Tag: rumah

  • Bahaya! Ini 5 Risiko Bakar Sampah di Lingkungan Rumah


    Jakarta

    Membakar sampah di dekat rumah masih sering dilakukan baik di desa maupun kota. Langkah ini menjadi solusi praktis untuk mengatasi sampah yang menumpuk.

    Namun, membakar sampak sebenarnya dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Bahkan, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan karena menimbulkan bencana.

    Lantas, apa saja risiko membakar sampah di lingkungan rumah? Simak penjelasan berikut ini.


    Risiko Bakar Sampah di Dekat Rumah

    1. Pencemaran Udara

    Salah satu dampak dari membakar sampah adalah pencemaran udara. Selama proses pembakaran, asap dan partikel-partikel kecil dilepaskan ke atmosfer. Asap ini mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk karbon monoksida, senyawa organik volatil, dan logam berat.

    2. Gangguan Kesehatan

    Paparan terhadap asap ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata dan tenggorokan. Pada jangka panjang, ini dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis. Asap dari pembakaran sampah juga mengandung polutan yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti dioksin dan furan. Paparan jangka panjang terhadap zat-zat ini dapat meningkatkan risiko kanker, gangguan hormonal, dan masalah kesehatan lainnya.

    3. Merusak Ekosistem

    Bukan hanya udara yang tercemar, tetapi juga lingkungan sekitar tempat pembakaran sampah. Asap dan partikel berbahaya dapat jatuh ke tanah dan mencemari tanah serta sumber air. Ini dapat merusak ekosistem lokal, mengancam keberlangsungan hidup hewan dan tumbuhan, serta mengganggu rantai makanan.

    4. Perubahan Iklim

    Di samping itu pembakaran sampah dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca, termasuk karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Gas-gas ini berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim. Dengan kata lain secara tidak langsung kita berperan dalam mengintensifkan perubahan iklim global yang semakin merusak bumi.

    5. Kebakaran

    Praktik membakar sampah juga membawa risiko kebakaran yang tidak terkontrol. Api dapat dengan cepat menyebar, mengancam rumah, dan properti lainnya. Ketika api tidak terkendali, asap dan gas beracun dilepaskan dalam jumlah yang lebih besar, mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

    Alternatif dari Membakar Sampah

    Dalam rangka menjaga kesehatan dan lingkungan yang baik, sangat penting untuk menghentikan praktik membakar sampah di dekat rumah. Sebagai alternatif, kita harus mendorong dan mengikuti praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, seperti daur ulang, pemilahan sampah, dan penggunaan layanan pengelolaan sampah yang tepat.

    Kesadaran masyarakat tentang dampak negatif dari pembakaran sampah juga perlu ditingkatkan sehingga kita semua dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Taruh Barang di 5 Tempat Ini di Rumah Kalau Nggak Mau Nyesal!


    Jakarta

    Ruang penyimpanan yang memadai di rumah sangat penting untuk menampung benda-benda di rumah. Namun, beberapa bagian rumah sebaiknya jangan dijadikan tempat penyimpanan barang.

    Beberapa bagian rumah sering kali dijadikan sebagai ruang penyimpanan, seperti kolong tempat tidur atau wastafel. Ternyata, menyimpang barang-barang di tempat-tempat tersebut justru bisa bikin barang kamu rusak, lho!

    Nah, sebelum menyimpan barang di rumah, sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal, seperti suhu, kelembapan, dan potensi hama. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan barang.


    Lalu, mana saja bagian rumah mana saja yang sebaiknya dihindari buat jadi tempat penyimpanan barang? Berikut ini daftarnya, dilansir dari The Spruce, Kamis (27/6/2024).

    Bagian Rumah yang Nggak Cocok Jadi Tempat Penyimpanan

    1. Di Bawah Wastafel

    Menyimpan barang di bawah wastafel mungkin sekilas seperti pilihan yang bijak. Niat hati ingin memaksimalkan ruang, tetapi justru barang yang disimpan di sana ternyata bisa rusak, lho!

    “Area bawah wastafel sering kali memiliki pipa dan saluran air, dan menyimpan barang-barang di sana dapat mempersulit akses ke bagian ini jika ada kebocoran atau penyumbatan,” jelas Jessica Fields, seorang ahli organisasi rumah dan narablog.

    Pipa-pipa di bawah wastafel dapat memicu risiko kerusakan pada barang, terutama saat terjadi kebocoran. Nggak mau ‘kan barang yang kita simpan jadi basah dan rusak?

