Tag: rumah

  • Awas! Ini 6 Tanda Red Flag Saat Beli Rumah


    Jakarta

    Membeli rumah merupakan keputusan besar yang tidak bisa dilakukan asal-asalan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah, apalagi kalau berencana menjadikannya hunian bersama keluarga.

    Tak hanya itu, ada sejumlah hal yang harus dihindari ketika hendak membeli rumah. Penting sekali berhati-hati dalam membeli rumah supaya tidak menyesal dan mengalami kerugian di kemudian hari.

    Lantas, apa saja red flag atau hal yang mesti dihindari saat akan membeli rumah? Berikut rangkuman detikProperti.


    1. Tak Mempertimbangkan Lokasi

    Lokasi merupakan salah satu aspek penting dalam membeli rumah, sehingga menjadi pertimbangan pertama para pencari rumah. Pastikan lokasi rumah yang dibeli cocok, strategis, dekat dengan fasilitas umum dan tidak rawan banjir.

    Hal ini penting agar penghuni merasa betah dan nyaman tinggal di rumah. Selain itu, rumah dengan lokasi strategis juga menguntungkan bagi yang berniat berinvestasi karena dapat meningkatkan harga jual rumah.

    2. Status Tanah Belum Jelas

    Apabila membeli rumah melalui developer, biasanya sertifikat rumah sudah diganti nama dari pemilik lama menjadi nama developer. Pastikan kepada developer bahwa sertifikat tersebut dapat beralih ke nama kamu. Jangan pernah membeli rumah di suatu lokasi bila status tanah belum jelas.

    Sebab, kalau sertifikat belum balik nama, kamu tidak dapat melakukan alih kredit ke bank lain dari bank saat ini. Pihak bank membutuhkan sertifikat atas nama kamu agar bank dapat menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    3. Membeli dari Developer Nakal

    Ketika hendak membeli rumah, penting sekali mencari tahu reputasi developer. Kamu bisa membaca secara detail melalui website dan media sosialnya untuk melihat portofolio dari proyek-proyek apa saja sudah mereka lakukan selama ini.

    Lalu, sering periksa pemberitaan di media dan internet untuk mengetahui apakah developer tersebut pernah tersandung kasus-kasus negatif yang merugikan konsumennya. Jangan sampai tidak mendapat cukup informasi soal kredibilitas pengembang.

    Pasalnya, tak jarang ada pengembang yang tak bertanggung jawab terhadap perumahan yang dikerjakannya.

    4. Bertransaksi Jual Beli Rumah di Bawah Tangan

    Jangan bertransaksi di bawah tangan atau atas dasar kepercayaan seperti hanya menggunakan kuitansi sebagai tanda bukti. Hal ini sangat berisiko menimbulkan kerugian. Jika rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan atau diagunkan di bank, maka lakukan pengalihan kredit dan dibuatkan AJB di hadapan notaris.

    5. Membayar Down Payment (DP) sebelum KPR Disetujui

    Jangan pernah membayar uang muka atau Down Payment (DP) ke developer sebelum pinjaman yang kamu usulkan disetujui oleh pihak bank. Sebab, tidak ada jaminan pihak bank akan menyetujui KPR rumah meski developer sudah bekerja sama dengan bank.

    Apabila kamu sampai nekat membayar DP ke developer dan KPR ditolak oleh bank, maka ada risiko uang DP tersebut sulit kembali atau dipotong sekian persen.

    6. Jangan Beli Rumah di Luar Kemampuan

    Pastikan kamu punya perhitungan yang matang soal cicilan sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Jangan memaksakan diri di luar kemampuan karena dapat berakhir cicilan mandek karena tak sanggup lagi membayar.

    Oleh karena itu, kamu wajib menghitung pos pengeluaran per bulan ditambah dengan cicilan. Perencana keuangan sepakat bahwa cicilan yang aman untuk rumah adalah 30% dari gaji. Apabila belum memungkinkan, maka menabung dulu hingga uang cukup untuk membeli rumah impian.

