Tag: rumah

  • 5 Faktor yang Pengaruhi Harga Rumah, Cek Dulu Sebelum Transaksi Ya!


    Jakarta

    Properti merupakan instrumen investasi jangka panjang yang banyak dilirik orang masyarakat, salah satuya berupa rumah. Harga rumah sering kali naik, sehingga menjadikan investasi properti salah satu andalan masyarakat untuk menanamkan kekayaannya.

    Bukan hanya sebagai tempat tinggal, pemilik bisa sewaktu-waktu menjual rumahnya dengan harga lebih mahal dari awal pembelian. Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga rumah.

    Mengutip dari AESIA, Kementerian Keuangan, Jumat (14/6/2024) harga dan nilai rumah kerap menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih sebuah hunian. Misalnya, rumah yang tidak begitu besar yang terletak di wilayah strategis akan memiliki harga yang berbeda dengan rumah yang luas dan terletak di wilayah yang sulit dilewati kendaraan.


    Umumnya, harga rumah dapat mencerminkan kualitas dari properti tersebut. Lantas, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi harga rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Rumah

    1. Lokasi

    Lokasi merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai dan harga jual rumah. Lokasi meliputi lingkungan di sekitar rumah secara fisik maupun sosial.

    Faktor penentu harga dari segi fisik yakni faktor landscape, vegetasi, temperatur udara, kualitas air, hingga suasana sekitar rumah. Sedangkan faktor sosial yang mempengaruhi harga yakni tingkat hidup dan sikap warga sekitar lokasi.

    2. Aksesibilitas

    Selanjutnya, akses rumah ke pusat kegiatan atau keramaian juga mempengaruhi harga rumah. Bagi orang yang memiliki mobilitas tinggi, faktor ini dijadikan sebagai penentu utama dalam memilih sebuah hunian.

    Rumah yang memiliki akses mudah ke pusat keramaian, pusat perbelanjaan, pusat perkantoran, serta jalan tol memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding rumah yang jauh dari pusat keramaian.

    3. Kondisi Fisik

    Kondisi fisik rumah juga sangat menentukan harga jual rumah karena semua konsumen ingin memiliki hunian yang aman dan nyaman. Rumah dengan tipe baru akan lebih banyak diminati dibanding rumah tipe lama. Sama halnya dengan usia bangunan, semakin tua usia rumah, maka peminatnya akan semakin sedikit.

    4. Harga Properti Sekitar

    Selain itu, harga properti di sekitar lokasi rumah pun turut mempengaruhi harga rumah. Hal ini karena harga rumah cenderung mengikuti harga properti lain yang sudah terjual lebih dulu di sekitar lokasi rumah. Untuk itu, Anda perlu melakukan riset pasar harga di wilayah sekitar rumah yang akan dijual.

    5. Kelengkapan Surat

    Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi jual beli rumah, pastikan legalitas rumah sudah aman dan melengkapi semua surat-surat berharga seperti IMB, Akta Jual Beli (AJB), serta Sertifikat Hak Milik. Surat-surat ini akan mempengaruhi nilai dan harga jual rumah.

    Itulah beberapa faktor penentu harga jual rumah yang perlu Anda ketahui.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kriteria Pilih Lokasi Terbaik buat Beli Rumah


    Jakarta

    Lokasi menjadi pertimbangan penting ketika hendak beli rumah. Lokasi dapat mempengaruhi aktivitas penghuninya serta menentukan nilai properti.

    Bayangkan, rumah bisa saja direnovasi kalau ada yang tidak sesuai, namun lokasi rumah tidak dapat diganti bukan? Oleh karena itu, pastikan melakukan penilaian dan pertimbangan yang matang sebelum memutuskan beli rumah.

    “Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti, Steve Sudijanto kepada detikcom beberapa waktu lalu.


    Kalau begitu, apa saja kriteria dalam memilih lokasi terbaik untuk membeli rumah? Simak penjelasan berikut ini ya!

    Tips Pilih Lokasi buat Beli Rumah

    1. Dekat Transportasi Umum

    Rumah yang berlokasi dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Sebab, penghuni rumah bisa bepergian dengan mudah dan umumnya harga transportasi umum lebih murah, jadi bisa hemat biaya transportasi.

    2. Ada Sarana Penunjang yang Lengkap

    Selain itu, sarana penunjang sangat dibutuhkan di sekitar rumah. Misalnya, layanan kesehatan, sekolah, pusat perbelanjaan, dan kantor.

    Jika hunian dekat dengan sarana penunjang, tentunya penghuni rumah tidak perlu buang-buang waktu serta bepergian jauh untuk mendapatkan kebutuhan dasar yang diperlukan.

    3. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Hunian di daerah rawan bencana perlu menjadi pertimbangan. Misalnya, seperti daerah rawan banjir.

    “Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tutur Steve.

