Tag: sabun cuci

  • 4 Cara Memutihkan Pakaian Tanpa Pemutih, Bisa Pakai Lemon


    Jakarta

    Cairan pemutih biasa digunakan dalam siklus pencucian untuk memutihkan pakaian yang kusam. Biasanya, pakaian tersebut adalah kemeja putih atau kaus oblong putih yang warnanya sudah terlihat agak pudar atau keabu-abuan.

    Sebagian besar cairan pemutih dapat digunakan pada katun atau linen. Biasanya cairan pemutih dihindari pada bagian motif atau pinggiran yang kontras untuk menghindari pemudaran. Padahal, terdapat alternatif lain untuk memutihkan pakaian tanpa khawatir terhadap motif atau pinggiran kontras.

    Dikutip dari situs Real Simple, terdapat 4 bahan yang dapat digunakan memutihkan pakaian tanpa cairan pemutih.


    1. Cuka Putih Suling

    Tambahkan satu cangkir cuka putih suling ke dalam satu ember air panas. Kemudian, celupkan kain putih ke dalam campuran dan biarkan semalaman, lalu cuci seperti biasa. Menambahkan satu cangkir cuka putih ke siklus pembilasan saat mencuci pakaian putih atau bahkan pakaian berwarna akan membantu menghilangkan residu detergen yang membuat pakaian tampak kusam.

    2. Jeruk Lemon

    Asam sitrat dari lemon dapat memutihkan kain seperti katun, linen, atau polyester. Campuran ½ cangkir air perasan lemon ke dalam satu ember air panas. Masukkan cucian kain atau baju putih ke dalam air lemon dan rendam minimal satu jam. Bisa rendam lebih lama atau bahkan semalaman, kemudian cuci seperti biasa.

    3. Soda Kue

    Aduk satu cangkir soda kue ke dalam satu ember air mendidih, lalu masukkan pakaian putih yang kusam ke dalamnya. Biarkan terendam minimal satu jam atau semalaman. Lalu, cuci seperti biasa. Soda kue dapat membantu menghilangkan noda pada pakaian katun yang membuatnya kusam.

    Jika terdapat noda kuning di bagian ketiak baju atau kerah baju, maka bisa gunakan pasta yang terdiri dari campuran soda kue, air perasan lemon, dan air dengan perbandingan yang sama. Oleskan pasta tersebut ke noda pada pakaian lalu gosok dengan sikat gigi. Biarkan selama 30 menit kemudian cuci seperti biasa.

    4. Sabun Cuci Piring

    Sabun pencuci piring biasanya mengandung natrium hipoklorit (pemutih klorin) yang dapat memutihkan kain. Caranya tambahkan sabun cuci piring ke dalam satu ember air panas dan aduk hingga larut. Masukkan pakaian dan biarkan selama minimal 30 menit lalu cuci seperti biasa.

    Itulah beberapa bahan yang bisa kamu gunakan sebagai alternatif pengganti pemutih pada pakaian, tertarik mencoba?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Benda yang Harus Dibersihkan Setiap Bulan Menurut Ahli


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan hal yang wajib dilakukan. Saat membersihkan rumah, ada barang-barang yang harus dibersihkan setiap bulan.

    Barang-barang tersebut harus sering dibersihkan karena beberapa hal, misalnya cepat berdebut. Lantas, barang apa saja yang harus dibersihkan setiap bulan?

    Dilansir dari Southern Living berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah

    In de zorgIlustrasi tempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Jangan salah ya, tempat sampah juga harus dibersihkan lho! Saat membersihkannya juga jangan asal, bagian dalam dan luarnya harus dibersihkan dengan baik.

    “Bahkan dengan pelapis, tempat sampah tetap bau. Kami menyarankan untuk membilas dan menggosoknya setiap bulan. Isi air panas, tambahkan sedikit sabun cuci piring, dan semprotkan disinfektan untuk mengusir bau dan mencegah bakteri,” kata ahli kebersihan di Sparkly Maids San Antonio, Jessica Gonzalez, dikutip dari Southern Living, Senin (14/7/2025).

    Sementara itu, ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader menyarankan untuk mengeringkan tempat sampah di bawah sinar matahari untuk membantu menghilangkan bau.

    2. Lemari Dapur

    lemari dapur panel terangkat atau Raised Panel Kitchen Cabinetlemari dapur Foto: via Kitchen Cabinet Kings

    Lemari dapur ternyata bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri tanpa kamu sadari. Maka dari itu, Gonzalez menyarankan untuk membersihkannya sebulan sekali.

