Tag: rumah

  • Dari Mana Debu Berasal? Begini Cara Cegahnya Biar Nggak Numpuk


    Jakarta

    Debu yang menumpuk bisa mengotori rumah dan menimbulkan alergi bagi penghuninya. Benda kecil ini dapat mengganggu kalau menumpuk. Nah, pernahkah kamu terpikirkan dari mana debu berasal?

    Berikut ini penjelasan tentang bagaimana debu bisa menumpuk di dalam rumah yang dilansir dari Forbes Home, Senin (29/4/2024).

    Dari Mana Debu Berasal?

    1. Polusi

    Polusi dari knalpot mobil dan emisi pabrik bertebaran di udara. Jika jendela rumah dalam keadaan terbuka, maka partikel debu itu akan masuk ke dalam rumah.


    Apalagi kalau kamu tinggal di rumah dekat jalanan yang ramai. Maka, kurangi eksposur rumah dari udara luar untuk mencegah debu dari polusi. Kamu juga bisa menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

    2. Serbuk Sari

    Serbuk sari dari tanaman juga bertebaran di udara, sehingga bisa masuk ke dalam rumah ketika pintu atau jendela terbuka. Jika ingin mendapat udara segar namun ingin mencegah masuknya serbuk sari, kamu bisa menggunakan layar jendela yang akan memfilter partikel-partikel masuk ke dalam rumah. Selain itu, air purifier mampu menghilangkan serbuk sari di dalam rumah.

    3. Bulu Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan yang berbulu pasti akan meninggalkan jejak bulu di sekitar rumah. Biasanya, bulu-bulu ini berterbangan di udara atau menempel di furnitur, terutama yang berbahan kain. Untuk mengurangi intensitas bulu di rumah, kamu bisa lebih rajin menyisir dan memandikan hewan peliharaan.

    4. Jalanan dan Tanah

    Partikel debu bisa terbawa ke dalam rumah dari kotoran di jalanan ataupun tanah kering yang menempel di sepatu ataupun pakaian. Debu dari jalan ini bisa berasal dari partikel batu, pasir, ataupun tanah.

    Oleh karena itu, tak heran kalau menemukan banyak debu di sekitar pintu depan rumah. Kalau mau mencegah masuknya debu, tutupi celah pintu dan jendela serta pastikan penghuni rumah tidak menggunakan sepatu di dalam rumah.

    5. Kain

    Bahan kain tak hanya menjadi sarang debu, tetapi juga menimbulkannya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

    6. Tungau Debu

    Manusia umumnnya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh yang banyak ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Kulit mati ini yang menjadi makanan tungau debu, sehingga dapat hidup dan berkembang biak.

    Selain itu, serangga ini cukup mengganggu karena dapat menimbulkan alergi atau asma bagi sebagian orang. Nah, semakin banyak tungau berkembang biak, maka akan terkumpul menjadi debu. Oleh karena itu, coba rajin membersihkan permukaan kain menggunakan vacuum atau mencucinya.

    Demikian penjelasan dari mana debu berasal. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Menata Kamar Tidur Kecil Agar Tampak Rapi dan Teratur


    Jakarta

    Menata kamar tidur kecil mungkin agak menantang karena harus mengakali penyimpanan barang-barang dengan ruang yang terbatas. Jika tidak diatur dengan baik, kamar akan terlihat berantakan yang tentunya tidak nyaman buat ditinggali penghuninya.

    Oleh karena itu, para pemilik kamar tidur kecil harus lebih kreatif memaksimalkan ruang yang ada. Fokuslah untuk membuat tempat penyimpanan di dalam kamar untuk menyimpan atau bahkan menutupi tumpukan barang.

    Nah, kalau kamu pengin tampilan kamar yang rapi dan teratur coba ikuti trik ini yang dilansir dari The Spruce, Senin (29/4/2024).


    Cara Menata Kamar Tidur Kecil

    1. Berpikir Minimalis

    Terlalu banyak furnitur dan barang di kamar tidur membuat ruang terasa sempit. Buatlah ruang dengan membatasi furnitur dan barang-barang di dalam kamar. Kamu bisa mengikuti prinsip minimalis yang mengutamakan barang-barang esensial, misalkan tempat tidur, meja nakas, dan lemari pakaian. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan furnitur multifungsi.