    Ia melanjutkan, ada baiknya sebelum memutuskan membeli rumah di wilayah rawan banjir, calon pembeli mendatangi area perumahan dan bertanya atau berdiskusi dengan lurah atau RT setempat terkait frekuensi kejadian banjir di wilayah itu.

    4. Lingkungan yang Aman

    Lebih dari itu, keamanan lingkungan rumah juga menjadi pertimbangan bagi para calon pembeli rumah. Maka dari itu, sebaiknya membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah, atau bisa membeli hunian di komplek atau cluster karena biasanya ada satpam yang berjaga.

    “Untuk faktor keamanan, hunian/rumah cluster lebih baik,” kata Steve.

    5. Ada Sumber Air Bersih

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang mutlak dimiliki oleh setiap orang. Maka dari itu, jika ingin membeli rumah, pastikan terdapat air bersih.

    Itulah beberapa lokasi yang bisa jadi pertimbangan ketika membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jurus Jitu Bersihkan Lantai Rumah Supaya Kinclong Maksimal


    Jakarta

    Rumah yang bersih membuat beraktivitas di sekitar rumah sangat nyaman. Salah satu indikator rumah bersih antara lain dari kondisi lantai yang bersih dan berkilau.

    Kebanyakan lantai rumah sekarang ini menggunakan keramik yang glossy. Namun, jenis lantai ini mudah kotor dan berminyak, sehingga kurang nyaman berjalan di atasnya.

    Oleh karena itu, penting sekali membersihkan lantai dengan rajin kalau pengin beraktivitas dengan nyaman di rumah. Yuk, simak cara membersihkan lantai biar kinclong maksimal, dikutip dari Mulia Ceramics, Jumat (14/6/2024).


    Tips Bersihkan Lantai

    1. Biasakan Menyapu Secara Rutin

    Cara paling sederhana untuk membuat lantai bersih dan mengkilap tentu dengan rutin menyapunya. kamu bisa menyapu lantai dua kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Untuk kamu yang tinggal di daerah yang sering berdebu mungkin kamu akan menyapu lebih sering. Dengan rajin menyapu lantai, kotoran tak mudah membekas dan lantai keramik kamu bisa selalu kinclong.

    2. Pel dengan Air Hangat

    Gunakan air hangat untuk mengepel lantai supaya kotoran yang menempel pada permukaan keramik lebih mudah dibersihkan lho! Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengepel menggunakan air hangat. kamu juga bisa tambahkan juga cairan pembersih lantai setiap kali kamu akan mengepel agar proses pembersihan maksimal.

    Hal yang perlu diingat ketika mengepel adalah untuk menggunakan kain pel dari bahan lembut sebab kain yang kasar dapat menggores keramik hingga mengurangi keindahannya.

    Selain memperhatikan kain pel, jangan lupa untuk rutin mengganti air bilasan karena kotoran umumnya akan ikut larut dalam air ketika kamu membilas. Gantilah air dalam ember secara rutin untuk memastikan bahwa tidak ada kotoran yang menempel lagi nanti ketika mengepel.

    Dengan menggunakan kain pel dan air bilasan bersih, kamu bisa memastikan bahwa lantai benar-benar bersih dan kinclong.

    3. Pakai Pembersih dari Bahan Alami

    Selain pembersih lantai komersil, ternyata kamu juga coba beberapa bahan alami sebagai alternatif pengganti cairan pembersih lantai, lho! Berikut daftar bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mengepel lantai:

    Baking Soda

    Baking soda memang ampuh untuk menghilangkan noda berminyak pada permukaan lantai. kamu cukup menaburkan baking soda pada bagian-bagian yang susah dibersihkan, kemudian pel bagian tersebut memakai kain pel yang sudah dibasahi. Cara ini dapat menghilangkan noda membandel yang menempel pada permukaan keramik lantai glossy sehingga terlihat mengkilap.

    Larutan Cuka

    Cuka juga salah satu bahan alami yang ampuh untuk mengusir kotoran dan membuat permukaan lantai semakin kinclong. Caranya, siapkan cuka dan seember air, lalu campurkan cuka setengah dengan segelas air sebanyak satu ember. Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu juga bisa menambahkan perasan air lemon untuk mengangkat kotoran membandel dan menciptakan aroma wangi.

    Larutan Teh

    Ternyata teh selain untuk dikonsumsi juga sangat baik untuk membuat lantai keramik tetap mengkilap. kamu cuma perlu menyeduh teh ke dalam air panas, diamkan hingga dingin. Ambil kain bersih, kemudian celupkan ke dalam teh tersebut. Usapkan pada area lantai yang nodanya membandel tak lama kemudian noda akan luntur dalam sekejap.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 3 Cara Alami Ini untuk Ciptakan Udara Segar di Rumah


    Jakarta

    Udara segar sangat bagus untuk kesehatan tubuh dan pikiran penghuni rumah. Namun, kini udara segar semakin sulit didapatkan, terutama kalau tinggal di perkotaan yang banyak polusi udara.

