Tag: rusak

  • 5 Cara Ampuh Atasi Dinding Rembes Saat Turun Hujan


    Jakarta

    Ada sejumlah masalah yang kerap terjadi ketika turun hujan, salah satunya air hujan yang menembus hingga ke dinding. Hal tersebut membuat dinding menjadi rembes dan lembap.

    Penyebab utama dinding rembes saat hujan karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika dinding rembes tak segera diatasi maka bisa menimbulkan jamur hitam hingga merusak struktur bangunan.

    Jika dinding di rumah sering rembes, jangan khawatir. Ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi masalah tersebut. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Atasi Dinding Rembes Akibat Hujan

    Dilansir situs All Weather Coating dan Water Proofing, berikut sejumlah cara untuk mengatasi permasalahan dinding rembes ketika turun hujan:

    1. Memperbaiki Sambungan Rumah yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, mungkin ada salah satu sudut rumah yang tidak disambung dengan baik. Alhasil, saat turun hujan air bisa mengalir lewat celah tersebut dan menyebabkan rembes ke dinding rumah.

    Cara mengatasinya yakni dengan memperbaiki sambungan tersebut dengan tepat. Lalu, cek kembali saat turun hujan apakah air merembes ke dinding atau tidak.

    2. Melapisi Retak Rambut

    Munculnya retak rambut di dinding tidak bisa dianggap sepele. Hal itu karena retakan ini membuat air hujan dapat merembes ke dinding rumah.

    Untuk memperbaikinya, lapisi retak rambut di dinding dengan menggunakan semen putih dan cat pelapis anti bocor (cat waterproof). Langkah ini agar pori-pori pada dinding bisa tertutup sehingga air tidak merembes.

    3. Pakai Sealant Dinding

    Dinding rumah yang rembes juga bisa diatasi dengan menggunakan sealant, yaitu bahan yang dapat mengisi dan menyegel celah atau retakan pada dinding. Fungsinya untuk menyerap air ke dalam bata, sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Meski begitu, cara ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali. Jadi, tidak begitu efektif untuk menahan rembesan secara terus-menerus.

    4. Mengecat Eksterior Rumah

    Tidak hanya soal estetika, mengecat eksterior rumah juga penting untuk menjaga bangunan tetap tahan dari segala kondisi cuaca, termasuk hujan.

    Dianjurkan memakai cat eksterior waterproof berkualitas tinggi yang diformulasikan tahan terhadap cuaca. Jadi tak hanya terlihat estetis, tapi juga melindungi tembok rumah dari rembes dan kelembapan saat turun hujan.

    5. Perbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena air hujan, dinding bisa rembes karena ada kerusakan pada pipa, seperti pipa retak, bocor, atau sambungan antar pipa yang sudah longgar.

    Apabila kurang paham untuk memperbaiki pipa yang rusak, sebaiknya panggil tukang yang ahli di bidangnya. Dengan begitu, pipa bisa diperbaiki dengan cepat dan dinding rumah tidak rembes lagi saat hujan.

    Itulah lima cara ampuh untuk mengatasi dinding rembes saat turun hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rembes Ketika Hujan, Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Air bisa merembes dinding ke dalam rumah akibat hujan. Kondisi ini bisa memicu beragam masalah seperti timbul jamur, kelembapan, hingga dinding kotor.

    Jika ingin memperbaiki dinding rembes, pemilik rumah perlu mengidentifikasi sumber masalahnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

    Dengan memperbaiki penyebab dinding rembes, pemilik bisa menghindari membayar uang perbaikan yang mahal. Memang, apa saja penyebab dinding rembes? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Dinding Rembes

    Inilah beberapa hal yang bisa membuat dinding rembes, dikutip dari MyBuilder, Kamis (30/10/2025).

    1. Fondasi Retak

    Bangunan rumah yang sudah tua bisa mengalami keretakan pada fondasinya. Retak itu muncul karena perubahan suhu dan pergerakan tanah. Nah, retakan itu jadi celah buat air hujan masuk ke rumah.

    2. Talang Tersumbat

    Dinding rembes bisa jadi karena talang tersumbat. Air hujan tidak bisa mengalir sehingga meluap dan menggenangi area dekat dinding. Hal ini meningkatkan risiko air merembes ke fondasi rumah.

    3. Segel Jendela dan Pintu Rusak

    Segel jendela dan pintu yang rusak atau hilang membuka celah buat air hujan masuk ke dinding. Kalau dibiarkan, dinding bisa rembes saat hujan deras disertai angin kencang.

