Tag: rumah

  • Beli Rumah Atau Sewa? Ahli Keuangan Bilang Begini



    Jakarta

    Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Semua orang butuh rumah untuk tempat tinggal dan tempat berlindung. Untuk mendapatkan rumah, biasanya orang-orang membangun atau membeli yang sudah jadi.

    Namun, karena harga rumah memang cenderung naik dari tahun ke tahun, banyak orang yang mengurungkan niatnya untuk langsung membeli, dan memilih untuk menyewa atau mengontrak. Menentukan keputusan untuk membeli atau menyewa adalah keputusan penting dan sangat dipengaruhi oleh kondisi keuangan masing-masing orang.

    Untuk kamu yang masih bingung antara membeli atau menyewa, Perencana Keuangan, Andy Nugroho menjelaskan bahwa keputusan ini sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing orang.


    Semua keputusan antar membeli ataupun menyewa, semuanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui skala prioritas dan kebutuhan kita terlebih dahulu.

    “Buat orang-orang yang memang sudah ingin menetap di tempat tersebut, misalnya di kota tersebut gitu ya. Ataupun memang budgetnya mencukupi, ya mending beli rumah. Bahkan kalau duitnya sudah sangat mencukupi, beli saja cash sekalian rumahnya. Nah, cuma buat orang-orang yang memang budgetnya belum cukup, dalam artian buat pembayaran DP dan pembayaran pertamanya juga belum cukup, atau untuk bayar cicilan per bulannya juga belum mampu, mending ngontrak saja,” ucap Andy kepada detikProperti, Selasa (23/4/2024)

    Andy juga menekankan bahwa menyewa rumah akan lebih ideal untuk orang yang memang sering berpindah-pindah kota. Seperti berpindah untuk urusan pekerjaan, atau yang lainnya. Hal ini dikarenakan menyewa rumah membuat kita lebih fleksibel, apalagi jika kita memang belum menentukan ingin menetap seterusnya di daerah mana.

    “Untuk orang-orang yang sering berpindah-pindah ke kota tempat kerjanya, itu buat saya mengontrak masih lebih masuk akal di situ. Jadi, kalau ditanya idealnya yang mana atau lebih baik yang mana, kembali lagi ke kebutuhan dan kemampuan masing-masing,” pungkas Andy.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanyakan 7 Hal Ini ke Calon Tetangga Sebelum Putuskan Beli Rumah


    Jakarta

    Membeli rumah merupakan keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan panjang. Mungkin kamu percaya agen rumah akan menawarkan rumah terbaik, tetapi ada baiknya mencari tahu lebih ke orang yang berpengalaman tinggal di kawasan rumah yang akan dibeli.

    Nah, sebelum membeli rumah kamu bisa kenalan duluan dengan calon tetangga. Hampiri tetangga sekitar dan tanyakan pengalaman mereka tinggal di kawasan itu sebelum memutuskan membeli rumah.

    Melansir dari Every Door Real Estate, Rabu (24/4/2024) berikut ini beberapa hal yang bisa kamu tanyakan ke calon tetangga sebagai bahan pertimbangan dalam membeli rumah.


    1. Pengalaman Tinggal

    Setelah menyapa tetangga, mungkin kamu akan mengawali dengan pertanyaan ‘Sudah berapa lama tinggal di sini?’ Pertanyaan ini bisa disambungkan dengan menanyakan pengalaman tetangga tinggal di tempatnya sekarang.

    Pembukaan santai ini membuat tetangga tidak sungkan menceritakan berbagai hal terkait kawasan tempat tinggalnya. Kamu akan mendapatkan insight soal plus minus hingga kehidupan bermukim di situ. Kalau tetangga lebih banyak bercerita tentang kelebihan area tempat tinggal, maka mungkin bisa menjadi indikasi baik untuk membeli rumah.

    2. Hal yang Ingin Diubah

    Selanjutnya, kamu bisa menanyakan hal apa saja yang ingin diubah oleh tetangga di lingkungan tempat tinggal. Pertanyaan ini akan memberi gambaran kekurangan-kekurangan perumahan. Lalu, mereka juga bisa mengungkapkan hal-hal mengganggu yang bisa mempengaruhi calon pembeli rumah.

    3. Keamanan Lingkungan

    Selain menelusuri tingkat kriminalitas atau rekam historis lingkungan perumahan, kamu juga bisa menanyakan seputar keamanan lingkungan rumah ke calon tetangga. Tanyakan apa saja yang perlu diperhatikan kalau menetap di perumahan tersebut.