    Apalagi kalau cuaca di siang hari terik, sehingga udara di dalam rumah terasa gersang. Jika hanya mengandalkan AC untuk mendapatkan udara segar, maka tagihan listrik bisa mahal serta kondisi lingkungan tidak membaik.

    Lalu, bagaimana cara menciptakan udara segar secara alami di rumah? Yuk, simak caranya berikut ini yang dilansir dari Klik Hijau, Jumat (14/6/2024).


    Cara Alami Bikin Udara Segar di Rumah

    1. Menyiasati Tinggi Plafon Rumah

    Plafon RumahCiptakan Udara Segar di Rumah Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Ukuran ruangan bisa diatur dengan ketinggian plafon rumah yang juga menentukan suasana hawa dalam rumah. Semakin pendek atau rendah plafon akan semakin membuat suasana rumah kamu jadi gerah.Karena itulah, sebaiknya kamu membuat plafon rumah agak lebih tinggi. Desain plafon yang tinggi akan memperlambat suhu panas masuk ke dalam rumah.

    Karena sinar matahari nggak akan langsung masuk ke dalam rumah tapi mengenai dinding luar rumah. Kemudian masuk ke dalam atap. Dari rangka tersebut kemudian akan ke plafon lalu mengaliri seisi rumah. Maka dengan plafon yang tinggi udara yang masuk memiliki lebih banyak ruang untuk bergerak masuk sehingga akan terasa lebih sejuk dan segar.

    2. Menempatkan Tanaman dalam Ruangan

    Decorative sansevieria plant on wooden table in living room. Sansevieria trifasciata Prain in gray ceramic pot.Ciptakan Udara Segar di Rumah Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Kualitas udara bukan cuman dipengaruhi dari udara dari luar saja, tetapi juga tercipta dari dalam ruangan. Maka menempatkan tanaman dalam rumah bisa menjadi solusi baik untuk menciptakan udara yang segar dan sejuk secara alami.

    Tanaman memang merupakan pencipta udara yang segar,sejuk dan alami serta juga bisa menciptakan energi positif bagi penghuni rumah. Ada beberapa tanaman yang bisa jadi pilihan untuk ditempatkan di dalam rumah, di antaranya lidah mertua, lidah buaya, peace lily dan bambu palm. Dengan adanya tanaman dalam ruangan, selain bisa menyerap polusi (karbon dioksida) juga bisa membuat suasana rumah lebih elegan dan estetik.

    3. Rutin Membuka Jendela

    Jenis-Jenis jendela/Susan Vineyard via iStockCiptakan Udara Segar di Rumah Foto: Susan Vineyard via iStock

    Membuka jendela dapat menciptakan sirkulasi udara yang baik. Semakin baik sirkulasi udara, rumah kamu akan semakin terasa sejuk dan segar. Terhindar jauh dari rasa gerah. Ini juga akan mengusir aroma pengap yang ada dalam rumah apalagi saat musim hujan tiba.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Akibat Tanam Pohon Dekat Rumah, Begini Jarak Idealnya


    Jakarta

    Halaman rumah yang berisi tanaman dan tumbuhan hijau seperti pohon tentu membuat suasana sekitar hunian terasa lebih asri dan sejuk. Akan tetapi, menanam pohon terlalu dekat rumah ternyata justru dapat menimbulkan masalah, lho!

    Pasalnya, kalau salah menanam pohon, terutama jaraknya malah akan merepotkan penghuni rumah. Misalkan, menanam pohon besar dekat rumah, lalu batang atau ranting jatuh hingga merusak bangunan rumah.

    Jika ingin menanam pohon di dekat rumah, jangan lupa memperhatikan jarak yang baik supaya nggak mengganggu rumah. Kalau begitu, berapa jarak ideal untuk menanam pohon di dekat rumah?


    Mengutip dari Jimstrees, Jumat (14/6/2024) berikut ini merupakan jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah.

    1. Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak minimal 3 meter dari bangunan
    2. Tinggi pohon 8-15 meter, jarak minimal 4-6 meter dari bangunan
    3. Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

    Hal ini perlu dilakukan agar pohon yang ditanam tidak menimbulkan masalah di rumah. Memangnya, menanam pohon di dekat rumah dapat menimbulkan masalah? Yuk, simak penjelasan berikut yang dikutip dari Redstree.

    Masalah Akibat Tanam Pohon Dekat Rumah

    1. Daun, Dahan dan Batang Mengganggu

    Biasanya pohon yang besar dan rindang bisa menimbulkan masalah di rumah. Saat musim kemarau, daun-daun kering akan memenuhi halaman sehingga kita harus lebih sering lagi untuk membersihkan halaman.

    Belum lagi bila daun-daun tersebut menumpuk dan menghalangi saluran air di tanah atau di talang air. Bisa-bisa banyak genangan air di rumah. Selain itu, batang pohon yang semakin hari semakin besar juga bisa mengganggu pemandangan juga bisa mengganggu atap rumah kita.

