga mungkin bisa terkesan berlebihan, tapi cukup dengan menaruh karpet di lantai bawah tangga bisa menjadi sentuhan yang indah pada area tangga. Tak hanya itu, karpet ini juga berfungsi sebagai pengamanan untuk anak-anak, agar mereka memperlambat laju berjalan ataupun berlari menuju tangga.

    Demikian letak-letak karpet di sekitar rumah yang bisa menambah estetika ruangan sekaligus menyimpan manfaat lebih buat penghuni rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli Rumah Sekarang atau Nanti? Ini Saran Crazy Rich Jusuf Hamka



    Jakarta

    Banyak orang bermimpi untuk mempunyai rumah sendiri. Selain menjadi pencapaian besar dalam hidup, tempat tinggal juga merupakan kebutuhan utama yang perlu dimiliki setiap orang.

    Namun, memperoleh sebuah rumah tentunya tidak mudah karena memerlukan biaya yang tak sedikit. Apalagi dengan terus melambungnya harga-harga properti seiring berjalannya waktu.

    Maka, tak jarang para pencari rumah pertama masih bingung bagaimana cara yang efektif untuk membeli rumah. Salah satu pertimbangan mereka antara membeli rumah sekarang atau mengontrak tempat tinggal sambil mengumpulkan uang untuk membeli rumah secara cash di masa mendatang.


    Menurut pengusaha jalan tol sukses, Jusuf Hamka, lebih baik segera membeli rumah dengan cara mencicil dibandingkan menabung uang untuk membeli rumah nanti setelah dana terkumpul.

    “Ya cicil rumah lah dari sekarang. Itu kan juga merupakan tabungan daripada nabung terus nanti duitnya kepakai. Bilang nabung dulu terus duitnya kumpulin buat beli rumah, kan mendingan cicilan. Cicilan kan juga sama nabung di sana,” ujar Jusuf dikutip dari video di akun Instagram @linktown.co.id, Minggu (14/4/2024).

    Jusuf mencontohkan bila menunggu untuk membeli rumah di tahun depan, maka harga-harga sudah pasti akan naik karena inflasi. Berbagai komponen untuk membangun rumah akan meningkat, seperti semen, bata, hingga upah pekerja bangunan.

    Oleh karena itu, ia menyarankan agar cepat-cepat membeli rumah sebelum rumah semakin mahal. Bagi yang sudah berpenghasilan, Jusuf menyebut cara yang efektif adalah mencicil rumah dengan mengalokasikan setengah dari gaji untuk biaya hidup dan separuh lagi untuk membayar cicilan rumah.

    Selain itu, ia menilai mencicil rumah lebih aman dan terjamin karena dapat mencegah risiko kehilangan uang tabungan. Seperti halnya menabung di bank, ada kemungkinan bank mengalami masalah, sehingga berdampak pada tabungan.

    “Pasti jauh lebih efektif karena kalau ditabungin, misalnya nabungnya aja banknya collapse, duitnya hilang dimakan setan. Tapi kalau dibeliin rumah, rumahnya udah pasti ada. Pelan-pelan rumah itu kita beli rumahnya dulu terus dandaninnya pelan-pelan,” katanya.

    Selanjutnya, Jusuf menyebutkan agar membeli perabotan rumah sedikit demi sedikit sambil mencicil rumah. Ia bahkan membagikan pengalamannya ketika membeli rumah pertamanya.

    “Saya dulu waktu beli rumah pertama kali tidurnya di kasur gulung saya, baru pelan-pelan beli ranjang. Gitu aja hidup mah simpel-simpel aja,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah & Realistis Bersihkan Rumah yang Dihuni Anak-anak


    Jakarta

    Menjaga rumah selalu bersih tentunya tidak mudah ketika hidup bersama anak-anak. Biasanya ada mainan berserakan, tumpahan makanan, hingga pakaian yang menumpuk di rumah yang dihuni anak-anak.

    Selain bertambahnya pekerjaan, membersihkan rumah juga semakin sulit karena anak-anak juga membutuhkan perhatian penuh dari orang tua mereka. Meski rumah tidak bisa sepenuhnya bersih, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan yang memudahkanmu membersihkan rumah.