    4. Grading Tanah Tidak Tepat

    Jika tanah sekitar rumah miring ke arah fondasi, air bisa menggenang dan merembes ke dalam dinding rumah. Sebaliknya, grading atau perataan permukaan tanah yang tepat justru bisa membuat air hujan menjauh dari struktur bangunan.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin dinding rembes ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Ciri-ciri Rumah Bekas yang Tak Terawat, Hati-hati Kalau Mau Beli!


    Jakarta

    Rumah second atau bekas menjadi opsi hunian bagi pencari rumah yang tak sanggup beli baru. Harga rumah bekas bisa lebih rumah karena bangunannya sudah lama.

    Namun, jangan buru-buru beli rumah bekas ya. Pencari rumah mesti cek dulu keadaan bangunannya.

    Pasalnya, rumah lama biasanya terdapat kerusakan. Nah, pemburu rumah perlu perhitungkan apakah mampu menanggung biaya perbaikan setelah pembelian atau tidak.


    Sebaiknya membeli rumah bekas yang terawat. Dengan begitu, pembeli tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya renovasi.

    Para pencari rumah harus tahu ciri-ciri rumah yang bangunannya kurang terawat. Simak ulasannya berikut ini.

    Ciri-ciri Bangunan Rumah Tak Terurus

    Inilah beberapa ciri-ciri rumah yang membutuhkan perawatan karena kurang terurus, dikutip dari Bluenote Painting.

    1. Tumbuh Rumput Liar Tinggi di Pekarangan

    Pertanda paling jelas untuk mengetahui rumah sudah lama tak dirawat bisa dilihat dari pekarangannya. Kondisi pekarangan mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    Rumah yang tidak dirawat biasanya banyak rumput liar yang menjulang tinggi di halaman. Padahal, halaman rumah perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali agar terawat.

    2. Cat Eksterior Pudar atau Terkelupas

    Kemudian, perhatikan juga kondisi cat eksterior rumah. Kalau warnanya memudar dan lapisannya terkelupas, bisa jadi kualitasnya kurang baik, terlalu lembap, atau ada kebocoran.

    3. Cat Interior Rusak

    Selain itu, cek juga kondisi cat interior rumah. Cat interior seharusnya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena berada di dalam bangunan. Jika tampilan cat interior kurang bagus seperti eksterior rumah, kemungkinan akan diperlukan perbaikan besar-besaran.

    4. Perangkat Rumah Rusak

    Terakhir, periksa perangkat dan bagian-bagian penting di rumah, termasuk sistem kelistrikan, air, dan saluran pembuangan. Kalau ketiga sistem tersebut bermasalah, pemilik baru perlu melakukan perbaikan.

    Itulah tanda-tanda rumah tidak terawat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar Meski Sudah Dinyalakan


    Jakarta

    Kipas angin berfungsi untuk menghembuskan udara ke seluruh ruangan agar terasa sejuk. Namun, kipas angin bisa saja tidak berputar meski sudah menyala.

    Kondisi ini tentu sangat menyebalkan, apalagi cuaca di luar sedang panas-panasnya. Kipas angin yang tidak berputar membuat udara di dalam ruangan terasa panas sehingga bikin tubuh gerah.

    Namun jangan khawatir, ada sejumlah faktor yang memicu kipas angin tidak berputar meski sudah menyala. Ingin tahu penyebabnya? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar

    Ada sejumlah faktor yang membuat kipas angin tidak berputar meski sudah menyala. Dilansir dari situs Home Care 24 dan Lito Electrical Service, berikut penyebabnya.

    1. Kapasitor Lemah atau Rusak

    Pemicu yang pertama karena kapasitor lemah atau sudah rusak. Komponen ini berfungsi untuk membantu memulai putaran pada motor kipas angin.

    Jika kapasitor sudah rusak maka tidak punya cukup tenaga untuk memutar baling-baling kipas angin. Jadi jangan heran kalau kipas angin tidak berputar meski sudah diatur pada kecepatan kencang.

    2. Motor Kipas Aus

    Kondisi motor kipas angin yang sudah aus bisa menjadi penyebab selanjutnya. Hal ini terjadi karena seiring pemakaian kipas setiap hari, sehingga sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru.

    Kipas angin juga perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, kipas angin yang kotor akibat dipenuhi debu bisa menghambat putaran baling-baling kipas.

    Debu dan kotoran yang menempel juga dapat menyumbat ventilasi motor, sehingga kipas menjadi lebih panas saat dinyalakan. Seiring waktu, kipas angin bisa cepat rusak.