    “Bersihkan area ini dengan pembersih lemak yang lemah atau cuka encer, lalu keringkan sepenuhnya. Ini akan menjaga dapur Anda tetap bersih di antara pembersihan mendalam,” ungkapnya.

    3. Mesin Cuci

    Ilustrasi Tips Memilih Mesin CuciIlustrasi Mesin Cuci Foto: iStock

    Mesin cuci juga harus dibersihkan setiap bulan lho detikers. Schrader mengatakan poin utama bagian mesin cuci yang harus dibersihkan adalah tempat detergen dan gasket atau karet mesin cuci.

    “Jamur dan kotoran deterjen menumpuk di sini cukup cepat. Bersihkan laci deterjen dengan larutan cuka hangat, dan periksa karet gasketnya untuk melihat apakah ada kotoran. Pembersihan bulanan akan mengurangi bau dan mesin cuci Anda akan berfungsi dengan baik,” jelas Schrader.

    Sementara Gonzalez mengingatkan untuk tidak melupakan bagian seperti tutup, kenop, serta bagian atas mesin cuci.

    4. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Gagang pintu disarankan untuk dibersihkan sebulan sekali karena bisa terdapat banyak bakteri. Sebab, bagian tersebut yang paling sering dipegang oleh orang rumah.

    “Gunakan larutan disinfektan atau pembersih berbahan dasar alkohol lainnya, bersihkan titik-titik ini sebulan sekali. Ini hanya membutuhkan sedikit waktu, tetapi dapat meningkatkan kesehatan ruangan Anda secara signifikan,” kata Shcrader.

    5. Baling-baling Kipas

    kipas angin gantungkipas angin gantung Foto: kipas angin gantung

    Kalau di rumah memakai kipas angin, jangan lupa bersihkan baling-balingnya setiap bulan. Sebab, debu rentan menumpuk pada baling-baling kipas apalagi kalau sering digunakan.

    Cara membersihkannya bisa dengan lap atau sarung bantal yang sudah tidak dipakai untuk mengumpulkan debu.

    “Selipkan sarung bantal bekas di atas baling-baling dan tarik perlahan ke bawah, debu akan menempel di sarung bantal. Lalu, lap baling-baling dengan kain mikrofiber lembap. Melakukan hal ini setiap bulan akan sangat membantu menjaga kualitas udara di rumah Anda, terutama di kamar tidur,” ujar Schrader.

    Itulah beberapa benda yang harus dibersihkan setiap bulan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 7 Tips Mengepel Lantai Agar Bersih Kinclong dan Tidak Bau Amis


    Jakarta

    Agar rumah tetap bersih dan nyaman maka lantai perlu dipel secara rutin. Langkah ini dapat membersihkan lantai dari kotoran, debu, hingga minyak menempel.

    Namun, lantai yang sudah dipel terkadang justru tetap kotor dan bahkan tercium aroma amis yang bikin enek. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan dan bikin lelah karena harus kembali mengepel lantai.

    Sebenarnya, ada beberapa tips saat mengepel lantai agar bersih, kinclong, dan tidak mengeluarkan bau amis. Penasaran? Simak tipsnya di bawah ini.


    Tips Mengepel Lantai Agar Bersih dan Wangi

    Ada sejumlah tips dalam mengepel lantai agar tetap bersih dan wangi. Dikutip dari situs Martha Stewart dan The Spruce, berikut cara mengepel lantai agar bersih dan wangi:

    1. Sapu Lantai dengan Bersih

    Tips yang pertama adalah menyapu lantai hingga bersih sebelum dipel. Jika tidak disapu, maka debu, kotoran, hingga sisa makanan yang jatuh ke lantai akan tetap berserakan meski sudah dipel.

    Bahkan, kotoran dan debu justru bisa menyebar ke area lain karena ikut terbawa oleh kain pel. Maka tak heran setelah lantai dipel tapi tetap terasa kotor dan lengket.

    2. Pakai Air Bersih

    Saat mengepel lantai, pastikan kamu menggunakan air bersih dan cairan pembersih khusus lantai. Jika menggunakan air kotor, maka kotoran di dalam air akan menempel di kain pel dan terbawa saat mengepel. Hal ini yang membuat lantai malah tambah kotor dan menjadi bau amis.

    Jika mencuci dan membilas kain pel langsung di ember, pastikan memakai dua ember yang berbeda. Jadi, satu ember berisi air cairan pembersih lantai sedangkan ember satunya lagi untuk membilas kotoran.

