Tag Archives: rusak

Alasan Air Keran Terus Menetes dan Cara Memperbaikinya


Jakarta

Jika kamu mengalami masalah dengan air keran yang terus menetes, bahkan setelah menutupnya, tentu akan sangat mengganggu. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa bikin tagihan air membengkak.

Untungnya, memperbaiki keran yang bocor atau mengalir terus tidak selalu sulit dan dapat dilakukan sendiri dengan beberapa alat sederhana. Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keran kamu ke kondisi normal.

Penyebab Air Keran Mengalir Terus

Melansir Mc Roberts Heating, terdapat beberapa kemungkinan penyebab keran bocor, dan mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu kamu merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Kamu mungkin dapat memperbaiki sendiri beberapa masalah, tetapi yang lain memerlukan layanan profesional. Tukang ledeng bisa menemukan cara baru untuk mengetahui keran bocor dan cara memperbaikinya.

Kartrid Keran Rusak

replacing defective ceramic disc cartridge covered with limescale in shower mixer using wrenchkartrid keran/tap cartridge Foto: Getty Images/iStockphoto/asadykov

Kartrid keran berfungsi untuk mengatur aliran dan suhu air yang keluar, menjadikannya salah satu komponen terpenting. Meskipun kartrid sangat tahan lama, benda itu bisa aus seiring waktu atau kerusakan akibat penumpukan sedimen.

Sedimen adalah material padat yang mengendap di dasar cairan, biasanya terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Sedimen ini dapat menyebabkan erosi, pelapukan, dan pengendapan partikel yang dibawa oleh air, angin, atau es seiring berjalannya waktu.

Jika kamu mengetahui ukuran kartrid yang diperlukan, kamu mungkin bisa menggantinya sendiri, tetapi kamu akan memerlukan beberapa alat khusus dan pemahaman tentang cara kerja keran. Jika kamu ragu, disarankan untuk menghubungi profesional.

Masalah Pipa

Bocornya keran dapat dipicu oleh gangguan pada pipa, seperti retakan, korosi, atau kerusakan akibat akar pohon. Pipa yang rusak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan air, yang pada gilirannya menyebabkan keran menetes.

Namun, kerusakan pipa merupakan masalah serius, dan kurang kemungkinan bahwa itu sendiri akan menyebabkan keran menetes. Jika pipa kamu rusak, kamu mungkin akan mengalami masalah lain, seperti bau tak sedap, perubahan warna air, dan kebocoran yang lebih luas.

Tekanan Air Tinggi

Tekanan air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aliran air di pipa kamu. Jika tekanannya berlebihan, air tidak dapat mengalir dengan efektif.

Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan, dan jika air tidak menemukan jalan keluar, ia akan mulai menetes dari keran kamu. Seorang tukang ledeng dapat menguji tekanan air kamu dan memberikan solusi untuk menurunkannya jika diperlukan.

Cara Memperbaiki Keran yang Bocor

Mengutip dari Selleys, jika kamu mempertimbangkan untuk memperbaiki keran bocor sendiri, berikut adalah beberapa langkah sederhana dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Peralatan yang Diperlukan

Kamu akan memerlukan kunci pas yang dapat disesuaikan, obeng kepala datar dan kepala silang, kunci L, dan komponen baru seperti kartrid keran atau cincin O, serta kain (opsional).

Matikan Pasokan Air Utama

Langkah pertama yang paling penting dalam proses ini adalah mematikan pasokan air ke rumah kamu, untuk mencegah terjadinya banjir di dapur atau kamar mandi secara tidak sengaja.

Setelah air dimatikan, lakukan pemeriksaan dengan menyalakan keran. Jika tidak ada air yang mengalir, berarti kamu sudah siap untuk memulai.

Lepas Pegangannya

Setelah mematikan pasokan air, langkah selanjutnya adalah melepas gagang. Cara melepasnya akan tergantung pada jenis perlengkapan yang kamu miliki.

Beberapa gagang keran memiliki tutup yang menyembunyikan sekrup di bawahnya dan dapat dibuka dengan obeng pipih.

Sementara gagang yang menggunakan sekrup grub memerlukan kunci L untuk melonggarkan sekrup sebelum bisa ditarik, dan ada juga gagang dengan tuas yang dapat dibuka untuk mengakses sekrup lainnya.

Serta gagang yang dapat dilepas tanpa sekrup yang mungkin memerlukan obeng pipih untuk mencungkilnya jika kamu mengalami kesulitan.

Lepas Kartrid Keran

Setelah pegangan dilepaskan, kamu akan menemukan kartrid atau batang keran. Sementara beberapa kartrid dapat dilepas dengan tangan, yang lainnya mungkin memerlukan kunci pas untuk membukanya.

Sebelum mengeluarkan kartrid, disarankan untuk meletakkan kain di bawahnya karena kemungkinan akan ada sedikit air yang bocor.

Periksa Bagian Penyebab Kebocoran

Setelah semua komponen dilepas, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyebab kebocoran. Periksa setiap bagian dengan teliti untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau korosi, serta perhatikan apakah ada komponen yang rusak. Jika semua dalam kondisi baik, kemungkinan penyebab kebocoran adalah tekanan air yang terlalu tinggi.

Perbaiki Masalahnya

Jika kamu menemukan komponen yang rusak, berkarat, atau pecah, sebaiknya ganti dengan yang baru. Untuk ring atau o-ring, penting untuk memastikan bahwa keduanya memiliki ukuran yang tepat untuk mencegah kebocoran.

