Tag: rumah

  • Cara Mengusir Cicak di Rumah Secara Alami dan Efektif


    Jakarta

    Cicak kerap kali ditemukan merayap di dinding, meja, ataupun lantai rumah. Kehadiran reptil ini cukup mengganggu bagi sebagian penghuni.

    Terkadang orang merasa geli melihat bentuk cicak. Belum lagi, cicak suka buang kotoran sembarangan, sehingga mengotori rumah. Makhluk kecil ini juga suka naik ke meja dan menyicip makanan.

    Kalau merasa ada banyak cicak di rumah, penghuni bisa mengusirnya menggunakan bahan alami. Simak cara mengusir cicak secara alami dan efektif berikut ini.


    Cara Usir Cicak di Rumah

    Inilah beberapa bahan alami yang bisa membuat cicak nggak betah di rumah, dikutip dari Livspace dan India Today.

    1. Bawang

    Cicak tidak menyukai bau menyengat dari bawang. Penghuni rumah bisa mengusir cicak menggunakan berbagai jenis bawang, seperti bawang bombai, bawang merah, dan bawang putih.

    Caranya dengan memotong beberapa siung bawang, lalu masukkan ke dalam wadah. Letakkan wadah tersebut di tempat yang sering dilewati cicak.

    2. Bubuk Kopi

    Penghuni dapat menggunakan bubuk kopi untuk mengusir cicak. Aroma kopi yang kuat membuat cicak enggan berada di rumah.

    Coba tuangkan 1-2 sendok makan bubuk kopi ke botol semprot dan campurkan air secukupnya. Semprotkan cairan kopi ke area yang sering ada cicak.

    3. Cangkang Telur

    Selain itu, cangkang telur juga bisa menakuti cicak agar nggak betah di rumah. Sebab, cicak menganggap cangkang telur sebagai predator.

    Letakkan cangkang telur bekas ke beberapa titik yang sering dilewati cicak. Cangkang ini dapat dibiarkan selama berhari-hari karena tidak kedaluwarsa.

    4. Merica dan Cabai

    Penghuni juga bisa menggunakan merica dan cabai untuk membasmi cicak di rumah. Caranya dengan membuat semprotan anti cicak terbuat dari kedua bahan tersebut.

    Campurkan merica dan cabai ke dalam air, lalu tuang ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan itu ke area yang sering dilalui cicak. Jangan lupa untuk mengocok botol sebelum menyemprotkan cairan anti cicak.

    5. Minyak Pepermin

    Terakhir, gunakan minyak pepermin untuk mengusir cicak. Aroma minyak ini memberikan efek menenangkan bagi manusia, tapi tidak untuk reptil.

    Cara pakainya dengan mencampurkan 3-4 minyak pepermin dengan air secukupnya ke botol semprot. Kemudian, semprotkan cairan ke tempat yang sering dilewati cicak.

    Itulah beberapa tips efektif untuk mengusir cicak dari rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini 5 Tanda Ada Tikus Bersembunyi di Rumah


    Jakarta

    Rumah bisa dimasuki berbagai hama, salah satunya tikus. Kehadiran tikus sangat mengganggu penghuni rumah karena mereka kerap mengotori rumah dan merusak benda-benda.

    Tikus bisa menjadi sumber masalah, sebab kotorannya dapat menimbulkan penyakit yang mengancam kesehatan penghuni rumah. Lalu, mereka juga bisa mencuri makanan dari rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu waspada dengan kehadiran tikus. Kenali tanda-tanda tikus sedang bersembunyi di rumah berikut ini.


    Pertanda Tikus Masuk Rumah

    Inilah ciri-ciri rumah yang terdapat tikus di dalamnya, dikutip dari Tom’s Guide.

    1. Kotoran Tikus

    Pertanda paling umum aktivitas tikus di rumah adalah ada kotoran tikus. Kotoran tikus berukuran kecil, berwarna gelap, dan berbentuk silinder. Biasanya kotoran ditemukan di area yang umum, termasuk sudut ruangan.