    2. Kosongkan Permukaan Meja

    Hindari tumpukan barang yang berserakan di atas meja atau meja nakas. Biasakan untuk membiarkan meja kosong atau hanya segelintir barang saja seperti lampu, tissue, dan jam. Dengan begitu, kamar terlihat rapi karena barang-barang disembunyikan di tempat penyimpanannya.

    3. Gunakan Ruang Bawah Tempat Tidur

    Meski tidak banyak ruang di kamar tidur kecil, kamu bisa memanfaatkan ruang di bawah tempat tidur untuk menaruh barang-barang. Simpanlah barang-barang yang jarang dipakai seperti buku, tas, dan mainan dalam kotak penyimpanan, lalu taruh di bawah tempat tidur.

    4. Rutin Sortir Barang

    Kamar kecil cenderung lebih cepat menjadi berantakan. Kalau ingin menjaga ruang selalu rapi, coba untuk membuat rutinitas merapikan dan menyortir barang-barang. Singkirkan barang-barang yang tidak lagi kamu gunakan supaya tidak makan tempat.

    5. Ruang Penyimpanan Vertikal

    Apabila lantai sudah cukup dipadati beragam barang, kamu bisa menambah ruang penyimpanan secara vertikal dengan ambalan di tembok ataupun gantungan di belakang pintu kamar dan lemari. Dengan begini, barang-barang tidak akan memenuhi lantai kamar.

    Itulah cara menata kamar tidur kecil agar rapi dan teratur. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Terlalu Sering Menyiram Tanaman Malah Bikin Layu, Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Tahukah kamu, menyiram tanaman menjadi salah satu penyebab masalah yang sering terjadi? Ternyata, terlalu banyak menyiramkan air dapat menimbulkan genangan air yang mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

    Akibatnya, tanaman tidak bisa menyerap oksigen dan memenuhi kebutuhannya. Semakin lama tidak mendapat udara, maka akar akan semakin rusak bahkan mati. Nah, kalau akar sampai membusuk, tanaman menjadi rusak karena tidak bisa mendapatkan pasokan air dan nutrisi.

    Melansir dari laman Missouri Botanical Garden, Selasa (30/4/2024) sering kali kerusakan tanaman seperti ini disangka karena ulah hama. Padahal, hama jarang sekali menyerang bagian akar tanaman.


    Ciri-ciri Kerusakan Tanaman

    Tanaman yang tumbuh di tanah yang terlalu basah akan kekurangan oksigen, sehingga menjadi layu dan akarnya pun mati. Adapun ciri-ciri tanaman rusak antara lain pertumbuhan yang melambat. Daun juga berubah menjadi warna kekuning-kuningan dan bisa mengalami kekeringan seperti terbakar.

    Selain itu, bintik-bintik basah dan lepuh (Oedema) mungkin muncul pada batang dan daun. Lalu, mahkota tanaman mungkin akan membusuk.

    Cara Tepat Menyiram Tanaman

    1. Siram Lebih Lama

    Kurangi intensitas menyiram tanaman, tetapi sekalinya menyiram pastikan melakukannya lebih lama. Cara ini membuat air mengalir jauh lebih dalam, sehingga akar tanaman tumbuh lebih panjang dan sehat.

    2. Beri Kompos

    Tambahkan material organik seperti kompos atau kotoran hewan pada tanah. Bahan organik ini dapat meningkatkan drainase di tanah liat yang padat.

    3. Siram Bila Perlu

    Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda, maka hal ini perlu menjadi perhatian. Pastikan tanah tidak terlalu basah ketika hendak menyiram. Permukaan tanah memang lebih cepat kering, jadi sebaiknya memeriksa kelembapan dengan memasukan jari ke dalam tanah.

    4. Perbanyak Menyiram Tanaman Baru

    Tanaman yang baru tumbuh belum memiliki sistem akar yang kuat, maka penting sekali menyiram banyak air untuk mendukung pertumbuhannya. Kalau tanaman sudah cukup dewasa, kamu bisa mengurangi jumlah dan intensitas penyiraman air.

