Tag: rumah

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Cat Interior dan Eksterior Rumah


    Jakarta

    Cat dinding terbagi menjadi dua jenis, yakni interior dan eksterior. Meskipun keduanya sama-sama cairan pigmen untuk mengecat dinding rumah, sebaiknya memilih cat yang sesuai kegunaannya.

    Cat interior diaplikasikan pada tembok yang berada di dalam bangunan, misalnya kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang khusus untuk perubahan suhu dan kelembaban.

    Sedangkan cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar bangunan. Cat ini dirancang khusus supaya tahan dengan perubahan kondisi alam seperti cuaca dan angin.


    Nah, daripada bingung dan tertukar, simak perbedaan cat interior dan cat eksterior berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint, Minggu (16/6/2024).

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    1. Bahan Dasar dan Fungsinya

    Perbedaan utama cat interior dan eksterior ada pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan pelihaaran.

    Maka dari itu, cat interior juga mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Selanjutnya, pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

    Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Teknik pengaplikasian cat dinding pun berbeda untuk interior dan eksterior rumah. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Perbedaan dua jenis cat dinding ini juga ada pada lamanya waktu untuk proses pengeringan. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Meski kedua jenis cat dinding tidak terlalu berbeda, tetapi akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah. Karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik, cat eksterior umumnya memiliki harga yang lebih mahal. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Jitu Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah biar Nggak Gerah


    Jakarta

    Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memiliki iklim tropis, sehingga mendapat paparan sinar matahari sepanjang tahun. Maka, tak heran kalau cuaca di Indonesia sering panas.

    Hal ini tentu membuat hawa di dalam rumah juga panas dan gerah. Nah, posisi rumah pun menjadi penting untuk diperhitungkan, supaya rumah tidak terlalu terpapar sinar matahari yang menyengat.

    Lantas, bagaimana cara menangkal sinar matahari supaya rumah tidak terlalu panas?


    “Untuk mengoptimalkan kenyamanan, hadap rumah di Indonesia sebaiknya ke arah utara-selatan,” kata Direktur Home-Works Wahyu Achadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Terpapar sinar matahari langsung cukup lama akan membuat suhu udara di dalam rumah panas,” lanjut Wahyu.

    Namun, bagaimana jika rumahmu sudah telanjur menghadap ke arah timur atau barat?

    Wahyu mengatakan bahwa ada beberapa rekayasa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah.

    Cara Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah

    1. Menanam Pohon

    Pohon bisa membantu untuk mengurangi pancaran sinar matahari yang masuk ke rumah. Biasanya, rumah yang menghadap ke arah barat akan sangat silau dari pukul 14.30 sampai 16.30.

    Jenis pohon yang disarankan adalah yang tumbuh meninggi dengan tajuk ranting tidak melebar, seperti palem, bambu, glodokan tiang, atau pucuk merah yang mudah dibentuk.

    “Fungsi pohon ini juga bukan hanya menahan sinar matahari, tapi juga menyerap polusi, penyedia oksigen, hingga buffer suara dari luar,” jelas Wahyu.

    2. Tanaman Rambat

    Tanaman rambat dapat menjadi alternatif jika menanam pohon tidak memungkinkan.

    “Selain bisa menahan sinar matahari yang masuk, tanaman rambat juga bisa mempercantik tampilan ataupun fasad rumah,” jelas Wahyu.

    Agar dapat mempercantik rumah, kamu harus memperhatikan estetika tanaman dengan rajin merapikan sudut-sudut rambatannya. Jika tidak, tanaman rambat malah akan memberikan kesan seperti rumah yang tidak terawat.

    3. Optimalkan Teras

    Untuk mengurangi dampak buruk sinar matahari, fungsi teras dapat dioptimalkan dengan meletakkan banyak tanaman di dalam pot. Dengan begitu, sinar matahari dapat tersaring sebelum masuk ke rumah.

    “Dengan banyak tanaman di teras juga membuat udara yang masuk ke dalam rumah lebih segar,” jelas Wahyu.

    4. Kisi-Kisi

    Rekayasa yang dapat dilakukan selanjutnya adalah dengan membuat kisi-kisi sebagai celah udara. Kisi-kisi ini dipasang di area teras atau dinding bagian depan rumah untuk menghambat cahaya matahari yang menyilaukan.

    “Cahaya yang silau bisa dihambat dengan keberadaan kisi-kisi sebagai secondary skin pada bagian dinding terluar yang akan menyaring sinar matahari,” kata Wahyu.