    Cari tahu masalah yang belum lama terjadi, seperti kasus kemalingan, perampokan, tawuran, atau vandalisme. Lalu, ketahui bagaimana warga biasa merespons masalah keamanan.

    4. Kegiatan Bertetangga

    Ketika tinggal di perumahan, tentu pemilik rumah akan bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Maka, tanyakan apakah ada kegiatan atau acara yang rutin digelar para tetangga.

    Pertanyaan ini memberikan gambaran bagaimana dinamika bertetangga, sehingga kamu bisa memastikan kecocokan tinggal di komunitas perumahan tersebut.

    5. Transportasi Umum dan Kondisi Jalan

    Mungkin kamu sudah keliling perumahan beberapa kali untuk melihat ada apa saja yang ada di sekitar rumah serta kondisi akses jalan. Namun, perlu bertanya kepada penduduk setempat tentang keadaan lalu lintas ketika jam sibuk atau kondisi-kondisi lainnya. Kemudian, cari tahu juga berbagai transportasi umum yang tersedia di daerah itu.

    6. Kawasan Ramah Anak-anak

    Calon pembeli yang sudah berkeluarga maupun masih single bisa menanyakan seputar membesarkan anak di kawasan tersebut. Kamu bisa menanyakan sekolah terdekat beserta reputasinya, tempat les, tempat bermain, serta keamanan lingkungan untuk anak-anak.

    Sebab, ada baiknya mempertimbangkan rencana menetap untuk jangka waktu yang panjang. Faktor ini juga dapat mempengaruhi nilai properti ke depannya.

    7. Properti yang Hendak Dibeli

    Setelah menanyakan berbagai hal seputar lingkungan rumah, coba tanya terkait unit rumah yang hendak dibeli. Para tetangga mungkin akan lebih terbuka untuk membagikan informasi lebih tentang properti tersebut. Dengan ini kamu dapat menemukan keunggulan ataupun masalah pada rumah itu.

    Demikian hal yang perlu kamu tanyakan ke calon tetangga supaya mantap membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Tangga di Rumah Nggak Bisa Asal, Begini Pedomannya



    Jakarta

    Tangga merupakan salah satu bagian penting untuk rumah tingkat. Tak hanya digunakan sebagai alat untuk menghubungkan lantai 1 dan lantai 2, tangga juga bisa menambahkan nilai estetika di dalam rumah.

    Namun, desain tangga pada rumah juga perlu diperhatikan karena jika tidak tepat justru bisa berbahaya. Kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan tangga adalah mengabaikan aspek-aspek penting dalam merancang tangga, terutama dalam perhitungan tinggi dan lebar anak tangga, serta ketidakkonsistenan tinggi tiap anak tangga.

    Menurut Co-CEO dan Co-Founder Gravel, Georgi Ferdwindra Putra ukuran anak tangga memegang peran penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna di dalam rumah.


    “Ideal tinggi anak tangga adalah 20-30 cm dengan lebar 15-20 cm. Setelah menentukan ukuran anak tangga, baru kita tentukan jumlah anak tangga, caranya adalah tinggi antar lantai dibagi tinggi anak tangga,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (24/4/2024).

    Ia mencontohkan, misalnya tinggi antar lantai 3 meter dengan tinggi anak tangga 20 cm, maka jumlah anak tangga yang akan dibangun adalah 300 cm dibagi 20 cm yang hasilnya 15 anak tangga.

    Dengan perhitungan yang ideal, bentuk tangga jadi ergonomis dan pengguna akan merasa lebih nyaman dan aman saat naik atau turun tangga. Selain itu, risiko tergelincir atau jatuh karena ukuran tangga yang tidak sesuai dapat dihindari.

    Selain perhitungan ukuran tangga, bahan bangunan yang digunakan juga perlu diperhatikan karena bisa mempengaruhi keselamatan pengguna. Misalnya, jika tangga menggunakan lantai yang licin, maka dapat meningkatkan risiko tergelincir.

    Tak hanya itu, terdapat beberapa faktor pendukung penting lainnya untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan estetika tangga, yaitu:
    ● Area yang tersedia untuk membangun tangga.
    ● Jumlah lalu lintas harian di tangga (penggunaan umum atau terbatas).
    ● Ketersediaan ruang samping untuk memberikan kenyamanan.
    ● Kegunaan bangunan (rumah tinggal, komersial, atau publik).
    ● Kestabilan dan keamanan struktur tangga.
    ● Kebutuhan aksesibilitas bagi orang dengan disabilitas (bila diperlukan).
    ● Gaya arsitektur dan desain interior yang diinginkan.
    ● Ergonomi dan kenyamanan pengguna selama penggunaan tangga.