    2. Di Bawah Tempat Tidur

    Ruang di bawah tempat tidur tampaknya sudah biasa dijadikan tempat penyimpanan barang. Namun, tahu nggak kalau menyimpan barang di bawah tempat tidur bisa memicu risiko kesehatan akibat debu yang biasanya menumpuk di sana.

    “Kolong tempat tidurmu bisa menimbulkan risiko kesehatan karena debu yang menumpuk bisa menyebabkan malapetaka bagi penderita alergi,” kata Maxine Brady, seorang penata interior.

    3. Meja Dapur

    Menaruh terlalu banyak barang di meja dapur bisa membuatnya sulit dibersihkan. Akibatnya, meja dapur dapat menjadi kotor dan mengundang sumber penyakit. Nggak mau, kan?

    “Prioritaskan barang-barang yang sering digunakan dan pertimbangkan untuk memasang rak atau pengait untuk barang-barang yang menghabiskan ruang konter yang berharga,” kata Sandi Huynen, seorang desain interior dan ahli tata ruang.

    4. Di Atas Kulkas

    Kebanyakan orang mungkin terbiasa menaruh barang di atas kulkas. Apalagi untuk barang-barang yang jarang digunakan. Namun, ternyata itu sebaiknya jangan dilakukan, lho!

    Panas dari kulkas ternyata bisa memengaruhi kualitas barang tertentu yang membutuhkan lingkungan yang stabil dan sejuk. Namun, ruang di atas kulkas ini masih bisa digunakan untuk menaruh barang yang sering diakses.

    5. Garasi

    Garasi cenderung menjadi tempat penyimpanan segala sesuatu yang tidak memiliki tempat di dalam rumah. Meskipun garasi merupakan tempat yang bagus untuk menyimpan mobil atau perkakas, banyak barang yang seharusnya disimpan di tempat lain.

    Willow Wright, seorang pemilik toko antik Urban Redeux, mengatakan bahwa garasi sebaiknya tidak dijadikan tempat untuk menyimpan perabot kayu. Hal ini karena kondisi garasi yang lembap bisa menyebabkan kerusakan pada perabot tersebut.

    “Fluktuasi suhu dan kelembapan bisa sangat berbahaya bagi kayu, menyebabkan pembengkakan, bengkok, dan retak. Kecuali jika ruangan tersebut memiliki iklim yang terkendali, saya sarankan untuk tidak menyimpan perabotan di garasi,” jelasnya.

    Itulah 5 tempat yang sebaiknya kamu hindari buat simpan barang. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Begini Tips Pilih Lampu Kamar Tidur yang Tepat


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan tempat untuk beristirahat, khususnya tidur. Maka, suasana kamar tidur mesti mendukung, salah satunya dengan memilih lampu atau pencahayaan yang tepat.

    Pencahayaan ternyata bisa mempengaruhi tampilan dan suasana kamar tidur, lho! Tidurmu bisa kurang nyaman kalau cahaya lampu terlalu silau atau warnanya kurang pas.

    Sementara, kalau pencahayaan terlalu redup, maka aktivitas lainnya di kamar tidur bisa kurang optimal. Mengingat kamar tidur sebagian besar digunakan untuk tidur, mendapatkan pencahayaan yang tepat terkadang terabaikan. Meskipun demikian, ini adalah ruang yang lebih praktis daripada yang kita bayangkan.


    Dari bersiap-siap di pagi hari hingga bersiap tidur dengan buku bagus, pencahayaan kamar tidur bekerja keras untuk menjaga kamar kita tetap berfungsi kapan saja sepanjang hari. Menggunakan bohlam yang terlalu keras, atau tidak memiliki cukup lampu dapat membuat kamar tidur kita menjadi kurang nyaman.

    Mengutip Home & Garden, Kamis (28/6/2024) umumnya orang hanya fokus pada urusan estetika atau keindahan saja saat membeli lampu, ntah itu lampu utama, lampu samping tempat tidur dan lampu meja rias.

    Pilih Warna Cahaya Lampu Sesuai Fungsi

    Faktanya, salah satu kesalahan terbesar dalam pencahayaan kamar tidur adalah memilih warna bohlam yang salah untuk penerangan samping tempat tidur atau meja rias.

    “Kesalahan pencahayaan yang paling sering saya lihat adalah ketika orang membeli bohlam LED berwarna ‘siang hari, putih’, dan semuanya berubah menjadi biru!” kata Sara Johnson dari Sara Johnson Interiors.

    Lalu warna lampu seperti apa yang harusnya dipasang di kamar tidur?

    “Saya selalu merekomendasikan bola lampu hangat dan lampu yang dapat diredupkan, jika memungkinkan,” kata dia.