    3. Pel dengan Teknik yang Tepat

    Ternyata, teknik mengepel yang salah juga bisa membuat kotoran justru menyebar ke seluruh lantai. Lakukan mengepel dengan cara bergerak mundur sehingga tidak menginjak lantai yang basah.

    Selain itu, mulai mengepel dari sudut terjauh dari pintu dan pel di sepanjang tepi dinding terlebih dahulu. Ayunkan kain pel maju dan mundur dengan membentuk angka ‘8’ di seluruh ruangan.

    Setelah beberapa kali mengepel maka kain pel akan menjadi kotor dan berwarna hitam. Kemudian balikkan pel ke sisi lainnya yang masih bersih. Jika kedua sisi kain pel sudah kotor maka segera dicuci hingga bersih.

    4. Jangan Terlalu Banyak Sabun

    Mengepel lantai memang membutuhkan sabun lantai, tapi hindari menggunakannya terlalu banyak karena membuat lantai lengket dan cepat kotor. Maka dari itu, sebaiknya gunakan sabun lantai sesuai petunjuk kemasan dan sesuai dengan jenis lantai. Hindari memakan sabun cuci piring karena berisiko merusak keramik lantai.

    5. Cuci Bersih Kain Pel

    Setelah digunakan, segera cuci bersih kain pel dan keringkan. Cara ini dilakukan agar kain pel tetap bersih dan mencegah bau apek, sehingga tidak memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Perlu diingat, menggunakan kain kotor untuk mengepel dapat membuat lantai menjadi bau amis.

    Untuk membersihkan kain pel juga gampang, cukup bilas kain pel secara menyeluruh dalam ember yang berisi air panas, kemudian peras kain sampai kering hingga tidak ada air tersisa.

    6. Keringkan Kain Pel

    Agar kain pel bisa digunakan kembali, sebaiknya keringkan kain di tempat yang terkena sinar matahari. Semakin cepat kering kain pel juga meminimalisir kemungkinan untuk menjadi bau.

    Cara mengeringkan kain pel juga tidak bisa sembarangan. Letakkan kepala pel secara terbalik di area yang berventilasi baik hingga kering secara menyeluruh. Hindari meletakkan kain pel di lantai atau menyimpannya di lemari saat basah.

    7. Ganti Kain Pel Secara Berkala

    Kain pel yang sudah sangat kotor tentu akan tetap mengeluarkan bau tak sedap meski sudah dicuci berkali-kali. Itu tandanya kain pel harus diganti dengan yang baru. Disarankan memilih kain pel berbahan mikrofiber agar dapat mengangkat kotoran membandel dengan mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 8 Tips Biar Dapur Kamu Nggak Bau Busuk


    Jakarta

    Dapur rentan dengan bau tak sedap yang bisa tertinggal seharian. Jadi, bagaimana cara agar dapur tetap terjaga wanginya seharian?

    Dilansir dari Homes and Gardens, Jumat (28/6/2024) kalau dapur kamu selalu berbau busuk, mungkin ada penyebab utama yang belum kamu ketahui. Bisa jadi ada makanan yang tumpah atau terlupakan yang tidak terlihat, saluran pembuangan air yang perlu dibersihkan atau dibuka, dan masih banyak lagi. Luangkan waktu satu hari untuk membersihkan dapur secara maksimal, seperti merapikan an membuka sumbatan sampai kamu menemukan sumbernya, atau memanggil jasa profesional.

    Banyak metode pembersihan cepat dalam membersihkan dapur agar senantiasa wangi. Berikut detail-detail kecil pembersihan yang harus dilakukan rutin, bukan hanya sekali seminggu.


    1. Mencuci Handuk dan Lap Piring Secara Rutin

    Penyebab bau busuk yang pertama adalah handuk dan kain lap, terutama kalau kamu mencuci dengan tangan dan tidak memakai mesin pencuci piring. Handuk yang lembab dan bekas pakai bisa menyebabkan bau busuk.

    Mencuci secara teratur dengan detergen beraroma wangi untuk menghilangkan sisa-sisa bau, dan mengeringkan handuk secara tuntas akan bantu mencegah bau.

    2. Mengepel Lantai dengan Produk Wangi

    Remahan dan tumpahan juga bisa jadi sumber bau, jadi mengepel rutin dengan produk beraroma wangi dan segar bisa bantu menghilangkan bau tak sedap.

    “Linoleum, vinil atau lantai kayu buatan sangat ideal untuk memudahkan pembersihan,” saran kepala petugas kebersihan di Cloralen, Tanu Grewal.

