Tag: rumah

  • Anti Kepeleset, Begini Cara Mengatasi Lantai Kamar Mandi yang Licin


    Jakarta

    Kamar mandi sebagai ruang untuk membersihkan diri, tentu identik dengan penggunaan air. Tak jarang genangan air membuat lantai kamar mandi licin.

    Lantai kamar mandi licin bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti jarang membersihkan lantai hingga pemakaian ubin yang tidak tepat. Hal seperti ini seharusnya tidak dibiarkan karena dapat membahayakan orang.

    Kalau tidak hati-hati, penghuni rumah bisa terpeleset dan jatuh akibat lantai rumah yang licin. Bahkan, orang bisa sampai mengalami patah tulang dan cedera fatal.


    Nah, untuk mengatasi lantai kamar mandi licin, coba lakukan tips berikut ini yang dilansir dari Ibupedia, Kamis (20/6/2024).

    Cara Mengatasi Lantai Kamar Mandi Licin

    1. Menggunakan Semprotan Anti Slip

    Pemakaian larutan atau semprotan anti slip dapat membuat ubin yang licin menjadi lebih kasar. Kamu juga dapat menemukan semprotan anti slip pada toko terdekat.

    Kamu dapat menggunakan semprotan anti-slip pada ubin keramik, ubin porselen, hingga ubin yang terbuat dari batu. Kamu juga nggak perlu khawatir kalau semprotan ini akan merusak atau mengubah motif pada lantai kamar mandi.

    2. Memakai Stiker Anti Slip atau Alas Tambahan Anti Slip

    Stiker anti slip atau alas tambahan anti slip bisa diletakkan di atas lantai yang cenderung licin. Ini merupakan salah satu solusi murah dan efisien untuk mengatasi lantai kamar mandi licin.

    Stiker atau alas anti slip biasanya mudah dipasang dan dilepas, beberapa produk bahkan ada yang bisa dicuci kembali supaya tetap higienis.

    3. Memilih Jenis Ubin Khusus Kamar Mandi

    Mengatasi lantai kamar mandi licin bisa kamu antisipasi dari awal sebelum membuat kamar mandi, yaitu dengan cara memilih ubin khusus kamar mandi yang biasanya tidak licin dan lebih aman. Permukaan ubin khusus kamar mandi akan memilih tekstur permukaan lebih kasar, jika dibandingkan dengan ubin biasa yang digunakan untuk ruangan lain di dalam rumah.

    4. Membersihkan Kamar Mandi Secara Rutin

    Agar lantai kamar mandi licin bisa berkurang, sebaiknya kamu menjadwalkan secara rutin kapan kamar mandi dibersihkan.Kegiatan yang satu ini sangat penting karena meskipun jenis lantai yang digunakan tidak licin, namun jika tidak dibersihkan akan menimbulkan lumut atau kotoran lain penyebab lantai kamar mandi licin.

    5. Memakai Pembersih Khusus Kamar Mandi

    Untuk menghindari kamar mandi yang licin, kamu dapat membersihkan lantai kamar mandi dengan pembersih khusus kamar mandi. Selain untuk menjaga agar lantai lebih awet, pembersih kamar mandi biasanya dilengkapi dengan zat pembersih kerak membandel juga.

    Demikian tips efektif mengatasi lantai kamar mandi licin. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Bikin Septic Tank Terlalu Dekat Sumur Air! Ini Alasan dan Ukuran Idealnya


    Jakarta

    Saat membangun sebuah rumah tentu sangat penting membuat septic tank untuk menunjang sanitasi yang baik dan sehat. Tetapi sebelum membuat septic tank perlu di ingat untuk tidak membuat terlalu dekat dengan sumur air.

    Dilansir dari detikProperti (21/6/2024) septic tank digunakan untuk menampung limbah, sementara sumur air digunakan untuk mencukupi air kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu pengaturan jarak sumur dan septic tank ditujukan agar air sumur tidak terkontaminasi limbah dari septic tank.

    Lalu bagaimana sebenarnya membuat septic tank yang ideal? Berikut ulasannya.


    Peraturan Jarak Ideal Septic Tank dari Sumur Air

    Mengutip dari Buku Saku Petunjuk Konstruksi Sanitasi Kementerian PUPR, untuk mencegah pencemaran dari air limbah ke sumur air bersih, jarak sumur/bidang resapan ke sumur air bersih minimum 10 meter.