    Selain itu, Artem Kropovinsky, desainer interior dan pendiri studio NYC Arsight menyebut untuk lampu samping tempat tidur, sebaiknya gunakan cahaya putih hangat untuk menciptakan suasana nyaman dan mengundang.

    “Sebaliknya, untuk meja rias atau meja rias, yang terbaik adalah menggunakan cahaya putih sejuk untuk rendering warna yang akurat,” ujar Kropovinsky.

    Jenis Lampu di Kamar Tidur

    “Untuk jenis bohlam, yang terbaik adalah menggunakan bohlam LED di kamar tidur,” tambahnya.

    Lampu LED hemat energi dan memiliki umur yang panjang. Dari semua hal terkait pencahayaan kamar tidur, hal yang paling penting dalam menyempurnakan pencahayaan kamar tidur adalah dengan memaksimalkan dampak cahaya alami di siang hari.

    Tujuannya adalah untuk membantu memacu Kamu bangun dari tempat tidur setiap pagi dan meningkatkan suasana hati.

    “Kalau memungkinkan, coba juga gunakan pencahayaan alami dengan membuka jendela atau menambahkan skylight. Ini akan membantu menciptakan keseimbangan sempurna antara pencahayaan dan suasana,” saran Shaun Martin, profesional real estate, pengembang lahan, dan CEO We Buy Houses, Denver.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Desain Kamar Tidur Serasa Tinggal di Hotel Bintang Lima


    Jakarta

    Kamar tidur yang nyaman dan mewah seperti kamar hotel bintang lima tentu diidamkan banyak orang. Meski tidak bisa menginap di hotel setiap hari, kamu masih bisa meniru desain hotel yang khas di rumah sendiri lho!

    Apalagi kamar tidur sudah seharusnya bisa memberikan kenyaman maksimal buat penghuninya beristirahat. Dengan mendesain kamar tidur ala hotel bintang lima, kamu akan tidur lebih nyenyak, sehingga bisa lebih produktif di kemudian hari.

    Lalu, bagaimana cara mendesain kamar tidur seperti kamar hotel bintang lima? Simak caranya berikut ini, dikutip dari The Spruce, Jumat (28/6/2024).


    1. Gunakan Peralatan Tidur Berkualitas Tinggi

    Kamar hotel bintang lima tentu identik dengan peralatan tidur yang nyaman. Untuk membawa kenyamanan ini di rumah, belilah peralatan tidur dengan kualitas terbaik.

    Peralatan tidur linen bisa menjadi pilihan yang tepat karena memberikan tampilan rapi dan kenyamanan sepanjang tahun. Jangan lupa tambahkan sentuhan kemewahan dengan bantal dari sutra yang juga memberikan manfaat untuk rambut dan kulitmu.

    “Seprai linen memiliki tampilan yang halus, namun tetap terlihat hidup yang tidak pernah ketinggalan zaman dan bisa mengatur suhu sehingga sangat cocok untuk digunakan sepanjang tahun,” kata desainer interior Candace Plotz.

    2. Pasang Pencahayaan yang Cukup

    Pencahayaan memegang peranan penting dalam menciptakan atmosfer kamar tidur yang nyaman. Pilih pencahayaan yang lembut, seperti lampu dengan nuansa temaram atau pencahayaan cove. Ini tidak hanya menciptakan suasana yang tenang, tetapi juga bisa menjadi sentuhan syahdu di kamar tidurmu.

    3. Kurangi Aksesoris

    Kurangi kekacauan visual dengan meminimalkan jumlah aksesoris dan barang hiasan. Dekorasi pada hotel bintang lima biasanya dipilih dengan teliti dengan hanya menambahkan hiasan secukupnya, seperti vas bunga kecil atau jam dengan bentuk elegan. Lepas hiasan yang tidak diperlukan untuk menciptakan ruang yang lebih tenang.

    4. Rutin Bersihkan Kamar

    Kamar hotel juga identik dengan kebersihan karena kerap dibersihkan setiap hari. Nah, kamu juga bisa membersihkan tempat tidur setiap pagi bisa memberikan sentuhan khusus pada rutinitas harianmu.

    Selain membuatmu lebih aktif, ini juga akan membuat malam harimu terasa seperti masuk ke kamar tidur hotel mewah yang baru saja menerima layanan turndown.

    “Saat waktu tidur tiba, kamu akan merasa seperti baru saja masuk ke kamar tidur hotel bintang lima yang menawarkan turndown service,” kata desainer interior Charles Almonte.