    Selain itu, tikus juga buang air kecil secara terus-menerus. Perhatikan genangan air kecil atau noda di dekat tempat bersarangnya. Air seni tikus biasanya bercampur dengan debu dan kotoran lain sehingga membentuk bercak atau noda kering serta kekuningan.

    2. Bau Busuk

    Penghuni rumah bisa mengetahui kehadiran tikus dari munculnya bau busuk. Tikus kerap buang air kecil sehingga terdapat bau yang kuat seperti amonia di area tertentu.

    Bau ini sering digunakan tikus untuk menandai wilayahnya. Namun, biasanya bau tidak sedap ini tercium di area tertutup seperti di dalam lemari, dapur, dan loteng.

    3. Jejak Tikus

    Penghuni rumah terkadang bisa menemukan noda-noda kotor yang teratur di sepanjang dinding yang mengikuti jalur yang sama. Hal itu merupakan tanda lain adanya aktivitas tikus.

    Tikus memiliki penglihatan yang buruk dan cenderung mencari jalan di sekitar dinding atau papan pinggir. Akibatnya, kotoran dan minyak dari bulunya akan menempel pada permukaan rumah serta meninggalkan jejak yang terlihat. Jika tandanya mudah dibersihkan, ini menunjukkan bahwa tikus baru saja datang.

    4. Sarang Tikus

    Tikus sering mencari tempat berlindung sehingga akan membuat sarang di area tertentu. Sarang tikus biasanya berupa tumpukan bahan yang dirobek-robek, seperti tumpukan sampah.

    Hewan pengerat itu mencari kehangatan dan tempat berlindung yang nyaman. Setelah tikus membuat sarang, akan sulit untuk mengusirnya.

    5. Suara Gesekan atau Garukan

    Terkadang penghuni rumah dapat mendengar suara garukan atau gesekan pada dinding atau plafon rumah. Suara tersebut kemungkinan tanda aktivitas tikus seperti tikus sedang menggaruk kayu atau dinding. Suara itu berupa garukan dan langkah kaki pastinya menjadi pertanda tikus masuk ke dalam rumah.

    Itulah pertanda ada tikus bersembunyi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mengusir Tikus Tanpa Racun yang Aman untuk Anak


    Jakarta

    Tikus merupakan hama yang suka muncul di dalam rumah. Hewan pengerat ini suka buang kotoran sembarangan, mencuri makanan, dan merusak benda-benda di rumah.

    Penghuni melakukan berbagai cara untuk membasmi dan mengusir tikus, salah satunya dengan menyebarkan racun di sekitar rumah. Namun, racun berisiko mencelakai penghuni rumah, terutama anak-anak.

    Anak-anak yang penuh rasa penasaran dapat menyentuh racun tersebut, bahkan sampai mengonsumsinya. Oleh karena itu, pemilik perlu mencari cara lain untuk mengusir tikus.


    Ada beberapa cara untuk mengusir tikus dari rumah tanpa racun. Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Mengusir Tikus Tanpa Racun

    Inilah cara untuk membuat tikus ogah lama-lama di dalam rumah, dikutip dari arsip berita detikProperti.

    1. Semprotkan Cuka Apel

    Tikus memiliki indra penciuman yang kuat. Penghuni bisa memanfaatkan bahan berbau menyengat, seperti cuka apel, untuk membuat tikus nggak betah di rumah.

    Cara pakai cuka apel adalah mencampurkannya dengan air ke dalam botol semprot. Lalu, sempotkan cairan itu ke sekeliling rumah.

    2. Semprotkan Minyak Kayu Putih

    Selain itu, minyak kayu putih juga memiliki aroma yang tidak disukai tikus. Gunakan larutan minyak kayu putih dengan konsentrasi 5 persen. Lalu, semprotkan larutan tersebut ke tempat-tempat di mana tikus bersarang.

    3. Gunakan Bawang Bombai

    Bawang bombai memiliki aroma menyengat, sehingga dapat menjadi bahan untuk mengusir tikus. Penghuni bisa metakkan irisan bawang bombai di area yang biasanya dilalui tikus. Pastikan untuk mengganti bawang bombai dengan yang baru kalau sudah membusuk.