    Demikian penjelasan soal menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Ingat untuk tidak menyiram secara berlebihan ya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Selamat Hari Buruh! Segini Minimal Gaji Pekerja buat Beli Rumah


    Jakarta

    Hari Buruh atau May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei untuk menghormati perjuangan dan kontribusi pekerja. Awal mula dicetuskan peringatan ini dari kelompok pekerja Amerika Serikat yang menuntut haknya, di antaranya perbaikan waktu kerja yang lebih singkat, minimal gaji yang lebih baik, dan kondisi kerja yang lebih aman.

    Gaji memang menjadi topik penting bagi kelompok bekerja karena dibutuhkan buat memenuhi kebutuhan dari makanan hingga hunian. Tentunya rumah merupakan keinginan banyak orang, termasuk para pekerja.

    Namun, tidak semua orang dapat memilikinya. Kamu perlu mengetahui minimal gaji untuk membeli rumah supaya bisa memperkirakan rumah yang mampu kamu beli berdasarkan gaji yang dimiliki.


    Salah satu opsi yang bisa digunakan untuk membeli rumah adalah mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Nah, untuk bisa mengajukan KPR dan menanggung cicilan setiap bulannya, perlu disesuaikan dengan gaji kamu saat ini.

    Perhitungan Minimal Gaji buat KPR

    Kalau ingin mengajukan KPR untuk rumah subsidi maupun komersial, kamu perlu mengetahui syarat minimal gaji dan cicilan maksimal KPR. Berikut ini simulasi perhitungan KPR dengan asumsi tenor KPR 20 tahun, bunga KPR rata-rata 7,75%/tahun dan DP 20%.

    Besaran Gaji Besaran DP (20%) Besaran Cicilan Bulanan Maksimal Harga Rumah
    Rp 4 juta/bulan

    Rp 28,24 juta

    Rp 1,2 juta/bulan Rp 141,2 juta
    Rp 6 juta/bulan

    Rp 42,36 juta

    Rp 1,8 juta/bulan Rp 211,8 juta
    Rp 8 juta/bulan

    Rp 56,48 juta

    Rp 2,4 juta/bulan Rp 282,4 juta
    Rp 10 juta/bulan Rp 70,6 juta Rp 3 juta/bulan Rp 353 juta
    Rp 15 juta/bulan Rp 105,9 juta Rp 4,5 juta/bulan Rp 529,5 juta
    Rp 20 juta/bulan Rp 141,2 juta Rp 6 juta/bulan Rp 706 juta

    Syarat Minimal Gaji KPR Rumah Subsidi

    Bagi yang belum memiliki gaji dua digit, jangan berkecil hati karena kamu masih bisa membeli rumah subsidi. Syarat membeli rumah subsidi ada tidak ada gaji minimal, melainkan batas maksimum gaji yang didapatkan per bulan yaitu Rp 8 juta atau Rp 10 juta khusus wilayah Papua dan Papua Barat, baik untuk gaji tetap maupun tidak tetap.

    Syarat Minimal Gaji KPR Rumah Komersial

    Sementara KPR rumah komersial, setidaknya harus memiliki gaji minimal Rp 6 juta per bulan agar bisa membeli rumah seharga Rp 200 juta-an. Meski saat ini memang masih ada rumah dengan harga Rp 200 juta-an, lokasinya biasanya agak jauh dari pusat kota.

    Tips Mengajukan KPR

    Adapun tips mengajukan KPR dijelaskan berikut ini, dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (1/5/2024).

    1. Jangan Tergiur Bunga Rendah

    KPR dengan bunga rendah memang menarik, terutama kalau punya budget yang ketat. Akan tetapi, pastikan dulu skema bunga KPR yang ditawarkan. Jangan sampai menyesal dan merasa keberatan di tengah jalan.

    Apabila kamu merasa nggak yakin sama bunga KPR yang ditawarkan, kamu bisa cek website OJK di menu suku bunga dasar kredit.

    2. Hitung Kemampuan Finansial

    Sebelum memutuskan beli rumah, pastikan dulu besaran cicilan KPR telah sesuai dengan kemampuan finansial kamu. Kamu bisa gunakan perencanaan keuangan yang diulas pada media sosial maupun minisite.