    Tangga yang dirancang dengan baik bukan hanya menciptakan akses yang nyaman, tetapi juga menjadi elemen yang menarik secara visual dalam desain bangunan. Dengan begitu, pengguna atau penghuni dapat merasa aman dan nyaman dalam menggunakan tangga tersebut.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Alami Cegah Hewan Peliharaan Rusak Tanaman di Taman Rumah


    Jakarta

    Hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan ayam sering memiliki kebiasaan menggali tanah sehingga merusak tanaman yang ada. Hal ini pasti membuat risih kamu yang punya taman di rumah.

    Pasalnya, harga tanaman hias saat ini sudah bukanlah hal yang sepele lagi, tidak hanya itu, merawat tanaman hias juga bukanlah pekerjaan yang mudah.

    Biasanya hewan peliharaan, terutama kucing, sering menggunakan tanaman sebagai tempat tidur siang yang empuk, dan terkadang juga sering menggigit dan mengunyah tanaman tersebut.


    Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kamu bisa coba ikuti cara cara di bawah ini.

    Cara Mencegah Hewan Peliharaan Rusak Tanaman Dengan Cara Alami

    Dikutip dari thespruce.com, kucing memiliki hidung yang sensitif terhadap bau seperti jeruk, pisang, mustar, pinus, mentol, kayu putih, capsaicin (yang biasa ditemukan dalam cabai), dan herba aromatik seperti mint, rosemary, thyme, dan lavender.

    Selain mencoba untuk menggunakan aromatik seperti yang sudah disebutkan di atas, ada juga beberapa cara lain untuk mencegah kucing merusak tanaman. Berikut contohnya.

    1. Tanam Bunga Berduri atau Bunga dengan Aroma Menyengat

    Selain dari tanaman yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu juga bisa mencoba untuk menanam beberapa bunga bangkai dan tanaman berduri seperti bunga mawar dan sebagainya. Tanaman yang berduri bisa membuat kucing menjauhi daerah tanaman tersebut berada.

    2. Buat Pagar Dahan Berduri

    Jika kamu memiliki beberapa dahan bunga berduri yang sudah kering, kamu bisa merakitnya untuk dijadikan pagar untuk tanamanmu. Akan tetapi, cara ini tentunya hanya efektif untuk sementara waktu saja sampai dahan tersebut rusak dan menjadi kompos.

    3. Pasang Alat Semprot

    Bila kamu mempunyai taman yang luas, mungkin alat penyemprot tanaman otomatis bisa menjadi solusinya, selain bisa menjauhkan kucing, alat ini juga bisa membantu kamu untuk menyiram tanamannya.

    Selain itu, ada juga sistem semprotan khusus untuk mengusir hewan seperti burung, kucing, dan lain-lain. Sistem ini menggunakan sensor gerakan, dan nantinya akan menyemprotkan air pada lokasi pergerakan berada.

    4. Pasang Pagar

    Cara selanjutnya yaitu membuat pagar di sekeliling tanaman, bisa dengan menggunakan lakban transparan, floral wire deterrent, dan bird netting.

    5. Semprotan Cabai

    Bukan digunakan secara langsung ya, melainkan kamu bisa menggunakan semprotan cabai pada tanaman kamu. Beberapa tanaman juga ada yang bisa memanfaatkan semprotan cabai.

    6. Alihkan Perhatian

    Bila kucing tetap keras kepala untuk menggunakan taman bungamu sebagai tempat bermain, sebaiknya kamu coba untuk membuat tempat untuk mengalihkan perhatiannya. Cobalah untuk membuat taman khusus kucing dengan mainan dan hal-hal yang disukai kucing, seperti kotak pasir.

    7. Gunakan Cairan Pengusir Kucing

    Ada beberapa produk semprotan khusus untuk mengusir kucing. Cairan ini dibuat dengan bahan yang tidak berbahaya terhadap kucing, jadi kamu tidak perlu khawatir akan membunuh kucing tersebut.

    Itu dia 7 cara cegah hewan peliharaan merusak taman rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    (zlf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Aman Ganti Lampu yang Mati Tanpa Takut Tersetrum


    Jakarta

    Lampu di rumah memiliki jangka waktu pemakaian, sehingga saat masa penggunaannya habis cahayanya otomatis padam. Tanda-tanda lampu mati berbeda-beda, ada yang jadi sering berkedip, ada yang cahayanya semakin redup, atau langsung mati begitu saja.