    Demikian red flag atau hal-hal yang perlu kamu hindari ketika hendak membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 7 Upgrade Ini buat Dongkrak Nilai Jual Rumah


    Jakarta

    Sebelum memasang iklan untuk menjual rumah, sebaiknya kamu melakukan beberapa perbaikan dan perubahan untuk meningkat harga jual rumah. Kamu bisa meng-upgrade penampilan dan fungsi hunian untuk menarik perhatian calon pembeli rumah.

    Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai jual rumah? Simak penjelasan berikut ini, dilansir dari propertymark, Selasa (16/4/2024).

    1. Dekor Ulang

    Ubah tampilan rumah dengan melakukan dekor ulang interior. Salah satu cara paling populer dan relatif murah adalah dengan menambahkan sedikit cat dinding. Warna-warna netral paling menarik bagi pembeli rumah dan dapat memberikan tampilan baru pada rumah.


    2. Perbaiki Kerusakan Kecil

    Perbaiki kerusakan kecil di sekitar rumah seperti cat yang mengelupas, noda pada dinding, dan keran bocor. Meski bukan perkara besar, memperbaiki kerusakan kecil memberi kesan rumah terawat. Sedangkan masalah besar seperti kelembapan tidak perlu ditutup-tutupi karena akan terlihat ketika survei rumah.

    3. Pintu Depan

    Kesan pertama rumah ada pada bagian depan rumah, yakni pintu. Apabila kamu tidak bisa mengganti pintu, setidaknya memperindah penampilan pintu dengan mengecat ulang atau mengganti gagang pintu.

    4. Pencahayaan

    Pencahayaan rumah yang bagus sangat mendukung keindahan rumah. Apalagi kalau calon pembeli mengunjungi rumah di malam hari. Pastikan semua lampu bekerja dengan baik serta tambahkan lampu-lampu di area yang dirasa perlu.

    5. Pekarangan

    Rapikan dan hiasi pekarangan untuk penampilan eksterior rumah yang lebih enak dipandang. Beri beberapa pot dan tanaman hias serta bersihkan jalan setapak untuk memberi kesan menarik bagi calon pembeli. Pekarangan dengan desain yang indah tentu bisa menambah nilai jual rumah.

    6. Dapur

    Sering kali bagian dapur menjadi fokus utama bagi kebanyakan pembeli. Biasanya bagian rumah ini menjadi yang pertama direnovasi oleh pembeli, sehingga penampilan dapur yang sudah bagus bisa menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.

    Jika tidak ingin menghabiskan biaya merenovasi dapur, kamu bisa sekadar mengecat dinding, mengganti gagang laci, memperbaiki lampu, dan membersihkan dapur.

    7. Kamar Mandi

    Kamu juga bisa meng-upgrade kamar mandi dengan menghilangkan kerak, mengecat tembok, menambah layar kaca, dan mengganti keran. Kamar mandi yang terlihat bersih akan menarik perhatian calon pembeli rumah.

    Itulah beberapa perubahan yang bisa kamu lakukan untuk menambah nilai jual rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Memulai Bisnis Properti


    Jakarta

    Bisnis properti merupakan usaha yang menarik di kalangan masyarakat yang mempunyai dana berlebih. Akan tetapi, menjalankan bisnis ini bisa cukup menantang karena ada berbagai aspek yang perlu diperhitungkan agar tidak salah langkah.

    Lantas, apa saja pertimbangan ketika ingin memulai bisnis properti? Simak penjelasan berikut ini.

    1. Kecukupan Dana

    Pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan hal yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke bisnis properti adalah berapa dana yang akan dialokasikan. Besaran dana menentukan langkah untuk memperoleh properti, salah satunya unit rumah.


    “Kalau anggaran kita di atas Rp 2 miliar, saya usul beli tanah (untuk dibangun rumah). Tapi kalau anggaran kita di bawah Rp 2 miliar saya usul beli rumah dan direnovasi,” ujar Steve kepada detikcom, Selasa (16/4/2024).

    Apabila memiliki dana yang sangat minim, Steve lebih menyarankan untuk berinvestasi di instrumen lain atau membeli rumah yang terjangkau untuk dikontrakan daripada jual-beli rumah.

    2. Kesediaan Waktu

    Bisnis properti termasuk investasi jangka menengah, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama hingga terjadi transaksi. Apalagi dengan lamanya proses pembangunan, renovasi, dan pembelian. Steve menyebut biasanya menjual properti membutuhkan waktu 3-24 bulan hingga uang cair.

