Tag Archives: rumah

Jangan Anggap Sepele, Ini Arti di Balik Bau Tak Sedap di Kamar Mandi


Jakarta

Kamar mandi adalah tempat yang rawan muncul bau tak sedap. Sebab, kamar mandi merupakan tempat yang lembap dan biasa digunakan buat membersihkan tubuh dari kotoran.

Jangan biarkan kamar mandi mengeluarkan bau yang tidak mengenakan. Selain membuat penghuni tidak nyaman, bau tersebut bisa jadi pertanda ada masalah di dalam kamar mandi, lho.

Lantas, apa saja arti di balik bau tak sedap di kamar mandi? Yuk, simak penjelasan soal kamar mandi bau berikut ini.


Penyebab Kamar Mandi Berbau Tak Sedap

Inilah beberapa penyebab kamar mandi bisa berbau tidak sedap, dikutip dari Mr. Rooter.

1. Saluran Pembuangan Tersumbat

Bau tak sedap di kamar mandi bisa jadi pertanda saluran pembuangan yang tersumbat. Kotoran dan rambut yang terperangkap dalam saluran bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bau yang tidak sedap.

2. Saluran Pembuangan Tercemar

Bau tak sedap di kamar mandi dapat bersumber dari saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi yang tercemar. Gas limbah bisa terdorong kembali ke dalam rumah.

Hal ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Ini biasanya terjadi setelah hujan deras. Untuk mencegahnya, penting untuk memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak masuk kembali ke dalam kamar mandi.

3. P-Trap Kering atau Rusak

P-Trap adalah bagian penting dari sistem saluran air yang mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya kamar mandi. P-trap merupakan belokan berbentuk U pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah.

Kalau P-Trap kering atau rusak, gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Untungnya, kamu bisa mengatasinya dengan menjalankan air keran selama beberapa menit atau memanggil tukang ledeng jika perlu.

4. Kebocoran Gas pada Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

Segel lilin di sekitar toilet yang rusak bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Penting untuk segera memperbaikinya untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

5. Septic Tank Penuh

Septic tank yang penuh juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Jika rumahmu menggunakan septic tank, pastikan untuk memeriksanya secara berkala dan teratur.

6. Pertumbuhan Bakteri

Bau tak sedap merupakan ciri-ciri pertumbuhan bakteri. Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan adalah tempat yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri.

Kondisi ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di dalam kamar mandi. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan larutan pemutih untuk membersihkan toilet secara teratur.

Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

Jika kamar mandi bau, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Berikut ini beberapa tips mengatasi kamar mandi bau, dikutip dari The Spruce.

1. Gunakan Pengharum Udara

Untuk menetralisir aroma tak sedap, tempatkan pengharum udara di dekat kamar mandi. Namun, pastikan untuk tidak mengandalkan pengharum udara secara berlebihan.

2. Jaga Ventilasi yang Baik

Pastikan kamar mandi punya sirkulasi udara yang baik dengan menjaga kipas ventilasi berfungsi dan pintu serta jendela terbuka ketika kamar mandi tidak digunakan. Ini membantu udara segar beredar dengan baik di dalam ruangan.

3. Selalu Jaga Kebersihan Handuk

Handuk yang kotor atau basah bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Sebaiknya gantung handuk dengan baik setelah digunakan dan mencucinya secara teratur.

4. Bersihkan Secara Teratur

Jaga kebersihan kamar mandi dengan membersihkannya secara teratur. Ini termasuk membersihkan bak mandi, toilet, wastafel, dan lantai secara berkala.

Itulah penyebab dan cara mengatasi kamar mandi yang bau. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Ini 4 Langkah Perbaiki Retak Rambut pada Dinding Rumah


Jakarta

Bangunan rumah lama-lama bisa rusak karena usia maupun faktor eksternal. Untuk bagian dinding, kerusakan bisa muncul berupa retak rambut.

Retak rambut adalah celah pada dinding yang berukuran kecil dan terkadang tak terlihat jelas seperti rambut. Meski terlihat sepele, retak ini bisa melebar kalau dibiarkan.

Lantas, apa yang harus dilakukan kalau ada retak rambut pada dinding rumah? Berikut ini langkah-langkah untuk memperbaikinya.


Cara Memperbaiki Retak Rambut pada Dinding

Inilah cara memperbaiki retak rambut di dinding rumah seperti yang dikutip dari Instagram Kementerian PUPR.

