Tag: rumah

  • Penyebab dan Cara Cegah Ular Masuk Lingkungan Rumah, Termasuk Ular Weling


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang kerap membahayakan bagi manusia. Kehadiran ular dapat mengancam nyawa karena hewan ini bisa menggigit dan mengeluarkan bisa.

    Ada beberapa jenis ular berbisa seperti ular kobra atau weling. Bisa dari ular tersebut mengandung venom atau racun yang jika masuk ke dalam tubuh manusia bisa berujung kematian.

    Jika ada ular masuk ke lingkungan rumah, cara membasminya adalah bukan dengan dibunuh. Sebab, ada beberapa jenis ular seperti weling yang justru akan menyerang saat terancam. Ular ini dapat mengeluarkan bisa yang berpotensi 70% menyebabkan kematian bagi korbannya.


    Mengutip laman National Library of Medicine (NCBI), bisa ular weling mengandung neurotoksin yang sangat kuat. Bisa milik ular weling juga diketahui bisa menyebabkan rhabdomyolysis dan gangguan kardiovaskular seperti hipertensi dan syok.

    Pada umumnya, ular berbisa sering ditemui di tengah hutan atau kebun. Namun, dalam sejumlah kasus ular berbisa juga muncul di permukiman penduduk, terutama di tempat yang tidak disangka-sangka.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi ular yang masuk ke lingkungan rumah jika tidak dengan membunuhnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Penyebab Ular Masuk ke Lingkungan Rumah

    Kemunculan ular di perumahan penduduk bisa jadi karena terdapat tempat yang mendukung bagi ular untuk datang. Dikutip dari Herping Thailand, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Menemukan Sumber Makanan

    Ular biasanya memakan hewan seperti serangga, kodok, tikus, dan hewan pengerat. Jika hewan-hewan tersebut ada di lingkungan rumah kamu, maka tak heran ular akan masuk untuk mendapatkan makanannya.

    Untuk itu, singkirkan sumber makanan ular dengan cara membasminya. Jika sudah disingkirkan maka ular tak datang lagi karena ia tidak menemukan sumber makanan.

    2. Cocok Untuk Berkembang Biak

    Alasan kenapa ular sering datang ke rumah kamu mungkin karena tempat tersebut cocok baginya untuk berlindung dan berkembang biak. Sebab, ular menyukai tempat yang lembap, terutama saat ingin berganti kulit. Disarankan agar halaman rumah selalu dalam kondisi bersih terutama bagian rumput.

    3. Terdapat Sumber Air

    Jika terdapat sumber air di rumah yang cukup banyak, hal itu bisa membuat ular akan selalu datang ke rumah. Meskipun hewan berbisa ini tak mengonsumsi banyak air, tetapi dalam beberapa kasus ular bisa datang karena ingin minum air.

    Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah. Mengutip catatan detikProperti, berikut langkah-langkahnya:

    1. Rawat Halaman dalam Kondisi Bersih

    Ular termasuk hewan yang suka tinggal di lingkungan lembap. Maka dari itu, kamu harus mencegah area-area lembap di sekitar rumah, seperti memangkas rumput yang panjang di jalaman, menyingkirikan batu, batang kayu, dan puing sisa bangunan.

    Keempat hal tersebut apabila berserakan di sekitar rumah justru dapat dimanfaatkan oleh ular sebagai tempat tinggalnya.

    2. Rajin Membuang Sampah

    Sampah merupakan sumber makanan bagi hewan pengerat seperti tikus, hal itu juga menjadi ‘harta karun’ bagi ular karena mendapatkan sumber makanan. Jadi, agar ular tidak muncul di halaman rumah sebaiknya kamu rajin membuang sampah sehingga tidak ada tikus-tikus yang datang.

    3. Buat Semacam Rumah Panggung

    Membuat rumah panggung disebut efektif mencegah ular masuk ke rumah. Sebab, rumah yang tidak menempel di tanah dapat menyulitkan ular untuk masuk.

    Celah antara rumah dan tanah tidak perlu terlalu tinggi, cukup sekitar 30-50 cm saja. Namun, jika kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditinggikan maka bisa dengan cara sebelumnya, yakni rajin membersihkan halaman.