Jika kebocoran disebabkan oleh tekanan air yang tinggi, cari regulator tekanan air dan lakukan penyesuaian secara perlahan.

Pasang Kembali Keran

Setelah kamu mengganti komponen yang diperlukan, pasang kembali keran dengan cara memasukkan kartrid dan kemudian mengaitkan pegangannya.

Hidupkan Pasokan Air Utama dan Periksa Adanya Kebocoran

Setelah keran terpasang dengan sempurna, langkah terakhir adalah menyalakan kembali pasokan air dan memeriksa apakah ada kebocoran. Jika diperlukan, sesuaikan kembali pengatur tekanan air hingga mencapai tingkat yang optimal.

Itulah penyebab air keran terus menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Laci Oblak? Begini Cara Memperbaikinya



Jakarta

Jika laci dapur kamu sering macet atau bahkan tidak bisa ditutup dengan baik, jangan khawatir. Dalam panduan ini, akan menjelaskan mengenai langkah-langkah sederhana dan praktis untuk memperbaiki laci dapur yang rusak.

Dengan sedikit alat dan bahan, kamu dapat mengembalikan fungsi laci kamu tanpa harus memanggil tukang.

Poin Utama

Melansir Window Hardware Direct, identifikasi masalah umum seperti ketidakselarasan dan kerusakan, kumpulkan peralatan serta suku cadang pengganti yang diperlukan sebelum memulai, lepaskan laci dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan.


Perbaiki atau ganti bagian yang rusak agar laci berfungsi kembali, dan lakukan perawatan rutin untuk menjaga laci tetap dalam kondisi baik.

Pahami Masalah Laci

Terkait dengan laci dapur, ada beberapa masalah yang dapat muncul dan mengganggu fungsinya. Mengenali masalah ini sejak awal dapat membantu kamu menghemat waktu dan tenaga.

Identifikasi Ketidaksejajaran Laci

Masalah umum lain adalah ketidaksejajaran, yang dapat menyebabkan laci macet atau tidak tertutup dengan benar. Gejalanya termasuk laci tidak menutup sepenuhnya, laci terlalu mudah bergeser keluar, dan celah antara laci dan lemari.

Pahami Rel yang Rusak

Rel atau rel sangat penting untuk memastikan laci beroperasi dengan lancar. Jika mengalami kerusakan, kamu mungkin akan mendengar suara aneh saat membuka atau menutup laci, laci menjadi macet, atau melihat tanda-tanda keausan atau lengkungan pada rel.

Temukan Pegangan yang Longgar

Meskipun sering diabaikan, pegangan dapat berdampak besar pada kegunaan laci, sehingga penting untuk memeriksa pegangan yang goyang atau longgar, retak atau patah, serta kesulitan saat memegang pegangan saat membuka laci, dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap masalah ini dapat membantu menjaga laci dapur kamu serta mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.

Dengan memahami masalah umum pada laci ini, kamu dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaikinya dan menjaga dapur kamu tetap teratur dan berfungsi.

Alat yang Diperlukan

Ketika memperbaiki laci dapur yang rusak, sangat penting untuk memiliki peralatan dan bahan yang tepat, sehingga mengumpulkan semua yang diperlukan sebelumnya akan membuat proses perbaikan menjadi lebih lancar. Peralatan yang diperlukan antara lain obeng, tang, palu, tingkat, dan pita pengukur.

Peralatan Keselamatan

Pastikan untuk menggunakan kacamata pengaman untuk melindungi mata kamu, sarung tangan kerja untuk menjaga tangan tetap aman, dan masker debu jika kamu sedang mengamplas atau bekerja dengan material lama.

Selalu utamakan keselamatan saat mengerjakan perbaikan rumah karena mengambil tindakan pencegahan dapat mencegah kecelakaan dan cedera.

Melepas Laci dengan Aman

Ketika akan melepas laci dapur, keselamatan dan kehati-hatian menjadi prioritas utama, ikuti cara berikut untuk memastikan proses pelepasan berjalan dengan lancar.

Teknik Melepas Laci yang Tepat

Mulailah dengan mengeluarkan semua barang dari dalam laci untuk memudahkan penanganan, periksa adanya penghenti atau klip yang mungkin menahan laci di tempatnya, dan tarik laci dengan pegangan yang kuat serta lurus ke luar, hindari memutar atau menyentak agar tidak merusak laci.

Mengelola Komponen Laci yang Detail

Berhati-hatilah dengan bagian yang mudah pecah, seperti kenop atau gagang dekoratif, dan jika laci memiliki fitur soft-close, tangani dengan hati-hati agar mekanisme tersebut tidak rusak. juga awasi rel dan lintasan untuk memastikan mereka tidak bengkok atau rusak selama pelepasan.

Perbaiki Laci yang Tidak Sejajar

Ketidaksejajaran dapat membuat laci macet atau tidak menutup dengan baik, jadi untuk memperbaiki masalah ini, periksa keselarasan laci dengan lemari, sesuaikan sekrup pada slide atau rel untuk menyelaraskan laci kembali, dan uji laci untuk memastikan ia dapat dibuka dan ditutup dengan lancar.