    Adapun persyaratan jarak septic tank dengan sumur resapan air hujan adalah 5 meter dan dengan bangunan gedung/rumah adalah 1,5 meter. Dan untuk septic tank upflow filter dan taman sanita jaraknya minimal 1,5 meter dari bangunan gedung/rumah, sumur air minum, dan sumur resapan air hujan.

    Bagaimana Jika Lahan Terbatas Tidak Sampai 10 Meter?

    Walaupun idealnya minimal berjarak 10 meter dari sumur air, namun kenyataannya terkadang lahan yang dimiliki seseorang terbatas hingga hanya bisa membangun septic tank dengan jarak kurang dari 10 meter dari sumur air.

    Jawabannya adalah tidak masalah, dengan catatan kita harus tahu arah aliran air tanah tidak mengarah ke sumur. Ini penting untuk mencegah septic tank mengkontaminasi air sumur. Lebih baik lagi arah aliran air berasal dari sumur menuju septic tank, jangan sampai terbalik.

    Cara Mengukur Aliran Air Tanah

    Mengutip dari Pokja AMPL (21/6/2024), berikut cara mengukur aliran air tanah.

    1. Pilih tiga rumah tetangga yang memiliki sumur.
    2. Ukur kedalaman setiap sumur dengan alat pengukur dari permukaan air hingga ke permukaan tanah. Catat kedalaman masing-masing sumur.
    3. Ambil selembar kertas dan gambar sebuah garis segitiga yang menghubungkan ketiga titik sumur berdasarkan lokasi rumah-rumah tersebut.
    4. Tandai masing-masing titik dengan simbol sumur dan beri notasi kedalaman sumur sesuai hasil pengukuran.
    5. Amati gambar segitiga tersebut. Sumur dengan kedalaman paling dangkal menunjukkan arah aliran air menuju ke sumur tersebut.

    Nah aliran tersebut bisa dijadikan patokan untuk membangun posisi septic tank. Kecepatan aliran air tanah di setiap wilayah bisa berbeda yang mengakibatkan variasi dalam jarak optimal antara sumur dan tangki septic.

    Perbedaan aliran air tanah sangat dipengaruhi oleh struktur batuan dan karakteristik geografis daerah tersebut.

    Faktor Lain yang Menentukan Jarak Septic Tank

    Selain menyesuaikan ketersediaan lahan, pada kasus tertentu jarak septic tank dengan sumur air juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yaitu:

    1. Kemiringan Tanah

    Kondisi dan kemiringan permukaan tanah dapat mempengaruhi jarak antara sumur dan toilet.

    2. Kondisi Hidrologi

    Ini mencakup kedalaman air tanah, arah serta kecepatan aliran air dalam tanah, dan jenis lapisan tanah seperti batu atau pasir. Untuk tanah berbatu atau berpasir, diperlukan jarak yang lebih besar dibandingkan dengan tanah liat.

    3. Curah Hujan

    Di daerah dengan curah hujan tinggi, jarak antara sumur dan toilet perlu lebih panjang untuk menghindari kontaminasi.

    4. Jenis Mikroorganisme

    Mikroorganisme tertentu mempengaruhi jarak sumur dengan septic tank. Misalnya, bakteri patogen lebih tahan hidup di tanah yang lembab, dan cacing bisa bertahan lebih lama di tanah basah dibandingkan tanah kering.

    5. Tradisi Budaya

    Beberapa masyarakat memiliki kebiasaan membuat sumur tanpa dinding penahan, yang juga mempengaruhi jarak yang aman.

    6. Pemakaian Air

    Semakin sering air dipompa dari sumur, kecepatan aliran air tanah akan meningkat untuk menggantikan air yang berkurang, sehingga mempengaruhi jaraknya.

    Itu dia ulasan mengenai jarak septic tank yang ideal dengan sumur air. Semoga bermanfaat.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Lantai Keramik Rumah Terangkat dan Pecah


    Jakarta

    Keramik menjadi pilihan populer untuk lantai di rumah. Tentu ini menjadi pilihan yang bagus karena materialnya yang tahan lama, awet, dan mudah dibersihkan.

    Akan tetapi dilansir dari The Floor Trader Outlet (21/6/2024) walaupun lantai keramik begitu kuat bukan tidak mungkin ubin lantai retak, terangkat, atau bahkan meledak. Masalah tersebut harus segera diatasi segera mungkin sebelum menyebabkan masalah baru seperti air merembes di bawah ubin dan menjadi sarang jamur.

    Nah jika kamu melihat ada lantai keramik rumah yang terangkat, pecah atau bahkan meledak, berikut penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasinya.


    Penyebab Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Lantai keramik yang terangkat dan pecah disebut dengan popping. Mengutip dari catatan detikProperti (21/6/2024), secara umum penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bawah keramik.