    4. Membuat Jalur Khusus

    Jika kamu tinggal di rumah yang punya halaman luas, sebaiknya buat jalur setapak khusus untuk berjalan. Langkah ini untuk menghindari kaki diserang oleh ular secara mendadak. Selain itu, hadirnya jalur ini juga mempermudah penghuni rumah saat berjalan kaki di halaman.

    Menutup lubang jadi salah satu cara berikutnya untuk mencegah ular masuk ke rumah. Tidak hanya lubang yang berada di tanah, tapi juga lubang atau celah di dinding, atap, kloset, dan saluran air. Sebab, ular akan berusaha mencari tempat persembunyian dengan menyelinap masuk di antara lubang-lubang atau celah.

    6. Buat Pagar Beton

    Cara yang terakhir adalah dengan membuat pagar beton. Sebab, ular akan kesulitan untuk menerobos pagar beton dan akhirnya memilih untuk putar balik. Langkah ini bisa diterapkan untuk rumah yang memang sering ditemui ular atau yang berada di dekat kebun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Rumah Di Amerika Pakai Pagar Tanaman, Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Di Indonesia, pagar rumah umumnya terbuat dari besi yang kokoh dan tahan lama. Namun lain halnya dengan di Amerika Serikat, sebab banyak rumah yang justru menggunakan pagar tanaman. Apa alasannya?

    Ternyata, penggunaan pagar tanaman pada rumah-rumah di Amerika memiliki sejarah yang panjang. Mengutip situs National Gallery of Art, Senin (21/7/2025), telah ditemukan banyak catatan sejak 1700-an yang menyebut beragam kegunaan dari pagar tanaman.

    Pagar tanaman digunakan untuk berbagai keperluan praktis dan ornamen rumah. Pagar ini umumnya berfungsi sebagai pemisah di taman, melindungi tanaman yang rapuh dari angin kencang, menjaga properti dari hewan maupun manusia, menghalangi pandangan dari luar, penanda jalan setapak, hingga pembatas untuk sejumlah bunga atau tanaman di halaman.


    Memang, pagar tanaman dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah AS. Namun, jenis tanaman yang digunakan pada pagar cukup bervariasi tergantung pada tujuan pembuatan pagar dan kondisi iklim di daerah tersebut.

    Misalnya di daerah yang lebih hangat, maka tanaman yang digunakan biasanya pohon jeruk, yucca, atau mawar cherokee. Sementara untuk wilayah beriklim lebih dingin banyak menggunakan pohon cedar, cemara, dan juniper.

    Lalu di daerah pertanian, pagar tanaman cenderung dibuat dari rumput dan belukar yang ditanam rapat dan berjalin. Langkah ini dilakukan agar tanaman dapat menjadi penghalang yang rapat.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, salah satu alasan mengapa rumah di AS menggunakan pagar tanaman, terutama yang modelnya seperti pagar rumput adalah karena lingkungan perumahan di sana melarang dipasang pagar.

    “Kluster itu biasanya melarang pemilik rumah untuk membuat pagar. Makanya, untuk menjadi penanda teritori, mereka membuat pagar dari tanaman,” katanya kepada detikcom, Rabu (26/3/2025).

    Di sisi lain, rumah-rumah di AS biasanya telah memiliki keamanan lingkungan yang ketat. Dengan begitu, memasang pagar besi yang tinggi untuk melindungi properti dirasa kurang perlu karena keamanan adalah nomor satu.

    “Ada beberapa wilayah perumahan atau kluster gitu ya, yang keamanannya sudah dijamin dengan adanya satpam di depan,” tambahnya.

    Denny mengatakan pagar tanaman juga jauh lebih bagus untuk penghuni rumah. Soalnya, pagar ini menggunakan tanaman yang dapat memproduksi oksigen, menyaring debu, dan meminimalisir kebisingan dari luar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun



    Jakarta

    Kamitetep merupakan nama serangga yang mungkin asing bagi beberapa orang. Sebab, serangga satu ini bentuknya unik dan berbeda dari serangga pada umumnya.

    Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva. Warna tubuh luarnya terlihat bertekstur berwarna mirip pasir. Jika dilihat sekilas, kamitetep lebih mirip dengan debu yang menggumpal. Serangga satu ini sangat menyukai tempat yang lembap dan kotor seperti gudang, area di luar rumah, di pojokan barang yang jarang dibersihkan.

    Kamitetep meskipun tidak menggigit atau menyerang, tetapi bulu halusnya dapat menyebabkan gatal-gatal hingga iritasi bagi yang memegangnya. Oleh sebab itu, kamitetep perlu diwaspadai dan dijauhi.


    Cara mengusir kamitetep dari rumah ternyata tidak sulit lho. Ada beberapa cara membasminya dengan bahan-bahan yang biasa ada di rumah, dilansir Bugwiz berikut di antaranya.

    Tips Basmi Kamitetep

    Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

    1. Pakai Sabun Cuci Piring

    Bahan yang ternyata efektif untuk mengusir kamitetep adalah sabun cuci piring. Bahan-bahan sabun cuci piring memakai bahan-bahan yang dapat membuat kamitetep dehidrasi dan merusak lapisan lilin pada tubuhnya.

    Sabun cuci piring harus dicampurkan dengan 3-4 liter air. Ketika dicampurkan jangan sampai terlalu banyak busa. Kemudian, tusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak. Lubang kecil yang muncul dapat menjadi akses sabun cuci piring bisa masuk ke tubuh kamitetep. Apabila hanya disemprot atau disiram ke tubuh kamitetep, tidak akan begitu berefek karena tubuhnya memiliki lapisan lilin.

    2. Gunakan Pestisida

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah pestisida. Namun, bahan ini harus digunakan hati-hati karena bisa berbahaya jika terkena hewan peliharaan atau anak-anak.

    Sebelum memutuskan untuk memakai pestisida, pastikan produk tersebut aman digunakan di dalam ruangan.

    3. Bersihkan Rumah

    Cara paling aman, mudah, dan efektif mengusir kamitetep adalah dengan rajin membersihkan rumah. Rumah yang bersih bukan tempat yang cocok untuk kamitetep.

    Tempat yang harus dibersihkan ada seluruh ruangan, terutama di area yang mungkin jarang dijamah seperti plafon, atap, di bawah perabotan, dan lain-lain. Area-area tersebut menjadi tempat berkumpulnya santapan kamitetep seperti jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    4. Jaga Kelembapan Rumah

    Selain harus bersih, rumah juga harus bebas dari lembap. Seperti yang disebutkan sebelumnya jika kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi.

    Cara mengatasi rumah yang lembap adalah dengan memaksimalkan ventilasi udara dan cahaya di rumah. Bisa juga dengan menggunakan dehumidifier, perangkat elektronik yang efektif menyerap kelembapan pada ruangan.

    5. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir The Pest Informer, kamitetep sering masuk lewat retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu. Sebelum benar-benar mengusir kamitetep, cari dahulu akses masuknya dan tutup akses tersebut. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    Itulah sejumlah cara untuk membasmi kamitetep. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kerak Kamar Mandi Bisa Bersih dengan Baking Soda, Begini Cara Pakainya



    Jakarta

    Kamar mandi adalah ruangan yang cepat kotor. Penghuni menggunakan ruangan ini buat membersihkan diri dengan air dan sabun setiap hari, sehingga tak heran kalau ruangan menjadi kotor dan lembap.

    Penggunaan kamar mandi secara terus menerus membentuk noda dan kerak di kamar mandi. Oleh karena itu, penghuni perlu rajin membersihkan ruangan ini.

    Namun, membersihkan kerak nggak bisa sekadar menggunakan sabun dan air. Penghuni perlu bahan yang bersifat abrasif, misalnya baking soda.


    Bagaimana cara membersihkan kerak kamar mandi dengan baking soda? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Bersihkan Kerak Kamar Mandi dengan Baking Soda

    Inilah beberapa cara menggunakan baking soda untuk menghilangkan kerak kamar mandi.