    “Dan meskipun karpet dapur dapat menghangatkan ruangan, karpet ini menyerap banyak tumpahan dan bau, jadi sebaiknya dihindari,” lanjutnya.

    “Cara favorit saya untuk membersihkan lantai vinyl atau laminate yang memiliki keharuman yang tahan lama adalah dengan menggunakan pembersih berbahan dasar minyak pinus,” ucapnya.

    “Minyak pinus lembut pada bahan namun membersihkan hasil yang bersih dan wangi yang luar biasa,” tutupnya.

    3. Tambahkan Aroma Segar

    Selain memakai pembersih dapur yang wangi, menambahkan wewangian juga bisa bantu menutupi bau. Bisa dengan menyalakan lilin andalanmu atau dengan semprotan wewangian.

    Kalau kamu mau menambahkan dekorasi dapur yang juga membuat ruangan harum, kamu bisa pakai bunga potong segar.

    “Bunga segar tidak hanya mempercantik kamar mandi, tapi juga mengeluarkan wewangian alami. Hydrangea, gardenia, dan peony adalah pilihan bagus yang kami gunakan untuk klien kami karena kelopak bunga yang cantik dan aromanya yang semerbak,” kata desainer dan pendiri Design Morsels, Andrea Hundley.

    “Ingatlah untuk mengganti air setiap dua hingga tiga kali hari untuk mencegah pertumbuhan akteri yang menyebabkan bau tak sedap,” tambahnya.

    4. Hindari Genangan Air

    Hal ini harus dihindari dengan cara apa pun, mulai dari mengganti air vas bunga sampai memastikan saluran pembuangan air mengalir dengan baik.

    Sudah jelas bahwa piring yang terkena makanan akan berbau tidak sedap, apalagi kalau dibiarkan di wastafel, di atas meja, atau bahkan di mesin pencuci piring. Idealnya, piring-piring tersebut harus dicuci dua kali sehari, dan pastikan selalu mencuci piring sebelum tidur untuk memastikan bau busuk tidak berkembang saat malam.

    6. Cuci Konter dengan Anti Bakteri

    Memakai antibakteri setiap hari sangat penting untuk menyingkirkan bakteri dan kuman penyebab bau yang tidak bisa kita lihat. Bersihkan meja dapur tiap pagi guna mengurangi kontaminasi silang, dan pakai pembersih yang lembut dan tidak abrasif yang cocok untuk bahan meja dapur.

    “Seka meja dapur dengan kain microfiber atau spons, perhatikan sudut, tepi, dan lapisan di mana remah-remah mungkin tersembunyi. Untuk noda membandel, buatlah campuran menggunakan soda kue dan air. Oleskan campuran tersebut ke area yang terkena noda, diamkan selama beberapa menit, lalu gosok perlahan dengan sikat atau kain lembut,” kata ahli kebersihan di Ministry of Cleaning, Prerna Jain.

    “Bilas area tersebut secara menyeluruh dengan ir bersih dan akhiri dengan menggunakan kain kering atau tisu untuk menghilangkan kelembaban berlebih dan memoles meja dapur, sehingga bebas dari noda dan bercahaya,” lanjutnya.

    7. Menggosok Rak dan Lemari untuk Menghilangkan Debu Penyebab Bau

    Pastikan area ini bersih dengan cara menggosok secara rutin agar dapur selalu wangi. Area-area ini rentan terhadap penumpukan debu dan jamur, dan kemungkinan menjadi sarang hama.

    Pertama, keluarkan semua barang lalu ambil kain microfiber basah dan bersihkan semua bagian lemari mulai dari atas ke bawah. Pakai air sabun atau cuka yang dilarutkan. Setelah dilap, biarkan lemari mengering sebelum menata semuanya lagi. Cara ini juga berlaku untuk membersihkan kulkas dan rak-raknya.

    8. Membersihkan Wastafel dan Saluran Air dengan Soda Kue dan Cuka

    Langkah ini penting untuk estetika dapur dan mencegah bau busuk, dan bantu menjaga dapur tetap bersih serta mencegah kontaminasi silang.

    “Akan sangat membantu jika Anda menaburkan soda kue atau sabun cuci piring lembut ke spons atau kain basah sebelum menggosok wastafel dengan lembut, perhatikan sisi, sudut, dan area pembuangan di mana partikel makanan cenderung menumpuk,” ucap pakar kebersihan hijau di GreenLife, Itamar.

    Bilas secara menyeluruh dengan air hangat untuk menghilangkan sisa sabun.