    Di sisi lain, debu yang menumpuk di kipas angin juga tidak baik untuk kesehatan. Soalnya, debu bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh.

    4. Baling-baling Kipas Tertekan

    Faktor selanjutnya karena baling-baling kipas yang dipasang terlalu kencang. Kondisi ini membuat baling-baling kipas tidak mampu berputar dengan normal akibat gesekan yang terlalu besar.

    5. Masalah Kelistrikan

    Terkadang, kipas angin yang tidak berputar bisa disebabkan oleh masalah kelistrikan di rumah. Bisa jadi stopkontak sudah rusak atau aliran listrik yang tidak stabil, sehingga kipas tiba-tiba berhenti berputar.

    Cara Mengatasi Kipas Angin yang Tidak Berputar

    Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi kipas angin yang tidak berputar meski sudah menyala. Berikut solusinya.

    1. Cek Motor Kipas Angin

    Langkah pertama adalah mengecek motor kipas angin. Terkadang, kipas angin tidak mau berputar karena kondisi motor sudah aus.

    Jika kondisi motor kipas belum terlalu aus, penghuni rumah bisa mengakalinya dengan mengoleskan minyak atau oli ke dalam motor kipas. Cara ini membuat motor kipas dapat berputar dengan lancar dan meminimalisir gesekan.

    2. Bersihkan Kipas Angin

    Kalau masalah utamanya karena debu dan kotoran yang menumpuk, segera bersihkan kipas angin. Biasanya, kipas angin akan berputar lebih kencang jika sudah bersih.

    3. Cek Aliran Listrik

    Apabila kipas angin tidak mau berputar, coba pindahkan ke stopkontak lain yang ada di rumah. Apabila kipas angin bisa menyala dan berputar normal, itu tandanya ada kerusakan pada stopkontak tersebut.

    Itulah lima penyebab kipas angin tidak mau berputar meski sudah menyala dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Bocor Bikin Kesal? Coba Cara Mudah Ini Sebelum Hubungi Tukang!



    Jakarta

    Masalah keran bocor sering terjadi di rumah, terutama pada keran yang sudah digunakan cukup lama. Meskipun terlihat bukan masalah yang besar, tetesan air yang keluar bisa menyebabkan pemborosan dan membuat area sekitar keran selalu basah. Jika diabaikan, masalah ini juga bisa mempercepat kerusakan pada komponen keran lainnya.

    Banyak orang langsung memanggil tukang ketika menghadapi permasalahan ini. Padahal sebagian besar, permasalahan ini dapat diatasi sendiri. Dengan memahami penyebabnya dan mengikuti langkah perbaikan sederhana, masalah ini dapat diselesaikan tanpa biaya besar.

    Penyebab Kran Air Bocor Meski Sudah Dimatikan

    Dilansir dari situs Roto Rooter, ada beberapa penyebab utama mengapa keran tetap menetes meski sudah dimatikan. Penyebab yang paling umum adalah karena washer atau O-ring yang aus. Komponen ini berfungsi menutup rapat aliran air, sehingga ketika kondisinya sudah tua ataupun rusak, air akan tetap menetes sedikit demi sedikit.


    Selain itu, kerak dan endapan mineral juga bisa menumpuk di dudukan katup. Endapan ini membuat sambungan antara washer dan katup tidak bisa menutup sempurna. Dalam jangka panjang, kerak dapat mempercepat kerusakan bagian dalam keran.

    Faktor lainnya adalah karena tekanan air yang terlalu tinggi di pipa rumah. Tekanan berlebih membuat air tetap terdorong keluar meskipun katup sudah tertutup rapat. Jika hal ini sering terjadi, kerusakan pada komponen penyegel keran bisa muncul lebih cepat.

    Cara Memperbaiki Keran Air yang Bocor

    Dilansir dari situs Roto Rooter, berikut langkah-langkah praktis untuk memperbaiki keran air bocor dan dapat dilakukan sendiri di rumah.

    1. Matikan Aliran Air

    Pastikan aliran air menuju keran sudah tertutup sepenuhnya sebelum mulai membongkar.Langkah ini bisa dilakukan dengan menutupnya melalui katup di bawah wastafel atau mematikan aliran air utama di dekat meteran rumah.

    2. Bongkar Bagian Tuas Keran

    Gunakan obeng kecil untuk membuka tutup tuas keran, lalu lepaskan sekrup pengikatnya. Setelah itu, keluarkan batang katup, washer, dan O-ring dengan hati-hati agar tidak merusak ulir atau komponen di dalamnya.