    “Kalau anggarannya terbatas yang perlu diperhatikan itu jangka waktu karena kita berpacu dengan waktu. Semakin cepat properti itu bisa dimanfaatkan, dijual, atau disewakan, uang masuk. Beratikan, dana itu, pengembalian investasi itu cepat,” katanya.

    Maka, cara menjalankan bisnis properti juga perlu mempertimbangakan waktu yang ingin diluangkan pengusaha. Apabila menginginkan proses yang lebih cepat, bisa membeli rumah yang sudah jadi untuk direnovasi dan dijual kembali. Berbeda halnya dengan membeli tanah dan membangun rumah dari nol.

    “Kalau kita mau sabar dikit (dan) dana lebih longgar, bisa beli tanah. Kita bisa banyak kreasi (dan) pilihan atas bentuk rumah (serta) dimanfaatkan untuk apa,” tuturnya.

    3. Kriteria Rumah dan Tanah

    Pengusaha bisnis properti harus memilih rumah ataupun tanah dengan seksama. Perhatikan kriteria-kriteria penting yang dapat mempengaruhi daya tarik properti.

    Ketika membeli rumah, pastikan untuk memilih lokasi yang strategis, kondisi rumah yang masih bagus, keamanan lingkungan yang baik, dan kawasan dengan turnover rumah tinggi.

    Sementara, membeli tanah sebaiknya memilih lokasi yang diincar banyak orang. Lalu, Steve mengingatkan untuk memerhatikan bentuk tanah, jangan terlalu sempit lebarnya atau memanjang ke belakang. Kemudian, telusuri juga soal zoning, keamanan lingkungan, dan potensi banjir.

    Terakhir yang tak kalah penting untuk kedua properti tersebut adalah mengetahui kejelasan status kepemilikan dan kelengkapan perizinan. Jangan sampai tergiur harga rumah atau tanah yang murah, tetapi status kepemilikan dan perizinannya bermasalah.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Tertipu Properti Murah yang Bermasalah



    Jakarta

    Membeli properti tidak bisa sembarangan, pembeli perlu melakukan riset secara mendalam untuk memilih rumah atau tanah yang tepat. Apalagi pembelian properti merupakan keputusan yang cukup besar karena harganya yang tidak murah.

    Pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menyebutkan kesalahan yang sering kali terjadi adalah pembeli tertipu dengan harga properti yang murah. Setelah pembelian, barulah diketahui adalah masalah dengan lokasi rumah ataupun tanah.

    “Properti yang bermasalah, dalam arti lokasinya bukan lokasi prima yang digemari. Belinya asal murah ketipu dengan harga murah. Jadi, konteks harga murah itu belum tentu murah, karena lokasinya bermasalah dan status surat-suratnya, kepemilikannya juga bermasalah,” ujar Steve kepada detikcom, Selasa (17/4/2024).


    Selain itu, pembeli bisa saja terlambat mengetahui ternyata lingkungan properti rawan terkena banjir yang tentunya mengganggu kenyamanan orang yang akan menempati rumah di kawasan itu.

    Untuk itu, Steve mengimbau agar waspada dengan plang yang menyebut rumah dijual dengan harga murah. Sebab, dikhawatirkan setelah properti dibeli, ternyata timbul masalah-masalah yang menguras kantong pembeli.

    “Dijual murah, nggak taunya mahal karena banyak embel-embelnya yang harus diselesaikan, banyak buntutnya. Jangan ketipu dengan harga murah, selidiki dulu. Jangan terburu nafsu, jangan terburu-buru, jangan tertipu dengan harga murah,” tuturnya.

    Terlebih lagi, sekarang ada banyak developer bodong yang menjual properti yang tidak jelas kepemilikan dan izinnya. Selain itu, ada developer bodong yang ternyata tidak memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan proyek pembangunan rumah, sehingga merugikan pembeli.

    “Patut diwaspadai apakah lokasinya layak, sudah ada PLN, sudah ada air, (dan) tidak banjir. Apakah surat-surat kepemilikannya jelas? Apakah perizinannya jelas? Apakah developer-nya bisa dipercaya? Dalam arti punya duit untuk menyelesaikan janji-janjinya itu, (seperti) jalan masuk, fasilitas keamanan, (dan) penerangan. Karena semuanya pakai uang. Jangan (tertipu developer) PHP,” jelas Steve.