    4. Gunakan Lada Hitam

    Lada hitam mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tikus. Kandungan tersebut dapat membuat tikus iritasi dan tidak nyaman.

    Penghuni bisa menggiling kasar lada hitam, kemudian menyebarkannya ke area sarang tikus. Selain lada hitam, penghuni dapat menggunakan lada putih.

    5. Gunakan Minyak Esensial

    Minyak esensial dengan aroma kuat seperti peppermint dan cengkeh dapat mengusir tikus. Caranya dengan merendam bola kapas ke dalam minyak esensial, lalu letakkan di area yang sering didatangi tikus. Penggunaan minyak esensial ini bisa dibarengi dengan upaya lainnya agar semakin ampuh mengusir tikus.

    Itulah beberapa cara mengusir tikus dengan aman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Dapur Berminyak Setelah Masak, Pakai Bahan Ini biar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Dapur merupakan ruangan yang cepat kotor. Terkadang lantai dapur sampai terasa berminyak setelah berbagai aktivitas memasak.

    Proses memasak seperti menggoreng dan menumis makanan membuat partikel minyak menguap dan berakhir di berbagai permukaan dapur, termasuk lantai. Cipratan minyak juga menyebar ke mana-mana.

    Kalau lantai sudah berminyak, penghuni rumah bisa nggak nyaman berjalan di dalam dapur. Belum lagi ada risiko penghuni terpeleset akibat lantai licin.


    Oleh karena itu, penghuni perlu telaten membersihkan lantai dapur. Sekadar mengepel dengan air saja tak cukup untuk menghempaskan minyak pada lantai. Simak tips mudah membersihkan lantai berminyak berikut ini.

    Cara Bersihkan Lantai Dapur Berminyak

    Inilah cara membersihkan lantai dapur yang berminyak, dikutip dari Mr Handyman.

    1. Jus Lemon

    Penghuni rumah bisa mengepel lantai berminyak dengan jus lemon. Caranya campurkan perasan jus lemon dengan air hangat.

    Aplikasikan cairan tersebut menggunakan kain pel atau spons. Biarkan larutan bekerja menghancurkan minyak. Lalu, sikat atau lap lantai dengan air bersih.

    2. Sabun Cuci Piring

    Selain itu, penghuni dapat mencampurkan air hangat dengan beberapa tetes sabun cuci piring di dalam baskom. Gunakan cairan itu untuk menyikat atau mengelap noda minyak membandel. Setelah itu, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    3. Cuka Putih

    Cuka putih juga ampuh untuk membersihkan lantai berminyak. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 di dalam botol semprot atau baskom.

    Aplikasikan air cuka tersebut pada area berminyak. Gosok lantai menggunakan sikat secara perlahan, terutama pada noda minyak membandel. Selanjutnya, bilas lantai pakai air bersih dan keringkan.

    4. Soda Kue

    Penghuni bisa membuat pasta dari soda kue dan sedikit air untuk membersihkan lantai berminyak. Oleskan pasta tersebut pada lantai dan biarkan selama 10-15 menit.

    Kemudian, gosok permukaan menggunakan sikat atau spons secara perlahan. Terakhir, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    Itulah cara membersihkan lantai dapur yang berminyak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Lebah Bersarang di Dalam Rumah


    Jakarta

    Lebah adalah serangga bersayap yang terkadang bisa masuk dan bersarang di area rumah. Kehadiran serangga ini suka bikin penghuni takut karena khawatir bakal disengat.

    Penghuni bisa melakukan pencegahan agar lebah tidak masuk dan bersarang. Sebab, lebih baik mencegah daripada menghadapi kumpulan lebah yang sudah bersarang di rumah.

    Bagaimana cara mencegah sarang lebah di dalam rumah? Simak penjelasannya berikut ini dihimpun dari laman Invasive Species Council, Southeast Bee Removal, University of Florida, Bee Aware, dan Picture Insect.


