Tag: rumah

  • Begini Cara Efektif Menyapu Lantai Agar Debu Nggak Bertebaran


    Jakarta

    Menyapu lantai rumah mungkin terkesan mudah bagi kebanyakan orang. Namun, menyapu lantai bisa cukup menantang bagi orang awam.

    Pekerjaan rumah ini nggak sekadar memindahkan kotoran dari satu sisi ke sisi ruangan lain, lho. Ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan untuk mencegah debu bertebaran ke mana-mana.

    Nah, supaya rumah bersih maksimal, simak cara menyapu lantai rumah dengan efektif berikut ini, dikutip dari Scrub n Bubbles, Senin (24/6/2024).


    Cara Menyapu Lantai dengan Efektif

    1. Membersihkan Mulai dari Atas

    Sebelum menyapu ruangan, membersihkan debu dari atas dulu, seperti perabotan-perabotan. Kalau kamu menyapu terlebih dahulu lalu membersihkan kipas angin atau mengelap meja, debu akan berjatuhan, sehingga kamu harus menyapu ulang.

    2. Gunakan Sapu Khusus Indoor

    Pastikan menggunakan sapu khusus indoor dan jangan campurkan dengan penggunaan di luar rumah. Sapu indoor memiliki helaian yang lebih lembut daripada sapu outdoor yang kaku. Tipe sapu ini akan memudahkan kamu ketika menyapu dan tidak akan merusak permukaan lantai.

    3. Menyapu ke Arah Pintu

    Mulai menyapu dari sudut di belakang ruangan menuju pintu keluar. Lalu, pastikan untuk menyapu ke arahmu dan bukan menjauh.

    Dengan begini, kamu akan menyapu sambil berjalan mundur. Setelah selesai menyapu, kamu akan berdiri di ujung ruangan dengan tumpukan kotoran.

    Sebaiknya kumpulkan kotoran hingga membuat tumpukan kecil, lalu sapu ke pengki. Kalau tumpukan kotoran terlalu besar, beberapa butiran debu bisa berterabaran ke udara atau lantai.

    4. Membagi Ruangan Besar

    Jika ruangan yang akan disapu berukuran besar, kamu bisa membaginya menjadi bagian-bagian. Sapu lantai dan buang kotoran dengan pengki per bagiannya.

    5. Buat Jadwal

    Idealnya, menyapu rumah dilakukan setiap hari agar rumah selalu dalam keadaan bersih. Apalagi kalau ada ada anak-anak dan hewan peliharaan di rumah, mungkin kamu harus menyapu lebih sering. Kamu juga bisa membuat jadwal menyapu secara rutin.

    6. Pastikan Sapu dalam Keadaan Kering

    Jangan membersihkan lantai menggunakan sapu yang basah. Bulu sikat yang basah dapat menyebabkan kerusakan dan memperpendek umur sapu.

    Hindari sapu basah, kecuali kalau kamu sedang mencuci sapu. Setelah sapu dicuci, letakkan terbalik hingga benar-benar kering.

    Itulah beberapa tips untuk menyapu lantai agar rumah bersih dari debu. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Polusi, Ini 3 Tips Jaga Kualitas Udara di Rumah Tanpa Air Purifier


    Jakarta

    Polusi udara di tengah kota memang semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, udara yang terkontaminasi unsur dan benda tak kasat mata yang beracun bisa mengganggu pernapasan kita.

    Air purifier tentu menjadi andalan untuk membersihkan udara di rumah. Namun, bagaimana kalau nggak punya air purifier?

    Tenang saja, ada beberapa langkah alternatif yang bisa kamu lakukan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah dari polusi perkotaan. Yuk, simak penjelasan menurut ahli HVAC (heating, ventilation, and air conditioning) berikut ini, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).


    Cara Cegah Kontaminasi Polusi Udara di Rumah

    1. Tutup Semua Pintu dan Jendela

    Baik menggunakan air purifier atau tidak, sebaiknya membiasakan agar pintu dan jendela selalu tertutup untuk mencegah kontaminasi udara luar. Apalagi dalam kasus polusi udara luar ruangan yang ekstrim, sebaiknya tutup juga pintu dan jendela menggunakan strip penyegel, supaya udara di dalam rumah semurni mungkin.

    2. Daur Ulang Udara Pakai AC

    Kamu bisa menyalakan AC dan mengaturnya agar mendaur ulang udara di dalam ruangan. Cara ini bagus untuk sedikit meningkatkan kualitas udara di rumah kalau tidak punya air purifier.

    Namun, kamu perlu memastikan filter AC benar-benar bersih dan diganti secara berkala. Langkah tersebut membantu mencegah alergen, debu, dan partikel lainnya tidak bertebaran di sekitar rumah Anda

    3. Gunakan Tanaman Pembersih Udara

    Jika kualitas udara tempat kamu tinggal tidak terlalu buruk, kamu bisa mengandalkan tanaman indoor yang bisa membersihkan udara. Beberapa tanaman hias mampu mengatasi polusi minor.

    Adapun beberapa tanaman yang bisa membersihkan membersihkan udara dan menyerap racun, di antaranya tanaman laba-laba, English Ivy, lidah mertua, dan lili perdamaian.