    2. Akar Menyebar

    Pohon yang tumbuh juga akan memiliki akar yang makin besar setiap harinya. Secara umum, pohon akan tumbuh satu hingga 3 kali lebarnya kanopi. Pada beberapa kasus, akar pohon tumbuhnya dua kali lipat dari tumbuhnya ketinggian pohon itu sendiri. Akar pohon yang membesar di tanah ini akan berdampak pada pondasi rumah kita.

    Maka dari itu, pohon yang tumbuh lebih agresif harus ditanam jauh dari pondasi, pipa air juga jalur septic tank. Jika kamu tidak memiliki ruang yang cukup bagi pohon untuk tumbuh sesuai ukuran yang diharapkan, pertimbangkan spesies yang lebih kecil, atau buat opsi lanskap lain yang mungkin lebih cocok untuk area tersebut.

    Sistem akar pohon sangatlah kompleks, dan jika dibiarkan tumbuh di dekat pondasi atau saluran utilitas, hal ini dapat memberikan tekanan dan menyebabkan kerusakan serius. Jika kamu berencana untuk tinggal di rumah dalam jangka panjang, ini merupakan pertimbangan yang sangat penting.

    Seiring bertambahnya usia pohon, akarnya akan semakin dalam dan menyebar lebih jauh. Jika benda-benda tersebut masuk ke dalam pondasi rumah kamu, hal ini dapat menyebabkan retakan atau membahayakan integritas struktur.

    3. Ranting atau Pohon Tumbang

    Selain itu, menempatkan pohon tua dan rindang terlalu dekat dengan rumah juga dapat menimbulkan sejumlah akibat yang berbahaya. Angin, hujan atau badai dapat membuat cabang-cabang besar menembus jendela atau atap rumah. Yang lebih berbahaya lagi adalah kemungkinan tumbangnya pohon di dekat rumah kamu, yang berpotensi merusak dan mematikan.

    Beberapa pohon juga rentan karena memiliki kayu yang lemah, sehingga menarik serangga dan meningkatkan kemungkinan pohon sakit atau mati. Pada gilirannya, hal ini menimbulkan risiko jatuh yang lebih besar.

    4. Tingkatkan Kelembaban Tanah

    Pepohonan menyebabkan kelembaban tanah berfluktuasi karena tingkat air yang dibutuhkan untuk menjaga pohon tetap hidup. Hal ini dapat menimbulkan masalah yang signifikan jika pohon berada terlalu dekat dengan rumah kamu, karena tanah yang menyusut dan mengembang akan memberikan tekanan pada fondasi dan pada akhirnya dapat menyebabkan keretakan atau pergeseran.

    5. Pengendapan Beton

    Saat beton mengendap, kemungkinan besar beton akan retak dan bergeser. Sistem akar yang besar dapat memperburuk trotoar atau pondasi semen yang terkena dampak. Jika terjadi pergeseran yang signifikan, baik secara alami, karena akar pohon, atau kombinasi keduanya, hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan dan mengurangi keutuhan rumah atau trotoar.

    Itulah jarak ideal untuk menanam pohon di dekat rumah beserta masalah yang ditimbulkan dari menanam pohon besar di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini 5 Ciri-ciri Rumah Kamu Diserang Rayap


    Jakarta

    Rayap adalah serangga pemakan kayu yang bisa merusak furniture dan struktur bangunan rumah. Barang-barang yang terbuat dari kayu bisa dilahap oleh rayap, hingga bagian dalamnya keropos hingga rusak.

    Serangan rayap akan semakin parah karena mereka hidup dalam bentuk koloni. Oleh karenanya, penting mengetahui cara mengidentifikasi kalau ada rayap di rumah.

    Lalu, apa saja ciri-ciri rumah sudah diserang rayap? Ayo, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari US Pest, Jumat (14/6/2024).


    Ciri-ciri Rumah Kena Serangan Rayap

    1. Struktur Benda Kayu di Rumah Mulai Berongga

    Benda kayu yang sudah dilahap rayap akan memiliki rongga di dalamnya. Kamu bisa coba mengetuk permukaan kayu yang kamu curigai sedang diserang rayap.

    Apakah terdengar suara hampa? Jika ya, maka dapat dikatakan bahwa barang yang terbuat dari kayu sedang dimakan oleh serangga kecil namun berbahaya ini.

    Rayap tumbuh subur di lingkungan yang gelap dan lembab, artinya mereka akan mulai memakan bagian dalam bangunan kayu, bukan permukaannya. Kayu di permukaannya akan terlihat masih baik-baik saja, namun saat diketuk akan terdengar hampa karena sudah berongga akibat digerogoti oleh rayap.

    2. Terlihat Kawanan Laron

    Laron atau rayap bersayap yang sedang dalam tahap reproduksi disebut gerombolan. Mereka berkerumun untuk menciptakan koloni baru. Mereka biasanya akan muncul saat kelembaban tinggi menjelang musim penghujan.