    Saat lampu mati, kamu hanya perlu mengganti bohlamnya saja dengan yang baru, aliran listrik akan tetap berfungsi. Sayangnya, ada sebagian orang yang khawatir saat ingin mengganti lampu sendiri dapat tersengat listrik.

    Padahal mengganti lampu cukup aman dilakukan seorang diri tanpa bantuan ahli atau orang dari PLN. Bahkan saat ini sudah ada tongkat yang bisa digunakan untuk melepas bohlam lampu yang mati. Namun, tongkat ini terkadang tidak efektif di beberapa jenis lampu atau ketinggian tertentu.


    Sekarang kamu tidak perlu khawatir, mengutip dari Angi, Sabtu (27/4/2024) berikut cara melepas dan mengganti lampu yang mati atau rusak dengan aman.

    1. Pastikan Saklar Lampu Mati dan Putar Bohlam yang Mati

    Saat hendak mengambil bohlam lampu yang mati kamu perlu memakai sarung tangan agar tidak terkena sengatan listrik. Lalu pastikan saklar lampu tersebut dalam keadaan mati. Setelah itu pegang bagian bawah lampu dan geser hingga terlepas.

    2. Beli Lampu dengan Watt Sesuai

    Jika lampu sebelumnya kamu tidak ada masalah, maka lampu yang baru samakan besar wattnya. Watt yang terlalu kecil atau terlalu besar dari aliran listrik yang dipasang di rumah dapat menyebabkan kebakaran karena korsleting listrik.

    3. Matikan Saklar Listrik

    Pada saat memasang bohlam lampu yang baru pastikan saklar listrik lampu tersebut dalam keadaan mati dan kamu memakai sarung tangan.

    4. Coba Hidupkan Lampu

    Tekan saklar untuk menghidupkan lampu. Apabila lampu langsung menyala seperti biasa maka pemasangan berhasil. Namun apabila lampu tidak langsung menyala, kamu perlu memperbaiki posisinya atau mengecek aliran listrik di rumah apakah ada yang terputus.

    5. Setelah Terpasang Jangan Memegang Lampu

    Berhati-hati saat hendak memperbaiki posisi bohlam lampu yang baru terpasang, hindari langsung memegangnya. Lebih baik dekatkan punggung tangan di dekat bohlam lampu tanpa disentuh, jika hangat tunggu sampai dingin baru aman untuk dilepas.

    Itulah cara aman mengganti lampu tanpa takut kesetrum. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Bos BTN Beli Rumah Pertama dengan KPR saat Gaji Masih Rp 4 Juta/Bulan



    Jakarta

    Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menceritakan pengalamannya membeli rumah di usia kepala tiga. Ia merasa terdorong untuk memiliki rumah sendiri untuk memberikan kehidupan yang lebih layak untuk keluarganya.

    “Waktu saya menikah, waktu saya tamat kuliah, cari kerja, saya nggak punya warisan rumah. Orang tua saya bukan orang kaya, rumah saya cuma satu itu buat satu keluarga. Jadi ketika akan menikah ya cari rumah sendiri,” ujar Nixon kepada detikcom belum lama ini.

    Ia mengaku tidak memikirkan memiliki rumah ketika masih lajang, sehingga tidak mempersiapkan tabungan untuk membeli rumah. Lalu, setelah menikah ia bersama sang istri sepakat untuk hidup mandiri dengan menyewa kontrakan di daerah Kampung Melayu.


    Kemudian, Nixon merasa terdorong untuk membeli rumah ketika sang mertua datang untuk merayakan tujuh bulanan kehamilan istrinya. Pada saat itu ia mulai mengkhawatirkan bagaimana menerima tamu di ruang yang sempit.

    “Begitu (mertua) ngeliat anaknya ngontrak itu di gang, nanti dia stres juga tuh mungkin kan. Saya tuh merasa terpicu untuk memiliki rumah di situ,” ungkapnya.

    Selain itu, ia ingin anak-anaknya tinggal di kondisi yang ideal, yakni di rumah sendiri, memiliki halaman, serta dikelilingi tetangga yang juga berkeluarga. Menurutnya, membesarkan anak kecil di kontrakan sebenarnya lingkungan yang kurang sehat, karena hidup berdekatan dan bercampur dengan orang lain yang kebanyakan anak muda.