    Nah, bagi kamu yang ingin rumah tampak lebih bersih bisa mengikuti cara membersihkan rumah yang dihuni anak-anak yang dilansir dari laman This Simple Balance, Senin (15/4/2024).


    1. Sortir Barang-barang secara Berkala

    Sortir barang-barang di rumah secara berkala untuk menyingkirkan barang yang sudah tidak layak pakai, tidak terpakai, dan tidak diinginkan lagi. Sebab, semakin banyak barang di rumah akan membuat proses bersih-bersih semakin berat. Kamu bisa menyortir barang pelan-pelan dari satu ruangan ke ruangan lainnya di dalam rumah.

    2. Tempat Penyimpanan untuk Setiap Barang

    Pastikan setiap barang di dalam rumah memiliki tempat penyimpanan tersendiri. Ajarkan anggota keluarga termasuk anak-anak agar mengembalikan barang-barang ke tempat semestinya. Supaya lebih efektif, perhatikan kebiasaan anggota keluarga, lalu aturlah rumah agar cocok dengan ritme kehidupan mereka.

    3. Sistem Penggunaan Mainan

    Anak-anak memang senang bermain, sehingga tak jarang ada banyak mainan berserakan di sekitar rumah. Untuk itu, kamu bisa menerapkan sistem rotasi atau checkout mainan agar rumah mudah dirapikan.

    Sistem rotasi mainan berarti kamu hanya menyediakan beberapa mainan untuk jangka waktu tertentu sebelum diganti dengan mainan lainnya. Sementara sistem checkout mengajarkan anak untuk merapikan dan mengembalikan mainan yang selesai digunakan untuk ditukar dengan mainan lainnya.

    4. Buat Rutinitas

    Buatlah rutinitas berberes rumah yang sesuai dengan ritme kehidupan keluarga. Kamu bisa menentukan waktu-waktu yang tidak terlalu sibuk atau tidak banyak gangguan untuk membersihkan rumah.

    Rutinitas bersih-bersih harian bisa lebih efektif bila dikerjakan di pagi dan malam hari. Selain itu, kamu dapat mengajak anak-anak membersihkan rumah secara mendalam seminggu sekali.

    5. Buat Sistem Berberes yang Sederhana

    Buatlah sistem berberes yang sederhana untuk diikuti semua anggota keluarga, termasuk anak-anak. Misalkan menyediakan keranjang khusus untuk menampung berbagai barang yang dapat dibereskan nanti ketika ada waktu senggang.

    Itulah beberapa cara mudah dan realistis membersihkan rumah yang dihuni anak-anak. Semoga membantu!

    Buat kamu yang lagi kepikiran mau upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda yang Harus Disingkirkan dari Teras Menurut Vastu Sashtra


    Jakarta

    Teras adalah bagian rumah yang langsung menghadap ke luar. Biasanya di teras digunakan sebagai tempat bersantai. Dalam Vastu Sahstra, teras dapat menarik energi positif ke dalam rumah sehingga sebaiknya tidak ada benda yang menghalanginya.

    Melansir Architectur Digest India, Minggu (24/12/2023), Vastu Shastra adalah panduan kuno untuk rumah yang positif, mulai dari pintu masuk rumah hingga kamar tidur, dapur, kamar mandi, luar ruangan, dan halaman.

    Benda-benda yang disebut menghalangi energi positif rumah ini juga membuat ruangan lebih sempit dan mengganggu estetika. Maka dari itu, sebaiknya benda ini tidak diletakkan di teras rumah. Mengutip dari Times Now News berikut beberapa diantaranya.


    1. Benda yang Terbuat dari Bambu

    Bambu adalah tanaman yang memiliki batang yang panjang dan daunnya hanya lebat di bagian atas. Batang bambu dikenal cukup kuat dan tahan terhadap serangga, perubahan suhu, hingga getaran. Tidak heran bambu kerap dimanfaatkan sebagai bahan perabotan di rumah seperti kursi, meja, vas bunga, hingga keranjang.

    Meskipun memiliki kelebihan yang cocok untuk ditempatkan di teras rumah, tetapi benda-benda dengan elemen bambu sebaiknya dihindari menurut Vastu Shastra. Bahkan tanaman bambu sebaiknya tidak ditanam di teras rumah karena diyakini akan membawa masalah dan menyedot energi positif di rumah.