    Rayap bersayap ini menyukai cahaya terang dan mudah ditemukan di dekat jendela. Jejak yang ditinggalkan bisa terlihat dari tumpukan sayap lepas berserakan di ambang jendela, lantai dan tempat lainnya.

    Laron adalah tanda pertama bahwa ada rayap di sekitar kita, di bawah tanah, di dalam tembok atau pada plafon rumah, pohon di halaman atau di rumah tetangga.

    3. Cat Retak atau Robek pada Permukaan Kayu

    Lalu, perhatikan kalau ada cat retak atau robek pada permukaan kayu. Rayap dapat memasuki celah terkecil sekalipun pada permukaan kayu, meninggalkan benjolan atau riak di bawah cat.

    Jadi, pastikan kamu menutup semua retakan atau bukaan pada dinding serta permukaan kayu lainnya untuk menghindari serangan kutu.

    4. Terdapat Tabung Lumpur di Dinding

    Kamu juga bisa mengidentifikasi keberadaan rayap dengan melihat ada tabung lumpur di dinding. Rayap membuat tabung lumpur untuk menjaga kelembapannya saat mencari makanan.

    Biasanya, mereka akan mulai membuat tabung ini di kayu lembab yang biasanya ditemukan di ruang bawah tanah atau di fondasi rumah kamu. Jauhkan semua bahan bekas yang dapat mereka gunakan untuk membuat tabung lumpur seperti daun-daun membusuk atau serpihan kayu dari rumah kamu sehingga tidak menciptakan lingkungan yang ideal jadi tempat berkembangbiaknya rayap.

    5. Ada Kotoran Rayap di Sekitar Rumah kamu

    Rayap kayu akan meninggalkan kotoran berwarna coklat ketika melahap kayu. Kotoran ini bernama frass atau sering dikenal sebagai kotoran teter kayu. Biasanya ketika kamu melihat frass, itu jadi tanda rumah kamu sudah berada pada tahap serangan rayap serius. kamu mungkin butuh memanggil pengusir hama untuk melakukan penyemprotan insektisida di sekitar rumah.

    Itulah 5 ciri-ciri rumah kamu lagi diserang rayap. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mengusir Laba-laba biar Nggak Bersarang Lagi di Rumah


    Jakarta

    Sadar kah kamu, sering kali ada sarang laba-laba di sudut rumah, seperti dinding, plafon, dan jendela? Kalau kamu merasa sarang itu merusak estetika rumah, kamu bisa coba mengusir laba-laba.

    Sebab, sekadar membersihkan sarang tetap memungkinkan laba-laba kembali membangun sarangnya di rumah. Apabila dibiarkan, sarang laba-laba bisa bikin rumah terkesan kotor dan tidak terurus.

    Oleh karena itu, kamu mesti mesti mengatasi sumber masalah dengan mengusir laba-laba di dalam rumah. Yuk, simak cara usir laba-laba biar nggak betah tinggal di dalam rumah, dikutip dari Mirror, Jumat (14/6/2024).


    Cara Usir Laba-laba

    1. Tutup Semua Celah

    Laba-laba bisa masuk melewati celah kecil mana pun di rumah, maka kamu perlu menutup seluruh celah kecil yang berpotensi dimasuki laba-laba. Pakar pengendalian Hama di Fantastic Service, Jordan Foster menyarankan untuk menutup seluruh titik masuk laba-laba di setiap spot rumah dan pastinya ini memerlukan upaya dalam memperhatikan setiap celah.

    “Hindari membiarkan serangga pengganggu tersebut tinggal di rumah kamu dengan menutup semua titik masuk laba-laba di rumah. Bagian dinding, pintu, dan jendela harus ditambal dan disegel. Jangan lupa untuk meletakkan jaring di atas ventilasi dan tutupi perapian saat tidak digunakan. Berikan perhatian khusus pada dapur, loteng, dan kamar mandi, karena tingkat kelembapan yang tinggi menjadikannya tempat persembunyian yang populer,” ucap Jordan.

    2. Minyak Esensial Peppermint

    Selain sebagai aromaterapi, minyak esensial ternyata mampu membasmi hama, termasuk laba-laba. Khususnya aroma peppermint karena aroma ini terlalu menyengat untuk laba-laba yang memiliki pencium indera melalui kakinya.

    Untuk membuat ramuan tersebut, kamu perlu sekitar 20 tetes minyak esensial peppermint ke dalam botol berisi air, lalu menyemprotkannya ke setiap sudut dan celah rumah. kamu juga bisa menyemprotkannya ke selimut untuk mencegah mereka naik ke tempat tidur. Karena minyak ini beracun bagi hewan peliharaan, pastikan bahwa kamu menghindari metode ini dari peliharaan kamu.