    Itulah beberapa cara alternatif untuk mencegah kontaminasi udara dari polusi kota. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Alami untuk Bersihkan Polusi di Rumah


    Jakarta

    Meski tak kasat mata, kualitas udara di dalam rumah perlu menjadi perhatian penghuni rumah. Apalagi dengan polusi udara yang semakin buruk memasuki rumah.

    Jika dibiarkan, udara kotor yang kita hirup setiap hari bisa menimbulkan penyakit, alergi, asthma, dan gangguan kesehatan lainnya. Air purifier menjadi solusi andalan untuk membersihkan udara di rumah.

    Namun, kalau kamu yang nggak punya air purifier, masih ada benda-benda terjangkau lainnya yang bisa membantu membersihkan udara di rumah. Yuk, cek benda apa saja yang bisa membersihkan polusi udara, dilansir dari Apartment Therapy, Senin (24/6/2024).


    4 Benda yang Bisa Bersihkan Polusi Udara di Rumah

    1. Lampu Garam Himalaya

    Siapa sangka, sebuah lampu berupa batu bisa membersihkan udara? Ya, lampu garam Himalaya dapat kamu gunakan sebagai alternatif air purifier.

    Saat garam kristal ini dipanaskan dengan bohlam kecil di dalamnya, maka akan melepaskan ion negatif yang diketahui dapat menetralkan polutan udara.

    Lampu ini dijual dalam berbagai ukuran dan bentuk, sehingga kamu bisa memilih berat dan ukuran yang sesuai dengan ukuran ruangan.

    2. Arang Bambu

    Arang sudah lama digunakan sebagai filter untuk memurnikan air serta menjadi bahan produk kecantikan. Ternyata, bahan ini juga bisa menghilangkan racun di udara.

    Struktur arang yang berpori membantu menghilangkan bakteri, polutan berbahaya, dan alergen dari udara. Selain itu, arang dapat menyerap kelembapan, mencegah jamur dan lumut dengan menjebak kotoran di dalam setiap pori-pori.

    Kamu bisa menyimpan arang bambu dalam sebuah kantong atau wadah, lalu memajangnya di suatu ruangan.

    3. Lilin Beeswax

    Berbeda dengan lilin parafin biasa, menyalakan lilin beeswax murni hampir tidak menghasilkan asap atau aroma. Lilin ini mampu melepaskan ion negatif ke udara dan menghilangkan alergen seperti debu dan bulu.

    Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan lilin tradisional, lilin beeswax terbakar jauh lebih lambat, sehingga tahan lebih lama.

    4. Tanaman Hias

    Seperti yang sudah kita ketahui, tanaman menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tak hanya itu, beberapa tanaman bisa jadi alternatif air purifier yang membantu membersihkan udara, seperti lili perdamaian, English ivy, tanaman laba-laba, atau lidah mertua.

    Menurut penelitian NASA, tanaman tertentu lebih baik dalam menghilangkan sejumlah besar benzena, formaldehida, dan trikloroetilen dibandingkan tanaman lainnya. Penelitian itu juga menyarankan mempunyai satu tanaman di setiap 100 kaki persegi atau 9 meter persegi di dalam rumah untuk pembersihan udara yang efisien.

    Itulah beberapa benda yang bisa membantu membersihkan udara dari polusi di dalam rumah tanpa air purifier. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 2 Alasan KPR Rumah Sering Ditolak Bank dan Cara Penyelesainnya



    Jakarta

    KPR ditolak oleh bank mungkin saja terjadi. Sebab, bank tidak bisa sembarangan memberikan bantuan pembiayaan pembelian rumah ke sembarangan nasabah. Sebenarnya apa saja alasan KPR rumah sering ditolak bank?

    Menurut Pengamat Properti dan Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto terdapat 2 alasan KPR rumah sering ditolak bank yaitu jumlah penghasilan nasabah yang tidak mencukupi dan riwayat kredit.

    “Biasanya kalau kena penolakan KPR itu, penghasilannya tidak sesuai dengan pinjaman. Kedua dia masih memiliki pinjaman-pinjaman yang harus dilunasi,” kata Steve saat dihubungi detikProperti pada Senin (24/6/2024).


    Penghasilan yang dinilai oleh bank bisa gaji perorangan atau gabungan penghasilan bagi yang sudah berkeluarga. Jika penghasilan per bulannya tidak bisa menutupi cicilan KPR yang harus dibayar ke depannya, kemungkinan pengajuan KPR bisa ditolak.

    “Jadi kapasitasnya belum sesuai dengan yang diajukan sehingga ditolak,” ujarnya.

    Kemudian, riwayat kredit ini misalnya seperti cicilan mobil atau motor, cicilan barang elektronik, atau cicilan barang lainnya akan dipertimbangkan oleh bank. Jika nasabah sempat bermasalah di tengah-tengah pelunasannya atau bank menilai nasabah tidak bisa melakukan beberapa pelunasan sekaligus, pengajuan KPR mungkin saja ditolak.

    “Bank memiliki perhitungan namanya prekakulasi risiko dengan nilai penghasilan sekian dan karakter pembeli. Itu kan semuanya ada hitungan,” tuturnya.

    Steve menegaskan cicilan pinjol tidak masuk di dalamnya. Menurutnya pinjol tidak akan mempengaruhi pengajuan KPR terutama untuk rumah primary.