    Udara panas tersebut membuat nat keramik mengalami keretakan dan menimbulkan celah atau rongga masuknya udara ke bawah keramik. Hal tersebut membuat keramik terangkat atau bahkan meledak.

    Merangkum dari The Floor Trader Outlet (21/6/2024), terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan lantai mengalami popping sebagai berikut.

    1. Perubahan Suhu

    Lantai keramik bisa mengembang saat panas dan menyusut saat dingin. Memang perubahannya dalam skala kecil dan tidak terlihat, tetapi jika terjadi dari waktu ke waktu ini menyebabkan banyak pergeseran. Oleh karena itu, perubahan suhu dapat menyebabkan keramik lantai longgar, retak, atau terangkat.

    2. Pergerakan Pondasi Rumah

    Seiring waktu, rumah akan mengalami pergerakan kecil akibat perubahan alami seperti penyusutan material bangunan, perubahan kelembaban, dan tekanan tanah. Ini adalah proses alami yang terjadi perlahan selama bertahun-tahun.

    Proses ini dapat menyebabkan sedikit perubahan pada pondasi dan struktur rumah, yang mempengaruhi dinding dan lantai. Pada keramik lantai kondisi ini memungkinkan untuk menjadikan ubin retak atau terangkat.

    3. Jenis Perekat

    Perekat yang biasa digunakan untuk merekatkan keramik dengan lantai adalah semen. Sayangnya tidak semua perekat diciptakan sama dan beberapa tidak cukup kuat untuk menahan ubin sehingga bisa menyebabkan ubin longgar dari waktu ke waktu. Bahkan perekat berkualitas tinggi pun akan melemah seiring waktu dan akhirnya dapat menyebabkan ubin retak atau terangkat.

    4. Cara Pemasangan

    Cara pemasangan ubin juga berpengaruh kepada ketahanan lantai keramik iru sendiri. Misalnya jika metode pemasangan dengan menempatkan titik perekat di setiap sudut atau hanya satu titik di tengah keramik. Metode tersebut bisa saja menyisakan ruang atau celah untuk udara sehingga lantai keramik berpotensi terangkat dan pecah.

    5. Perbedaan Permukaan

    Jika permukaan di bawah ubin (seperti lantai beton atau kayu) tidak rata, maka ubin tidak bisa terpasang dengan stabil.

    Ketidakteraturan pada permukaan ini dapat menyebabkan ubin bergerak ketika ada tekanan yang akhirnya menyebabkan ubin longgar atau retak. Oleh karena itu jika ada tonjolan atau lekukan sebaiknya diratakan terlebih dahulu.

    Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

    • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
    • Bersihkan puing-puing.
    • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
    • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

    Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

    Cara Mencegah Keramik Lantai Terangkat dan Pecah

    Masalah seperti ini sebenarnya bisa dicegah saat pemasangan ubin pertama kali. Berikut caranya:

    1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik secara Berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Itu dia ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi lantai keramik yang terangkat dan pecah. Semoga bermanfaat.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan KPR FLPP dan KPR Tapera


    Jakarta

    Jenis cicilan pembelian rumah saat ini cukup beragam salah satunya adalah KPR FLPP dan KPR Tapera. Keduanya merupakan sistem pembelian rumah yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Melansir dari BP Tapera, KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh BP Tapera yang dananya berasal dari APBN. Sementara itu, KPR Tapera adalah penyediaan dana murah jangka panjang berkelanjutan guna pembiayaan perumahan bagi MBR yang dananya berasal dari tabungan peserta Tapera yang telah dilakukan pemupukan.

    Meskipun tujuan sama, keduanya memiliki beberapa perbedaan mulai dari syarat peserta, skema pembiayaan yang tersedia, dan manfaat yang didapatkan. Melansir dari BP Tapera, Sabtu (22/6/2024). berikut perbedaan KPR FLPP dan KPR Tapera.


    Syarat Kepersertaan KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP

    1. Berkewarganegaraan Indonesia

    2. Belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah berupa KPR atau kredit pembiayaan pembangunan rumah swadaya

    3. Orang atau perseorangan yang berstatus tidak kawin atau pasangan suami istri

    4. Tidak memiliki rumah

    5. Memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap maksimal Rp 8 juta per bulan

    KPR Tapera

    1. Telah menjadi peserta Tapera minimal selama 12 bulan (dikecualikan bagi PNS eks Peserta Taperum).

    2. Memiliki penghasilan bersih maksimal Rp 8 juta per individu

    3. Belum pernah memiliki rumah, dan berminat untuk mengajukan program Pembiayaan Tapera.

    4. Peserta suami-istri tidak dapat mengajukan program Pembiayaan Tapera secara bersamaan dan tidak dapat memilih jenis pembiayaan yang sama.