    Cara Cegah Lebah Bersarang di Rumah

    Inilah beberapa tips untuk mencegah lebah masuk dan bersarang di dalam rumah.

    1. Tutup Pintu dan Jendela

    Cara sederhana untuk mencegah lebah masuk rumah adalah menutup pintu dan jendela. Lebah akan mencari tempat yang gelap dan hangat untuk bersarang, termasuk ke dalam rumah.

    Selain itu, penghuni bisa menggunakan jaring atau kawat untuk menutup ventilasi yang mungkin menjadi akses masuk lebah. Pastikan semua celah dan retakan tertutup untuk mengurangi kemungkinan lebah masuk rumah.

    2. Bersihkan Area Sekitar Rumah

    Bersihkan area sekitar rumah untuk mengurangi tempat persembunyian lebah. Misalnya barang-barang tidak terpakai seperti alat berkebun atau perabotan tua.

    Barang-barang itu bisa menjadi tempat persembunyian menarik bagi lebah. Pastikan untuk rutin membersihkan halaman dan menghilangkan barang yang tidak digunakan.

    3. Basmi Sarang yang Sudah Ada

    Segera basmi sarang lebah kalau menemukannya di sekitar rumah. Sarang lebah bisa mengeluarkan feromon yang menarik lebah lainnya. Bersihkan semua bagian sarang sampai tidak tersisa untuk menghindari kedatangan lebah baru.

    Penghuni harus berhati-hati saat memusnahkan sarang lebah. Jika sarang berada di tempat yang sulit dijangkau, sebaiknya panggil layanan profesional untuk menghindari risiko tersengat.

    4. Menanam Tanaman Pengusir Lebah

    Beberapa jenis tanaman bisa membantu mengusir lebah, seperti tanaman mint, eucalyptus, citronella. Penghuni bisa menanam tanaman tersebut di sekitar rumah agar lebah tidak nyaman di lingkungan itu.

    Kalau ingin memiliki bunga berwarna-warni di kebun, pilihlah jenis bunga yang tidak menarik bagi lebah, seperti bunga berbentuk terompet. Cara ini membantu menjaga keindahan taman tanpa menarik perhatian lebah.

    5. Gunakan Pengusir Alami

    Terakhir, gunakan bahan alami seperti minyak esensial untuk mengusir lebah. Coba campurkan minyak pepermin atau lemon dengan air, lalu semprotkan ke area yang sering dikunjungi lebah. Aroma kuat dari minyak esensial membuat lebah enggan mendekati rumah.

    Selain itu, sebarkan bubuk kayu manis di sekitar sarang lebah. Aroma kayu manis dapat memicu lebah untuk berpindah ke tempat lain dan tidak kembali ke sarangnya.

    Itulah cara untuk mencegah lebah bersarang di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Titik Ini Jarang Dibersihkan di Rumah, Bisa Jadi Sarang Debu


    Jakarta

    Rumah harus dibersihkan secara rutin agar bebas kotoran dan debu. Namun, ada beberapa bagian rumah yang sering kali luput dibersihkan, sehingga menjadi sarang debu.

    Debu merupakan kumpulan partikel kecil yang berasal dari kotoran, pasir, kulit mati, hingga bulu hewan peliharaan. Penghuni perlu membersihkan debu agar rumah tidak kotor serta terhindar dari penyakit.

    Lantas, bagian rumah mana saja yang biasa menjadi sarang debu? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tempat yang Bisa Jadi Sarang Debu

    Inilah beberapa tempat yang sering kali menjadi sarang debu karena jarang dibersihkan, dilansir dari Southern Living.

    1. Gorden atau Tirai

    Gorden dan tirai mudah sekali kotor dan ditempeli debu karena biasanya terbuat dari bahan kain. Penghuni rumah perlu rajin mengganti gorden dan mencucinya. Jika gorden atau tirai tidak terbuat dari kain, penghuni bisa membersihkannya dengan kemoceng atau kain mikrofiber.

    2. Dipan Tempat Tidur

    Dipan adalah kerangka tempat tidur yang biasanya terbuat dari besi, kayu, atau bahan lainnya. Sisi-sisi dipan mudah jadi tempat berkumpulnya debu.

