Tag: rumput

  • 7 Tips Merawat Rumput Gajah Mini



    Jakarta

    Rumput gajah mini memang jadi pilihan menarik untuk mempercantik halaman rumah. Namun, agar selalu punya tampilan yang cantik kamu juga harus rutin merawatnya. Merawat rumput gajah mini juga juga nggak bisa asal-asalan lho!

    Lalu, bagaimana cara merawat rumput gajah mini? Berikut ada beberapa tips merawat rumput gajah mini yang tepat.

    Apa itu Rumput Gajah Mini?

    Melansir dari Ruang Blog, Sabtu (16/12/2023), Rumput gajah mini dengan nama latin Pennisetum purpureum cv.Mott merupakan jenis rumput yang dibudidayakan untuk jadi rumput taman hias. Karena memiliki tampilan cantik dan unik cocok untuk memperindah taman.


    Tips Merawat Rumput Gajah Mini yang Tepat

    Mengutip dari Tumbuh Subur, berikut cara merawat rumput gajah mini (Pennisetum setaceum), kamu membutuhkan perhatian khusus agar tanaman tetap sehat dan tampak indah.

    Berikut adalah beberapa tips perawatan yang tepat untuk rumput gajah mini.

    1. Penyiraman yang Rutin

    Rumput gajah mini menyukai kelembaban, tetapi terlalu banyak air dapat menyebabkan akar membusuk. Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada musim panas yang kering.

    Pastikan untuk memberikan air pada bagian akar tanaman, dan hindari penyiraman berlebih yang dapat menyebabkan genangan air di sekitar tanaman.

    2. Pemupukan Rutin

    Pemberian pupuk yang teratur sangat penting untuk menjaga kekayaan nutrisi tanah. Pilih pupuk yang kaya akan nitrogen, karena unsur ini membantu dalam pertumbuhan daun yang subur dan memberikan warna hijau yang intens. Namun, ingat jangan beri pupuk secara berlebihan. Kamu juga bisa mempertimbangkan pupuk organik sebagai alternatif.

    3. Pemangkasan Berkala

    Pemangkasan secara teratur bertujuan untuk menjaga penampilan rumput. Potong tangkai bunga yang sudah layu atau kering, dan singkirkan daun yang rusak atau mati.

    Pemangkasan juga merangsang pertumbuhan baru dan menjaga rumput gajah mini tetap kompak.

    4. Kontrol Hama dan Penyakit

    Amati tanaman secara rutin untuk mendeteksi adanya hama atau penyakit. Jika ditemukan tanda-tanda infestasi, segera ambil tindakan pengendalian yang sesuai.

    Pembersihan taman secara berkala juga dapat membantu mengurangi resiko serangan hama dan penyakit.

    5. Hindari Pemupukan Berlebihan

    Meskipun pemupukan penting, hindari memberikan pupuk secara berlebihan.Pemupukan yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman yang tidak terkendali dan dapat merusak lingkungan tanah. Ikuti petunjuk pemupukan yang disarankan untuk jenis pupuk yang kamu gunakan.

    6. Lindungi dari Angin Kencang

    Rumput gajah mini memiliki batang yang cukup ramping dan dapat rentan terhadap kerusakan akibat angin kencang. Jika taman kamu sering terkena angin, pertimbangkan untuk menyediakan perlindungan dengan menanam semak atau tanaman penghalang angin di sekitar rumput gajah mini.

    7. Perhatikan Kelembapan Udara

    Rumput gajah mini mudah layu dan mati pada kondisi udara yang terlalu kering. Jika kamu berada di daerah dengan udara kering, pertimbangkan untuk menyemprotkan air di sekitar tanaman atau menyediakan peningkatan kelembaban di sekitarnya.

    Demikian 7 tips merawat rumput gajah mini, agar selalu tetap subur dan indah sepanjang tahun. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bikin Taman Enaknya Pakai Rumput Asli atau Sintetis?


    Jakarta

    Menumbuhkan rumput hijau untuk taman sudah biasa menjadi hal umum ketika kamu ingin membuat taman di halaman rumah kamu.