    3. Periksa dan Ganti Komponen yang Rusak

    Periksa kondisi washer dan O-ring setelah dilepas dari keran. Jika keduanya terlihat mengeras, retak, atau longgar, segera ganti dengan komponen baru yang memiliki ukuran dan tipe yang sama.

    4. Bersihkan Dudukan Katup

    Gunakan amplas halus atau kain lembut untuk membersihkan kerak dan kotoran pada duduk katup. Jika bagian ini sudah rusak berat, pertimbangkan untuk mengganti komponennya.

    5. Pasang Kembali Keran dengan Rapat

    Setelah semua bagian dibersihkan dan diganti, pasang kembali keran sesuai urutan. Kencangkan sekrup dengan hati-hati, lalu buka aliran air untuk memastikan tidak ada kebocoran.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi keran yang bocor. Semoga membantu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Kalau Tak Dihuni Bisa Cepat Rusak, Ini Alasannya



    Jakarta

    Ada anggapan bahwa bangunan rumah yang tidak berpenghuni bakal cepat rusak. Ternyata hal itu bukanlah mitos, tetapi memang kerap terjadi.

    Coba perhatikan rumah-rumah yang ada penghuninya, bangunannya tampak lebih hidup, menarik, dan nyaman. Berbeda halnya rumah yang dibiarkan kosong alias tak ditempati, lambat laun terlihat menyeramkan, berantakan, dan tak terurus.

    Padahal, bangunan kosong tidak diotak-atik pemiliknya tetapi malah rusak. Lantas, kenapa rumah yang tak dihuni bisa cepat rusak ya?


    Menurut kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, rumah yang tak berpenghuni tidak diperhatikan dan tidak dirawat. Hal itu karena tidak ada orang yang menyadari kerusakan-kerusakan yang muncul pada bangunan. Kalau ada penghuni, tentu kerusakan sedikit pun akan dicari penyebabnya dan diperbaiki.

    “Itu faktor maintenance ya, perawatan rumah. Nah, perawatan rumah itu ada hubungannya dengan rumah itu bakal awet apa nggak, rusak apa nggak. Itu hubungannya sama dengan hal-hal yang gampang berubah ketika rumah itu nggak diapa-apain gitu ya,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kualitas material bangunan juga mempengaruhi ketahanan rumah. Material yang bagus tentu membuat bangunan lebih tahan lama.

    Sebaliknya, material seadanya akan cepat terlihat kerusakannya, bahkan setelah beberapa bulan kosong. Misalnya rumah terlihat kusam karena cat dindingnya, muncul jamur akibat kebocoran, dan keramik retak karena pemasangannya kurang tepat.

    “Tapi kalau ada yang ada hubungan dengan struktur, mau dihuni atau nggak, kalau struktur itu nggak kuat, ya tetap aja rusak,” ucapnya.

    Di sisi lain, dilansir dari detikFinance, sirkulasi udara yang kurang memadai juga menyebabkan rumah cepat rusak. Biasanya rumah yang tak dihuni selalu dalam keadaan tertutup sehingga sirkulasi udara terhalang.

    Jika sirkulasi udara buruk, bagian dalam rumah menjadi lembap. Alhasil, jamur mudah muncul dan menyebabkan noda pada bangunan. Belum lagi, jamur menimbulkan bau tak sedap atau apak.

    Itulah penjelasan soal rumah yang dibiarkan kosong cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelihatan Sepele, Tapi 4 Kebiasaan Ini Bikin Sofa Cepat Jebol!


    Jakarta

    Sofa merupakan salah satu perabotan penting di rumah. Kehadiran sofa dapat membantu penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman saat mengobrol di ruang tamu.

    Agar sofa bisa digunakan dalam waktu lama, maka perlu dirawat dan dibersihkan secara berkala. Namun terkadang, ada sejumlah kebiasaan yang ternyata dapat memperpendek usia pakai sofa.

    Kalau sofa sudah rusak, seperti sudah tidak terasa empuk saat diduduki atau sandarannya mulai goyang, maka dapat mempengaruhi rasa kenyamanan. Mau tak mau harus merogoh kocek lagi untuk membeli sofa baru.


    Ingin tahu apa saja kebiasaan buruk yang membuat sofa di rumah jadi cepat rusak? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kebiasaan Buruk yang Bikin Sofa Cepat Rusak

    Semahal apa pun sofa yang kamu beli, tentu akan cepat rusak jika tidak dirawat dengan baik. Dilansir situs Real Digest, Kamis (13/11/2025), berikut sejumlah kebiasaan buruk yang bikin sofa cepat rusak:

    1. Duduk di Lengan Sofa

    Kebiasaan ini dapat memperpendek usia pakai sofa di rumah. Sebab, lengan sofa tidak dirancang untuk diduduki atau diinjak dengan beban berat.