    Sebagai langkah pencegahan, penghuni perlu membersihkan sisi-sisi tempat tidur setiap membereskan kasur. Penghuni bisa menggunakan kain, mikrofiber basah, atau penyedot debu untuk membersihkan dipan.

    3. Dinding

    Dinding rumah juga dapat menjadi sarang debu. Debu masih bisa menempel walaupun dinding berbentuk vertikal.

    Bagian rumah ini memang jarang dibersihkan, sehingga nggak heran kalau debu menumpuk. Penghuni bisa membersihkannya dengan kain mikrofiber atau kemoceng bergagang panjang.

    4. Kusen Pintu dan Jendela

    Kusen adalah bingkai pada pintu dan jendela. Biasanya bagian atas dan dalam kusen sering berdebu karena jarang dibersihkan. Bagian tersebut bisa dibersihkan menggunakan spons kering dan basah.

    5. Ventilasi Udara

    Debu bisa masuk rumah melalui ventilasi udara. Tak heran, banyak debu menumpuk di bagian rumah ini. Penghuni dapat membersihkan ventilasi menggunakan kemoceng, kain mikrofiber, atau penyedot debu dengan sikat minimal sebulan sekali.

    Itulah beberapa tempat yang bisa menjadi sarang debu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Basmi Kutu Putih yang Suka Rusak Tanaman, Bisa Disiram Air



    Jakarta

    Pernahkah melihat serangga mungil berwarna putih pada tanaman? Serangga itu merupakan hama yang disebut kutu putih.

    Kutu putih dapat merusak, menghambat pertumbuhan, bahkan mematikan tanaman. Mereka merusak tanaman dengan cara menghisap sari inangnya. Hal itu memunculkan residu putih pada bagian tertentu.

    Penghuni rumah perlu waspada dengan serangan kutu putih. Simak cara membasmi dan penyebab serangan kutu putih berikut ini, dikutip dari The Spruce dan Martha Stewart.


    Cara Basmi Kutu Putih pada Tanaman

    Inilah tips mudah untuk membasmi kutu putih pada tanaman.

    1. Siram Kutu Putih

    Serangan kutu putih yang tergolong ringan dapat diatasi menggunakan air. Letakkan bagian tanaman yang terserang kutu putih di bawah pancuran air keran. Siram bagian atas dan bawah tanaman atau daun yang terinfeksi.

    2. Pangkas Sebagian Tanaman

    Jika infeksi kutu putih cukup berat, penghuni rumah dapat memotong bagian tanaman yang terserang. Kemudian, potong bagian tersebut agar tidak terkena bagian tanaman lain.

    3. Semprotkan Cairan Anti Kutu Putih

    Penghuni juga bisa membuat cairan anti kutu putih dari bawang bombai, bawang putih, dan bubuk cabai. Cairan tersebut dapat disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang kutu putih selama beberapa hari.

    Cara buatnya dengan menghaluskan bahan-bahan dengan blender hingga teksturnya menjadi pasta, lalu tambahkan air sekitar 1 liter. Diamkan campuran itu selama satu jam, lalu saring menggunakan kain tipis. Lalu, tambahkan sabun cuci piring cair dan aduk hingga rata.

    Terakhir, masukan cairan ke dalam botol semprot agar siap pakai. Cairan ini bisa disimpan di kulkas dan bertahan selama seminggu.

    4. Semprotkan Larutan Minyak Nimba

    Selain itu, penghuni dapat menyemprotkan larutan minyak nimba sebagai insektisida organik. Minyak ini mengandung zat yang mempengaruhi kemampuan makan, pertumbuhan, dan perkembangan kutu putih.

    Campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Semprotkan cairan tersebut ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Jika serangan kutu putih tak usai, ulangi penyemprotan 1-2 minggu kemudian.