    Nixon membeli rumah pertamanya di Depok dengan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) saat gajinya sebesar Rp 4 juta pada masa itu. Ia pun memilih membeli rumah dengan KPR karena jangka waktu pembayarannya yang panjang.

    “KPR itu bisa 20 tahun. Jadi angsungannya bisa lebih ditekan. Kedua, karena memang peruntukannya buat rumah ya masih mikirnya KPR,” tuturnya.

    Ia merasa beruntung mendapatkan tempat tinggal dengan luas tanah sekitar 200 meter persegi meski dengan luas bangunan yang kecil. Saat mencari rumah ia mengutamakan adanya tiga kamar tidur, dapur, satu kamar mandi, dan halaman depan.

    “Saya nyari tanah luas maka dapatnya Depok. Kenapa? Karena keluarganya besar. Kalau mertua datang, orang tua datang ribut juga. Jadi mikir ada 3 kamar, satu kamar buat anak saya. satu kamar buat saya sama istri, satu kamar kalau keluarga datang,” katanya.

    Menurutnya, rumah yang dia beli waktu itu sudah jauh lebih baik untuk berkeluarga dibandingkan di kontrakannya dulu. Ia memang mendahului memiliki hunian meski harus menunda membeli kendaraan dan menempuh perjalanan jauh untuk bekerja ke Jakarta.

    Walaupun membeli rumah agak jauh dari tempat kerja, ia merasa hanya perlu berkorban bangun lebih pagi saja. Sementara anak-anaknya masih bisa sekolah dan sang istri bisa belanja di kawasan Depok.

    “Cuma yang berjuang ayahnya aja, saya sendiri. Depok-Jakarta itu kan selalu di lingkungan itu. Tapi itu jauh lebih baik. Lebih baik saya yang berkorban di waktu dan lebih capek daripada anak-anak saya tinggal di lingkungan yang sempit dan sebagainya,” pungkasnya.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pertimbangan Bikin Interior Rumah Ramah Lingkungan & Berkelanjutan


    Jakarta

    Topik tentang lingkungan merupakan isu yang cukup digemborkan di Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk desain interior. Menerapkan menjadi prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan oleh masyarakat.

    Menurut Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Rohadi, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu memahami makna dari kata sustain itu sendiri. Ia mengimbau jangan karena berusaha sustain justru malah menimbulkan kerugian.

    “Kita harus ngerti, sustain itu sampai kapan. Jangan sampai untuk kita sustain, tapi malah membuang energi yang banyak. Contohnya mobil, kalau mobil sekian tahun memang harus ganti, kalau nggak ganti ya repot,” ujar Rohadi kepada detikcom belum lama ini.


    Menerapkan gaya hidup berkelanjutan berarti harus memperhatikan masa pakai, cara menggunakannya kembali, hingga cara mendaur ulang barang atau dalam hal ini furnitur atau komponen interior lainnya.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan membuat desain interior yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    1. Kebutuhan

    Rohadi menjelaskan hal pertama yang dipikirkan ketika hendak merancang interior ruangan adalah memikirkan kebutuhan ruangan untuk menunjang kehidupan penghuni rumah. Renungkan bagaimana memfungsikan setiap ruangan di rumah serta apa yang bisa ditambahkan memudahkan aktivitas di dalamnya.

    “Seandainya rumah tinggal yang dibutuhkan apa? Ruang apa? Ruang multifungsi atau ruang per ruang itu kebutuhannya. Ruang makan, ruang keluarga, ruang bermain dan sebagainya. Bisa nggak ruang-ruang itu dijadikan satu? Ada nggak ruang-ruang yang harus khusus, ruang-ruang yang benar-benar untuk privacy kita?” katanya.

    2. Desain

    Lalu, untuk memenuhi kebutuhan itu, pengguna memikirkan bagaimana komponen-komponen interior akan membantu memudahkan kehidupannya. Misalkan suatu menggunakan teknologi untuk mempersingkat waktu, seperti membuka pintu atau menyalakan lampu menggunakan remot ataupun saklar. Menentukan furnitur tidak bisa sembarangan, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kepraktisan di dalam rumah.

    “Dilihat dari furniturnya, desainnya seperti apa, bentukan-bentukannya, flow-nya seperti apa. Karena itu juga menyangkut kepada masalah sirkulasi udara, sirkulasi orang masuk-keluar (ruangan), sirkulasi keamanan dan sebagainya. Dan akhirnya kita bisa menentukan furnitur yang kita butuhkan itu untuk menunjang hidup kita,” jelasnya.