    Seiring waktu, lengan sofa bisa rusak bahkan patah jika terlalu sering diduduki. Untuk memperbaikinya tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

    2. Lompat-lompat di Sofa

    Bagi si kecil, melompat-lompat di sofa merupakan hal yang seru. Namun, kebiasaan ini bisa memicu kerusakan pada sofa sehingga tak bisa digunakan dalam waktu lama.

    Sofa yang sering diinjak-injak akan menghilangkan keempukannya, sehingga kurang terasa nyaman saat diduduki. Bisa saja tubuh akan terasa pegal-pegal karena terlalu lama duduk di sofa yang sudah tidak empuk.

    3. Duduk di Sandaran Sofa

    Selain lengan sofa, si kecil terkadang terbiasa duduk di sandaran sofa. Kebiasaan buruk ini juga membuat umur sofa jadi lebih pendek karena semakin cepat rusak.

    4. Makan dan Minum di Sofa

    Kebiasaan yang satu ini banyak dilakukan oleh penghuni rumah. Biasanya, makan di sofa bareng keluarga dilakukan sambil menonton TV di ruang tamu.

    Meski terasa nyaman, tapi kebiasaan ini berisiko menyebabkan sofa jadi kotor karena ada sisa-sisa makanan dan minuman yang tumpah.

    Kalau ada noda makanan, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak menempel dan membekas. Bersihkan sofa dengan kain lap basah, lalu dikeringkan dengan tisu dapur atau kain microfiber kering.

    Itulah empat kebiasaan yang ternyata membuat sofa di rumah jadi cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pesawat Garuda Rusak Lagi, Ratusan Jemaah Haji Diturunkan dan Batal Pulang



    Madinah

    Kepulangan jemaah haji Indonesia mengalami penundaan atau delay lagi. Jemaah terpaksa batal diterbangkan ke Tanah Air lantaran pesawat Garuda yang membawanya rusak.

    Jemaah yang mengalami penundaan penerbangan itu berasal dari kelompok terbang (kloter) 31 Embarkasi Makassar (UPG-31). Mereka berjumlah 448 orang.

    Salah seorang ketua kloter, Laode Ruslim mengatakan, dia bersama ratusan jemaah lainnya dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada Senin (15/7) pukul 01.50 WAS. Namun rencana pulang itu kandas, setelah ada pemberitahuan jika pesawat mengalami kerusakan.


    “Pramugari menyampaikan, pak kami menyampaikan minta maaf, penumpang diminta turun ke bawah mobil sudah menunggu kita kembali ke terminal. kami pun kembali ke terminal beberapa jam kemudian kami disampaikan jika pesawat ada kerusakan,” ujar Laode Raslim kepada detikHikmah di Madinah, Senin (15/7/2024).

    Raslim mengatakan pemberitahuan kepulangannya tertunda pada saat para jemaah sudah berada di pesawat. Padahal saat itu, kata Raslim, pesawat sudah berjalan perlahan menuju area landasan pacu dan bersiap untuk take off. Namun tiba-tiba pihak pramugari meminta jemaah turun ke bus dan kembali menuju terminal pemberangkatan penumpang.

    “Setelah check in ke dalam pesawat, pesawat akhirnya bersiap take off, beberapa menit kemudian pesawat mulai berjalan, tapi pesawat sedikit-sedikit berhenti sampai di ujung landasan ada pengumuman permintaan maaf kalau pesawat mengalami kerusakan,” katanya.

    Rombongan jemaah kloter UPG-31 sedianya terjadwal akan terbang dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah hari ini pukul 01.50 WAS. Namun pesawat Garuda yang akan membawanya dijadwalkan tertunda akibat kerusakan pada mesin pesawat, jemaah pun kini terpaksa kembali ke Burj Mawadda Hotel.

    Pantauan detikHikmah, sekitar pukul 11.00 WAS, para jemaah sudah kembali ke hotel transit yang disiapkan Garuda di Burj Mawadda Hotel di luar wilayah Markaziyah. Kepulangan jemaah ini tertunda akibat pesawat Garuda yang kembali mengalami kerusakan. Rencananya ratusan jemaah UPG-31 akan berangkat pulang ke Tanah Air pada Selasa (16/7/2024) pukul 00.00 WAS melalui Bandara AMAA, Madinah.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com