    5. Overstek atau Kanopi

    Kamu bisa juga memasang overstek atau kanopi untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk.

    “Overstek atau kanopi bisa menjadi solusi dengan membuat semacam bidang transparan atau seunscreen dengan bentuk vertikal maupun horizontal,” kata Wahyu.

    Untuk rumah bergaya tropis, gunakan overstek atau kanopi yang lebar. Sementara itu, rumah minimalis sebaiknya menggunakan overstek atau kanopi di atas jendela.

    6. Kaca Film

    Sebagai solusi terakhir, kamu juga bisa memasang kaca film jika pancaran sinar matahari yang masuk terlalu kuat. Kaca film ini dipasang pada jendela besar di depan rumah. Di bagian dalam rumah, kamu juga bisa memasang gorden transparan (vitrase).

    Itulah beberapa rekayasa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Keran Air dengan Bentuk dan Fungsi yang Berbeda-beda


    Jakarta

    Keran air adalah alat yang berfungsi untuk mengalirkan air yang sering ditemukan di dapur dan kamar mandi. Ada banyak jenis keran air yang di pasaran yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan selera pemakaian.

    Adapun jenis-jenis keran ini memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Walaupun sama-sama mengalirkan air, sebaiknya memilih bentuk yang pas untuk menunjang gaya hidup penghuni rumah.

    Lantas, apa saja jenis-jenis keran air? Berikut ini deretan keran air dengan bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, dikutip dari Klopmart, Jumat (14/6/2024).


    1. Keran Angsa

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran air pertama adalah keran angsa. Kran ini punya bentuk melengkung seperti leher angsa. Fungsi dari keran ini sebagai keran untuk mencuci piring dan biasanya keran ini dipasang pada wastafel yang ada di dapur.

    2. Keran Cartridge

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya yang dapat Kamu gunakan adalah keran cartridge atau keran tabung. Keran ini berbentuk seperti tabung atau cartridge yang dapat digerakkan ke atas atau ke bawah. Tabung ini berfungsi sebagai pengatur volume air yang dikeluarkan sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebocoran air.

    3. Keran Otomatis

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran ini memiliki fitur sensor otomatis sehingga Kamu tidak perlu menyentuh katup pembuka dan penutup pada keran. Jika kamu menggunakan keran ini juga akan lebih bersih higienis dan praktis.

    4. Keran Tanam

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya adalah keran tanam. Berfungsi sebagai keran untuk menyiram tanaman. Keran ini biasanya diletakkan di tengah halaman atau bagian luar rumah yang sekitarnya banyak tanaman. Keran ini diletakkan di tengah halaman karena punya tekanan air dari keran ini sangat kuat.

    5. Keran Cabang

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran terakhir yang dapat Kamu gunakan adalah keran yang memiliki cabang. Keran ini memiliki 2 cabang yang berfungsi untuk memisahkan antara aliran air panas dan aliran air dingin. Keran ini biasanya digunakan di bagian kamar mandi terutama di bagian shower.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 4 Kebiasaan Baik Ini biar Rumah Kamu Selalu Rapi dan Teratur


    Jakarta

    Rumah rapi dan teratur tentu menjadi idaman para penghuni rumah. Bagaimana tidak? Kondisi rumah yang baik akan membuat penghuninya nyaman untuk istirahat dan beraktivitas di sekitar rumah.

    Kalau kamu pengin rumah nggak berantakan, maka penting untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik yang mencegah kekacauan. Hal ini akan memudahkan kamu dalam membereskan rumah.

    Lalu, apa saja kebiasaan baik yang sebaiknya dilakukan? Yuk, simak tips berikut ini untuk menjaga rumah selalu rapi dan teratur, dikutip dari The Spruce, Minggu (16/6/2024).


    Kebiasaan Baik Agar Rumah Rapi dan Teratur

    1. Singkirkan Barang yang Tidak Perlu

    Rumah yang berantakan umumnya terjadi akibat kebiasaan kita menumpuk barang. Seorang organisator profesional, Laura Cattano, mengatakan bahwa banyak orang menyimpan barang yang bahkan tidak mereka gunakan.

    “Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menyingkirkan apapun yang tidak membantumu. Belilah barang-barang yang membantumu dalam melakukan sesuatu,” terang Cattano.