    Lalu, kamu bisa buat budgeting alokasi gaji 10% untuk dana sosial, 20% untuk investasi/tabungan, 30% untuk cicilan/utang, dan 40% untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    3. Cek Kredibilitas Pengembang

    Langkah yang tak kalah penting adalah memeriksa kredibilitas pengembang agar tidak tertipu. Kamu bisa melihat rekam jejak developer tersebut dalam membangun properti pada tahun-tahun sebelumnya.

    Selidiki berapa banyak proyek yang telah berhasil dibangun beserta berapa lama developer tersebut telah berkecimpung di dunia properti. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu developer perumahannya apakah telah terdaftar atau belum lewat website sireng.pu.go.id.

    Demikian minimal gaji pekerja untuk beli rumah. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Hemat Hias Rumah Bikin Suasana Baru yang Lebih Segar


    Jakarta

    Penampilan rumah yang indah bisa kamu dapat dari mendekor ruangan. Mungkin kamu juga mau hias rumah agar tampil beda dan menawan tapi terkendala biaya.

    Kata siapa mendekor rumah harus mahal? Kamu bisa mengubah tampilan rumah dengan melakukan sedikit penyesuaian tetapi membuat perbedaan besar tanpa membutuhkan biaya yang besar.

    Nah, kamu bisa coba lakukan cara hemat hias rumah ini biar rumah terlihat bagus tanpa menghabiskan uang, dilansir dari Better Homes & Gardens, Rabu (1/5/2024).


    Cara Hemat Hias Rumah

    1. Tanaman Hias

    Bikin ruangan tampak lebih segar dan hijau dengan menaruh tanaman hias di dalam rumah. Pilihlah tanaman yang mudah dirawat tapi mempunyai bentuk dan warna daun yang menarik.

    Kamu bisa menaruh tanaman hias di meja kopi atau di ujung ruangan. Namun, kalau tidak yakin mengurus tanaman, kamu dapat beralih ke tanaman palsu yang terlihat asli.

    2. Atur Ulang Perabotan

    Supaya rumah terlihat berbeda dari biasanya, coba atur ulangan peletakan perabotan. Susun furnitur dan barang-barang di dalam rumah agar lebih rapi dan kondusif serta menunjang aktivitas penghuninya. Cara ini tidak perlu mengeluarkan biaya, kamu pun bisa meminta tolong teman atau saudara mendekor rumah seperti ini.

    3. Mengecat Tembok

    Mengecat ulang tembok dengan warna baru bisa mengubah ruangan secara drastis. Mengecat tembok menjadi salah satu opsi yang cukup terjangkau untuk mendekor rumah. Pastikan kamu memilih warna yang selaras dengan perabotan dan mempertimbangkan suasana ruangan yang ingin dibuat.

    4. Tonjolkan Beberapa Barang

    Kamu tidak perlu membeli furnitur set baru atau segudang hiasan buat menambah estetika rumah. Cukup dengan menonjolkan beberapa furnitur atau hiasan untuk memberi karakter pada ruangan.

    Kamu bisa beli item dengan kain, siluet, atau warna yang menarik. Misalkan karpet warna warni dan lukisan yang dramatis.

    5. Gunakan Barang Thrifted atau Antik

    Kunjungi toko loak atau antik untuk mencari barang-barang unik tapi terjangkau buat menghias rumah. Kamu juga bisa menggunakan kembali barang-barang dengan cara yang unik untuk menciptakan perabotan fungsional dengan gaya vintage.

    Itulah cara hias rumah dengan budget minim buat beri penampilan baru pada ruangan. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Mau Bangun Rumah 1 atau 2 Lantai? Coba Pertimbangkan Ini


    Jakarta

    Banyak rumah di Indonesia dibangun dengan satu atau dua lantai. Jumlah lantai ini memang menjadi salah satu hal pertama yang perlu diputuskan ketika bangun rumah.

    Baik satu atau dua lantai, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, yang paling utama adalah menentukan sesuai kebutuhan penghuninya.