    Dengan kehadiran rumput tertentu pada taman rumah kamu, penampilan rumah kamu bisa menjadi lebih cantik lagi. Tidak hanya mempercantik rumah saja, secara psikologis warna hijau dari tumbuhan juga juga terbukti baik untuk mata.

    Tetapi sebelum kamu memilih untuk memasang rumput pada taman rumahmu, baik itu asli atau sintesis. Sebaiknya kamu pelajari dulu kebutuhan kamu serta kekurangan dan kelebihan masing-masing produk tersebut.


    Dikutip dari lovethegarden.com, sebelum kamu memilih antara rumput asli atau rumput sintetis, sebaiknya kamu pertanyakan terlebih dahulu apa yang ingin kamu capai saat setelah memasang rumput tersebut.

    1. Akan digunakan untuk apa lahan taman tersebut?

    2. Berapa banyak waktu luang yang kamu miliki per minggunya untuk pemeliharaan rumput tersebut?

    3. Berapa banyak budget yang kamu siapkan untuk penanaman dan pemeliharaan rumput taman tersebut?

    4. Apakah taman itu nantinya akan dijadikan tempat bermain anak-anak/hewan peliharaanmu?

    5. Apakah area halaman rumput saya memiliki fasilitas aliran udara, dan cahaya matahari yang baik?

    5 Pertanyaan tersebut harus kamu perhatikan sebelum kamu memilih antara rumput asli atau rumput sintetis pada taman rumah kamu. Jawaban dari pertanyaan tersebut nantinya harus kamu cocokkan dengan kekurangan dan kelebihan antara rumput asli dan sintetis di bawah ini.

    Rumput Asli

    1. Kelebihan

    • Tentunya rumput asli lebih ramah lingkungan. Dari 2500 kaki persegi atau sekitar 232 meter persegi rumput asli, bisa menyerap karbon hingga 300 pound atau setara dengan 136 kg.
    • Penggunaan rumput hijau asli bisa mengurangi tingkat stress kamu. Banyak bukti menyatakan bahwa hortikultura dan rumput alami yang ditemukan di lapangan olahraga dan halaman rumput pada taman rumah memiliki peran dan dampak yang baik bagi manusia.
    • Rumput asli tidak mengeluarkan zat berbahaya.
    • Rumput asli yang terawat dengan baik akan membuat rumah terlihat cantik dan bisa memberikan tempat yang baik untuk para serangga kecil yang berpotensi membantu merawat tanah dan tamanmu.
    • Menggunakan rumput asli tentunya memerlukan biaya penumbuhan yang lebih murah dibandingkan dengan sintetis.

    2. Kekurangan

    • Kamu perlu menyisihkan waktumu untuk merawat rumput asli. Bila rumput tumbuh terlalu tinggi, taman akan terlihat jelek.
    • Dengan perlunya perawatan rutin, tentunya kamu juga perlu berinvestasi dengan alat-alat berkebun yang sesuai untuk rumput tersebut.
    • Rumput asli tidak sekuat rumput sintetis. Ketika kamu ingin menggunakannya untuk bermain atau untuk pesta barbeque, hal tersebut pasti akan meninggalkan bekas pada rumput tamanmu dan membutuhkan waktu untuk kembali segar.

    Rumput Sintetis

    1. Kelebihan

    • Hampir tidak perlu adanya perawatan, bila ada kerusakan pun biaya untuk menggantinya tidak begitu mahal
    • Jika kamu mempunyai hewan peliharaan, kamu juga bisa membersihkan kotorannya dengan mudah
    • Rumput sintetis sangat tahan terhadap banyak bentuk aktivitas, dan tidak mudah becek.
    • Bila kamu hanya memiliki taman yang sempit, rumput sintetis juga bisa menjadi andalan, karena tidak perlu melakukan perawatan seperti memotongnya.
    • Cara pemasangan rumput sintetis sangat simple, bahkan beberapa tipe rumput sintetis bisa dipasang pada beton secara langsung.
    • Bila taman rumah kamu terlalu gelap dan sulit mendapatkan akses sinar matahari, rumput sintetis juga bisa menjadi andalan kamu.