    1. Baking Soda dan Cuka Putih

    Dilansir dari Blue Spring Cleaning, campuran baking soda dan cuka ampuh buat membersihkan kamar mandi. Kedua bahan tersebut akan membentuk asam karbonat yang bisa menghempaskan noda. Berikut ini caranya.

    • Campurkan soda kue dan cuka putih sampai membentuk pasta kental
    • Oleskan campuran tersebut ke ubin yang terkena noda dan biarkan selama 1 jam
    • Setelah 1 jam, semprot ubin dengan banyak cuka
    • Bilas dengan air

    2. Bakin Soda dan Sabun Cuci Piring

    Menurut Tile Cloud Clara, campuran baking soda dan sabun cuci piring dapat membersihkan kerak kamar mandi. Berikut ini caranya.

    • Campur pasta soda kue dan detergen pencuci piring
    • Bersihkan kerak dengan spons

    3. Baking Soda dan Hidrogen Peroksida

    Selain itu, penghuni dapat mencampurkan soda kue dengan hidrogen peroksida buat membersihkan kerak kamar mandi. Simak cara bersihkannya berikut ini.

    • Campurkan soda kue dan hidrogen peroksida
    • Oleskan campuran tersebut ke ubin yang terkena noda
    • Biarkan selama satu jam
    • Bilas ubin

    Baking Soda dan Sabun Cair

    Terakhir, coba campurkan baking soda dengan sabun cair untuk membersihkan kamar mandi. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

    • Buat campuran baking soda dan sabun cair 2:1 dengan sedikit air
    • Ratakan larutan pembersih ke seluruh dinding kamar mandi dan gosok sekuat tenaga sikat berbulu
    • Gunakan gerakan memutar lebih baik untuk menghilangkan noda dan kotoran
    • Untuk noda membandel diamkan larutan pembersih beberapa saat sebelum menggosoknya
    • Setelah pembersihan selesai bilas dengan air dan lap sisanya dengan handuk

    Itulah tips ampuh membersihkan kerak kamar mandi menggunakan soda kue. Semoga berhasil!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Usir Curut dari Rumah, Bisa Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Pernahkah melihat hewan seperti tikus tapi ukurannya kecil dan hidungnya mancung? Kemungkinan hewan itu adalah curut. Mereka terkadang ditemukan di rumah, seperti di dapur, pekarangan, atau tempat penyimpanan makanan.

    Kehadiran curut dapat mengancam kesehatan penghuni karena kotorannya bisa mengandung sumber penyakit. Oleh karena itu, penghuni harus segera mengusir curut kalau menemukannya di rumah.

    Bagaimana cara mengusir curut dari rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Usir Curut di Rumah

    Inilah cara membuat rumah bebas dari curut, dikutip dari situs Do My Own, Madsenpest, penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama.

    1. Pakai Bahan Alami

    Penghuni dapat mengusir curut menggunakan bahan alami seperti bawang putih atau minyak jarak. Bahan tersebut mengeluarkan aroma yang tidak disukai curut, sehingga bakal mencegah mereka masuk rumah.

    2. Bersihkan Pekarangan

    Bersihkan pekarangan rumah dengan menghilangkan genangan air dan menutup tempat sampah. Cara ini akan meminimalisir populasi serangga yang disukai curut.

    3. Pakai Lem Tikus

    Tangkap curut yang berkeliaran di rumah menggunakan lem tikus. Cara ini aman karena tidak mengandung racun atau menimbulkan bau.

    4. Pasang Perangkap Tikus

    Pasang perangkap tikus yang dapat menjepit untuk membasmi tikus. Letakkan potongan daging atau ikan kecil di area tersebut yang disukai curut. Perangkap ini cukup ampuh daripada perangkap tertutup yang tidak terlalu menarik bagi curut.

    5. Tutup Celah Masuk Curut

    Curut dapat masuk rumah melalui celah kecil pada dinding atau lantai. Sebaiknya tutup atau perbaiki lubang untuk mencegah curut masuk rumah.