    Skema Pembiayaan KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP hanya menyediakan skema pembiayaan untuk membeli rumah pertama. Sementara itu, KPR Tapera menyediakan 3 skema pembiayaan yakni Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pembangunan Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR).

    Manfaat yang Diterima Peserta KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP

    1. Suku bunga 5% tetap selama jangka waktu, KPR sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran dan asuransi kredit.

    2. Cicilan KPR maksimal 20 tahun

    3. Uang muka mulai dari 1%

    4. Bebas PPN

    KPR Tapera

    1. Lewat skema KPR, peserta hanya dapat membeli rumah yang sudah jadi. Pilihannya ada di situs Daftar Rumah BTN.

    2. Peserta yang mengambil KPR akan mendapatkan DP 0% serta bebas memilih lokasi rumah.

    3. Peserta yang mengambil KPR mendapatkan plafon kredit yang disesuaikan dengan limit kredit yakni kelompok penghasilan dan zonasi. Lalu untuk tenornya maksimal 30 tahun.

    4. Lewat skema KBR, pembiayaannya untuk membangun rumah pertama di atas tanah milik sendiri/pasangan.

    5. Peserta yang mengambil KBR mendapatkan plafon kredit sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kelompok penghasilan. Lalu untuk tenornya maksimal 15 tahun.

    6. Lewat skema KRR, pembiayaannya untuk merenovasi rumah pertama milik sendiri atau pasangan.

    7. Peserta yang mengambil KBR mendapatkan plafon kredit sesuai RAB dan kelompok penghasilan. Lalu untuk tenornya maksimal 5 tahun.

    Itulah perbedaan KPR FLPP dengan KPR Tapera. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet! 4 Bahan Alami Ini Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dapur


    Jakarta

    Noda minyak banyak ditemui di dapur setelah memasak. Minyak panas yang bercipratan mengenai kompor, dinding, meja, bahkan tidak jarak hingga ke lantai. Alhasil, kaki terasa licin dan tidak nyaman karena noda minyak. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

    Berbeda dari noda lainnya, noda minyak tidak dapat dibersihkan dengan air karena keduanya adalah molekul yang tidak bisa bersatu. Kamu memerlukan bahan lain untuk membersihkan noda minyak di dapur.

    Mengutip dari home.howstuffworks.com, Sabtu (22/6/2024), berikut 4 bahan alami yang efektif bersihkan noda minyak di dapur.


    1. Cuka

    Untuk noda minyak yang membandel dan menempel, terutama yang menempel di kompor dan bagian dalam oven, kamu bisa menyemprotkan cuka putih. Agar lebih aman saat membersihkannya, kamu bisa menggunakan botol semprotan. Tunggu hingga cuka meresap selama kurang lebih lima menit. Asam dalam cuka akan membantu melarutkan dan melunakkan bagian yang keras (kebanyakan merupakan campuran makanan dan minyak), sehingga lebih mudah untuk digosok dengan spons lembut.

    2. Tepung

    Tepung adalah salah satu bahan yang teksturnya cukup padat. Tepung juga merupakan bahan yang mudah ditemukan. Bahkan tidak jarang bahan makanan satu ini selalu dibeli untuk persediaan karena serba guna, salah satunya untuk membersihkan noda minyak.

    Caranya mudah kamu tinggal taburkan tepung pada noda minyak kemudian diamkan tepung selama beberapa menit untuk menyerap minyak. Setelah itu kamu dapat membersihkannya. Cara ini efektif untuk noda minyak basah. Selain itu, gunakan tepung terigu secukupnya agar dan jauhkan dari angin atau alat elektronik seperti kipas angin. Sebab, jika tepung terigu terkena angin justru akan tambah membuat dapur kotor.

    3. Garam dan Alkohol

    Noda minyak mengenai celemek, karpet, atau kain di dapur? Jika noda minyak mengenai bahan tekstil, jangan langsung masukkan ke mesin cuci karena terkadang belum tentu noda minyak tersebut hilang. Kamu perlu mengoleskan garam dan alkohol di atas kain yang terkena noda minyak tersebut. Takarannya, campurkan satu sendok garam dan empat sendok alkohol. Masukkan area yang terkena noda ke dalam larutan tersebut. Tunggu hingga noda hilang dan larutan mengering.