    Baik pengguna akhir maupun pengusaha bisnis properti harus memilih rumah ataupun tanah dengan seksama karena properti adalah investasi yang besar. Terutama bagi pengusaha properti, sebaiknya memerhatikan kriteria-kriteria penting yang dapat mempengaruhi daya tarik properti.

    Ketika membeli rumah, pastikan untuk memilih lokasi yang strategis, kondisi rumah yang masih bagus, keamanan lingkungan yang baik, dan kawasan dengan turnover rumah yang tinggi.

    Sedangkan, membeli tanah sebaiknya memilih lokasi yang diincar banyak orang. Kemudian, perhatikan juga bentuk tanah, jangan terlalu sempit lebarnya atau memanjang ke belakang. Lalu, telusuri juga soal zoning, keamanan lingkungan, dan potensi banjir.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Masalah, Lakukan 5 Hal Ini biar Bisnis Kos-kosan Lancar Jaya


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan bisa menjadi ladang penghasilan yang cukup menguntungkan, apalagi kalau berlokasi di tempat yang strategis. Sebab, banyak orang membutuhkan tempat tinggal, terutama di dekat perkantoran, pabrik, maupun perguruan tinggi.

    Akan tetapi, bisnis ini tidak semudah yang terlihat karena ada saja drama atau kendala yang bisa bermunculan. Dari masalah pembayaran hingga kelakuan oknum penyewa yang nyeleneh dapat mengganggu bisnis kos-kosan.

    Apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah masalah-masalah dalam bisnis kos-kosan? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    1. Buat Sistem Pembayaran

    Buatlah sistem pembayaran yang dirasa memudahkan dan melancarkan aliran uang kos agar tidak mengalami kerugian. Sebab, terkadang bisnis kos-kosan menghadapi kendala penyewa yang telah membayar sewa kosan, tiba-tiba memutuskan pindah, bahkan kabur.

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, membagikan sistem pembayaran yang ia terapkan. Bagi penyewa yang sudah bekerja, ia menetapkan pembayaran sewa dilakukan setiap bulan. Lalu, ia juga meminta kontak jaga-jaga orang terdekat penyewa untuk sewaktu-waktu ada masalah.

    “Tapi yang kalau di tempat kos (khusus mahasiswa) itu, sebisa mungkin nge-deal itu sama orang tuanya jadi yang dihubungi untuk masalah pembayaran,” kata Anis kepada detikcom, Kamis (18/4/2024).

    Sebab, dikhawatirkan anak kos bisa susah dilacak kalau hanya mengandalkan kontak satu orang tersebut. Selain itu, Anis menerapkan pembayaran kos di depan untuk jangka waktu tiga bulan. Hal ini agar anak kos tidak tiba-tiba berpindah tempat kos.

    2. Pastikan Keamanan

    Keamanan kos-kosan sangat penting, apalagi menyangkut harta benda orang banyak seperti kendaraan bermotor. Maka, pastikan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dari pencuri dan kejahatan lainnya.

    “Kalau keamanan itu anak-anak (kos) harus ditekankan, bahwa area misalnya parkiran harus tetap terkunci dengan baik. Karena juga kalau tidak kita tidak ditekankan seperti itu, dia juga sembarangan kadang-kadang pintu tetap ngegeblak padahal itu ada banyak motor,” ucapnya.

    “Kan kita pencurian motor itu kan banyak banget gitu. Makanya juga ada CCTV, gunanya itu supaya kita memantaunya,” lanjut Anis.

    3. Monitor Aktivitas Penyewa

    Jangan lupa memonitor aktivitas penyewa kos di lingkungan kos-kosan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau sudah menetapkan aturan di kos, kepatuhan penyewa bisa dipantau melalui CCTV maupun observasi penjaga kos. Hal ini juga penting untuk mengungkapkan oknum penyewa kos yang melakukan tindakan ilegal.

    “Kalau kita monitor terus kan siapa yang pergerakan masuk ke dalam, yang keluar masuk. Terus kalau misalnya ada keramaian di dalam, terus ada satpam, jadi suruh ketok aja dia (penyewa) lagi melakukan apa,” jelasnya.