Mengganti Rel yang Rusak

Jika rel atau rel rusak, kamu mungkin perlu menggantinya dengan cara lepas laci dari lemari, keluarkan rel atau rel lama dengan hati-hati, pasang trek baru seperti pemandu pemasangan permukaan WRs 1-1/2″ x 3″, dan pastikan semuanya terpasang dengan aman dan selaras.

Amankan Pegangan dan Kenop yang Longgar

Pegangan yang longgar dapat menyulitkan pembukaan laci, jadi untuk mengatasinya, kencangkan sekrup pada pegangan atau kenop, ganti sekrup yang terlepas dengan yang baru.

Pertimbangkan untuk menggunakan sedikit lem untuk keamanan tambahan, dan lakukan perawatan rutin untuk mencegah banyak masalah pada laci dengan selalu memeriksa bagian yang longgar dan segera memperbaikinya agar tidak menimbulkan masalah lebih besar di kemudian hari.

Pasang Kembali Laci pada Kabinet

Untuk memasang kembali laci, geser laci dengan hati-hati ke dalam kabinet dan pastikan laci sejajar dengan relnya, karena kesesuaian yang tepat sangat penting untuk pengoperasian yang lancar.

Langkah-langkah yang harus diikuti adalah sejajarkan laci dengan relnya, dorong laci perlahan hingga terkunci pada tempatnya, dan periksa apakah laci dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.

Pastikan Pengoperasian Lancar

Setelah memasang kembali laci, uji fungsinya dengan membuka dan menutupnya beberapa kali.

Jika laci macet atau terasa kasar, kamu mungkin perlu menyesuaikan kesejajaran atau menambahkan sedikit pelumas pada relnya, dengan hal-hal yang perlu diperiksa meliputi mendengarkan suara-suara yang tidak biasa, merasakan adanya hambatan saat membuka atau menutup, serta mencari celah antara laci dan lemari.

Penyesuaian Akhir

Setelah semuanya tampak baik, lakukan pemeriksaan akhir dengan memastikan semua sekrup dan pegangan kencang, laci rata dan tidak miring, serta uji pegangan untuk memastikan keamanannya.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kulkas Nggak Dingin dan Bikin Banyak Makanan Basi Ternyata Ini Pemicunya


Jakarta

Kulkas yang tidak dingin bisa menjadi masalah terutama untuk makanan yang harus disimpan di suhu dingin. Makanan akan cepat basi dan kulkas jadi mudah tercium bau tidak sedap karena suhu di dalam kulkas lembap.

Apabila kamu menemukan kondisi kulkas seperti ini, jangan dianggap sepele karena pasti ada kerusakan di dalamnya yang perlu diperbaiki. Lantas, apa penyebab kulkas tidak dingin?

Dikutip dari Better Homes and Gardens, berikut penyebab kulkas jadi nggak dingin.


1. Ventilasi Udara Terhalang

Ventilasi udara di kulkas berfungsi untuk mengontrol suhu kulkas, mencegah penumpukan uap air, mengontrol pergerakan udara dingin ke semua kompartemen kulkas.

Jika suhu kulkas sudah sesuai dengan yang direkomendasikan, coba cek bagian ventilasi. Bagian ini sebaiknya tidak tertutupi oleh benda apa pun agar akses udara dingin yang mengalir ke dalam kulkas bisa maksimal. Selain itu, cek kebersihan dari ventilasi udara. Bisa jadi, ventilasi tertutup bukan karena ada benda di depannya melainkan kotoran yang menumpuk.

2. Kumparan Kondensor Kotor

Kumparan kondensor merupakan komponen kunci dalam proses pendinginan kulkas. Letaknya berada di bagian belakang kulkas. Sama seperti ventilasi, kumparan kondensor ini tidak boleh tertutup kotoran agar kulkas dapat dingin.

3. Segel Karet Pintu Kulkas Rusak

Salah satu kunci penting kulkas dapat dingin adalah pintu yang rapat. Pintu kulkas memiliki karet dan magnet sehingga saat pintu ditutup bisa sangat rapat. Apabila bagian karet rusak seperti pecah permukaannya atau aus, maka udara dingin di dalam bisa bocor keluar dan udara panas masuk. Alhasil kulkas susah untuk dingin. Selain karena rusak, kamu bisa juga kulkas tidak kunjung dingin karena segel kotor.

4. Pengaturan Suhu yang Tidak Tepat

Kulkas diciptakan sebagai mesin penyimpanan bersuhu dingin. Sebenarnya kamu bisa mengatur tingkat kedinginannya sesuai kebutuhan. Saat membeli kulkas, kamu bisa bertanya berapa suhu yang tepat untuk mendinginkan kulkas dan freezer. Biasanya kulkas yang baru digunakan butuh waktu 24 jam untuk didinginkan.

5. Kurang Suplai Listrik

Penyebab berikutnya bisa karena rendahnya suplai listrik di rumah sehingga kulkas tidak dapat didinginkan dengan cepat. Maka dari itu, penting saat membeli perabotan kamu perlu menyesuaikan dengan daya masing-masing alat elektronik. Suplai listrik yang terlalu rendah dengan kulkas juga bisa membuat perabotan tersebut rusak,

6. Isi Kulkas Terlalu Penuh dan Berantakan

Barang-barang yang disimpan di kulkas perlu disusun dengan rapi agar tidak menutupi ventilasi dari komponen penting lainnya di kulkas. Selain itu, isi kulkas yang rapi juga enak dilihat dan bisa memuat lebih banyak barang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

8 Kotoran yang Haram Dibersihkan Pakai Vacuum Cleaner, Bikin Cepat Rusak!


Jakarta

Saat ini banyak orang sudah beralih dari yang semula menggunakan sapu, sekarang lebih sering memakai vacuum cleaner atau alat penyedot debu. Sebab, alat ini dapat menarik debu di sekitarnya sehingga pada saat kamu lewat, debut tersebut sudah tidak menempel di lantai.