    2. Kekurangan

    • Harganya terlalu mahal dibandingkan dengan penumbuhan rumput asli.
    • Rumput sintetis tidak bisa selamanya dipakai (tidak permanen). Kamu perlu menggantinya setiap 8 tahun sekali.
    • Bila tanah pada taman di rumahmu tidak rata, kamu mungkin perlu menambahkan pasir supaya permukaannya rata untuk memasang rumput sintetis ini. Bila tanah terlalu miring, penggunaan rumput sintetis juga kurang baik, karena rumput sintetis tidak memiliki daya pegangan yang kuat.
    • Para ahli juga menganggap rumput buatan sebagai ancaman bagi satwa liar dan atmosfer bumi.

    Itulah ringkasan dari beberapa kekurangan dan kelebihan dari rumput asli dan rumput sintetis. Kalau kamu, pilih yang mana?

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Biopori di Rumah, Mudah!


    Jakarta

    Biopori merupakan resapan air yang biasanya dipakai di wilayah yang daya serapnya kurang maksimal. Biopori ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir.

    Tak hanya itu, biopori juga menyuburkan tanah. Jadi, saat kamu memasukkan sampah organik ke dalam lubah nantinya akan berubah menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, akan membuat tanah menjadi lebih subur.

    Kamu bisa lho bikin biopori sendiri di rumah. Lokasi yang biasanya dipakai untuk membuat biopori yaitu di halaman atau pekarangan rumah. Namun, kalau kamu punya rumah dengan lahan sempit bisa bikin biopori di garasi atau carport maupun di selokan. Berikut ini caranya.


    Langkah-langkah Membuat Biopori

    Dalam catatan detikcom, berikut ini alat dan bahan yang harus disiapkan terlebih dahulu untuk membuat biopori.

    Alat dan Bahan

    – Pipa PVC yang sudah dilubangi untuk membuat biopori

    – Bor tanah

    – Pipa PVC dan penutup yang sudah dilubangi bagian sisi-sisinya

    – Sampah organik

    – Air

    – Bor tanah untuk membuat lubang resapan biopori

    Cara Membuat Biopori

    1. Sebelum mulai membuat biopori, terlebih dahulu tentukan lokasi yang akan dijadikan tempat pembuatan.

    2. Pembuatan biopori sebaiknya dilakukan pada area terbuka yang akan terkena air hujan. Kita bisa membuatnya di halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir, dan tempat terbuka lainnya.

    3. Setelah ditentukan tempatnya, siram tanah yang akan dijadikan sebagai tempat pembuatan biopori dengan air agar tanah menjadi lebih lunak dan mudah untuk dilubangi.

    4. Lubangi tanah dengan menggunakan bor tanah, usahakan buat yang tegak lurus.

    5. Buat lubang dengan kedalaman kurang lebih 1 meter dengan diameter 10-30 cm.

    6. Setelah itu, lapisi lubang menggunakan pipa PVC yang ukurannya sama dengan diameter lubang.

    7. Kemudian, isi lubang dengan sampah organik seperti daun, rumput, kulit buah-buahan, dan sampah yang berasal dari tanaman lainnya.

    8. Setelah itu tutup lubang menggunakan kawat besi, atau bisa juga memakai tutup pipa PVC yang sudah dilubangi terlebih dahulu.

    9. Dilansir dari situs Direktorat SMP Kemdikbud, kamu biarkan sampah dalam lubang biopori selama 3 bulan sampai menjadi pupuk kompos. Setelah itu angkat pupuk dari lubang biopori dan isi lagi dengan sampah yang baru.

    Itulah langkah-langkah membuat biopori di rumah.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumput Vs Batu Kerikil, Mana yang Lebih Pas untuk Halaman Rumah?