    3. Lilin Aromaterapi Serai

    Serai biasanya digunakan untuk mengusir serangga seperti tawon dan nyamuk, tetapi lilin aromaterapi ini juga populer untuk membantu mengusir laba-laba yang tidak menyukai aroma seperti lemon, kayu manis, dan serai. Selain itu, laba-laba juga tidak menyukai asap sehingga peran lilin juga akan membantu menjauhkan laba-laba dari rumah dengan cara menaruhnya di dekat jendela.

    4. Cuka Putih

    Kamu juga bisa memakai bahan dapur, yakni cuka putih yang dipercaya memiliki khasiat yang dapat mencegah hama secara efektif. Apalagi, cuka memiliki kandungan asam asetat yang sangat sensitif bagi laba-laba.

    Metode ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan setengah air dan setengah cuka ke tempat laba-laba yang menyelinap masuk. Selain itu, cuka tidak memiliki efek yang berbahaya dan beracun sehingga aman untuk digunakan ketika kamu dekat hewan peliharaan.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Pilih Tukang Supaya Bangun Rumah Nggak Pakai Drama!


    Jakarta

    Demi mendapatkan hunian impian, banyak yang rela membangun atau merenovasi rumah sesuai selera. Tentunya peran tukang sangat penting untuk mewujudkan rumah impian dengan jasa konstruksi yang mereka tawarkan.

    Akan tetapi, terkadang ada saja masalah atau ‘drama’ yang muncul ketika berurusan dengan tukang. Misalkan hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau pengerjaan yang terlalu lama.

    Pastinya kamu nggak mau pusing gegara salah mempekerjakan tukang, kan? Yuk, hindari drama tukang dengan memilih tukang yang tepat seperti yang dilansir dari My Home Extension, Jumat (14/6/2024).


    Tips Pekerjakan Tukang Bangunan

    1. Tanya Pelanggan Lain yang Pernah Pakai Tukang yang Sama

    Kamu bisa menanyakan rekomendasi pribadi dari seseorang yang kamu percayai yang baru-baru ini menyewa tukang. Kalau kamu nggak bisa mendapatkan rekomendasi pribadi, kunjungi dua atau tiga contoh pekerjaan serupa yang telah dikerjakan tukang atau kelompok tukang yang sama.

    Dapatkan detail kontak orang-orang tempat mereka bekerja. Ajukan pertanyaan yang relevan. Apakah klien lama senang dengan kualitas pengerjaannya? Apakah ada masalah? Apakah pekerjaan dilakukan sesuai anggaran dan tepat waktu?

    Tukang yang memiliki reputasi baik akan dengan senang hati menunjukkan pekerjaan sebelumnya biar kamu punya bahan pertimbangan dalam memakai jasa mereka.

    2. Tukang Punya Kemampuan Komunikasi yang Baik

    Penting untuk memiliki komunikasi yang baik dengan tukang yang bekerja dengan kamu. Mereka mungkin bekerja di rumah Anda selama berbulan-bulan.

    Mampu berkomunikasi dengan mudah akan sangat membantu menyelesaikan masalah apa pun yang mungkin timbul di kemudian hari.

    Tanyakan siapa yang akan berada di lokasi setiap hari karena mungkin berbeda dengan orang yang menawar pekerjaan jika itu adalah perusahaan besar.

    Kalau kamu merasa nggak nyaman dengan seorang kontraktor, jangan mempekerjakan mereka, kata Citizens Advice.

    “Kamu selalu dapat menemukan orang lain untuk melakukan pekerjaan itu,” ujarnya.

    3. Siapkan Arahan Tertulis untuk Tukang

    Jangan terlalu cepat menghubungi tukang. Yang lebih penting adalah menyiapkan ringkasan tertulis, termasuk gambar detail jika memungkinkan, agar jelas dan spesifik tentang apa yang ingin Anda lakukan.

    Mintalah seorang arsitek melakukan perhitungan, sebelum kamu menanyakan harga. Perjelas tentang rentang waktu apa pun. Berikan salinannya kepada setiap tukang yang terlibat dalam proyek rumah yang mau kamu bangun.

    4. Bandingkan Harga Tukang

    Kalau kamu sudah punya sederet pilihan tukang, mintalah setidaknya tiga orang untuk menghitung harga pekerjaan yang sama. Penawaran adalah janji kontraktor untuk melakukan pekerjaan dengan harga tetap, sehingga kamu tahu berapa biayanya.

    Membandingkan penawaran akan membantu kamu mendapatkan harga yang wajar. Pastikan kamu mendapatkan penawaran dan bukan perkiraan.

    5. Jangan Pilih Tukang Hanya Karena Murah

    Apabila ada tukang yang memberikan perkiraan yang jauh lebih murah dibandingkan yang lain, berhati-hatilah. Periksa dengan tepat apa yang disertakan. Jangan berasumsi bahwa kontraktor telah mengizinkan segala sesuatunya kecuali dinyatakan secara eksplisit.

    Bicaralah dengan klien sebelumnya untuk memeriksa kualitas dan kecepatan pekerjaan. Jika kamu mempekerjakan seorang arsitek, dia harus dilibatkan dalam proses tender.