1. Cari Tahu Penyebabnya

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika menemukan retak rambut di rumah adalah mencari tahu penyebabnya. Retak rambut bisa muncul akibat gempa bumi, usia bangunan, atau proses plester yang kurang baik. Cara memperbaiki retak rambut bisa disesuaikan dengan penyebabnya.

2. Kerok atau Amplas Tembok

Ada berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi retak rambut. Hal ini tergantung dari penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya karena kegagalan struktur bangunan, maka perlu perbaikan struktur.

Namun, apabila hanya diperlukan penanganan jangka pendek, bagian retak pada tembok bisa dikerok menggunakan sekrap hingga cat terkelupas.

3. Isi Celah Retak Rambut

Kemudian, bersihkan dinding dari debu sisa pengerokkan hingga benar-benar bersih. Setelah bersih, lapisi tembok dengan wall sealer menggunakan kuas. Biarkan wall sealer mengering dengan sempurna.

4. Cat tembok

Jika wall sealer sudah mengering dengan sempurna, barulah bisa dilakukan pengecatan tembok dengan warna yang diinginkan. Pastikan wall sealer tersamarkan oleh cat.

Itulah cara mengatasi retak rambut pada dinding rumah. Semoga bermanfaat ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Hati-Hati! Ini Bahaya Menjemur Baju di Dalam Rumah yang Sering Diabaikan



Jakarta

Menjemur baju di dalam rumah menjadi kebiasaan masyarakat ketika musim hujan atau cuaca sedang tak menentu. Padahal, tidak banyak yang tahu bahwa menjemur baju di dalam rumah dapat mempengaruhi kualitas udara hingga penggunaan energi.

Melansir dari situs Homes and Gardens, risiko utama ketika kita menjemur baju di dalam rumah adalah terjadinya potensi penumpukan kelembapan. Saat menjemur baju di dalam rumah apalagi pada ruangan yang tidak memiliki ventilasi atau sirkulasi udara, tingkat kelembapan udara dapat meningkat. Ketika kelembapan udara meningkat, maka hal ini dapat menciptakan tempat berkembang biak jamur dan lumut di dinding maupun di langit-langit rumah.

Menurut Certified Professional Organizer sekaligus pendiri situs Tidy Nest, Shannon Krause, menuturkan bahwa menjemur baju dalam rumah berpotensi menimbulkan bau. Hal ini disebabkan pakaian yang dijemur dalam ruangan tidak kering secepat atau sebaik pakaian yang dijemur di luar ruangan. Apa lagi jika ruangan tersebut tidak memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang bagus, maka baju bisa menyerap bau apek. Hal ini juga berpengaruh terhadap kualitas udara di rumah. Sehingga, perlu menggunakan pengharum ruangan atau memastikan sirkulasi udara mengalir untuk mencegah bau yang tidak sedap.


Selain itu, menjemur baju di dalam rumah berpotensi menyebabkan baju tidak kering sepenuhnya. Alhasil, saat menggunakan setrika atau pengering listrik lainnya, dapat mempengaruhi konsumsi energi. Menggunakan alat elektronik tersebut dapat meningkatkan penggunaan energi yang akhirnya menyebabkan tagihan listrik lebih tinggi.

Namun, walau demikian, menjemur baju di dalam rumah juga dibutuhkan pada saat-saat tertentu. Oleh karena itu, untuk meminimalkan risiko yang telah disebutkan, seorang Pendiri EC, Eliana Coca menyarankan untuk buka jendela saat menjemur baju dalam ruangan. Hal ini membuat udara dapat bersirkulasi dengan baik serta membantu baju basah mengeluarkan kelembapan.

Demikian penjelasan mengenai risiko menjemur baju dalam rumah. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Jaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis



Jakarta

Gaya hidup minimalis bisa diterapkan mulai dari mengatur barang-barang di dalam rumah. Konsep ini mengajarkan penganutnya sadar akan barang yang dimilikinya dan tidak menumpuk barang yang bikin rumah berantakan.

Seorang minimalis biasanya menyimpan barang yang benar-benar penting dan terpakai. Jumlah barang yang dimiliki pun tidak berlebihan, sehingga rumahnya lebih mudah dijaga kerapiannya.

Lalu, bagaimana cara menjaga rumah selalu rapi ala orang minimalis? Simak penjelasannya berikut ini.