    2. Perabotan Rusak

    Perabotan di rumah yang sudah rusak dan sulit untuk diperbaiki sebaiknya langsung dibuang. Jangan meletakkan perabotan rusak di teras karena berbahaya dan bisa menimbulkan pertengkaran di rumah.

    Begitu pula dengan pot tanaman yang sudah rusak. Meskipun pot rusak masih bisa ditutupi dan tidak mengganggu tanaman, sebaiknya langsung diganti dengan pot baru. Ditakutkan dapat membawa sial dan berbahaya jika ada yang terkena ujung pot yang tajam.

    3. Sapu

    Alat pembersih lantai seperti sapu biasanya diletakkan di sudut rumah agar tidak terlihat berantakan. Dengan begitu teras juga bukan tempat yang tepat untuk meletakkan sapu karena itu adalah area terbuka yang dibuat minim sekat.

    Jika kamu memiliki alat pembersih khusus untuk luar ruangan, sebaiknya letakkan sapu di tempat yang sama dengan alat pembersih lainnya agar lebih rapih.

    4. Barang Berkarat

    Dalam Vastu Sahstra, barang berkarat yang diletakkan di teras dapat membuat masalah keuangan. Di samping itu, barang berkarat rawat patah karena korosi yang terjadi terus menerus. Untuk menghindari orang lain terluka jika lebih baik buang barang berkarat atau jika masih aman digunakan, rawat barang tersebut agar karat tersebut berkurang.

    5. Tanaman Berduri

    Tanaman berduri dipercaya dapat menimbulkan hambatan dalam hidup Anda. Tanaman berduri seperti kaktus dan bonsai sebaiknya tidak diletakkan di teras rumah. Meskipun keduanya cukup mudah dirawat dan tidak mengotori sekitar tetapi duri-durinya juga berbahaya jika terkena orang lain terutama anak kecil.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Tanda Sakelar Lampu di Rumah Rusak


    Jakarta

    Untuk menyalakan dan mematikan lampu di rumah, kamu perlu menekan sakelar di dinding. Alat mekanis ini keberadaannya sama pentingnya seperti stopkontak di rumah yakni mengaliri listrik.

    Perbedaan antara sakelar dan stopkontak hanya pada bentuknya. Sakelar memiliki beberapa tombol tanpa lubang, ketika ditekan lampu akan memberi respon. Sementara itu, stopkontak memiliki lubang tempat kabel dari alat elektronik disambungkan.

    Meskipun cara menggunakannya hanya perlu ditekan saja, tuas sakelar tidak bisa ditekan berulang kali dalam satu waktu. Jika terlalu sering begitu, tuas sakelar cepat aus dan rusak.


    Jika sudah aus, biasanya lampu akan lambat merespon ketika tombol ditekan. Lama-lama sakelar justru tidak berfungsi entah karena aliran listrik terputus atau tuasnya patah. Untuk menghindari hal ini, mengutip dari The Spruce berikut beberapa tanda sakelar listrik kamu rusak.

    1. Sakelar Lampu Mengeluarkan Suara Berbeda

    Sakelar lampu yang rusak dapat menimbulkan efek suara elektrik seperti mendesis dan berdengung saat ditekan. Pemicunya adalah sambungan kabel yang longgar. Namun suara tersebut juga bisa berasal dari lampu. Kerusakan pada sakelar lampu juga akan berpengaruh pada struktur filamen bola lampu yang ikut bergetar. Maka dari itu, hindari menekan sakelar terlalu kuat.

    2. Tuas Sakelar Lampu Tidak Kuat

    Tanda kedua sakelar lampu mulai aus adalah bunyi saat menekan sakelar lampu tidak terdengar. Saat ditekan juga terasa keras dan susah. Solusinya kamu perlu mengganti sakelar lampu untuk menghindari lampu semakin lama merespon.