    Nah, buat kamu yang masih bingung berapa lantai yang cocok buat hunianmu, berikut ini beberapa pertimbangan buat memilih jumlah lantai terbaik saat bangun rumah, dilansir dari G. J. Gardener, Kamis (2/5/2024).


    1. Luas Tanah

    Luas tanah pastinya menjadi pertimbangan utama untuk menentukan jumlah lantai. Nah, harga properti dari waktu ke waktu semakin tinggi, sehingga banyak yang memilih ukuran tanah yang lebih kecil. Oleh karena itu, biasanya pemilik rumah memaksimalkan lahan dengan membangun rumah bertingkat.

    2. Biaya

    Ketika membangun rumah dua lantai, tentunya biaya pembangunan akan lebih mahal. Kira-kira kamu bisa mengeluarkan biaya 30% lebih banyak daripada rumah satu lantai.

    Kamu perlu mengeluarkan uang lebih untuk perencanaan, izin, perancah, baja, tangga, serta biaya pembangunan yang lebih lama. Akan tetapi, hal ini tentunya sebanding dengan meningkatnya nilai rumah kalau dijual kembali.

    3. Pemandangan

    Pemandangan sekitar rumah yang akan dibangun bisa menjadi salah satu pertimbangan kamu dalam menentukan tingkat rumah. Kalau ingin mendapat pemandangan yang lebih luas, maka rumah dua tingkat lebih cocok buat kamu. Apalagi kalau pemandangan di lantai dasar terhalang pohon ataupun rumah-rumah lainnya.

    4. Layout Rumah

    Layout rumah pun akan berbeda tergantung pada jumlah lantai. Rumah satu lantai cocok untuk konsep ruang lebih terbuka dan luas. Sementara rumah dua lantai lebih fleksibel dalam layout, serta memungkinkan privasi buat penghuninya.

    5. Gaya Hidup

    Setiap keluarga memiliki gaya hidup dan kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga jumlah lantai sangat menyesuaikan. Kamu bisa mempertimbangkan privasi, jumlah ruang, adanya anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Hal ini juga harus menjadi pertimbangan, termasuk buat merencanakan pensiun.

    Itulah beberapa pertimbangan untuk menentukan jumlah lantai saat bangun rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bangun Rumah Murah Hemat Biaya Supaya Nggak Boncos


    Jakarta

    Harga rumah memang sangat mahal, bukan? Sebagian orang mungkin mulai mempertimbangkan membangun rumah sendiri dibanding beli jadi. Nah, kamu bisa saja membangun rumah murah daripada bersaing di pasar perumahan yang mahal.

    Meski bukan proyek yang mudah, kamu bebas membangun rumah sesuai selera dan anggaran yang dimiliki. Berikut ini beberapa tips membangun rumah murah dengan budget terbatas, dilansir dari Rocket Mortgage, Jumat (3/5/2024).

    Tips Bangun Rumah Murah

    1. Desain Rumah Sederhana

    Cara termurah membangun rumah adalah menggunakan desain sederhana. Kamu dapat merancang rumah dengan tradisional seperti bentuk denah yang kotak atau persegi. Kemudian, buat desain atap yang sederhana yang tidak memerlukan terlalu banyak material.


    2. Cari Jasa Kontraktor

    Jika kamu punya pengalaman membangun rumah atau kenal tukang bangunan yang andal, kamu bisa menjadi kontraktor sendiri. Hal ini akan sangat membantu menghemat biaya pembangunan.

    Namun, kalau kamu tidak berpengalaman, sebaiknya menggunakan jasa subkontraktor untuk beberapa bagian pembangunan. Sebab, apabila sampai terjadi kesalahan, maka bisa memakan banyak biaya dan waktu.

    3. Rencanakan Anggaran

    Buat perencanaan anggaran dengan matang untuk merinci pengeluaran selama pembangunan rumah. Walau rencana yang dibuat tidak selalu akurat, anggaran ini akan membantu mengarahkan pembangunan supaya pengeluaran tidak berlebihan.

    Apabila menemukan perubahan harga atau pengeluaran lebih, pastikan untuk mencatatnya sebagai dokumentasi. Setidaknya kamu harus tahu ke mana uang itu digunakan dan untuk apa.