    3. Material

    Lebih lanjut, Rohadi menyebut para desainer penting sekali menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan serta aman bagi manusia. Sebagaimana memilih cat rumah atau furnitur, harus hati-hati jangan sampai memilih bahan yang mengandung senyawa berbahaya.

    “Kita juga tidak bisa sembarangan memberikan cat-cat yang tidak ramah lingkungan. Dalam artian toxic. Mungkin dengan minyak, pelarutnya dari minyak dan sebagainya. Dalam satu ruangan, kalau kita tidur kita hirup, ya kan? Nah,itu juga penting untuk kita cermati,” ucapnya.

    Maka, memilih bahan atau material yang alami juga tidak menjamin suatu furniture atau interior lebih ramah lingkungan atau berkelanjutan. Sudah banyak bahan-bahan yang modern sudah memikirkan aspek kelanjutan suatu barang.

    “Bahan-bahan yang antibakterial, antivirus, dan sebagainya itu sudah ada. Dan tentunya ramah lingkungan juga sudah ada. Pinter-pinternya para desainer, pinter-pinternya para pemakai aja,” ungkapnya.

    4. Estetika

    Setelah memahami kebutuhan kriteria dari furnitur atau desain interior, pengguna baru mempelajari tentang warna, estetika, serta faktor ergonomik lainnya. Hal ini menjadi pertimbangan tambahan untuk memastikan kenyamanan pengguna.

    5. Harga

    Terakhir, sesuaikan kemampuan dengan desain interior yang sudah bisa memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penghuni rumah. Rohadi menuturkan jangan jadikan harga pertimbangan di awal, melainkan kebutuhan dan kenyamanan terlebih dulu.

    “Kalau mahal tapi kita membuat kita nyaman, why not? Ya walaupun mahal, memang harus gitu kan?” imbuhnya.

    Pasalnya, persoalan harga masih dapat dinego serta diusahakan secara bertahap dengan menentukan prioritas. Berbagai furnitur dapat dibeli di kemudian hari sesuai kemampuan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Merawat Tanaman Hias Supaya Tumbuh Sehat dan Kuat di Rumah


    Jakarta

    Tanaman hias yang ditaruh di dalam rumah sangat bergantung pada pemiliknya untuk bisa bertahan hidup. Maka, kalau ingin tanaman hias tumbuh optimal, kamu perlu memberi perhatian lebih supaya kebutuhan tanaman terpenuhi.

    Ada tiga komponen mendasar untuk tanaman bertahan hidup, yakni cahaya, air, dan media tanam. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi dengan cukup agar tanaman hias tidak cepat layu.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan juga. Berikut tips merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di rumah, dilansir dari Garden Design.


    1. Perkuat Akar dengan Media Tanam

    Tanaman hias yang sehat membutuhkan akar yang kuat. Hal ini tergantung pada campuran tanah yang digunakan untuk media tanam. Campuran tanah yang berkualitas dan sesuai dengan jenis tanaman dapat memberikan keseimbangan dalam hal kelembapan dan aerasi yang baik untuk kesehatan akar.

    2. Beri Air yang Cukup

    Pastikan tanaman mendapat pasokan air yang cukup di waktu yang tepat. Kamu bisa memasukan jari ke tanah untuk mengecek kelembapan tanah serta melihat ciri-ciri tanaman yang mulai layu sebagai tanda harus menyiram air. Lalu, siramlah air secara merata dan biarkan akses air keluar lewat lubang pot.

    3. Beri Pencahayaan yang Tepat

    Ketahui intensitas cahaya yang dibutuhkan setiap jenis tanaman hias yang kamu miliki di rumah. Kemudian, letakan tanaman di area yang dapat memberi sinar yang cukup untuknya tumbuh. Sebaiknya hindari tanaman hias yang membutuhkan pencahayaan tinggi kalau ruangan kekurangan sinar alami.

    4. Kembalikan Nutrisi dengan Pupuk

    Setiap kali kamu menyirami tanaman, nutrisi pada tanah sebenarnya terbuang ke luar. Oleh karenanya, penting memberi pupuk secara rutin untuk menggantikan nutrisi yang terbuang. Namun, jangan sampai berlebihan memberi pupuk karena justru tidak sehat untuk tanaman.

    5. Ganti Pot Bila Perlu

    Sebagian tanaman akan tumbuh melebihi potnya seiring berjalannya waktu. Maka, perhatikan kalau sudah ada akar yang tumbuh ke luar lubang pembuangan pot. Saat itulah waktu untuk mengganti pot tanaman hias.