    3. Sakelar Hangat Saat Disentuh

    Apakah kamu pernah merasakan permukaan sakelar lampu di rumah hangat? Itu adalah proses pembuangan panas dari aliran listrik. Hal ini wajar terjadi pada sakelar lampu. Namun, jika sakelar lampu terasa sangat panas, kamu perlu mengeceknya dan segera ganti dengan yang baru.

    4. Lampu Lama Merespon

    Saat menekan sakelar listrik tetapi lampu berkedip dahulu atau lebih lama merespon, bisa jadi ada yang rusak pada logam sakelar. Bisa juga dikarenakan tuas sakelar kendor atau kerusakan pada kabel sehingga lampu telat merespon.

    5. Muncul Percikan Api

    Tanda paling jelas sakelar lampu kamu rusak muncul percikan api saat kamu menekan tuas atau terjadi tiba-tiba. Percikan api bisa membahayakan orang yang berada di dekat sakelar listrik dan biasanya percikan api diikuti dengan korsleting listrik atau padamnya lampu.

    Percikan api ini juga bisa menyebabkan asap dan bau hangus pada sakelar. Jika sudah begini kamu perlu mengganti sakelar listrik secepatnya agar tidak menyebabkan kebakaran.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakelar Lampu Sering Panas, Wajar Atau Tidak? Ini Jawabannya!


    Jakarta

    Setiap instalasi listrik di rumah biasanya bagian luarnya ditutup dengan bahan yang tidak menghantarkan listrik dan panas sehingga aman saat dipegang. Salah satu instalasi listrik tersebut adalah sakelar lampu.

    Bahan yang digunakan untuk sakelar lampu biasanya dari plastik karena tahan terhadap aliran listrik, tahan rayap, dan tidak korosi. Plastik juga tahan lama dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan desain interior di rumah.

    Selain itu, bahan plastik juga tahan terhadap panas, maka dari itu cocok digunakan sebagai bahan sakelar listrik. Meskipun begitu, sering ditemui sakelar lampu terasa hangat saat dipegang. Padahal fungsinya hanya untuk menyalakan dan menghidupkan lampu.


    Menurut The Spruce, Senin (15/4/2024) sakelar lampu yang terasa hangat adalah fenomena yang wajar karena aliran listrik tersebut perlu membuang panas.

    Sakelar lampu yang tidak bisa membuang panas dalam jangka waktu lama secara bertahap dapat merusak insulasi atau pengamankabel, menimbulkan retakan, dan terjadi kebocoran pada aliran listrik. Hal ini dapat menyebabkan korsleting, gangguan busur listrik, hingga kebakaran. Maka dari itu sakelar lampu terasa panas adalah hal yang wajar.

    Namun, jika sakelar terasa sangat panas menyengat kamu perlu hati-hati dan cepat memeriksa instalasi listrik di rumah. Biasanya panas yang berlebih ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut.

    1. Ukuran Aliran Listrik Tidak Sesuai

    Sakelar listrik memiliki ukuran yang disesuaikan dengan besar daya yang digunakan. Sakelar listrik berkekuatan 15 ampere yang dipasang pada sirkuit 20 ampere dapat menimbulkan panas lebih cepat karena tidak sesuai. Seharusnya sakelar listrik harus sama dengan muatan listriknya.

    2. Sambungan Kabel Longgar

    Sakelar lampu terasa hangat juga dapat disebabkan oleh sambungan kabel yang longgar. Jika sudah seperti ini kamu perlu meminta bantuan ahli untuk memperbaiki sambungan kabel di dalamnya.

    3. Pemasangan Instalasi Listrik yang Tidak Sesuai

    Pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menghambat arus listrik. Aliran listrik yang tidak benar membuat panas yang dihasilkan mengarah ke sakelar lampu. Untuk memperbaikinya kamu perlu meminta bantuan ahli dan listrik di rumah perlu dimatikan sementara.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Usang, Begini Cara Merawat Cermin Supaya Tahan Lama


    Jakarta

    Cermin sering digunakan di sekitar rumah, tentunya untuk bercermin ataupun sebagai hiasan interior. Namun, tahukah kamu kalau cermin lama-lama bisa usang sebagaimana mungkin kamu pernah lihat pada cermin-cermin antik di rumah tua.

    Cermin yang sudah usang terlihat memiliki goresan hingga perubahan warna. Sangat disayangkan bila cermin sampai tidak jernih dan kinclong lagi.