Cara pemakaian vacuum cleaner ini benar-benar praktis dan cepat. Selain itu, kamu tidak perlu khawatir debu akan berterbangan saat angin lewat, tidak susah mengambil pengki atau tisu, dan tidak perlu banyak membungkuk.

Meskipun terlihat praktis, tetapi kegunaan vacuum cleaner tidak untuk semua jenis kotoran. Sebagai mesin, alat ini tidak dapat memilah barang-barang apa yang bisa disedot. Maka dari itu, kamu perlu lebih hati-hati saat menggunakan alat ini. Jangan sampai ada kotoran yang seharusnya tidak tersedot dan merusak mesinnya.


Dilansir dari The Spruce, berikut ini 8 kotoran yang tidak boleh dibersihkan pakai vacuum cleaner.

1. Sesuatu yang Lengket

Vacuum cleaner mudah untuk menyedot debu karena massa yang ringan. Namun, untuk sesuatu yang lengket pasti akan sulit disedot. Apabila nantinya bisa, khawatirnya benda tersebut menempel di bagian yang tidak benar dan menutupi bagian sikat, selang, dan bagian dalamu. Bukannya praktis, kamu akan kesulitan saat membersihkan vacuum cleaner.

2. Benda-benda Kecil

Lubang vacuum cleaner biasanya tidak begitu besar. Jika kamu ingin membuang benda yang kecil tapi cukup padat, sebaiknya buang menggunakan tangan agar tidak merusak mesin vacuum cleaner.

“Kamu bisa merusak vacuum cleaner dengan menyedot benda kecil yang tebal seperti kuku, jepitan, paper clip, lego, manik-manik, kancing, koin, atau benda tajam lainnya,” kata host acara YouTube Ask a House Cleaner, Angela Brown, dikutip dari The Spruce.

3. Cairan atau Substansi Cair

Meskipun cairan ringan, ternyata zat ini tidak bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner lho. Cairan dapat merusak vacuum cleaner.

“Menyedot jus, air, atau susu dapat merusak ‘motor’ pada vacuum cleaner dan bisa menyebabkan bahaya kelistrikan,” ujar Angela Brown.

Cairan juga bisa masuk ke dalam saringan vacuum cleaner dan menyumbat debu dan kotoran jika saringan tidak kering. Cairan dari vacuum cleaner juga bisa menyebabkan munculnya jamur dan bau yang tidak sedap.

Jika kamu butuh untuk membersihkan cairan, kamu perlu mencari vacuum cleaner yang memang mendukung untuk hal itu sehingga aman digunakan.

4. Abu Panas atau Bara Api

Selanjutnya, kotoran yang tidak bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner adalah sesuatu yang panas yakni abu panas atau bara api. Biasanya bahan vacuum cleaner terbuat dari plastik sehingga tidak akan tahan terhadap sentuhan panas langsung. Selain itu, dapat menyebabkan kebakaran apabila api menyentuh bagian yang dialiri arus listrik.

5. Makeup dan Riasan

Seperti yang disebut sebelumnya, benda kecil saja tidak bisa dibersihkan dengan makeup. Ternyata bukan hanya itu, serbuk dari eyeshadow dan blush yang jatuh tidak boleh dibersihkan dengan vacuum cleaner karena dapat meninggalkan warna pada vacuum cleaner.

Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan kain atau pembersih rumah tangga. Jika kotorannya banyak, bisa menggunakan sapu untuk mengumpulkan butiran makeup tersebut.

6. Serbuk Halus

Sebenarnya debu juga ada yang bertekstur seperti serbuk halus seperti tepung, baking soda, atau bedak bayi. Ternyata bahan-bahan ini justru dapat menyumbat saringan vacuum cleaner dan dapat mengurangi daya isapnya. Maka dari itu, untuk membersihkan serbuk halus sebaiknya pakai sapu atau pengki saja.

7. Benda-benda yang Tajam

Benda-benda yang tajam dan pecah beling tak dapat dibersihkan dengan disedot melalui vacuum cleaner. Kamu bisa membersihkannya dengan sapu dan pengki untuk mengumpulkan serpihannya.

8. Bubuk Kopi

Sama seperti debu halus dan makeup, membersihkan bubuk kopi pakai vacuum cleaner dapat menyumbat pipa bagian dalam, saringan, bahkan tabung vacuum cleaner. Sebaiknya membersihkan bubuk kopi pakai sapu dan pengki saja.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

6 Kesalahan Membersihkan Kasur yang Bikin Cepat Rusak, Jangan Dilakukan!


Jakarta

Membersihkan dan merawat kasur perlu dilakukan agar tahan lama. Nah, ada beberapa hal yang kerap dilakukan saat membersihkan kasur yang justru bisa membuatnya cepat rusak.

Pastinya hal ini tidak ingin terjadi pada kasur kamu. Sebisa mungkin hindari kesalahan saat membersihkan kasur, agar kasur tidak cepat rusak dan tahan lama.