    4. Kenali Penyewa

    Dalam menjalankan bisnis kos-kosan, Anis biasanya mencari tahu tentang penyewa dengan menemui langsung dan melakukan wawancara, terutama penyewa yang sudah bekerja. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, maka pemilik kos bisa menolak secara halus.

    Selain itu, pemilik kos bisa meminta nomor kontak jaga-jaga atau orang terdekat penyewa sebagai langkah antisipasi. Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah.

    “Sebagai identitas, kita (minta) fotokopi KTP-nya, terus orang tua nomor HP-nya. Ya gitu harus gitu karena kita juga harus melaporkan setiap anak kos ke RT,” tuturnya.

    5. Merawat Bangunan Kos

    “Ada kemungkinan juga istilahnya (kamar-kamar kos) tidak terisi full gitu. Cuman bagaimana kita menyiasati supaya bisnis kos-kosan ini tetap eksis. Terus me-maintain istilahnya rumah supaya bersih, tetap bersih terus kondusif kayak gitu. Supaya juga bisa meningkatkan rating-nya kos-kosan,” ujarnya.

    Anis mengatakan pemilik kos jangan hanya mau menerima uang saja dan tidak mau menyisihkan untuk merawat bangunan kos. Pastikan kos-kosan tetap terjaga dengan baik demi kenyamanan penyewa.

    Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan ketika menjalankan bisnis kos-kosan supaya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Ini Bisa Bikin Kamar Tidur Kecil Terasa Lebih Luas


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan ruang untuk bersantai dan beristirahat, sehingga mestinya dirancang agar nyaman digunakan oleh penghuni rumah. Akan tetapi, kalau memiliki kamar tidur yang kecil, terkadang penghuninya bisa merasa sumpek dan sempit.

    Selain keterbatasan ruang di dalam kamar kecil, furnitur dan barang-barang juga memakan ruang. Untungnya, ada beberapa trik yang bisa membuat kamar tidur kecil tampak lega.

    Kalau kamu ingin melakukan make over interior, coba beberapa cara ini agar kamar tidur kecil terasa lebih luas, dilansir dari houzz, Kamis (18/4/2024).


    1. Headboard Tinggi

    Tambahkan headboard tempat tidur berukuran besar untuk memberi kesan kamar yang luas. Terlebih kalau headboard berwarna putih, bisa mengurangi fokus pada tempat tidur di dalam ruangan.

    2. Interior Serba Putih

    Salah satu cara paling sederhana mengatasi kamar kecil adalah dengan mencerahkan ruangan menggunakan interior serba putih. Kamu mengubah kamar menjadi banyak elemen warna putih, seperti pada tembok, plafon, seprai, dan karpet. Sebab, warna putih mampu memberi ilusi kamar terasa lebih besar.

    3. Cermin Besar

    Selain itu, trik andalan untuk membuat kamar terasa luas tentunya dengan menambahkan kaca. Elemen kaca yang besar pada tembok maupun lemari seakan-akan membuat kamar dua kali lebih besar.

    Kamu bisa menggunakan cermin yang menjulang sampai langit-langit serta dipadukan warna palet interior yang sederhana. Dengan begitu, ruangan akan terasa lebih besar, terbuka, dan nyaman dihuni.

    4. Lemari Setinggi Plafon

    Buatlah lemari yang tinggi hingga mencapai plafon. Selain menambah ruang penyimpanan, cara ini ternyata memberi kesan kamar yang lebih luas karena mengurangi perabotan dengan tinggi yang berbeda-beda.

    5. Pencahayaan Alami

    Pastikan kamar tidur mendapatkan banyak pencahayaan alami melalui jendela atau balkon. Biarkan cahaya masuk untuk menerangi ruangan. Kamu juga bisa beralih menggunakan tirai jendela dibandingkan gorden untuk tampak ruang yang lebih mulus dan luas.

    Itulah beberapa trik yang dapat kamu lakukan untuk menciptakan kesan luas pada kamar tidur yang berukuran kecil. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Mudah Bersihkan Microwave di Dapur


    Jakarta

    Microwave merupakan alat dapur yang sangat praktis untuk memanaskan makanan dalam sekejap. Kalau kamu sering menggunakan microwave, sebaiknya rajin membersihkannya secara berkala.