    Saat ragu untuk menyingkirkan suatu barang, pikirkan alasan kenapa kamu harus menyimpannya. Cattano mengatakan bahwa kamu tak harus memiliki 17 pembuka kaleng di rumah. Maka dari itu, singkirkan saja barang-barang yang memang sudah tidak digunakan lagi agar rumah menjadi lebih rapi.

    2. Bijak Saat Membeli Barang

    Selain itu, rumah yang berantakan juga bisa dipicu oleh kebiasaan berbelanja impulsif. Alhasil, barang-barang yang kita beli hanya memenuhi ruangan saja tanpa digunakan sebagaimana mestinya.

    “Banyak dari kita menginginkan rumah yang lebih rapi dan tidak berantakan, tetapi kita tidak mau melihat dengan jujur dan cermat kebiasaan belanja kita,” jelas Joanna Wirick, seorang organisator profesional dan pemilik Joanna Organize.

    Agar tak menumpuk barang, Cattano menyarankan untuk bersikap bijak sebelum membeli atau membawa sesuatu ke rumah. Pikirkan dengan cermat apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan dan akan digunakan sebagaimana mestinya.

    3. Pilih Penyimpanan yang Tepat

    Pastikan untuk menyimpan barang-barang di tempat yang tepat. Menyimpan barang dalam rak yang terkunci atau menaruhnya di atas meja adalah pilihanmu.

    Pilih barang-barang mana yang ingin kamu simpan di ruang terbuka dan mana yang ingin kamu simpan dalam lemari yang tertutup. Kamu bisa menggunakan rak-rak dekoratif untuk menyamarkan barang-barang agar ruangan terlihat lebih rapi.

    4. Buat Jadwal Merapikan Barang

    Untuk menjaga agar rumah tidak berantakan, buatlah jadwal khusus untuk merapikannya. Wirick menyarankan untuk membaginya jadi dua waktu, yaitu pagi dan malam hari.

    Saat malam hari, rapikan barang-barang secara menyeluruh mengingat waktu ini biasanya lebih panjang. Kamu bebas untuk mengatur ulang ruangan, membereskan meja, atau menyortir barang-barang untuk disimpan di tempat tertutup. Paginya, selesaikan pekerjaan yang belum selesai karena waktu ini biasanya lebih singkat.

    “Mengubah kebiasaan memang sulit, tetapi selama kamu memiliki pola pikir yang dewasa dan bersedia untuk merasa nyaman dengan ketidaknyamanan yang timbul akibat perubahan, kamu pasti bisa melakukannya,” pungkas Wirrick.

    Itulah beberapa kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan untuk menjaga rumah tetap rapi dan teratur. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 7 Tahap Ini Saat Bersihkan Sofa Kain biar Bersih Maksimal


    Jakarta

    Sofa merupakan tempat duduk panjang yang sangat umum ditemukan di setiap rumah, terutama sofa berbahan kain. Meski banyak yang menggunakannya, masih banyak orang yang belum tahu cara membersihkan sofa.

    Sering kali sofa terabaikan dan tidak dibersihkan, sehingga kotoran dan debu sampai menumpuk. Padahal kan kotoran dan debu itu bisa mengganggu kesehatan, terutama pada pernapasan dan kulit.

    Nah, bagi kamu yang masih bingung, simak cara membersihkan sofa kain berikut ini, dilansir dari Snug Sofa, Jumat (14/6/2024).


    Cara Membersihkan Sofa Kain

    1. Sikat Dudukan Sofa

    Langkah pertama, kamu bisa sikat dudukan sofa menggunakan kain kering dan sikat. Cukup bersihkan debu dan serpihannya dan jika kamu memiliki hewan peliharaan, pastikan dudukan sofa bersih dari bekas goresan atau bulu. Gunakan sikat lembut dan berikan tekanan sedang agar tidak merusak bahan kain dari sofa.

    2. Bersihkan Debu pada Sofa

    Kamu bisa membersihkan debu dari sofa dengan penyedot debu. Pastikan kamu menyedot debu sampai masuk ke sudut dan celah jauh di bagian belakang sofa. Sedot semua kotoran dan remah-remah makanan sampai bersih. Masukkan kotoran tadi ke dalam kantong sampah.

    3. Bersihkan Sofa Kain dengan Uap

    kamu bisa menggunakan alat pembersih uap untuk membersihkan bahan kain pada sofa. Jika tidak ala tersebut , kamu bisa gunakan setrika uap. Pastikan seluruh bagian permukaan sofa terkena uap hingga cukup lembab. Sofa kamu akan mulai saat terlihat bersih seperti baru.