    “Tidak ada hubungannya karena untuk pengajuan KPR terutama rumah-rumah yang dalam arti, rumah-rumah yang primary, rumah yang masih fresh dari developer. Itu lebih mudah mendapatkan KPR,” jelas Steve.

    Namun, bank juga bisa meloloskan pengajuan KPR nasabah dengan beberapa catatan seperti DP rumah yang ditambah sehingga cicilan per bulannya tidak begitu besar.

    “Ada perhitungannya, layak nggak nerima segitu, atau dikurangi (cicilan per bulannya). DP-nya ditambah pinjamannya harus dikurangi,” ungkap Steve.

    Ada pun, cara agar KPR rumah tidak ditolak oleh bank adalah usahakan tidak mengambil KPR lebih dari 30% total penghasilan bulanan.

    “Pada waktu kita berutang, pihak bank itu mengukur apakah pihak debitur (nasabah) ini bisa membayar utang itu atau enggak, kapasitasnya ada atau enggak. Biasanya cicilan itu 30% atau 25% dari penghasilan suami dan istri,” ucapnya.

    Selain itu, nasabah harus berkomitmen untuk melunasi cicilan KPR dan mengesampingkan berbelanja kebutuhan yang tidak perlu.

    “Kepada konsumen terutama pemilik rumah pertama, pembeli the first home buyer itu, saya sarankan untuk hati-hati dalam mengelola keuangan. Karena kalau terima gaji setiap bulannya, itu yang harus diutamakan pembayaran KPR dulu. Jangan belanja dulu. Karena rumah itu kan sarana paling utama untuk kita berteduh,” pungkasnya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Noda Cat di Sekitar Rumah, dari Kain hingga Kaca


    Jakarta

    Ketika sedang mengecat, tak jarang ada noda cat tertinggal di sekitar rumah. Noda cat yang membandel memang sulit dibersihkan, apalagi kalau sudah mengering.

    Sebelum dibersihkan, pastikan kamu memerhatikan jenis dan bahan permukaan yang terkena noda cat. Hal ini akan membantu menentukan cara paling efektif untuk menghilangkan noda cat.

    Jangan lupa juga untuk mengetes bahan pembersih pada sedikit bagian permukaan untuk memastikan tidak akan menimbulkan kerusakan. Lalu, bagaimana ya cara membersihkan noda cat di berbagai jenis permukaan di sekitar rumah? Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Cleanpedia, Selasa (25/6/2024).


    Cara Membersihkan Noda Cat

    1. Kain

    Apabila noda cat masih basah di permukaan kain, segera bersihkan tanpa menunggunya kering. Celupkan kain bersih ke dalam campuran aseton dan air. Aseton merupakan cairan atsiri yang mampu mengangkat noda cat yang sudah kering sekalipun. Aseton sering digunakan untuk menghapus cat kuku.

    kamu bisa gunakan sarung tangan untuk menghindari iritasi karena bersentuhan dengan cairan aseton. Lalu, usapkan kain yang sudah dicelupkan ke larutan aseton pada noda cat dan diamkan selama beberapa jam atau semalaman jika perlu. Gunakan sikat gigi bekas atau sikat cucian yang telah dibasahi dengan larutan detergen cair dan air hangat. Gosok perlahan bagian noda pada kain. Perhatikan jenis kain dan baca label perawatan kain tersebut sebelumnya.

    2. Plastik dan Akrilik

    Kalau ada noda cat di plastik atau akrilik, kamu bisa mencelupkan lap bersih ke bahan pengencer cat seperti terpentin atau tiner. Kemudian, usapkan ke bagian yang terkena cat dan diamkan selama beberapa menit.

    Jika noda cat terlalu tebal dan kering, buat goresan tipis pada noda cat tanpa menembus ke permukaan plastik atau akrilik yang ternoda. Kamu bisa memakai ampelas atau benda tajam untuk membuat goresan tersebut.

    Langkah ini bertujuan membuat terpentin atau tiner meresap ke lapisan bawah noda cat. Gosok dengan spons kasar hingga bekas cat terangkat. Berhati-hatilah agar permukaan plastik atau akrilik tidak tergores.

    3. Permukaan Marmer

    Kamu bisa membersihkan noda cat yang masih basah di permukaan marmer dengan menggunakan lap yang sudah dicelupkan ke minyak biji rami. Minyak biji rami terkenal ampuh menghilangkan noda cat.

    Untuk noda cat yang sudah kering, kamu bisa gunakan spons yang lebih kasar dan gosok noda secara hati-hati. Untuk sisa noda cat yang masih tertinggal bisa dihilangkan dengan lap lembap. Gunakan air hangat pada lap untuk menghilangkan sisa-sisa minyak pada marmer.

    4. Kayu dan Kaca

    Sementara untuk permukaan kayu dan kaca, kamu dapat menyeka noda cat pada kayu atau kaca dengan lap yang sudah dicelupkan ke tiner. Bersihkan sisa tiner dengan lap bersih yang berbahan lembut.

    Jika bekas cat sudah benar-benar hilang, kamu bisa melanjutkannya dengan bahan pembersih khusus kayu atau kaca untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

    Demikian cara membersihkan noda cat pada berbagai permukaan di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Alat Kebersihan yang Harus Ada di Rumah, Sudah Punya Belum?


    Jakarta

    Membersihkan rumah adalah kewajiban para penghuni untuk memastikan kondisi hunian yang nyaman dan terawat. Biasanya di setiap rumah pasti ada sapu dan pel untuk membersihkan lantai.