    Minimal bersihkan microwave sebulan sekali dan mengelap eksterior microwave sembari membersihkan dapur. Sebab, microwave yang jarang dibersihkan bisa meninggalkan sisa makanan serta bau yang tidak sedap.

    Untungnya menjaga kebersihan microwave tidak sulit. Yuk, ikuti 7 langkah mudah membersihkan microwave berikut ini, dikutip dari Real Simple, Jumat (19/4/2024).


    1. Semprotkan Cairan pada Noda dan Tumpahan

    Buatlah cairan pembersih dengan mencampurkan 1:1 cuka putih dan air. Semprotkan campuran cairan tersebut ke noda membandel dan tumpahan di dalam microwave.

    2. Siapkan Mangkuk Berisi Cairan Pembersih

    Isi sebuah mangkuk dengan dengan dua gelas air dan dua sendok makan cuka putih. Jika tidak ada cuka putih, kamu juga bisa menggunakan perasan lemon segar.

    Tip: Tambahkan sendok kayu kecil ke dalam mangkuk atau masukkan tusuk gigi ke dalam campuran tersebut. Hal ini akan membuat gelembung-gelembung menempel pada kayu saat air memanas, sehingga mencegah air menjadi terlalu panas dan ‘meledak’.

    3. Panaskan Cairan dengan Microwave

    Masukan mangkuk berisi cairan itu ke microwave untuk dipanaskan dengan tenaga tinggi selama tiga menit. Lalu, diamkan selama 15 menit tanpa membuka pintu microwave. Cara ini akan membantu menghilangkan noda membandel di dalam microwave.

    4. Keluarkan Mangkuk dan Turntable

    Gunakan sarung tangan untuk mengeluarkan mangkuk berisi cairan tersebut, tapi jangan buang cairannya. Kemudian, keluarkan juga turntable dari dalam microwave. Simpan dulu kedua barang ini.

    5. Bersihkan Interior

    Gunakan kain mikrofiber yang sudah dibasahi dengan campuran air cuka putih untuk mengelap interior microwave. Jika masih ada noda membandel, kamu bisa menggunakan bagian kasar pada spons untuk menggosok noda.

    6. Cuci Turntable

    Cuci turntable di wastafel dapur menggunakan sabun cuci piring, air panas, dan spons. Lalu, keringkan turntable menggunakan lap dan taruh kembali ke dalam microwave.

    7. Bersihkan Eksterior Microwave

    Semprotkan cairan pembersih serbaguna ke kain, lalu lap permukaan luar microwave. Untuk microwave dari stainless steel, kamu bisa mengelap dengan kain yang sudah dibasahi campuran air dan sabun cuci piring.

    Demikian langkah-langkah mudah membersihkan microwave di dapur. Semoga membantu!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Buru-buru Dibuang, ‘Sampah’ Ini Masih Bisa Dipakai Lagi di Rumah


    Jakarta

    Keseharian kita tentu menghasilkan berbagai sampah yang menumpuk di rumah. Namun, tahukah kamu ada beberapa barang yang dikira sampah yang sebenarnya masih bisa digunakan lagi?

    Nah, kamu bisa memperpanjang penggunaan suatu barang sebelum memutuskan untuk membuangnya. Selain mencegah tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir, barang-barang ini bisa bermanfaat untuk digunakan di rumah.

    Lalu, barang apa saja yang bisa digunakan lebih lama? Berikut ini beberapa barang yang dianggap sampah, tapi masih menyimpan manfaat yang dilansir dari Your Life Well Organized, Kamis (19/4/2024).


    1. Toples

    Jangan langsung membuang toples bekas makanan atau bahan masakan. Kamu masih bisa memakai toples sebagai vas, wadah bumbu masakan, permen, serta sisa makanan.

    2. Kotak Sepatu

    Kotak sepatu bukan sekadar sampah yang memenuhi ruangan, melainkan ada banyak fungsi di sekitar rumah. Kamu bisa memakai kotak sepatu sebagai pembatas di dalam laci, pengatur lemari, tempat penyimpanan sepatu, atau pengatur kabel.