    5. Letakkan Cermin dengan Tepat

    Ciptakan ilusi ruangan yang lebih besar dengan meletakkan cermin secara strategis. Cermin tidak hanya memantulkan cahaya, tetapi juga membuat ruangan terasa lebih luas. Letakkan cermin di atas meja rias untuk menciptakan nuansa ala boutique hotel atau di atas meja samping tempat tidur.

    6. Pajang Karya Seni di dalam Kamar

    Beri kepribadian pada kamar tidur dengan memajang karya seni. Langkah ini merupakan elemen kunci kamar hotel mewah.

    Pasang lukisan besar atau karya seni berbingkai untuk memberikan sentuhan elegan pada kamar tidurmu. Pilihlah karya seni yang sesuai dengan gayamu, apakah itu abstrak modern atau pemandangan yang dijepit.

    Jika kamu tertarik pada estetika modern, karya abstrak yang besar adalah pilihan yang tepat. Jika gayamu lebih condong ke arah tradisional, pertimbangkan untuk menggantungkan lanskap berbingkai.

    Gambar figur hitam dan putih juga cukup apik untuk memberikan suasana mewah pada kamarmu. Letakkan beberapa gambar tersebut di atas meja rias untuk mendapatkan kesan kasual ala Paris.

    7. Tambahkan Karpet yang Nyaman

    Tambahkan kenyamanan pada kamar tidurmu dengan meletakkan karpet di dalamnya. Pilih karpet yang lembut, seperti bulu domba atau karpet Maroko, untuk memberikan sentuhan istimewa saat kakimu menyentuh lantai kamar tidur setiap pagi.

    Jika kamu tidak ingin kamar terlalu banyak warna, pilihlah karpet hitam dan putih.

    Demikianlah sederet tips mendesain kamar tidur ala hotel bintang lima. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kamu bisa mengubah kamar tidurmu menjadi tempat istirahat yang layaknya hotel bintang lima. Semoga informasinya bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Banyak Debu Meski Sering Dibersihkan? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Debu selalu menumpuk di rumah, apalagi kalau jarang membersihkan isi rumah. Namun, sering kali kita merasa rumah masih kotor meski sudah menyapu dan mengepel lantai, serta membersihkan perabotan namun debu tetap menempel.

    Tentunya hal ini bisa bikin penghuni rumah sebal karena rumah cepat kotor, bahkan setelah dibersihkan. Ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan rumah sering berdebu.

    Lalu, apa saja penyebab rumah berdebu dan kotor? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Penyebab Banyak Debu di Rumah

    1. Pintu dan Jendela Terbuka

    Membuka pintu dan jendela sebenarnya bagus dilakukan agar sirkulasi udara tetap terjaga sehingga udara yang kita hirup tetap segar. Bila tidak dilakukan, rumah akan terasa pengap karena tak ada sirkulasi udara.

    Akan tetapi, membuka pintu dan jendela harus menjadi perhatian saat rumah kita berada di kawasan sibuk kendaraan. Bila lokasi rumah kita terletak di titik yang sering dilewati hilir mudik kendaraan, jangan sembarangan membuka pintu dan jendela. Bila tidak, rumah kita akan terus dipenuhi debu jalanan.

    Solusinya, bukalah pintu dan jendela di waktu-waktu tertentu saat rumah kita masih sepi kendaraan yang lewat. Misalnya di pagi hari dari subuh hingga pagi atau sore hari, Itu bisa meminimalisir masuknya debu ke rumah kamu.

    2. AC dan Kipas Kotor

    Tahukah kamu AC dan kipas yang lama tak dicuci bisa menimbulkan debu-debu dan kotoran. Lebih parah lagi, bila dihidupkan, maka akan menimbulkan penyakit gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek.

    Oleh karena itu, cucilah AC dan kipas secara rutin. Bila dirasa sudah berdebu, sempatkan waktu untuk segera mencucinya. Kamu bisa menggunakan jasa tukang atau bisa dilakukan sendiri.

    3. Banyak Tumpukan Barang

    Banyak barang menumpuk juga menjadi salah satu penyebab debu dan kotoran sering datang kembali meski sudah dibersihkan. Cobalah buang atau singkirkan barang-barang yang tidak perlu. Selain bisa mengurangi debu, melakukan hal ini juga bisa membuat rumah kita terasa lapang.

    Saat kita pulang dari kantor atau bepergian, segera simpan pakaian yang kita pakai ke tempat cucian karena pakaian itu bisa membawa debu dan kotoran dari luar.