    “Untuk sanitasi ekstra, Anda bisa mendisinfeksi wastafel dengan menyemprotkan campuran air dan cuka dengan perbandingan yang sama atau dengan menggunakan larutan pemutih yang lembut (ikuti petunjuk dari pabriknya),” tambahnya.

    Kamu juga bisa menghilangkan bau dan membersihkan saluran pembuangan wastafel dapur dengan cuka dan air mendidih tiap muncul bau busuk.

    “Akhiri pembersihan dengan mengelap keran dan gagangnya menggunakan pembersih yang tepat dan keringkan wastafel dan kran dengan kain bersih untuk mencegah bercak air,” tutupnya.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet di Rumah Tersumbat? Ini Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Toilet tersumbat menjadi salah satu masalah yang sering ditemui dan menjadi hal yang cukup menjengkelkan. Biasanya hal itu terjadi karena ada benda asing atau material keras yang terbuang ke dalam toilet, sehingga menghalangi jalur pembuangan.

    Selain itu, kotoran yang berlebih juga menjadi penyebab tersumbatnya jalur pembuangan. Namun jangan khawatir, berikut ini beberapa tips mengatasi toilet yang tersumbat.

    Dilansir dari Bob Vila, Selasa (10/9/2024), berikut ini informasinya.


    Tuang Air Panas ke Dalam Toilet

    Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan dengan menuangkan air panas ke dalam toilet, namun jangan air yang mendidih.

    Tuangkan air panas ke dalam saluran pembuangan dan tunggu beberapa menit, lalu siram dengan air biasa. Lakukan berulang hingga air mengalir dengan lancar.

    Pakai Baking Soda dan Cuka

    Tips kedua untuk mengatasi toilet tersumbat dengan menggunakan baking soda dan cuka. Dengan mencampurkan baking soda dan cuka bisa menjadi solusi untuk mengatasi toilet tersumbat.

    Tuangkan satu cangkir baking soda dan satu cangkir cuka ke dalam pembuangan toilet, dengan mencampurkan kedua bahan akan menimbulkan reaksi menggelembung dan melonggarkan sumbatan.

    Tunggu hingga 30 menit, lalu bilas dengan air panas. Siram toilet hingga air mengalir lancar ke dalam saluran pembuangan.

    Campurkan Air Panas dan Sabun Cuci Piring

    Menggunakan sabun cuci piring juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi toilet yang tersumbat. Mencampurkan air panas dan sabun bisa menjadi pelumas sumbatan di saluran pembuangan.

    Tuangkan sabun ke dalam saluran pembuangan, diamkan sabun selama lima sampai sepuluh menit. Kemudian, siram dengan air panas agar tercampur dengan sabun. Siram dengan air biasa sampai mengalir dengan lancar.

    Pakai Gantungan Baju

    Gantungan baju berbahan besi bisa menjadi pilihan, barang ini banyak ditemukan di rumah. Apabila tidak memiliki alat pembersih saluran, hal ini menjadi solusi untuk mengatasi toilet tersumbat.

    Buka gulungan gantungan baju hingga menjadi lurus, kecuali pada bagian pengaitnya. Lilitkan kain pada sekitaran pengait untuk mencegah adanya goresan atau kerusakan, jangan lupa untuk memakai sarung tangan untuk menghindari adanya celaka.

    Miringkan gantungan baju dengan perlahan ke saluran pembuangan hingga menemukan sumbatan. Siram dengan air hingga mengalir dengan lancar.

    Itulah beberapa cara mudah untuk mengatasi toilet tersumbat. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Basmi Kamitetep di Rumah yang Bikin Gatal, Ampuh!


    Jakarta

    Pernah dengar hewan kamitetep? Kamitetep atau Phereoeca uterella adalah jenis serangga yang merupakan hama rumah tangga.

    Bentuknya menyerupai larva yang biasanya hinggap di ruangan dengan suhu lembap. Hewan ini juga suka hinggap di tempat-tempat yang jarang dibersihkan, seperti kolong tempat tidur dan gudang.

    Bagian tubuh kamitetep memiliki bulu halus yang jika kontak dengan manusia bisa menyebabkan gatal-gatal dan iritasi. Kamu nggak mau dong gatal-gatal karena kontak dengan hewan tersebut?


    Nah, kamu bisa mengikuti beberapa cara ini untuk membasmi kamitetep di rumah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tipsnya.