    3. Kantong Plastik

    Kalau kamu tidak membawa tas sendiri saat berbelanja, kemungkinan kamu akan mendapatkan kantong plastik. Maka, sebaiknya memanfaatkan setiap plastik yang dimiliki dengan baik, misalnya menggunakannya sebagai pelapis tempat sampah.

    4. Sikat Gigi

    Apakah kamu biasa langsung membuang sikat gigi yang sudah usang? Tunggu dulu, sikat gigi ini dijadikan alat pembersih. Kamu dapat menghilangkan noda membandel dengan menyikatnya menggunakan sikat gigi. Ukuran sikat yang kecil pada sikat gigi sangat cocok untuk membersihkan sudut-sudut sempit di sekitar rumah.

    5. Teh Celup

    Setelah menggunakan teh celup, jangan langsung dibuang karena mengandung bahan-bahan bermanfaaat. Kamu bisa menggunakan teh celup untuk perawatan wajah, kamar mandi mandi, dan bersihkan kamar mandi.

    6. Karton Telur

    Sebelum membuang sampah karton telur, sebaiknya menggunakannya lagi. Kamu bisa menyimpan perhiasan, menjadi tempat cat lukisan, dan printilan lainnya.

    7. Karton Roll Tisu

    Banyak orang langsung mencurigai dan cepat membuang karton roll tisu. Ternyata karton ini banyak manfaat di antaranya sebagai wadah media tanaman hingga karya seni.

    Itulah beberapa barang yang jangan langsung dibuang karena masih bisa dipakai lagi. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Kesalahan Ini saat Memilih Furnitur Luar Ruangan


    Jakarta

    Kalau kamu sedang mencari furnitur buat di luar ruangan untuk bersantai di halaman belakang atau di beranda, tentu harus mencari yang sesuai dengan gaya dan ruang eksterior. Tak hanya itu, tapi furnitur juga perlu tahan terhadap berbagai cuaca.

    Tidak gampang untuk menyeimbangkan estetika dan daya tahan saat mencari furnitur luar ruangan yang tepat. Berikut kesalahan yang harus dihindari saat memilih furnitur luar ruangan.

    1. Tidak Mengukur Ruang

    Pengukuran adalah hal yang sangat penting, tidak peduli seberapa besar dan kecilnya ruang luar ruanganmu.


    “Tanpa pengukuran yang tepat, akan mudah sekali membeli furnitur yang terlalu kecil atau terlalu besar,” kata Karen Mooney, presiden Ballard Designs seperti dikutip dari Real Simple (20/4/2024).

    Lakukan hal ini agar kamu tidak mendapat furnitur yang tidak sesuai dengan ruang dan menjadikan ruang tersebut terasa sempit.

    2. Memilih Furnitur dengan Harga Termurah

    Karena furnitur luar ruangan terpapar oleh berbagai unsur alam, furnitur ini cenderung lebih gampang rusak daripada furnitur dalam ruangan. Hal ini pula yang membuat harganya lebih mahal.

    “Furnitur luar ruangan yang bagus adalah investasi jangka panjang,” ucap Mooney.

    “Jika kamu membeli hanya berdasarkan harga, kamu mungkin akan mendapatkan furnitur yang tidak tahan lama, dan perlu diganti hanya dalam beberapa musim,” lanjutnya.

    Jadi, sebaiknya kamu mencari furnitur dengan kualitas tinggi yang juga disesuaikan dengan anggaran.

    3. Tidak Mempertimbangkan Bahannya

    Hal terpenting yang perlu diperhatikan saat membeli furnitur luar ruangan adalah bahan yang tepat.

    “Carilah furnitur yang terbuat dari kayu, logam, atau anyaman sintetis yang dirancang untuk tahan terhadap sinar matahari dan hujan, sehingga tetap terlihat bagus dari musim ke musim,” jelas Mooney.

    “Untuk furnitur luar ruangan, kayu jati adalah pilihan kayu terbaik untuk daya tahan dan keindahan yang tahan lama. Secara alami jati sangat kuat, tahan cuaca, dan serangga,” lanjutnya.

    Kayu ini boleh dirawat ataupun tak dirawat, tergantung pada preferensi estetikamu.