Tips Menjaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis

Inilah cara menjaga kerapian rumah dengan menerapkan gaya hidup minimalis, dikutip dari The Spruce.

1. Sering Sortir Barang

Founder The Simple Life Rachel Whiteaker mengatakan seorang minimalis tidak menumpuk barang-barang. Mereka sering menyortir barang-barang yang tidak terpakai setiap hari atau setiap minggu.

“It doesn’t have to be a huge production or time block. A little each day keeps the clutter away,” kata Whiteaker dikutip dari The Spruce, Senin (14/4/2025).

2. Hanya Simpan Barang yang Digunakan

Penganut gaya hidup minimalis tidak menyimpan barang yang tidak mereka pedulikan. Lalu, mereka juga tak akan menyimpan barang yang tak akan digunakan.

“Selalu tanyakan pada diri sendiri: Apakah Anda menyukainya, apakah Anda membutuhkannya? Jika tidak, jangan membelinya atau jangan menyimpannya,” katanya.

3. Terapkan Sistem Satu Masuk, Satu Keluar

Pemilik Designing with Less Michelle Parravani mengatakan banyak orang tak asing dengan sistem ‘one in, one out’ atau ‘satu masuk, satu keluar’. Seseorang yang menerapkan sistem ini akan mengeluarkan satu barang lama yang jarang dipakai setiap membeli satu barang baru.

“Jika Anda dapat melakukan ini, Anda dapat mengkurasi barang-barang yang lebih Anda hargai dan sukai,” katanya.

4. Sering Rapikan Barang

Parravani menyebut seorang minimalis tidak membiarkan pekerjaan rumah menumpuk. Sebaiknya mencicil pekerjaan rumah yang mudah setiap hari. Ia menyarankan untuk segera membereskan rumah dalam waktu lima menit saja.

Selain itu, Founder Shira Gill Home dan penulis buku Minimalista menyarankan untuk merapikan rumah selama lima menit saja setiap hari sebelum tidur.

“Bersihkan meja dan permukaan, simpan barang-barang yang sudah digunakan, dan atur ulang tempat Anda, sehingga dapat bangun dengan rumah yang tenang dan rapi keesokan harinya,” katanya.

5. Sembunyikan Barang

Menurut Gill seorang minimalis punya kebiasaan menyembunyikan barang-barang daripada memajangnya. Artinya ada tempat penyimpanan untuk berbagai jenis barang.

Misalnya, menyimpan kotak tinta printer atau kabel charger ponsel di dalam lemari tertutup atau keranjang, sehingga barang-barang ini tidak menambah kekacauan visual di rumah. Pastikan untuk memberi label pada kotak penyimpanan agar tidak melupakan barang apa yang dimiliki di rumah.

Itulah cara merapikan rumah ala orang minimalis. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Banyak Black Mold di Rumah Bisa Bawa Petaka



Jakarta

Jamur hitam (black mold) bukan tanaman indah yang biasa ditemukan di hutan. Sebutan ini merujuk pada jamur-jamur yang tumbuh di rumah yang bentuknya noda-noda berwarna hitam atau warna lain yang mengganggu tampilan.

Jamur hitam dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, dan barang-barang lainnya. Selain mengganggu tampilan rumah, ternyata jamur hitam bisa membawa petaka bagi penghuni rumah, kenapa?

Menurut BBC, sudah banyak kasus kematian ditemukan akibat kondisi rumah yang telah ditumbuhi black mold. Jamur ini ternyata dapat menyebarkan spora ke udara yang apabila terhirup oleh penghuni rumah, dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari alergi, batuk, mengi, sesak napas, bersin, hidung meler, mata merah, dan ruam kulit.


Menurut The Guardian, penghuni rumah yang paling rentan terkena efek black mold adalah bayi dan anak kecil. Selain karena saluran pernapasan mereka yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga masih lemah.

Laporan The National Health Service (NHS) di Inggris pada 2021 lalu mencatatkan telah menghabiskan sekitar £ 1,4 miliar atau sekitar Rp 31 triliun (Kurs Rp 22.183) setiap tahun untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan yang dingin atau lembap.

Penyebab Muncul Black Mold

Penyebab utama munculnya jamur hitam atau black mold di rumah adalah kelembapan. Saat udara mendingin, uap air akan berubah menjadi tetesan air saat bersentuhan dengan permukaan dingin.