    4. Cek Barang di Atas Lemari

    Terkadang kita memiliki kebiasaan menaruh barang-barang seperti dus, kotak atau barang lain di atas lemari. Mulai sekarang hindari menaruh barang di lokasi itu karena bisa memicu datangnya debu.

    Debu yang berada di atas lemari biasanya jarang kita ketahui karena letaknya yang sulit dijangkau. Bila terpaksa harus menaruh barang di sana, coba cek dan bersihkan secara rutin.

    5. Bersihkan Lantai dan Perabotan secara Rutin

    Jangan menunda pekerjaan membersihkan lantai dan perabotan di rumah. Karena hal itu bisa bikin debu terus menerus datang. Jadi, jangan lupa bersihkan lantai dan perabotan secara rutin untuk mencegah dan mengatasi debu.

    Itulah beberapa penyebab dari rumah yang sering debu. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 6 Ciri Kasur yang Harus Diganti Agar Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Mempunyai kasur yang nyaman penting untuk menunjang aktivitas tidur. Namun, seiring bertambahnya usia kasur, kualitasnya bisa menurun hingga dapat mengganggu kualitas tidur penggunanya.

    Kasur memang ada masanya bakal usang, seperti warnanya menguning, permukaan kendur, hingga pegas yang menyembul. Kalau hal seperti ini terjadi, jangan dibiarkan ya!

    Sebab, kasur yang usang bisa mengganggu kesehatan tubuh. Lantas, kapan saatnya mengganti kasur? Simak penjelasan berikut yang dilansir dari techradar, Jumat (28/6/2024).


    Ciri-ciri Kasur Usang yang Perlu Diganti

    1. Masa Pakai Kasur 10 Tahun atau Lebih

    Baik kasur murah ataupun mahal, semuanya memiliki massa pakai. Ada beberapa model lateks premium yang bisa bertahan selama 20 tahun, tetapi di luar model itu banyak yang perlu diganti seperti model innerspring yang masa pakainya hanya 5-7 tahun. Sedangkan model hybrid dan busa memori bisa bertahan selama 10 tahun.

    2. Tubuh Selalu Terasa Sakit dan Nyeri

    Jika tubuh kamu sering terasa sakit dan nyeri ketika bangun tidur, kemungkinan penyebab utamanya adalah kasur kamu sudah tidak layak dipakai. Kasur yang sudah tua biasanya sudah tidak mampu menopang tulang belakang dan titik tekanan, sehingga membuat tubuhmu sakit.

    Rasa sakit ini bisa mengganggu aktivitas kamu dan membuat kamu terbangun di malam hari untuk mencari posisi yang nyaman ketika ingin kembali tidur. Jika kamu terbangun terus selama seminggu, kemungkinan ada masalah pada kasur kamu.

    Namun, jika tubuh kamu terasa sakit seharian dan dalam jangka panjang, kemungkinan kamu perlu memeriksa ke dokter karena kemungkinan masalah tersebut bukan lagi berasal dari kasur kamu.

    3. Kasur Menggumpal atau Kendur

    Seiring bertambahnya usia kasur, kualitasnya akan mudah rusak dan membuat kasur kamu menggumpal dan kendur. Tentunya ini bisa berdampak pada kualitas tidur kamu menjadi terganggu.

    Untuk jangka waktu tertentu kamu bisa saja mengurangi kendurnya, tetapi ini tidak bisa memperbaiki sehingga kamu perlu mengambil tindakan dengan membeli kasur baru.

    4. Kasur menguning

    Seiring bertambahnya usia kasur kamu, pasti akan menunjukkan tanda menguning karena kasur mulai oksidasi. Proses ini alami terjadi karena oksigen di udara dan membuat kasur menjadi kuning.

    Noda oksidasi ini tidak berbau, tetapi sulit dihilangkan ketika dibersihkan. Sebaiknya kamu perlu memastikan terlebih dahulu jika noda tersebut bukan timbul karena faktor lain, seperti keringat, bakteri, jamur, atau tungau debu.

    Jika dapat dibersihkan, mungkin kamu hanya perlu menambahkan pelindung kasur dibanding langsung mengganti kasur dengan yang baru.

    5. Pegas Kasur Berderit dan Terasa Menyembul

    Masalah ini sering terjadi pada kasur pegas di dalamnya yang ditutupi lapisan busa. Busa dapat rusak dengan lebih cepat dibanding jenis kasur lainnya, dan ini bisa membuat adanya tekanan pada pegas sehingga kemungkinan kamu bisa merasakan pegas menyembul atau bahkan mulai menampakkan bentuknya saat kamu berbaring.