    “Jika dibiarkan tanpa perawatan dan terpapar cuaca, finishing jati alami akan menjadi abu-abu terang keperakan seiring berjalannya waktu, yang merupakan cara yang saya sukai dalam menggunakan kayu jati,” jelasnya.

    “Namun, banyak orang yang suka mempertahankan warna aslinya, dan jika demikian, kamu harus memolesnya,”

    4. Melupakan Pentingnya Kain Pelapis yang Baik

    Kain pelapis yang berkualitas juga perlu dimiliki. Disarankan untuk membeli bantalan yang terbuat dari bahan yang tahan lama dan aman dipakai di luar ruangan dan gampang dibersihkan.

    5. Memilih Material Kaca

    Kaca adalah bahan yang cocok untuk furnitur luar ruangan karena gampang dibersihkan dan lebih murah daripada kayu. Namun, kalau kamu tinggal di daerah yang berangin atau beriklim ekstrim, bahan ini bukan pilihan yang tepat.

    “Jika kamu memilih kaca, pastikan kaca tersebut sudah di temper,” ucap Mooney.

    “Juga dikenal sebagai ‘kaca pengaman’, kaca temper empat kali lebih kuat dari kaca biasa dan dirancang agar dapat pecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, sehingga lebih kecil kemungkinan menyebabkan kerusakan jika pecah. Selain itu, pastikan kaca luar ruanganmu cukup tebal dan berat agar tetap bertahan saat angin kencang,” sambungnya.

    Namun, kalau kamu tinggal di daerah dilanda angin kencang atau badai, lebih baik hindari material kaca atau jangan menggunakan kaca sama sekali.

    6. Tidak Merawat atau Menyimpan Furnitur dengan Benar

    Kalau kamu tinggal di daerah dingin, kamu tidak mungkin bersantai dengan furnitur luar ruangan saat suhu dingin. Maka, kalau kamu punya gudang penyimpanan atau garasi, kamu bisa pindahkan furniturmu ke dalam sana saat musim hujan. Sebagai alternatif, disarankan menggunakan penutup untuk menjaga furnitur tetap terlihat bagus untuk tahun-tahun mendatang. Bagaimanapun, furnitur luar ruangan adalah sebuah investasi, dan kamu perlu merawatnya.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Cabut Alat Elektronik di Rumah saat Hujan Lebat Disertai Petir?



    Jakarta

    Saat ada hujan lebat dan disertai petir, seringkali rumah kita mengalami pemadaman listrik. Hal ini dilakukan untuk menghindari korsleting listrik akibat adanya sambaran petir. Maka dari itu, tak jarang kita sering mendengar nasihat untuk mematikan dan mencabut perangkat elektronik dan kabel-kabel yang ada di rumah saat terjadi hujan petir.

    Namun, apakah tindakan tersebut benar-benar diperlukan? Atau hanya asumsi saja? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Mengutip dari laman How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi badai petir ternyata memang bisa melindungi perangkat dari lonjakan listrik yang disebabkan oleh petir. Saat kondisi hujan lebat, petir bisa menyambar ke mana saja termasuk juga ke dekat kabel listrik rumah.


    Saat petir menyambar kabel listrik, alirannya akan merambat melalui kabel tersebut sehingga terjadi lonjakan listrik yang besar. Akibatnya bisa membakar peralatan elektronik di rumah kamu atau bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Sebenarnya ada cara untuk meminimalisir hal ini, yaitu dengan memasang pelindung lonjakan arus listrik. Pelindung ini bisa membantu untuk membatasi jumlah voltase yang diterima oleh perangkat elektronik sehingga bisa meminimalisir adanya lonjakan listrik pada perangkat elektronik di rumah. akan tetapi, kamu tidak bisa hanya mengandalkan pelindung lonjakan ini.

    Sebab, lonjakan listrik yang dihasilkan dari sambaran petir sangat besar dan sangat mungkin untuk bisa melewati pelindung ini. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mencabut perangkat elektronik yang berpotensi tinggi terkena lonjakan arus listrik saat tersambar petir. Contohnya seperti televisi, printer, charger, telepon, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana yang mungkin terjadi akibat sambaran petir.

    Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu mencabut perangkat elektronik kamu dari stop kontak saat ada hujan dan petir, ya!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com