    Namun, bukan cuma lantai yang perlu dibersihkan, tetapi juga jendela, perabotan, piring, hingga toilet. Nah, kamu akan membutuhkan beberapa alat kebersihan lainnya untuk membersihkan seisi rumah.

    Selain sapu dan pel, alat kebersihan apa lagi ya yang wajib ada di rumah? Yuk, cek daftarnya berikut ini, dilansir dari Better Homes & Gardens, Selasa (25/6/2024).


    Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah

    1. Kain Mikrofiber

    Hand is cleaning car headlight with a using red microfiber cloth,Automotive maintenance concept.ilustrasi kain microfiber Foto: Getty Images/iStockphoto/Birdlkportfolio

    Kain mikrofiber memiliki serat-serat mikro atau kecil sehingga teksturnya sangat halus dan lembut. Kain ini lebih efektif dalam membersihkan kotoran daripada kain biasa. Ukuran serat yang kecil pada kain menciptakan listrik statis yang memungkinkannya mengangkat debu, kotoran, buih sabun, dan minyak dengan lebih kuat.

    Dengan kain mikrofiber, kegiatan bersih-bersih akan jauh lebih mudah, apalagi karena bisa digunakan di hampir semua benda di rumah, mulai dari wastafel hingga kulkas.

    2. Serbet

    Kitchen utensils, cloth hanging alone on wall.ilustrasi serbet Foto: Getty Images/iStockphoto/blyjak

    Serbet merupakan kain yang multifungsi. Selain untuk mengelap tangan, serbet juga berguna untuk mengeringkan peralatan makan dan minum. Serbet juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan kompor dan meja dapur.

    Untuk menjaganya agar tetap bersih dan bebas bakteri, segera cuci serbet setiap habis digunakan, ya!

    3. Spons

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewSpons Foto: Istock

    Nggak cukup satu, ada berbagai jenis spons yang wajib kamu miliki di rumah. Setiap rumah harus memiliki spons dua sisi yang bisa digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci piring dan membersihkan oven.

    Ada juga spons kawat yang ampuh membersihkan kotoran membandel pada panci dan benda-benda dari besi lainnya. Spons mikrofiber juga wajib kamu miliki untuk mengangkat air dan kotoran dengan lebih cepat.

    4. Pembersih Kaca dari Karet (Squeegee)

    Pekerjaan membersihkan kaca gedung kerap dinilai sebagai pekerjaan laki-laki. Namun, wanita ini buktikan ia pun mampu bekerja sebagai pembersih kaca gedung.Pembersih Kaca Foto: AP Photo/Vahid Salemi

    Squeegee merupakan alat pembersih kaca yang terbuat dari karet. Kamu wajib memilikinya di rumah karena fungsinya yang beragam. Squeegee bisa kamu gunakan untuk membersih kaca kamar mandi, kaca jendela, hingga dinding kamar mandi yang terbuat dari ubin.

    Sistem kerja alat ini adalah dengan menyeka air dari permukaan yang dibersihkan. Dengan menyeka air dengan alat ini, peralatan rumah yang selesai dicuci bisa terhindar dari pertumbuhan jamur dan lumut.

    5. Kemoceng

    70 Persen warga Desa Tarikolot, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, merupakan pembuat kerajinan tradisional. Mereka memproduksi sapu, kemoceng dan lain-lain.Ilustrasi Kemoceng Foto: Bima Bagaskara

    Kemoceng merupakan alat paling umum yang digunakan untuk membersihkan debu. Gagangnya yang panjang memudahkan kita menjangkau area-area yang sulit dijangkau, seperti bagian atas lemari, selubung jendela, dan pajangan dinding tanpa harus menaiki tangga.

    6. Sikat Gosok

    Sikat LantaiSikat Gosok Foto: iStock

    Kotoran dan noda membandel di lantai seringkali sulit dibersihkan hanya dengan sapu dan pel. Nah, karena itu, kamu harus memiliki sikat gosok yang mampu mengangkat kotoran dan noda membandel tersebut.

    7. Sikat Toilet

    Toilet Brush on White Background.Toilet Brush on White Background. Foto: iStock

    Sikat toilet juga tak kalah penting untuk dimiliki di rumah. Gunakan sikat ini khusus untuk membersihkan toilet agar bersih dari kotoran dan noda yang membandel. Dengan rutin menyikat toilet, rumah bisa terhindar dari kuman dan bakteri yang bisa memicu berbagai penyakit.

    8. Pengki

    Dust on a house floor and floor brush with dustpan background. Home cleaning concept.Ilustrasi Pengki Foto: Getty Images/iStockphoto/undefined undefined

    Pengki merupakan alat untuk menampung debu dan kotoran saat menyapu sebelum akhirnya dibuang ke tempat sampah. Alat ini penting untuk dimiliki agar kamu tak perlu repot memungut sampah yang kamu sapu dari lantai.

    9. Penyedot Debu (Vacuum Cleaner)

    happy girl cleaning carpet with vacuum cleanerhappy girl cleaning carpet with vacuum cleaner Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios

    Penyedot debu atau vacuum cleaner adalah alat penting lainnya yang harus kamu miliki di rumah. Selain membersihkan lantai, vacuum cleaner adalah kunci untuk menjaga furnitur dan kasur berlapis kain agar bebas dari debu, bulu, serbuk sari, dan alergen lainnya.