Permukaan yang dimaksud adalah dinding luar atau jendela. Apabila kondisi ini tidak segera disadari oleh pemilik rumah, permukaannya menjadi lembap dan menjadi lokasi yang pas untuk jamur hidup.

Faktor yang memicu kelembapan udara di dalam rumah bukan hanya dari suhu di rumah, melainkan kegiatan pemilik rumah seperti mandi, memasak, dan menjemur cucian di dalam ruangan.

Lalu, bangunan tua yang sudah lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi lokasi pertumbuhan jamur hitam.

Cara Mengatasi Black Mold

Cara mengatasi pertumbuhan jamur hitam adalah dengan memeriksanya secara rutin untuk mengetahui area yang berpotensi menjadi lokasi pertumbuhan jamur. Lokasi yang sering ditumbuhi jamur adalah sekitar pipa, dinding, langit-langit rumah, di sekitar dapur, di sekitar gudang, kamar mandi, dan masih banyak lagi.

Untuk mengatasi kelembapan pada rumah saat ini sudah tersedia alat bernama dehumidifier. Kemudian, apabila terdapat kebocoran di rumah, kamu harus memperbaikinya. Rumah juga perlu memiliki ventilasi dan suhunya diusahakan tetap normal.

Hal yang perlu kamu ingat adalah mengecat ulang dinding yang berjamur tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, faktor utama kemunculannya tidak diatasi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

3 Bagian Luar Rumah yang Sebaiknya Nggak Dicat


Jakarta

Mengecat bagian luar rumah bisa meningkatkan keindahan hunian. Namun, ada beberapa fitur eksterior yang sebaiknya nggak dicat.

Kenapa? Karena bisa menyebabkan potensi kelembapan hingga gagal fungsi utilitas, misalnya seperti AC, antena TV, hingga jalur listrik.

Selain itu, masih bagian luar rumah lainnya yang sebaiknya tidak dicat. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


Permukaan Logam

Mengecat permukaan logam tidak disarankan karena bisa mengelupas dengan cepat serta mengganggu ketahanan korosi. Jika penghuni rumah ingin mengecat permukaan logam, sebaiknya beri perhatian khusus untuk mempersiapkannya dengan benar.

“Bahan-bahan tertentu seperti baja atau aluminium perlu dipersiapkan dengan benar karena rentan terhadap karat atau cat mengelupas,” kata pendiri Ranch Roofing, Robert O’Sullivan, dikutip dari The Spruce, Kamis (17/4/2025).

Permukaan Beton

Sebaiknya penghuni rumah tidak mengecat permukaan beton. Hal itu bisa menyebabkan cairan mengendap di dalam beton yang bisa membuat kerusakan struktur. Beton biasanya memang tahan lama dan tidak perlu dicat.

Batu Bata

Mengecat batu bata bisa membuat rumah tampak menarik. namun, sebaiknya hal itu tidak dilakukan.

Mengecat batu bata bisa menghalangi kemampuan ‘bernapas’ batu bata yang berujung memerangkap kelembapan di dalam bata. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan batu bata dan struktural.

Umumnya, bahan-bahan alami bisa tahan lama tanpa perlu dicat. Penghuni rumah cukup melakukan pembersihan yang baik saja.

Itulah beberapa bagian luar rumah yang sebaiknya tidak dicat.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok, Cegah Salah Hitung Saat Renovasi


Jakarta

Mengecat tembok adalah salah satu proses paling penting saat renovasi rumah. Tampilan rumah yang segar dan rapi bisa langsung tercipta hanya dengan warna cat yang pas.

Tapi tak cuma itu, butuh pengukuran juga agar pembelian jumlah catnya pas. Beberapa orang merasa kebingungan saat menghitung berapa banyak cat yang dibutuhkan. Kesalahan hitung bisa bikin proses pengecatan jadi terhambat, budget pun jadi berantakan.

Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok

Dirangkum dari buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta dan berbagai laman produk cat tembok, menghitung kebutuhan cat untuk dinding perlu disesuaikan dengan jumlah perlakuan pengecatan. Biasanya, daya sebar cat tembok untuk setiap meter persegi bidang dinding dengan dua kali pengecatan adalah 10-12 m2/kg.