    6. Jangan Tinggalkan Makanan Hewan Piaraan

    Jangan biarkan makanan hewan peliharaan atau biji-bijian burut di luar ruangan. Segera bersihkan makanan hewan setelah selesai. Makanan tersebut dapat memancing curut dan serangga buat mendekat dan memakannya.

    7. Pakai Minyak Esensial

    Terakhir, coba gunakan minyak esensial seperti peppermint buat bikin curut nggak betah di rumah. Caranya dengan meneteskan minyak pada kapas, lalu oleskan pada tempat yang sering dilewati curut.

    Itulah beberapa tips untuk membasmi curut di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Ampuh Cegah Toren Air Berlumut biar Selalu Bersih


    Jakarta

    Toren air adalah tempat penyimpanan cadangan air bersih untuk rumah. Tangki ini bisa ditumbuhi lumut yang mengganggu kebersihan air.

    Pertumbuhan lumut biasanya dipicu oleh kondisi tangki yang lembap, mengingat ada kandungan air di dalamnya. Lalu, paparan sinar matahari ke toren air juga memicu lumut untuk tumbuh.

    Jika ingin menjaga air tetap bersih, pemilik perlu mencegah lumut di toren air. Simak caranya berikut ini.


    Tips Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah beberapa cara mencegah lumut tumbuh di toren air, dikutip dari arsip berita detikProperti.

    1. Rutin Kuras Toren Air

    Penghuni bisa menghambat pertumbuhan lumut dengan menguras toren air secara rutin. Sebaiknya kuras tangki air minimal 6 bulan sekali. Kalau lumut cepat tumbuh, pemilik bisa lebih sering menguras air, misalnya 3-4 bulan sekali.

    2. Tutup Tangki dengan Rapat

    Pastikan tangki air tertutup dengar rapat agar sinar matahari tidak masuk. Lumut dapat tumbuh saat air terkena sinar matahari.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Sinar matahari dapat menembus dinding tangki yang berwarna cerah. Untuk mencegah hal ini, pemilik bisa mengecat toren air berbahan plastik menggunakan warna gelap. Pastikan pengecatan dilakukan secara merata dan tebal.

    4. Pasang Atap di Atas Toren Air

    Selain itu, pemilik bisa memasang atap di atas toren air. Atap tersebut akan melindungi toren dari cahaya matahari, sehingga tidak menembus masuk dan memicu pertumbuhan lumut.

    Itulah cara untuk menghindari pertumbuhan lumut di toren air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah yang Aman dan Strategis? Begini Cara Pilih Lokasinya


    Jakarta

    Memilih lokasi rumah tidak boleh asal-asalan. Sebab, lokasi rumah adalah aspek penting yang bisa mempengaruhi nilai rumah.

    Pencari rumah perlu memilih lokasi yang strategis buat menunjang kehidupan penghuninya. Selain itu, rumah perlu berada di tempat yang aman dan nyaman serta memenuhi kebutuhan penghuni.

    Oleh karena itu, calon pembeli perlu meriset dan mempertimbangkan lokasi rumah yang terbaik. Ada beberapa ciri rumah yang menandakan rumah yang strategis.


    “Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti Steve Sudijanto kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Tips Pilih Lokasi Rumah yang Aman dan Strategis

    Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasi rumah.

    1. Dekat Transportasi Umum

    Steve mengatakan rumah yang berada dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Penghuni rumah memiliki akses transportasi yang memudahkan untuk bepergian. Apalagi tarif transportasi umum terjangkau, sehingga dapat menghemat biaya.

    2. Sarana Penunjang Lengkap

    Selain itu, rumah sebaiknya berada dekat dengan sarana penunjang, misalnya rumah sakit, kantor, pusat perbelanjaan, dan sekolah. Sarana penunjang yang lengkap akan memudahkan penghuni rumah karena tidak perlu bepergian jauh buat kebutuhan sehari-hari.

    3. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Keamanan lingkungan rumah juga perlu dipertimbangkan. Pastikan untuk membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Steve menyarankan untuk membeli hunian di klaster atau komplek dengan petugas keamanan.

    “Untuk faktor keamanan, hunian atau rumah cluster lebih baik,” katanya.