    Itulah 9 alat kebersihan yang wajib kamu miliki di rumah, selain sapu dan pel. Dengan memiliki kesembilan alat tersebut, kegiatan bersih-bersih akan jauh lebih mudah untuk dilakukan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Urus Sertifikat Rumah Hilang Lengkap dengan Syaratnya


    Jakarta

    Sertifikat rumah adalah dokumen berharga yang harus perlu disimpan dengan baik. Namun, terkadang ada kondisi yang mengakibatkan sertifikat rumah hilang, seperti pindahan rumah hingga bencana alam.

    Tak perlu risau kalau sertifikat rumah hilang, Anda masih bisa mendapatkan yang baru. Sertifikat baru dapat diterbitkan untuk menggantikan sertifikat yang hilang atas permohonan pemegang hak atas tanah yang tertera dalam sertifikat.

    Proses penggantian sertifikat memakan waktu selama 40 hari kerja sesuai ketetapan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untuk mengurusnya, Anda perlu mengajukan permohonan ke Kantor Pertanahan dengan membawa persyaratan yang diminta.


    Lalu, bagaimana cara mengurus sertifikat rumah hilang? Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Persyaratan Mengurus Sertifikat Rumah Hilang

    Melansir dari website Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis (27/6/2024) berikut ini persyaratannya.

    1. Menandatangani formulir permohonan dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas meterai

    2. Surat kuasa apabila dikuasakan

    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket

    4. Fotokopi Sertipikat (jika ada)

    5. Surat Pernyataan di bawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan

    6. Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat

    Adapun, biaya untuk menerbitkan sertifikat pengganti yang hilang sekitar Rp 350.000 per sertifikat. Rinciannya, Rp 200.000 untuk biaya sumpah, Rp 100.000 untuk biaya salinan Surat Ukur, dan Rp 50.000 untuk biaya pendaftaran.

    Bila berkas yang dibutuhkan sudah lengkap, bagaimana prosedur mengurus sertifikat rumah yang hilang? Buka halaman selanjutnya.

    Cara Mendapatkan Sertifikat Rumah Pengganti

    Adapun dikutip dari detikJatim yang melansir dari Hukum Online, menurut Irma Devita Purnamasari, SH, M.Kn. dalam buku ‘Hukum Pertanahan’, ada prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat rumah pengganti.

    1. Surat laporan kehilangan sertifikat tersebut dari kepolisian setempat. Untuk mengajukan laporan hilang pemohon harus membawa:

    – Fotokopi sertifikat yang hilang (bila ada)
    – Surat keterangan Lurah setempat yang menerangkan bahwa memang benar ada tanah yang tertera dalam fotokopi sertifikat tanah tersebut dan berlokasi di kelurahan itu.

    2. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam surat kabar sebanyak 2×2 bulan

    3. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia sebanyak 2×2 bulan

    4. Fotokopi KTP pemohon yang dilegalisasi

    5. Bukti Kewarganegaraan RI yang dilegalisasi

    6. Bukti Pembayaran Lunas PBB tahun terakhir

    7. Aspek penatagunaan tanah jika terjadi perubahan penggunaan tanah

    Setelah melengkapi seluruh dokumen serta surat kehilangan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian, maka anda dapat segera memblokir sertifikat anda, agar menghindari terjadinya penyalahgunaan sertifikat awal anda oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

    Proses Sertifikat Rumah Pengganti

    Selanjutnya, Anda bisa melakukan proses pengajuan sertifikat rumah pengganti seperti berikut ini.

    1. Mengisi berkas permohonan sertifikat pengganti dan melengkapi persyaratan

    2. Pengambilan sumpah pemilik sertifikat di hadapan Kepala Kantor Pertanahan. Setelah itu, BPN akan mengumumkan berita acara pengambilan sumpah ke media. Jika tidak terdapat sanggahan atau gugatan dari orang lain kurang lebih selama satu tahun, maka proses penggantian sertifikat akan dilanjutkan

    3. Jika dokumen telah lengkap, maka pihak BPN akan meninjau kembali lokasi dan melakukan pengukuran ulang untuk memastikan keadaan tanah masih sama dengan yang tertera dalam Buku Tanah dan fotokopi sertifikat pemohon

    4. Penerbitan Sertifikat Pengganti, yang biasanya dapat terbit dalam kurun waktu 3 bulan, setelah permohonan diterima secara lengkap.

    Demikian informasi untuk mengurus sertifikat rumah yang hilang. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Pastikan 5 Hal Ini Dulu Sebelum Putuskan Beli Properti


    Jakarta

    Membeli properti biasanya dimanfaatkan sebagai hunian maupun aset investasi. Apapun tujuan membeli properti, Anda harus melakukan banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan besar ini.

    Pastinya kamu ingin memilih properti terbaik dan menyimpannya untuk waktu yang lama. Nah, perhatikan beberapa hal berikut ini supaya nggak salah beli properti, dilansir dari aesia.kemenkeu.go.id, Kamis (27/6/2024).