    5. Sebarkan Serangga Predator

    Ada serangga predator yang dapat membunuh kutu putih. Penghuni dapat mengatasi serangan kutu putih ringan dengan tawon parasitoid (leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Namun, proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

    Penyebab Serangan Kutu Putih

    Tak hanya membasmi, penghuni perlu tau penyebab serangan kutu putih. Serangga ini sebenarnya tertarik pada tanaman dengan ciri berikut ini.

    1. Kadar Nitrogen Tinggi

    Kutu putih suka muncul pada tanaman yang memiliki kadar nitrogen yang tinggi dan pertumbuhannya lunak. Hal ini bisa terjadi kalau penghuni menyiram dan memberi terlalu banyak pupuk pada tanaman.

    2. Banyak Sari Buah

    Selain itu, serangga putih itu juga menyukai tanaman yang kaya akan sari buah, seperti pohon mangga dan jeruk. Sebab, sari buah merupakan makanan kutu putih.

    Itulah informasi seputar kutu putih yang suka merusak tanaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Menyebabkan Tekanan Air Keran Lemah


    Jakarta

    Pernahkah menyalakan keran tapi air yang keluar kecil? Hal itu adalah pertanda tekanan air yang lemah.

    Masalah tekanan air cukup mengganggu aktivitas penghuni rumah. Misalnya, aktivitas mencuci tangan ataupun piring menjadi lebih lama karena harus menunggu air keluar secara perlahan.

    Lantas, kenapa tekanan air keran bisa lemah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Tekanan Air Keran Lemah

    Inilah beberapa hal yang membuat tekanan air keran lemah dikutip dari The Spruce, Jumat (25/7/2025).

    1. Pipa Air Tersumbat

    Pipa atau saluran air yang tersumbat bisa menghambat aliran air, sehingga tekanan air menjadi lemah. Sumbatan tersebut bisa akibat penumpukan mineral, terutama di daerah yang rawan air sadah.

    Untuk mengatasinya, pemilik bisa menghubungi tukang ledeng buat memeriksa dan mungkin mengganti pipa. Lalu, pemilik dapat mencegah hal ini dengan memasang alat pelembut air.

    2. Regulator Tekanan Bermasalah

    Tekanan air tinggi terdengar bagus, namun sebenarnya bisa merusak perangkat air. Oleh karena itu, ada rumah-rumah yang memasang regulator tekanan air. Namun, instalasi regulator tekanan yang kurang tepat justru menghambat aliran air.

    Pemilik atau tukang ledeng bisa mengatur tekanan air sesuai keinginan. Jika tidak berhasil, kemungkinan alatnya rusak dan perlu diganti dengan yang baru.

    3. Pipa Air Bocor

    Tekanan air keran yang lemah juga bisa disebabkan oleh kebocoran pada pipa air. Kemungkinan ada lebih dari satu kebocoran, sehingga mempengaruhi tekanan air keran.

    Jika menduga ada pipa bocor, segera ambil periksa dan perbaiki. Hubungi tukang ledeng untuk mengatasi masalah tersebut.

    4. Terlalu Banyak Peralatan Digunakan Sekaligus

    Semakin banyak peralatan air digunakan secara bersamaan, semakin banyak pula air yang terpakai, sehingga menurunkan tekanan air. Misalnya beberapa penghuni sedang mencuci piring, mencuci pakaian, mandi, dan menyiram pekarangan dalam satu waktu. Cara paling mudah untuk mengatasi masalah ini adalah mengatur penggunaan air dalam sehari.

    5. Keran Bermasalah

    Jika tekanan air rendah mempengaruhi satu atau dua perangkat air, seperti kepala pancuran dan wastafel, kemungkinan penyebabnya aerator atau kartrid yang tersumbat. Aerator keran mengurangi volume air tanpa mengubah tekanan. Sementara itu, kartrid yang tersumbat juga bisa menjadi penyebabnya.

    Jika mengalami tekanan air rendah, kemungkinan besar disebabkan oleh penumpukan kerak kapur. Hal itu biasanya dapat diatasi dengan membersihkan lubang keran air.

    Itulah penyebab tekanan air keran lemah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Warna Cat Dinding Cepat Pudar Akibat Sinar Matahari


    Jakarta

    Warna cat dinding yang pudar membuat rumah terlihat kurang estetik. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari.