Dilansir dari tom’s guide, berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari agar kasur tidak cepat rusak.


Menggunakan Bahan Kimia Keras

Pembersih yang dibeli di toko seringkali mengandung pemutih atau pelarut kuat yang dapat merusak serat dan bahan kasur, sehingga permukaannya menjadi tidak rata yang akan mengganggu tidur kamu.

Selain itu, bahan kimia keras seringkali meninggalkan residu yang dapat membuat kulit iritasi atau menyebabkan masalah pernapasan. Kasur mudah dibersihkan dengan produk rumah tangga yang kamu miliki seperti soda kue dan cuka.

Kasur Basah

Adanya cairan yang berlebihan akan menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut pada kasur. Hal ini akan merusak kasur dan menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Saat membersihkan kasur, gunakan cairan seminimal mungkin dan pastikan kasur benar-benar kering sebelum memasang seprai dan tidur di atasnya.

Tidak Menggunakan Pelindung Kasur

Menggunakan pelindung kasur adalah salah satu cara termudah untuk menjaga tempat tidur kamu dalam kondisi prima sejak hari pertama. Pelindung ini mengurangi risiko kasur terkena tumpahan, noda, tungau, dan keringat. Pelindung ini juga bisa membuat permukaan tempat tidur kamu bertahan lebih lama.

Tidak Menyedot Debu Kasur

Debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan dapat menumpuk di permukaan kasur kamu seiring waktu yang menjadi tempat berkembang biaknya tungau serta bakteri. Penumpukan ini dapat menyebabkan alergi dan serat kasur rusak lebih cepat.

Jika kamu memiliki alergi atau kamar tidur cepat berdebu, sebaiknya menyedot debu kasur lebih sering. Alat berbulu lembut yang dirancang untuk membersihkan debu dan kotoran dengan lembut tanpa menyebabkan kerusakan.

Tidak Memutar Kasur

Kamu harus memutar kasur untuk mencegah terbentuknya bekas di tempat tidur setiap malam, hal ini dapat menyebabkan hilangnya dukungan dan kerusakan material lebih cepat. Secara umum, kamu harus memutar kasur setiap tiga hingga enam bulan untuk menjaga permukaannya tetap segar.

Mengabaikan Tumpahan dan Noda

Kecelakaan memang bisa terjadi, tetapi penting untuk segera mengatasinya. Mengabaikan tumpahan dan noda dapat merusak permukaan kasur serta menjadikannya tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan lumut.

Noda dapat merusak pemandangan dan akan mulai mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap jika tidak segera mengatasinya. Untuk noda dan bau yang membandel, sebaiknya bersihkan kasur secara menyeluruh.

Itulah beberapa kesalahan yang bisa membuat umur kasur lebih pendek.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kipas Angin Tidak Berputar? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya


Jakarta

Kipas angin tidak berputar salah satu masalah umum yang sering dialami. Saat itu terjadi, aktivitas sehari-hari mungkin bisa terganggu, apalagi kalau di tengah cuaca panas.

Kipas angin yang tidak berfungsi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari debu yang menumpuk, masalah pada motor, maupun kabel yang terputus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar

Dikutip dari Home Care 24 dan laman Lito Electrical Service, berikut adalah beberapa faktor penyebab kipas angin tidak bisa berputar:


1. Kapasitor Lemah atau Rusak

Kapasitor memiliki fungsi untuk membantu memulai putaran pada motor kipas angin. Jika rusak atau lemah, ia tidak akan memiliki cukup tenaga untuk memutar baling-baling kipas.

2. Motor Kipas yang Aus

Kipas angin berhenti berputar bisa karena motor kipas yang sudah aus. Macetnya motor kipas juga bisa jadi karena ada kotoran atau debu yang menumpuk.

Kenapa kipas angin berbunyi tapi tidak berputar? Kipas angin berbunyi tapi tidak berputar bisa jadi karena kapasitor yang rusak atau penyumbatan mekanis.

3. Baling-baling Tertekan

Baling-baling kipas yang terpasang terlalu kencang atau tertekan, membuatnya tidak bisa berputar dengan bebas.

4. Penumpukan Debu atau Kotoran

Penumpukan debu di bagian poros atau bantalan kipas angin akan menyebabkan gesekan yang tinggi, sehingga baling-baling sulit berputar. Debu juga bisa menyumbat ventilasi motor, yang membuat kipas menjadi panas dan berhenti bekerja.

5. Adanya Kesalahan Kelistrikan

Kipas berbunyi bip tetapi tidak menyala juga bisa karena ada indikasi adanya kesalahan kelistrikan maupun masalah pada komponen internal kipas atau kabelnya.

Cara Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar dan Berdengung

1. Cek dan Periksa Sumber Listrik

Pastikan kipas angin sudah terhubung dengan sumber listrik yang stabil. Jika ada kerusakan kabel segeralah untuk diganti.

2. Periksa Motor Kipas

Buka bagian belakang kipas dan cek kondisi motor kipas. Jika menemukan kerusakan atau aus pada motor, maka perlu diganti.

3. Bersihkan Baling-baling Kipas

Jika debu sudah menumpuk di baling-baling, bersihkanlah. Kamu bisa menggunakan lap.

4. Periksa Pemasangan Baling

Jika baling-baling terlihat terlalu kencang atau tertekan, atur ulang posisinya. Pastikan baling-baling bisa berputar dengan bebas.