    4. Air dan baking soda

    Bahan alami lainnya yang ampuh bersihkan noda minyak di dapur adalah baking soda yang dicampurkan ke air. Baking soda membantu molekul air dapat menangkap noda minyak yang menempel pada berbagai permukaan.

    Baking soda bersifat basa, yang artinya dapat melarutkan minyak dan lemak dengan baik. Mampu menghilangkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan. Caranya campurkan 3 sendok makan baking soda dengan 1 gelas air. Celupkan spons ke dalam larutan tersebut dan usap noda minyak yang mengenai permukaan di dapur seperti meja dapur, kompor, dan bahkan panci dan wajan.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Mudah Mengecat Plafon Rumah Nggak Pakai Drama


    Jakarta

    Memiliki hunian yang indah tentu menjadi impian semua orang. Untuk mendapat rumah yang indah, kamu tidak boleh melewatkan detail seperti tampilan plafon rumah.

    Kamu bisa mengecat plafon rumah untuk melengkapi desain interior rumah. Hampir mirip dengan mengecat dinding, kamu bisa menggunakan cat tembok untuk plafon.

    Akan tetapi, bedanya ada pada proses pengecatan yang harus secara vertikal, karena letak plafon ada di atas. Supaya nggak bingung, simak tips cara mengecat plafon berikut ini yang dikutip dari Edupaint, Kamis (20/6/2024).


    Mengapa Harus Mengecat Plafon?

    Mengecat plafon membawa sejumlah keuntungan. Plafon yang dicat tentunya memberikan nuansa ruangan lebih berbeda, sekaligus bisa menonjolkan elemen desain interior.

    Tips Mengecat Plafon

    1. Pindahkan Perabotan

    Pada ruangan yang plafonnya ingin dicat, kamu perlu pindahkan semua peralatan atau tutupi permukaan perabot dan lantai dengan plastik agar cat yang jatuh ke bawah tidak mengenainya.

    2. Tutup Bagian Atas Dinding

    Tips kedua adalah menutupi bagian atas dinding yang berbatasan langsung dengan plafon menggunakan isolasi kertas.

    3. Gunakan Rol untuk Mengecat

    Sebaiknya gunakan rol sebagai alat untuk mengecat plafon. Bersihkan rol terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang masih menempel. Untuk membersihkannya kamu dapat menyemprotkan air dengan sprayer. Setelah itu keringkan dengan menggunakan kain.

    4. Menggunakan Tangga

    Agar proses pengecatan lebih mudah dan cepat, kamu dapat menggunakan tangga untuk menjangkau plafon. Jika tak ada tangga maka kamu harus menyambung rol atau kuas dengan menggunakan kayu panjang sehingga rol atau kuas bisa menjangkau permukaan plafon.

    5. Mulai dari Pinggir

    Mulailah proses pengecatan dari bagian pinggir plafon dengan menggunakan kuas ukuran sedang. Hal ini bertujuan agar hasil pengecatan di bagian pinggir rapi. Setelah itu lapisi cat pada plafon bagian tengah dengan menggunakan rol.

    Jaga agar ketebalan pelapisan cat dapat terus sama dan tidak belang. Bila cat yang menempel di rol terlihat kurang, segera celupkan rol dalam bak cat yang telah dipersiapkan.

    6. Perhatikan Arah Mengecat

    Pada saat melapisi cat dengan rol, perhatikan arah gerakkan rol. Untuk ruangan yang mempunyai dimensi dengan panjang dan lebar berbeda, maka sebaiknya kamu memilih arah gerakan pada arah yang mempunyai panjang atau lebar ruangan yang terpendek.

    Hal ini bertujuan untuk meminimalkan proses dan waktu pengeringan. Serta menghindari cat menjadi belang.

    7. Gunakan Kacamata Pelindung

    Gunakan kacamata pelindung mata pada saat mengecat plafon, supaya mata terhindar dari percikan/tetesan cat.

    Itulah 7 tips mengecat plafon dengan mudah tanpa drama. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 4 Perbedaan Plesteran dan Acian yang Melapisi Dinding Rumah


    Jakarta

    Dinding merupakan salah satu bagian utama dari sebuah rumah. Saat membangun dinding, umumnya akan dilapisi dengan plesteran dan acian.

    Meski sama-sama melapisi tembok, keduanya memiliki perbedaan dari penggunaan hingga tampilan. Nah, biar kamu nggak bingung dan tertukar antara kedua tahap tersebut, simak perbedaan plesteran dan acian yang dikutip dari SEIV Paint, Minggu (23/6/2024).

