Tag: rumput sintetis

  • Mau Bikin Taman Enaknya Pakai Rumput Asli atau Sintetis?


    Jakarta

    Menumbuhkan rumput hijau untuk taman sudah biasa menjadi hal umum ketika kamu ingin membuat taman di halaman rumah kamu.

    Dengan kehadiran rumput tertentu pada taman rumah kamu, penampilan rumah kamu bisa menjadi lebih cantik lagi. Tidak hanya mempercantik rumah saja, secara psikologis warna hijau dari tumbuhan juga juga terbukti baik untuk mata.

    Tetapi sebelum kamu memilih untuk memasang rumput pada taman rumahmu, baik itu asli atau sintesis. Sebaiknya kamu pelajari dulu kebutuhan kamu serta kekurangan dan kelebihan masing-masing produk tersebut.


    Dikutip dari lovethegarden.com, sebelum kamu memilih antara rumput asli atau rumput sintetis, sebaiknya kamu pertanyakan terlebih dahulu apa yang ingin kamu capai saat setelah memasang rumput tersebut.

    1. Akan digunakan untuk apa lahan taman tersebut?

    2. Berapa banyak waktu luang yang kamu miliki per minggunya untuk pemeliharaan rumput tersebut?

    3. Berapa banyak budget yang kamu siapkan untuk penanaman dan pemeliharaan rumput taman tersebut?

    4. Apakah taman itu nantinya akan dijadikan tempat bermain anak-anak/hewan peliharaanmu?

    5. Apakah area halaman rumput saya memiliki fasilitas aliran udara, dan cahaya matahari yang baik?

    5 Pertanyaan tersebut harus kamu perhatikan sebelum kamu memilih antara rumput asli atau rumput sintetis pada taman rumah kamu. Jawaban dari pertanyaan tersebut nantinya harus kamu cocokkan dengan kekurangan dan kelebihan antara rumput asli dan sintetis di bawah ini.

    Rumput Asli

    1. Kelebihan

    • Tentunya rumput asli lebih ramah lingkungan. Dari 2500 kaki persegi atau sekitar 232 meter persegi rumput asli, bisa menyerap karbon hingga 300 pound atau setara dengan 136 kg.
    • Penggunaan rumput hijau asli bisa mengurangi tingkat stress kamu. Banyak bukti menyatakan bahwa hortikultura dan rumput alami yang ditemukan di lapangan olahraga dan halaman rumput pada taman rumah memiliki peran dan dampak yang baik bagi manusia.
    • Rumput asli tidak mengeluarkan zat berbahaya.
    • Rumput asli yang terawat dengan baik akan membuat rumah terlihat cantik dan bisa memberikan tempat yang baik untuk para serangga kecil yang berpotensi membantu merawat tanah dan tamanmu.
    • Menggunakan rumput asli tentunya memerlukan biaya penumbuhan yang lebih murah dibandingkan dengan sintetis.

    2. Kekurangan

    • Kamu perlu menyisihkan waktumu untuk merawat rumput asli. Bila rumput tumbuh terlalu tinggi, taman akan terlihat jelek.
    • Dengan perlunya perawatan rutin, tentunya kamu juga perlu berinvestasi dengan alat-alat berkebun yang sesuai untuk rumput tersebut.
    • Rumput asli tidak sekuat rumput sintetis. Ketika kamu ingin menggunakannya untuk bermain atau untuk pesta barbeque, hal tersebut pasti akan meninggalkan bekas pada rumput tamanmu dan membutuhkan waktu untuk kembali segar.

    Rumput Sintetis

    1. Kelebihan

    • Hampir tidak perlu adanya perawatan, bila ada kerusakan pun biaya untuk menggantinya tidak begitu mahal
    • Jika kamu mempunyai hewan peliharaan, kamu juga bisa membersihkan kotorannya dengan mudah
    • Rumput sintetis sangat tahan terhadap banyak bentuk aktivitas, dan tidak mudah becek.
    • Bila kamu hanya memiliki taman yang sempit, rumput sintetis juga bisa menjadi andalan, karena tidak perlu melakukan perawatan seperti memotongnya.
    • Cara pemasangan rumput sintetis sangat simple, bahkan beberapa tipe rumput sintetis bisa dipasang pada beton secara langsung.
    • Bila taman rumah kamu terlalu gelap dan sulit mendapatkan akses sinar matahari, rumput sintetis juga bisa menjadi andalan kamu.

    2. Kekurangan

    • Harganya terlalu mahal dibandingkan dengan penumbuhan rumput asli.
    • Rumput sintetis tidak bisa selamanya dipakai (tidak permanen). Kamu perlu menggantinya setiap 8 tahun sekali.
    • Bila tanah pada taman di rumahmu tidak rata, kamu mungkin perlu menambahkan pasir supaya permukaannya rata untuk memasang rumput sintetis ini. Bila tanah terlalu miring, penggunaan rumput sintetis juga kurang baik, karena rumput sintetis tidak memiliki daya pegangan yang kuat.
    • Para ahli juga menganggap rumput buatan sebagai ancaman bagi satwa liar dan atmosfer bumi.