5. Periksa Kapasitor

Kapasitor menjadi komponen penting yang membuat baling-baling kipas berputar. Jika rusak, gantilah dengan yang baru.

6. Bersihkan Motor Kipas

Jika motor terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan kuas atau lap lembut dengan hati-hati.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Toilet Nggak Bisa Disiram Bikin Jengkel, Ini 5 Biang Keroknya



Jakarta

Salah satu masalah umum yang sering terjadi pada toilet adalah sistem penyiraman yang tidak berfungsi. Kejadian ini pastinya akan sangat menjengkelkan bagi penghuni rumah.

Penyiraman toilet tidak berfungsi karena alasan, seperti rantai yang terputus, penutup yang rusak, level air rendah, pelampung yang rusak, sumbatan pada tepi saluran, atau sekedar penyumbatan saluran pembuangan yang perlu dibersihkan dengan penyedot.

Dilansir dari The Spruce, berikut penjelasan beberapa penyebab toilet tidak bisa disiram yang membuat aktivitas kamu terganggu.


Tuas Terputus

Jika toilet memiliki sistem tuas penyiraman, ada kemungkinan tuas tersebut telah terlepas dari penutup. Tuas tersebut biasanya terpasang pada penutup dengan rantai yang longgar.

Untuk memperbaikinya, lepaskan tutup tangki toilet dan periksa apakah tuas serta penutup masih terhubung. Jika rantai terlepas, pasang kembali dan uji penyiraman toilet. Jika rantai rusak atau putus seluruhnya, kamu harus menggantinya.

Toilet Tersumbat

Sumbatan merupakan salah satu masalah paling umum yang menyebabkan toilet tidak dapat disiram. Kebanyakan penyumbatan toilet disebabkan oleh terlalu banyak tisu toilet yang menyumbat saluran pembuangan dan mencegah pembuangan limbah tambahan.

Kamu bisa mengatasinya menggunakan penyedot untuk mendorong udara dan air melalui saluran pembuangan, sehingga sumbatan dapat disingkirkan. Sebelum memulai, pastikan level air di mangkuk toilet cukup rendah sehingga penyedotan tidak akan meluap.

Pelampung Rusak atau Terhalang

Pelampung biasanya diletakkan di atas air dalam tangki toilet. Saat air mencapai level tertentu, pelampung akan menutup katup pengisian, sehingga air tidak dapat masuk ke tangki.

Kamu dapat menyelesaikan masalah ini dengan mengganti pelampung, membuang segala penghalang, atau mengatur ketinggian pelampung sehingga toilet terisi cukup banyak untuk menyiram toilet.

Penyumbatan Rim Jet

Rim jet adalah lubang kecil di bagian bawah tepi mangkuk toilet. Toilet akan kesulitan menyiram jika lubang ini tersumbat oleh endapan mineral atau kotoran.

Bersihkan jet dengan cuka dan sikat toilet atau sikat gigi bekas untuk memecah endapan mineral dan menghilangkan sumbatan pada rim jet.

Flapper yang Rusak

Pembilasan yang lemah dapat menjadi tanda katup yang rusak atau tidak berfungsi. Katup berfungsi untuk menutup celah antara tangki toilet dan mangkuk toilet, serta jika katup melengkung atau robek maka air akan mengalir dari tangki ke mangkuk toilet.

Toilet tidak dapat menyiram dengan baik jika tangki airnya tidak cukup. Untuk mengatasi masalah ini, belilah katup toilet baru yang kompatibel dengan rakitan katup pembilas yang ada.

Lepas dan ganti katup lama, lalu periksa apakah tangki toilet terisi dengan baik. Setelah penuh, siram toilet untuk memastikan semuanya berfungsi kembali.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tunggu Sampai Rusak Parah, Ini 6 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi


Jakarta

Rumah memiliki masa pakai seperti barang lainnya. Tidak mungkin kondisi rumah selamanya seperti pertama kali dibeli atau ditempati. Seiring waktu kondisi rumah pasti menurun sehingga butuh renovasi, peremajaan, dan perawatan lanjutan agar kamu tetap nyaman tinggal di dalamnya.

Biasanya untuk mengetahui rumah perlu direnovasi apabila bagian pentingnya tidak bisa digunakan secara normal. Kemudian pada saat hujan turun, kerusakan pada rumah semakin terlihat jelas. Sebagai contoh bocor pada dinding rumah. Padahal sebelumnya air langsung terbuang ke luar rumah.

Tanda kecil seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena air yang masuk ke dalam rumah, dapat memicu korosi pada besi di dalam fondasi rumah, pertumbuhan jamur pada dinding rumah, hingga meningkatnya kelembapan di dalam rumah.


Selain bocor, ada tanda-tanda lainnya yang perlu kamu waspadai. Dilansir Architecture Beast, berikut 6 tanda rumah kamu perlu diperbaiki.

1. Lantai Rusak

Lantai adalah salah satu bagian rumah yang ketahanannya paling terjaga. Apalagi yang memakai jenis penutup yang mahal seperti marmer. Namun, apabila kamu menemukan banyak retakan pada lantai rumah, itu suatu pertanda, kamu perlu menggantinya dengan yang baru.