    Sebelum membahas perbedaan, ada baiknya kamu mengenal lebih lanjut tentang plesteran dan acian.


    Apa itu Plesteran?

    Plesteran adalah campuran bahan yang digunakan untuk memberi lapisan pada dinding baik itu dari batu bata, batu atau kalau pada zaman sekarang ada yang dikenal dengan istilah bata ringan.

    Apa itu Acian?

    Sedangkan acian merupakan bahan yang digunakan untuk memberi lapisan pada plesteran agar lebih halus. Jadi ada plesteran yang diberi acian dan ada pula plesteran tanpa acian. Campuran bahan untuk plesteran itu adalah semen, pasir dan air sedangkan campuran untuk acian adalah semen dan air.

    Berikut perbedaan antara plesteran dan acian pada bangunan rumah.

    Perbedaan Plesteran dan Acian

    1. Komposisi

    Bahan untuk membuat campuran plesteran biasanya terdiri dari pasir, semen dan air. Bahan lainnya seperti kapur atau serta juga dapat ditambahkan tergantung pada kebutuhan dan jenis plesteran yang digunakan.

    Bahan untuk membuat campuran acian terdiri dari semen dan air. Namun demikian, dalam proporsi yang berbeda dibandingkan dengan plesteran. Acian cenderung memiliki lebih banyak air untuk meningkatkan kekuatan dari acian tersebut.

    2. Ketebalan

    Lapisan plesteran biasanya lebih tebal, berkisar antara 20 hingga 25 milimeter (mm) atau bahkan bisa lebih tebal tergantung kebutuhan pada konstruksi bangunan rumah.

    Sementara, lapisan acian biasanya lebih tipis, berkisar antara 5 hingga 15 milimeter (mm), tergantung pada jenis acian dan permukaan dinding yang ingin dilapisi acian.

    3. Kegunaan

    Plesteran bertujuan untuk menutupi konstruksi bangunan (bata, batako dan lain-lain) dengan menciptakan permukaan yang rata dan rapi dan dapat dilakukan penghalusan untuk tahapan selanjutnya yaitu pengecatan.

    Semetara itu, acian dilakukan untuk melindungi konstruksi bangunan yang membuat dinding menjadi halus dan rata, merupakan tahap akhir pembuatan konstruksi bangunan rumah.

    4. Tampilan Akhir

    Plesteran biasanya memiliki tampilan akhir yang bertekstur, tergantung keinginan pemilik bangunan. Teksturnya bisa punya tampilan kasar, berkerut bahkan halus.

    Sebaliknya, acian biasanya memiliki tampilan akhir yang halus dan rata pada konstruksi bangunan rumah.

    Jadi itu tadi perbedaan mengenai plesteran dan acian. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Talang Air Bisa Bocor? Begini Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Talang air adalah saluran yang mengalirkan air hujan dari atap menjauh dari fondasi rumah. Elemen ini penting untuk mencegah kerusakan struktural akibat air yang merembes ke tembok rumah.

    Namun, terkadang talang air bisa bocor karena beberapa hal, termasuk penggunaan yang sudah lama. Nah, kalau talang air sampai bocor, kamu harus segera memperbaikinya supaya nggak menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada talang air maupun bangunan rumah.

    Lalu, apa sih yang menyebabkan talang air bocor? Bagaimana cara memperbaiki dan mencegahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Kenapa Talang Air Bisa Bocor?

    1. Lubang di Talang

    Kemungkinan talang air bocor karena ada lubang kecil. Lubang ini bisa muncul akibat pemasangan atau kerusakan fisik, seperti akibat tumbuhan atau es yang jatuh.

    2. Sambungan Talang yang Bocor

    Selain itu, talang air juga bisa bocor karena sambungan antar potongan talang tidak tuntas disegel dengan baik, sehingga air rembes.

    3. Penutup Ujung Talang yang Bocor

    Lalu, mungkin penutup ujung talang yang kendur atau tidak dipasang dengan baik dapat menyebabkan air merembes keluar.

    Cara Perbaiki Talang Air Bocor

    Melansir The Spruce, Minggu (23/6/2024) berikut adalah cara untuk memperbaiki talang air yang bocor.

    1. Periksa dan Bersihkan Talang

    Pertama-tama, pastikan bahwa talang tidak memiliki air yang menggenang dan tidak mengalami pelengkungan. Bersihkan talang dari daun dan kotoran yang mungkin menyumbatnya.

    2. Perbaiki Lubang di Talang

    Untuk lubang di talang, kamu bisa memasang selembar flashing logam dengan sealant atau lem khusus talang air. Ini akan menutupi lubang dengan efektif.