    Arsitek atau surveyor kuantitas untuk sebuah proyek besar akan memeriksa penawaran pembangun dan merekomendasikan mana yang harus dipilih.

    6. Jangan Lakukan Pembayaran Penuh di Muka

    Sebaiknya hindari membayar di muka atau setoran tunai. Ini tidak diperlukan kecuali kamu memerlukan barang besar, seperti dapur atau ketel uap baru.

    Berhati-hatilah jika mereka menawarkan pekerjaan bebas PPN jika kamu membayar tunai. Jika seorang pembangun menghindari PPN, mereka mungkin juga tidak jujur kepada kamu.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Penyebab Rumah Bau Apek, Segera Atasi dengan Cara Ini


    Jakarta

    Suasana rumah yang terasa bersih dan segar tentu diidamkan para pemilik rumah. Namun, terkadang rumah bau apek sampai mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Aroma tak sedap itu dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari jamur hingga kondisi rumah yang kotor. Jangan sampai hal ini bikin orang-orang enggan berlama-lama di dalam rumah.

    Lalu, apa saja yang bikin rumah bau apek? Yuk, simak penjelasan berikut yang dikutip dari Homes and Gardens, Jumat (14/6/2024).


    Penyebab Rumah Bau Apek

    1. Tumbuhnya Jamur

    Rumah dengan kondisi udara yang lembap sangat rawan ditumbuhi jamur. Tercium bau apek dibarengi adanya bercak hitam di tembok, furniture, karpet atau atap menjadi tanda tumbuhnya jamur.

    Untuk menyingkirkan jamur hitam akan lebih mudah ketika belum terlalu parah. Cara mudah untuk menyingkirkannya adalah dengan menggunakan cuka, kamu tinggal semprotkan cuka pada jamur hitam kemudian bilas dengan air hangat secara perlahan.

    Perlu diingat, jamur pada dalam nggak cuma bikin rumah apek karena jika dibiarkan akan menyebabkan masalah kesehatan lebih serius. Maka dari itu harus segera ditangani secepat mungkin.

    Selain itu, bau apek juga bisa disebabkan oleh banyaknya debu dan kotoran di dalam rumah. Debu dan kotoran yang dibiarkan juga bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Oleh karena itu kamu harus membersihkan setiap sudut ruangan serta furniture. Kamu bisa mengelapnya menggunakan kain kanebo dan cairan pembersih.

    3. Pakaian dan Linen yang Tidak Dikeringkan dengan Benar

    Kamu pasti ingin semua pakaian milikmu kering dengan cepat, namun jika kamu menjemur pakaian dan linen dengan rentang waktu yang singkat bisa menyebabkannya berbau apek dan menimbulkan bau permanen di rumah Anda.

    Maka, sebaiknya kamu keringkan pakaian dan linen kamu dengan benar dan jangan taruh di dalam lemari jika masih basah karena dapat merusak bahan dari pakaian tersebut.

    4. Kelembapan Rumah Tinggi

    Tingkat kelembaban yang tinggi dapat memerangkap bau dan menimbulkan bau apek dan lembap di dalam rumah kamu. Terlebih lagi, kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan berkembangnya jamur dan lumut, sehingga menambah bau dan juga membahayakan kesehatan.

    Mengurangi kelembapan dapat dilakukan dengan dehumidifier, namun kamu cukup membuka jendela setiap pagi selama setengah jam setelah bangun tidur dapat mengurangi kelembapan.

    5. Kurang Ventilasi Udara

    Pada musim tertentu seperti musim hujan, orang-orang akan cenderung tidak membuka jendela dan pintu dalam jangka waktu lama, sehingga mengurangi aliran udara di rumah dan menghalangi ventilasi yang baik.

    Akibatnya, kelembaban dilepaskan saat kita bernapas, dan bau yang ditimbulkan oleh aktivitas sehari-hari seperti memasak, berolahraga di rumah, dan membersihkan rumah terperangkap di dalam rumah. Ventilasi yang baik adalah cara paling efektif untuk mencegah jamur.

    6. Karpet Kotor

    Lalu, umumnya bau apek di rumah berasal dari karpet yang sudah tua dan jarang dibersihkan. Mungkin kamu berpikir menyedot debu hanya beberapa kali sudah cukup untuk menjaganya tetap segar.

    Namun, sebenarnya karpet tersebut belum bersih dan terdapat debu dan kotoran yang mengeluarkan bau apek. Kamu harus menyedot debu dan menggunakan semprotan pembersih seminggu sekali untuk menjaganya tetap bersih.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Detail yang Perlu Diperhatikan Saat Bangun Rumah Bergaya Mediterania


    Jakarta

    Arsitektur Mediterania adalah gaya rumah atau bangunan yang berasal dari Semenanjung Mediterania dan negara-negara seperti Spanyol, Portugal, dan Turki. Arsitektur ini disebut cocok digunakan di Indonesia yang beriklim tropis.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan arsitektur Mediterania ini muncul membantu masyarakat di pesisir pantai Semenanjung Mediterania mengatasi iklim tropis yang panas dan kering.