    4. Hilangkan Noda Membandel

    Jika sofa kain kamu terdapat noda yang membekas kamu bisa membilasnya menggunakan air dan lap. Untuk noda yang membandel kamu bisa gunakan detergen untuk menghilangkannya.

    5. Keringkan Sofa

    Setelah membersihkannya ada baiknya sofa jangan langsung diduduki. Karena kain pada sofa yang masih basah dan lembab akan menimbulkan bau tidak sedap. Sofa kain yang masih basah juga bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.

    kamu bisa gunakan handuk kering atau kain pembersih kering untuk mengeringkan sofa kamu. Selanjutnya, kamu bisa jemur di bawah sinar matahari atau menyalakan kipas angin dan arahkan ke sofa.

    6. Vakum Sekali Lagi

    Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, setelah sofa kain kering kamu bisa vakum sekali lagi. Hal ini dilakukan agar sofa benar-benar bersih dari debu dan kotoran.

    Itulah cara membersihkan sofa berbahan kain dengan maksimal. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Listrik di Rumah Boros, Ini 12 Tips Biar Tagihan Nggak Bengkak


    Jakarta

    Listrik merupakan kebutuhan penting di rumah untuk menerangi ruangan hingga mengalirkan air. Tentunya tagihan listrik pun menjadi salah satu pengeluaran rumah yang harus diemban pemilik rumah setiap bulannya.

    Namun, terkadang tagihan listrik bisa membengkak karena penggunaan yang boros. Tentu kamu nggak mau pusing gegara tagihan listrik yang melonjak tinggi bukan?

    Nah, oleh karena itu kamu perlu melakukan upaya menghemat listrik. Lalu, seperti apa ya cara menghemat penggunaan listrik di rumah?


    Dalam Modul Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kemdikbud oleh Haris Danial dan Ismiyati Ano, menghemat listrik berarti sikap yang tidak membuang listrik secara percuma, dan mematikan sebagian listrik yang tidak terpakai. Perilaku itu terlihat sepele, namun membawa dampak besar untuk lingkungan kita.

    Mengutip dari detikJabar, Selasa (18/6/2024), berikut ini cara untuk menghemat penggunaan listrik di rumah.

    Tips Hemat Listrik di Rumah

    1. Menyambung Daya Listrik PLN Sesuai Kebutuhan

    Melansir dari anjuran Kementerian Lingkungan Hidup dan ESDM, rumah tangga kecil rata-rata membutuhkan daya listrik yang sedikit. Maka, cukup dengan menyambung listrik berdaya 450 VA atau 900 VA. Sedangkan untuk rumah tangga sedang cukup menyambung 900 – 1300 VA.

    2. Menyesuaikan Perabot Elektronik Sesuai Kebutuhan

    Kamu bisa lebih efisien memakai listrik dengan menyesuaikan barang elektronik sesuai kebutuhan, seperti memilih kulkas dengan ukuran yang sesuai. Jika rumah tangga kecil maka cukup pilih kulkas satu pintu dengan ukuran kecil, namun jika untuk industri usaha barulah menggunakan pendingin dengan kapasitas yang lebih besar. Serta gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas rumah tangga.

    Bisa juga dengan mengatur jumlah kepemilikan perabotan, seperti untuk rumah tangga kecil tak perlu menggunakan pendingin ruangan atau AC pada setiap ruangan. Kemudian untuk ruangan yang memiliki cukup ventilasi tak perlu menggunakan AC.

    3. Mengatur Suhu Sesuai Kebutuhan

    Selain itu, pantau juga suhu barang-barang elektronik seperti kulkas dan AC. Tak perlu dengan suhu yang maksimal, pastikan dengan suhu yang cukup. Contohnya seperti mengatur serta sesuaikan suhu AC berdasar luas ruangan, pertahankan suhu pendingin sekitar 25°C.

    Berdasar anjuran dari ESDM Provinsi Kalimantan Timur melalui lamannya, masyarakat juga bisa mengatur daya pencahayaan maksimum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai berikut:

    • Untuk ruangan kerja gunakan penerangan 12 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 350 lux.
    • Untuk tempat parkir, lobi, dan koridor gunakan penerangan 4 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 100 lux.
    • Untuk ruang arsip gunakan penerangan 6 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 150 lux.

    4. Gunakan Elektronik Hemat Energi

    Sekarang ada banyak elektronik hemat energi. Kamu bisa mulai menggunakan setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Gunakan lampu LED sebagai penerangan, sebab lebih terang sehingga mampu menghemat hingga 90% listrik di rumah.