Walau demikian, alangkah baiknya melalui perhitungan yang tepat agar bukan hanya lebih hemat tetapi juga memastikan hasil cat jadi rapi dan maksimal. Simak berikut beberapa langkah menghitung kebutuhan cat tembok, dirangkum dari laman Asianpaints:

1. Ukur Luas Permukaan yang Akan Dicat

Langkah pertama, ukur tinggi dan lebar dinding menggunakan meteran. Setelah itu, kalikan kedua angka tersebut untuk mengetahui luas permukaan dalam satuan meter persegi (m²). Ulangi cara ini untuk setiap dinding yang ingin dicat, lalu jumlahkan semua luasnya agar mengetahui total area yang perlu dicat.

Untuk menghitung berapa banyak cat yang dibutuhkan untuk mengecat sebuah ruangan, pemilik rumah perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti bentuk ruangan dan dimensi dinding yang ingin dicat. Ukur tinggi dan lebar setiap dinding, lalu kalikan dimensi tersebut untuk mendapatkan total luas persegi area yang dapat dicat. Rumusnya sederhana:

  • Ketahui ukuran panjang x lebar ruangan, dan tingginya. Contoh 3×4 meter dengan tinggi ruangan 3 meter
  • Ketahui jumlah dinding yang akan dicat. Contohnya ada dua dinding berukuran 3×4 meter (dibuat istilah d1) dan dua dinding lagi berukuran 3×3 meter (dibuat istilah d2)
  • Maka rumusnya sebagai berikut:
    Jumlah dinding (p x l d1) + Jumlah dinding (p x l d2)
    Jadi 2(3×4) + 2(3×3) = 42 m².

2. Hitung Luas Pintu dan Jendela

Karena pintu dan jendela biasanya tidak dicat, pemilik rumah harus mengurangi luas bukaan ini dari total luas dinding. Cara hitungnya pun mirip dengan dinding. Cukup ukur tinggi dan lebar pintu serta jendela, hitung luasnya, lalu kurangi dari total yang tadi kamu hitung.

3. Hitung Cat Langit-langit

Jika pemilik rumah berencana untuk mengecat langit-langit, perlu menghitung luas perseginya juga secara terpisah menggunakan metode yang sama yang digunakan untuk dinding. Selanjutnya tambahkan ke total luas persegi untuk dinding.

4. Perhatikan Daya Sebar Cat

Setelah mengetahui total luas persegi area yang akan dicat, tentukan dan periksa jenis cat yang akan kamu gunakan. Biasanya informasi ini bisa dilihat di label kaleng cat. Sebab cakupan cat Enamel per liter berbeda antara cat merek A dengan merek B, misalnya.

Kalau hanya ingin mengecat satu bidang dinding, caranya juga gampang. Cukup ukur tinggi dan lebarnya, lalu kalikan. Setelah dapat total luas, tinggal bagi dengan daya sebar cat per liter.

Kalau ingin mengecat permukaan yang lebih kecil, seperti pintu atau furnitur, caranya juga sama. Ukur tinggi dan lebar benda tersebut, hitung luas permukaannya, lalu kalikan dengan jumlah sisi yang akan dicat. Setelah itu, bagi hasilnya dengan daya sebar cat.

Kalau ingin tahu berapa berat cat yang akan dibeli, bisa pakai patokan rata-rata 1 liter cat beratnya sekitar 1,5 kg. Jadi, kalau butuh 8 liter, total beratnya kira-kira 12 kg.

5. Hitung Jumlah Lapisan Cat

Kalau ingin hasil pengecatan lebih maksimal dan warnanya keluar dengan sempurna, biasanya dinding perlu dicat dua lapis. Jadi, setelah tahu berapa liter yang dibutuhkan untuk satu lapisan, tinggal kalikan dua untuk hasil akhir.

6. Sisihkan Cat untuk Retouch

Jangan lupa, selalu siapkan cadangan cat untuk jaga-jaga. Biasanya bagian dinding bisa saja tergores, kotor, atau ada kegagalan pengecatan. Sisihkan sekitar 5-10% dari total cat yang dihitung sebelumnya, supaya tidak repot mencari warna yang sama di kemudian hari.

Nah, itulah tadi langkah-langkah cara menghitung kebutuhan cat tembok. Semoga membantu dan berhasil, ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Bunga Es Numpuk di Freezer? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


Jakarta

Freezer bisa mudah ditumbuhi bunga es sampai menumpuk. Tumpukan es ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari segel pintu yang rusak hingga kurangnya ventilasi.