    3. Perbaiki Sambungan Talang yang Bocor

    Untuk sambungan talang yang bocor, oleskan sealant talang berbahan karet butil di sekitar sambungan yang bocor.

    4. Perbaiki Penutup Ujung Talang yang Bocor

    Untuk penutup ujung talang yang bocor, pastikan penutup ujung yang baru terpasang dengan baik dan gunakan sealant talang untuk menjamin ketahanan air.

    Tips Mencegah Talang Air Bocor

    Selain memperbaiki kebocoran, pencegahan juga penting. Berikut beberapa tips untuk mencegah talang bocor.

    1. Bersihkan Talang Secara Berkala

    Selalu pastikan untuk membersihkan talang setidaknya dua kali setahun agar tidak ada penumpukan daun dan kotoran yang dapat menyumbat talang.

    2. Pasang Pelindung Pipa Pembuangan

    Kamu bisa memasang pelindung di ujung pipa pembuangan untuk mencegah daun menyumbatnya.

    3. Pasang Pelindung Talang

    Pasang pelindung di atas talang untuk mencegah daun dan kotoran menumpuk di dalam talang.

    4. Periksa Secara Berkala

    Setiap kali kamu membersihkan talang, selesaikan dengan menyiramnya. Kemudian, periksa talang dari bawah untuk melihat apakah ada kebocoran.

    Demikian cara memperbaiki talang air yang bocor. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab kebocoran dan langkah-langkah perbaikan yang tepat, kamu bisa dengan mudah memperbaiki talang air di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Renovasi Rumah biar Nggak Stress-Rugi


    Jakarta

    Renovasi rumah merupakan langkah untuk memperbaiki ataupun meremajakan penampilan rumah. Kalau kamu bosan dengan tampilan rumah yang begitu-begitu saja, renovasi rumah menjadi solusi yang bisa dipertimbangkan.

    Namun, ada banyak aspek dari renovasi rumah yang perlu kamu perhatikan, mulai dari anggaran hingga nilai jual rumah. Nah, jangan sampai kamu malah melakukan kesalahan yang bikin stress, bahkan merugikanmu.

    Lalu, apa saja kesalahan yang perlu dihindari? Yuk, simak tipsnya berikut ini yang dikutip dari HowStuffWorks, Senin (24/6/2024).


    7 Kesalahan Renovasi Rumah

    1. Anggaran yang Tidak Jelas

    Salah satu kesalahan saat merenovasi rumah adalah ketidakjelasan dalam anggaran. Jika kamu tidak tahu dengan pasti berapa biaya yang harus dikeluarkan, jangan sekali-kali berani mencoba untuk merenovasi rumah.

    Kelalaian dalam membuat anggaran bisa sangat berbahaya bagi kondisi keuanganmu. Membuat rincian anggaran dengan jelas sangat penting dilakukan sebelum memulai proyek renovasi rumah.

    Dengan rincian anggaran yang jelas, kamu bisa tahu untuk apa saja uangmu dikeluarkan. Selain itu, rincian anggaran yang jelas juga bisa menjadi pedoman dalam memilih pinjaman atau sumber pendanaan yang tepat.

    2. Tidak Mengantisipasi Masalah Tak Terduga

    Masalah tak terduga selalu mungkin muncul dalam proyek renovasi rumah. Mempersiapkan cadangan dana untuk masalah tak terduga dapat membantumu dalam menghindari kejutan finansial yang tidak diinginkan.

    3. Melakukan Pekerjaan Sendiri Tanpa Pengetahuan yang Cukup

    Perbanyak riset saat ingin melakukan pekerjaan sendiri dalam rangka menghemat biaya. Pastikan kamu benar-benar bisa melakukan pekerjaan tersebut sendiri.

    Melakukan pekerjaan tanpa pengetahuan dan kemampuan yang cukup dapat menyebabkan hasil yang buruk dan tidak sesuai rencana. Alhasil, kamu haru mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaikinya. Maunya untung, malah jadi buntung!

    4. Memilih Kontraktor yang Salah

    Pilihlah jasa kontraktor yang berpengalaman. Kontraktor berpengalaman tak jarang menawarkan beberapa referensi dan opsi sehingga biaya renovasi yang harus kamu keluarkan bisa lebih terjangkau.

    Pastikan kontraktor yang kamu pilih terikat dan memiliki asuransi. Selain itu, perhatikan reputasi, pengalaman, dan jenis jaminan yang mereka tawarkan.