    Untuk komputer, tentunya sekarang nyaris semua pengguna monitor sudah menggunakan LCD atau LED karena lebih hemat listrik daripada menggunakan monitor tabung. Kemudian bisa juga menggunakan saklar otomatis, pengatur waktu (timer), atau sensor cahaya (photocell) untuk lampu taman dan teras.

    5. Nyalakan Hanya Saat Diperlukan

    Kamu bisa lebih hemat listrik dengan mulai membiasakan matikan barang elektronik yang tidak digunakan. Contohnya seperti jangan nyalakan televisi saat tidak ingin menonton televisi, nyalakan televisi ketika ingin menonton. Jadi, jangan dibiasakan TV menyala ketika tertidur, ya!

    Kemudian matikan lampu saat pagi dan siang hari, hingga matahari mulai terbenam barulah nyalakan kembali lampu. Kemudian, mulai kurangi ;ampu pada setiap armateur (kotak lampu) dari tiga menjadi dua atau satu lampu saja.

    6. Hindari Penggunaan Listrik Bersamaan

    Sebaiknya menghindari penggunaan benda elektronik secara bersamaan. Misalnya kamu terburu-buru akan pergi, kemudian ingin menggunakan hair dryer. Maka sebelum mulai memasang hair dryer matikan televisi dan AC. Nyalakan listrik seperlunya saja, selebihnya dimatikan.

    7. Beli Tangki Penampungan Air

    Selain listrik, penggunaan air pun kita harus berhemat. Sebaiknya mulai gunakan tangki air untuk menghemat penggunaan pompa air listrik. Buatlah tandon air dan gunakan mesin pompa air jika benar-benar membutuhkan.

    8. Cabut Aliran Listrik

    Pastikan mencabut aliran listrik barang-barang elektronik yang sudah penuh dayanya, seperti handphone, kabel komputer, printer, dispenser, jika tidak dibutuhkan lagi maka cabut dari stop kontak (plug) setelah selesai digunakan atau setelah jam kerja berakhir.

    Kabel listrik peralatan elektronik yang masih menancap, meski sedang tidak digunakan juga akan tetap membuat aliran listrik mengalir. Hal itu juga akan membuat tagihan listrik semakin melonjak. Contoh lainnya, jangan biarkan kabel televisi tersambung ke saklar apabila ingin bepergian berhari-hari dari rumah.

    9. Mengganti Keran yang Bocor

    Terkadang kita tahu ada keran yang bocor pada salah satu titik, namun kita biarkan karena tidak sempat mengganti atau bahkan malas. Keran yang bocor meskipun hanya mengeluarkan setetes demi tetes air juga merupakan bentuk pemborosan.

    Air juga termasuk sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Untuk itu gunakan air secukupnya. Apabila kita sering menyalakan pompa air, maka biaya listrik pun akan tinggi. Segera ganti keran jika memang bocor.

    10. Mempersingkat Penggunaan Listrik

    Persingkat penggunaan listrik sebisa mungkin, contohnya ketika ingin memasak nasi dengan rice cooker kamu sudah menggunakan air panas, cara ini dapat mempersingkat waktu memasak sehingga pemakaian listrik dapat dihemat.

    11. Membuat Rumah dengan Ventilasi Udara

    Cara menghemat listrik adalah dengan membuat rumah yang memiliki cukup ventilasi. Hal ini akan membuat aliran udara dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Selain itu, membuat sirkulasi udara di dalam rumah juga bisa mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin. Lebih utamakan untuk membuka jendela agar ada sirkulasi udara daripada menggunakan pendingin ruangan di pagi dan siang hari.

    12. Manfaatkan Ventilasi Rumah

    Fungsi dari ventilasi tak hanya untuk sirkulasi udara, namun kamu juga bisa memanfaatkan cahaya alami (matahari) pada siang hari dengan membuka tirai jendela secukupnya agar tingkat cahaya memadai untuk melakukan kegiatan. Mulailah untuk mengurangi penggunaan lampu pada ruangan kerja.

    Itulah cara menghemat listrik di rumah. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Mengatasi Suara Engsel Pintu yang Berderit di Rumah


    Jakarta

    Engsel pintu berguna untuk membuka dan menutup pintu. Akan tetapi, lama-lama engsel yang tidak terawat bisa kotor dan berkarat, sehingga muncul suara berderit ketika membuka atau menutup pintu.