Mengganti bagian lantai yang rusak bukan hanya untuk keindahan rumah, melainkan untuk keselematan penghuni rumah juga. Sebagai contoh di rumah kamu memakai keramik. Lalu, salah satu keramik pecah. Pecahan keramik yang tajam ini berbahaya apabila tergores atau terinjak. Secepatnya kamu perlu menggantinya dengan yang baru agar saat melewatinya tidak perlu khawatir terluka.

2. Pipa Bocor

Pipa adalah jalur pembuangan yang penting di rumah. Pipa pun memiliki banyak jenis tergantung pada fungsinya. Apabila pipa mulai bocor, maka akan timbul masalah-masalah baru. Air yang seharusnya langsung terbuang ke luar, bisa terbuang ke tempat yang salah. Cara memperbaiki pipa yang bocor sebaiknya meminta bantuan tukang ahli agar lebih cepat penyelesaiannya.

3. Ditemukan Rayap dan Hama

Hewan bisa menyebabkan kerusakan pada fondasi rumah. Salah satu hewan yang kehadirannya berbahaya adalah rayap. Hewan kecil ini kerap memakan kayu di rumah. Apabila tidak dibasmi, permukaan kayu bisa habis diburu oleh mereka.

4. Atap atau Genteng Bocor

Selain kebocoran pada dinding rumah, atap atau genteng juga bisa mengalami hal serupa. Bahkan risikonya lebih besar. Biasanya, kebocorannya ditandai dengan bintik-bintik air di langit-langit.

Kebocoran terjadi karena ada celah pada genteng atau atap terluar sehingga air bisa masuk ke dalam rumah. Kalau bukan karena retakan, genteng juga bisa rusak karena sudah lama dipakai. Umumnya genteng baik dipakai hingga 30 tahun. Lewat dari itu, sebaiknya kamu menggantinya dengan yang baru.

5. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

Jika kamu terus-menerus memperbaiki masalah yang sama setiap saat, ini bisa menjadi tanda bahwa rumah kamu memerlukan renovasi. Selain itu, melakukan renovasi juga bisa membantu kamu menghindari biaya berulang dan menjaga rumah kamu tetap berfungsi dengan efisien.

6. Perlu Ruang Tambahan

Selain karena ditemukan kerusakan, tanda kamu perlu merenovasi rumah adalah saat kamu merasa rumah sudah sempit, sementara anggota keluarga semakin banyak. Kamu membutuhkan ruang tambahan agar seluruh anggota keluarga nyaman selama di rumah.

Renovasi untuk menambah ruangan pada rumah juga bisa mengubah tata letak rumah kamu, jadi hal ini bisa menjadi solusi juga untuk kamu yang butuh suasana dan tampilan rumah yang baru.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Jurus Jitu Atasi Dinding Rembes Saat Musim Hujan


Jakarta

Masalah kerap muncul di rumah ketika musim hujan tiba. Air hujan bisa saja menembus rumah sampai mengakibatkan dinding rembes.

Dinding rembes saat hujan bisa terjadi karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika tidak segera diatasi, rumah kamu bisa tergenang air, bangunan menjadi rusak, dan masalah lainnya bakal bermunculan.

Nah kalau mengalami dinding rembes, kamu harus mencari tahu akar penyebabnya. Kamu bisa meminta bantuan ahli bangunan untuk memeriksa rumah dan mencarikan solusi yang tepat.


Selain itu, kamu bisa mencoba jurus jitu berikut ini buat mengatasi dinding rembes seperti yang dilansir dari All Weather Coating dan waterproofing.com.

Tips Mengatasi Dinding Rembes

Inilah cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan.

1. Memperbaiki Sambungan Bangunan yang Rusak

Saat melakukan renovasi rumah, misalnya menambah bangunan, biasanya akan ada bagian rumah yang disambung dengan bangunan baru.

Kemungkinan terdapat celah pada sambungan bangunan tersebut yang dapat dilalui air. Celah ini dapat melebar atau rusak seiring waktu.

Dengan memperbaiki sambungan tersebut, air hujan yang merembes ke dinding dapat teratasi.

2. Melapisi Retak Rambut

Retak rambut di dinding dapat terjadi karena perubahan suhu dan kelembaban udara. Kondisi ini dapat membuat air hujan merembes ke dinding.

Untuk mengatasinya, cobalah melapisi retak rambut dengan menggunakan semen putih dan cat anti air. Tujuannya agar pori-pori di dinding tertutupi sehingga air tidak merembes.

3. Mengecat Eksterior Rumah

Bukan hanya untuk keperluan estetika, mengecat bagian eksterior rumah juga dibutuhkan untuk menjaga bangunan dari perubahan cuaca.

Gunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus agar tahan cuaca (weatherproof). Cat weatherproof dapat menjaga tembok rumah dari air hujan dan kelembaban. Dengan begitu, masalah air rembes di dinding saat musim hujan dapat teratasi.

4. Membersihkan Saluran Pembuangan Air

Sistem drainase atau pembuangan air merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Masalah yang terjadi pada drainase dapat menyebabkan kebocoran.

Bila dinding rumah kamu terkena rembesan air hujan, cobalah periksa talang air hujan di rumah. Bisa jadi ada kotoran yang menghambat aliran pembuangan air.

5. Memperbaiki Pipa yang Rusak

Selain karena penyumbatan, pipa pembuangan air hujan yang rusak juga dapat menyebabkan kebocoran. Misalnya pipa retak, bocor, atau sambungan antarpipa longgar.