    Bersihkan Rumah

    Hewan ini biasa ditemukan di dinding atau menggantung di atap rumah. Kamitetep biasanya memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    Dilansir Bugwiz, Kamis (26/9/2024), kamu bisa membersihkan ruangan agar tidak menjadi habitat kamitetep di rumah. Bersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di rumah, tak lupa sampah-sampah organik yang ada.

    Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

    Kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi. Nah kamu bisa menjaga kelembapan rumah rendah agar tidak menjadi tempat bernaung kamitetep.

    Kamu bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara yang lancar atau menggunakan dehumidifier. Buat rumah kamu sejuk dan kering.

    Pakai Sabun Cuci Piring

    Kamu bisa membunuh kamitetep pakai sabun cuci piring. Ini merupakan salah satu langkah yang mudah untuk membasmi kamitetep tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

    Caranya, campuran 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Campuran namun jangan sampai banyak busa.

    Sebaiknya jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep karena mereka memiliki lapisan pelindung di tubuhnya. Kamu bisa menusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam untuk membasmi kamitetep.

    Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir dari The Pest Informer, retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu bisa menjadi pintu masuk bagi kamitetep. Kamu bisa menutup titik masuk ini untuk mencegah kami tetep masuk ke dalam rumah. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    Gunakan Pestisida

    Kamu bisa mempertimbangkan penggunaan pestisida untuk membasmi kamitetep. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

    Panggil Jasa Profesional

    Jika keberadaan kamitetep di rumah kamu sangat banyak dan sulit dikendalikan atau dibasmi, sudah saatnya kamu memanggil jasa profesional.

    Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Tips Hilangkan Noda Oli di Dinding dan Lantai Garasi


    Jakarta

    Oli adalah salah satu cairan yang cukup sulit dibersihkan karena cairan ini bisa menempel di permukaan. Salah satu tempat di rumah yang biasa kotor karena oli adalah garasi dan carport rumah. Oli ini berasal dari kendaraan yang keluar masuk rumah.

    Biasanya oli yang menetes dari kendaraan akan menempel pada lantai dan dinding yang permukaan keras. Jika kamu mendapati noda oli di sana, kamu tidak bisa hanya menyiram dengan air atau menggosoknya karena tidak akan bersih sempurna.

    Melansir dari Better Homes and Gardens, Jumat (11/9/2024) berikut beberapa bahan yang bisa membersihkan noda oli dari lantai dan dinding garasi.


    1. Pasir Halus

    Oli yang sifatnya cair perlu diserap dengan pasir agar nodanya tidak melebar dan menempel di dinding atau lantai. Kamu tidak perlu membeli banyak pasir di tukang bangunan, pasir kucing juga bisa untuk menyerap noda tersebut.

    Taburkan pasir hingga menutup seluruh noda tumpahan oli. Tunggu 10 – 15 menit agar serbuk pasir atau tanah bisa menyerap sebanyak mungkin noda minyak.

    2. Aseton dan Baking Soda

    Untuk bekas oli yang sudah mengering, kamu bisa menggunakan aseton dan baking soda. Nantinya, saat hendak membersihkan keduanya perlu dicampur. Aseton merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menghapus kuteks, cairan ini juga digunakan sebagai bahan pelarut cat, lilin, resin, plastik, dan lem. Sifat aseton juga dapat melarutkan minyak akan membantu menghilangkan noda oli secara cepat.

    Cara mencampurkan aseton dan baking soda perbandingan 1:1. Misalnya, 5 sendok baking soda dan 5 sendok aseton, dicampur hingga menyerupai adonan pancake atau adonan roti.

    3.Sabun Pencuci Piring

    Percaya nggak percaya, sabun cuci piring bisa lho membersihkan noda bekas oli. Tapi, bahan ini ampuh jika noda sudah tersisa sedikit.

    Langkah Membersihkan Noda Oli di Dinding dan Keramik Garasi

    1. Bersihkan debu dan tanah pada lantai garasi dengan sapu atau penyedot debu.

    2. Setelah bersih, cek bila ada noda karat atau noda minyak pada lantai garasi kamu. Bila ada noda karat, gosok noda tersebut menggunakan cuka putih atau produk pembersih noda karat.

    3. Untuk noda minyak atau gemuk, gunakan campurkan campuran aseton dan baking soda. Biarkan noda oli nya meresap dengan campuran ini selama 24 jam hingga kering. Kemudian, gunakan alat pengikis seperti scraper atau pisau kecil untuk mengerik/ mengikis campuran tersebut. .

    4. Bersihkan bekas kikisan dengan air bersih.

    5. Setelah semua noda pada garasi bersih, selanjutnya sikat seluruh lantai garasi menggunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring tadi.