    Suara pintu itu bisa cukup mengganggu aktivitas penghuni rumah, apalagi kalau membuka pintu malam-malam saat orang lain sedang tidur. Maka, sebaiknya kamu segera memperbaiki engsel pintu kalau menemukan kasus seperti ini.

    Lantas, bagaimana cara menghilangkan suara engsel pintu? Yuk, simak tip mengatasi suara pintu, terutama yang menggunakan engsel kupu-kupu, dikutip dari Vinindo, Selasa (18/6/2024).


    Tips Atasi Suara Berderit pada Pintu

    1. Keluarkan Pin dari Lubang Engsel

    Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengeluarkan pin dari lubang engsel pintu. Kemudian, tempatkan obeng bermata datar di celah antara engsel dan kepala sekrup. Kemudian kamu tinggal memukul pangkal obeng menggunakan palu sampai sekrupnya dapat tercongkel keluar.

    2. Melumasi Lubang Pin

    Setelah pin terlepas, maka selanjutnya kamu dapat membersihkan bagian dalam pada lubang menggunakan kain. Kemudian lubrikasi menggunakan pelumas ataupun kalian juga bisa menggunakan minyak mesin jahit.

    3. Bersihkan & Lumuri Pin Menggunakan Minyak

    Berikutnya adalah membersihkan serta melumuri pin tersebut menggunakan minyak. Caranya adalah dengan mengelap pin menggunakan kain, kemudian lumuri menggunakan minyak di atas. Setelah itu ganti pin engsel jika menunjukkan adanya kerusakan, misalkan seperti sudah sangat berkarat maupun aus.

    4. Memasang Kembali Pin ke Lubang Engsel

    Lalu, memasang kembali pin tadi pada lubang engsel. Caranya masukkan kembali berbagai elemen – elemen atau komponen yang sudah kamu bongkar tadi sesuai dengan urutan mekanisme pemasangan.

    5. Kencangkan Kembali Sekrup Kaki Engsel

    Terakhir, selain membenahi pin engsel, kamu harus memperbaiki juga beberapa sekrup yang ada pada kaki engsel. Caranya pun sangat mudah, kamu tinggal mencari obeng minus ataupun tipe kembang sesuai dengan tipe sekrup yang sudah terpasang, kemudian tinggal kencangkan.

    Sebagai tambahan, setelah kamu melakukan langkah-langkah di atas tadi, kamu harus bersihkan engsel, kemudian setelah semua sudah dicek dan dipasang kembali seperti semula.

    Itulah cara mengatasi bunyi pintu yang berderit di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 5 Cara Ini Bisa Bersihkan Jamur yang Tumbuh di Dinding Rumah


    Jakarta

    Masuk musim hujan, rumah jadi lebih lembap dari biasanya. Hal ini bisa jadi pemicu tumbuhnya jamur pada spot-spot di rumah yang paling lembap seperti dinding. Kondisi ini bisa semakin parah jika rumah tidak memiliki ventilasi yang tepat.

    Jamur bisa tumbuh di mana saja baik dinding di rumah baru ataupun lama. Dari material beton ataupun kayu, jamur bisa hidup di sana jika permukaannya lembap. Jika dibiarkan, keberadaan jamur bukan hanya mengganggu estetika rumah, melainkan juga bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Melansir Medical News Today, spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke dalam rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang. Kelembapan udara yang tinggi mendukung pertumbuhan jamur. Dinding yang bocor atau terkena genangan air bisa memicu pertumbuhan jamur.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Melansir The Spruce, Senin (17/6/2024) berikut cara membersihkan jamur dari dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air. Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot. Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering. Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu. Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! Begini Cara Jitu Usir Semut Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Rumah yang bersih menjadi idaman pemilik rumah, tetapi terkadang ada saja semut yang berkeliaran di sekitar rumah. Terutama di area dapur yang menyimpan sumber makanan yang diincar para semut.

    Ya, serangga yang tidak diundang ini bisa tiba-tiba datang mengepung makanan di meja, bahkan potongan makanan yang berjatuhan. Bukan hanya mengotori makanan, semut juga bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Dari perasaan geli hingga gatal ketika semut merayap di tubuh penghuni rumah.

    Nah, untuk mengatasi serangan semut, kamu tidak harus membunuhnya, lho! Kamu bisa memakai bahan-bahan alami yang ampuh mengusir semut dari rumah. Yuk, cek cara mengusir semut dengan bahan alami yang dikutip dari detikFood, Selasa (18/6/2024).