    Perhatikan Hal Ini Saat Beli Properti

    1. Budget Cukup

    Tentunya, ketersediaan dana menjadi hal utama yang harus diperhatikan kalau ingin membeli properti. Pastikan Anda telah memiliki anggaran yang cukup termasuk untuk meng-cover beberapa biaya di luar harga properti, seperti pajak yang berlaku, perizinan apabila properti untuk usaha hingga biaya persiapan agar properti tersebut benar-benar siap untuk dihuni.


    2. Lokasi Strategis

    Lokasi merupakan hal terpenting dalam menentukan properti yang akan dibeli. Pastikan lokasi properti yang telah Anda tentukan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan.

    Jika Anda mencari properti untuk tempat tinggal/hunian, yang harus dipertimbangkan adalah akses menuju properti, elevasi tanah untuk mempertimbangkan potensi terjadinya genangan air sementara ketika terjadi hujan. Selain itu, tingkat kebisingan yang ada di sekitar lokasi dan juga ketersediaan sarana pendukung untuk menunjang aktivitas dan kehidupan sobat sehari-hari.

    Apabila properti yang dicari untuk tujuan membuka suatu usaha, maka lokasi dan aksesibilitas merupakan suatu hal yang harus diprioritaskan. Ketika properti sobat memiliki lokasi dan aksesibilitas yang sangat baik, properti tersebut sudah memiliki potensi yang baik untuk menarik kerumunan dan keramaian. Hal itu karena kunci utama untuk keberlangsungan usaha adalah dikenalnya usaha oleh para calon konsumen.

    3. Ketersediaan Prasarana Terpenuhi

    Prasarana menjadi hal yang harus ada dalam suatu properti. Ketersediaan prasarana dasar seperti ketersediaan air bersih, listrik dan sarana pengolahan limbah (seperti mekanisme pengelolaan sampah), merupakan hal utama yang harus tersedia ketika Anda memutuskan untuk memilih suatu properti.

    Bayangkan kalau properti belum ada sambungan listrik, keterbatasan kesediaan air bersih atau bahkan tidak tersedianya fasilitas pengelolaan limbah/sampah. Anda harus mengusahakan ketiganya dengan sumber daya sendiri, mulai dari membeli generator untuk memproduksi listrik, pengeboran tanah untuk mendapatkan air bersih hingga memikirkan kemana harus mengantarkan sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap harinya.

    Air tanah pun saat ini memiliki isu tersendiri, seiring dengan meningkatnya potensi penurunan permukaan tanah yang semakin besar setiap tahunnya, sejalan dengan aktivitas pengambilan air tanah secara masif yang dilakukan tanpa memperhitungkan dampak yang ditimbulkan pada lingkungan.

    Oleh karena itu, pastikan properti yang akan Anda pilih nantinya telah memiliki sambungan/instalasi listrik yang sesuai dan legal, memiliki ketersediaan air bersih baik telah tersambung dengan instalasi dari Perusahaan Air Bersih Daerah. Lalu, memenuhi ketentuan legal untuk pengambilan air dari tanah dan juga memiliki jadwal reguler pengelolaan limbah rumah tangga yang dikelola oleh pihak ketiga.

    4. Banyak Opsi Sarana Pendukung

    Supaya memudahkan kehidupan penghuni, pastikan properti yang akan Anda pilih memiliki sarana pendukung yang turut mendukung tujuan dan aktivitas harian. Misalkan tersedia ada sarana kesehatan, pasar, minimarket, mal, ATM, kantor bank, terminal, stasiun, stasiun pengisian bahan bakar, hingga pintu tol terdekat juga harus menjadi pertimbangan. Sebab, sarana pendukung ini akan menjadi daya tarik dan menjadi nilai lebih bagi properti Anda pada beberapa waktu yang akan datang.

    5. Lingkungan Sekitar Aman dan Nyaman

    Tentu Anda ingin penghuni merasa aman dan nyaman tinggal lama di properti yang kamu beli, bukan? Maka pastikan Anda memiliki informasi yang cukup mengenai risiko alam musiman yang mungkin terjadi seperti genangan air, longsor ataupun kekeringan akut di lokasi properti sobat.

    Perhatikan juga risiko non-alam seperti tingkat kriminalitas, tingkat kepadatan lalu lintas hingga isu-isu sosial yang ada di sekitar lokasi. Sebab, risiko-risiko tersebut akan sangat mempengaruhi kestabilan emosi dan keberlangsungan keputusan Anda untuk tetap mempertahankan pilihan Anda atas properti tersebut.

    Demikian informasi terkait hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli properti. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Peraturan Tinggal di Apartemen yang Harus Kamu Tahu


    Jakarta

    Apartemen merupakan alternatif hunian berbentuk vertikal yang sudah banyak digunakan orang-orang. Kehidupan tinggal di apartemen memiliki banyak perbedaan dari perumahan, dari sosialisasi dengan tetangga hingga peraturan yang berlaku.

    Bagi kamu yang pengin tinggal di apartemen, perlu mengetahui peraturan-peraturan yang biasa ditetapkan pada apartemen. Peraturan ini yang mengatur operasional dan kehidupan di dalam apartemen.

    Lalu, apa saja peraturan tinggal di apartemen? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari academia.edu, Kamis (27/6/2024).