    6. Setelah bersih, bilas seluruh lantai dengan air bersih, lalu keringkan.

    Itulah cara membersihkan noda oli di dinding dan lantai garasi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Membersihkan Noda Tinta pada Kain Sofa agar Tidak Menyebar


    Jakarta

    Noda tinta pada sofa kain memang sangat mengganggu, tetapi untungnya noda tersebut dapat dihilangkan dengan barang-barang rumah tangga yang sederhana dan murah. Noda tinta bisa disebabkan oleh pulpen atau spidol.

    Kunci untuk menghilangkan noda tinta dari sofa kain adalah dengan segera mengatasinya dan menggunakan penghilang noda serta metode yang tepat. Penting untuk tidak menggosok noda yang kuat karena akan menyebabkannya menyebar dan menempel.

    Dilansir dari The Spruce, Sabtu (12/10/2024), berikut cara dan tips menghilangkan noda tinta dari sofa kain kamu dengan sabun cuci piring.


    1. Hapus Tinta

    Gunakan tisu untuk menyerap tinta sebanyak mungkin. Tepuk-tepuk noda tinta dengan lembut, tetapi jangan digosok karena akan menyebabkan noda menjadi menyebar atau menempel.

    2. Campurkan Larutan Sabun Cuci Piring

    Ambil mangkuk kecil dan tambahkan sabun cuci piring cair secukupnya ke air hangat untuk menghasilkan busa saat kamu mengaduk campuran.

    3. Bersihkan Noda

    Ambil kain microfiber bersih dan celupkan ke dalam air sabun hangat, lalu tepuk-tepuk noda. Ulangi proses hingga noda hilang.

    4. Bersihkan Sisa Sabun

    Ambil kain microfiber lain dan basahi dengan air hangat, lalu tepuk-tepuk area yang terkena noda untuk menghilangkan sisa sabun.

    5. Biarkan Kering

    Jika area yang terkena noda terlalu basah, ambil kain microfiber kering dan tekan untuk menyerap kelebihan air dan biarkan kain mengering sepenuhnya sebelum duduk atau menaruh bantal di sofa.

    Tips Menghilangkan Noda dari Sofa Berbahan Kain

    • Hilangkan noda tinta secepat mungkin untuk mencegahnya menempel.
    • Jangan pernah menggosok noda agar tidak menyebar. Bersihkan noda dengan memberikan tekanan lembut dan mulai dari bagian luar ke dalam.
    • Selalu uji larutan penghilang noda di tempat tersembunyi dahulu. Hal ini memastikan larutan tersebut tidak mengubah warna atau merusak kain sofa.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Membersihkan Dapur


    Jakarta

    Membersihkan dapur di rumah terkadang susah-susah gampang. Butuh ketelatenan mengingat banyaknya barang di ruangan tersebut. Belum lagi noda-noda bekas memasak seperti minyak, kecap, atau kerak nasi.

    Kondisi dapur yang berantakan dapat menjadi sumber kuman dan bakteri. Apabila masuk ke dalam makanan akan memicu penyakit. Selain itu, dapur yang kotor juga berbahaya. Lantai yang licin karena air atau minyak bisa menyebabkan terpeleset.

    Agar dapur selalu bersih, melansir Tom’s Guide, Selasa (22/10/2024), kamu perlu menghindari kesalahan-kesalahan dalam membersihkan dapur berikut ini.


    1. Tidak Membersihkan Seluruh Peralatan Dapur

    Seringkali saat kamu membersihkan dapur hanya sekedar pada area tertentu saja. Pada bagian peralatan, seperti kompor jarang kamu bersihkan secara rutin sehingga menimbulkan kotoran yang menumpuk.

    Pastikan juga kamu membersihkan bagian dalam lemari es dan juga pada oven. Oven dan lemari es menjadi peralatan yang cepat kotor dan peralatan ini akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk membersihkannya.

    2. Terlalu Banyak Air di Lantai Kayu

    Bagi dapur kamu yang memakai lantai kayu di area dapur, kamu harus memperhatikan cara membersihkannya dengan benar. Pastikan tidak membiarkan air menggenang di permukaanya.

    Air yang berlebih akan merusak lantai kayu, nantinya akan timbul lengkungan atau area yang busuk. Seiring waktu, tampilannya akan berubah daan biaya perbaikan cukup mahal. Hal ini terjadi karena kayu mengembang dan mengerut secara tidak merata karena lembap.