    1. Mengusir Semut Menggunakan Merica

    Kamu bisa mengusir semut dengan merica, baik berupa bubuk maupun butiran. Merica termasuk bahan yang aman untuk lingkungan, semut, maupun penghuni rumah.

    Perlu diketahui bahwa merica tidak akan membunuh koloni semut. Aromanya yang kuat hanya akan membuat semut merasa terganggu sehingga tidak lagi betah berada di dalam sudut-sudut rumah.

    Cara mengusir semut dengan merica juga mudah untuk dilakukan. Butiran merica dapat dihaluskan atau langsung menggunakan bubuk merica. Kemudian taburkan pada sudut yang dikerubungi semut.

    2. Mengusir Semut Menggunakan Tepung

    Tahukah kamu, tepung bisa digunakan untuk mengusir semut? Bahkan, tepung sebenarnya dapat mengatasi berbagai jenis serangga yang mengganggu sudut rumah.

    Jenis tepung yang disarankan juga hanya tepung terigu yang biasanya tersedia di setiap dapur rumahan. Tepung memiliki fungsi untuk menghalau koloni semut masuk lebih jauh dan menyebar di dalam rumah.

    Caranya dengan menaburkan tepung terigu secara memanjang pada bagian bawah pintu rumah atau di tepat di dekat sarang semut.

    3. Mengusir Semut Menggunakan Gula

    Meskipun terdengar cukup aneh, tetapi gula terbukti efektif oleh pakar kebersihan rumah untuk mengusir semut. Gula yang dikenal sebagai makanan favorit para semut juga dapat dimanfaatkan untuk mengusir hewan kecil ini.

    Meletakkan gula di luar rumah dapat membantu memindahkan koloni semut yang semula membuat sarang di dalam rumah. Gula bekerja sebagai pemancing untuk semut agar keluar dari sarangnya.

    4. Mengusir Semut Menggunakan Daun Mint

    Sementara itu, The Spruce Eats juga menyarankan beberapa bahan lain untuk mengusir semut. Ada daun mint yang biasanya hanya dimanfaatkan untuk makanan dan minuman.

    Aroma daun mint cukup menyengat dan mengganggu untuk semut. Mengusir semut dengan daun mint akan sangat efektif jika kondisi daunnya masih segar sehingga kandungan minyak alaminya maksimal.

    Caranya cukup dengan merobek atau meremas daun mint hingga keluar aromanya dan letakkan dekat sarang semut di rumah. Jika ingin cara yang lebih mudah kamu dapat menggunakan essential oil dengan aroma daun mint.

    5. Mengusir Semut Menggunakan Cengkeh

    Kemudian, cengkeh juga dapat dimanfaatkan untuk membuat semut tidak betah bersembunyi di rumah. Baik mencegah semut, mengusir semut dari sarangnya, hingga menghalau semut untuk mendekati makanan di rumah dapat dilakukan dengan memanfaatkan cengkeh.

    Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan cengkeh untuk mengusir semut. Pertama, masukkan cengkeh pada toples gula atau lemari penyimpanan agar semut tidak mengganggu makanan.

    Kedua, cengkeh bisa dihancurkan untuk ditaburkan di dekat pintu masuk atau sudut rumah tertentu. Aroma cengkeh yang menyebar ke seluruh ruangan di rumah akan membuat semut minggir dan enggan kembali.

    Itulah cara mengusir semut dengan bahan alami. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rencanakan 8 Hal Ini Sebelum Mendesain Dapur biar Nggak Nyesal


    Jakarta

    Mendesain dapur bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan karena kamu bisa bebas berkreasi mewujudkan dapur impian. Namun, proyek ini tidak semudah itu karena ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan mulai dari peletakan wastafel hingga sirkulasi udara.

    Apalagi kalau memiliki ruang yang terbatas untuk membangun dapur. Mengutip dari Kitchen Warehouse UK, Selasa (18/6/2024), membangun dapur itu harus disesuaikan dengan kebutuhan serta mencapai keseimbangan.

    Bukan cuman menarik dan atraktif, kamu juga harus memikirkan fungsi dan estetika dapur, sehingga hasil bisa kondusif mendukung kehidupan dan aktivitas di dapur. Nah, kalau nggak mau terlanjur membangun dapur, simak tips merencanakan dapur cocok buat kamu.