    Memilih kontraktor yang tidak memiliki jaminan dan asuransi akan berisiko besar jika ada masalah selama proyek berlangsung atau jika kontraktor tidak memenuhi kewajibannya.

    5. Tidak Memastikan Tanggal Proyek Renovasi Selesai

    Memastikan tanggal proyek renovasi selesai adalah hal yang krusial. Hal ini perlu dipastikan agar kamu dapat memperkirakan biaya jasa kontraktor dengan tepat.

    Dengan memastikan tanggal proyek renovasi selesai, penundaan yang tidak perlu dapat dihindari. Tidak semua kontraktor bisa menjamin tanggal proyek renovasi selesai, maka kamu bisa mendiskusikannya agar penundaan yang tidak perlu dapat dihindari.

    6. Kurang Komunikasi

    Komunikasi yang buruk antara pemilik rumah, arsitek, dan kontraktor dapat menyebabkan kesalahpahaman dan biaya tambahan. Pastikan untuk selalu bertanya dan menjelaskan hal-hal yang belum jelas.

    7. Tidak Mempertimbangkan Nilai Jual Kembali

    Sebelum memulai proyek, pertimbangkan bagaimana perubahan yang sudah direncanakan akan memengaruhi nilai jual kembali rumahmu. Ini penting untuk memastikan bahwa rumahmu tetap bisa memberikan hasil investasi yang diinginkan.

    Dengan menghindari 7 kesalahan ini dan melakukan perencanaan yang baik, kamu dapat menjalankan proyek renovasi rumah dengan lebih lancar, menghemat waktu, uang, dan stres. Ingatlah selalu untuk melakukan riset dan berkomunikasi dengan baik dengan kontraktor agar proyek renovasi bisa berjalan sesuai rencana.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Maksimalkan Area Outdoor Rumah Kamu


    Jakarta

    Memiliki area outdoor atau luar ruangan di rumah bisa menjadi keuntungan. Sebab, area tersebut bisa digunakan menjadi berbagai kebutuhan, misalnya taman belakang, tempat berkumpul, atau yang lainnya.

    Area-area tersebut bisa saja berupa balkon, teras, halaman belakang, dan lainnya. Meskipun area outdoor tidak terlalu luas, kamu masih bisa lho untuk menggunakannya jadi ruangan tertentu.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menentukan fungsi area outdoor. Hal ini agar area tersebut bisa digunakan dengan baik dan tidak menjadi area yang jarang digunakan.


    Dilansir dari Real Simple, Senin (24/6/2024), berikut ini tipsnya.

    1. Tentukan Fungsi Ruangan

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan fungsi area outdoor, apakah ingin digunakan sebagai area masak dan tempat makan, taman belakang, atau tempat berkumpul. Sebab, kamu tidak bisa menggunakan area belakang untuk banyak hal, apalagi kalau area tersebut tidak terlalu luas.

    2. Jadi Tempat Berkumpul

    Kursi taman yang cocok di outdoor.Kursi taman yang cocok di outdoor. Foto: Nathalie Krag via Homes and Gardens

    Apabila kamu memutuskan untuk menggunakan area outdoor menjadi tempat berkumpul, begini tipsnya. Kamu bisa menambahkan sofa atau tempat untuk duduk-duduk santai. Agar tempatnya semakin nyaman kamu bisa menambahkan karpet hingga bantal.

    3. Jadi Area Makan

    Inspirasi lampu gantung di area outdoor.Ilustrasi tempat makan di area outdoor. Foto: Morgane Sézalory via Homes and Gardens

    Nah, kalau kamu mau menggunakan area outdoor sebagai tempat makan juga bisa lho. Kamu bisa menambahkan kursi dan meja makan minimalis serta panggangan untuk barbeku di sana.

    4. Jadi Taman atau Kebun

    Kamu juga bisa menggunakan area outdoor di rumah jadi taman belakang. Kamu bisa menanam berbagai tanaman yang cocok dengan wilayah kamu.

    Photo of young woman taking care of her plants on a rooftop gardenPhoto of young woman taking care of her plants on a rooftop garden Foto: Getty Images/AleksandarNakic

    Kalau area outdoor kamu sempit, misalnya seperti balkon, jangan khawatir karena kamu juga tetap bisa membuat taman kecil. Kamu bisa menempatkan tanaman gantung agar tidak terlalu sempit dan balkon masih bisa digunakan untuk fungsi lainnya.

    Itulah beberapa tips untuk memaksimalkan area outdoor pada sebuah hunian, mau itu di rumah tapak maupun hunian vertikal. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com