    Air ini juga bisa berasal dari air pengepel lantai. Untuk menghindari kerusakan pada lantai kayu, pastikan kain pel tidak dalam keadaan air masih meneter. Memang sebaiknya, lantai kayu cukup dibersihkan dengan cara mengelapnya dengan kain pel lembap secara merata di permukaan dengan tekanan tambahan untuk membersihkan noda.

    3. Tidak Membersihkan Bekas Gosong di Kompor

    Salah satu noda yang paling sering ditemui di kompor adalah noda gosong dan bekas hangus. Noda ini muncul saat makanan tumpah atau terciprat dari peralatan masak dan permukaan kompor kaca akan terbakar saat bersentuhan.

    Kamu tidak boleh mengabaikan noda yang ada, karena semakin lama dibiarkan maka akan semakin susah untuk dibersihkan. Namun, kamu perlu berhati-hati dalam membersihkannya karena bisa saja jadi permukaan kompornya yang rusak karena tergores. Lebih baik gunakan alat pengikis dan membersihkan kompor kaca secara teratur agar tidak ada noda yang menempel.

    4. Membiarkan Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran air adalah salah satu komponen di rumah yang mudah bermasalah. Mulai dari saluran tersumbat, bocor, atau mengeluarkan bau. Jika sudah begitu, kamu harus mengatasinya secepat mungkin. Semakin kecil penyumbatan semakin mudah untuk dibersihkan. Kebanyakan sumbatan bisa dilarutkan dengan menggunakan cuka putih dan soda kue.

    5. Gagal Membersihkan Tempat Sampah

    Tempat sampah dapur kerap menjadi barang di dapur yang terakhir dibersihkan, namun jangan sampai dilewatkan. Kamu harus membuang sampah setiap hari agar tidak ada noda, kotoran, dan bakteri yang berkembang di dapur. Apalagi tempat sampah cepat bau apabila tidak langsung dibuang keluar.

    Untuk membersihkan tempat sampah, kamu bisa menggunakan sabun cuci piring, lalu bilas dengan air atau kain basah. Kamu juga bisa menggunakan sikat untuk menjangkau celah-celah dan noda yang menempel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! 3 Bahan Ini Bisa Kamu Jadikan Cairan Pembersih Lantai


    Jakarta

    Lantai adalah salah satu bagian rumah yang paling cepat terlihat kotor. Supaya lantai yang bersih dan kesat, kamu bisa mengepel lantai menggunakan cairan pembersih lantai.

    Namun terkadang cairan pembersih di pasaran mengandung bahan kimia atau residu yang sifatnya keras. Tapi tenang, kamu masih bisa bikin cairan sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah kok.

    Lalu, bahan apa saja yang bisa gantikan cairan pembersih lantai? Berikut bahan-bahan sederhana yang bisa kamu gunakan untuk mengepel lantai, dikutip dari The Spruce.


    Bahan-bahan Pengganti Cairan Pembersih Lantai

    1. Cuka Putih Suling untuk Lantai Ubin dan Linoleum

    Kamu bisa menggunakan cuka putih suling untuk membersihkan lantai keramik dan linoleum. Namun, pastikan nat ubin tertutup rapat ya. Berikut beberapa resep cairan pembersih lantai dengan cuka suling.

    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling and 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan 2 sendok makan sabun cuci piring berbahan lembut.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan beberapa tetes minyak esensial beraroma atau jus lemon.

    2. Sabun Cuci Piring

    Gunakan sabun cuci piring yang lembut sebagai larutan pel untuk sebagian besar jenis lantai. Namun, jangan campurkan terlalu banyak sabun karena bisa membuat lantai agak lengket. Berikut adalah dua resep cairan pembersih lantai dengan sabun cuci piring.

    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring yang lembut dan 3 cangkir air hangat.
    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring, 2 cangkir cuka putih, 2 cangkir air hangat, dan 1/2 cangkir jus lemon.

    3. Alkohol Gosok untuk Lantai Laminasi

    Campuran alkohol gosok dan air bisa menjadi cairan pembersih lantai yang efektif untuk lantai laminasi dan ubin. Alkohol gosok daya menambahkan daya pembersih ke dalam air. Alkohol gosok menguap dengan cepat, sehingga tidak meninggalkan goresan dan garis saat mengering. Berikut adalah dua cara untuk membuat larutan pembersih alkohol gosok.

    • Campurkan 1 cangkir alkohol gosok dan 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1 bagian cuka, 1 bagian alkohol gosok, dan 1 bagian air hangat.

    Itulah beberapa bahan yang bisa kamu gunakan sebagai cairan pembersih lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com