Memperbaiki pipa yang rusak cenderung rumit, apalagi bila ditanam di dalam tembok rumah. Oleh karena itu, kamu mungkin memerlukan jasa ahli bangunan untuk memperbaikinya.

6. Mengaplikasikan Sealant pada Dinding

Cara mengatasi dinding rumah yang rembes saat musim hujan juga bisa dengan cara melapisi dinding dengan sealant.

Sealant dapat diaplikasikan pada mortar (semen sambungan antarbata). Tujuannya untuk menyerap air ke dalam bata sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

Namun sebagai catatan, solusi ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali, bukan terus menerus.

7. Melapisi Dinding dengan Cat waterproof

Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rembesan air hujan pada dinding yaitu melapisi permukaan dinding dengan cat anti air (cat waterproof).

Cara ini bisa menjadi solusi praktis yang dapat mengatasi rembesan air dengan cepat. Namun, bila air masih saja merembes, cobalah mencari tahu penyebab utamanya.

Mungkin saja ada masalah lain, seperti kebocoran pipa, talang air yang tersumbat, dan sebagainya.

Itulah beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa kamu coba di rumah. Pastikan kamu mencari tahu dulu penyebab munculnya rembesan air, agar perbaikan lebih efektif.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

9 Penyebab AC Berisik, Bisa Jadi Ada Kerusakan


Jakarta

9 Penyebab AC Berisik, Bisa Jadi Ada Kerusakan

AC merupakan perangkat yang membantu menjaga kenyamanan di dalam ruang, terutama saat suhu panas. Namun, masalah suara berisik yang muncul dari AC seringkali mengganggu kenyamanan.

Bunyi berisik pada AC juga bisa mengindikasikan adanya masalah pada perangkat. Berikut beberapa penyebab AC berisik.


9 Penyebab AC Berisik

AC yang berisik dapat disebabkan komponen longgar, kumparan kotor, hingga kipas yang bocor. Mengutip laman Elegance Air, BTN Property, dan Luce berikut penjelasan dari penyebab AC berisik :

1. Adanya Komponen yang Longgar

Getaran berlebihan bisa disebabkan adanya komponen yang longgar, misal motor kipas dalam AC yang kendur. Akhirnya, timbul suara benturan logam.

2. Kumparan yang Kotor

Jika AC mengeluarkan suara dengung, kemungkinan besar masalahnya adalah pada kumparan yang kotor. Kotoran yang menyelimuti kumparan bisa menimbulkan suara seperti dengungan.

3. Kompresor yang Rusak

Kompresor merupakan bagian penting dari sistem AC. Masalah seperti kebocoran atau kerusakan pada komponen internalnya bisa membuat AC berisik.

4. Ada Serpihan yang Tersangkut

Penyebab dari suara berisik lainnya adalah serpihan yang tersangkut di dalam AC. Suara bisa timbul meski hanya ada serpihan lembut seperti kertas.

5. Pipa Bergetar

Pipa yang menghubungkan bagian dalam dan luar bisa menjadi penyebab AC bergetar atau berderit. Hal ini terjadi saat pipa tidak terpasang dengan baik atau ada masalah dengan isolasi.

6. Baling-baling Aus

Baling-baling dalam unit AC yang aus bisa membuat kinerjanya menjadi tidak seimbang. Kondisi tersebut menyebabkan bunyi yang tidak normal.

7. Kondensor Tidak dalam Posisi Kokoh

Kondensor merupakan komponen yang berfungsi untuk mendinginkan gas refrigeran. Apabila kondensor tidak dalam posisi yang rata atau kokoh, maka bisa menyebabkan AC bergetar dan berisik.

8. Level Refrigeran yang Tidak Tepat

Level refrigeran yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa mengganggu kinerja AC. Hal tersebut dapat membuat suara yang tidak normal.

9. Kipas yang Bocor

Kerusakan pada baling-baling, seperti patah atau bocor juga menjadi penyebab selanjutnya. Kondisi ini menimbulkan suara berisik saat kipas AC berputar.

Cara Mencegah AC Berisik

Untuk mencegah AC yang berisik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan mulai dari pembersihan filter AC hingga pemeriksaan secara rutin.

1. Bersihkan Filter AC

Membersihkan filter udara mencegah debu dan kotoran menumpuk di sistem pendingin udara. Jika filter rusak, kotoran akan mudah masuk ke dalam unit sehingga menyebabkan bunyi. Bersihkan filter dengan sabun dan air, biarkan kering, lalu pasang kembali ke AC.

2. Bersihkan Unit Luar Ruangan AC

Sistem HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning) terdiri dari kipas blower dalam ruang dan unit kondensor luar ruangan. Meski sudah membersihkan unit dalam ruangan secara teratur, seringkali perawatan unit luar ruangan terabaikan. Padahal unit ini perlu dibersihkan karena terpapar udara luar.

3. Jadwalkan Perawatan Rutin

Penjadwalan servis AC secara berkala menjadi kunci merawat AC. Menurut laman Luce, unit AC harus menjalani pembersihan umum setiap enam bulan sekali dan perbaikan menyeluruh setahun sekali untuk mempertahankan kondisi dan kinerjanya.

4. Segera Lakukan Perbaikan

Jika merasa ada masalah pada AC, perbaiki segera. Hal ini mencegah kerusakan lebih lanjut dan biaya perbaikan yang tinggi di kemudian hari.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com