    Jangan khawatir, hal ini bisa dicegah dengan merawat cermin dengan benar. Berikut ini cara merawat cermin supaya tahan lama, dilansir dari laman Frame My Mirror, Senin (15/4/2024).


    1. Pilih Cairan Pembersih yang Aman

    Beberapa cairan pembersih mengandung bahan yang terlalu keras, sehingga dapat merusak permukaan dan bagian samping cermin. Jadi pastikan untuk memilih cairan pembersih yang aman untuk cermin. Hindari pembersih yang bersifat asam atau alkali dan kandungan amonia yang berat.

    2. Pastikan Bagian Samping Cermin Kering

    Untuk mencegah cermin berubah warna dan kehilangan lapisan warna silver, pastikan bagian samping cermin tetap kering. Sebab, perubahan warna dan noda hitam pada cermin disebabkan oleh kelembapan yang masuk melalui samping cermin. Hal ini lebih rawan terjadi pada cermin kamar mandi karena uap yang dihasilkan di dalam kamar mandi.

    3. Jangan Semprot Cairan Pembersih

    Hindari menyemprot cairan pembersih langsung ke cermin karena cairan tersebut bisa saja mengalir ke samping cermin. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bagian samping cermin sebaiknya dijaga agar kering supaya tidak ada perubahan warna. Maka dari itu, lebih baik menyemprotkan cairan pembersih ke kain lap saja ketika hendak membersihkan cermin.

    4. Gunakan Kain yang Lembut

    Pastikan menggunakan kain lembut untuk mengelap cermin, sebab kain yang bertekstur dapat menimbulkan goresan pada permukaan cermin. Salah satu bahan yang aman digunakan untuk membersihkan cermin antara lain mikrofiber.

    5. Lindungi Cermin dengan Bingkai

    Lindungi area samping cermin menggunakan bingkai. Selain membuat cermin terlihat lebih cantik, bingkai akan menutupi bagian rentan cermin. Hal ini mencegah perubahan warna cermin akibat lembap pada samping cermin.

    Itulah cara merawat cermin dengan benar agar tahan lama. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lagi Musim Sakit, Begini Cara Bersihkan Udara di Rumah


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sudah biasa dilakukan dengan membersihkan lantai, mengganti sprei kasur, hingga menggosok kamar mandi. Akan tetapi, pemilik rumah terkadang lupa untuk membersihkan udara di dalam rumah.

    Meski tak kasat mata, udara dapat mengandung banyak kotoran seperti partikel debu dan bulu hewan yang bisa menyebabkan iritasi, bersin, gangguan pernapasan, bahkan sakit kepala. Sebaliknya, menghirup udara segar membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencegah gejala alergi.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan udara agar hidup lebih nyaman dan sehat di rumah. Berikut ini cara membersihkan udara di dalam rumah, dilansir dari laman Live Science, Selasa (16/4/2024).


    1. Menyimpan Tanaman Hias

    Tanaman hias ternyata tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan lho, tetapi juga pembersih udara alami di dalam rumah. Sebuah penelitian dari jurnal Water, Soil and Air Pollution menunjukkan tanah pada tanaman pot dapat membantu menyaring udara di rumah.

    Beberapa tanaman hias yang cocok untuk membersihkan udara antara lain lidah mertua, English ivy, dan lili paris.

    2. Ganti Cairan Pembersih

    Kemudian, cairan pembersih yang mengandung bahan kimia berbahaya sebenarnya berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan berbahaya itu nanti dapat menjadi polusi di udara, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala, kelelahan, atau iritasi mata dan hidung.

    Nah, daripada menggunakan cairan pembersih itu, kamu bisa beralih menggunakan alternatif yang ramah lingkungan. Cairan pembersih ramah lingkungan dapat kamu beli di toko-toko online ataupun buat sendiri.

    3. Gunakan Air Purifier

    Kamu dapat membersihkan udara menggunakan air purifier yang sudah banyak tersedia di pasaran. Sebaiknya kamu pilih air purifier yang menggunakan filter High Efficiency Particulate Absorbing (HEPA) yang membantu membersihkan 99.97% alergen berukuran mikro.