    6. Membuat Alergi

    Jika kamu penderita alergi, dan terasa semakin parah saat berbaring di tempat tidur, kemungkinan penyebabnya ada pada kasur. Terutama tanda-tanda ini terjadi jika masa pakai kasur kamu sudah tua sehingga kemungkinan tumbuhnya sarang jamur dan bakteri jika tidak rutin dirawat.

    Oleh karena itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan kasur secara menyeluruh terlebih dahulu dengan menghilangkan debu, tungau, kulit mati, dan alergen lainnya. Lapisi juga kasur kamu dengan pelindung anti alergi.

    Perhatikan juga jika penyebab alergi kamu kambuh karena bantal atau bukan. Jika dari usulan berikut tidak memberikan perubahan, kemungkinan kamu perlu mengganti kasur dengan yang baru.

    Itulah 6 tanda kasur kamu sudah waktunya perlu diganti. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mengatasi Pegas Tempat Tidur Nyembul serta Cara Cegahnya


    Jakarta

    Tempat tidur adalah furniture wajib di kamar tidur yang penting untuk menunjang aktivitas tidur. Maka, memiliki tempat tidur yang nyaman sangat diperlukan agar kualitas tidur maksimal.

    Biasanya tempat tidur akan dipakai untuk jangka waktu yang sangat lama hingga usang. Nah, terkadang tempat tidur lama bisa bikin sakit badang karena ada pegas yang nyembul menusuk badan.

    Kalau hal ini terjadi, pasti tidur menjadi kurang nyenyak dan mengganggu kesehatan tubuh. Yuk, simak bagaimana mengatasi dan mencegah pegas tempat tidur nyembul berikut ini.


    Mengutip Furnitureful, Jumat (28/6/2024), salah satu hal yang penting diketahui adalah, pegas pada kasur bisa dirasakan pada permukaan kasur jika pegas tersebut rusak setelah digunakan atau berubah dari bentuk aslinya dan menjadi bengkok.

    Hal ini juga bisa terjadi kalau kenyamanan kasur yang bertumpu pada pegas mulai aus.

    Kalau pegas sudah mulai terasa menyembul, kayaknya kamu harus hati-hati deh. Mungkin nggak sampai tertusuk, tapi pegas yang mulai menyembul bisa menyebabkan berkurangnya kenyamanan dan bisa bikin tidur malam Kamu nggak nyenyak.

    Tips Atasi Pegas Tempat Tidur Nyembul

    1. Ganti Kasur Kamu

    Setelah sekian lama menggunakan tempat tidur, mungkin langkah terbaik mengatasi pegas tempat tidur nyembul adalah mengganti kasur. Kalau kamu mulai merasakan pegas di kasur dan menyebabkan rasa sakit serta ketidaknyamanan, kemungkinan besar pegas tersebut rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.

    2. Pilih Kasur dengan Lapisan Busa yang Tebal

    Untuk mencegah mengalami pegas tempat tidur nyembul dan bikin sakit badan, kamu bisa membeli kasur yang seluruhnya terbuat dari busa. Contohnya adalah kasur busa memori, polifoam, atau busa lateks.

    Kasur busa memori bermanfaat bagi banyak orang karena menawarkan tingkat kenyamanan yang tinggi dan ‘menyerap’ tubuh. Maksudnya, kasur dengan lapisan busa memori atau memory foam bisa meredam getaran yang terjadi di sebelahnya.

    Ini sangat berguna buat pasangan yang nggak ingin diganggu oleh pergerakan pasangannya. Namun sisi buruknya adalah kasur busa memori menyulitkan perubahan posisi tidur dan dapat mengganggu pola tidur, terutama kalau Kamu adalah orang yang banyak bergerak.

    3. Pilih Kasur dengan Struktur Per yang Dibungkus Busa

    Kasur dengan pegas yang dibungkus tersendiri seperti kasur hybrid dengan lapisan busa memori atau busa lateks akan membantu menghindari sensasi pegas melalui lapisan lop kasur. Susunan kasur hybrid mencegah gulungan pegas terlalu banyak menempel dan juga mengurangi pergerakan.

    4. Pakai Pelapis Busa Tambahan di Atas Kasur

    Menggunakan lapisan busa tambahan bisa jadi solusi untuk mengurangi dampak dari pegas yang menyembul ke permukaan kasur. Opsi ini bisa dipilih kalau kamu belum ada budget longgar untuk beli kasur baru.