    Itulah ringkasan dari beberapa kekurangan dan kelebihan dari rumput asli dan rumput sintetis. Kalau kamu, pilih yang mana?

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis, Cara Perawatan, Kekurangan dan Kelebihan


    Jakarta

    Rumput sintetis kini sering digunakan di rumah. Biasanya, rumput sintetis digunakan di halaman maupun bagian rooftop rumah karena perawatannya yang mudah dan bisa memberikan kesan asri.

    Ternyata, rumput sintetis memiliki beragam jenis. Jenis-jenis tersebut berbeda tergantung dari penggunaannya.

    Dalam artikel ini, detikProperti akan membahas soal jenis rumput sintetis, cara perawatan, hingga kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.


    Jenis Rumput Sintetis Berdasarkan Bahan

    Beda jenis, beda juga penggunaannya. Dikutip dari homestratosphere.com, berdasarkan bahannya, ada beberapa jenis rumput sintetis lho.

    Nylon

    Rumput SintetisRumput Sintetis bahan nilon Foto: (istimewa/homestratosphere.com)

    Bisa dibilang, ini adalah jenis rumput buatan terkuat yang tersedia di pasaran. Rumput sintetis berbahan nilon dapat menahan beban berat dan suhu tinggi tanpa menjadi kusut atau kehilangan bentuk aslinya.

    Rumput sintetis ini tahan lama, jadi detikers nggak perlu khawatir tampilannya rusak atau berubah karena sinar matahari yang panas atau nggak sengaja sobek kena benda tajam.

    Sayangnya, rumput sintetis jenis ini harganya mahal banget. Bisa dibilang jadi yang paling mahal di antara bahan rumput sintetis yang lain.

    Selain itu, bahan nylon juga membuat tumpukan rumput jenis ini kaku. Makanya biasanya aplikasi rumput sintetis berbahan nylon ini sering digabungkan dengan jenis rumput sintetis lain.

    Karena tekstur serat yang kaku, bikin rumput ini sama sekali nggak terasa alami, meski terlihat bagus dan cenderung bertahan lama jika dipasang dengan benar.

    Polyethylene

    Rumput SintetisRumput Sintetis bahan polietilen Foto: (istimewa/homestratosphere.com)

    Rumput sintetis berbahan polietilen bisa dibilang sebagai rumput sintetis paling disukai. Jenis rumput buatan ini nggak cuma terlihat luar biasa dengan warna hijau cerah dan banyak tekstur, tapi juga terasa lebih lembut dan alami dibandingkan nilon.

    Rumput sintetis jenis ini sering digunakan untuk lanskap serta lapangan atletik seperti sepak bola dan baseball.

    Saat dipasangkan dengan jerami sekunder nilon, jenis rumput sintetis ini bakal jadi ‘badak’ banget. Kuat dan tahan terhadap banyak jenis penggunaan tanpa khawatir terlihat compang-camping karena usang.

    Hal ini karena rumput polietilen tidak berpori, dan membuatnya tidak akan menahan bau seperti rumput buatan nilon.

    Polypropylene

    Rumput SintetisRumput Sintetis bahan polypropylene Foto: (istimewa/homestratosphere.com)

    Rumput sintetis ini bukan hanya pilihan yang paling murah, tetapi juga yang paling nggak awet. Meskipun mungkin terlihat bagus untuk pemilik rumah yang sedang berburu tawaran lanskap yang bagus, rumput sintetis berbahan polypropylene tidak akan cocok untuk dipijak, apalagi untuk alas bermain dan olahraga.

    Kalau detikers menginginkan rumput buatan yang tahan lama, kamu harus memilih jenis yang lain karena polipropilen cepat aus lantaran teksturnya yang kelewat halus.

    Lebih parahnya, rumput sintetis jenis ini juga nggak tahan panas seperti nilon dan polietilen. Artinya, kalau dipasang di area outdoor yang terpapar langsung oleh panasnya matahari, rumput sintetis ini bakal langsung tampak tidak alami yang memiliki bintik-bintik datar dan area yang cacat akibat paparan panas.

    Namun, jika hanya digunakan untuk kebutuhan hiasan di dalam ruangan yang jarang dipijak, rumput sintetis ini bisa dibilang sebagai pilihan yang pas.

    Kelebihan dan Kekurangan

    Pemasangan rumput sintetis di rumah tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Pada 2023 lalu, Architect Advisor Tina.co.id, Ronaldo Boan Pardamean Silitonga menyampaikan beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan rumput sintetis untuk taman.