    Jakarta

    Memiliki halaman rumah berarti detikers harus merawatnya secara rutin. Pada umumnya, orang-orang menggunakan rumput jenis gajah mini yang ditanam di halaman rumah. Hal ini dipilih agar hunian terlihat lebih asri dan adem.

    Meski begitu, ada juga pemilik rumah yang memilih menggunakan batu-batu kerikil di halaman rumah. Meski tidak terlihat hijau, tapi penggunaan batu punya kelebihan tersendiri daripada rumput.

    Alasan utama kerikil dipilih untuk halaman rumah karena dianggap mudah dirawat. Sebab, beberapa orang kerap malas merawat halaman rumah dan dibiarkan berantakan.


    Lantas, mana yang lebih pas untuk halaman rumah, apakah rumput hijau atau batu kerikil? Simak tipsnya dalam artikel ini.

    Halaman Rumah Lebih Cocok Pakai Rumput atau Kerikil?

    Penggunaan rumput memang jadi pilihan menarik untuk mempercantik halaman rumah. Namun, batu kerikil juga banyak digunakan orang-orang karena lebih gampang perawatannya.

    Pada dasarnya, penggunaan rumput atau batu kerikil untuk halaman rumah bisa tergantung dari keinginan si pemilik rumah itu sendiri. Namun, ada juga yang memperhatikan dari segi kelebihan dan kekurangannya.

    Dilansir situs True Level dan Ryno Lawn Care, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan antara rumput dengan batu kerikil untuk halaman rumah.

    Rumput

    Jika tertarik menggunakan rumput, pastikan detikers rutin menyiramnya secara rutin. Namun, khusus rumput gajah mini jika terlalu disiram banyak air dapat menyebabkan akar membusuk. Alhasil, rumput jadi cepat mati dan halaman rumah terlihat gundul.

    Karena rumput merupakan tanaman hidup, maka perlu diberikan pupuk secara teratur untuk menjaga kekayaan nutrisi tanah. Pilih pupuk yang kaya nitrogen karena membantu dalam pertumbuhan rumput yang subur dan memberikan warna hijau intens.

    Rumput yang tidak dirawat secara rutin akan menjadi tinggi dan terlihat tidak estetis. Pastikan kamu memotong rumput secara rutin, baik menggunakan mesin pemotong rumput atau secara manual menggunakan gunting.

    Salah satu risiko menggunakan rumput untuk halaman rumah adalah munculnya hama. Jika ditemukan tanda-tanda infestasi, segera ambil tindakan pengendalian yang sesuai. Pembersihan taman secara berkala juga membantu meminimalisir risiko serangan hama.

    Batu Kerikil

    Memasang batu kerikil sebagai pengganti rumput untuk halaman rumah dapat menjadi pilihan terbaik. Sebab, kerikil mudah dirawat dan tidak perlu dipotong atau disiram seperti rumput. Selain itu, kerikil juga dapat membantu mengurangi gulma dan hama, erosi, serta masalah lumpur.

    Penggunaan batu kerikil untuk halaman rumah juga tidak mengurangi estetika hunian. Kamu bisa memilih kerikil yang sesuai dengan keinginan dari segi jenis dan pilihan warnanya.

    Kerikil punya sejumlah kelebihan dari rumput, salah satunya memungkinkan air mengalir dengan mudah dan mencegah terjadinya genangan air di halaman rumah. Sebab, kerikil dinilai punya sifat drainase yang sangat baik.

    Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang kerikil di rumah. Pertimbangkan kondisi cuaca dan seberapa banyak area tersebut akan dilalui manusia.

    Selain itu, pertimbangkan ukuran kerikil dan warna yang digunakan. Jangan sampai membeli batuan kerikil yang ukurannya terlalu besar atau tidak sesuai dengan cat rumah, sehingga mengurangi nilai estetika.

    Jika tidak ingin meletakkan seluruh batu kerikil di halaman rumah, kamu bisa menggunakan pembatas yang kokoh di sekeliling taman. Misalnya, kamu bisa menambahkan batu-batu yang ukurannya besar atau bebatuan karang ukuran sedang sebagai pembatas alami pada halaman.