    Tips Bikin Dapur

    1. Rencanakan Tata Letak

    Sebelum terjun ke detail komponen utama dapur, sebaiknya mulai dengan mempertimbangkan ukuran dan bentuk dapur. Hal ini membantu kamu supaya lebih terstruktur dan efisien terhadap tata letak kamu agar tidak menghalangi efisiensi, aliran, dan fungsionalitas dari impian dapur kamu.

    Desain dapur yang baik bisa memanfaatkan sudut-sudut ruangan secara maksimal. Ini akan menggunakan setiap inci ruang yang tersedia sekalipun menjadi berguna dan fungsional.

    2. Penyimpanan

    Scandinavian style kitchen with geometric backsplash and blue and white cupboardsKitchen Set Foto: iStock

    Selain tata letak, kamu juga perlu menentukan struktur penyimpanan juga hal yang harus diperhatikan selanjutnya. Ruang penyimpanan adalah prioritas utama untuk membuat dapur kamu lebih memadai dan tidak membuat area menjadi berantakan sehingga kamu memerlukan penyimpanan lemari atau laci tambahan.

    3. Pencahayaan

    Potret Dapur Denny Sumargo yang Jadi Awal Kesuksesan PodcastnyaDapur Foto: YouTube Taulany TV

    Selanjutnya, kamu perlu mengatur pencahayaan di dapur sesuai suasana yang diinginkan. Pertimbangkan pencahayaan yang bisa menciptakan suasana yang hangat dan estetika. Biasanya untuk memilih pencahayaan dapur, banyak yang merekomendasikan jenis lampu yang bisa diatur keredupannya. Dapur seringkali menggunakan lampu sorot yang digantung di bawah lemari dinding atau plafon yang bisa diatur untuk mengubah suasana pencahayaan.

    4. Lantai

    Lantai di dapur salah satu aspek lain yang tidak boleh dianggap remeh. Pilihlah warna yang lebih terang agar menciptakan kesan terang dan lapang. Karena jika memilih lantai dengan kualitas buruk, ini bisa mempengaruhi keseluruhan efek dapur mana pun.

    5. Ventilasi

    Biru Tua Motif.Dapur Foto: Meghan Beierle O’brien/Kelly Martin Interior

    Dapur yang efisien itu harus mempertimbangkan aliran dan sirkulasi udara untuk menghilangkan bau tak sedap. Ini sangat penting saat kamu menyiapkan makanan dan memasak sehingga kualitas dapur tetap terjaga dan baik dan tidak ada bau yang terlalu lama mengendap dan menyebar ke seluruh rumah.

    6. Soket Listrik

    Sebelum memasang komponen dapur seperti pipa dan peralatan, pikirkan berapa banyak soket listrik yang ingin kamu pasang dan perhatikan keselamatan stopkontak kamu dari air seperti di area wastafel. Perhatikan stopkontak yang kamu butuhkan sesuai dengan pemasangan peralatan yang memerlukan listrik, misalnya seperti pemanggang roti, ketel, mesin kopi, dan sebagainya.

    7. Arus Dapur

    Setelah kamu mengetahui aspek apa yang perlu diperhatikan, kali ini kamu perlu mengetahui bagaimana membuat desain dapur tidak ada kendala dengan desain yang buruk. Praktiknya kamu bisa menggunakan teori ‘Golden Triangle’.

    Pada dasarnya, teori ini juga dikenal sebagai ‘Working Triangle’ atau ‘Kitchen Triangle’ yang telah diterapkan selama abad 20. Sederhananya teori ini digambarkan untuk membentuk arus kerja utama seperti segitiga antara wastafel, kompor, dan lemari es. Apalagi selain area memasak, dapur kini sudah berfungsi sebagai ruang sosial dan hiburan.

    Pastikan arus setiap titik-titik segitiga ini tidak terlalu sempit atau berjauhan. Hasilnya adalah dapur kau memiliki pergerakan rotasi untuk area penyimpanan (lemari es), memotong dan mencuci (wastafel), dan memasak (kompor atau oven). Agar tidak mengganggu arus ini, pastikan meja makan atau dapur tidak menghalangi aliran ini sehingga akan menciptakan area bekerja jadi efisien dan nyaman.

    8. Ukuran Elemen

    Terakhir, pastikan ukuran elemen dapur kamu seperti meja, pintu,dan sebagainya tidak salah ukuran sebab fungsi seluruh ruangan bisa terganggu. Kurangnya perencanaan akan membuat dapur kamu tidak fungsional dan terasa sempit dan membatasi.

    Itulah tips merencanakan desain dapur yang baik. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com