    Kelebihan

    a. Tampilan yang tetap indah sepanjang tahun.

    b. Perawatan yang mudah.

    c. Daya tahan yang tinggi.

    d. Penghematan air.

    e. Tanpa penggunaan pestisida dan pupuk kimia.

    Kekurangan

    Meski banyak keuntungannya, Ronaldo bilang, penggunaan rumput sintetis juga ada kekurangannya lho. Hal ini perlu dipahami detikers biar bisa mempertimbangkan dengan matang sebelum menggunakan rumput sintetis di rumah.

    Apa saja ya kekurangannya?

    a. Biaya awal yang tinggi.

    b. Tidak memberikan keindahan dan kealamian rumput alami.

    c. Dampak negatif terhadap lingkungan.

    d. Tidak dapat ditanami atau diberi tanaman lain.

    Cara Merawat

    Meski produk buatan ini tak mengalami pertumbuhan seperti rumput alami yang haru dipangkas secara berkala, namun tetap saja butuh perawatan agar tahan lama dan tidak cepat rusak. Apalagi bila rumput sintetis diaplikasikan di area outdoor atau di luar ruangan.

    Panas berlebih atau bahkan benda tajam bisa membuat rumput sintetis mudah lapuk dan robek hingga permukaannya rusak.

    Lantas bagaimana cara perawatannya?

    Architect Advisor Tina.co.id, Ronaldo Boan Pardamean Silitonga mengatakan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya rumput sintetis di rumah detikers bisa awet dan tetap kece.

    A. Bersihkan Secara Rutin

    Ini penting untuk menjaga kebersihan dan keindahan rumput sintetis. Meski nggak perlu disiram biar tetap hijau, tapi tetap harus dirawat dengan cara dibersihkan agar debu dan kotoran nggak membuat rumput sintetis kusam dan nggak menarik.

    “Sikat atau sapu rumput sintetis untuk menghilangkan kotoran dan menjaga penampilannya yang rapi,” kata Ronaldo kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    B. Bilas dengan Air

    Kalau ketemu noda yang bandel dan susah diusir, detikers bisa gunakan air untuk membantu membersihkan rumput sintetis kesayangan di rumah. Air bisa membantu ‘menyapu’ debu dan kotoran di area sela-sela yang sulit dijangkau oleh sapu atau alat pembersih lainnya.

    “Jika ada noda atau kotoran membandel, bilas rumput sintetis dengan air bersih,” sambung dia.

    C. Jauhkan dari panas berlebih

    Ini penting nih. Mengingat bahannya yang didominasi oleh plastik dan karet, suhu panas ekstrem bisa membuat permukaan dan serat rumput sintetis bisa rusak dan meleleh.

    “Hindari kontak langsung dengan benda panas seperti bara api, karena dapat merusak serat rumput sintetis,” tegas Ronaldo.

    D. Hati-hati dengan Benda Tajam

    Berbeda dengan rumput alami yang bisa memperbaiki diri bila mengalami kerusakan, rumput sintetis adalah benda mati yang bila sudah rusak atau sobek akan sulit diperbaiki. Maka dari itu perlu kehati-hatian agar rumput sintetis di rumah detikers nggak sobek dan rusak karena terkena benda tajam.

    “Hindari benda tajam yang dapat merobek atau merusak rumput sintetis,” beber dia.

    E. Perhatikan Drainase

    Jamur dan bakteri bisa timbul di area yang lembab dan kotor. Kondisi itu juga bisa menimbulkan bau tak sedap hingga penyakit yang tidak diinginkan. Makanya, penting untuk memastikan rumput sintetis tetap kering. Atau setidaknya, cepat kering bira terkena air.

    Jadi, perlu diperhatikan soal drainase saat mengaplikasikan rumput sintetis di taman dan rumah.

    “Pastikan sistem drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang dapat merusak rumput sintetis,” kata Ronaldo lagi.

    F. Gunakan Perlindungan Tambahan

    Berbeda dengan rumput alami yang ditanam di atas tanah, rumput sintetis umumnya diaplikasikan di atas permukaan yang rata dan keras sehingga tekanan terhadap permukaannya cukup besar. Butuh pelindung tambahan seperti bantalan atau permukaan pelindung sebagai alas di area yang sering dilalui untuk mengurangi tekanan pada rumput sintetis.

    G. Hindari Bahan Kimia Berbahaya

    Ini penting nih. Beberapa jenis serangga memang kerap ditemukan bersembunyi di rumput sintetis. Tapi jangan sembarangan disemprot menggunakan cairan anti serangga ya. Cairan pestisida yang keras bisa bikin serat rumput sintetis mudah lapuk dan getas.

    “Jauhi penggunaan pestisida atau bahan kimia keras yang dapat merusak serat rumput sintetis,” tutup dia.

    Itulah jenis-jenis, kelebihan dan kekurangan, hingga cara merawat rumput sintetis. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com