    4. Pilih Material yang Terjangkau

    Nah, kamu mesti pintar-pintar berbelanja material. Pilihlah material dengan harga terjangkau tapi tidak menurunkan kualitas. Kamu bisa membandingkan jenis material atau toko untuk mendapatkan harga yang pas di kantong. Tak lupa juga mencari diskon dan promo ketika belanja.

    5. DIY alias Lakukan Sendiri

    Mungkin ada beberapa hal tambahan yang kamu inginkan di rumah baru. Misalkan mengecat atau menambah lapisan lantai. Kalau kamu yakin bisa melakukan sendiri untuk menghemat biaya jasa. Perlu diingat juga kalau tidak semua hal dilakukan sendiri bisa menghemat uang, apalagi kalau kamu tidak yakin bisa mengerjakannya.

    Itulah cara membangun rumah murah agar lebih ramah di kantong. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Bikin Rumah Terasa Sejuk Seperti Bangunan Peninggalan Belanda


    Jakarta

    Bangunan peninggalan Belanda sejak awal tidak memakai AC di dalamnya, tetapi bisa tetap terasa sejuk. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi kebanyakan rumah di Indonesia yang lebih modern justru mengandalkan AC. Sebenarnya bagaimana cara bikin rumah terasa sejuk seperti bangunan peninggalan Belanda?

    Seperti yang diketahui bangunan Belanda banyak ditemukan di Indonesia karena peninggalan bekas penjajahan. Bangunan peninggalan Belanda tidak hanya berbentuk rumah pemerintahan seperti di Kota Tua, di sekitar Jakarta juga banyak rumah dengan arsitektur Belanda yang bisa ditemui.

    Bukannya dihancurkan, bangunan peninggalan Belanda ini justru dirawat oleh pemerintah setempat, dibeli dan digunakan sebagai hunian, hingga dijadikan objek wisata.


    Ada berbagai alasan bangunan peninggalan Belanda tetap dipertahankan. Misalnya karena arsitektur bangunan yang klasik, bentuk bangunan yang terlihat kokoh, halamannya yang luas, hingga bangunannya yang dikenal sejuk.

    Ternyata bangunan peninggalan Belanda di Indonesia memang di desain menyesuaikan iklim tropis di sini. Maka tidak heran bangunannya banyak memakai warna putih atau cerah dengan banyak jendela untuk sirkulasi udara yang baik.

    Selain itu, ada beberapa aspek bangunan lain yang unik dari bangunan peninggalan Belanda yang bisa dicontoh untuk rumah-rumah masa kini agar terasa sejuk. Melansir dari CNBC, Sabtu (4/5/2024), penyedia jasa konstruksi, Gravel Indonesia berikut 5 cara bikin rumah terasa sejuk seperti bangunan peninggalan Belanda.

    1. Menggunakan Bata Tebal

    Dinding rumah berfungsi sebagai fondasi utama dan pelindung dari panas dan hujan. Maka bahan yang digunakan tentu tidak main-main. Jika biasanya bangunan modern dindingnya hanya setengah bata, bangunan peninggalan memakai bata tebal. Cara ini efektif membuat rumah terasa sejuk.

    “Dindingnya yang tebal membuat sinar matahari butuh waktu lama buat bikin dinding rumah kolonial jadi lebih panas. Efeknya, tentu rumah jadi lebih sejuk,” kata Gravel.

    2. Halaman yang Luas

    Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, mereka adalah tuan tanah di sini. Tidak heran bangunan pada masa itu memiliki halaman yang luas. Namun, itu bukan alasan sebenarnya. Halaman yang luas dinilai mampu membuat teras terhindar dari percikan air hujan dan mengurangi panas matahari. Selain itu, teras rumah mereka juga memiliki teritiasan atau atap tambahan yang cukup dalam.

    “Selain membuat teras terhindar dari tempias air hujan, keberadaan teritisan juga bisa mengurangi panas matahari langsung terkena dinding rumah,” tambahnya.

    3. Langit-langit Rumah yang Tinggi

    Jika kamu hanya memiliki halaman yang terbatas, kamu bisa mengusahakan bagian langit-langit rumah dibuat tinggi. Bangunan peninggalan Belanda identik dengan langit-langit yang tinggi untuk menambah kesejukan di dalamnya.