    “Spanyol atau Portugal itu mengantisipasi potensi dan kelemahan iklim tropis yang menghadap pesisir pantai,” katanya kepada detikProperti pada Jumat (14/6/2024).


    Dia menambahkan kecocokan lainnya arsitektur Mediterania diterapkan di Indonesia adalah material bangunannya yang memang tersedia juga di sini seperti batu bata dan kayu.

    “Rumah atau bangunan gaya Mediterania adalah materialnya yang lazim dipakai di Indonesia. Mereka tetap memakai batu bata, kayu, kadang-kadang memakai ornamen-ornamen tambahan yang mereka gunakan itu sebenarnya mirip dengan yang dipakai di rumah-rumah di Indonesia,” ungkap Denny.

    Kemudian, saat pembangunannya, ada beberapa karakteristik arsitektur Mediterania yang tidak mungkin dipisahkan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin membangun rumah bergaya Mediterania menurut Denny.

    1. Mengetahui Arah Mata Angin

    Denny menyampaikan arah mata angin sangat penting untuk menentukan posisi rumah agar bagian dalamnya bisa sejuk pada musim apa pun. Cara ini juga dapat menghindari rumah terkena matahari sore yang panas.

    “Yang perlu diantisipasi tidak serta merta kita taro langsung di tapak kita. Kita harus tahu arah mata angin. Kalau misalnya di Spanyol, laut itu di Selatan kalau di Jakarta laut itu ada di Utara. Antisipasi untuk menjawab permasalahan panas dari arah angin barat misalnya atau arah angin sore. Jadi kita perlu menelaah kecocokan tapak atau lokasi lahan rumah kita terhadap gaya rumah Mediterania yang akan dibangun,” jelasnya.

    2. Harus Ada Ornamen

    Inspirasi dekorasi di rumah bergaya mediterania.Inspirasi dekorasi di rumah bergaya mediterania. Foto: Dror Baldinger via Better Homes and Gardens

    Ornamen adalah karakteristik penting di dalam arsitektur Mediterania. Ornamen di sini berarti penghias rumah, bisa berupa motif atau material yang mempercantik tampilan rumah.

    “Gaya Mediterania ini menarik. Menurut saya pribadi sebagai arsitek ini tuh gaya tropis yang memiliki ornamen. Jadi dia percampuran gaya tropis dengan gaya earth deco, jadi ada ornamen di sana sini sebagai penghias rumah,” ucap Denny.

    Meskipun penting, Denny mengingatkan untuk memilih ornamen sesuai kebutuhan bukan keinginan. Semakin banyak ornamen di rumah maka biaya yang dikeluarkan akan besar. Namun di satu sisi banyaknya ornamen juga bisa meningkatkan nilai rumah.

    “Saya menyarankan untuk yang ingin membuat rumah (Mediterania) melihat kembali pada kebutuhannya dulu, baru keinginan. Jadi ketika kita mendesain gaya Mediterania kita bisa menelaah seberapa banyak ornamental yang dibutuhkan untuk rumah kita. Jadi semakin banyak ornament, harganya akan semakin mahal,” tambahnya.

    Ornamen ini juga bisa ditambahkan sampai ke dalam rumah berupa furniture yang berhubungan dengan gaya Mediterania yang banyak corak. Selain itu, materialnya dari alam seperti kayu, bebatuan, atau tanah liat.

    3. Atap Miring

    Model atap rumah Mediterania menurut Denny adalah beratap miring agar air hujan tidak menggenang di atas.

    “Bangunannya sudah terlihat kayak Mediterania itu punya atap miring, lalu ada ornament garis-garis yang melekat pada rumah-rumah tersebut,” sebutnya.

    4. Warna Cat

    Tampilan depan rumah bergaya mediterania.Tampilan depan rumah bergaya mediterania. Foto: felixmizioznikov via The Spruce

    Denny mengatakan warna cat dinding yang disarankan untuk rumah Mediterania adalah warna krem dan turunannya seperti biru dan hijau.

    “Warna krem saya anggap warna bumi. Warna bumi ini saya anggap sebagai warna netral untuk warna apa pun. Kenapa mereka menggunakan warna krem karena warna krem cocok untuk dipadukan dengan ornamen rumah mereka,” ujarnya.

    5. Pagar

    Berbeda dengan kawasan asalnya yang tidak ditambahkan pagar, rumah Mediterania di Indonesia bisa dipasang pagar yang desainnya disesuaikan dengan ornamen di rumah tersebut.

    “Sebenarnya gaya Mediterania ini bisa diadaptasi dengan bentuk pagar apa pun karena fokusnya pada ornamental. Jadi kalau bisa menyesuaikan dengan ornamental interior dan fasad rumahnya, dia bisa gitu bikin pagar yang cantik sesuai gaya Mediterania,” paparnya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com