    5. Gunakan Dipan atau Rangka Kasur yang Sesuai

    Kalau kasur kamu nggak menggunakan rangka tempat tidur yang sesuai, itu bisa bikin kasur kamu cepat rusak. Misalnya kalau kamu menggunakan rangka berukuran lebih kecil untuk kasur, kamu cenderung akan memakskan kasur agar pas dengan ukuran rangka atau dipan. Ini akan menyebabkan kerusakan dan memaksa pegas menyembul keluar.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah pegas tempat tidur nyembul. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah di Gang Nggak Bisa Jadi Agunan, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Rumah di gang memiliki lokasi yang sedikit menantang karena aksesnya yang kecil. Tak hanya akses, rumah tersebut juga dianggap sulit untuk dijadikan agunan saat ingin mengajukan pinjaman ke bank.

    Pasalnya, pengajuan pinjaman ke bank tidak mudah karena pihak bank melakukan penilaian yang ketat dan selektif, apalagi soal agunan. Lantas, bagaimana kalau aset yang kita bisa jaminkan berupa rumah di gang? Apakah bank akan menolak pengajuan pinjaman?

    Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menjelaskan jaminan adalah ‘second way out’, di mana jalan utama dalam penyelesaian pembiayaan adalah kemampuan debitur membayar dengan pendapatan yang diperolehnya.


    “Apabila debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka bank akan melakukan menjual jaminan,” ujar Arianto kepada detikcom, Rabu (4/7/2024).

    Arianto mengungkapkan rumah di gang bisa dijadikan agunan ke bank selama ada bukti historis yang menunjukkan kawasan rumah likuid atau mudah untuk dijual. Hal ini akan dibuktikan oleh pihak bank melalui appraisal dengan wawancara lapangan serta mencari data jual beli dari mitra notaris atau Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat.

    “Yang membuat (rumah di gang) tidak bisa diagunkan, di luar syarat dokumen yang tidak dapat dipenuhi, adalah valuasi harga pasar dan likuiditas (mudah atau tidak untuk dijual),” katanya.

    Selain itu, pastikan rumah yang akan dijadikan agunan ada dokumen lengkapnya, seperti sertifikat, Akta Jual Beli (AJB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Lalu, properti yang diagunkan tidak bermasalah, salah satunya dibuktikan dengan pernyataan tidak ada sengketa.

    Di samping itu, ia mengakui agunan berupa rumah di gang biasanya lebih sulit disetujui oleh bank. Sebab, bank mempertimbangkan akses jalan sekitar rumah yang menjadi agunan.

    “Penjualan rumah dalam gang tidak semudah penjualan rumah dengan akses jalan yang lebih lebar, misal dapat dilalui mobil, baik searah maupun dua arah. Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan bank untuk menolak membiayai pembelian rumah dalam gang apabila objek tersebut yang dijaminkan,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, agunan berupa rumah di gang bisa saja menjadi tantangan untuk mengajukan pinjaman untuk KPR. Banyak yang mengira rumah dengan lokasi tersebut sering ditolak pengajuan KPR-nya.

    “Jadi (pengajuan KPR) bukan soal penolakan atas penggunaan dana pembiayaannya, tetapi lebih pada permasalahan penyerahan aset agunan/jaminan yang lebih mudah dieksekusi (jual),” pungkas Arianto.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 5 Hal Ini Kalau Rumah Kamu Nggak Mau Terlihat Kotor


    Jakarta

    Buat kamu yang sibuk sehingga tidak bisa punya banyak waktu untuk membersihkan rumah, bisa coba tips berikut ini. Sebab, ada beberapa hal di rumah yang justru bikin rumah kamu terlihat kotor.

    Adanya debu atau kotoran di rumah memang hal yang wajar terjadi. Namun, banyaknya debut juga bisa terjadi dari desain rumah yang dipilih.

    Nah, berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu hindari agar rumah tidak mudah terlihat kotor.


    Cat dengan Hasil Akhir Glossy

    Cat dinding dengan hasil akhir glossy memang cantik, namun hal itu bisa menarik kotoran. Sebab, cat glossy bisa lebih mudah menampakkan sidik jari, goresan, corengan.

    Lantai dan Kabinet Dapur Berwarna Gelap

    Lantai kayu berwarna gelap bisa menjadi pilihan jika rumah kamu memang memakai konsep yang ‘dark’. Namun, lantai kayu gelap bisa membuat rumah tampak kotor dan harus sering dibersihkan karena akan terlihat jelas jika ada kotoran, misalnya jika kamu memiliki rambut berwarna terang atau memakai sepatu di rumah.

    Tak hanya itu, kabinet di dapur yang berwarna gelap juga rentan membuat rumah tampak kotor. Hal itu karena sidik jari, minyak, dan debu lebih mudah terlihat kabinet warna gelap.