    Semakin tinggi Langit-langit rumah, menurut Gravel dapat menarik udara panas setinggi mungkin sehingga bagian bawa lebih terasa dingin.

    “Tinggi lantai ke atap ini berpengaruh juga yah. Makin tinggi atap, udara panas naik makin jauh ke atas. Hasilnya, bagian ruangan jadi lebih dingin,” jelas Gravel.

    4. Banyak Jendela

    Perputaran udara di dalam bangunan peninggalan Belanda juga terbantu berkat sirkulasi udara yang baik. Jika kamu perhatikan, bangunan peninggalan Belanda memiliki jumlah jendela yang banyak. Jendela adalah akses udara masuk dan keluar. Kamu tidak perlu menggunakan AC karena rumah sudah terasa sejuk berkat sirkulasi yang baik.

    “Jendela yang banyak dengan langit-langit tinggi membuat udara bisa bebas keluar masuk alias banyak angin!” ungkap Gravel.

    5. Penggunaan Lantai Teraso

    Tidak hanya pada bagian atas, bagian bawah seperti lantai juga berperan membuat rumah terasa sejuk. Bangunan peninggalan Belanda diketahui menggunakan lantai teraso yakni salah satu jenis lantai yang terbuat dari beberapa bahan baku, seperti marmer, granit, dan batu alam. Jenis lantai terasi dikenal dapat menyejukkan ruangan dan memiliki corak yang menarik.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jual Rumah Perlu Cantumin Alamat Lengkap? Ini Kata Agen Properti



    Jakarta

    Saat menjual rumah, biasanya pemilik rumah akan mencantumkan alamat rumah. Namun, sebaiknya alamat rumah jangan dicantumkan secara lengkap karena bisa saja digunakan untuk tindak kejahatan.

    Melakukan bisnis properti memang memiliki suka dukanya tersendiri. Dengan adanya internet, proses pemasaran rumah jadi lebih mudah. Namun di sisi lain, dengan adanya internet, tingkat kejahatan yang ada juga semakin meningkat.

    Tindakan kejahatan yang sering terjadi biasanya berupa penipuan yang mengatasnamakan pemilik rumah yang sedang di jual. Pasalnya, penjahat ini menggunakan duplikasi dokumen dan detail rumah yang sedang dijual tersebut.


    Para penjahat ini bisa dengan mudah mengambil gambar dari rumah yang sedang dijual tersebut menggunakan kamera ponsel berdasarkan dari alamat lengkap yang dicantumkan oleh penjual asli.

    Bolehkah Mencantumkan Alamat Lengkap Rumah yang Dijual?

    Menurut Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro, bila rumah tersebut kosong, tidak masalah bila penjual ingin mencantumkan alamat lengkapnya, namun alangkah baiknya bila alamat rumah tersebut tidak ditulis secara detail. Begitu pula dengan rumah dijual yang masih ditinggali oleh penjualnya.

    “Kalau sekarang sih kalau kasih, ya kasih aja. Biasanya dikasih tapi nggak detail juga. Misalkan kalau di Pondok Indah, ya di Pondok Indah aja. Kalau ada yang nanya, baru nanti sama client kita ketemu di mana gitu, biar liat lokasinya bareng. Kalau misal di Cipete, nah Cipete kan luas tuh, yaudah tulisnya Cipete aja. Atau misal ditambah dekat apa, di jalan apa, masukin aja tapi nggak usah detail kasih alamatnya,” terang Nina saat dihubungi, Sabtu (4/5/2024).

    “Kecuali kalau rumahnya kosong, nggak apa cantumin detail alamatnya. Misal rumahnya udah mau ambruk lah gitu, nah itu boleh dicantumkan saja google mapnya di mana. Kalau rumah masih ditinggali kan nggak perlu,” sambungnya.

    Lalu, sebenarnya apa saja sih detail rumah yang boleh dan tidak boleh kita cantumkan pada saat memasarkan rumah tersebut?