    6. Bersihkan Daun secara Berkala

    Jangan biarkan debu menumpuk pada daun karena bisa mengganggu proses fotosintesis dan pernapasan tanaman. Supaya daun tetap bersih dan bebas dari debu, kamu bisa sekali-kali mengelapnya dengan kain atau spons lembap.

    7. Gunting Daun Berlebih

    Terkadang tanaman hias perlu digunting untuk menjaga bentuknya. Selain itu, kamu bisa menggunting daun yang berpenyakit. Menggunting tanaman bisa meremajakannya dan mendorong pertumbuhan yang lebih subur.

    Itulah cara merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di dalam rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Syarat dan Cara Mengajukan KPR Rumah Second


    Jakarta

    Membeli rumah bekas atau rumah second ternyata bisa menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun, ternyata banyak orang bellum tahu soal KPR rumah second.

    Menggunakan KPR untuk membeli rumah second bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan hunian. Membeli rumah second banyak diminati orang karena terkadang sudah lengkap dengan isinya.

    Dilansir dari BTN Properti, menggunakan KPR rumah second memiliki keuntungan karena bisa melakukan penawaran dengan penjual rumah. Namun, untuk bisa mengajukan KPR rumah second ada beberapa syarat yang harus disiapkan.


    Berikut ini syarat dan cara mengajukan rumah second dikutip dari BTN Properti, Senin (29/4/2024).

    Syarat Berkas Pengajuan KPR Rumah Second

    Syarat Mengajukan KPR Rumah Second

    – Warga Negara Indonesia (WNI)
    – Pegawai tetap dengan masa kerja minimal 2 tahun
    – Berusia minimal 21 tahun dan pada saat jat tempo pembayaran maksimal berusia 55 tahun
    – Lolos BI checking atau tidak masuk daftar hitam (blacklist)

    Berkas untuk Mengajukan KPR Rumah Second

    – Kartu Keluarga dan KTP
    – NPWP
    – Surat nikah
    – Slip gaji 3 bulan terakhir
    – Surat Keterangan Kerja
    – Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir
    – Fotokopi sertifikat rumah yang ingin dibeli
    – Fotokopi IMB rumah yang ingin dibeli
    – Fotokopi bukti pembayaran PBB terbaru dari rumah yang ingin dibeli
    – Surat kesepakatan jual beli rumah yang ingin dibeli yang ditandatangani di atas meterai antara pemilik rumah dan pembeli rumah.

    Cara Mengajukan KPR Rumah Second

    Apabila persyaratan sudah dipenuhi, kamu bisa mulai mengajukan KPR rumah second. Begini caranya.

    1. Pilih dan Cek Kondisi Rumah yang Diinginkan

    Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memilih rumah. Pastikan rumah yang diinginkan berada di lokasi yang strategis.

    Selanjutnya, mengecek kondisinya. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi rumah dalam keadaan baik atau tidak.

    2. Negosiasi Harga Rumah

    Setelah mengecek kondisi rumah dan dirasa cocok, kamu bisa melakukan negosiasi dengan pemiliknya. Dengan melakukan negosiasi harga, kamu bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

    3. Pilih Penyedia Layanan KPR

    Selanjutnya, kamu bisa mengajukan KPR ke penyedia layanan yang sesuai dengan keinginanmu. Pilih bank dengan program KPR rumah second yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan kamu. Lalu, kamu bisa menyesuaikan syarat dan dokumen yang perlu disiapkan untuk mengajukan KPR rumah second.

    4. Ikuti Proses Penilaian KPR dari Bank Penyedia

    Proses selanjutnya yaitu proses penilaian appraisal. Proses ini dilakukan untuk menilai kecocokan harga dengan kondisi rumah bekas.

    Proses appraisal ini dilakukan dengan melakukan survei secara langsung ke rumah yang ingin dibeli dan menentukan kelayakannya sehingga muncul penilaian harga rumah. Biasanya, penilaian harga rumah dari bank dengan harga jual memiliki sedikit selisih sehingga kamu perlu membayar selisih harga tersebut.

    5. Urus Surat Perjanjian Kredit (SPK)

    Selanjutnya, kamu bias mulai mengurus surat perjanjian kredit (SPK). Proses ini wajib dilakukan sebelum kredit dari bank cair. Umumnya, SPK ini berisi biaya kredit, biaya penalti, besaran bunga, batasan, dan kewajiban sebagai debitur.