    Sinar UV dari matahari membuat cat memudar, baik di eksterior maupun di interior rumah. Kemungkinan besar, cat eksterior rumah akan memudar lebih cepat daripada cat interior.

    Nah, ada cara untuk mencegah warna cat dinding cepat pudar akibat sinar matahari. Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Mencegah Warna Cat Dinding Pudar

    Inilah cara membuat warna cat dinding tahan lama meski terpapar sinar matahari, dikutip dari A New Leaf Painting.

    1. Pilih Cat yang Berkilau

    Cat dengan finish berkilau biasanya lebih tahan lama daripada yang matte. Sebaiknya pilih cat dengan finish semi-glossy atau satin karena dapat memantulkan sinar matahari, sehingga mempertahankan warna aslinya.

    2. Pilih Cat Berkualitas

    Pilihlah cat dengan kualitas terbaik yang bisa dijangkau harganya. Cat yang berkualitas terbuat dari bahan yang lebih berkualitas. Bahkan, cat yang lebih mahal dirancang agar lebih tahan terhadap sinar UV, sehingga tak cepat pudar.

    3. Batasi Paparan Sinar Matahari ke Dalam Rumah

    Sinar matahari baik untuk menerangi rumah, tapi sebaiknya batasi paparannya. Batasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dengan menutup jendela dengan gorden atau tirai.

    Semakin sedikit cahaya yang masuk ke ruangan, semakin kecil kemungkinan cat memudar. Penghuni rumah bisa menutup jendela saat meninggalkan ruangan.

    4. Hindari Warna Cat yang Cerah

    Cat dinding eksterior sering terpapar sinar matahari. Untuk itu, pemilik harus cermat memilih warna yang tidak cepat pudar. Biasanya warna-warna yang cerah seperti kuning, oranye, dan merah lebih cepat pudar dibandingkan warna netral.

    5. Cat Dinding Berlapis-lapis

    Sebaiknya mengecat dinding berlapis-lapis agar warnanya tahan lama. Sebab, cat yang sedikit lebih tebal lebih sulit pudar. Pemilik rumah tidak perlu berlebihan dan menggunakan banyak cat, cukup mengecat dua atau tiga lapis untuk mencegah cat pudar.

    Itulah cara mencegah warna cat dinding pudar akibat paparan sinar matahari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Retak karena Tekanan Besar


    Jakarta

    Lantai keramik bisa pecah karena terkena benturan keras atau tekanan yang besar. Pemilik rumah perlu memperbaiki lantai agar tidak merusak estetika rumah.

    Pemilik bisa memperbaiki lantai retak dengan mengganti seluruh keramiknya. Namun, retakan yang masih ringan bisa diperbaiki tanpa perlu melakukan pembongkaran kok.

    Bagaimana cara mudah mengatasi lantai retak? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Mengatasi Lantai Retak

    Inilah cara memperbaiki lantai keramik yang retak akibat tekanan besar, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan ubin keramik agar jalur retakan terlihat jelas. Gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik. Jika ada bagian yang terlalu tajam, pemilik bisa menggunakan amplas atau pengikis pada retakan.

    2. Oleskan Epoxy

    Kemudian, isi retakan menggunakan epoxy. Gunakan karton atau alat khusus untuk mengoleskan dan meratakan permukaan lantai dengan epoxy.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Tusuk gigi bisa digunakan untuk retakan tipis, sedangkan alat dengan permukaan lebar untuk retakan besar. Hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa menyebar ke bagian lain kalau pemilik terlalu banyak menuangkannya. Pemilik dapat merapikannya dengan cara mengikis bagian berlebih. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Setelah epoxy kering, pemilik bisa mengecat bekas retakan agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas yang tipis untuk mengecat bekas retakan.

    Pastikan untuk memilih warna cat yang mirip dengan lantai dan finish-nya mengkilap. Sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak cepat pudar ketika terkena air.

    Itulah cara mengatasi lantai retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com