    Nina mengatakan, pada umumnya standar detail yang harus ditulis saat memasarkan sebuah rumah baru cenderung harus lebih detail dibandingkan dengan rumah lama atau rumah second.

    Ia mengatakan bahwa detail yang harus ditulis saat menjual rumah baru itu berupa keterangan lengkap fasilitas rumah tersebut, seperti detail jumlah ruangan, fitur rumah, dan lainnya. Sementara itu, untuk rumah lama biasanya hanya cukup mencantumkan jumlah ruangan saja.

    “Kalau rumah baru, cantumkan keterangan fasilitas apa saja yang ada di dalam rumah. Seperti ruangan kamar tidur, kamar mandi, garasi, carport, daya listriknya berapa. Biasanya detail lebih seperti spek (spesifikasi) rumahnya juga dicantumkan seperti apa. Kalau rumah lama sih biasanya nggak dicantumin, cuma tempat tidur, kamar mandi, gitu aja,” jawab Nina melalui telepon, Sabtu (4/5/2024).

    Selain itu, Nina juga menyarankan para penjual rumah untuk lebih bijak dalam menjaga dokumen penting supaya rumah tersebut terhindar dari kejahatan berlebih.

    Walaupun sudah janjian juga kadang masih ada cyber crime. Makanya kita harus pintar amanin dokumen.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cicilan KPR Bisa Melonjak Gegara Suku Bunga Naik, Begini Solusinya



    Jakarta

    Beberapa waktu lalu Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah serta memastikan inflasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi nasabah KPR atas potensi meningkatnya cicilan KPR karena kenaikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Lantas, apa yang bisa dilakukan kalau kondisinya sudah begini?

    Chief Marketing Officer Pinhome Fibriyani Elastria menjelaskan bunga KPR biasanya mengalami kenaikan saat suku bunga meningkat. Ia menyatakan pembayaran KPR sebenarnya masih aman di beberapa tahun pertama cicilan dengan diterapkannya fixed rate.


    Namun, persoalan ini akan terasa ketika memasuki tahun yang menerapkan floating rate, dengan berubahnya bunga KPR mengikuti pergerakan pasar. Pada masa ini cicilan KPR bisa lebih mahal, terutama saat suku bunga naik.

    Solusi Cicilan KPR Makin Mahal

    “Ada solusi lagi namanya adalah KPR take over, di mana memang itu solusi yang khusus diberikan di saat cicilan sudah menyentuh bunga floating. Bisa di-refinance lagi, sehingga kembali ke bunga fixed untuk 3 tahun 5 tahun,” ujar Fibri kepada detikcom belum lama ini.

    Bahkan, ketika dihitung-hitung cara ini bisa lebih menghemat ungkap Fibri. Ia mencontohkan apabila sisa cicilan sebesar Rp 500 juta, lalu begitu di-refinance bisa cukup hanya membayar Rp 450 juta.

    Fibri memberikan tips praktis buat nasabah mencari tahu perhitungan ini, yakni salah satunya menggunakan KPR simulator. Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan platform online untuk mengulik informasi terkait program bank dan KPR take over tanpa perlu menghubungi bank satu per satu.

    Kemudian, Fibri menerangkan KPR take over memang melalui proses perpindahan bank. Pemilik rumah akan menjadi nasabah baru, sehingga dapat penawaran program yang lebih menarik buat menyiasati beban cicilan yang semakin tinggi tersebut.

    “Prosedurnya sebetulnya hampir mirip sama prosedur di saat mau mengajukan KPR Rumah. Jadi dokumen-dokumennya nanti yang perlu dilihat lebih kepada dokumen yang sudah di-submit di saat mengajukan KPR di awal dokumen terkait sama para propertinya,” jelasnya.

    Selanjutnya, pihak bank akan melihat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau BI Checking untuk melihat kemampuan finansial nasabah. Langkah tersebut juga untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab nasabah dalam memenuhi kewajibannya.

    Selain itu, nasabah tetap bisa melakukan refinancing di bank yang sama. Akan tetapi, biasanya membutuhkan pelunasan sebagian besar agar cicilan menjadi lebih kecil. Opsi ini cocok ketika sedang memiliki uang lebih yang dapat disisihkan.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com