    Peraturan Tinggal di Apartemen

    1. Perhimpunan Penghuni (PP)

    PP adalah badan hukum yang bertugas mengurus berbagai kepentingan bersama antara pemilik dan penghuni apartemen. PP merupakan wakil dari para penghuni sehingga fungsinya mirip dengan RT/RW.
    Tugas PP antara lain :
    1. Mengesahkan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disusun oleh pengurus dalam Rapat Umum PP
    2. Menyelenggarakan tugas-tugas administrasi kepenghunian dan pembukuan
    3. Menunjuk atau membentuk dan mengawasi Badan Pengelola dalam pengelolaan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama
    4. Mewakili para penghuni terhadap pihak luar, termasuk pemerintah, berkenaan dengan pembayaran PBB, asuransi kebakaran, dan lain-lain
    5. Menetapkan dan melaksanakan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh penghuni
    PP ini terbentuk, pengembang bertindak sebagai pengurus PP sementara. Masa kepengurusan sementara ini biasanya dilakukan sejak bangunan selesai, selama 3 bulan sampai 1 tahun, sesuai dengan Pasal 67 Peraturan Pemerintah No.4 Tahun 1988.

    Anggota PP

    Yang menjadi anggota PP adalah :
    1. Pemilik unit
    2. Pemakai unit
    3. Penyewa unit
    4. Penyewa beli unit (untuk unit yang disewa beli)
    Setiap pemilik unit apartemen memiliki satu suara. Suara ini digunakan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan berkepentingan kepenghunian, misalnya dalam hal tata tertib.

    Dalam hal yang berkaitan dengan kepemilikan dan pengelolaan apartemen, hak suara pemilik diperhitungkan sesuai dengan Nilai Perbandingan Proporsional (NPP).

    2. Badan Pengelola

    Badan pengelola adalah suatu perusahaan yang profesional, yang bertugas mengelola seluruh bagian dan benda bersama di dalam kompleks gedung apartemen. Badan pengelola ini ditentukan dan dipilih oleh PP.

    Apabila dinilai mampu, PP dapat jga melakukan sendiri pengelolaan dengan membentuk tim yang cukup.
    Tugas badan pengelola, berdasarkan PP No. 4/1988 Pasal 68, meliputi
    • Memeriksa dan memelihara kebersihan gedung dan lingkungannya
    • Melakukan perbaikan gedung dan lingkungannya
    • Mengawasi ketertiban dan keamanan penghuni
    • Mengawasi penggunaan bagian, benda, dan tanah bersama sesuai dengan peruntukannya
    • Secara berkala memberikan laporan kepada PP disertai usulan pemecahan masalah

    3. Service Charge

    Istilah service charge pada umumnya diartikan sebagai iuran pengelolaan. Sebagaimana layaknya, biaya pemeliharaan atas bagian, benda, dan tanah bersama ditangung bersama oleh para penghuni dengan membayar iuran pengelolaan. Besarnya iuran tersebut dihitung oleh pengelola. Setelah disetujui oleh PP, besarnya iuran akan ditentukan secara proporsional. Umumnya dikaitkan dengan luas unit apartemen / sarusun.

    Contoh :
    Biaya service charge : Rp. 8.000/m2/bulan
    Luas unit apartemen : 100 m2
    Biaya per unit apartemen = 100 X 8.000 = Rp. 800.000/bulan

    Untuk kenyamanan penghuni, biaya pemakaian listrik, air dapat dibayarkan secara kolektif kepada pengelola, tentunya dengan ditambah biaya administrasi.

    4. Sinking Fund

    Sinking fund atau dana cadangan adalah biaya yang ditarik oleh pengelola sebagai tabungan untuk kepentingan besama. Dana ini akan digunakan untuk menutupi biaya-biaya yang timbul di kemudian hari, misalnya biaya perbaikan gedung (renovasi) dan penambahan fasilitas. Cara menghitung biaya ini sama dengan cara menghitung service charge, yaitu luas biaya per m2 dikalikan luas unit apartemen.

    Diperlukan kesadaran seluruh pemilik atau penghuni apartemen untuk membayar iuran pengelolaan dan dana cadangan tepat pada waktunya agar peralatan dapat terawat dengan baik. Apabila pengelola mengajukan kenaikan tarif, perlu dipelajari secara seksama untuk menyetujui atau menolaknya karena akan terkait dengan investasi bangunan jangka panjang.

    Yang perlu dihindari adalh adanya konflik kepentingan (conflict of interest) di dalam tubuh PP. Jangan sampai kepentingan bersama dikalhkan oleh kepentingan pribadi atau golongan.

    5. Prosedur Renovasi

    Melakukan renovasi di dalam gedung bertingkat sangat berbeda dengan di rumah biasa. Terlebih lagi apabila unit-unit apartemen di sekeliling kita telah dihuni. Perlu perhatian yang ekstra ketat, mulai dari pengangkutan material dari luar ke dalam unit sampai dengan pengerjaannya.

    Pengangkutan material ke dalam unit apartemen harus melalui lift khusus barang, tidak boleh menggunakan lift penumpang, dengan alasan kenyamanan dan keamanan. Material tertentu seperti pasir dan batu perlu dimasukkan ke karung sebelum diangkut untuk menjaga kebersihan.