Meski sepele, bunga es bisa bikin ruang penyimpanan freezer makin sempit. Belum lagi, kulkas harus bekerja lebih keras buat membekukan makanan.

Nah, kira-kira apa yang bikin bunga es numpuk di freezer ya? Yuk simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Ideal Home.


Penyebab Bunga Es Muncul di Freezer

Inilah beberapa faktor pembentuk bunga es di freezer.

1. Sering Buka Pintu Kulkas

Penumpukan es di dalam freezer biasanya terjadi saat ada udara hangat dan lembap masuk. Jika pintu freezer terlalu sering dibuka atau dibiarkan terbuka, udara hangat bisa masuk. Isi freezer akan mengembun, lalu membeku.

2. Cara Simpan Makanan yang Kurang Tepat

Menaruh makanan hangat di dalam freezer atau membiarkan wadah makanan terbuka dapat menambah kelembapan di dalam freezer. Pastikan untuk menutup makanan dengan benar dan biarkan dingin sepenuhnya sebelum memasukkannya ke dalam freezer.

3. Termostat Rusak

Termostat mengatur suhu di dalam freezer agar tetap stabil. Jika termostat tidak berfungsi dengan baik, freezer akan tetap dingin, bahkan saat tidak diperlukan lagi. Pendinginan yang berlebihan akan menyebabkan terbentuknya bunga es.

Pintu freezer yang tidak tertutup rapat atau dibiarkan terbuka membuat udara hangat masuk ke dalam freezer. Saat udara hangat bersentuhan dengan udara dingin, terjadi kondensasi dan pembentukan es di freezer.

Cara Cegah Pembentukan Bunga Es

Berikut ini cara mencegah pembentukan bunga es.

1. Rutin Periksa Segel Pintu

Pastikan segel pintu freezer dalam kondisi yang bagus, sehingga dapat menyegel pintu dengan baik. Lakukan pemeriksaan secara rutin dan ganti segel bila sudah usang.

2. Hindari Muatan Penuh di Freezer

Hindari mengisi freezer sampai terlalu penuh. Sisakan ruang untuk sirkulasi udara di dalam freezer agar aliran udara tidak terhambat. Freezer yang penuh mengakibatkan pendinginan tidak merata dan kemungkinan terbentuknya es.

3. Atur Suhu Freezer

Pastikan suhu freezer sudah diatur dengan benar dengan mengikuti rekomendasi produsen. Menyetel suhu terlalu rendah dapat menyebabkan pembentukan es berlebih.

4. Jangan Biarkan Pintu Freezer Terbuka

Jangan biarkan pintu freezer terbuka terlalu lama. Minimalisir frekuensi dan durasi membuka pintu freezer. Setiap kali pintu terbuka, udara hangat masuk ke dalam freezer dan saat bertemu udara dingin, bisa terjadi kondensasi dan pembentukan es.

5. Rutin Cairkan Es Freezer

Sebaiknya mencairkan es di freezer secara teratur. Hal ini dapat mencegah penumpukan es yang berlebihan.

Itulah penyebab dan cara mencegah pembentukan bunga es di freezer. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

Saksikan juga Sosok: Damaz, Wujudkan Mimpi Lewat Tanaman Herbal

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ikuti 5 Tips Ini untuk Cegah Risiko Kebakaran di Rumah


Jakarta

Kebakaran rumah terkadang bisa terjadi tanpa disangka-sangka. Padahal, sebenarnya ada banyak pemicu kebakaran di rumah, sehingga penghuni rumah harus berhati-hati.

Biasanya kebakaran bersumber dari penggunaan listrik atau api kecil di dalam rumah. Padahal, penghuni rumah tentu akan membutuhkan listrik dan api.

Lantas, bagaimana cara mencegah risiko kebakaran di rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


Tips Cegah Kebakaran di Rumah

Berikut ini beberapa cara menghindari potensi kebakaran rumah, dikutip dari Devon & Somerset Fire & Rescue Service.

1. Jangan Tinggalkan Kompor Menyala

Sebagian besar kasus kebakaran berawal dari dapur. Jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala seperti saat masak.

Terkadang penghuni yang sedang masak terdistraksi dengan anak-anak, hewan piaraan, ataupun TV. Selalu awasi masakan dan matikan peralatan memasak setelah selesai.