    4. Lingkungan Aman

    Terakhir, jangan pilih lokasi yang rawan terjadi bencana, misalnya banjir. Calon pembeli perlu memastikan sendiri dengan melakukan survei perumahan. Coba tanya atau diskusi dengan lurah atau ketua RT setempat soal frekuensi banjir di kawasan itu.

    “Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tuturnya.

    Itulah cara memilih lokasi rumah yang strategis. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mirip tapi Tak Sama, Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali



    Jakarta

    Sumber air bersih bisa didapatkan dari dalam tanah. Untuk memperoleh air tersebut, pemilik rumah bisa membuat sumur bor atau sumur gali.

    Kedua sumur itu dibuat dengan menggali lubang yang dalam. Nah, perbedaan utamanya ada pada cara menggali lubang. Sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual.

    Meski sama-sama mengeluarkan air dari dalam tanah, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulan masing-masing.


    Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, Hasan, mengatakan sumur bor lebih banyak keunggulan dibanding sumur gali. Apalagi ketika musim kemarau, sumur bor menjadi sumber air andalan.

    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, apa perbedaan sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasannya berikut ini

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

    1. Debit Air

    Sumur gali memiliki diameter lubang yang besar, sehingga debit air semakin besar buat memenuhi kebutuhan. Berbeda dari sumur bor yang mengandalkan pompa untuk menyalurkan air, sehingga debit air bisa lebih kencang.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” ucapnya.

    2. Dimensi Lubang

    Kemudian, proses pembuatan sumur bor lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah hingga mencapai sumber air karena menggunakan mesin. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual, sehingga ada keterbatasan yang membuat sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” sambung Hasan.

    3. Waktu Pengerjaan

    Pembuatan sumur gali dengan kedalaman dua puluh meter bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Proses itu memakan waktu lama karena penggalian dilakukan secara manual.

    Sementara itu, pembuatan sumur bor relatif lebih cepat karena memakai mesin bor. Kedalaman lubang tidak menjadi masalah selagi bisa menemukan sumber air.

    Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Terasa Gerah? Ini 5 Tanaman Hias yang Bikin Adem


    Jakarta

    Penghuni yang merasa gerah saat cuaca panas bakal melakukan berbagai hal agar rumahnya jadi adem, seperti memasang AC, kipas angin, dan buka jendela. Nah, ternyata penghuni bisa membuat rumah lebih adem dengan tanaman hias, lho.

    Dilansir dari House Beautiful, studi yang dilakukan NASA menyebut tanaman bisa mengubah suhu atmosfer Bumi. Tanaman melepaskan air yang menguap, sehingga mendinginkan diri dan lingkungan sekitarnya.

    Tanaman hias dapat jadi opsi terjangkau dan ramah lingkungan biar rumah lebih sejuk. Simak tanaman apa saja yang bisa bikin rumah adem berikut ini.


    Tanaman Hias yang Bikin Rumah Adem

    Inilah deretan tanaman hias yang membuat rumah terasa adem.

    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Daun lidah mertua memiliki kandungan air yang tinggi. Saat bertranspirasi, tanaman ini melepaskan uap air dingin ke udara. Selain itu, lidah mertua mengeluarkan oksigen yang menyejukkan ruangan di malam hari yang panas.

    Lidah mertua tahan terhadap panas, sehingga cocok diletakkan dekat jendela. Ini akan memberi efek sejuk pada ruangan.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantLidah Buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Tanaman lidah buaya juga melepaskan uap air dingin yang menguap ke udara saat bertranspirasi. Daunnya yang tebal dapat menyimpan banyak air dan melepaskannya ke udara. Hal ini membantu membuat ruangan adem ketika cuaca panas.

    Penghuni bisa menaruh lidah buaya di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lalu, biarkan tanah mengering sepenuhnya sebelum menyiram air pada lidah buaya.

    3. Aglaonema

    Ilustrasi aglaonemaIlustrasi aglaonema Foto: Getty Images/iStockphoto/nakorn tannonngiw

    Aglaonema atau chinese evergreen dikenal sebagai tanaman yang dapat membersihkan udara. Ternyata tanaman ini juga memiliki tingkat transpirasi yang tinggi, sehingga membuat udara sekitar lembap.