    “Pilih lemari dengan warna yang terang atau sedang untuk mencegah penumpukan debu yang terlihat dan pembersihan yang rumit,” kata Founder ADL Interiors Jacqueline Norrise, dikutip dari Real Simple, Minggu (7/7/2024).

    Kabinet Terbuka

    Memiliki kabinet terbuka memang stylish dan memudahkan dalam beraktivitas di dapur. Namun, hal itu juga bisa membuat debu menumpuk sehingga harus sering dibersihkan dan dirapikan.

    Gorden Berlapis-lapis

    Hindari pemakaian gorden dengan desain berlapis atau multi-layered karena cukup sulit untuk dibersihkan. Kamu bisa memilih gorden yang simple dan bisa dicuci di mesin cuci untuk memudahkan perawatan.

    Terlalu Banyak Dekorasi

    Dekorasi yang terlalu banyak kurang cocok untuk kamu yang tidak punya banyak waktu untuk membersihkan rumah. Norrise menyarankan untuk mengurangi dekorasi dan menggunakan hiasan yang berdampak saja.

    “Barang-barang dekoratif yang berlebihan akan menyebabkan seringnya dibersihkan dan selanjutnya berkontribusi terhadap kekacauan visual,” ujarnya.

    Itulah beberapa hal yang harus dihindari agar rumah kamu tidak terlihat kotor. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 3 Ciri Genteng Bocor di Rumah Sebelum Makin Parah


    Jakarta

    Rumah harus dirawat secara berkala karena dapat rusak setelah lama digunakan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah genteng bocor akibat hujan.

    Setiap rumah memang berpotensi untuk bocor, maka pemilik sebaiknya waspada dan mengantisipasi kebocoran. Air hujan dapat merembes masuk melalui celah genteng yang bocor.

    Meski kecil, kebocoran bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih besar. Nah, sebelum tambah parah kamu harus bisa mendeteksi tanda-tanda awal kebocorannya.


    Lalu, apa saja ciri-ciri genteng bocor? Yuk, simak tanda-tandanya berikut ini, dikutip dari Red Canyon Roofing, Minggu (7/7/2024).

    Ciri-ciri Genteng Bocor

    1. Bintik-bintik di Dinding Luar Rumah

    Noda dan noda air serupa seperti langit-langit bisa muncul pada dinding di luar rumah. Air bisa mempengaruhi dinding interior dan eksterior. Dalam banyak kasus, noda pada dinding eksterior akan menjadi pertanda awal ada kebocoran.

    Salah satu cara untuk mencegah masuknya air selama musim hujan adalah dengan memeriksa apakah loteng terisolasi dan air hujan mengalir dengan benar.

    Kalau kamu nggak yakin bagaimana cara memeriksa genteng rumah, pastikan untuk menghubungi kontraktor lokal secepat mungkin.

    2. Noda Plafon

    Langit-langit atau plafon yang berubah warna hingga muncul bercak bisa jadi pertanda kalau ada kebocoran pada genteng rumah kamu. Bercak itu gampang banget dikenali. Biasanya berwarna kuning atau bahkan hitam pekat.

    Kalau kamu menemukan tanda itu dan curiga genteng kamu bocor, ada baiknya kalau kamu langsung memeriksa untuk memastikan ada kebocoran. Jangan dibiarkan atau kamu akan menyesal di kemudian hari.

    3. Permukaan Dinding Berubah Bentuk

    Dinding yang tumbuh atau berubah bentuk karena air dan terkena kelembapan sering kali jadi pertanda ada kebocoran di rumah. Ketika kerusakan akibat air seperti ini ditemukan, kemungkinan besar sudah ada air yang mengalir ke berbagai area di rumah dalam kurun waktu yang cukup lama.

    Terkadang kebocoran sangat parah sehingga bisa terjadi lebih cepat dari itu. Tapi dalam banyak kasus, pertumbuhan dan perubahan bentuk dinding merupakan perubahan yang memerlukan waktu. Sebelum makin parah, kamu harus segera memeriksa kemungkinan kebocoran yang ada.

    Dinding yang tumbuh disebabkan oleh penumpukan kelembapan dan menyebabkan kayu serta batuan lembaran mengembang karena kelembapan meresap ke dalam kayu. Jika masalah ini berlangsung terlalu lama, kamu mungkin perlu merenovasi rumah untuk memperbaiki kerusakan dan menghilangkan jamur atau lumut.

    Itulah beberapa ciri-ciri genteng bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com