2. Isi Daya Perangkat Elektronik di Tempat yang Aman

Kebakaran juga bisa dipicu dari masalah alat elektronik, seperti laptop, kabel, atau colokan. Nah, saat mengisi benda elektronik seperti ponsel atau laptop, pastikan menaruhnya di atas permukaan yang keras dan aman. Jangan pernah menaruhnya di karpet atau tempat tidur, bahkan di bawah bantal.

3. Jangan Tinggalkan Benda Elektronik Tanpa Pengawasan

Jangan pernah meninggalkan perangkat yang dicolok ke aliran listrik tanpa pengawasan, misalnya ponsel dan pengering rambut. Cabut kabelnya setelah digunakan.

Lalu, jangan pernah biarkan mesin cuci dan pengering dalam keadaan menyala saat sedang keluar rumah atau tidur. Jika perangkat mulai mengeluarkan asap atau terjadi kebakaran kecil, segera hubungi pemadam kebakaran yang dapat menangani kebakaran sebelum api membesar.

4. Jangan Terlalu Bebani Stopkontak

Semua peralatan elektronik yang menggunakan banyak listrik, seperti mesin cuci atau pemanas air tidak boleh digunakan dengan kabel ekstensi atau stopkontak multi-colokan. Hal ini akan membebani stopkontak secara berlebihan dan dapat menyebabkan kebakaran.

Gunakan hanya satu peralatan per stopkontak.Namun, kalau perlu menggunakan adaptor multi-soket, jangan pernah menggunakannya dengan barang-barang berdaya tinggi.

5. Hindari Merokok di Dalam Rumah

Cara terbaik untuk mengurangi risiko kebakaran bagi penghuni rumah yang perokok adalah dengan merokok di luar rumah. Jangan pernah merokok di tempat tidur karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan kebakaran di kamar tidur.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu hindari untuk mencegah kebakaran rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Awas! 4 Hal Ini Bisa Bikin Tikus Betah di Rumah



Jakarta

Keberadaan tikus di rumah tentu bikin jengkel. Sebab, tikus akan mengotori isi rumah, membuat rumah berantakan, hingga membahayakan kesehatan penghuninya. Walau sering diusir berulang kali, tikus masih sering masuk ke rumah. Nah, sebenarnya apa sih hal-hal yang bisa mengundang tikus-tikus masuk ke dalam rumah?

Mengutip dari situs The Spruce, terdapat 4 hal yang bisa mengundang tikus masuk ke rumah, yaitu sebagai berikut.

Sumber Makanan

Tikus akan pergi kemana saja yang ada makanannya bahkan mereka juga tidak pilih-pilih soal makanan. Namun, yang paling mereka sukai adalah biji-bijian, sereal, dan apapun yang manis. Tikus cenderung lebih menyukai makanan yang mudah diakses, jadi berhati-hatilah terhadap sisa makanan ringan, makanan hewan peliharaan, makanan di dapur, hingga sampah makanan.


Selain itu, tikus juga bisa mencemari makanan manusia dan hewan. Jika punya sisa makanan sebaiknya simpan ke dalam plastik untuk menghindari kontaminasi. Pastikan juga menyimpan semua makanan dalam wadah kedap udara yang terbuat dari kaca atau plastik tebal.

Kehangatan dan Perlindungan

Sama seperti manusia, tikus lebih suka udara hangat dan jika sedang musim hujan maka mereka akan bermigrasi ke dalam ruangan. Tikus juga tertarik pada perabotan rumah yang menghasilkan panas, terutama kulkas, pemanas air, pengering, dan oven.

Ketersediaan Air

Pada umumnya tikus juga mencari air, seperti tempat minum hewan peliharaan, air keran yang menetes, tanaman hias yang terlalu banyak air, hingga embun pada peralatan dapur. Mereka mencari air untuk minum. Namun, jika tidak ada air, mereka tetap mencari kelembapan di ruangan yang lembap seperti ruang bawah tanah dan loteng.

Kebun Rumah

Jika kamu punya kebun di pekarangan rumah, hal ini menjadi anugerah bagi tikus. Kebun menyediakan tempat persembunyian, makanan segar, hingga bahan bersarang yang potensial. Lebih bahayanya lagi, tikus menyukai biji-bijian dan akan memakan biji-bijian yang baru ditanam.

Itu dia hal-hal yang bisa mengundang tikus masuk ke dalam rumah. Tetap berhati-hati!

(das/das)



Sumber : www.detik.com