    Perawatan aglaonema cukup mudah. Penghuni cukup memberikan sedikit air dan pencahayaan yang redup.

    4. Tanaman Karet Kebo (Ficus Elastica)

    Ficus elastica leaf backgroundFicus elastica Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Ficus elastica atau tanaman karet kebo juga membuat ruangan terasa lebih sejuk. Tanaman ini menyerap air dengan akar, kemudian melepaskan air melalui pori-pori di bagian bawah daun.

    Cara merawat tanaman ini cukup dengan menyiram sedikit demi sedikit air agar tanah tetap lembap secara merata. Lalu, letakkan tanaman karet kebo di tempat yang terang, tetapi jangan terkena sinar matahari langsung.

    5. Beringin (Ficus Benjamina)

    Houseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white backgroundFicus Benjamina Foto: Getty Images/iStockphoto/Viorika

    Salah satu pohon yang tumbuh dengan baik di dalam ruangan adalah ficus benjamina atau beringin. Tanaman ini membantu menjaga udara tetap sejuk dan lembap.

    Pastikan untuk rajin menyiram tanaman ini saat cuaca panas. Letakkan tanaman ini di tempat yang terang tapi tidak terkena sinar matahari langsung, atau di tempat yang cerah dengan naungan di sore hari.

    Itulah beberapa tanaman yang membantu menyejukkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Geser Seret Susah Dibuka? Begini Cara Atasinya Tanpa Bongkar Total


    Jakarta

    Pernahkah kesusahan membuka pagar geser karena seret? Pagar yang bermasalah menjadi berat dan susah untuk digeser.

    Hal ini tentu mengganggu aktivitas penghuni rumah. Pasalnya, penghuni harus menggunakan lebih banyak tenaga dan waktu untuk bisa membuka pagar.

    Jika menemui kondisi seperti ini, penghuni rumah perlu segera memperbaikinya. Simak cara mengatasi pagar geser seret berikut ini.


    Cara Mengatasi Pagar Geser Seret

    Inilah beberapa cara untuk mengatasi pagar geser yang seret, dikutip dari Bay Area Lions Gate.

    1. Bersihkan Rel

    Pagar geser bisa seret karena rel yang kotor. Kotoran, serpihan, dan daun bisa terkumpul di rel, sehingga membuat pagar bergeser secara tidak rata.

    Penghuni rumah bisa membersihkan kotoran pada rel menggunakan sapu atau peniup daun. Cara lain bisa dengan menyikat rel dengan air dan sabun. Jangan lupa untuk membilas rel dan membiarkannya kering.

    2. Sejajarkan Pagar dengan Rel

    Selain itu, pagar akan susah dibuka kalau tidak sejajar dengan rel. Roda yang keluar dari jalur rel membuat pagar sulit digeser.

    Sesuaikan pintu gerbang agar sesuai dengan benar. Coba tutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dengan tiang di kedua sisi. Lalu, pastikan pengukurannya sama antara kedua sisi.

    3. Berikan Pelumas Rel

    Pagar bakal lebih mudah meluncur kalau relnya diberikan pelumas. Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel.

    Aplikasikan pelumas secara merata dan hindari menyemprot roda atau pagar. Lakukan pelumasan secara teratur agar pagar selalu dalam kondisi baik.

    4. Perbaiki Roda Pagar

    Roda yang aus atau rusak dapat mengakibatkan pagar bergeser secara tidak merata atau keluar lintasan. Penghuni perlu memastikan roda dalam kondisi baik agar pagar bisa meluncur dengan mulus. Segera ganti roda yang aus atau rusak dengan yang baru.

    5. Kencangkan Baut dan Sekrup yang Longgar

    Pagar yang sulit dibuka bisa disebabkan ada baut atau sekrup yang longgar. Hal itu membuat pagar bergoyang dan tidak stabil. Gunakan kunci pas dengan ukuran yang tepat untuk menghindari baut atau sekrup terlepas.

    Itulah cara untuk mengatasi pagar geser yang seret. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com