    6. Proses Akad Kredit yang Mau Dibeli

    Apabila semua tahapan pengajuan KPR rumah second sudah dilakukan, selanjutnya adalah proses akad KPR rumah second. Proses akad kredit dilakukan oleh debitur, penjual rumah, pihak bank sebagai kreditur, dan notaris sebagai saksi.

    Setelah tanda tangan akad selesai, notaris akan mengurus surat balik nama rumah yang dibeli. Sementara itu, sertifikat rumah Izin Membangun Bangunan (IMB), dan pajak bumi bangunan (PBB) dari rumah akan ditahan pihak bank sebagai jaminan KPR hingga cicilan lunas.

    Itulah syarat dan cara mengajukan KPR rumah second. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Ini Bisa Cegah Kucing BAB Sembarangan di Halaman Rumah


    Jakarta

    Kucing buang air besar (BAB) di halaman tentu bisa meresahkan penghuni rumah. Sebab, penghuni rumah harus membersihkan kotoran yang ditinggalkan kucing peliharaannya, atau bahkan kucing liar.

    Untuk kucing liar, bisa saja diusir dari halaman rumah, namun untuk kucing peliharaan bisa saja sulit untuk menghentikannya BAB di halaman rumah.

    Maka dari itu, kamu perlu melakukan beberapa hal untuk bisa mencegah kucing BAB di halaman rumah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini caranya.


    1. Tanam Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Kamu bisa menanam tanaman yang wanginya tidak disukai oleh kucing. Misalnya, kamu bisa menanam lavender, rosemary, atau mint. Dilansir dari petkeen.com, Senin (29/4/2024), aroma dari ketiga tanaman itu tidak disukai oleh kucing.

    2. Mengubur Kulit Jeruk

    Kucing membenci aroma jeruk. Dalam jumlah besar, jeruk bisa beracun bagi kucing. Kamu bisa mengubur kulit jeruk dan dalam banyak kasus, kucing-kucing akan meninggalkan daerah yang ada aroma jeruk dan tidak akan kembali.

    Jeruk yang dikubur tidak memiliki pengaruh buruk bagi tanaman di halaman. Jadi, cara ini bisa menjadi salah satu yang efektif untuk mencegah kucing BAB di halaman rumah.

    3. Pakai Bubuk Kopi

    Banyak mamalia yang tidak menyukai aroma bubuk kopi, termasuk kucing. Apalagi, kafein dalam jumlah banyak bisa beracun bagi kucing.

    Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman untuk mencegah kucing BAB di sana. Aroma dari bubuk kopi akan membuat kucing enggan ke halaman dan mencegahnya balik lagi. Metode ini juga berhasil pada hewan lainnya, seperti anjing.

    Penggunaan bubuk kopi di halaman juga tidak terlalu berbahaya bagi tanaman, sehingga metode ini patut dicoba.

    4. Pakai Cuka

    Cuka memiliki bau yang menyengat, bau yang tidak disukai oleh manusia juga kucing. Aroma yang kuat biasanya tidak disukai oleh kucing.

    Untuk menerapkannya, kamu bisa mencampurkan cuka dengan air dan ditaruh di botol semprot. Lalu, kamu bisa menyemprotkannya ke sekitar halaman.

    Sebagai catatan, penggunaan cuka dalam jumlah banyak bisa membahayakan beberapa tanaman. Maka dari itu perlu hati-hati.

    5. Tusuk Gigi

    Apabila kucing BAB di pot bunga, kamu bisa memasang tusuk gigi di tepi pot. Hal ini untuk mencegah kucing BAB di pot bunga. Biasanya setelah dipasang tusuk gigi selama beberapa minggu, kucing akan berpindah ke tempat lain. Setelah itu, kamu bisa mencabut tusuk giginya.

    6. Buat Taman Bunga Kurang Menarik

    Kamu bisa membuat taman bunga kurang menarik untuk mencegah kucing BAB di halaman. Apabila taman bunga sulit untuk digali, kucing tidak akan ingin untuk BAB di sana.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan penutup tanah dan menggunakan kerikil kecil atau ranting untuk menutup tanah.

    “Banyak kucing tidak menyukai tanah basah di kakinya, jadi menyiram petak bunga juga dapat menghalangi mereka. Pertimbangkan untuk menggunakan tanaman atau bunga yang baunya tidak disukai kucing, tetapi tidak berbahaya seperti lavender atau rosemary,” kata PDSA pet, Shauna Walsh, dikutip Country Living, Senin (29/4/2024).

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com