    Sebelum melakukan renovasi, pemilik / penghuni unit melaporkannya terlebih dahulu kepada pengelola gedung. Beberapa hal yang umumnya perlu diperhatikan adalah :
    1. Mengajukan permohonan renovasi
    2. Mengisi formulir permohonan renovasi
    3. Mengajukan desain lengkap dan spesifikasi material / bahan yang digunakan
    4. Pemeriksaan desain, material, dan kontraktor yang diajukan pemilik / penghuni oleh koordinator renovasi.
    Tempat Pembuangan Sampah

    Sampah dari setiap unit umumnya ditampung di suatu tempat di stiap lantai yang disebut bin center. Pada waktu-waktu yang telah ditentukan, sampah tersebut diangkut ke tempat pembuangan gedung (garbage room) sebelum diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Biaya pembuangan sampah ini telah termasuk dalam biaya service charge.

    6. Biaya Parkir Gedung

    Setiap pemilik / penghuni apartemen diberi hak untuk menggunakan tempat parkir. Jumlah unit parkir (lot parkir) yang diberikan bergantung pada ketentuan pengelola dan bergantung pula pada jumlah total tempat parkir yang tersedia. Pada umumnya, setiap unit diberikan jatah satu tempat parkir, kecuali untuk unit khusus (penthouse) diberikan lebih dari satu. Apabila memerlukan tempat parkir tambahan, pemilik / penghuni dapat menyewanya secara bulanan.

    Setiap pemilik / penghuni memperoleh stiker parkir. Sedangkan untuk tamu disediakan area parkir khusus yang terpisah. Apabila tempat parkir yang dikelola cukup luas, badan pengelola dapat juga menyerahkan pengelolaannya kepada pihak luar untuk alasan efisiensi.

    7. Penanggulangan Kebakaran

    Bangunan apartemen yang baik umumnya menyediakan berbagai peralatan dan upaya untuk menanggulangi kebakaran, meliputi :
    • Smoke detector, untuk mendeteksi asap secara otomatis
    • Heat detector, untuk mendeteksi asap secara otomatis
    • Sprinkle, untuk memadamkan api di lokasi sumber api
    • Hydrant, selang air untuk memadamkan api dari jarak yang cukup jauh
    • Apar di tempat strategis dan di setiap unit
    • Tangga darurat
    • Pelatihan penggunaan apar untuk anggota sekuriti dan penghuni
    • Latihan kebakaran dan evakuasi seluruh penghuni minimal setahun sekali

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Hunian Vertikal, Kenali Perbedaan Rusun, Apartemen, dan Kondominium


    Jakarta

    Hunian vertikal adalah alternatif hunian untuk lahan yang terbatas. Apalagi dengan harga lahan di perkotaan yang sudah tergolong mahal.

    Demi mendapat akses lebih dekat ke kawasan bisnis dan ekonomi di tengah kota, hunian vertikal ini pun menjadi solusi. Hunian ini bisa berupa rumah susun (rusun), apartemen, dan kondominium.

    Meski sama-sama hunian vertikal, ketiga jenis properti ini berbeda, lho. Simak penjelasan mengenai perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium berikut ini, dikutip dari Cekaja.com.


    Perbedaan

    Rusun

    Berdasarkan Undang-undang, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah.

    Pada perkembangannya, masyarakat mengenal rusun sebagai hunian bertingkat untuk kelas menengah bawah. Rusun juga terbagi menjadi dua yaitu:

    Rusunami

    Rusunami adalah Rumah Susun Sederhana Milik. Pada Rusunami, pengguna tangan pertama harus membeli dari pengembang. Pengembang kerap menggunakan istilah apartemen bersubsidi untuk Rusunami.

    Rusunawa

    Rusunawa adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Dari segi tampilan fisik bangunan kurang lebih sama dengan Rusunami. Perbedaannya, untuk menempati Rusunawa, pengguna menyewa dari pengembang.

    Apartemen

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apartemen adalah tempat tinggal yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah.

    Apartemen juga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan lainnya. Tak hanya itu, biasanya, untuk memiliki apartemen dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

    Kondominium

    Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kondominium adalah gedung besar, mewah, bertingkat yang disewakan; apartemen. Jadi dalam praktiknya, pemilik unit kondominium memiliki hak melakukan apa pun, misalnya menyewakan atau menjual pada orang lain.

    Artinya, kondominium dapat menjadi alternatif investasi, sedangkan apartemen lebih sebagai hunian rumah tinggal.

    Itulah perbedaan dari rusun, apartemen, dan kondominium. Apakah kamu tertarik tinggal di salah satunya? Atau kamu lebih memilih mencari rumah hunian?

    Sementara itu, dikutip dari sumber lain, perbedaan paling mencolok antara rusun, apartemen dan kondominium adalah dari segi fasilitas.

    Fasilitas yang terdapat di rusun terkesan seadanaya, karena rusun memang tergolong hunian vertikal yang paling terjangkau dari sisi harga. Sebab rusun ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.

    Apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, seperti tempat parkir yang luas, kolam renang, tempat kebugaran, taman dan lainnya. Beberapa apartemen mewah juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan. Meski begitu, ada juga apartemen yang memiliki fasilitas seadanya.

    Lalu kondominium memiliki fasilitas premium dan lebih mewah dibanding apartemen.

    Selain itu, ketiganya juga bisa dibedakan dari siapa yang menginisiasi pembangunan. Rusun, biasanya dibangun atas inisiasi pemerintah daerah atau pusat untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah. Sementara apartemen dan kondominium dibangun murni sebagai tujuan bisnis dari para pengembang.

    Demikian perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com