    4. Membuka Jendela

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam rumah dengan membuka jendela setiap hari. Hal ini memungkinkan udara segar bisa masuk, sementara akumulasi polutan keluar dari rumah. Selain itu, rumah tidak akan lembap dan menjadi tempat bertumbuh jamur.

    5. Gunakan Penyedot Debu

    Kotoran seperti bulu hewan peliharaan sering kali bertebaran di sekitar rumah. Bulu ini bisa menjadi alergen bagi sebagian orang. Maka, sebaiknya lakukan pencegahan dengan rajin membersihkan lantai, sofa, bahkan tempat tidur hewan menggunakan penyedot debu.

    Demikian cara membersihkan udara untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 7 Cara Menentukan Harga Jual Rumah dengan Mudah


    Jakarta

    Menentukan harga rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, harga jual rumah yang terlalu mahal membuat pencari rumah sungkan membeli, sementara harga yang terlalu rendah akan merugikan pemilik rumah.

    Lantas, bagaimana cara menentukan harga jual rumah? Simak penjelasan berikut yang dilansir dari Lamudi, Selasa (16/4/2024).

    1. Menentukan Harga Tanah dan Bangunan

    Langkah pertama menentukan harga jual rumah adalah menghitung nilai tanah dan bangunan. Harga tanah dapat dihitung dengan rumus Harga Tanah per meter persegi x Total Luas Tanah. Sementara harga bangunan dihitung dengan mengakumulasi biaya pembangunan rumah dan harga luas bangunan.


    2. Menghitung NJOP Tanah dan Bangunan

    Selain itu, kamu bisa menentukan harga jual rumah dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), yakni harga rata-rata jual beli rumah yang biasa dijadikan acuan untuk menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Rumus menghitung NJOP adalah (Luas Bangunan x NJOP per meter bangunan) + (Luas Tanah x NJOP per meter tanah).

    Kamu juga dapat memperoleh NJOP dengan mengunjungi kantor pajak atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) secara langsung atau daring.

    3. Menambahkan Biaya Renovasi

    Apabila kamu melakukan renovasi sebelum menjual rumah, kamu bisa menambahkan biaya renovasi pada harga jual. Dengan begitu kamu tidak akan kehilangan uang yang dikeluarkan untuk renovasi.

    4. Survei Harga Rumah Sekitar

    Selanjutnya, penting sekali membandingkan harga di kawasan sekitar rumah. Lakukan survei untuk mendapatkan gambaran akan harga rumah pasaran.

    Kamu bisa memeriksa NJOP di kawasan tersebut dan mengevaluasi harga rumah yang memiliki spesifikasi serupa. Selain itu, mengamati tren harga selama beberapa bulan terakhir juga bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual rumah.

    5. Perhitungkan Kondisi Rumah

    Tentukan harga jual dengan mempertimbangkan kondisi rumah. Tentunya, rumah dalam kondisi baik tentu lebih menarik bagi calon pembeli, sehingga bersedia membayar lebih.

    Namun, terkadang rumah masih membutuhkan perawatan atau renovasi setelah pembelian, sehingga kondisi rumah perlu diperhitungkan. Harga jual rumah dapat dihitung berdasarkan persentase kelayakan, misalkan 80 persen dari NJOP untuk rumah yang membutuhkan perawatan minimal.

    6. Perhatikan Lokasi dan Lingkungan Rumah

    Lokasi rumah merupakan faktor penting yang memengaruhi harga jual. Selain itu, keamanan lingkungan, aksesibilitas ke pusat perkantoran dan pendidikan, serta keberadaan fasilitas umum dapat juga menjadi pertimbangan. Rumah dengan lokasi yang strategis dan lingkungan yang bagus menjadikan harga jual rumah semakin mahal.

    7. Periksa Situs atau Agen Properti

    Kamu bisa mendapatkan gambaran lebih mendalam tentang harga rumah di pasaran dengan menghubungi agen properti atau membuka situs jual beli rumah yang terpercaya. Agen properti dapat memberikan kisaran harga yang akurat berdasarkan pengalaman dan pengetahuan

    Demikian cara menentukan harga jual rumah dengan mudah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com