    Itulah perebedaan antara rumput dengan batu kerikil untuk halaman rumah. Jadi, tertarik untuk menggunakan yang mana?

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Hal Penting Sebelum Tanam Rumput Jepang di Rumah


    Jakarta

    Rumput jepang atau nama lainnya Zoysia japonica merupakan salah satu jenis rumput yang banyak dipilih orang untuk halaman rumah. Soalnya, rumput ini bikin halaman terlihat lebih hijau dan nyaman dipandang.

    Dilansir situs The Spruce, Jumat (30/5/2025), rumput jepang mulai dikembangkan sekitar 1950-an. Seiring waktu, rumput ini semakin populer dan banyak dipakai di halaman rumah.

    Jika tertarik menanamnya di halaman rumah, sebaiknya cari tahu dulu informasi soal rumput jepang, mulai dari penggunaan pupuk hingga cara merawatnya. Apabila detikers tak paham cara mengelola rumput jepang, maka siap-siap saja bakal cepat layu.


    7 Hal Penting Sebelum Tanam Rumput Jepang

    Ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum menanam rumput jepang. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini.

    1. Punya Tekstur yang Tajam

    Rumput jepang punya tekstur yang tajam sehingga disebut juga sebagai rumput jarum. Saat kulit menyentuh rumput, rasanya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum kecil.

    Apabila kamu berencana ingin membuat halaman yang bisa digunakan untuk duduk santai, sebaiknya jangan pilih rumput jepang. Namun, kamu masih bisa mengakalinya dengan pakai alas yang tebal agar tidak terasa sakit di kulit.

    2. Butuh Sinar Matahari

    Agar bisa tumbuh subur, rumput jepang harus mendapatkan sinar matahari langsung setidaknya selama enam jam per hari. Apabila kekurangan sinar matahari, rumput jepang bisa menipis sehingga menjadi layu.

    3. Dapat Melawan Gulma

    Salah satu keunggulan dari rumput jepang adalah mampu melawan gulma (rumput liar). Namun, rumput jepang juga butuh dukungan sinar matahari yang cukup setiap hari. Jika tidak, gulma dapat menyerang rumput jepang sehingga menjadi kering dan layu.

    4. Siram Secara Rutin

    Rumput jepang perlu disiram secara rutin setiap hari. Selain membuat rumput lebih subur dan hijau, hal ini agar akar rumput semakin kuat dan dapat bertahan hidup ketika udara kering.

    Disarankan untuk menyiram rumput jepang saat pagi hari agar rumput lebih cepat kering sekaligus meminimalisir tumbuhnya jamur.

    5. Cocok Ditanam di Cuaca Hangat

    Rumput jepang dapat hidup pada kondisi cuaca yang hangat hingga panas dengan suhu di atas 26 derajat Celcius. Cuaca tersebut membuat rumput jepang tumbuh subur sehingga terlihat cantik untuk halaman rumah.

    Namun, pastikan kamu memangkas rumput jepang setiap dua kali dalam sebulan supaya rumput tidak tumbuh terlalu tinggi.

    6. Jangan Memberi Banyak Pupuk

    Merawat rumput jepang sebenarnya terbilang mudah. Selain rutin disiram saat pagi hari, rumput ini juga perlu dipupuk satu kali dalam sebulan. Sebagai catatan, jangan terlalu banyak memberi pupuk pada rumput jepang karena bisa menyebabkan akar dan batang jadi membusuk.

    7. Harga yang Murah

    Alasan lain mengapa rumput jepang banyak dipilih masyarakat karena harganya yang murah. Dari pantauan detikProperti di berbagai marketplace, harga rumput jepang ukuran 1 x 1 meter berkisar Rp 26.000-40.000 tergantung lokasi penjualan.

    Jika ingin harga yang lebih murah, kamu bisa membeli bibit rumput jepang dengan harga sekitar Rp 15.000 per bungkus untuk luas lahan 0,5 meter.

    Itulah tujuh hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam rumput jepang di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com